[[FF EVENT – JONGHYUN BIRTHDAY]] Last Saengil Present

Title:  [[FF EVENT – JONGHYUN BIRTHDAY]] <Last Saengil Present>

Author:  @upleize

 

Rating: G

 

Genre:  Sad, Romance

 

Length:  Ficlet

 

 Cast:

 

Lee Jonghyun

Kim Hyun ri (OC)

 

Desclimer : the story is Author’s own plot… Kim Hyun ri as OC, and Jonghyun is belong to him self

 

Note :  Happy Reading!

 

Jonghyun POV

Hari ini aku akan mencari kado ulang tahun untuk ibuku. Kususuri jalanan, kali ini tanpa mobil. Aku berjalan kaki, memutuskan untuk mencarihal special untuk ibuku. Baru kali ini aku sibuk mencari kado ibu, aku terlampau sibuk, dan sering menuai protes. Hahahah… terkadangku merasa geli dengan tingkah ibu yang merengek meminta kado. Seperti anak kecil saja. Baiklah, kali ini akan kutemukan kado yang bagus untukmu bu.

Aku berhenti di depan sebuah toko kosmetik. Apa aku harus memberikan ibu kosmerik? Bedak mungkin?. Ahhh.. lee jonghyun! Apa yang kaulakukan? Kok bedak sih?. Aku melanjutkan langkahku. Kueratkan jaketku. Udara cukup dingin untuk siang hari seperti ini. Dan akhirnya kumasuki sebuah toko pakaian. Mungkin akan kutemukan sesuatu di sana. Beberapa saat kucoba mendekatkan baju baju itu ke dada. Mencoba mencocokkan selera ibu. Kudengar ada yang berbisik bisik? Terang saja, mereka pasti menganggapku aneh. Mencoba baju wanita? Hahahha.. sudahlah toh ini untuk ibuku.. bukan aku.. aku tidak peduli dan melanjutkan aksiku.

“tuan, ada yang bisa saya bantu?” kata seorang pelayan toko, aku tahu, dia penasaran denganku. Terlihat dari wajahnya.

***

Kuteguk Cappuchino Hangat. Ini membuatku lebih baik daripada terus terusan terkena udara luar. Aku sekarang berada di sebuah coffe shop. Sebuah café favoritku. Aku banyak menghabiskan waktu disini. Mengadakan meeting dengan klien atau hanya sekedar minum kopi sendirian. Kafe ini unik. Mereka menawarkan berbagai hiburan. Pemilik kafe ini adalah temanku. Sebetulnya kami berkenalan karena aku sering kesini. Aku pernah sekali bernyanyi dan bermain gitar untuk menghibur pengunjung. Dan satu yang unik. Menurutku sih. Di setiap meja, ada sebuah pot kecil yang ditanami bunga bunga yang segar setiap hari. Bukan bunga bunga plastik. Di setiap pot terdapat tempelan stiker dengan kata kata penyemangat. Aku secara diam diam ikut terhipnotis dengan setiap kata kata. Kadang semangatku bisa kembali saat membaca kalimat kalimat ini. Siapa yang menulisnya? Entahlah. Dan kata kata itu selalu berbeda setiap aku kembali kesini.

Aku tahu! Aku akan membelikan ibu bunga saja. Keteguk minumanku tanpa sisa dan segera bergegas mencari toko bunga. Langkahku terhenti saat mendengar…

“annyeonghasseo” Aku menoleh mencari sumber suara. Walau pengunjung kafe sedang ramai, suara gadis itu lebih lantang lagi. Dia tersenyum. Sangat ceria, dia sedang berbicara dengan manager kafe. Aku kembali duduk dan memperhatikannya. Bukan karena dia cantik, dia memang cantik. Tapi, Aku memperhatikan kotak yang dibawanya.  Sebuah kotak kardus yang berisi pot pot kecil yang ditanami bunga. Pot pot yang sama seperti di atas mejaku, dan meja pelanggan lain. Entahlah, aku merasa seperti dia sempat menoleh ke arahku. Tapi aku cepat cepat mengalihkan pandanganku. Gadis itu seorang penjual bunga. Aku ingin ikut dengannya, siapa tahu, dia akan merekomendasikan bunga yang bagus untuk kado ibu nanti?.

Hyun Ri POV

Lee Jonghyun, hari ini akhirnya aku bertemu lagi dengannya. Tapi aku harus mengantar bunga bungaku ke toko lainnya. Jadinya, aku tak bisa melihatnya lebih lama dan buru buru keluar dari kafe.

Aku hendak membuka pintu, saat seseorang ikut memegang gagang pintunya dan mendorong pintu terbuka. Oh, siapapun dia terima kasih, aku sungguh kerepotan membawa kardus dengan bunga bungaku ini. Aku menoleh pada orang itu.

“kam…..” aku melihat sosok Lee Jonghyun. Pria yang menyanyi di kafe waktu itu. Wah, akhirnya aku bertemu lagi dengannya. Wajahnya? Tampan, dan  Ramah, Wajahnya sangat ramah.

“ah, Jonghyun.ssi Kamsahamnida” lamunanku terbuyarkan dan aku segera menunduk meminta terima kasih

“eh? Kau mengenalku?” tanyanya heran, memang sih kami belum berkenalan

“aku Kim Hyun ri,  iya aku kenal anda” jelasku jujur

“bagaimana?” Jonghyun mengerutkan keningnya. Omo!  dia sangat…

“aku pernah menontonmu menyanyi disini,  jadi aku tahu.” kataku lagi, aku harus berusaha mengendalikan keadaan. Jujur saja, dia satu satunya penyanyi yang aku sukai. Walau dia bukan seorang penyanyi.

“ohh, nona Hyun ri ? Apa kau yang menjual bunga bunga itu?” jonghyun bertanya padaku. Aku tahu lambat laun hal ini akan terjadi.  Aku begitu menanti moment ini. Bertemu dengan Jonghyun. Dialah orang yang selalu memperhatikan kata kata yang kutuliskan di setiap pot. Manager dan para pelayan selalu menceritakannya padaku, tiap kali datang. Tapi pertemuan kami selalu tidak pas. Akhirnya aku hanya bisa mendengar cerita para pelayan. Mengenai tuan Lee Jonghyun yang selalu memperhatikan detil tulisanku. Menyalinnya di sebuah buku kecil. Atau menunggu hingga semua pelanggan pulang dan menyalin setiap kalimat kalimatku di setiap meja.

“Hyun ri ssi?” Jonghyun melambai ke arahku aku terkejut

“iya, aku… aku penjual bunga ” jelasku agak gugup

“baiklah, aku rasa aku butuh bantuanmu” Jonghyun kemudian menjelaskan maksud dan tujuannya. Dia ternyata ingin membeli kado bunga untuk ibunya. Wah, anak ini! Aku merekomendasikan jenis bunga dan perpaduan yang terbaik. Aku berharap ibunya juga suka.

Jonghyun POV

Semenjak saat itu, aku mulai akrab dengan Kim Hyun Ri. Gadis penjual bunga yang cantik. Diam diam aku menulis kata katanya yang ada di pot. Aku yakin, hingga dia melihat catatan kecilku ini, dia akan terkejut atau takkan mengira sudah sebanyak itu dia menulis. Aku memberikan catatan kecilku saat ulang tahunnya. Tak kusangka dia menangis. Entah sedih atau bahagia, itu pertama kalinya aku melihatnya menangis. Aku tak suka dia menangis. Sejak saat itu, aku berjanji takkan membiarkannya menangis. Hyun ri  gadis yang ramah. Sangat ramah dan ceria. Kami bersahabat. Usiaku lebih tua setahun darinya. Aku rasa, aku menyukainya lebih dari sahabat. Setahun belakangan aku menjadi lebih sibuk. Tapi berkat Hyun ri, akhir pekanku tak hanya kulewati dengan tidur, kami biasanya pergi menonton film, piknik, atau pergi memancing dan melakukan hal yang menyenangkan lainnya. Berdua.

Setahun kemudian, aku melamar  Hyun ri  agar dia menjadi pendamping hidupku. Walau kami Cuma sahabat tapi aku cukup mengenalnya. Kim Hyun ri. Aku berharap dia juga mencintaiku seperti aku mencintainya.

Hyun ri  menerima lamaranku. Dia bilang, dia juga mencintaiku. Sangat mencintaiku. Kami menikah. Aku rasa tak ada hal lain yang lebih membahagiakan selain ini. Dan tak ada yang lebih bahagia dariku.

Hyun ri POV

Aku dan Jonghyun akhirnya menikah. Harusnya tak kulakukan hal yang kejam ini. Aku… tapi… aku sangat mencintai Jonghyun. Aku juga ingin seperti yang lain, menikah dan punya anak. Jonghyun maafkan aku… maafkan aku…

“Hyun ri-ya! Jika kau mempertahankan bayi ini, akan membahayakan nyawamu!” hardik dokter padaku. Aku mengidap kanker Rahim stadium akhir. Mungkin sudah menyebar. Jonghyun tak tahu, dia benar benar tak tahu.

“tapi dokter, bagaimana bisa aku membunuh anakku sendiri? Anak Jonghyun, aku mencintai Jonghyun.” aku terisak. Jonghyun tidak bersamaku sekarang. Dia seperti biasa sibuk di kantor.

“kalau begitu kau harus memberi tahu Jonghyun!”

“tanpa memberi tahunya aku juga akan mati, lebih baik tidak usah dokter!”erangku pasrah

“aku mohon dokter, bantu aku mempertahankan bayiku ini, Cuma ini satu satunya yang bisa kuberikan pada Jonghyun, sebelum aku mati.” aku terisak hebat. Dokter kim merangkulku hangat. Dia sudah seperti orang tua bagiku. Orang tuaku sudah meninggal sejak aku kecil.

Terkadang Jonghyun suka curiga. Wajahku bisa akan memucat dan hendak pingsan. Kondisiku memang semakin memburuk. Aku tak ingin membuat Jonghyun khwatir. Aku berusaha sekuat tenaga melawan rasa sakitku. Memakan makanan yang baik  dan meminum obat secara rutin. Tuhan aku mohon, jaga anakku hingga dia lahir.

“kita ke dokter, harus.!” Jonghyun suka berkata tegas seperti itu saat aku mulai memburuk.

“aku sudah ke dokter sayang, biarkan aku istirahat saja.” aku selalu beralasan. Dan alasan itu selalu berhasil. Jika tidak berhasil, aku akan menyuruh Jonghyun mengantarku ke dokter Kim.

Usia kehamilanku memasuki trismester ketiga, Terima kasih Tuhan, Kau telah membantuku bertahan. Anakku sempurna. Dia lucu, kami, aku dan Jonghyun tak jarang pergi ke dokter untuk USG anak kami yang katanya Perempuan ini. Maafkan ibu nak, jika nanti ibu takkan bisa mendekap atau menggendongmu.

Jonghyun POV

Aku mendapat telpon dari Umma. Hyun ri  sudah mau melahirkan. Dia sekarang dibawa ke rumah sakit. Kupacul mobilku dengan kecepatan tinggi hingga sampai di rumah sakit. Hyun ri sedang berbaring. Dokter memanggilku ke ruangannya. Menjelaskan hal aneh yang membuatku sangat terkejut dan mungkin ingin mati sekarang juga, Hyun ri  mengidap kanker stadium akhir. Aku menangis sejadi jadinya, bahkan di hadapan dokter. Hyun ri kenapa kau menyembunyikan hal ini dariku? Tidakkah kau tahu? Ini sangat kejam? Tidak,  aku yang salah,  aku bukan suami yang baik.  aku bahkan tidak tahu kalau isteriku sakit.

“dokter tolong selamatkan dia dan bayinya, aku mohon pada anda..” aku meringkuk memohon pada dokter.

“aku akan berusaha Tuan, lebih baik anda berdoa, hanya Tuhan yang bisa menolong Hyun ri.” dokter Kim memelukku. Perasaanku tak karuan. Kuhapus airmataku dan mencoba menemui Hyun ri. Dia tidak perlu melahirkan secara normal. Mereka akan melakukan operasi.

“Hyun ri” kataku hati hati. Kupandangi wajah isteriku yang sudah memucat. Dia tersenyum lemah. Aku menggenggam tangannya erat

“Hyuna…. Berikan nama itu untuk anak kita…” kata Hyun ri lemah. Dia ingin memberikan anak kami nama HYUNA. Aku mengangguk tak kuasa menahan tangisku. Airmataku berguguran begitu saja. Hyun ri ikut menangis. Kami menangis sejadi jadinya. Aku berlutut di samping tempat tidur, dia memelukku erat.

Hyun ri POV

Aku sangat mencintaimu Jonghyun, lebih dari apapun di dunia ini, terima kasih, sudah mencintaiku.  maafkan aku. Aku harap kau menjaga anak kita dengan baik. Dan aku yakin kau akan menjaganya dengan baik.

Jonghyun POV.

Hyun ri meninggal tepat saat bayi kami diletakkan di sampingnya. Bayiku selamat. Kata dokter, Hyun ri bertahan untuk bayi kami, tapi nyawanya tak tertolong setelah terjadi pendarahan hebat.  Ditambah lagi, Kankernya sudah menyebar hingga ke otak.

Aku menangis, tapi tidak di hadapan bayiku, aku tidak mau menyambutnya dengan wajah kusutku. Aku ingin dia menjadi anak yang tegar dan kuat seperti ibunya. Aku mencintainya sebesar aku mencintai Hyun ri, Ibunya. Terima kasih Hyun ri untuk hadiah ulang tahunku tahun ini.  Walaupun kau harus pergi, tapi terima kasih telah tinggalkan Hyuna untukku.

Sejak saat itu, aku dan hyuna selalu merayakan ulang tahun kami bersama di makam Hyun ri. 15 Mei, hari lahirku, hari Hyun ri pergi, dan hari Hyuna lahir.

end

 

8 thoughts on “[[FF EVENT – JONGHYUN BIRTHDAY]] Last Saengil Present

  1. Ceritanya bgs bgt n mengharukan kan loch…sedih bgt. Demi cinta sama keluarga, hyun ri menyembunyikan penyakitnya. Kasihan jonghyun, jd pngn big hug hehehe. Aku suka alurnya n ceritanya. Good job ya

  2. Arrr Galau…….Saya Galau…..Galau…….Galau……..Galau……….JH nikah ya………Tapi ceweknya hadaw…….Saranghae JH…..Love author

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s