Lagu Itu Berjudul My Love [part 2]

Author: Lee Orinjoo

Rating: G

Genre: AU, Romance, Family

Length: Short Story

Main Cast:

Lee Jong Hyun

Hwang Mi Young

Other Cast:

Jung Yong Hwa

Kang Min Hyuk

Lee Jung Shin

Hwang Min Jeong (OC)

Disclaimer: Semua cast belongs to Allah SWT sebagai Sang pencipta dan tentunya CNBLUE sendiri plus Tiffany (kecuali Hwang Min Jeong karena hanya cast fiksi). Oia ff ini terinspirasi dari lagu My Love  yang belong to my LJH. *sebenarnya bukan terinspirasi dari makna lagunya tapi lebih ke cara jong hyun nyanyiin lagunya yang ngebuat lagu ini jadi manis banget.

Note:

Sebenarnya part 2 ini dibuat di hari yang sama dengan part 1nya. Cuma supaya berurutan aja makanya jadi part 1nya dikirim duluan. Makasih banget buat yang udah baca terutama yang udah komen J. Maaf kalo part 1 nya kependekan. Sebenernya mau dibikin kayak teaser gitu cuma malah jadi kepanjangan. Maaf juga kalo part yang ini juga agak pendek, karena menyesuaikan sama alurnya. Semoga pada suka dan bersedia buat ninggalin komen. Komen dari reader bener-bener memberikan semangat yang luar biasa buat saya. Maaf juga kalo ada yang gak suka sama pasangan main cast ini, mengingat banyak sekali deerburning disini.*Berasa kayak lebaran, minta maaf melulu.  Saya bukan shipper Jonghyun-Tiffany (walaupun saya adalah BSU dan Fanytastic). Saya adalah shippernya WooFany, hehhe. Saya pake Tiffany karena saya suka sama dia dan senyumnya juga karena nama koreanya dia ituloh bagus banget sama bagusnya kayak Mr Burning. Terakhir Kamsahamnida chingudeul keurigo saranghae CNBLUE  J

 

Lee Jong Hyun POV

Setelah selesai menyanyikan 2 buah lagu termasuk lagu Coffee Shop sebagai lagu pembuka, dan La La La, sekarang saatnya interaksi dengan penonton. Sungguh aku benar-benar senang. Kesenangan itu menjadi berkali lipat ketika aku diberitahu tahu bahwa tiket konser Blue Moon –tema konser- ini sold out dan itu menandakan ada 4000 orang yang datang ke sini walaupun jumlah ini bukanlah jumlah penonton konser terbanyak CNBLUE tapi bila mempertimbangkan lokasi konser yang tidak berada di Seoul dan luar negri maka hitungan ini cukup fantastis. Tidak cukup sampai di situ, konser kali menjadi lebih spesial lagi karena diadakan di tempat yang tentunya juga sangat spesial bagiku, Busan. Busan adalah kampung halaman tempat aku lahir dan dibesarkan. Memori-memori indah dimasa kecil dan remaja selalu saja terputar ketika aku menginjakkan kaki di kota ini. Namun, karena aktivitas di CNBLUE yang cukup padat membuatku harus rela berjauhan dengan kota ini termasuk juga dengan keluargaku. Karena kesibukan itu pula membuatku cukup jarang pulang ke rumah dan memakan dwejigukbab buatan ibu tersayang.

 

Perasaan ini semakin menjadi-jadi ketika melihat respon dari para fans yang selalu riuh menyebut nama kami dan ikut bernyanyi ketika lagu dimainkan. Serasa semangat dan cinta mereka menjadi doping tersendiri bagiku. Ditambah dengan histerisnya teriakan para fans membuat adrenalinku semakin terpacu dan akupun menjadi semakin menggila di atas panggung yang besar ini. Sungguh aku sangat menikmati sensasi luar biasa ini dan membuatku selalu menantikan momen-momen semacamnya. Sensasi ini membuatku menikmati setiap petikan gitar yang kumainkan. Sensasi ini juga membuat kami semua selalu ingin memberikan yang terbaik kepada setiap BOICE, panggilan untuk fans.

 

Dekatnya jarak panggung dengan fans dari kelas festival membuatku dapat dengan jelas melihat wajah-wajah mereka. Ekspresi yang sama ku lihat dari semua wajah yang ada di hadapanku saat ini.  Perasaan senang, excited, dan sangat menikmati konser ini tampak jelas dari mereka. Lalu kualihkan pandanganku dan tatapanku berhenti pada wajah seorang gadis yang menunjukkan ekspresi yang jauh berbeda dari ekspresei penonton yang lainnya. Raut kesal dan muak tergambar dari wajahnya. Seakan-akan ia sangat tidak menikmati konser ini. Ekspresi ini membuatku bertanya-tanya.

 

“Urenmanida Busaaaaaaaaan”. Teriak Yong Hwa hyung mengaburkan konsentrasiku pada gadis itu.

 

Setalah itu Yong Hwa hyung memberikan instruksi dengan hitungan 1-3, tanpa komando kami berempat serentak mengucapkan “Annyeong haseyo, CNBLUE imnida”.

 

“Busan, apa kabar ? Wah sudah lama sekali terakhir saya pulang dan lebih lama lagi dengan konser terakhir kami di sini. Kami sangat senang akhirnya dapat kembali lagi, eottokheyo Jong Hyun ssi ?”.

 

“Ne, majayo. Busan adalah kota yang bersejarah bagi saya. Tentu setiap kembali ke Busan saya menjadi sangat senang. Saya merasakan energi yang berbeda jika saya datang ke kota ini”.

 

“Ne, ne, manna”. Seketika kami semua tertawa karena mendengar Yong Hwa hyung berbicara dalam Satoori.

 

“Wah, Yong Hwa hyung benar-benar senang sepertinya”. Ucap Jung Shin

 

“Ah, kereomyo Busannika. Unjohayo Jung Shin ssi ?” balas leader kami ini.

 

Begitulah seterusnya saling menimpali satu sama lain dan kadang tertawa jika salah satu member mengeluarkan candaan. Setelah salam pembuka dan perkenalan yang singkat dari CNBLUE, konser dilanjutkan kembali dengan track-track lain yang ada di mini album korea terbaru yaitu Re:Blue dan album lain. Kurang lebih ada 5 lagu yang kami nyanyikan. Setelah itu, seolah memberikan surprise pada penonton, akupun mulai memainkan intro lagu My Love yang menjadi salah satu OST A Gentleman’s Dignity, drama pertamaku yang telah berakhir beberapa bulan yang lalu.. Aku memulai solo perfomanceku.

——————————

Hwang Mi Young POV

Oh sungguh, aku sudah sangat – sangat bosan berada di sini. Ditambah dengan telingaku yang sakit karena suara sound system yang sangat keras dan teriakin fans yang menggelegar. Ah iya, kakiku juga sangat sakit karena harus berdiri dari awal konser. Hal ini disebabkan tidak tersedianya kursi di kelas festival. Dah oh satu lagi aku juga sangat kepanasan disini. Aku seperti sedang direbus saja. Bagaimana tidak, posisiku berdiri saat ini sangat dekat dengan panggung sehingga panasnya lampu panggung ditambah dengan banyaknya orang di kelas ini membuat suasana terasa sangat panas. Keberadaan Air Conditioner sama sekali tidak membantu. Kondisi ini semakin memperburuk moodku yang memang sudah jelek dari awal kakiku melangkah keluar dari rumah menuju tempat ini. Aku s-u-d-a-h benar-benar tidak dapat menikmati konser ini. Berbeda 1800 dengan sang tersangka utama –Min Jeong- yang telah sukses membuatku harus terdampar di sini bersama ribuan orang gila, ia sangat menikmati konser ini. Ia ikut bernyanyi bersama para fans lainnya seolah ia hafal semua lagu yang dimainkan. Ah, jam, bukan seolah tapi benar-benar hafal. Ia benar-benar tahu setiap lirik lagu yang dinyanyikan. Tidak hanya ikut  bernyanyi, bocah ini juga ikut berteriak. Ia memanggil setiap nama dari sekelompok manusia itu (setidaknya menurutku begitu, karena ia menyebutkan empat nama yang berbeda dan faktanya band ini hanya beranggotakan 4 orang), seakan ia mengenal mereka. Dasar sok akrab.

 

“Oppa, oppa”, teriaknya semakin heboh.

 

Huh, rasanya ini kuplester saja mulutnya itu supaya tidak mengeluarkan suara apapun. Tak perlu ditambah dengan teriakannya, telingaku ini sudah sangat sakit. Bukankah berteriak seperti itu membuatnya terlihat seperti orang gila? Atau tampak seperti perempuan kecentilan yang sedang menggoda para lelaki? Atau jangan-jangan sekelompok manusia itu memang minta untuk digoda ? Berpikir seperti itu sambil melihat ke arah panggung  membuat  tanpa sadar mataku bertubrukan dengan salah satu dari mereka. Entah siapa namanya yang jelas dia pasti gitaris dari band ini. Gitar yang dimainkannya menegaskan itu. Wajahnya terus diarahkan padaku  sambil menampilkan ekspresi bingung. Hahahahaha mungkin dia bingung mengapa aku tidak terteriak ataupun ikut bernyanyi seperti yang lainnya dan justru memandang tak suka ke arah mereka. Memang kau pikir aku datang ke sini karena aku adalah fans kalian, pikirku. Karena malas terus saling menatap dengannya, lalu kualihkan pandanganku ke arah lainnya walau tidak ada satu objekpun yang menarik untuk dilihat. Tiba-tiba terdengar salah satu personelnya berbicara dalam satoori.

 

“Ne, ne, manna” ucap sang vokalis. Menurutku begitu karena porsinya menyanyi yang lebih banyak dari yang lainnya. Berarti dia vokalis sekaligus gitaris karena ia juga memainkan gitar. Oh multitalenta juga dia, pikirku. Ah, tapi aku tak peduli. Aku tetap tak suka dengan mereka. Bagaimana kau bisa menikmati sebuah lagu jika orang yang menyanyikannya tampak seperti berteriak-teriak saja? Aku pikir grup balad seperti 2AM jauh lebih baik. Walaupun aku tak terlalu tahu tentang mereka tapi ada beberapa lagu mereka yang masuk dalam playlist di ipodku. Setidaknya 2AM adalah grup yang menjual kualitas tak hanya tampang seperti sekelompok manusia di panggung itu. Yah menurutku mereka hanya jual tampang karena menurut Min Jeong semua member CNBLUE itu tampan, terutama Lee Jong Hyun. Entah yang mana orang yang dimaksud oleh Min Jeong itu. Aku tak tahu dan tak ingin tahu juga.

 

Setelah selama beberapa menit mereka menyapa para penonton, konser dilanjutkan lagi dengan beberapa lagu yang tak satupun ku tahu. Suasana yang mulai menjadi berisik dan riuh kembali  ketika lagu-lagu tersebut berputar. Hingga beberapa lama kemudian (sangat lama bagiku) musikpun berhenti dan digantikan  oleh histeria penonton yang mendominasi suasana konser di selingi teriakan “ Lee Jong Hyun, Lee Jong Hyun” tatkala petikan gitar mulai terdengar. Tak lama setelah itu sebuah suara mengusikku dan mengalunlah sebuah lagu

 

Jangbakke biga naerimyeon gamjwodeul gieokgi nae mameul jeoksigo”

“Ijeun jul alrassdeon saram ohiryeo seonmyeonghi ddo dasi ddeoolla”

“Nae sarangah sarangah geuriun naeui sarangah”

“moknoha bulleobojiman deutjido mothaneun sarang”

“Nae sarangah sarangah bogopeun naeui sarangah”

“Geudae ireumaneurodo bein deut apeun sarangah nae sarangah”

“Janggaye eodeumi omyeon”

“sumgyeo non chueokgi nae mameul balkhine”

“Nae sarangah sarangah geuriun naeui sarangah”

“moknoha bulleobojiman deutjido mothaneun sarang”

“Nae sarangah sarangah bogopeun naeui sarangah”

“Geudae ireumaneurodo bein deut apeun sarangah nae sarangah”

“Uri hamkke useum jieotdeon sungan”

“uri hamkke nunmul heulryeotdeon sungan”

“ije geuman bonaejiman-“

“Nae sarangah sarangah gomaun naeui sarangah”

“nae jeonbu dasi undaedo gaseume namgyeojil sarang”

“Nae sarangah sarangah sojunghan naeui sarangah”

“nae sumi da hal ddaekaji ganjikhal naeui sarangah nae sarangah”

——————————

 

To Be Continue…….

 

6 thoughts on “Lagu Itu Berjudul My Love [part 2]

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s