[FF CONTEST] Don’t Say Good Bye

Don’t Say Good Bye

“Apakah Oppa menyukai Seo Hyun?” Tiba-tiba HyoRin bertanya. YongHwa kaget mendengar pertanyaan kekasihnya.

“Kenapa tidak kau tanyakan saja kabarku, HyoRin-ah?” protes YongHwa jengkel. Pantas saja ia emosi, semenjak datang yeojachingu-nya itu hanya diam. Sekali ia bicara malah menanyakan hal seperti itu.

“Kenapa tidak kau jawab saja pertanyaanku, Oppa?” HyoRin balik bertanya sinis.

“Tentu saja aku menyukainya. Dia partner kerjaku,” jawab YongHwa.

“Dia istrimu, Oppa.” Sahut HyoRin ketus. YongHwa mulai jengkel, dia tidak suka diperlakukan seperti ini.

“HyoRin-ah…” Belum sempat YongHwa bicara, HyoRin sudah memotong kata-katanya. Benar – benar membuat jengkel, pikirnya.

“Apa Oppa tahu rasanya saat semua orang membicarakan tentang pacarmu sendiri yang dekat dengan orang lain? Bahkan mereka berharap agar itu menjadi kenyataan,” gumam HyoRin.

“Itu hanya sebuah acara, HyoRin-ah. Sebelumnya kan sudah kujelaskan padamu tentang We Got Married,” YongHwa mencoba bersabar. “Lihatlah, kenyataanya aku Jung YongHwa adalah namjachingu Han HyoRin.”

“Benarkah?” HyoRin tersenyum kecut. “Sayangnya aku tidak merasa seperti itu Oppa.” Sebulir air mata terjun bebas di pipi merah HyoRin, namun sang pemilik pipi merah itu langsung menghapusnya.

“HyoRin-ah, ada apa denganmu?” Pekik YongHwa, dia benci melihat orang menangis.

“Benarkah sepasang kekasih seperti ini? Aku sering melihatmu, di TV tentunya. Aku hanya bisa bermimpi bertemu Oppa setiap hari,” ujarnya parau.

“Kau tahu aku sibuk, lalu apa masalahnya? Memang beginilah hubungan kita, tidak bisa selalu dekat.” YongHwa mulai emosi.

“Aku adalah seorang perempuan Oppa, aku bukan Wonder Woman yang kuat. Hatiku sakit, iri saat melihatmu selalu dekat dengan perempuan lain, sedangkan aku? Untuk bertemu denganmu saja susah. Belum lagi melihat kekasihku sendiri berciuman dengan orang lain,” suara HyoRin mulai serak.

Tiba-tiba YongHwa mendekat dan mengecup lembut bibir HyoRin. YongHwa berusaha untuk tetap lembut walaupun sebenarnya sudah emosi.

“Lihatlah aku juga menciummu,” ujar YongHwa. HyoRin hanya diam. “Apa yang kulakukan dengan orang lain hanyalah akting!!” YongHwa sedikit membentak. Namun HyoRin malah menangis.

Melihatnya YongHwa  tidak tahan, dia tidak suka melihat orang menangis. Akhirnya ia membentak HyoRin, “BERHENTILAH MENANGIS!!”

“Kau yang membuatku menangis!!” sahut HyoRin. “Dan aku tidak membutuhkan ciumanmu jika aku hanya mendapatkan sisa bibirmu dari perempuan lain!!”

“JAGA BICARAMU HAN HYORIN-SSI!! HARUSNYA KAU MENGERTI!!” bentak YongHwa lagi, emosinya meluap – luap.

“AKU MEMANG TIDAK MENGERTI!!” HyoRin balas berteriak. “Aku bahkan tidak tahu apa yang Oppa lakukan, apa Oppa hanya menciumnya atau malah melakukan lebih…”

PLAKKK!!! sebuah tamparan mendarat di pipi merah itu. HyoRin terdiam.

“Kubilang jaga bicaramu HyoRin-ssi, kau telah membuatku marah,” ucap YongHwa kemudian.

“Terima Kasih Jung YongHwa-ssi,” Hyorin menahan tangisnya. “Cukup sampai disini aku mengenalmu. Kau banyak berubah.”

“Kau yang membuatku seperti ini,”

“Good Bye,” ucapnya dengan suara bergetar.

“Good bye. semoga kau tidak menyesali keputusanmu,” ujar YongHwa dengan egoisnya.

♥♥♥♥

“BRAKKK” suara pintu dorm dibanting  YongHwa.

“JUNGSHIN!!!! Jangan bermain pintu dan membuat kegaduhan,” teriak MinHyuk dari kamar mandi.

“HYUNG…bukan aku yang melakukannya,” JungShin balas berteriak dari ruang TV.

Kemudian lewatlah YongHwa menuju kamarnya. JungShin kaget melihat air muka YongHwa.

“Lalu siapa kalau bukan kau?” Tanya MinHyuk yang baru keluar. Sedangkan yang ditanya malah bengong.

“Apa kau melihat hantu?” Tanya MinHyuk heran. Lalu keluarlah JongHyun dengan muka yang kurang lebih sama dengan JungShin.

“Apa tadi kau melihat Hyung?” Tanya JongHyun langsung. JungShin mengangguk.

“Memangnya ada apa Hyung?” MinHyuk bertanya kepada JongHyun.

“YongHwa Hyung mengusirku dari kamar, saat aku bertanya dia malah membentakku dan berkata kalau dia ingin sendiri,” jelas JongHyun.

“Kurasa sisi emosionalnya sedang muncul.” Perkataan MinHyuk langsung dijawab dengan anggukan oleh kedua temannya.

♥♥♥♥

            “Arrrgghhhhh…Kau akan menyesal HyoRin-ah,” teriak YongHwa kesal.Tangannya tiba-tiba bergetar, tangan yang tadi menampar HyoRin.

YongHwa terduduk disudut kamar. Dipandanginya tangan itu sambil memutar kembali adegan pertengkarannya. Lalu sampai pada saat dia menampar HyoRin tangannya bergetar hebat.

“Apa yang aku lakukan?” YongHwa bertanya kepada dirinya sendiri. Ia kembali memandangi tangannya yang masih bergetar. “Apa yang kau lakukan?” Tanya YongHwa kepada tanganya. Sebersit penyesalan terasa dihatinya.

“Good Bye,” suara HyoRin terngiang dikepalanya. YongHwa menutup telinganya sambil menggelengkan kepalanya.

“HyoRin-ah don’t say good bye,” gumam YongHwa frustasi. Ia tidak bisa tidur dan terus memikirkan HyoRin. YongHwa menyesal dan benar-benar menyesal.

♥♥♥♥

Esoknya YongHwa memutuskan untuk pergi ke rumah HyoRin. Dengan cepat ia bersiap-siap, walau dengan muka pucat dan kantung mata yang mulai tercetak karena ia tidak tidur.

YongHwa cepat-cepat keluar. Namun, MinHyuk melihatnya.

“Mau kemana Hyung? Hari masih sangat pagi. Dan kenapa wajahmu? Kau punya kantung mata yang hitam.”

“Sudahlah, ini bukan urusanmu MinHyuk-ah!!” pekik YongHwa sambil berjalan keluar.

♥♥♥♥

            Sampailah YongHwa didepan sebuah rumah mungil yang familiar untuknya. Rumah HyoRin. Sejenak YongHwa merasa ragu, namun segera disingkirkanya rasa ragu itu. Ditariknya nafas dalam-dalam dan dihembuskanya pelan, memantapkan hatinya.

TOK..TOK..TOK. YongHwa mengetuk pintu. Menunggu.

“HyoRin-ah…”panggil YongHwa namun tidak ada jawaban. Akhirnya YongHwa duduk didepan pintu menunggu HyoRin pulang. Mungkin gadis itu sedang pergi.

Namun sampai malam tidak ada tanda-tanda HyoRin datang. Rumahnyapun gelap.

“Hatchimm…” suara YongHwa bersin. Sepertinya ia kedinginan sampai terserang flu. Akhirnya karena jam juga sudah menunjukan pukul 01.30 dan cuaca yang tidak bersahabat, YongHwa memutuskan untuk pulang.

“HyoRin-ah aku pulang dulu, jangan tinggalkan aku. Besok aku akan kembali,” pamit YongHwa pada pintu didepannya, entah apakah ada yang mendengarnya.

Hujan turun dengan sangat lebat. Kepala YongHwa masih di penuhi dengan HyoRin. Dia ingat  yeojachingunya sangat menyukai hujan.

Setelah sampai, bukannya langsung masuk YongHwa malah duduk di taman belakang dorm. Menikmati hujan.

Lagi-lagi suara HyoRin terdengar. “Good Bye.”

“Arrhhhhgghhh…!!!” YongHwa berteriak lantang menyuarakan hatinya yang galau, air matanya mengalir bersama dengan derasnya hujan.

♥♥♥♥

Setelah puas mengeluarkan kegundahan hatinya, YongHwa langsung menuju kamarnya. Ingin segera menghangatkan tubuhnya yang kedinginan. Dia merasa kepalanya pening dan tubuhnya lemas. Namun saat YongHwa membuka pintu kamar, pandanganya kabur dan menghitam.

“MinHyuk-ah…JungShin-ah!!!” teriak JongHyun. MinHyuk yang mendengarnya langsung membangunkan JungShin. Setelah itu mereka langsung menuju kamar JongHyun dan YongHwa.

“Ada apa Hyung?” Tanya MinHyuk dan JungShin berbarengan.

“YongHwa Hyung pingsan, tadi aku mendengar bunyi gedebug yang keras dan saat aku bangun dia sudah tidak sadarkan diri di depan pintu,” jelasnya panik.

♥♥♥♥♥

            Sudah seminggu YongHwa demam dan terus mengigau. Dia terpaksa tidak dibawa ke rumah sakit, pihak manajen takut akan menimbulkan gosip dimedia karena CNBLUE memang sedang naik daun.

“HyoRin-ah…” YongHwa mengigau.

MinHyuk, dialah yang paling setia menemani YongHwa. Dia sampai tidak bisa menahan kesedihanya saat mendengar YongHwa mengigau. Suara YongHwa benar-benar menyayat hati siapapun yang mendengarnya.

Dirabanya kening YongHwa, panasnya naik lagi. MinHyukpun memutuskan untuk keluar membeli kompres penurun panas.

“Aku tidak tahu bagaimana hidup tanpamu HyoRin-ah” ucap YongHwa.

“Aku tidak tahu bagaimana bernafas untuk hidup

Beritahu diriku sendiri, aku akan berhenti setiap hari

Karena kamu…Geureohjiman

Aku tidak tahu bagaimana untuk tidur tanpamu

Aku tidak tahu bagaimana memperbaiki hatiku

Aku merindukanmu HyoRin-ah

Aku tidak tahu bagaimana tersenyum tanpamu

Aku tidak tahu bagaimana untuk menunggumu

Jangan katakan selamat tinggal”

MinHyuk kembali. Ia pikir sekarang mungkin Hyungnya bermimpi. “Pasti mimpi yang buruk, kasihan sekali Hyung.”

“HyoRin-ah…” terdengar suara lirih YongHwa. “Jangan katakan selamat tinggal,” suaranya begitu parau namun sangat dalam, membuat MinHyuk ikut sedih.

“HyoRin-ah!!Don’t say good bye!!” YongHwa terus mengulangi perkataanya, bahkan ia menangis dalam tidurnya.

“HYORIN-AH!!” teriak YongHwa histeris, kemudian bangun. Peluh dan air mata membasahi wajahnya.

“Dimana HyoRin?” Tanyanya kepada MinHyuk.

“Hanya ada kita berdua disini, Hyung.”

“HyoRin datang menjengukku.

“Tapi aku yang menemanimu dari pagi, Hyung. Dan aku tidak melihat siapapun datang,” jawab MinHyuk jujur. YongHwa terdiam tak percaya. Semuanya begitu nyata, tidak mungkin hanya mimpi.

♥♥♥♥♥

HyoRin menangis melihat keadaan YongHwa. Sedangkan YongHwa sendiri ingin bangun untuk menghapus air mata HyoRin dan mengatakan padanya kalau dirinya baik-baik saja. Namun sayang dia tidak bisa bergerak. Bandannya kaku, matanya berat. YongHwa hanya bisa memanggil-manggil HyoRin saat mendengar suaranya yang merdu.

HyoRin menggenggam tangannya, kemudian berkata dengan lembut.

“Oppa…Hiduplah dengan baik tanpa aku, jangan seperti ini. Kau membuatku sedih.” lalu HyoRin berhenti karena melihat nafas YongHwa tersenggal-senggal.

“Oppa, kau kenapa? Bernafaslah Oppa!!” HyoRin takut, sangat jelas terdengar ia menahan tangisnya.

Tapi kemudian dia melanjutkan. “Berhentilah Oppa, kenapa kau seperti ini? Katakanlah yang sebenarnya…” HyoRin terisak.

“Tidur yang nyenyak Oppa, lalu bangun dan perbaiki hatimu,” gumam HyoRin masih dengan tangisnya.

“Akan kubawa semua cintaku. Agar kau tidak pernah merindukanku lagi, agar kau selalu tersenyum, dan tidak menungguku lagi Oppa karena aku akan pergi.” HyoRin menunduk.

“Good Bye,” ucapnya sambil mengecup kening YongHwa.

♥♥♥♥

            Sejak bangun dari mimpinya tentang HyoRin, YongHwa frustasi. Ia tidak makan dan minum, tidak mau tidur, juga tidak melakukan apa-apa. Yang dilakukannya hanyalah mengurung diri bersama gitarnya. Hanya ada HyoRin, HyoRin, dan HyoRin.

Semakin hari keadaan YongHwa semakin buruk. Wajahnya yang cerah sekarang layu, pucat. Lingkaran hitam disekitar matanyapun selalu setia membayanginya yang tak pernah terpejam. Rasa penyesalan dihatinya mampu membuat YongHwa selalu terjaga. Sekali bisa tidur, tidak lama kemudian ia pasti akan terbangun dengan peluh dan air mata. Mimpi buruk HyoRin selalu mendatanginya. Seperti malam ini. YongHwa berteriak histeris dalam tidurnya. JongHyun, MinHyuk, dan JungShinpun menghampirinya.

“Hyung…Hyung iroena!!” Ucap mereka sambil mengguncang  tubuh YongHwa.

YongHwa masih berteriak histeris, tapi akhirnya bangun. Namun raut wajahnya takut, tatapan matanya nanar. Tiba-tiba ia bangun dari tempat tidur dan dengan susah payah berjalan keluar membawa gitarnya. Merekapun kaget dan panik.

JongHyun mencegahnya keluar. Tapi YongHwa hanya menghempaskan tangan JongHyun sambil terus berjalan keluar.

“Hyung, apa yang kau lakukan? Diluar hujan lebat,” teriak JungShin saat melihat YongHwa keluar begitu saja. YongHwa sendiri tidak mendengarkan apa yang mereka katakan. Ia ingin merasakan hujan dan menunjukkan lagu yang dibuatnya untuk HyoRin. Namun YongHwa merasa begitu frustasi hingga ia membanting gitarnya sampai rusak dan kembali berteriak histeris menyuarakan kesedihannya.

Mereka tidak tega melihatnya, mereka juga merasakan atmosfir kesedihan dari Leader mereka.

“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya MinHyuk sedih dan tepat pada saat itu YongHwa jatuh pingsan.

♥♥♥♥

“Good Bye,” ucap HyoRin. Kembali YongHwa dibangunkan oleh mimpinya.Dia bahkan semakin takut untuk tidur karena selalu ada HyoRin dimimpinya.

Dengan tatapan matanya yang kosong, YongHwa terbaring lemah sambil memetik senar gitarnya tanpa tenaga. Menyenandungkan lagu mengikuti petikan gitarnya untuk HyoRin. Benar-benar menyedihkan keadaannya saat ini. JungShin bahkan menyebutnya mayat hidup.

“Hyung…makanlah!!” pinta MinHyuk. YongHwa hanya menggelengkan kepala dengan tatapan kosong sambil sesekali memetik gitarnya pelan.

“Hyung, kalau ingin sembuh kau harus makan,” pinta MinHyuk lagi.

“Aku tidak ingin sembuh,” sahut YongHwa yang langsung mengagetkan ketiga temannya, JongHyun yang sedari tadi diampun angkat bicara.

“Apa kau tidak memikirkan kami semua? Bagaimana CNBLUE? Kau tidak mau makan dan tidur. Juga tidak mau hidup. Maumu apa Hyung!!” Bentak JongHyung marah melihat keadaan YongHwa yang sudah sangat buruk. Badannya bahkan sangat kurus.

YongHwa memandang tajam JongHyun. “Bagaimana aku  makan dan bisa tidur? Bagaimana aku bisa hidup tanpa HyoRin?” Jawab YongHwa lirih. Dia bahkan tak mempunyai tenaga untuk membalas bentakan JongHyun.

JongHyun sudah akan membuka mulutnya untuk mendebat YongHwa tapi managernya datang.

“Kalian ada di sini ternyata. Maaf YongHwa aku perlu bicara dengan JongHyun, MinHyuk, dan JungShin sebentar,” pinta managernya. Mereka bertigapun keluar mengikuti sang manager.

“Ada apa Hyung?” Tanya JongHyun langsung.

“Jadi begini, seperti yang kalian tahu besok rencananya kita akan tampil di SBS Music,” jelas sang manager.

“Tapi bukankah kita sudah membatalkanya?” Tanya JongHyun lagi.

“Itu dia masalahnya, aku sudah mengurus pembatalan kita untuk hadir di acara itu dari seminggu yang lalu. Namun mereka tidak mau karena mereka sudah mengontrak kita dari sebulan yang lalu, mereka bahkan mengancam akan menuntut kalau kita tidak datang,”

“Lalu bagaimana Hyung? Kita semua tahu bagaimana keadaan YongHwa Hyung.” Tanya MinHyuk.

“Haruskah kita tampil tanpanya?”

“Apakah kau bercanda!!” sergah MinHyuk.

“Keadaan YongHwa tidak memungkinkanya untuk tampil, kita tidak mau sesuatu terjadi kepadanya,” sang manager tampak berpikir.

“CNBLUE bisa hancur kalau begini,” JungShin panik.

“Apa yang harus kita lakukan?” JongHyun bingung.

“Aku akan tampil,” terdengar sebuah suara lemah dibelakang mereka. Serempak merekapun menoleh kebelakang.

“Apa yang kau katakan? Lihatlah keadaanmu, kau masih sakit Hyung,” pekik JongHyun.

“JongHyun-ah, kau sendiri yang bilang apakah aku tidak memikirkan kalian dan CNBLUE. Inilah buktinya, aku masih leader kalian kan?”

“Tapi…” JongHyun akan mendebat, tapi YongHwa memotongnya.

“Tolonglah…” pinta YongHwa. “ dan biarkan aku menyanyikan satu lagu baruku,”

Mereka semua tak mampu menolak. “Baiklah.”

YongHwapun tersenyum. Senyum pertamanya setelah beberapa minggu terakhir. Mereka semuapun ikut tersenyum.

♥♥♥♥

“YongHwa-ssi kau terlihat kurang baik,” Tanya sang MC kaget saat melihat YongHwa. Keadaannya sama seperti sebelumnya, tidak banyak yang berubah. Bahkan make up tidak bisa menutupinya. Kali ini YongHwa akan menyanyikan lagunya sambil duduk karena dia bahkan tidak kuat untuk berdiri lama.

“Keadaan Hyung memang sedang tidak baik,” JungShin menjawab. Sang MC hanya mengangguk – angguk.

“Baiklah, lagu apa yang akan kalian bawakan?”

Kali ini YongHwa angkat bicara. “Ini adalah lagu baru kami, lagu ini kuciptakan untuk seseorang di luar sana yang sangat aku cintai.

“Wow…sepertinya menarik, mari langsung saja kita dengarkan lagunya. Inilah dia CNBLUE!!!”

YongHwa memejamkan matanya, mulai bernyanyi. Menyanyikan bait demi bait lagu penuh perasaan. Suaranya bergetar, butiran-butiran bening air mata mulai turun. Tapi YongHwa tetap bernyanyi mengikuti alunan lagu. Di kepalanya mulai diputar kembali seluruh kenanganya bersama HyoRin, bagaikan film.

I don’t know how to live without you
I don’t know how to breath in life

Tell myself I’d stop everyday knowing that I won’t
because of you, because of you
It’s the truth

I don’t know how to sleep without you
I don’t know how to fix my heart

Tell myself I’d stop everyday knowing that I won’t
even if I did I don’t know, If I’d try

Do I wanna believe you think the same
I am missing you
And I want you believe same love as me
I am missing you
You’ve given me your one last ADIOS, but
why do I still wanna believe
I don’t know I’m missing you in good time,
don’t say good bye

I don’t know how to smile without you
I don’t know how to wait for you

I don’t wanna say good bye
I don’t wanna say good bye
I don’t wanna tell a lie for love I’ll be your love
And I want you to come and give me your love
I’m missing you
You’ve given me your one last ADIOS, but
now I believe your true mind

Ya. Lagu ini adalah isi hati YongHwa, semua perasaan juga penyesalannya. Tak khayal jika YongHwa bahkan sampai menitikkan air mata saat menyanyikan lagu ini. YongHwa bahkan terlihat tidak mampu menyanyikan bait terakhir lagunya.

Now I know
I’m missing you whole time,
Don’t say good bye.

Dan sebelum selesai, YongHwa mengucapkan sepatah kata untuk HyoRin.

“HyoRin, semoga kau menonton ini. Mianheseo, jebal don’t say goodbye.” Kemudian YongHwa langsung meninggalkan panggung.

“Lagu yang sangat menyentuh ini adalah lagu terakhir kita, jadi kalau begitu. Annyeong,” pamit sang MC. Namun saat YongHwa kembali ke belakang panggung, langkahnya limbung. Yang terjadi detik selanjutnya adalah YongHwa yang sudah tersungkur jatuh. Semua orang panik, untungnya acara sudah berakhir dan para krupun mematikan kameranya. Namun ternyata ada salah satu kamera yang menangkap gambar saat YongHwa jatuh.

♥♥♥♥

            YongHwa langsung dilarikan ke rumah sakit. Keadaannya kritis. Setelah beberapa jam tidak sadarkan diri akhirnya iapun bangun. YongHwa merasa ada yang menggenggam tangannya. Tapi alangkah terkejutnya ia saat membuka mata dan melihat orang yang tengah menggenggam tanganya ternyata adalah HyoRin. YongHwa merasa seluruh darah yang ada di wajahnya surut. Pucat pasi, bagaikan melihat hantu.

YongHwa langsung histeris, ingin segera bangun dari mimpinya. Ia tidak ingin kembali melihat HyoRin mengucapkan “selamat tinggal”. Semua itu membuatnya gila.

HyoRin mencoba menenangkan YongHwa. “Oppa, kau sudah bangun.”

“Andwe!!!” YongHwa masih terus berteriak. HyoRin sadar apa yang terjadi kepada YongHwa adalah salahnya. HyoRinpun memeluk YongHwa erat. Menangis sejadi-jadinya.

YongHwa menegang, ia tidak tahu apakah ini kenyataan ataukah hanya mimpi seperti yang selama ini terjadi kepadanya.

“HyoRin-ah?” panggil YongHwa takut kalau ternyata semua ini hanya mimpi. HyoRin menghapus air matanya dan menatap mata YongHwa yang sekarang berkaca-kaca.

“Oppa, mianhe.” Seakan tersambar petir di siang hari, YongHwa langsung memeluk HyoRin dan menangis haru dipelukanya.

“I don’t wanna say good bye. I don’t wanna tell a lie for love. I’ll be your love
And I want you to come and give me your love. I’m missing you.” YongHwa mengutarakan semua isi hatinya yang ia gunakan sebagai lirik lagu untuk HyoRin. “Jangan pernah ucapkan kata itu lagi. I don’t wanna say good bye. Don’t say good bye,” pinta YongHwa dalam tangisnya. Dipeluknya gadis itu erat-erat, takut kalalu ia akan meninggalkanya lagi.

HyoRin menggangguk, tak mampu menahan tangisnya. Ternyata sebegini hancurkah YongHwa tanpanya.

“I’d never say good bye, Oppa.” HyoRin berjanji dalam tangisnya dipelukan YongHwa, tangis sedih dan bahagia. YongHwa menggangguk didalam sedu sedan mereka.

“Saranghae,” diucapnya dengan begitu dalam dan penuh perasaan, terasa begitu sakral sampai membuat HyoRin merinding mendengarnya.

“Nado saranghae Oppa,” HyoRin membalas pelukanya erat. Tidak ingin kehilangan dia juga.

Di balik pintu. JongHyun, MinHyuk, dan JungShin tersenyum ikut senang.

“Kita harus cepat-cepat menikahkan mereka,” JungShin berbisik. Dan mereka semuapun tertawa mendengarnya.

FLASHBACK

HyoRin ada di bandara Incheon. Ia akan meninggalkan Korea karena tidak sanggup terus mengingat YongHwa. Dua pertemuan terakhirnya bahkan tidak baik. Pertama, di taman dan YongHwa menamparnya. Ia bahkan masih bisa merasakan tamparan YongHwa sampai sekarang. Yang kedua, minggu lalu saat pergi ke dorm CNBLUE untuk berpamitan kepada YongHwa. Namun yang ia dapatkan malah YongHwa yang terbaring lemah dan tidak sadarkan diri.

Seharusnya pesawat HyoRin berangkat satu jam yang lalu, tapi ada masalah sehingga penerbangannya diundur. Untuk membunuh kejenuhanya, HyoRin menonton TV yang ada di ruang tunggu. TV itu menampilkan sebuah acara musik. Betapa terkejutnya saat melihat YongHwa dilayar kaca. Bukan karena melihat YongHwa menghadiri acara tersebut. Tidak heran kalau band besar seperti CNBLUE menghadiri acara itu. Yang membuatnya terkejut adalah keadaan YongHwa. Keadaannya lebih buruk dari seminggu lalu saat HyoRin mengunjunginya. YongHwa bahkan terlihat sangat kurus, belum lagi mukanya yang pucat dan kantung matanya yang hitam. YongHwa juga bernyanyi sambil duduk. Hal yang jarang dilakukan olehnya.

YongHwa menutup matanya dan bernyanyi dengan sangat dalam. HyoRin paham lirik lagu itu, iapun ikut hanyut dan menangis bersama YongHwa. Sampai pada saat lagu itu selesai, YongHwa membuka matanya dan berkata.

“HyoRin, semoga kau menonton ini. Mianheseo, jebal don’t say goodbye.” Lalu ia meninggalkan panggung. HyoRin memandangnya sedih.

“Nado mianhe, Oppa.” Ucap HyoRin menyesal. Tatapannya tak pernah lepas dari YongHwa. Sampai ia melihat YongHwa yang tersungkur jatuh dan acara itu selesai. Tubuh HyoRin lemas, wajahnya memucat, jantungnya bahkan serasa berhenti berdetak.

Sejenak HyoRin bingung, ragu. Apa yang harus dilakukannya? Namun rasa khawatir HyoRin kepada YongHwa mengalahkan semua rasa ragu dihatinya. HyoRin masih terlalu menyayanginya. Tanpa dikomando lagi, kakinya berlari meninggalkan bandara. Wajah pucat YongHwa terbayang jelas di kepalanya. HyoRin berjanji apapun yang terjadi, ia tak akan pernah meninggalkan YongHwa lagi.

FLASHBACK END

 

Song : CNBLUE – Don’t Say Good Bye (English Version)

One thought on “[FF CONTEST] Don’t Say Good Bye

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s