[FF CONTEST] Because I’m Stupid

Because I’m Stupid

 

It must be because I am a fool.
It must be okay even if it hurts me.
Even if you tease me that it’s a foolish love.
Because I’m such a helpless fool.

Ditaman ini Jonghyun pertama kali bertemu dengan Soohe. Saat itu Soohe kecil sedang bermain-main di taman sendirian, ia belum mempunyai teman karena ia dan keluarganya baru pindah di komplek perumahan tersebut. Soohe kecil yang sendirian menjadi sasaran kejahilan segerombol anak laki-laki karena melihat soohe sendirian tidak memiliki teman. Soohe yang menangis tidak membuat mereka jera menjahili Soohe, baru setelah Jonghyun kecil datang dengan batu besar ditangannya, barulah segerombol anak laki-laki tersebut lari meninggalkan Jonghyun dan Soohe. Takut kalau Jonghyun nekat melempar batu tersebut kearah mereka.

Soohe yang yang saat itu masih menangis karena ketakutan dibujuk oleh Jonghyun agar berhenti menangis. Setelah Jonghyun berjanji akan menjadi temannya, barulah Soohe berhenti menagis dan kemudian tersenyum kepada Jonghyun.

ketika melihat senyum soohe yang polos dan ceria, saat itu pula dalam hati Jonghyun berjanji…

ia akan menjadi malaikat pelindung Soohe agar bisa melihat senyumannya…

 

.***.

 

My wanting to be good to her
Is enough to make me happy
Even if she smiles at me once
I’m happy with that smile

Seoul, 10 November 2009

“Soohe-ya, happy birthday!”. Jonghyun membawa tiramisu kesukaan soohe dengan lilin berbentuk angka 17 ditangannya. Jonghyun tidak bisa berhenti tersenyum melihat Soohe yang begitu terkejut mendapatkan surprise ditengah malam seperti ini. Soohe yang masih menggunakan piyama biru kebesarannya hanya mematung memandang tiramisu tersebut.

“Kenapa kau diam saja, segera tiup lilinnya” perintah Jonghyun. Soohe meniup lilin tersebut.

Soohe segera meniup lilin yang berangka 17 tersebut. “Gomawo, Jonghyun oppa” Soohe tersenyum. Jonghyun membalas senyuman Soohe sambil mengacak rambut soohe yang berantakan.

“Ambil jaketmu sekarang Soohe, Oppa akan mengajakmu ke taman sekarang”.

“Tengah malam seperti ini?! Ayah dan Ibu pasti tidak akan mengijinkannya Oppa”. Wajah soohe terlihat sedikit kecewa.

“Tenang saja, Ayah dan Ibumu sudah mengijinkannya. Oppa sudah berjanji akan menjagamu” sahut Jonghyun mantap, meyakinkan Soohe.

“Eung.. Baiklah” Soohe bergegas mengambil jaketnya, bergegas bersama Jonghyun menuju taman.

 

.***.

Jonghyun membawa ke taman biasa ia dan Soohe bermain sejak mereka masih kecil. Soohe terlihat takjub dengan taman yang gelap dimalam hari dipasangi lampu hias warna-warni, membuatnya terlihat lebih terang, kemudian ayunan tua yang besinya telah berkarat dipasangi banyak balon berwarna biru kesukaan Soohe. Ayunan tua yang berkarat tersebut terlihat sangat indah karena telah dihias sedemikian apik oleh Jonghyun.

“Jonghyun oppa, apakah kau menyiapkan semua ini untukku?” Soohe tidak percaya dengan ini semua. Ia merasa ini semua hanya mimpi, mungkin sebentar lagi ia akan terbangun dari tidurnya.

“Minhyuk dan jungshin membantuku untuk menyusun ini semua, kau pasti suka kan… loh? Kenapa kau mengis?” Jonghyun panik melihat Soohe yang kini telah meneteskan air matanya. Ia menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Tidak menyangka Jonghyun sebaik ini.

“Terima kasih… Terima kasih oppa..” jawan Soohe sambil terisak

Jonghyun tersenyum, ia menyentil dahi Soohe pelan.

“Jangan menangis, Oppa tidak suka melihatmu menangis”. Jonghyun menarik tangan Soohe mengajaknya duduk di ayunan tersebut.

Kemudian Jonghyun mengambil kado yang telah disiapkan sebelumnya dan memberikannya pada Soohe. Soohe menerima kotak besar pemberian Jonghyun, dengan penasaran ia membuka kotak besar terbungkus kertas kado berwana biru cerah juga. Boneka Doraemon sebesar setengah badan Soohe. Jonghyun sangat tahu bahwa Soohe menyukai tokoh animasi tersebut sejak ia kecil. Ditangan boneka tersebut terlilit sebuah kalung berbandul bintang. Jonghyun mengambil kalung tersebut kemdian memasangkan dileher Soohe.

“Oppa, terima kasih. Ini sangat indah” ucap Soohe terbata-bata, ia mulai menangis lagi.

“Jangan menangis lagi Soohe-ya, Oppa tidak ingin membuatmu menangis”

“Oppa bodoh, aku menangis karena terharu tahu” Jawab Soohe sambil tersenyum

Jonghyun mengusap lembut kepala Soohe. “Berjanjilah untuk tidak akan menangis”. Jonghyun memeluk erat Soohe.

Soohe terseyum, membalas pelukan Jonghyun erat…

“Oppa akan selalu menjagamu Soohe..” dan juga selalu mencintaimu. Batin Jonghyun…

 

.***.

Until the person she loves comes along
I’m just going to stay by her side like this
It’s a love that makes me happy just give
So I won’t wish for anything more

Seoul, 4 Desember 2009

Jonghyun berdiri menatap pemandangan dari atap gedung sekolahnya. Ia selalu melakukan hal ini setiap setiap istirahat sekolah, bersembunyi di atap gedung sekolahnya yang sepi. Menghindari para murid perempuan yang selalu menyerbunya setiap ada kesempatan, sekedar untuk mengobrol dengannya, memberikan bekal makan siang hingga surat cinta yang tak pernah dibaca oleh Jonghyun dan berakhir ditempat sampah.

Dia bukannya sombong atau merasa murid perempuan disini tidak pantas untuk menjadi pacarnya, dia hanya merasa tidak bisa menerima perempuan lain dalam hidupnya selain Soohe dan jika ada yang mencoba untuk merebut posisi Soohe dari hatinya, maka perempuan tersebut akan berakhir dengan patah hati. Jonghyun tidak bisa dan tidak akan pernah merubah posisi Soohe dari hatinya.

Hanya saat bersama Soohe, Jonghyun bisa menjadi dirinya sendiri. Bersama Soohe jonghyun bisa merasakan seluruh tubuhnya menjadi hangat terutama pada bagian hati dan pipinya dan jantungnya bisa berdebar melebihi batas normal ketika Soohe memeluknya. Bersama Soohe Jonghyun merasakan kenyamanan yang tidak pernah ia dapatkan dari siapapun, dan bersama Soohe Jonghyun merasa bagaikan ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan dalam dirinya, melumpuhkan saraf dan otaknya…

Bagi Jonghyun itu semua menyenangkan…

Dan menjadi candu…

“Oppa!!” Jonghyun menoleh kearah suara. Soohe, wajahnya cemberut ditangannya ada setumpuk surat berwarna-warni.

“kenapa kau datang lama sekali, Oppa sudah lapar tahu,” jawab jonghyun tersenyum.

“Penggemarmu menahanku tadi dan menyuruhku memberikan surat-surat ini kepadamu. Mereka menyuruhku untuk memastikanmu membaca semua surat ini.” Soohe mengembungkan pipinya kesal, membuatnya semakin imut bagi Jonghyun. Jonghyun mencubit gemas pipi chubby Soohe. Ia suka melihat ekpresi wajah Soohe saat kesal dan semua ekspresi wajah Soohe Jonghyun suka, kecuali ekspresi wajah menangis Soohe. Itu membuatnya sakit hati.

“simpan saja suratnya, katakan pada mereka bahwa Oppa sudah membaca semuanya,”  ucap Jonghyun cuek.

“Oppa, kenapa tidak mencoba untuk berkenalan dengan salah satu penggemarmu, siapa tahu ada salah satu dari mereka yang kau sukai,” usul Soohe. Jonghyun yang sejak tadi menikmati bekal makan siangnya tiba-tiba terdiam, nasfu makannya seketika menguap.

“Oppa tidak suka, mereka terlalu berisik”

“Memangnya, tipe Oppa seperti apa?” Tanya Soohe lagi. Semua yang seperti dirimu, batin jonghyun

“yang pasti tidak seperti dirimu,” jawab Jonghyun sambil memeletkan lidahnya. Soohe kembali cemberut, kemudian Jonghyun mengacak poni Soohe gemas sambil memeluknya. Jonghyun merasakan jantungnya berdebar. Ini menyenangkan.

Soohe melepaskan pelukan Jonghyun. “Oppa, kau mengenal Yonghwa sunbae?” Tanya Soohe

“Ya, memangnya kenapa?” Tanya Jonghyun heran.

“menurut Oppa, apa Yonghwa sunbae orang yang baik?”

“Dia ramah, berkharisma dan lumayan populer walaupun tidak sepopuler oppa…” Jawab jonghyun. Jonghyun terkejut, ia tersadar akan sesuatu. Firasatnya mengatakan hal yang tidak ia inginkan akan terjadi, walaupun ia sadar suatu saat pasti akan terjadi.

“Kenapa kau menanyakan Yonghwa, Soohe?” mencoba bertanya dengan nada sewajar mungkin.

“Sebenarnya…” pipi Soohe bersemu, ia terlihat sedikit gugup. “beberapa minggu ini kami mulai dekat, dan hari ini Yonghwa sunbae menyatakan cinta kepadaku…” pipinya terlihat semakin merah. Firasat Jonghyun mengatakan sebentar lagi Soohe tidak akan ia miliki sepenuhnya lagi. Dan Jonghyun belum bisa menerimanya…

Jonghyun memaksakan diri untuk tersenyum. “Pasti kau menerimanya kan?” tebak Jonghyun.

“Aa.. aa.. Aku menerimanya Oppa” Soohe terlihat berpikir sesaat. “Tapi aku tidak merasa pantas untuk Yonghwa Sunbae..”

“Kau pantas untuk siapa saja Soohe, termaksud Jung Yonghwa sekalipun.” Tegas Jonghyun

“Bernarkah Oppa? Kau selalu bisa membesarkan hatiku Oppa, terima kasih” ucap Soohe riang sambil memeluk Jonghyun. Bahagia dan sedih, perasaan itu muncul bersamaan dalam hati Jonghyun.

“Berbahagialah dengan Yonghwa, jangan sampai aku mendengar Yonghwa membuatmu menangis.” Jonghyun mengeratkan pelukannya.

“Ne, Oppa!. Oppa juga, semoga Oppa bisa menemukan perempuan yang Oppa cintai secepatnya.”

Soohe telah telah menemukan pangeran hatinya, dan Jonghyun akan mencoba untuk menerima itu semua…

 

.***.

 

Tokyo, 11 Juni 2015

“Kau pasti datang kepernikahanku kan Oppa, jangan sampai kau tidak datang!” ancam Soohe melalui percakapannya dengan Jonghyun lewat ponsel.

“Akan Oppa usahakan, pekerjaan disini banyak sekali. Oppa tidak bisa meninggalkannya” jawab Jonghyun.

“Kau tega sekali Oppa. Aku ingin Oppa datang kepernikahanku, dan menyanyikan sebuah lagu dipernikahanku nanti”

“Tapi..”

“Aku dan Yonghwa Oppa tidak akan memaafkanmu kalau sampai Jongyun Oppa tidak datang kepernikahan kami!”

Jonghyun menghela nafas, dia selalu tidak tega untuk menolak permintaan Soohe, tapi ia juga tidak akan sanggup melihat Soohe bersanding dengan Yonghwa…

Jonghyun menarik nafas. “Baiklah, aku akan datang kepernikahanmu. Sifat pemaksamu dari dulu tidak pernah hilang ya Soohe”

“Yaiy.. Oppa akhirnya kau mau datang juga. Aku yakin Yonghwa Oppa akan senang kau akan datang ke pesta pernikahan kami” teriak Soohe senang. Jonghyjn sampai harus menjauhkan ponselnya dari telinganya karena teriakan Soohe.

“Yak.. Soohe! Kau mau membuat kupingku tidak berfungsi lagi ya?!”. Soohe terkekeh pelan

“Jangan lupa, Oppa harus menyanyikan sebuah lagu dipernikahan kami nanti” ucap Soohe senang.

“Baiklah..”

“Terima kasih kau mau datang. Aku menyayangimu Oppa,” ucap Soohe memutuskan pembicaraan.

Beberapa saat Jonghyun termenung dengan kata-kata Soohe. Ah, ingat Jonghyun dia hanya menyanyangimu sebagai kakaknya, batin Jonghyun.

Jonghyun menuju dapur apartemen mewahnya, membuka kulkas dan mengambil sekaleng cola. Sudah dua tahun ini jonghyun menetap di Tokyo. Ia bekerja di salah satu perusahan terkenal di Tokyo dengan jabatan yang tinggi di perusahaan tersebut. Jonghyun berhasil menjadi pengusaha muda yang sukses, dan tidak sedikit wanita yang tertarik dan berusaha mendekatinya. Namun Jonghyun tidak pernah tertarik ataupun mendekati salah satu wanita tersebut. Karena seorang Soohe telah memenuhi seluruh ruang hatinya…

Karena Jonghyun telah memberikan separuh nafasnya untuk Soohe…

Dan tidak lama lagi seperuh nafasnya itu akan benar-benar hilang…

 

.***.

Seoul, 10 Juli 2015

Langit terlihat sangat cerah, hanya menampakkan warna biru dan beberapa gumpalan awan berwarna putoh bersih disekelilinya. Mataharipun bersinar dengan cerah di musim panas, seolah-olah ikut merayakan keceriaan yang sedang terjadi di halaman luas sebuah rumah yang telah disulap menjadi tempat pesta pernikahan.

Upacara pernikahan Soohe dan Yonghwa berlangsung dengan meriah, mereka terlihat sangat bahagia. Soohe terlihat anggun dan cantik menggunakan gaun pengantin putihnya. Dengan make up yang natural, semakin memancarkan kecantikannya.Yonghwa pun terlihat sangan tampan dengan setelan tuxedo. Soohe dan Yonghwa, mereka terlihat sangat serasi. Semua tamu undangan terlihat mengagumi pasanagan tersebut.

Lee Jonghyun. Ia terlihat sangat tampan dengan setelelan jas yang bagus dan mewah yang ia gunakan, bahkan beberapa wanita diantaranya tidak bisa melepaskan perhatiannya kepada Jonghyun. Ia berdiri diantara kerumunan orang yang berpenampilan seperti dirinya. Ia hanya sekedar tersenyum atau sedikit berbasa-basi menanyakan kabar kepada beberapa orang yang dikenalnya.

Seperti semua orang, ia juga terlihat tersenyum bahagia seolah merasakan bahagia yang tengah dirasakan oleh sang pemilik pesta.

Jonghyun yang berada diantara tamu undangan tersebut, menyaksikan semua prosesi pernikahan dari awal. Ia bahagia melihat senyuman yang terpasang dibibir Soohe sedaritadi, Soohe terlihat sangat bahagia menikah dengan Yonghwa.

Tetapi, dalam lubuk hatinya, Jonghyun hancur…

“kupikir hyung tidak akan datang kepernikahan Yonghwa-hyung” Jonghyun menoleh, melihat Minhyuk dengan setelan tuxedo-nya.

“Mereka mengancam tidak akan memaafkanku jika tidak datang kepernikahannya”. Jonghyun mengambil kursi didekatnya, kemudian duduk dan menyulutkan sebatang rokok, kemudian menghisap benda putih tersebut dan menghembuskannya. Berharap bebannya terbawa bersama asap rokok yang dihebuskannya.

Minhyuk memandang Jonghyun tanpa ekspresi. ia mengetahui secara pasti betapa Jonghyun sangat mencintai Soohe, wanita yang bisa mengubah Jonghyun yang pendiam menjadi ceria dan mengubah Jonghyun yang pemarah menjadi lebih penyabar. Hanya kepada Soohe Jonghyun memberikan seluruh hidupnya, temaksud menyimpan seluruh perasaan cintanya pada Soohe.

“Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya saja hyung, bahwa kau dari dulu mencintainya. Bahkan jauh sebelum Yobghwa-hyung mencintainya” Tanya Jonghyun menatap iba kepada hyungnya yang begitu bodoh memendam perasaan kepada wanita yang ia cintai sejak kecil.

Jonghyun hanya tersenyum miris menjawab pertanyaan Minhyuk, kemudian menghisap kembali rokoknya. Sudah ribuan kali Minhyuk menanyakan hal ini kepadanya dan ribuan kali pula Jonghyun hanya menjawabnya dengan diam.

Jika seandainya ia bisa membuat Soohe mencintainya, ia tidak akan membiarkan Yonghwa memiliki Soohe. Jika ia bisa membuat Soohe merasakan cinta yang ia berikan, Jonghyun tidak akan memberikan Soohe untuk Yonghwa. Jika Soohe bisa merasakan cinta seorang wanita kepada lelaki, bukan perasaan cinta seorang adik kepada kakaknya, mungkin Jonghyunlah yang saat ini sedang bersanding bersama Soohe, memakaikan cincin pernikahan di jari manis Soohe didepan semua tamu undangan.

Namun pada kenyataannya Yonghwa yang saat ini bersanding bersama Soohe, dan Yonghwa pula yang memasangkan cincin pernikahan tersebut dijari manis Soohe dan selamanya Jonghyun hanya dianggap kakak impian oleh Soohe..

Walaupun sakit, Jonghyun bisa menerima itu semua. Sejak dulu Jonghyun tidak berusaha merebut atau menggagalkan hubungan mereka, karena Jonghyun sadar Soohe mencintai Yonghwa, soohe selalu terlihat bahagia bersama Yonghwa.

Melihat wajah bahagian dimata Soohe, jonghyun merasa tidak perlu memberitahukan perasaan cintanya selama ini kepada Soohe…

“Jonghyun Oppa, Minhyuk Oppa,” Jonghyun menoleh kearah suara. Soohe bersama Yonghwa. Soohe berjalan kearah Jonghyun menunjukan cengiran khasnya.

“Akhirnya Oppa datang” teriak Soohe senang.

“Terima kasih kau mau datang Jonghyun-ssi” senyum Yonghwa ramah sambil mengulurkan tangan menjabat tangan Jonghyun.

“Aku datang agar kalian tidak marah padaku,” jawab Jonghyun sambil membalas jabat tangan Yonghwa

“Oppa, kajja, nyanyikan lagu kesukaanku. Aku sudah lama tidak mendengan nyanyianmu lagi.”

Soohe menarik tangan Jonghyun ke tempat panggung kecil yang berada disamping altar.

Jonghyun mengambil gitar yang telah disediakan dan mulai bernyanyi

It must be because I am a fool
It must be okay even if it hurts me
Even if you tease me that it’s a foolish love
Because I’m such a helpless fool

My wanting to be good to her
Is enough to make me happy
Even if she smiles at me once
I’m happy with that smile

Until the person she loves comes along
I’m just going to stay by her side like this
It’s a love that makes me happy just give
So I won’t wish for anything more
In a place where she can always reach me if she holds out her hand
In a place where I can always hear her if she calls out to me
I will stay there without any change
Because I love her
Because I am a fool

Soohe, selamanya kau akan selalu ada di hatiku, selamanya memenuhi seluruh ruang di hatiku. Selamanya hingga dikehidupan selanjutnya aku akan menjadi malaikat pelindungmu yang mencintaimu.semoga dikehidupan yang akan datang kita bisa bertemu lagi dan kau ditakdirkan untukku selamanya…

-Because I’m Stupid adalah OST yang dibawakan oleh Jung Yonghwa dalam drama “You Are Beautiful”-

 

 

2 thoughts on “[FF CONTEST] Because I’m Stupid

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s