[FF CONTEST] 라라라 (Lalala)

라라라 (Lalala)

BY. CN BLUE

 

Though it is not me, provided you are happy

Oh lalalalala I I I I I I

Oh though it is not me, provided you are blessed

Oh lalalalala I I I I I I I , (then I am) blessed

Happiness happiness you must be happy you must be happy

 

 

28 September 2012

Long time no see, seeing you unexpectedly, you are still as beautiful as before

Hujan badai menerjang kota seoul. Beberapa menit sebelum badai terjadi, pemerintah memberikan peringatan kepada seluruh warga yang berada di Seoul dan sekitarnya agar tidak meninggalkan rumah untuk sementara, sampai badai berakhir.Semua orang sibuk mengurusi diri mereka masing-masing, bahkan tidak ada taxi atau kendaraan lain yang beroperasi hari ini.

 

Seorang gadis cantik bertubuh tinggi langsing terlihat tidak berkutik dari tempat ia duduk saat ini, di sebuah halte bus di daerah Yeoksam. Matanya terpejam dan sebuah headset terpasang di kedua telinganya. Sepertinya ia tidak mendengar ataupun melihat peringatan itu. Jong Hyun yang berada tidak jauh dari gadis itu, berlari menghampirinya dan menggenggam tangannya erat. Ia menarik tangan gadis itu sangat kencang, hingga membuat gadis itu tersadar. Gadis itu melepaskan headset yang terpasang di telinganya dan menatap wajah Jong Hyun sinis.”YA!”teriak gadis itu”siapa kau ini?lepaskan aku!”berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Jong Hyun”maenoga opsoyo”

 

Jong Hyun menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan gadis itu. Ia menggerutu dalam hati sebelum akhirnya menatap wajah gadis itu tajam”sekarang lihatlah sekelilingmu!”

 

Gadis itu menerawang ke seluruh sudut yang bisa ia lihat . tidak ada satupun orang selain mereka berdua ditempat ini. Begitu halnya dengan mobil atau kendaraan lainnya. Gadis itu tertunduk, sepertinya dia menyesal dengan perkataan kasarnya pada Jong hyun tadi.”mi….”ucapan gadis itu terhenti ketika melihat jong hyun tidak memperdulikan ucapannya. Ia hanya memandangi langit yang semakin lama semakin gelap. Bahkan cahaya tidak bisa menembus kegelapan itu.  Udara menjadi sangat dingin dan angin berhembus lebih kencang dari biasanya. Jong Hyun kembali menggenggam tangan gadis itu dan membawanya ke sebuah ruang bawah tanah yang letaknya tidak jauh dari tempat itu.

 

Sejak masuk kedalam ruang bawah tanah, gadis itu hanya diam tanpa berbicara sepatah katapun. Mungkin sesekali ia memandangi keadaan sekitar untuk memastikan tempat ini aman untuknya. Pandangan gadis itu terhenti ketika ia melihat Jong hyun dihadapannya. Lebih tepatnya bagian belakang tubuh Jong hyun. Seuntas senyuman tergambar jelas diwajah gadis itu.’Jong Shin-ssi, sepertinya aku menyukainya, tapi aku bahkan tidak bisa melupakanmu’

 

Jong Hyun membalikan tubuhnya. Sontak gadis itu terkejut ketika Jong Hyun berbalik memandanginya.”wae?”tanyanya

 

“ani”sambungnya”maksudku kamsahamnida. Aku Ji Eun, P…..”belum selesai bicara Jong Hyun langsung melanjutkan ucapannya”Han Ji Eun. Bukankah itu namamu?”gadis itu-Ji Eun terkejut ketika Jong Hyun mengetahui marganya. Marga yang selama ini ia tinggalkan. Ia baru akan mengatakan kalau namanya Park Ji Eun.

 

Jong Hyun menggerakkan tangannya dihadapan wajah Ji Eun. Sementara itu Ji Eun masih diam dan memikirkan kebetulan itu.”apa tebakkanku benar?emm……….benarkah?”

 

Ji Eun mengerjapkan matanya dan menghembuskan napas panjang”babo. Bagaimana kau bisa merubah nama orang seenaknya saja”

 

“lalu”

 

“Aku Park Ji Eun”

 

“nama yang bagus. Panggil aku Jong Hyun!”

 

“ne, bangapseumnida Jong Hyun-ssi”

 

Jong Hyun masih memandangi Ji Eun.” Long time no see, seeing you unexpectedly, you are still as beautiful as before. I realy miss and love you”Ji Eun mengangkat alisnya heran dan mengalihkan wajahnya dari tatapan Jong Hyun.

 

Itulah awal dari hubungan mereka yang kemudian berlanjut menjadi sepasang suami istri di bulan berikutnya.

 

.                 .                .

 

 

                “saya sudah bersamanya, dan sebentar lagi akan ada helikopter yang akan membawanya ketempat anda”

 

“kau sudah melakukan tugasmu dengan baik. Ikutlah dengannya!aku ingin berbicara denganmu”

 

Jong Hyun memandangi pria tua gendut di sebelahnya dan kembali berbicara dengan seseorang di telephone”yes sir”

 

Disisi lain,

Seorang pria-Jung Yong Hwa dengan setelan jas hitamnya, menyelinap masuk sebuah rumah mewah di sekitar Shibuya melalui jendela. Ia tersenyum licik ketika meihat seorang pria yang sedang terlelap dalam tidurnya. Yong hwa melangkah perlahan, mendekati pria itu. Jika dilihat dari jarak dekat, pria itu sangat mirip dengan pria yang sedang bersama Jong Hyun. Tapi siapa dia?. Yong Hwa memasukkan sebelah tangannya kedalam saku kiri dalam jasnya. Ia mengeluarkan pisau lipat dari dalam sana dan mulai melakukan hal kejinya dengan cara membunuh pria itu. Meskipun hanya satu sayatan dibagian leher, tapi itu berhasil membunuhnya dalam sesaat. Yong Hwa beranjak menuju ruang pengawas, untuk memastikan tidak ada satupun CCTV yang merekam pergerakannya. Ia memasuki ruangan itu. Ketika masuk ia langsung disambut oleh sorang pengawas yang sudah tidak sadarkan diri. Yong Hwa yang curiga dengan keadaan janggal ini langsung mengecek denyut nadi penjaga itu. Tidak ada pergerakan. Ia kembali mengecek hembusan napas pria itu, dan ternyata feelingnya benar. Sudah ada seseorang yang datang ke tempat ini. Tapi, bagaimana mungkin dia pergi tanpa membawa ikan segar. Maksudnya ikan segar disini adalah pria tua yang sudah ia bunuh tadi. Yong Hwa mendekat kearah layar didepannya dan mencoba melihat rekaman CCTV 1 jam terakhir.

 

“iie, arimasen”mempercepat putaran rekaman”matsu”memperlambat putaran rekaman. Terlihat jong hyun yang tengah menyeret pria tua tadi kedalam kamar. Yong Hwa kembali mempercepat putaran rekaman, tapi tidak ada rekaman apapun setelah itu.

 

“Chikushou”bentaknya kesal. Ia kemudian mengambil rekaman CCTV tadi dan meninggalkan tempat itu.

 

 

 

CSA Departement

Seorang pria paruh baya- Kim Tae Suk bangkit dari kursinya dan berjalan mendekat kearah Jong Hyun. Ia menepuk-nepuk pundak Jong Hyun dan tertawa renyah kearahnya.”congratulation, Mr.Jong Hyun”Jong Hyun hanya diam dan tersenyum padanya.

 

“Myun Hee, tolong kau bawa Mr.Hiroshi-pria tua yang bersama dengan Jong Hyun tadi!”perintah Tae Suk pada seorang wanita yang tengah menghirup kopinya. Tae Suk merangkul Jong Hyun kesalah satu ruangan. Sepertinya mereka membicarakan sesuatu yang sangat rahasia. Mungkin tentang penyelundupan emas atau korupsi yang dilakukan pemerintah. Aku tidak tahu itu. Tapi yang pasti Jong Hyun akan melakukan apa yang menurutnya baik untuk membuktikan janjinya sebagai agen rahasia.

 

 

.                  .                  .

 

Cahaya keemasan berubah menjadi hitam. Lampu penerangan jalan pun berlomba-lomba memancarkan sinar kekuningannya.

“aku pulang………jagiya, apa kau sudah pulang?”tidak ada jawaban. Hanya keheningan yang menyelimuti tempat ini. Jong Hyun yang baru saja tiba dari Jepang, langsung meletakkan tasnya meja dan berjalan kearah dapur. Ia berniat membuat makan malam untu hari ini.

 

“ya! Yeobo, apa yang akan kau lakukan pada dapurku”ucap Ji Eun yang baru saja datang.

 

Jong Hyun menghampiri istrinya dan menggandengnya menuju meja makan.”sekarang kau duduk saja, biar aku yang memasak makan malam untuk hari ini”

 

Ji Eun bangkit dan mendorong Jong hyun ke bangku”biar aku saja, kau terlihat begitu lelah”Jong Hyun bangkit dan memeluk tubuh istrinya dari belakang. Ia beberapa kali mencium rambut Ji Eun dan membisikkan sesuatu ke telingannya.

 

“saranghae”itulah kata yang terus ia bisikan padanya.

“nado saranghae Jagiya”melepaskan pelukan Jong Hyun dan berbalik menatapnya”duduklah! Aku akan memasakkan sesuatu untukmu”

 

“tidak perlu, aku tidak lapar”ucap Jong Hyun

 

“kau mau kopi?”

 

“eung”

 

 

 

Ji Eun meletakkan secangkir kopi di hadapan Jong hyun. “Jagiya…..aku ingin berbicara denganmu”memutar- mutar mug yang ada di tangannya.

 

“emm, bicaralah!”

 

Ji Eun terdiam sesaat sebelum akhirnya ia mengatakan sesuatu pada Jong hyun.”aku tadi bertemu dengan Jung shin. Dia adalah teman semasa kecilku dulu. Tapi aku tidak pernah bertemu dengannya sejak 10 tahun lalu, dan aku baru bertemu dengannya sekarang.Dia begitu tampan”Bagaimana mungkin dia bisa membicarakan pria lain dihadapan suaminya. “dan sekarang dia menjadi seorang kepala polisi yang hebat. Kami bercerita banyak hari ini. Apa kau marah denganku?”
Jong Hyun masih menikmati kopinya, meskipun begitu ia masih mendengarkan ucapan istrinya.”ani”jawabnya singkat

“apa aku boleh mengundangnya kerumah? Nanti aku akan mengenalkannya padamu”

“ne”Jong Hyun tidak merasakan apa – apa, dia bahkan tidak cemburu atau bahkan ingin memarahi Ji Eun atau pria itu. Jong Hyun sangat memahami istrinya. Begitupula dengan pria itu, ia juga sangat mengenalnya. Tapi sepertinya Ji Eun tidak tahu kalau Jong Hyun dan Jung Shin sudah saling kenal. Bahkan ia lah yang selama ini meminta Jung Shin untuk menjaga Ji Eun. Ketika ia pergi dari rumah Jung Shin waktu itu. Kalian pasti bingung dengan semua ini.

“kau bahkan tidak cemburu sama sekali kepadaku”

“ani”Jong Hyun memikirkan kejadian dimasa lalu.’ 10 tahun lalu? Itu artinya Ji Eun mrninggalkan Ilsan pada waktu yang sama.”

 

 

 

 

Flashback~
Saat umurnya 6 tahun, Jong Hyun di temukan oleh sepasang suami istri yang tengah mencari keberadaan anaknya yang hilang beberapa waktu lalu. Dan saat itu juga ia diangkat anak oleh pasangan suami istri itu. Namun saat umurnya 12 tahun tanpa sengaja ia mendengar pembicaraan kedua orang tua angkatnya itu. Sepertinya mereka telah menemukan putra mereka yang selama ini hilang. Saat itu juga Jong Hyun memutuskan untuk meninggalkan rumah itu.

3 hari kemudian
Saat yang ditunggu tunggu pun tiba. Jung Shin asli berada tepat dihadapan Jong Hyun. Jung Shin tidak membencinya, ia hanya diam dan sesekali tersenyum manis kepada Jong Hyun. Saat itu juga ia menginginkan Jung Shin menjadi dirinya. Bukan hanya perilakunya, tapi juga ingatan miliknya.

“aku akan pergi, eomma dan appa mungkin juga akan membawamu ke tempat lain. Tapi aku ingin kau menjaga yeoja itu.”itulah kata terakhir sebelum akhirnya ia pergi ke Seoul.

Ketika Jong Hyun baru menginjakan kaki di kota ini, seorang ahjusi bertubuh tegap menghampirinya. Dan semuanya dimulai ketika ahjussi itu mengajarkannya bagaimana cara menembak. Disitulah ia akhirnya menjadi pembunuh bayaran.

Flashback end~
Kantor Polisi

“kau harus melihat ini” meletakan beberapa lembar foto di meja Jung Shin. Foto itu tidak terlalu jelas terlihat, mungkin karena gambar di foto itu pecah.

 

“dari siapa?”

 

“ada seseorang yang mengantarkannya tadi”Jung Shin mengambil foto itu, sontak ia terkejut ketika menyadari Jong adalah orang di Hyun foto itu. Memang tidak jelas, tapi postur tubuh dan caranya berpakaian mengatakan kalau itu benar benar Jong Hyun. Tanpa berpikir panjang Jung Shin langsung menghubungi Jong Hyun.

DREET DREET
Dering handphone membangunkan Jong Hyun dari tidurnya.

“Yoboseyo, ya ini aku.”

Jung Shin menanyakan banyak hal pada Jong Hyun. Seperti kenapa dia bisa membunuh orang – orang itu dan atas dasar apa ia melakukan hal itu. Jong Hyun pun menjawab pertanyaan Jung Shin dengan jelas. Tak lama setelah itu Jung Shin memintanya untuk meninggalkan tempat ini, atau bahkan  Negara ini. Itu adalah kesempatan yang diberikan Jung Shin kepada Jong Hyun. Ia tidak ingin melihat hyung nya berada dalam penjara. Meskipun itu melanggar hukum, Jung Shin tetap meminta Jong Hyun untuk pergi.

Setelah menerima telephone dari Jung Shin ia langsung bersiap – siap meninggalkan tempat ini, tentunya tanpa Ji eun.

Hey girl

Though i wish to appear by your side, i dont want you to be tired

You are beautiful, still unchanged, I will still support you, sincerely wishing you are blessed

Love? Dont care, provided i have loved you crazily once

Now all these words are useless, the end, I am leaving

Skip

Ia tidak ingin menyusahkan yeoja yang sangat ia cintai. Untuk itu ia meminta Jung Shin untuk menjaganya. Jong Hyun melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya dan menaruhnya didekat foto pernikahan mereka. “nomu nomu joahae, aku akan merindukanmu” itulah ucapan terakhir yang keluar dari mulutnya. Sebelum akhirnya ia meninggalkan tempat ini.
Matahari mulai menampakan sinarnya. Dan saat itu pula Ji Eun menyadari kalau Jong Hyun tidak ada disampingnya. Ia juga menemukan cincin milik Jong Hyun di sebelah foto pernikahan mereka. Pikiran Ji Eun semakin kacau dan saat itu juga ia merasa kalau ini semua akibat perkataannya tadi malam. Ji Eun terduduk lemas di sisi tempat tidurnya. Cairan bening tidak henti hentinya mengalir dari kedua matanya yang terlihat memerah. Sebelah tangannya terus memukul – mukul dadanya yang terasa sakit, ia bahkan sulit bernapas.

Ji Eun mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi Jong Hyun. Ia ingin mengetahui keadaan suaminya itu dan meminta penjelasan kenapa ia bisa meninggalkan Ji Eun. Tapi sepertinya Jong Hyun tidak mengaktifkan handphonenya. Ji Eun kembali menghubunginya, namum masih tidak ada jawaban. Ia berjalan kearah dapur, jejak dan aroma Jong Hyun masih terasa ditempat ini. Ia bahkan tidak kuat berada lama ditempat ini, satu satunya cara yang bisa dilakukannya hanyalah menghindar dari sesuatu yang mengingatkannya pada Jong Hyun.

Ji Eun bersiap – siap untuk pergi. Kedua matanya masih merah, meskipun tidak ada air mata yang mengalir diwajahnya.

 

 

  .       .      .       .

 

2 hari kemudian

 

Jong Hyun memasuki sebuah mobil yang berhenti tepat dihadapannya. Ia menenal dengan jelas siapa pemilik mobil itu.

“kami sudah berusaha mengatasi masalah ini. Tapi sepertinya masalahmu tidak akan terselesaikan begitu saja. Polisi memiliki bukti kalau kau membunuh pengawas itu. Dan kami tidak bisa menanganinya”jelas Myun Hee yang duduk tepat disebelah Jong Hyun

 

Jong Hyun tersenyum, seperti tidak ada beban yang sedang menimpanya”Kamsahamnida. Kalian tidak usah membantuku kali ini. Aku sudah memikirkan hal ini matang matang, dan aku akan menyerahkan diriku besok”

 

“tapi……..”

 

“ini sudah keputusanku. Bukankah hanya 3 tahun”Jong hyun kembali tersenyum kearahnya. Setelah mendengar perkataan Jong Hyun, ia langsung menangis dan memeluk tubuh Jong Hyun erat.

 

 

 

I didn’t understand at first, didn’t understand love, causing you to be upset

Seem like now then I understand, your heartbroken heart for me everyday

 
Jung Shin berdiri tidak jauh dari rumah Jong Hyun. Ia harus mengetahui terlebih dahulu siapa istri Jong Hyun, baru setelah itu ia bisa dengan mudah menjaganya dari jauh.  Pandangannya tidak pernah lepas dari tempat itu. Ketika ia melihat seorang wanita keluar dari rumah itu Jung Shin langsung berjalan mendekat kearahnya. Tapi langkah kakinya semakin lama semakin memelan ketika melihat sosok itu. Sosok Ji Eun yang semakin lama semakin jelas ia lihat. Ia bahkan tidak menyangka kalau Ji Eun adalah istri Jong Hyun.”hyung, ini untuk yang ke-2 kalinya. Dan mungkin saat ini aku tidak akan bisa melepaskannya untukmu”berlari kearah Ji Eun ” Ji Eun -ssi” Ji Eun membalikkan pandangannya kearah Jung Shin. Ia terlihat menunduk dan kemudian tersenyum pada Jung Shin, tapi senyuman itu begitu asing. Bukan senyuman yang kemarin ia berikan kepada Jung Shin.

“Ji Eun, kau baik – baik saja?”

“ne, aku baik – baik saja.”

“”jelas Jung Shin. Ji Eun hanya diam dan tersenyum padanya. Setelah itu ia berjalan dan diikuti dengan Jung Shin dibelakangnya.  Jong Hyun membukakan pintu mobilnya untuk Ji Eun.”masuklah” apa kau mau pergi denganku?” Ji Eun melirik Jung Shin”tenang saja aku yang akan menteraktirmu

 

“gomawo”

 

Saat diperjalanan Ji Eun tidak banyak berbicaya. Mungkin bisa dihitung beberapa kali ia tersenyum ataupun tertawa kecil, itu semua berkat tingkah laku Jung Shin yang sedikit diluar akal sehat.

 

 

 

D CAFE

Mobil Jung Shin berhenti didepan sebuah restoran bergaya eropa di distrik Apgujeong.”apa kau suka dengan tempat makan yang aku pilih?”tanya jung Shin

“eung, aku suka. Tapi aku tidak ingin makan ditempat ini. Apa kau bisa membawaku ke taman, aku sedang ingin makan Sundubu jjigae

“baiklah, aku akan mengantarmu ketempat yang kau inginkan”

 

Mobil  JungShin pun sampai di sebuah toko yang berada dekat dengan taman kota. Ji Eun baru ingin membuka pintu disebelahnya, JungShin langsung menghalangi dengan tangannya.”Tunggu, biar aku saja yang membukakannya untukmu”

“tidak usah’menyingkirkan tangan Jungshin”apa kau tau kalau sikapmu itu bisa membuat seseorang salah paham, jadi kau bahkan tidak perlu melakukan ini” Ji Eun tersenyum lalu kemudian membuka pintu mobil itu.

“Ahjuma, tolong beri aku 3 botol soju dan Sundubu jjigae

 

“kau duduklah, aku akan menyiapkannya untukmu”

 

Ji Eun duduk dan tersenyum kearah JungShin. Raut wajahnya berbeda dari sebelumnya, ia lebih riang kali ini. Apa mungkin ia sudah melupakan masalahnya, atau ia tidak ingin ahjuma itu menghawatirkannya. Mereka terlihat begitu dekat.

“Apa kau mengenal ahjuma itu?”

 

”Tentu saja, dulu aku sering makan ditempat ini”

 

“dengan siapa?pacarmu?atau suamimu?

 

“tidak dengan keduanya” Ji Eun mendekatkan wajahnya kearah JungShin”apa kau tahu”sambungnya”sejak kenal denganmu aku bahkan tidak bisa menyukai seorang namja pun” Ji Eun sejenak terdiam ’tapi seorang pria membuatku sangat mencintainya. Dia juga sangat baik denganku. Namun sikapku membuatnya menghilang dari hidupku”

 

 

Jung Shin menuangkan soju ke dalam gelas Ji Eun. Ia masih memandangi wajah gadis itu, dan tersenyum kearahnya ketika Ji Eun menyadari ia memandanginya.”dia pasti pria yang sangat istimewa untukmu”

 

“Eung”

 

“sepertinya kau sudah mematahkan hatiku. Apa aku kurang tampan”bangkit dari tempat duduk dan berpose layaknya seorang model”apa aku sudah tampan”Ji Eun tertawa ketika melihat tingkah laku Jung Shin” kau tertawa. Emm, yepeuda”goda Jung Shin

 

“aissh,….berarti aku jelek kalau tidak tertawa”

 

“bisa dibilang seperti itu”jawab Jung Shin datar

 

Ji Eun mendekat kearah Jung Shin, sementara itu Jung Shin Berjalan menjauh”YA!awas kau!”teriak Ji eun

 

 

The man by your side, looks really not bad, never let him go

Oh because I’m sorry, because I’m thankful, that why I let you go. Though you dont understand, everything is fine, because you are in bliss.

Though it is not me, provided you are happy

Oh lalalalala I I I I I I

Oh though it is not me, provided you are blessed

Oh lalalalala I I I I I I I , (then I am) fine

 

Tanpa diduga- duga ternyata Jung Shin juga berada ditempat itu sebelum mereka datang. Ia membuka masker yang menutupi wajahnya dan tersenyum kearah mereka berdua” kau terlihat sangat bahagia sekarang, dan aku tidak akan menyesal dengan keputusanku meninggalkanmu. Aku benar-benar mencintaimu dan cinta itu tidak akan pernah hilang meskipun kau sudah tidak mencintaiku lagi. Maafkan aku kalau keputusanku ini menyakiti hatimu. Aku bahkan tidak menyukainya, tapi aku harus melakukan ini. Dan aku meninggalkanmu sekarang. Sekali lagi aku mencintaimu. Selamat tinggal”Jong Hyun bangkit dari tempat duduknya. Beberapa pria menggunakan seragam polisi menghampirinya dan menggandengnya sampai memasuki mobil polisi.

3 bulan kemudian

Ji Eun berjalan memasuki sebuah ruangan disalah satu sekolah didaerah Ilnam. Beberapa tanaman menjalar sudah menutupi tempat ini. Memang tidak aneh, karena tempat ini adalah tempat rahasia yang biasa Ji Eun datangi bersama Jung Shin, maksudnya Jong Hyun 12 tahun lalu. Langkahnya melambat ketika dihadapannya sudah ada bunga mawar yang telah mengering dan beberapa surat yang sengaja diletakan seseorang di atas meja. Ji Eun terduduk di tempat itu dan membuka beberapa surat. Sontak cairan bening mengalir dari kedua matanya yang memerah. Bibir dan tangannya juga bergetar.

 

To. Han Ji Eun

Apa kau masih mengingatku? Sepertinya kau tidak pernah mendatangi tempat ini. Kau bahkan membiarkan tempat ini di selimuti tanaman merambat yang membuat tempat ini semakin menakutkan. Aku merindukanmu.

Mungkin kau merasa aneh mendengar ini. Sekarang aku bukanlah Jung Shin yang kau kenal dulu. Aku sudah bertransformasi menjadi Jong Hyun, Lee Jong Hyun.

Tulisan setelah itu tidak terbaca dengan jelas

Aku Juga mencintaimu, bagaimana kau tidak memberitahu ku kalau kau juga mencintaiku. Kau bahkan tidak perlu menyembunyikan perasaanmu dalam coretan coretan diatas meja.

……………………….

Dari Beruang Han Ji Eun

 

3 thoughts on “[FF CONTEST] 라라라 (Lalala)

  1. agak bingung. jd jungshin yg dikenalnya dulu itu jonghyun? masa ji eun gak bisa bedain? apa wajah mereka sama. terus waktu jungshin ktemu jien…. aduh bngung thor,

  2. agak bingung. jd jungshin yg dikenalnya dulu itu jonghyun? masa ji eun gak bisa bedain? apa wajah mereka sama. terus waktu jungshin ktemu jieun…. aduh bngung thor,

  3. Sebelumnya gomawo udah baca ffnya. Seharusnya ff ini ada ber part2, tpi karena oneshot aq persingkat n banyak kejadian sebelumnya yg dipotong.
    Tpi komen chingu bakal ngebangun aq nantinya, sekali lagi gomawo

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s