Value of Friendship (part 1 of 2)

posters

 

Title:  Value of Friendship (1/2)

Author: @upleize

Rating: T

Genre: Friendship

Length: Double Shot

 Cast:

Lee Jungshin (CNBLUE)

Kang Minhyuk (CNBLUE)

Kim Ji Won

Park Jiyeon (T-ARA)

 

Disclaimer:  the story is authors, and the cast are belong to them self

Note: Happy Reading !  (this ff has been published before in my private blog)

 

Jungshin dan Jiwon berjalan menyusuri sebuah setapak  menuju rumah mereka. Orang tua Mereka bertetangga sejak sebelum mereka lahir. Jadi, otomatis keduanya berteman sejak lahir mungkin. Hahaha sekarang keduanya sudah duduk di bangku SMA. Sebentar lagi mereka akan lulus dan berniat melanjutkan ke universitas.

                “JJ!!! Kalian sudah pulang?” teriak Ibu Jiwon saat keduanya sampai di depan rumah Ji Won. JJ adalah panggilan bagi keduanya, Jungshin-Jiwon. Ibu Ji won tampaknya baru ingin masuk ke dalam rumah saat kembali dari kedai membeli sesuatu. Kedua anak ini menoleh.

                “Omma!!!”Jiwon berhamburan memeluk ibunya.Jungshin tersenyum dan ikut mendekat. Dia mencium tangan Ibu Ji won yang sudah dia anggap sebagai orang tuanya sendiri.

                “Jungshin makan di rumah saja..ibu ayahmu sedang ke Busan tadi..” jelas Ibu Jiwon.

                “Busan???” Jungshin mengerutkan keningnya

                “iya… katanya ada lamaran kakak sepupumu Jonghyun.. jadi mereka harus kesana..”

                “Ya! Omma Aboji!!  sangat curang tidak mengajakku..” gerutu Jungshin

                “sudah sudah  ayo kita masuk.. dingin nih”

                “ayo shin!” Jiwon menarik lengan Jungshin masuk ke dalam rumah.

                “hari ini bibi masakkan makanan kesukaanmu, nanti makan yang banyak ya”

***

                “kau mau makan sesuatu?” ucap Jungshin tiba tiba menghampiri Ji Won yang sedang belajar di Perpus.

                “Hei! Shin ” Seru Ji won gembira, hari ini dia sudah cukup lelah terus terusan berkutat dengan buku dan tugasnya. Ji won sedang menyusun sebuah karya ilmiah untuk dilombakan

                “syuuuutt jangan keras keras..” Jungshin membekap mulut Ji won agar tidak lagi mengeluarkan suara. Mengingat ini adalah perpustakaan.

                “heheh entar siang, kita ke taman hiburan ya.. kau traktir aku es krim..” ucap Jiwon semangat, kali ini dia berbisik.

                “huh! Dasar..baiklah..” Jungshin keluar dari perpustakaan.

                Dia cukup popular di sekolah. Seorang kapten tim basket sekolah dengan tinggi diatas rata rata, nilai nilainya juga cukup memuaskan, semua berkat Ji Won yang pandai mengajarkan Jungshin tentang pelajaran pelajaran sekolah. Jiwon dan Jungshin sangat dekat.Tak jarang orang orang menganggap mereka sepasang kekasih. Banyak gadis yang merasa iri dengan Jiwon yang begitu dekat dengan Jungshin. Pasalnya Jungshin sendiri tidak terlalu banyak memiliki teman perempuan selain Ji Won.

                Sore itu Jungshin mengajak Jiwon ke taman hiburan pasar malam. Mereka menaiki setiap wahana yang ada di sana. Menikmati sore yang indah sambil menjilati es krim masing masing.

                “Kim Ji Won ssi? “ suara seseorang membuat “JJ” menoleh

                “Kang Minhyuk ssi” seru Ji won. Dia dan jungshin langsung berdiri.Jungshin tidak mengenal lelaki ini.

                “aku pikir itu bukan kau, sedang apa disini? Kencan kah?”Tanya Minhyuk dia memperhatikan Jungshin dan tersenyum. Jungshin membalas dengan senyum terbaiknya.

                “ah! Hehehe kenalkan ini Jungshin. Jungshin, ini Kang Minhyuk, dia partner Lomba karya Ilmiahku dari SMA Parang” Minhyuk menjulurkan tangannya, disambut hangat oleh Jungshin.

                “senang berkenalan denganmu” kata Jungshin ringan. Dia mengambil tempat es krim Jiwon yang sudah kosong dan beranjak dari sana mencari tempat sampah. Ji won dan Minhyuk memperhatikan Jungshin yang sudah menjauh.

                “dia kemana?”

                “oh.. hanya buang sampah Minhyuk, bagaimana pengerjaannya?” Tanya Jiwon saat memalingkan wajahnya

                “aku rasa kita perlu untuk bekerja bersama sesekali” jawab Minhyuk. Minhyuk dan Jiwon kemudian saling bertukar nomor telpon. Mereka berencana untuk bertemu dan menyusun karya tulis mereka.Tak lama kemudian Jungshin kembali.

                “kau dari mana?” Tanya Ji won

                “oh.. aku buang sampah trus ke toilet.” kata Jungshin singkat. Dia tersenyum pada Minhyuk.

                “oh”

                “eh, pulang yuk  nanti omma nyari loh..” Jungshin menarik tangan Jiwon.

                “Minhyuk, kami pulang dulu ya..”Jiwon dan Jungshin membungkuk.

***

                Semenjak hari itu, Minhyuk sering berhubungan dengan Jiwon.Entah itu membicarakan soal karya ilmiah atau hanya sekedar berbasa basi.Tak satupun kata kata Minhyuk yang tak Jiwon ceritakan pada Jungshin.Membuat Jungshin sedikit tertawa diam diam di dalam hati.

                “aku rasa Kang Minhyuk itu menyukaimu.” kata JUngshin saat mereka sedang berjalan di setapak yang sama.

                “menyukaiku? Tidak mungkin lah…”

                “loh? Kenapa tidak mungkin?”Jungshin bertanya lagi.Kini mereka berhenti di sebuah pohon sakura.Di kompleks mereka tinggal ada seorang warga jepang yang di rumahnya banyak sekali pohon bunga sakura.

                “kalau kau ditaksir banyak cewek, itu wajar… kau kan popular.. tidak sepertiku gadis biasa… mana mungkin Kang Minhyuk menyukaiku? Jangan bercanda..”Jiwon meraih ujung rambut Jungshin, walaupun dia harus melompat untuk menggapainya.

                “siapa bilang kau gadis biasa? Kau itu cantik chagi” Jungshin merangkul Jiwon.

                “benarkah? Makasih chagi” Jiwon nyaman dalam rangkulan Jungshin, dia merangkul pinggang sahabatnya ini. Mereka berjalan berangkulan. Panggilan “chagi” sering digunakan keduanya, bahkan di depan banyak orang. Bagi Jiwon, Jungshin bahkan lebih dari sekedar pacar begitupula Jungshin, mungkin karena keduanya belum pernah sekalipun jatuh cinta.

***

To : Jungshin.

Shin, hari ini aku mau ke rumah Minhyuk…

Sms dari jiwon

Jungshin mengetik balasan Untuk Ji won

To : Ji won

Hati hati…

                Minhyuk dan Jiwon tengah sibuk mengerjakan proyek karya Ilmiah mereka.Keduanya tampak antusias. Sesekali Minhyuk mencuri pandang kea rah Ji won. Memperhatikan keseriusan gadis ini. Mereka berkenalan saat kompetisi tingkat daerah. Dan untuk kompetisis tingkat nasional keduanya diapasangkan sebagai partner.Tak terasa kejadian ini berlangsung selama beberapa jam.

                “omoya! Sudah jam 11?” Jiwon menoleh ke arah jam dinding. Minhyuk ikut menoleh dan ikut terkejut. Jiwon menengok ke HPnya. Ada banyak panggilan tak terjawab. Dari Omma, appa, Jungshin, orang tua Jungshin juga. Jiwon segera bergegas membereskan buku bukunya.

                “Min, aku pulang dulu..sudah malam. nanti kita lanjut lagi” Jiwon segera pergi. Minhyuk mengejar Ji won.

                “akan aku antar kau pulang”

                “baiklah”

                “Kim Ji Won!” teriak Jungshin, saat Jiwon dan Minhyuk keluar menuju sebuah mobil.

                “Shin..” Jiwon berlari kea rah Jungshin. Jungshin menyodorkan helm.Ji Won mengambilnya.

Minhyuk POV

                Aku berniat mengantar Ji won Pulang, tapi dia..pria itu, Jungshin sudah menunggunya di depan. Ji Won menaiki motor pria itu dan mereka pergi. Aku kecewa. Aku rasa aku jatuh cinta pada Jiwon, tapi dia sudah punya pacar.

                Pagi itu aku berangkat ke sekolah seperti biasanya. Agak berbeda sebetulnya, Moodku tidak begitu baik pagi ini. Mungkin karena semalam. Aku melihat Jungshin pagi ini. Dengan motornya kurasa. Dan gadis yang diboncengnya. Kuperhatikan dengan seksama. Dia bukan Ji won. Tapi gadis lain. Seragamnya juga beda dengan seragam Jungshin. Apa Jungshin punya pacar lagi? Entahlah..yang jelas kalau itu terjadi, aku takkan memaafkannya.

***

Jungshin POV

                Hari ini Jiwon sakit. Aku tahu ini akan terjadi, dia keluar terlalu larut. Asal tahu saja, Jiwon itu alergi udara malam. Hmmm..aku yang salah, kenapa tak membiarkan Kang Minhyuk saja yang mengantarnya semalam? Aku malah serakah memintanya naik motorku, akhirnya dia sakit sekarang. Semoga dia cepat sembuh. Aku tak ingin dia sakit, kalau Jiwon sakit aku rasa aku akan sakit Juga. Pagi itu aku berangkat sekolah sendirian tanpa Jiwon. Aku terlalu sibuk memikirkan Jiwon, sampai sampai tak memperhatikan jalan dengan baik. Aku hampir menabrak seseorang, untung saja dia tidak apa apa. Hanya terjatuh danada luka lecet di kakinya.

                “nona, kau tidak apa apa?” kataku panik, gadis itu terjatuh di depanku

                “YA!Apa kau tidak lihat? Kakiku terkilir..apa kau tidak punya mata???” gadis itu berteriak ke arahku. Aku menyerngit. Hah! Bilang saja ingin aku mengantarnya, gumamku dalam hati

                “kau mau ke sekolah, mari aku antar..” kataku membantunya berdiri. Sudah kuduga, gadis itu tak berkata apapun, berarti dia setuju. Disamping keinginan terpendam gadis itu, aku yang salah, jadi hitung hitung menebus kesalahan nih. Gadis itu satu sekolah dengan Kang Minhyuk, SMU parang. Aku melihatnya masuk ke gerbang sekolah tadi.

                “terima kasih..”  kata gadis itu…

                “maafkan aku.. maaf.. apa kau tidak apa apa?” kataku membungkung.

                “tidak apa apa.. hanya terluka sedikit.” dia sepertinya terluka di bagian lutut. Berani beraninya aku berpikir buruk terhadapnya. Lututnya benar benar lecet dan perih sekali. Aku selalu ingat Jiwon suka panic jika ada luka di kakinya, menurut Jiwon, jika ada bekasnya, maka harga dirinya akan tercoreng. Aku benar benar merasa bersalah pada gadis ini.Aku mematung di hadapan gadis ini. Masih memperhatikan lututnya yang lecet.

                “sudah.. tidak apa apa… kau ke sekolah saja sana..” perintahnya menyadarkan lamunanku.

                “apa benar benar tidak apa apa?” tanyaku ragu

                “tidak apa apa kok..”

                “apa harga dirimu tercoreng?” tanyaku memastikan

                “maksudmu?”

                “yaaa… kalau ada bekasnya kan harga diri kalian wanita tercoreng.” kataku gugup

                “hahahahahah….” Gadis itu malah tertawa. Menertawakanku lebih tepatnya.

                “sekolah gih.. aku tak apa apa., dan harga diriku takkan tercoreng.” katanya lembut. Gadis itu berbalik dan meninggalkanku. Dia pincang, aku tahu, rasanya pasti sakit.

                Setelah bel pulang berbunyi, aku buru buru mengambil motorku, hari ini Jiwon tidak hadir, jadi tak ada yang perlu ditunggui. Aku berniat menemui gadis yang tadi pagi  aku tabrak. Demi apapun hari ini moodku jadi jelek, tak ada Jiwon ditambah lagi rasa bersalahku pada gadis itu. Aku menuju sekolah Minhyuk, menemui gadis itu. Akhirnya aku mendapatinya.Kali ini lututnya sudah diperban. Tapi jalannya masih pincang.Dia hampir terjatuh hingga aku menangkap tangannya. Gadis itu menatapku bisu. Dia cantik. Sangat cantik.

                “Jungshin..” Minhyuk menghampiri kami.

                “Minhyuk..halo..” kataku.. wajah Minhyuk hari ini tegang, entahlah, aku buru buru melepaskan genggamanku pada gadis itu.

                “Jiwon?” Tanya Minhyuk, aku tahu, bocah ini menyukai Jiwon

                “di rumah… “ kataku singkat, aku tak akan bilang kalau Ji won sakit, dia pasti akan bersi keras ke rumahnya. Walau bagaimanapun, Minhyuk adalah penyebab Ji won sakit.

                “baiklah, aku pulang dulu Jiyeon..duluan ya..” Minhyuk menyapa gadis itu. Oh,. Jadi namanya Jiyeon?.Peduli amat dengan minhyuk, aku membiarkannya berlalu begitu saja.Bocah itu kalau ada Jiwon pasti wajahnya sangat berseri. Aku akan menyelesaikan masalahku dengan gadis ini.

                “Hei ngapain kau kesini?” Tanya gadis itu, menepuk pundakku

                “a… aku akan mengantarmu pulang..” kataku cepat dan menyodorkan helm padanya. Mengantarnya pulang.Rumahnya tak terlalu jauh dari Kompleks rumah kami.

                “terima kasih” katanya seraya turun dari motor

                “namaku Lee Jungshin.” kataku, masih duduk di Motor.

                “aku Park Jiyeon.” dia menyerahkan helm padaku. Aku senang berkenalan dengan gadis ini.Walau kamu tak banya bicara, tapi aku tahu, dia gadis yang baik.

***

                Normal POV

                Ternyata berita mengenai Jungshin dan Kim Jiyeon cepat sekali terdengar di sekolah Jungshin. Jungshin kan sangat popular, jadi gossip baru tentangnya selalu update. Tapi kabar itu sedikit diedit menjadi Lee Jungshin pacari Kim Jiyeon, gadis SMA parang dan mencampakkan Kim Jiwon. Jiwon tak begitu mengetahui hal ini karena dia selalu di perpustakaan.

                “apa kau sudah  dengar gossip?” Jungshin berbisik di telinga Jiwon

                “gossip apa?” Jiwon penasaran. Mereka berlari ke taman belakan sekolah

                “gossip tentang aku mencampakkanmu dan memacari seorang gadis SMA parang” jelas Jungshin, dia menghirup es lilinnya

                “ya! Kau pacaran?Dengan siapa? Kenapa aku tidak tahu?” suara Jiwon melengking

                “heiii.. kau cemburu ya?” goda Jungshin

                “dengan siapa?” Tanya Jiwon mendekatkan wajahnya dia wajah Jungshin

                “biar kuperjelas, aku tidak pacaran dengan siapapun, gadis itu adalah kenalanku. Dan aku tidak akan mencampakkan Kim Jiwon. Aku mencintainya melebih seluruh isi dunia ini…”

                “aku juga mencintaimu Lee Jungshin.” mereka tiduran di rumput dan berpelukan satu sama lain.

                “Jungshin,..aku ingin jujur padamu.” kata Ji won

                “apa.???” Tanya Jungshin, dia juga sedang berpikir keras menebak nebak apa yang akan dikatakan Jiwon.

                “er…..err… aku malu….” Jiwon menutupi wajahnya dengan tangan

                “wae…??” Jungshin pastilah suudah tahu apa yang kana dikatakan sahabatnya ini

                “biar aku tebak… kau menyukai Kang Minhyuk?” Jungshin terkekeh melihat wajah Jiwon yang memerah. Sudah dia duga Jiyeon akan mengatakan hal ini.

                “benar kan?”  Jungshin memastikan, makin terkikik geli..

                “cieeeee.”

                “YA!!!!!!” mereka kemudian kejar kejaran, jungshin bersih keras akan menceritakan hal ini pada orang tua mereka dan mengejek Ji Won habis habisan.

***

Jiwon : Shin.. Minhyuk mengajakku keluar hari ini..haha!”

Jungshin : Ya! Kau mau pamer ya..cih!

Jiwon : hahaha.. memang!

Jungshin : oh baiklah… terserah kau saja..

Itulah isi pesan singkat duo JJ. .Jungshin langsung melempar ponselnya asal. Hari minggu ini dia akan tidur seharian. Membatalkan semua jadwal latihan basket atau latihan baris berbaris. Jungshin selalu terpilih menjadi pasukan paskibra karena dia tinggi.

Jiwon POV

Setelah memastikan wajahku sendiri di cermin, aku berlari keluar rumah dengan semangat. Aku janjian dengan minhyuk di taman. Ketengok jendela kamar Jungshin sebentar, baru kali ini aku tidak bepergian dengannya. Ah..biarkan saja, Jungshin sudah cukup lelah seminggu ini, mungkin dia tidur. Lagipula aku kan pergi dengan Minhyuk. Ngapain harus mengajaknya menjadi obat nyamuk kami nanti. Hahaha..aku tertawa kecil membayangkan Jungshin menjadi obat nyamuk. Kemudian kulanjutkan langkahku. Aku pergi ke taman.

Minhyuk sudah menungguku rupanya, dia tampan..sekali… jadi ini rasanya jatuh cinta? OMO… ada banyak kupu kupu di perutku. Hahahha.

“Min.. min sarimin…” kataku. Minhyuk menoleh dan tersenyum

“hei.. kau sudah datang?” katanya menyambutku.

“kita ke coffe shop itu yuk..” ajakku menunjuk sebuah coffe shop favoritku dan Jungshin, dia mengangguk dan mengikutiku. Kami duduk di lantai dua coffeshop itu.

“jadi? Ada apa?” kataku, sebelumnya Minhyuk mengajakku keluar ingin membicarakan sesuatu denganku.

“ehmmm..” gumamnya, aku mengerutkan keningku.

“apa?” kataku penasaran. Mata Minhyuk menangkap sesuatu, aku mengikuti arah matanya. Itu Jungshin..dan.. entahlah, dengan siapa dia?. Minhyuk kemudian duduk di sampingku.Menghalangi penglihatanku untuk melihat Jungshin dan seseorang. Dan mereka terlihat akrab. Jungshin punya teman yang tak aku kenali? Ah..nanti aku akan bertanya padanya.

“kau diam saja… tenanglah.. aku mengerti perasaanmu..”kata Minhyuk tiba tiba. Aku bingung, apa maksud dia?. Minhyuk aneh. Aku menurutinya untuk diam saja dan pura pura tidak melihat Jungshin. Jungshin ternyata hanya mampir membeli minuman favoritnya ice Mocca. Minhyuk kembali duduk di tempat semula. Dia memperhatikan wajahku. Aku pura pura tidak melihatnya. Aku gugup sekali kalau tindakannya seperti ini. Ya Tuhan… selamatkan aku dari tatapan Minhyuk ini. Aku rasa aku akan segera meleleh. Setelah itu, aku dan Minhyuk tak banyak bicara. Dia terus menggumamkan kalimat kalimat aneh. Aku tak mengerti, aku hanya mengangguk tanpa ekspresi saking gugupnya berada di dekat Minhyuk. Sampai sampai aku lupa bertanya mengenai hal yang ingin dia bicarakan tadi.

Minhyuk POV

Jungshin benar benar keterlaluan. Bersama gadis lain di depan mata Ji won. Jiwon pasti sangat terpukul. Dia tak banya bicara hari ini.Tampak murung dan sedih. Dia pasti sangat shock karena melihat Jungshin bersama gadis lain.

“Jiwon, bagaimana kalau kita pulang saja..” tanyaku membuyarkan lamunannya. Jiwon mengangguk dan aku mengantarnya pulang.

***

                Jungshin POV

                Entahlah, aku tidak bisa tidur siang hari ini. Omma dan aboji lagi gak di rumah. Mereka menghadiri pernikahan Jonghyun Hyung di Busan. Tinggallah aku sendirian di rumah. Lebih baik aku keluar menghirup udara segar. Kupacu motorku dan berhenti di depan sebuah kedai toppoki…ahhh..baiklah aku akan makan Toppokki disini. Jiwon tidak ada, jadi aku bisa menghabiskan satu porsi penuh. Kalo bareng Jiwon jatahku pasti akan lebih sedikit. Ini kesempatanku. Hahahah…

                “ahjumma.. Toppokki satu porsi, kuahnya yang banyak..” kataku cepat. Aku kemudian duduk di bangku bangku yang disediakan.

                “Jungshin ssi?” seseorang memanggilku

                “Jiyeon? Hei!! “ itu Jiyeon. Seperti biasa, Jiyeon hari ini juga cantik

                “makan toppokki? Boleh gabung?” katanya seraya menarik sebuah bangku di dekatku. DEG! Aku rasa jantungku baru saja melompat. Harus kuakui pria manapun akan terpikat dengannya. Gadis ini sangat cantik.

                “kita beli minum yuk.. aku ingin Minum ice Mocca dengan krim yang banyaakk!” seruku.. dia tertawa melihatku. Omoya! Jiwon dimana kau.. bisakah kau menyelamatkan aku saat ini? Aku rasa aku akan meleleh.

                “ayukkk.. aku juga mau pakai krim yang banyakkk!” katanya, dia menarik lenganku.

                “bibi.. kami mau beli minum dulu!” teriakku pada bibi penjual Toppokki.. aku kembali memboncengnya. Kim Jiyeon. Namun kali ini sensasinya beda. Aku rasa Kim Jiyeon telah naik tingkat di tingkatan hatiku.Kekeke… kami mampir di sebuah Coffeshop. Coffeshop favoritku dan Jiyeon. Karena antrian di lantai satu cukup panjang, aku memutuskan untuk memesan di lantai 2. Kebetulan saja aku dan Jiwon punya kenalan disini, akhirnya kami bisa memperoleh minuman tanpa antri lagi.

                “Shin… Jiwon tuh…!” Haera, pelayan coffeshop kenalan kami.Dia menunjuk tempat Jiwon duduk.Aku menoleh namun pura pura tidak melihatnya. Minhyuk duduk di dekat Jiwon. Minhyuk, pria ini agresif sekali..ckckck… awas saja kalau macam macam pada Jiwon.

                “dia sedang kencan… biarkan saja..” kataku asal. Jiyeon memperhatikan pembicaraan kami. Diapun ikut melihat tempat duduk Jiyeon dan Minhyuk. Setelah pesanan kami jadi, kamipun keluar dari sana dan kembali ke tempat Toppokki.

                “itu tadi Kang Minhyuk kan?” kata Jiyeon padaku.

                “iya….kau mengenalnya? Ah! Ya..kalian satu sekolah kan?” aku menjawab sendiri pertanyaannku. Hari ini aku kehilangan kesempatan memakan toppokkiku secara utuh lagi. Pasalnya kini aku berbagi dengan Jiyeon. Gadis itu mengangguk.

***

                Minhyuk POV

                Aku rasa Jiwon dan Jungshin sedang bertengkar hebat.Jadi, ini kesempatanku untuk menjemput Jiwon ke sekolah. Tapi begitu sampai di depan rumahnya, aku melihat Jungshin dan Jiwon sudah naik motor bersama. Sial! Rayuan macam apa yang dicurahkan pria jangkung itu. Benar benar brengsek dia! Bisa bisanya selingkuh, dan meminta maaf dengan mudah… Jiwon juga sih..masih saja mau percaya sama dia… yah.. itulah kesimpulanku.. Jungshin..pria ini harus dikasih pelajaran!.

                Normal POV

                Jungshin dan Jiwon duduk di kantin bersama.Tadi pagi sudah tak ada waktu lagi untuk mengobrol. Cuma jam istirahatlah waktu yang tepat untuk ngobrol.

                “gimana? Kemarin sama minhyuk?” Tanya Jungshin

                “apanya yang gimana? Bête ih…” Jiwon menggerutu

                “kenapa? Apa dia melakukan sesuatu padamu?”

                “kami hanya ngobrol.. dan tidak lebih!”

                “memangnya apa yang kau harapkan?” jungshin terkekeh

                “aku berharap kami seperti Ha jiwon dan Hyun Bin di drama secret garden!” umpat Jiwon lemas

                “jangan kebanyakan nonton drama..!! belum tentu  Minhyuk suka padamu..” cibir Jungshin

                “kau yang Bilang Shin… L” Jiwon lemah, dia memasang tampang kusut..

                “aku hanya bercanda… Minhyuk suka padamu kok..“ Jungshin menyeka kepalanya.

                “Shin, kemarin kau sama siapa?”

                “kau melihatku?”

                “tentu saja..”

                “kenapa tak menyapaku?”

                “entahlah Minhyuk menyuruhku diam…”

                “oh..”

                “jadi ?siapa dia?” Jiwon mengulangi pertanyaannya

                “itu Park Jiyeon, gadis cantik yg kutaksir” kata Jungshin cepat sebelum Jiwon benar benar menangkap maksudnya.

                “apa kau bilang?”

                “tidak hehehe..”

 

***

                Setelah berminggu minggu menyusun karya tulis. Akhirnya tibalah hari lomba Minhyuk dan jiwon. Mereka mengadakan lomba di kantor Gubernur di kota seoul. Jungshin mengantar Jiwon seperti biasanya. Seumur hidup Jiwon dia selalu mengikuti lomba lomba yang bergengsi. Dan tak ada pengantarnya selain Jungshin. Orang tuanya selalu sibuk saat Jiwon akan mengikuti lomba.

                “Jiwon ah…” teriak Jungshin saat Jiwon hendak masuk bersama Minhyuk dan peserta lainnya. Jungshin merentangkan tangannya.Jiwon berlari memeluk Jungshin. Minhyuk mengepalkan tangannya cemburu.

                “ini.. pelukkan penyemangatku..” ujar Jungshin mengusap rambut Jiwon

                “berkat pelukanmu ini aku dan Minhyuk akan menang…”

                “apa aku harus memeluk Minhyuk juga? Hahaha..” Jungshin melepaskan pelukannya.Dia dan Jiwon menatap Minhyuk.

                “hei.. mana mungkin Minhyuk mau dipeluk olehmu? Hahaha..”Jiwon dan Jungshin tertawa.

                “Sudah sana..aku rasa Minhyuk cemburu dengan pelukkanku tadi..” Jungshin berbisik.Jiwon memukul bahu Jungshin.Mereka kembali tertawa.

                “baiklah.. tunggu sampai aku selesai..” Jiwon berlari.Jungshin mengangguk dan mengacungkan jempolnya.

***

Jungshin POV.

                Hari ini aku kembali mengantar Jiwon mengikuti lomba.Semoga dia menang lagi.Kuberinya sebuah pelukkan penyemangat yang biasa kuberikan. Aku rasa Minhyuk cemburu melihat kami. Ah..biarkan saja. Siapa suruh dia belum belum juga mengungkapkan perasaannya? Ckckc…

                “wah.. mengantar pacar ya?” Jiyeon..itu suara Jiyeon. Aku menoleh. Kudapati dirinya lengkap dengan seragamnya.

                “Jiyeon? Ngapain kau kesini?” tanyaku sambil tersenyum

                “aku jadi delegasi juga..” jelasnya membalas senyumku

                “kamu mengantar pacarmu?”

                “bukan.. dia itu… Jiwon..sahabatku..”jelasku jujur. Jiyeon tampak tak percaya.Aku dan Jiwon memang terlihat sedikit lebih mesra daripada sahabat.Apa dia cemburu? Ah! Apa yang aku pikirkan.

                “oh.. Jungshin, besok kau datang ke ulang tahunku ya?” katanya..dia mengundangku? Aku terdiam tak percaya

                “ini alamat rumahku, kau boleh mengajak Jiwon..” katanya sembari menyerahkan kertas alamat rumahnya.

                “baiklah, kami akan datang.. “ kataku cepat.

                “sampai ketemu besok ya..” dia berbalik dan masuk ke dalam gedung.

***

                Normal POV

                Jungshin dan Jiwon akan ke pesta ulang Tahun Jiyeon. Walau tidak mengenal Jiyeon, Jiwon bersih keras ingin ikut. Jungshin berencana tidak mengajaknya. Padahal Jiyeon yang mengundangnya datang bersama Jiwon.Jungshin akhirnya menyerah saat Jiwon terus terusan merengek minta ikut seperti anak kecil.

                “Ya! Kim Jiwon, mau dandan berapa lama..?” celetuk Jungshin muncul di kamar Jiwon

                “Kau! Lebih baik keluar..aku kan belum selesai… Ommaaaa!!!! “ Jungshin mencubit hidung Jiwon sampai memerah kemudian berlari keluar kamar.

                “ayo berangkat….”

                Pesta ulang tahun Jiyeon cukup meriah. Tak ada yang Jiwon kenali disini. Dia terus menggandeng tangan jungshin. Sementara Jungshin yang popular, cukup banyak yang di kenal.Akhirnya mereka mendapati Jiyeon sedang berbincang dengan seseorang. Kang Minhyuk.

                “Jiyeon-ah..”Jungshin menarik tangan Jiwon menghampiri Jiyeon dan Minhyuk.

                “oh.. Jungshin?”

                “selamat ulang tahun ya…” Jungshin menyalami Jiyeon.

                “kau pasti Jiwon kan?” Jiyeon menyalami Jiwon

                “iya.. selamat ulang Tahun…”

                “Minhyuk?Kau?” Jiwon baru menyadari keberadaan minhyuk. Jungshin bisa merasakan genggaman tangan Jiwon yang mengeras. Dia terkekeh pelan. Kemudian melepas pelan pelan tangannya.Jungshin bisa menangkap tatapan Minhyuk yang cemburu padanya.

                “Jiyeon ini temanku..” jelas Minhyuk singkat.

                “Minhyuk, bisa kau ajak Jiwon mengambil minum? Aku perlu ke toilet…” Jungshin berdalih. Tanpa menunggu jawaban Minhyuk, jungshin langsung berjalan meninggalkan mereka.

                “aku akan menyusulnya, aku rasa dia akan bingung mencari toilet..” Jiyeon menyusul Jungshin. Sekarang tinggallah Minhyuk dan Jiwon.

***

Minhyuk POV

                Aku rasa aku akan segera menghajar si brengsek Jungshin malam itu juga. Dia?Pura pura ke toilet padahal menemui Jiyeon. Taktik selingkuh yang licik. Kasihan Jiwon yang selalu tertipu olehnya ini. Aku akan menghajarmu Lee Jungshin. Aku mengajak Jiwon mengambil minuman. Mencoba mengobrol dengannya. Sepertinya Jiwon sudah tahu perselingkuhan Jungshin, dia selalu diam dan tak mencoba memulai pembicaraan semenjak kejadian di kafe itu. Aku kasihan padanya.Aku mencintai gadis ini. Dan takkan membiarkan dia disakiti lagi oleh lee Jungshin brengsek itu.

                “Jiwon kau ini kenapa?” tanyaku, aku membuyarkan lamunannya.Jiwon kaget dan menoleh ke arahku.

                “tidak aku tidak apa apa Minhyuk..” jawabnya datar. Dia menghirup minumannya

                “tinggalkan Jungshin..” kataku to the point

                “maksudmu?” jiwon mengertutkan kening. Aku tahu dia menyembunyikannya dariku

                “dia itu pria jahat… brengsek!” aku geram, suaraku agak meninggi.

                “Minhyuk, jangan berbicara seperti itu tentang Jungshin..” suaranya juga mulai meninggi. Oh, baiklah. Jiwon, cinta memang buta, jelas jelas Jungshin menghianatinya kenapa dia masih membela pria itu? Gadis ini benar benar bodoh

                “aku mohon tinggalkan Jungshin!” suaraku merendah. Dia menatapku tak percaya. “ada aku.. yang mencintaimu..” kata kata itu terlontar begitu saja. Aku sedikit menyesal mengeluarkannya, tapi sudahlah. Ekspresi Jiwon tidak tertebak. Dia..aku tak tahu dia marah atau apa..

                “apa kau bilang?” dia berbisik

                “aku menyukaimu… jadi tinggalkan Jungshin Brengsek itu!”

                PLAK! Jiwon menamparku keras… sakit, dia berdiri menatapku nanar

                “jangan pernah menyebut Jungshin seperti itu!” erangnya. Aku mengelus pipiku dan melihat Jiwon berlari.Aku ikut berdiri dan hendak mencari Lee Jungshin. Jika Jiwon membenciku biarlah, asal aku bisa membalas rasa sakit Jiwon pada pria itu.Kudapati dia sedang bersama Jiyeon duduk di sebuah bangku. Mengobrol dengan ceria. Tapi… tunggu, disana ada jiwon.Berdiri di hadapan mereka, dengan tampang lesu. Sialan kau Lee Jungshin…………….TBC

 

4 thoughts on “Value of Friendship (part 1 of 2)

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s