[FF CONTEST] STAR

Spring in 25th of June, 2009

star that shines in the sky
star that shines far away from me
seems like you came down to my heart

 

Dua anak remaja berusia sepantaran terlihat merebahkan tubuh mereka di kaki bukit, Kang Minhyuk dan Jung Jikyung, keduanya menegadah menatap bintang-bintang yang berhamburan di gelapnya langit petang itu. Musim semi adalah favorit Minhyuk.. katanya ia bisa merasakan angin segar yang menyapanya dan bintang yang selalu bersinar.. Setidaknya begitulah pandangan Minhyuk terhadap setiap musim semi yang pernah ia lalui bersama seorang tetangga depan rumahnya –– Jikyung.

“kau lihat bintang-bintang itu kan?” Tanya Minhyuk pada Jikyung dengan tatapan yang tak terlepas dari angkasa.

“tentu. Aku diberi Tuhan sepasang mata, bagaimana aku tidak melihatnya.”

“baguslah. Tapi apa kau pernah melihat bintang-bintang itu menjadi bentuk-bentuk yang bagus?”

“maksudnya?”

“tadi di sekolah waktu pelajaran Sains, Pak Lee memberitahu kami jika pada waktu tertentu, bintang-bintang akan membuat kelompok dan menjadi  berbagai macam bentuk. Katanya, itu dinamakan mmm.. rasi bintang.” Ia sedikit mengerutkan dahinya mencoba mengingat apa yang ia dapatkan di sekolah. Ya, mereka –Minhyuk dan Jikyung— juga teman satu sekolah.

“benarkah? Tapi aku belum melihatnya secara langsung. Apa kau pernah?”

“sama denganmu. Dan kata Pak Lee, rasi bintang tersebut akan muncul pada jam 2 pagi.”

“aah, sayang sekali, aku masih tidur jika jam 2 pagi. Apa tidak ada waktu yang lain?”

“aku lupa menanyakannya. Namun, sepertinya minggu ini kita harus bisa bangun sebelum jam 2 pagi.”

“memang kenapa? Kau mau lihat bintang-bintang itu?”

“tentu saja Ji, aku dengar tadi di acara prakiraan cuaca, musim semi akan berakhir sekitar satu minggu lagi, dan aku tak ingin melewatkan kesempatan itu. Kau ingin melihatnya denganku disini?”

“boleh, jika kau mau membangunkanku.” Katanya sambil menahan tawa. Sedikit ragu jika Minhyuk dapat membangunkannya.

“tak masalah. Oh iya, kau ingat tiga hari lagi tanggal berapa?” kali ini ia sudah melihat kearah teman bicaranya, pertanyaannya sedikit menggebu-gebu.

“3 hari? Dua puluh de…. Yaa! Itu ulang tahunmu kan Hyuk? 28 Juni. Aku ingat aku ingat!” dengan terburu, ia merubah posisinya menjadi duduk dan menghadap Minhyuk yang masih terbaring.

“baguslah jika kau ingat. Jadi bisakah kita bangun sebelum jam 2 pada tanggal itu? Untuk memperingati ulang tahunku.. eotte?”

“ide bagus. Kau punya permintaan apa selain mengajakku pergi melihat bintang?”

“eemm.. ini sedikit sulit. Tapi kau harus melakukannya.”

“apa pun itu!”

“kau harus membuatkan ku sebuah lagu. Hanya itu.”

“mwo?”

“kau bilang tadi…”

“baiklah baiklaah~ akan ku usahakan.”

 

 

***

 

Spring in 28th of June, 2009

can you hear a quavering voice?
can you feel my passionate heart?
you’re my star-


Jikyung’s P.O.V

Ini bahkan belum genap jam 1 malam. Tapi yang aku lakukan sekarang adalah menyenderkan kepalaku di atas meja belajar yang hanya diterangi oleh lampu neon kuning sebesar 5 watt. Sangat kontras dengan mata ini yang tak henti-hentinya meredup daritadi. Aku pasrah dengan apa yang kubuat. Sejak 2 jam yang lalu pun aku tak bisa tidur. Kau tau apa yang sedang kupikirkan? Ya, kado untuk Minhyuk, sebuah lagu. Aku tak tau Minhyuk akan senang atau malah menertawakan laguku ini. Ingin ku sedikit meralatnya, tapi.. sudahlah, kasihan otakku.

Kurasa hari ini cepat sekali berlalu, baru saja kulihat jam di kamarku yang ternyata sudah menunjukkan pukul 01:30! Aku semakin tak karuan, cemas, sungguh! Aku harap Minhyuk memuji laguku. Oh, salah! Kuharap ia senang dengan laguku. Soal pujian, aku tak berharap banyak, anggap saja bonus.

‘tuk, tuk, tukk..’ aku terperanjat. Minhyuk kah? Kenapa cepat sekali. aku berjalan cepat menuju asal suara, jendela kamarku. Benar saja! minhyuk sudah berhadapan denganku sekarang.

“aku tak menyangka kau bangun secepat ini. Kupikir aku akan menghabiskan banyak waktu untuk membangunkanmu, hahaha.” Ia tertawa? Tidakkah ia merasakan perasaanku yang sedang tidak karuan saat ini? Yaaah!

“yang penting aku sudah bangun hyuk. Yasudah minggir, aku mau loncat!” kataku yang sudah dengan persiapan.

“kau tak lewat pintu?”

“aku bisa ketahuan Yonghwa oppa.”

“baiklah, silakan. Hati-hati.”

“ini pendek Hyuk. Tenang saja.”

‘buukk’ ‘grepp..’ apa ini? Meski aku menginjak tanah dengan selamat, Minhyuk memegangi kedua lenganku, erat!

“gwenchannna?” aku terpaku sejenak, jantungku seperti mengucapkan ‘dia semena-mena sekali. bolehkah aku keluar?’ perlu waktu tiga detik untuk membuatku tersadar. Lalu aku menganggukkan kepala cepat. Minhyuk tersenyum melepaskan kedua lenganku. Ah sial, aku harus berusaha keras mengatur nafasku agar normal kembali, haaahh~~
Dan kami pun berjalan ke tempat yang telah dijanjikan waktu itu. Bukit. Ini tak membutuhkan waktu lama, hanya 10 menit.

Sampai! Lagi-lagi kami merebahkan tubuh, berdampingan.
“kau sudah menyiapkannya?” Tanya Minhyuk menghadapku. Ah, dia pasti menagih itu! Lagu.

“ha? Apanya?” sengaja aku balik bertanya, untuk sedikit memancingnya seberapa ingin ia kubuatkan lagu, haha maaf Hyukkie~

“yaa! Jangan bilang kau tak membuatnya Jikyung-ah! Aku akan sangat marah.”

“aigoo~ menakutkan sekali. memangnya kenapa jika aku benar-benar tak membuatnya?”

“kau akan sangat menyesal, dan aku akan sangat sangat sangat sedih.”

“mworago? Sebegitunya kah?” Aku pun duduk. Tak tega dengan Minhyuk yang katanya akan merasa sangat sedih, ku keluarkan secarik kertas yang berisi beberapa baris tulisan dan not balok itu.

“ini… Mungkin tak sebagus yang kau bayangkan, tapi aku benar-benar tak bisa tidur hari ini. Hyukkie, setidaknya kau tidak boleh membuang karyaku ini! Kau harus menyimpannya! Ini benar-benar kutulis dengan perasaan.”

“aish, jadi kau mengerjaiku? Baiklah, sini.” Ia merebutnya dari tanganku. Aku semakin cemas sampai tak berani melihat Minhyuk. Laluu..

“kau yang menulis ini semua?”

“kau pikir siapa lagi? Tapi untuk nadanya.. Yonghwa oppa yang mengambil alih.”

“aku tak tau bagaimana nadanya, namun jika tanpa nada saja sudah terlihat bagus, apalagi…. Mm bisa kau menyanyikannya?”

Aku sedikit tak percaya, Minhyuk bilang itu bagus! Syukurlah, syukurlah~ tapi untuk menyanyikannya…
“emm, aku sedikit lupa, berikan waktu untuk aku mengingatnya.”

“baiklah.”

1 menit, 2 menit, 3 menit.

from a long time ago
I know that you are the love I’ve been dreaming of..
even if time passes
hope that you always shine on the same place
my heart will only be given to you-

“daebak!!” ha! ia berucap seperti itu. Boleh kusimpulkan jika ia benar-benar menyukai ini?

“jinjja? Kau suka? Itu hanya kunyanyikan sebagian.”

“geurom~ tapi, mengapa liriknya seperti ini? Kau menyukaiku, eoh?”

GLEKK~ Aku membelalakkan mataku. Demi apapun aku tak percaya apa yang ia katakan. Aku memang membuat lirik itu dengan segala pikiranku, ketika itu aku hanya berpikir tentang Minhyuk, dan… apa yang aku rasakan terhadapnya. Namun, aku –sepertinya– tidak menyukainya. Aku tutup mulut beberapa saat. Tapi karena tak tahan dengan suasana canggung seperti ini, aku segera membuka kembali pembicaraan.

“Hyuk, jika hari ulangtahunku datang, bisakah kau memberikan sebuah lagu untukku juga?”

“hari ulangtahunmu? Baiklah. Tapi aku tak yakin jika…. Ah sudahlah, aku akan membuatnya untukmu!”

“yakseok?”

“ne!”

 

***

29th of June, 2009

star engraved in my heart
star that shines in my heart
I think that might be you

“hai Hyuk, sudah selesai latihan?” teriakku dari kejauhan yang sengaja menghampiri Minhyuk di lapangan sepak bola sekolah. Ya, ini hobinya. Bermain sepakbola.

“iya. Kemari kau”

“apa? Menyuruhku untuk membawakan tas? NO!” kataku yang masih diam di tempat.

“bukan. Cepat kesini!” kulihat Minhyuk malah duduk di tepi lapangan. Ia tak ingin pulang? Aah anak ini. Tak ada pilihan lain, aku pun menghampirinya dan ikut duduk disebelahnya.

“ada apa?”

“kau tau mimpiku kan?” Tanya Minhyuk tiba-tiba.

“tentu! Setiap saat kau mengatakannya, aku hapal. Kau ingin menjadi pesepak bola handal, terkenal, dan membawa kebanggaan bagi penduduk Korea Selatan.”

“tepat! Dan aku ingin sekali meraih mimpi itu.”

“pabo! Jangan hanya berkata, tapi wujudkanlah. Kau juga menyukai bintang kan? Anggaplah bintang itu adalah mimpimu, dekati dia, gapailah dia, dan dapatkan dia, hingga kau juga akan bersinar sepertinya. Walau kau harus jatuh terlebih dahulu untuk pergi ke tempat yang lebih tinggi. Tapi percayalah, akan ada sesuatu yang bisa membuatmu bangkit, yaitu mimpimu sendiri.”

“kau benar. Aku harus mewujudkan itu. Tapi sekarang ini, setidaknya aku sudah mendapatkan satu bintang, walau aku belum sepenuhnya bersinar.”

“mwoya? Satu bintang?”

“iya. Seseorang…. yang sedang duduk di sampingku”

“maksudmu? Haha ada-ada saja kau Hyuk.” Ini… apalagi? Sudahlah Hyuk, sudah.. kau hanya membuatku tersipu, dan tak bisa mengontrol degupan jantungku yang semakin cepat. Aiih, bisakah aku memperlambat gerak jantungku untuk saat ini?

“tapi Jikyung-a, bisakah kau hidup tanpa aku? Bisakah kau bahagia jika melihat bintang sendiri tanpa aku?” kulihat raut wajah Minhyuk yang berubah, ia menundukkan mukanya. Ada apa ini? Sungguh aku tak mengerti makna dari ucapan Minhyuk itu.

“yaa! Apa maksudmu? Tentu saja aku akan menjalani hidupku seperti biasa hyuk” ….walau tak semenarik ketika kau menemaniku. “memang ada apa? Sepertinya kau ingin pergi jauh, uh?”

“mm.. aniyo. Yasudah lebih baik kita pulang.”

ucapannya tadi.. emm seperti ia akan meninggalkanku? Yaa~ andwae andwae!! Mengapa ini seperti kisah yang ada di televisi itu, eoh? Untuk firasatku, mengapa kau sampai bertindak sejauh ini? Kau terlalu berpikir yang macam-macam. Yaa! Berhenti!

 

Last Spring in 2nd of July, 2009.

even if time passes
hope that you always shine on the same place
my heart will only be given to you-

“selamat pagi Jung Jikyung \(^-^\)~~
Ini adalah hari terakhir musim semi.
Tapi kuharap, bunga yang kemarin bermekaran dihatimu tidak rontok. Ah, tidak tidak.. tidak boleh rontok!
Kau bisa kan tetap menjaganya?
walau tanpa air yang biasanya menyiraminya setiap hari.
air itu… yaitu AKU. Kekeke~~ ^^

Kau tau? Ketika kemarin kau bilang kau masih bisa bahagia walau tanpa aku yang ada disampingmu..
aku merasa sangat lega.
yang artinya, aku bisa pergi mengejar mimpiku tanpa rasa sedih karena meninggalkanmu.
ini juga kan yang kau mau? Aku harus terus berusaha menggapai impianku!
aku janji, aku akan menjadi Kang Min Hyuk yang hebat suatu hari nanti
tunggulah aku Jikyung-a~~

Oh iya, jangan khawatir tentang keadaanku suatu hari nanti.
Selagi kau masih tetap disana, aku akan mengirimi mu surat!
Jadi, kau tidak boleh pindah tanpa sepegetahuanku. oke?
Jung Jikyung ku, fightiiing!!! (^-^)9

-dari sahabatmu yang tampan, Kang Minhyuk ^^-

Tumpuan kakiku melemah. Aku terduduk lemas didepan pintu kamar, dimana sepucuk surat ini diletakkan. Jika seperti ini aku harus berbuat apa? Aku ingin menangis, tetapi Minhyuk menyuruhku agar tidak sedih tanpa sepegetahuannya. Aku berusaha tenang. Meresapi benar kata-kata surat yang ada digenggamanku ini. Membacanya berulang-ulang. Tapi nihil! Airmata ku menang! Maaf Hyuk, aku menangis.. disaat seperti ini mungkin wajar jika aku menangis. Bagaimana aku bisa tenang jika kau hanya memberiku surat seperti ini. Aku tak bisa melihatmu ketika kau pergi. Kau keterlaluan Hyuk!

***

Ini sudah 2 bulan semenjak hari perpisahanku dengan Minhyuk. Kang Minhyuk sahabatku yang selalu dan selalu berhasil membuat hariku terasa berwarna, hampir sempurna. Dan semenjak itu pula aku selalu dan selalu mencoba menahan airmataku agar tak jatuh. Dan siapa bilang itu mudah?

“Ji, kemari!”

“ada apa?”

“ini, tadi aku menemukan surat ini di depan pintu. Ambillah, aku buru-buru. Annyeong.”

Ku sahut surat itu. Ini dari Minhyuk! Kubuka amplop besar itu. Aku agak terkejut ketika menemukan tulisan diatas amplop itu: “disini ada dua amplop lagi. Jangan membuka amplop yang berwarna oranye sebelum musim dingin datang, oke?”
baiklah, disitu memang ada 2 buah amplop yang terpisah. Sejujurnya.. aku penasaran, sangat sangat penasaran dengan isi surat di kertas berwarna oranye itu. ‘jika aku membukanya sekarang, toh Minhyuk juga tak akan tau’ pikirku. Namun bagaimanapun juga, ia adalah sahabatku, sahabat yang sungguh sangat kusayangi. Tapi, dia bilang ‘sebelum musim dingin tiba?’ Selama itu kah ia tak ada niat untuk sekali pun berkunjung ke kampung halamannya ini? Ah Hyukkie aku sangat sangat merindukanmu, aku sangat ingin menatap wajahmu, aku sangat ingin bersandar dibukit dan melihat bintang-bintang itu bersamamu, walau aku harus bangun sebelum jam 2 pagi, walau aku harus membuatkanmu lagu setiap hari. Hyukkie aku merindukanmu.

 

Six months later..

“Saengil chukkae Jikyung ku~ semoga semoga semoga kau bertambah yang baik-baik! sadarlah, kau akan bertambah dewasa. Kau sudah 16 tahun. Menurutlah dengan kata-kata eomma dan appa, meski mereka sedang tak berada disini! Ini, mereka berkirim surat.” Yonghwa Oppa, seseorang yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Eomma, appa~ apa kau sesibuk itu hingga melewatkan momen ini? Aku merindukan kalian. Ah tapi sudahlah, ini juga demi membiayai kami –aku dan Yonghwa Oppa– setidaknya mereka masih mengingat ulangtahunku aku sudah merasa senang.

Dan Minhyuk.. kau tau? Ini sudah 1 minggu semenjak misim dingin tiba. Kau masih juga tak menampakkan batang hidungmu. Apa disana makanannya enak-enak? Apa disana ada banyak gadis cantik? Apa disana kau menemukan sesuatu yang menahanmu untuk tak pulang ke Busan? Dan taukah kau Hyuk, sampai detik ini aku belum membuka amplop oranye itu. Tapi kurasa, ini adalah saatnya.

 

Jung Jikyung, SELAMAT ULANG TAHUN!
Aku tahu, ketika kau membuka surat ini, maka tidak lama lagi kau akan merayakan hari jadimu. Iya kan?
atau malah kau sudah terlanjur membuka suratnya sebelum musim dingin tiba? Yaah, kau jahat sekali!
tapi tidak, aku percaya kau tidak melakukan itu kan? Jikyung ku adalah seorang yang bisa ku percaya, kekeke.

Ji, aku minta maaf karena lama tak berkunjung ke Busan. Aku sebenarnya ingin sekali melihatmu, namun sangat sulit untuk kulakukan.
aku pun tak menyangka jika akan seperti ini.
kau masih ingat isi surat perpisahanku? Aku menyuruhmu untuk menunggu kan?
Apa kau juga melakukannya? Kau menungguku pulang? Maaf jika aku sangat mengecewakan.

Kyung~kyung.. sesuai janjiku, aku akan memberimu sebuah hadiah.
sekarang ambillah sesuatu yang di dalam amplop ini, ada sebuah kaset kan?
Nah, dengarlah lalu nyanyikanlah dengan apa yang kutulis ini..

star that shines in the sky
star that shines far away from me
seems like you came down to my heart..
star engraved in my heart
star that shines in my heart
I think that might be you
can you hear a quavering voice? can you feel my passionate heart?
you’re my star~

Eotte? Kau suka? Aku juga membuatnya dengan sepenuh hati, kau perlu tau itu!
aku menulisnya dalam bahasa inggris, keren kan? Aku memang selalu keren, hahaha.
kau puas dengan hadiah itu? Aku harap iya! Aku merindukanmuuuu~ jeongmal!😀

-sahabatmu yang selalu tampan, Hyukkie-

“Jiii.. ada telepon!” tepat setelah selesai membaca surat itu, Yonghwa Oppa memanggilku. Ia menyodorkanku gagang telepon. Katanya untukku. Ketika kutanya apakah itu eomma, ia menggeleng. Ketika kutanya apakah itu appa, ia juga menggeleng. Lantas, siapa yang meneleponku pagi-pagi begini?

“jumuseyo? Nuguya?” ucapku pelan-pelan karena penasaran, entahalah sekarang ini perasaanku tak enak.

“Jikyung? Benar ini Jikyung?” ucap seseorang diseberang sana dengan suara serak. Dari suaranya aku bisa menebak jika ia adalah…

“ini Kang ahjumma, Ji. Minhyuk, Minhyuuk dia….”

 

 

 

***

Aku berlari memecah guyuran hujan yang turun di pagi ini. Tepat di hari ulangtahunku hujan turun dengan derasnya, pertanda buruk? Memang! Benar-benar aku tak bisa lagi menahan airmataku yang sama derasnya dengan hujan yang berhasil membuat tubuhku basah kuyup ini. Kau tau? Aku sedang berlari menuju rumah sakit dimana Minhyuk dirawat.

“Jikyung, kau datang? Tapi lihatlah dirimu, kau sangat basah. Sebentar, biar ku ambilkan handuk.” Kang Ahjumma –eomma Minhyuk– masih sempat memikirkan keadaanku, ia benar-benar sangat baik bukan? Ia masuk kamar Minhyuk. Dan aku masih berdiri tepat didepan pintu bangsalnya. Aku sangat sangat ingin memeluknya saat ini. Tapi  aku tak mungkin memeluk Minhyuk jika aku seperti ini kan? Minhyuk perlu tau bahwa aku juga sangat sangat mengkhawatirkannya.

“ini, keringkan badanmu.”

“ne..”

“Minhyuk belum tau jika kau ada disini. Hahh, ini kejadiannya sudah lama. Awalnya ia hanya terpeleset saat latihan bola. Ia mengatakan tidak apa-apa. Kami juga tak mengetahui keadaan kakinya yang sebenarnya, karena ia melarang untuk diperiksa di rumah sakit. Namun beberapa saat kemudian ia kecelakaan ketika akan mengantar surat untukmu ke kantor pos. ia lagi-lagi melukai kakinya dan aku benar-benar harus membawanya ke rumah sakit, kata dokter… kaki kirinya harus diamputasi.” Nafasku tercekat. Dadaku bagai tertindih sebuah besi panas berton-ton. Sesak kurasakan, airmataku kembali menganak sungai. Aku sudah tak berkata apa-apa. Ini bagai sebuah lelucon yang sama sekali tak patut dikatakan. Aku menangis dipelukan eomma Minhyuk. Ia mengerti apa yang kurasakan. Tiba-tiba aku mengingat kata-kata Minhyuk di surat itu..

Aku sebenarnya ingin sekali melihatmu, namun sangat sulit untuk kulakukan.
aku pun tak menyangka jika akan seperti ini.
kau masih ingat isi surat perpisahanku? Aku menyuruhmu untuk menunggu kan?
Apa kau juga melakukannya? Kau menungguku pulang? Maaf jika aku sangat mengecewakan.’

Jika seperti ini mana mungkin ia meraih impiannya sebagai pemain sepak bola handal? Aku sangat-sangat terpukul. Apalagi Minhyuk, aku tak tau seberapa besar hatinya untuk menerima kenyataan ini.

“ia awalnya bersikeras untuk tak mau memberitahumu keadaan yang sebenarnya, namun ketika ia kupaksa untuk pindah kembali ke Busan, sepertinya ia berubah pikiran. Sekarang, masuklah Ji.” Eomma Minhyuk menguatkanku, ia menepuk sebelah bahuku dengan tangannya yang gemetar.

Aku menguatkan hatiku sendiri untuk melihat apa yang akan terjadi didalam ruangan dihadapanku ini. Aku berusaha membuat senyum agar Minhyuk tak semakin sedih melihatku menangis, meski ini lebih susah daripada perhitungan aljabar.
‘cklek..’ kulihat seseorang duduk diatas ranjangnya dan memandangi keadaan diluar melalui jendela yang berada tepat disampingnya. Ia menyadari kedatanganku. Ia merunduk sebentar dan melanjutkan ‘aktifitas’nya. Sebuah senyum kecil yang ia buat memantul melalui kaca jendela dihadapannya, meski tak terarah padaku, aku dapat melihatnya.

“selamat pagi, Hyukkie. Maaf aku tak membawakan sebuket bunga seperti yang orang lain lakukan.” Aku berusaha semampuku agar suasana disini menjadi sedikit menyenangkan.

“hai Ji, aku tak perlu bunga. Aku sudah senang aku tak marah padaku.”

“marah? Kau bicara apa!” aku mendekatinya, dan ia menghadapku. Minhyuk tersenyum dengan airmata sendu. Tolong Hyuk, jangan buat aku menangis lagi.

“kau masih ingat ketika aku berjanji jika suatu saat nanti aku akan bersinar seperti bintang dilangit? Kurasa aku tak pernah merasakannya.”

“Hyuk kuminta padamu agar tak mengucapakan itu lagi.”

“mengapa? Ini kenyataan.”

“aku tau, tapi kau hanya membuang waktumu jika terus berkata seperti itu.”

“aku sudah tak bermanfaat lagi.”

‘pletak’ “yaa! Sakit.”

“cih, aku tak membiarkanmu menjadi Minhyuk yang berkecil hati!” aku memasang death glare kepadanya. Namun 3 detik kemudian aku menjatuhkan airmata. Pabo!

“hyuk, kau pernah berkata bahwa kau sudah memiliki satu bintang, yaitu aku, walau kau belum sepenuhnya bersinar. Sekarang, dengan segenap kemampuanku aku akan membuatmu lebih terang daripada bintang-bintang yang pernah kita lihat.”

 

 

***

the star engraved in your heart
the star that shines in your heart
I hope that is me.. forever I will love you
My eyes will only look at you, will you only look at me too?
Let us be each other’s star..

3 years later..
duo musisi muda handal, Jung Yonghwa dan Kang Minhyuk dikonfirmasi akan menggelar tur dunia mereka Juni mendatang.’

Begitulah deadline halaman pertama surat kabar harian yang kubaca hari ini. Aku berlari keluar rumah, berniat menghampiri Minhyuk, apalagi jika bukan memberitahunya kabar gembira ini~ namun, aku juga melihat dirinya menenteng Koran itu dengan senyum lebar di pekarangan rumahnya. Aku menghampirinya, memeluknya erat. “lihat kan? Kau sudah memenuhi janjimu untuk bersinar. Chukkae chagi!”

 

-END-

One thought on “[FF CONTEST] STAR

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s