[FF CONTEST] IMAGINE

IMAGINE

Im Yoona

“In-Ho! Jung In-Ho!”aku berteriak di sepanjang lorong rumah sakit mengejar In-Ho.

Anak itu tertawa-tawa karena aku tidak bisa mengejarnya. Hhhh! Aku adalah Yoona, wanita kuat bertenaga rusa! Sialnya, begitu berhadapan dengan In-Ho, tenagaku langsung habis seketika. Lagipula apa sih yang dilakukan orang-orang? Kenapa mereka tidak menangkapkan In-Ho untukku?

In-Ho berlari menaiki tangga dan berjalan menuju lorong yang lebih sepi. Dia masih berlari sambil tertawa-tawa dan berbelok masuk ke toilet pria. Ya ampun, anak itu! Kenapa tidak ada orang di sekitar sini sih? Aku kan tidak bisa masuk ke sana, tapi aku juga tidak bisa melepaskan In-Ho. Kalau sampai dokter pembimbing tahu In-Ho lepas dari pengawasan, aku bisa dibunuh karena tidak becus mengurus pasien. Kalau begini sih posisiku bukan dokter muda, tapi pengasuh anak.

“In-Ho!”seruku sambil membuka kasar pintu toilet.

Ha! Syukurlah tidak ada orang. Ternyata toilet ini sama sepinya dengan keadaan lorong di luar tadi.

“In-Ho! In-Ho kau—“

Ucapanku terpotong saat menemukan In-Ho berdiri mematung.

Kurang dari satu detik setelah itu, aku juga ikut mematung.

Ya ampun…

Ada laki-laki di sini! Walaupun dia tidak sedang buang air kecil dan sebagainya, sebagai seorang gadis perawan (aku tidak yakin kenapa aku harus membubuhkan status ini), seharusnya aku menjerit karena aku masuk ke toilet pria dan di sana ada pria!

Aku terlalu terkejut untuk berteriak.

Ya Tuhan…

Aku melihat wajah pria itu basah karena air. Sebelum dia membasuh wajahnya, pasti dia sempat menangis. Mungkin dia ingin bersedih sebentar sebelum akhirnya berakting di hadapan orang-orang bahwa dia tegar dan baik-baik saja. Hhh, tentu saja.

Dia adalah Lee Jong-Hyun. Orang yang akhir-akhir ini populer karena drama dan lagu ciptaannya.

Sesaat Jong-Hyun juga nampak terkejut  lalu segera mematikan kran wastafel, tanda dia sudah kembali ke dunia nyata.

Aku menggandeng tangan In-Ho dan berbalik. Sepertinya Jong-Hyun belum berniat untuk keluar dari toilet. Aduh, bagaimana ini… Tanggung jawabku secara tertulis memang hanya pada In-Ho, tapi aku adalah dokter…dan mungkin saja Jong-Hyun juga butuh bantuan saat ini. Bukankah tugas dokter adalah untuk membantu orang lain?

“Maaf, apa kau baik-baik saja?”tanyaku.

In-Ho ikut memandangi Jong-Hyun dan tangan kecilnya makin menggandeng tanganku erat.

Para perawat bilang kakek Jong-Hyun yang menderita pneumonia, pagi tadi meninggal dunia. Dia pasti bersedih karena hal itu.

“Aku turut berduka cita, aku tahu ini membuatmu sedih. Mungkin ini yang terbaik—“

“Terbaik untuk siapa?”potongnya dingin.

Aku terkejut mendengarnya merespon.

“T-Terbaik untuk semuanya. Aku mengerti apa yang kau rasakan—“

Kau mengerti? Kau tidak pernah tahu rasanya ada di posisiku! Kau tidak pernah tahu apa yang aku rasakan!”bentaknya.

In-Ho ketakutan dan berlindung di balik badanku seolah-olah lima menit lagi Jong-Hyun akan mencabik-cabik kami dengan semua kemarahannya.

“Tidak perlu jadi kau untuk tahu seperti apa rasanya, Jong-Hyun ssi,”jawabku, berusaha untuk tetap sabar.

Jong-Hyun hanya butuh waktu. Jong-Hyun hanya butuh teman bicara.

….atau mungkin tidak.



Lee Jong-Hyun

“Skenario apa sih yang kalian hafalkan?”tanyaku marah,”Kenapa kebanyakan dokter selalu bilang bahwa kematian adalah yang terbaik untuk semuanya? Kalian bilang tahu apa yang kurasa, tapi kalian tampak begitu tenang. Kalau kalian tahu bagaimana rasanya, kalian tidak akan setenang itu!”

Gadis itu terdiam sebelum menjawab. Im Yoona, itu nama yang tertulis pada jas dokternya.

Im Yoona. Aku benci orang yang sok tahu! Sok tahu, sok mengerti, padahal sebenarnya mereka hanya membuatku semakin marah pada berita buruk itu, pada kematian Kakek, pada kata-kata Kakek yang tidak pernah bisa ditepati untuk hidup lebih lama lagi! Aku marah pada waktu, pada takdir, pada semuanya!

“Maaf jika membuatmu kecewa. Aku tidak menghafalkan skenario—“

“Sadar tidak sih kalau kalian itu sok tahu?”

Ekspresi gadis itu tiba-tiba berubah.

Ya! Dengar ya, kami tidak sok tahu! Kami hanya berusaha membantu kalian. Kami bertanggung jawab atas pasien kami. Sebisa mungkin, kami selalu ada di sini setiap kalian butuh bantuan!”bantah gadis itu.

“Aku tidak butuh bantuan!”ujarku,”Aku….aku hanya…butuh kakekku…”

Aku memandangi wajahku sendiri di cermin, melihat betapa hancurnya aku saat ini.

“Kau butuh kakekmu? Kalau begitu kau butuh mati!”ucap gadis itu tiba-tiba. Sangat dingin.

Sebelum mengucapkannya, gadis itu menutup telinga anak kecil yang sejak tadi berada di sisinya.

Apa? Mati dia bilang?

“Kau terkejut mendengar skenario yang tidak pernah kau dengar sebelumnya? Kemarin ada pria seumuranmu yang kehilangan istrinya. Kubilang padanya aku ada di sini kapan pun dia membutuhkanku dan ajaibnya, dia tidak seekstrim reaksimu yang menghina kami.

Jadi, siapa sebenarnya yang salah prasangka? Kau atau aku? Kau perlu tahu kami tidak bersandiwara. Kami mengabdi mempertaruhkan hidup untuk semua orang yang membutuhkan kami. Dan itu bukan sandiwara seperti yang biasa kau lakukan di drama!”

Cut! Cut! Cut! Bagus sekali, Anak-anak! Terima kasih semuanya, kita istirahat sebentar!”seru Sutradara.

Begitu pengambilan scene ini berakhir, In-Ho segera berlari ke pelukan ibunya. Ah, anak kecil, kenapa mereka sangat menggemaskan sih?

“Jangan terlalu terpesona melihatku begitu,”kata Yoona, mendekatiku.

“Ah, maaf. Aku tadi melihat In-Ho, bukan kau,”jawabku.

Yoona cemberut dan memukul lenganku,”Im marah, Im marah, Im marah—“

Kalau Im Yoona sedang marah, dia akan bilang Im marah ratusan kali.

“Im tidak jadi marah, tapi makan siangmu untukku ya?”tanya Yoona riang.

“Tapi…. kau tahu kan kalau aku paling tidak bisa kalau tidak makan?”

“Aku juga tidak bisa kalau tidak makan. Kalau marah porsi makanku bertambah!”

Ah sudahlah, kalau Yoona marah, nanti syutingnya terhambat.

Ya, sekarang kami sedang melakukan syuting drama berjudul “Actor and Doctor” alias AAD. Drama ini bercerita tentang seorang dokter muda, Im Yoona yang diperankan oleh Im Yoona sendiri, dan seorang entertainer bernama Lee Jong-Hyun yang kuperankan. Bedanya, di sini aku bukan gitaris band, aku adalah aktor dan penyanyi solo. Dalam drama ini, Yoona dan Jong-Hyun tidak pernah akur, tapi pada akhirnya akan saling mencintai. Walaupun penulis naskah membuat nama tokoh sama seperti nama asli kami, untuk mendapat peran ini kami tetap menjalani casting terlebih dahulu.

Secara diam-diam, aku dan Yoona memang berhubungan dekat, tapi hanya sebatas teman. Aku tidak tahu sampai Yoona bilang ternyata sejak dua tahun lebih hingga sekarang ada banyak fan-fiction tentang aku dan Yoona di publik, mereka bahkan menyebut kami JongYoon, seperti cara mereka menyebut YongSeo dan CNSD. Yoona pasti menjadi tokoh utama pada banyak fan-fiction bersama pria selain aku, tetapi dia hanya bercerita tentang JongYoon. Ini membuatku merasa punya kesempatan untuk lebih dekat dengan Yoona, walaupun aku sadar aku tidak boleh banyak berharap.

Respon publik lebih heboh lagi sejak Music Bank 18 Januari lalu. Walaupun kami berdua memutuskan untuk diam-diam menjalin kedekatan, Yoona terlalu menunjukkan bahwa dia sangat dekat denganku di acara itu. Sebenarnya bagiku tidak masalah, karena aku memang menyukainya sejak dulu. Aku hanya mengkhawatirkan Yoona. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika gosip tentang kami menyebar lebih luas lagi. Aku hanya khawatir pada akhirnya Yoona akan menjauhiku dan semuanya tidak akan sama lagi. Aku memang harus bicara, tetapi juga harus menunggu waktu yang tepat.

“Jong-Hyun, pagi ini aku membaca cerita baru di website fan-fiction JongYoon. Ceritanya aku jadi seniormu dan kau memanggilku Nuna,”kata Yoona setelah meneguk air, “Coba, panggil aku Nuna!”

“Bermimpi saja. Aku lebih tua darimu. Seharusnya kau panggil aku Oppa,”balasku.

“Ihhhh, hanya lebih tua lima belas hari saja sombong! Panggil aku Nuna, nanti kuberi porsiku,”kata Yoona, menyerahkan kotak makannya.

Nuna, sarangeyo,”kataku segera.

“Aaaaah, manisnyaaa. Ayo kutraktir makan di luar!”seru Yoona.

Aku menghela nafas panjang. Lihat? Bukannya aku tidak berusaha, setiap aku berusaha menyisipkan perasaan pada hubungan kami, Yoona menganggap itu lelucon.



Im Yoona

Cut! Kerja bagus, Anak-anak!”seru Sutradara.

Lega juga rasanya, episode terakhir AAD selesai dibuat. Tapi itu artinya… aku tidak bisa bertemu Jong-Hyun sesering ini lagi.

“Lihat hyung, di skenario ini Jong-Hyun akhirnya bertunangan dengan Yoona. Orang-orang bilang bahkan kalian tetap serasi seakan-akan setiap waktu kalian sedang menjalankan skenario. Apa keputusanmu selanjutnya untuk kehidupan nyatamu sendiri?”aku mendengar Min-Hyuk bertanya pada Jong-Hyun.

“Diamlah. Tidak perlu tanyakan itu,”jawab Jong-Hyun dingin.

Tiba-tiba saja ada peluru yang menembus jantungku. Rasanya tidak ada perkataan yang lebih menyakitkan dari itu. ‘Diamlah’ katanya? Jadi, mengenai hubungan kami selama ini sama sekali tidak perlu dibicarakan? Memangnya dia menganggapku apa?

Apa dia tidak pernah sadar aku sangat menyukainya? Apa dia tidak sadar itu?

Dasar Lee Jong-Hyun bodoh! Bagaimana bisa hati ini terlanjur begitu bergantung padamu?

“Yoona, aku mencarimu ke mana-mana,”aku bisa mendengar suara Jong-Hyun mendekat,”Yoo—Yoona?”

Aku menghindarinya, tapi Jong-Hyun memegangi pundakku, menyuruhku untuk menatapnya.

Ah, Im Yoona bodoh! Seharusnya aku tidak mudah menangis!

“Yoona… Ada apa?”

“Tanyakan pada dirimu sendiri!”seruku sambil mengusap airmataku, aku benar-benar harus kuat!

“Aku? Aku tidak mengerti…”

“Apa keputusanmu untuk hubungan kita setelah ini? Kau tidak ingin membahas itu? Kau pikir hal ini tidak perlu dibicarakan?! Hah?!”bentakku.

Aku mulai menunjukkan kedekatanku dengan Jong-Hyun saat Music Bank waktu itu karena aku sudah mulai lelah. Apa dia tidak mengerti juga? Aku sudah lelah terus merindukannya tanpa bisa bertemu setiap saat. Jong-Hyun ingin merahasiakan hubungan ini untuk melindungiku dan menghindari anggapan meningkatkan popularitasnya dengan berpacaran denganku. Aku bisa mengerti dulu, tapi sekarang aku tidak peduli lagi. Dia tidak perlu melindungiku, dia hanya perlu membalas perasaanku.

“Dasar bodoh!”aku memukulinya dengan sisa tenagaku,”Kalau kau tidak bisa menyukaiku, jangan membuatku menyukaimu! Dasar kejam! Kau kejam!”

Seharusnya dia tidak menunjuk posterku di salah satu adegan A Gentleman’s Dignity walaupun aku sadar dia memperhatikanku.

Seharusnya aku tidak perlu menyebut Jong-Hyun secara implisit di UFO.

Seharusnya aku tidak datang ke konser BLUE NIGHT walaupun aku tahu dia menyambutku dengan lagu Love Light.

Seharusnya aku tidak menyukai lagu Ballad hanya karena Jong-Hyun sering menciptakan lagu-lagu Ballad.

Seharusnya aku tidak mengikuti Jong-Hyun untuk memasang case ponsel yang sama dan kalung yang sama sehingga terjadi kehebohan di website Soompi.

Seharusnya dia tidak menyebut dirinya ‘Flower Deer’ di acara T.G.I.F Friday dan membuatku gembira sekali ternyata Jong-Hyun mengingat  sebutanku sebagai ‘Deer’.

Seharusnya Jong-Hyun tidak membuatku terlalu berharap padanya sejak awal.

Jong-Hyun mengenggam kedua tanganku agar aku berhenti memukulinya.

“Aku menyukaimu. Aku sudah katakan itu berulang kali, tapi kau tidak mau dengar,”katanya.

Aku tidak mau dengar? Bagaimana aku mau dengar jika dia mengatakannya dengan tidak sungguh-sungguh?



Lee Jong-Hyun

Aduh, apa yang harus kulakukan sekarang… Yoona marah dan aku tidak tahu kenapa dia bisa begitu meledak marah.

Pintu kamarku terbuka. Yong-Hwa Hyung masuk dan segera menggeledah lemariku.

Apa Yoona marah karena dia menyukaiku? Apa dia marah karena dia tidak tahu sebenarnya aku juga menyukainya? Ahhhh! Bagaimana ini…

“Jongie, aku mau pinjam celana—“

Yong-Hwa Hyung menoleh ke arahku dan berhenti menggeledah lemari meski dia belum mendapat apa yang dia cari.

“Ada apa? Yoona lagi?”tiba-tiba saja Hyung sudah duduk di sampingku.

BRAAAAK! Tiba-tiba pintu kamarku terbuka kasar. Astaga! Tidak bisa ya pelan-pelan saja?!

“APA?! Aku mendengar nama ‘Yoona’!”Jung-Shin muncul dengan tenaga barbar,”Jadi, Hyung benar-benar pacaran dengan Yoona?!”

Min-Hyuk muncul dari belakang Jung-Shin dan segera menarik-narik lengan Jung-Shin.

“Aduh, Hyung, miaaaaaaaanhae. Aku sudah berusaha, tapi kaki Jung-Shin panjang sekali!”rengek Min-Hyuk.

Hah? Kaki Jung-Shin panjang? Memangnya ada hubungannya dengan ini semua?

“Jung-Shinie, aku tahu kau menyukai Yoona, tapi tolong kontrol dirimu,”Yong-Hwa hyung mengambil alih situasi, sekaligus mengingatkan aku tentang itu. Benar juga, dulu Jung-Shin memang pernah bilang dia menyukai Yoona. Ah tidak-tidak, semua pria pernah bilang begitu. Jung-Shin memang pernah bilang… tapi aku tidak pernah tahu dia sungguh-sungguh mengatakannya. Jujur saja, orang ini kan jarang sekali serius.

Hyung! Teganya kau!”Jung-Shin berderap mendekatiku. Dia sangat marah dan segera menarik keragh polo shirt-ku.

“Kau sudah dapat semuanya, Hyung! Fansmu lebih banyak dariku! Kemampuan musikmu lebih baik dariku! Kau lebih—“

“Jung-Shinie, sudahlah!”seru Yong-Hwa hyung sambil melepaskan tangan Jung-Shin dariku, tapi Jung-Shin segera menepisnya.

“Jangan ikut campur!”bentak Jung-Shin marah.

Apa yang terjadi? Jung-Shin tidak pernah sekasar ini sebelumnya.

Tidak ada yang bersikap tidak sopan pada Yong-Hwa Hyung dan Jung-Shin berani melakukannya sekarang. Apa yang dia pikirkan sebenarnya?

“Apa maumu?”tanyaku datar lalu mendorong Jung-Shin agar dia mundur menjauhiku.

“Jangan ambil Yoona dariku! Dia adalah impianku, Hyung! Dia—“

“Jung-Shinieeee! Ayo keluar!”sekarang Min-Hyuk yang bicara.

Jung-Shin mendesah kesal,”Tsk. Tidak bisakah aku bicara tanpa ada yang memotong ucapanku?! HAH?!”

Min-Hyuk terdiam. Astaga, ini benar-benar sudah keterlaluan!

“Aku tidak akan menyerahkan Yoona pada siapa pun, kecuali kalau memang Yoona sendiri yang meminta. Selama dia tidak memintaku untuk menjauhinya, aku akan tetap bertahan. Kau harus ingat itu!”balasku.

Jung-Shin memandangku dengan kemarahan yang terpancar dari matanya.

“Kenapa… Kenapa harus Yoona, Hyung? Kenapa harus orang yang kusukai? Kenapa kau tega padaku? Ada banyak gadis…. Tapi… tapi kenapa harus Yoona?”tanya Jung-Shin,”KENAPA HARUS DIA?!”

Jung-Shin mendorongku keras sekali hingga aku jatuh terjembab ke lantai. Yong-Hwa Hyung dan Min-Hyuk terlihat akan bertindak, tetapi sadar bahwa bantuan apapun tidak bisa membuat Jung-Shin mereda.

Aku berusaha berdiri dan mendekati Jung-Shin. Aku segera mencengkeram keragh—ah sial, kaos yang dipakai Jung-Shin tidak ada keraghnya. Jadi, aku hanya berdiri di depannya, berusaha untuk tidak terbawa emosi. Benar juga, mencintai Yoona bukanlah hal yang harus dibela dengan emosi…

“Karena aku mencintainya, itu saja. Maaf, Jung-Shin. Maaf jika aku membuatmu kecewa, maaf jika kau menganggapku sudah mengkhianatimu. Aku bisa saja melakukan apapun, tapi aku tidak bisa melepaskan Yoona untukmu, untuk semua pria selain aku…”

Jung-Shin masih tidak terima, tangannya terkepal lalu menonjok wajahku.

“JUNG-SHIN!”aku mendengar Yong-Hwa Hyung berteriak.

Cut! Cut!”aku mendengar Min-Hyuk berseru.

Jung-Shin berlari ke arah Min-Hyuk. Tiba-tiba mereka tertawa kegirangan.

Ya! Ada apa ini?”tanya Yong-Hwa Hyung heran.

Iya, ada apa ini? Kenapa Jung-Shin dan Min-Hyuk melompat-lompat riang seperti anak kecil?

“Hahahahaha. Begini, Hyung. Setelah selesai main drama ‘My Daughter is Soo-Yong’ kemarin, Jung-Shin ingin ikut casting drama lagi. Lalu kami memutuskan untuk berlatih bersama Jong-Hyun Hyung. Ide bagus, kan?”jelas Min-Hyuk polos.

“Jad-Jadi, yang tadi itu hanya akting?”tanyaku, syok.

“Waaaah, benar-benar tidak ada yang menyadarinya? Aktingku sudah oke ya, Min-Hyukie?”tanya Jung-Shin bangga.

“Huuuuu, kalian nyaris membuatku terkena serangan jantung!”seru Yong-Hwa Hyung sambil melempari Jung-Shin dan Min-Hyuk dengan celana—eh, celana?

Hyung! Jangan lempar celana-celana boxerku!”cegahku.

Kami tertawa. Kami berempat tertawa. Ya Tuhan, kami tidak pernah bertengkar sebelumnya. Jadi, aku sangat terkejut jika pada akhirnya kami mulai bertengkar seperti tadi.

Hyung, walaupun aku tadi hanya berakting, tapi yang kaulakukan tadi jelas bukan akting. Kami bertiga saksinya. Jadi, apa yang kau tunggu lagi demi Nuna, Hyung?”tanya Jung-Shin.

“Jung-Shinie benar, Jongie. Jangan buat Yoona menunggu lebih lama lagi,”kata Yong-Hwa Hyung,”Eh, Min-Hyukie, tolong ambilkan celana yang ada di dekatmu itu.”

Min-Hyuk mengambil celanaku di lantai yang baru saja Hyung lemparkan.

 

“Jong-Hyun, pagi ini aku sempat membaca fan-fiction JongYoon lho. Aku membaca sambil mendengarkan Imagine, suaramu ternyata tidak terlalu buruk ya,”kata Yoona riang.

I imagine you, imagine you smiling at me
I imagine you, imagine you holding my hand
I put a spell on you, for you to be my love
I imagine you, imagine you sleeping in my arms
I imagine you, imagine you kissing me

I imagine sweet things

Building a white house on the green hilll
There we are playing on the yellow swings
Waking you up in the morning as I give you morning coffee
Just imagining it makes me happy

Ya Tuhan… Kenapa aku bodoh sekali? Kenapa aku baru menyadarinya? Aku mengerti sekarang. Aku mengerti kenapa Yoona menyukai lagu Imagine. Aku mengerti kenapa Yoona selalu membaca fan-fiction JongYoon. Bagaimana bisa aku berpikir Yoona akan menjauhiku ketika kunyatakan perasaan ini, sementara Tuhan berbaik hati untuk memihakkan cinta Yoona padaku?

Every day I imagine being with you
I imagine myself hugging you
I imagine ecstatic things
I imagine us every day, imagine us being each other’s halves

I imagine us resembling each other
Hoping that my dreams will come true

I love you, be my love
I love you, I will confess you with my courage
You’re my imagine love

Yoona, kau tidak perlu menganggap cintaku hanyalah imajinasi, cintaku nyata. Perasaanku nyata, perasaan yang diam-diam mendasari hubungan kita selama ini. Kau tidak perlu berkhayal aku mencintaimu, karena sejak awal aku sudah jatuh cinta padamu. Kalaupun selama ini kau berharap begitu besar padaku, akan kukabulkan satu persatu harapan itu, karena sebenarnya harapanku justru lebih besar dari milikmu.



Im Yoona

Ketika terbangun, aku mendapati diriku terbaring di rumah sakit dan Jong-Hyun tertidur di sofa.

Aku memandangi wajahnya yang tenang. Aku mengingat pertengkaran kami beberapa hari lalu. Kalau dipikir-pikir aku ini terlalu emosional, Jong-Hyun tidak sepenuhnya salah. Waktu itu aku hanya terlalu takut terpisah dengannya lagi setelah drama AAD selesai digarap. Mungkin aku juga memang tidak benar-benar mendengarkan ketika dia menyatakan perasaannya. Lagipula, bagaimana bisa aku yakin dia menyukaiku jika dia memang pria yang sulit ditebak? Dia bersikap sama baiknya padaku, Seo-Hyun, Sulli, dan pada semua wanita.

Aku sudah terlalu lelah merindukanmu. Aku sudah terlalu lelah mencintaimu, tapi kenapa seberapa banyak aku mengatakan bahwa aku lelah, aku tidak berhenti juga menyerahkan hati ini untukmu, Jong-Hyun?

“Jong-Hyun! Kalau kau terus mengunjungiku seperti ini, bagaimana Dokter Yoona bekerja?”aku meneriakkan salah satu dialog AAD tepat di telinganya.

Spontan Jong-Hyun terbangun dan bingung apa yang baru saja terjadi. Dia masih menunggu sisa-sisa nyawanya yang belum terkumpul.

“Kalau kau tidur, bagaimana bisa AAD selesai?”tanyaku pura-pura kesal.

“E-Eh? Kita sedang syuting AAD?”tanyanya heran.

Aku tidak bisa menahan tawaku lagi. Aku tertawa terpingkal-pingkal. Wajahnya benar-benar…. Aku berhasil menipunya. Orang yang bangun tidur memang paling mudah dikerjai.

”Dasar licik! Kemari kau!”

Jong-Hyun mengejarku dan aku segera berbaring lagi di bed.

“Aku sakit! Kalau kau berani menyentuhku, aku akan memanggil dokter!”ancamku.

“Tsk. Kau ini ternyata selicik rubah, Rusa,”kata Jong-Hyun lalu berdiri di samping bed.

“Jong-Hyun, ngomong-ngomong, kenapa aku ada di rumah sakit?”tanyaku penasaran.

“Kau tidak ingat? Kau ada di dorm sendirian tanpa pasukan SNSD-mu. Kau membukakan pintu untukku dan sedetik setelah itu kau pingsan. Jangan terlalu memaksa dirimu untuk bekerja, Yoona. Kau butuh istirahat,”jelas Jong-Hyun. Dia tersenyum, memamerkan lesung pipinya.

Aku juga tersenyum dan memamerkan lesung pipiku, “Hm. Pingsan karena kelelahan ya? Ya Tuhan, aku pernah membacanya di fan-fiction, di sana kau juga menolongku lalu—“

“Sudahlah, Yoona. Jangan bicara tentang fan-fiction sekarang. Ini hidup kita. Maaf jika selama ini aku payah dalam bicara. Ayo kita coba bicarakan imajinasi tentang hidup kita yang berhasil tercapai saja. Seperti kedekatan kita selama ini, kedatanganmu ke konser kami, kita bermain drama bersama, melihat hasil akhir drama yang happy ending, Jong-Hyun dalam AAD yang akan mencintai Yoona sampai kapan pun…”

Jong-Hyun akan mencintai Yoona sampai kapan pun. Ya Tuhan, itu adalah kalimat terindah yang pernah kudengar seumur hidupku. Kalimat yang selama ini hanya ada di imajinasi-imajinasi JongYoon. Aku bersyukur drama AAD menggunakan nama asli kami, sehingga apapun yang terjadi di dalam naskah, aku selalu berdoa semua kalimat cinta itu akan jadi kenyataan. Sama seperti doaku yang memohon Jong-Hyun akan membuat cerita indah bersamaku, seperti cerita di ­fan-fiction yang selama ini kubaca, seperti cerita pada lagu Imagine yang sering kudengarkan.

Aku berusaha tidak cengeng untuk menangis bahagia akhirnya Jong-Hyun memahami perasaanku.

“Jong-Hyun… Kau… Kau ingin semua imajinasi itu menjadi nyata?”

Jong-Hyun menghapus air mataku,”Untuk seluruh perasaanku selama ini… Ya. Aku akan mencintaimu sampai kapan pun. Kau perlu tahu, aku bukan orang yang perlu kau imajinasikan, Yoona. Aku ada di sini, aku benar-benar ada di sini bersamamu.”



14 thoughts on “[FF CONTEST] IMAGINE

  1. Ya ampun, entah mengapa ff ini terkesan nyata banget…
    Saya seperti harus merelakan deerburning bersatu setelah baca ff ini
    Oh Jonghyun, oh Jonghyun
    Daebak thor😀
    #Ditengah keinsomnian saya, malah dari tadi baca ff serupa, jd bener2 gak bisa tidur nih

    • Aaaa mksh banyak @Lee Orinjoo. Ini ptma kali aku bikin FF, dan krn aku emang deerburning shipper, jd ceritanya gini deh.hehe. Maaf yaa, kyknya kita emang merelakan JongHyun untuk Yoona seorang #PLAK

  2. aaaaaaaaaaaaaaaaa ceritanya ngambil dr beberapa fakta mereka ya. dan semoga semua yang diceritain d sini kejadian nyata hihi. suka cerita sweet gitu
    mari berdoa buat kisah jongyoon selanjutnya. huaaaa.

    • Iya ShinRin, cieee km tau jg kalo ada bbrp fakta yg aku masukin di sini. Mksh ya udah komen😀. Mari kita berdoa utk keutuhan cinta Jong-Yoon #PLAK

  3. Oh dear~ my deerburning, i can’t stand again >.<
    I love you much author! Ini terasa nyataaaaaa bangeeett.. Daebak bener author mah hihi~ aku rela, rela aku relaaaa deerburning beneran kyaaaa
    Bisa loh kak author bikin ff lg tentang deerburning, masih jarang nih ff tentang mereka😦

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s