We’re Family

we are family..

 

We’re Family

Author : Mona

Genre  : AU, Family (?)

Length : One Shoot

Rating  : G

Cast     :

–          Lee Jong Hyun (CNBLUE)  -> Appa

–          Park Ri Rin (Author)          -> Eomma

–          Kelvin                                 -> Lee Dong Ju

–          Kevin                                  -> Lee Dong Woon

–          Mei                                    -> Lee Ji Hee

–          Laurent                              -> Lee Ji Won

–          Marius                               -> Lee Yong Wook

–          Kenza                                 -> Lee Yori Mitsu

–          Kenzy                                 -> Lee Yori Shin

Disclaimer : Milik saya seutuhnya kecuali tokoh-tokohnya

Note    : Saking banyak tokohnya saya sampe bingung buatnya, tapi tak apalah asalkan Miss Sang Ra seneng

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Disebuah rumah megah dan mewah, terdengar suara riuh dari dalam sana. Suara itu sangat mengganggu bahkan sampai membuat beberapa tetangga sebelah rumah itu terbangun. Tapi semua tetangga di sana sudah memaklumi suara itu setiap harinya.

“Yak! Yori Mitsu cepat duduk!” teriak seorang yeoja yang mungkin berumur 25 tahun

Terlihat beberapa kristal bening mengalir di wajahnya, dia terlihat sangat lelah mengejar anaknya yang sedari tadi berlari. Tapi Ri Rin –nama yeoja itu- tidak pernah menyerah, inilah resiko yang harus dijalani nya setiap hari. menjadi seorang ibu rumah tangga, mempunyai banyak anak, belum lagi mengurus suaminya yang merupakan seorang musisi dan aktor. Ini memang merupakan hal yang berat baginya, tapi inilah pilihannya, menikah dengan Lee jong Hyun salah satu gitaris di CNBLUE, yang terkenal di Korea.

“Eomma, eomma sudah capek ya?” tanya Yori Mitsu anaknya yang ke-6, sambil tersenyum meledek ke arah Ri Rin

“Ne, hosh.. hosh.. Maka dari itu duduk dan makanlah!” kata Rin dengan napasnya yang terengah-engah

“Oh tidak bisa eomma, kau harus menangkap ku dulu, hahaha…” kata Mitsu lalu berlari lagi

Memang Lee Yori Mitsu anak yang sangat aktif, maka dari itu Rin tak pernah memberinya makanan yang manis. Yori Mitsu, dia lahir di Jepang saat Ri Rin dan Jong Hyun sedang berlibur di Jepang, Yori Mitsu mempunyai seorang kembaran, namanya Yori Shin, tapi Shin berbeda dengan Mitsu, Shin lebih suka duduk manis dan menonton TV, seperti yang sekarang sedang dilakukannya, menonton kartun kesukaannya, Sinchan. Ri Rin tersenyum melihat Shin yang sedang tertawa di ruang keluarga. Untung saja Shin tak seperti Mitsu.

“Eomma! Ayo cepat sini! Uweeee” teriak Mitsu sambil memeletkan lidahnya

“Yori Mitsu! Lihat saja nanti kau!”

 

Baiklah dari pada melihat Eomma yang sedang mengejar anaknya, kita beralih tempat ke salah satu anak yang satu-satunya tak mempunyai kembaran di keluarga Lee ini.

“Lee Yong Wook!” panggil seosangnim di depan kelas

“Ne Jung seosangnim”

“Kerjakan soal no 6”

“Ne” jawab Yong Wook

Di saat Yong Wook berdiri dan berjalan menuju ke depan, beberapa yeoja di kelas itu menatapnya sambil tersenyum, ada beberapa anak yang menggigit ujung pulpennya, ada yang menggigit bibir bawahnya sendiri, ada juga yang menggigit buku sampai robek (?).Semua guru di sekolah itu sudah tahu, banyak yeoja di sekolah ini terpesona dengan Yong Wook, bagaimana tidak? Wajah putih, tinggi, dan juga tampan, tatapan matanya yang sangat lah menakjubkan setajam silet (?)

 

Selanjutnya dari keluarga Lee kembali, dengan 2 saudara kembar.

“Ji Hee! Lips gloss mana?”

“Aish, berisik banget sih diem dong ga liat apa eon aku lagi make bulu mata anti badai Syahrini nih!”

“Ish.. lama!”

Ji Woon pun yang kesal menunggu terlalu lama sedari tadi mengambil kotak make-up milik Ji Hee lalu, mengambil lips gloss nya namun nihil, saat Ji Woon ingin memoleskannya, lips gloss itu telah habis.

“Ji Hee, kau pakai lips gloss sebanyak apa?”

“ Dikit sih eon, cuma aku pinjemin ke temen-temen aku di sekolah”

“MWO?!”

 

Selanjutnya 2 anak yang benar-benar berbeda dengan yang lainnya, mereka berdua kembar baik fisk, maupun kejiwaan (?)

“Dong Woon! Nanti sepulang sekolah ada tawuran, mau ikut?”

“Tentu hyung, why not?”

“Bagus!” kata Dong Woon sambil memberikan jempol ke arah Dong Ju

Dong Ju hanya tersenyum kepada Dong Woo, lalu memasang kembali earphone di telinganya.

 

Come back to house..

Suara sebuah mobil mulai terdengar dari luar rumah itu. Suara halus dari mobil hitam yang sedang berjalan masuk ke dalam rumah itu dan memarkirnya dengan cepat.

“Appa!” teriak Mitsu sambil memeluk appanya yang baru keluar dari mobil

“Wah, anak appa.. kau senang hari ini?”

“Tentu” jawab Mitsu dengan semangat

Lalu Jonghyun menggendong Mitsu di bahunya. Dan Mitsu kecil pun mulai bercerita tentang kesenangannya hari ini. Sementara Jonghyun mendengarkannya dengan seksama dan terkadang tertawa mendengar cerita anaknya.

Sesampainya didalam rumah, Jonghyun melihat rumah yang sangat berantakan. Matanya mengerjap-ngerjap, dan mulutnya menganga lebar. Didepannya, terlihat dua orang yeoja yang sedang berkejar-kejaran, dan dua orang namja yang wajahnya lebam, dan dua namja itu sedang mengompres wajahnya.

Jonghyun pun segera menurunkan Mitsu dari bahunya. Lalu melangkahkan kakinya, naik ke atas dengan tangga spiral di depannya. Wajahnya terlihat sangat marah. ‘Eomma macam apa ini? Rumah sangat berantakan dan juga anak-anak yang tak bisa di atur’, pikir Jonghyun dalam hati. jelas, sebagai seorang appa dia sangat marah. Apa lagi istrinya tak dapat mengurus rumah dengan baik. Jonghyun pun membuka kenop pintu kasar. namun rasa marahnya seketika memudar, begitu melihat istrinya tertidur, dari kejauhan Jonghyun dapa melihat istrinya sedang sakit, wajah Ri Rin sangat pucat.

“Aish, wae? Kajja ke dokter” kata Jonghyun sambil menggenggam tangan istrinya

“Anio.. Cukup tidur saja”

Jonghyun menarik napas lalu membuangnya kasar.

“Akan ku masakan bubur untuk mu”

Lalu Jonghyun melangkah pergi meninggalkan kamarnya.

Pandangan matanya terlihat sangat marah. Bagaimana tidak? Eomma mereka sedang sakit tapi diantara anak-anak nya tak ada yang memperhatikan eomma mereka.

“Shin, kumpulkan hyung dan noona mu di ruang keluarga”

“Ne, appa” jawab Shin lalu melangkah pergi meninggalkan ruang TV

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Dong Ju, Dong Woon. Kalian anak tertua di rumah ini. Tidak sadarkah kalian?”

“Ne, appa kami sadar” jawab Dong Ju dan Dong Woon bersamaan

“Tapi apa yang kalian lakukan tiap harinya? Hanya tawuran! Kau tak tahu eomma mu sedang berbaring di ranjang?”

“MWO?!” jawab semua anak di ruang keluarga itu

“Sampai eomma kalian sakit saja, kalian tidak tahu?! Anak macam apa kalian ini?!”

Jonghyun pun segera berjalan ke dapur. Menyiapkan panci untuk memasak bubur. Tak lama munculan 7 anak itu dan berdiri di belakang Jonghyun sambil menundukkan kepalanya.

“Appa, mianhae” kata Ji Hee pelan

“Ne” jawab Jonghyun singkat tanpa mengalihkan pandangannya

“Appa” panggil Ji Won kepada appanya

Tapi appanya sama sekali tak menggubris panggilan anaknya. Dong Ju yang kesal melihat appanya seperti itu mulai membuka mulut.

“Appa, setidaknya jawablah panggilan kami, kami memang salah, tapi kami butuh pengarahan dari appa”

Jonghyun pun memutar badannya. Lalu melirik ke tiap anaknya. Tatapan tajam Jonghyun membuat semua anaknya tertunduk

“Dong Ju, Dong Woon, kalian selalu pulang dengan wajah babakbelur. Eomma mu selalu mengobati mu setiap malam. Ji Hee, Ji Won, tak sadarkah kalian bahwa eomma kalian selama ini hanya kalian anggap pembantu? Dia memasak, mengurus rumah sendirian, sementara kalian hanya sibuk di depan meja rias”

Jonghyun kembali membuang napas

“Ne appa.. Mianhae” sekarang Dong Woon yang menjawab

Yong Wook yang telah mengerti maksud appanya dari tadi segera mengambil alih memasak bubur. Jonghyun hanya tersenyum melihat Yong Wook yang mengerti lalu mengacak rambut anak itu pelan.

“Lalu kalian?” tanya Jonghyun sambil menatap ke-enam anaknya yang masih diam.

Ke-enam bersaudara itu masih diam berdiri, bingung mau melakukan apa. Mereka memasang wajah bingung mereka. Memang Yong Wook lah yang sangat pintar di keluarga itu. Tak lama wajah mereka memancarkan sinar, tanda mengerti dengan semua ini. Mereka pun segera bergegas pergi dari dapur itu.

Dong Ju dan Dong Woon segera merapikan rumah itu, membereskan bantal-bantal ke sofa. Mereka sibuk mengurus ruang tengah. Lalu, Ji Hee dan Ji Won mencuci baju yang ada di dekat mesin cuci. Sementara ke 2 adik kecil mereka duduk tenang memperhatinya hyung dan Nona mereka yang sibuk mondar-mandir sedari tadi. Mitsu yang sedari tadi memutar-mutar kepalanya melihat Dong Ju mondar mandir memegang palanya. Sepertinya dia pusing sedangkan Yori Shin hanya mentertawai saudaranya itu.

Mungkin, beberapa hari ke depan mereka akan sibuk seperti ini. Tapi mereka terlihat senang melakukan semua itu. Tampak dari wajah mereka sebuah senyuman tulus saat melakukan semua pekerjaan itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

NEXT DAY

Pagi ini tak seperti biasa, keluarga Lee hampir telat melakukan aktivitasnya. Mulai dari Jonghyun yang sedang berlari memandang jam hitam di pergelangan tangannya. Sepertinya dia akan terlambat ke konser hari ini. Lalu ke-enam bersaudara yang keluar seperti barisan keluarga semut, mulai dari Dong Ju, Dong Woon, Ji Hee, Jie Won, Mitsu, dan Yori Shin. Mereka menaiki mobil yang berbeda dengan appa-nya. Jonghyun menggunakan mobil sport hitam, sedangkan anak-anaknya menggunakan mobil Crossover SUV berwarna putih agak ke abu-abuan.

“Pak Kim, antar aku dulu ya” kata Ji Hee secepat kilat

“Ah anio, aku dulu” sahut Ji Woon tak mau kalah

“Aku” kata Ji Hee sambil membesarkan matanya

“Aku!”

“Ah, sudah, sudah!” kata Dong Ju menenangkan

“Yang diantar duluan anak yang paling kecil, jadi Mitsu dan Yori Shin yang pergi duluan!”

Ji Won dan Ji Hee hanya bisa menunduk kesal sambil mem-poutkan bibirnya masing-masing. Dan sampailah mereka di taman kanak-kanak Mitsu dan Shin pun segera turun dari mobil.

“Bye hyung, bye noona” teriak Mitsu dan Shin sambil melambaikan tangan mereka

Lalu, pintu mobil pun tertutupp kembali, tujuan selanjutnya adalah sekolah Ji hee dan Ji Woon. Seperti biasa tak hanya di rumah saja, bahkan sebelum sampai di sekolah mereka ber-make-up ria terlebih dahulu. Ji Hee menepuk-nepukkan bantalan bedak ke pipinya. Sedangkan Ji Woon sibuk berkaca merapikan poninya yang cetar membahana tak ada saingannya.

“Pai-pai Hyung, muachh” pamit Ji Hee dan Ji Woon sambil memberikan kiss-bye mereka dan mengedipkan sebelah mata mereka

Dong Ju dan Dong Woon pun bergidik ngeri melihatnya. Lalu segera menutup pintu mobil. Tak terlalu jauh dari sekolah Ji Hee dan Ji Won sampailah Yong Wook di sekolahnya. Tanpa pamit dia melangkahkan kakinya, tiap langkahnya di sertai aura dingin. Tapi itulah yang membuat beberapa yoja terpesona padanya. Tapi sayangnya aura dinginnya kali ini terkalahkan dengan aura seorang yeoja. Tiap langkahnya membuat para namja meliriknya, rambutnya yang terbang tertiup angin *untung ga copot* *abaikan   Yong Wook pun memutar tubuhnya sambil menatap yeoja itu yang sedang berjalan dan tersenyum padanya. Lalu dia membuat tangannya seperti berbentuk pistol. Yang artinya ‘I like you’.

Sementara di sekolah, Dong Ju dan Dong Woon, berlari dengan tergesa-gesa memasuki sekolah. Napas mereka masih terengah-engah untungnya guru killer mereka belum datang.

“Hyung, tumben telat?” tanya seorang namja

“Ne, tadi ngurus rumah dulu” jawab Dong Ju lalu duduk di kursinya

Seketika itu juga kelas tertawa. Mereka menertawai jawaban Dong Ju.

“Napa pada ketawa?! Ga suka?!” bentak Dong Woon tak suka pada teman sekelasnya

Dong Ju berusaha menenangkan adiknya, agar tak menggunakan kekerasan sesuai janji mereka pada appa. Tak lama seorang namja tinggi datang ke kelas itu.

“Dong Woon Hyung.. Gawat nih gawat”

“Gawat kenapa?” tanya Dong Woon heran

“Gajah makan kawat” jawab namja itu

Dong Ju pun melayangkan jitakannya.

“Appo, Dong Ju hyung!” ringis namja itu

“Tadi ada yang ngajak tawuran” kata namja itu lagi

Dong Ju dan Dong Woon pun memasang wajah lesu mereka. Namja di sana pun bingung dengan kejadian ini.

“Kenapa hyung?” tanya namja itu sambil melihat Dong Ju dan Dong Woon bergantian.

“Kami tak bisa ikut” jawab Dong Ju mewakili saudaranya

“MWO?! Wae hyung?” tanya namja itu kaget dan sedkit histeris

Dong Ju dan Dong Woon adalah ketua dalam tawuran, dan mereka berdua tak pernah absen jika ada sekolah yang menantang mereka. Tapi kali ini mereka berdua tidak bisa ikut dan sepertinya sekolah mereka akan kalah saat ini. Dong Ju adalaha orang yang sangat ahli dalam taekwondo, semua anak di sekolah sudah tahu itu, karena mereka tahu kalau Lee Jong Hyun, alias appa mereka berdua sabuk hitam, dan Dong Woon orang yang ahli dalam strategi, otaknya sangat cerdas, mampu memikirkan semua masalah dengan cepat.

“Ne, kami sudah berjanji dengan appa” kali ini Dong Woon yang menjawab

“Aish bagaimana ini?” tanya namja itu dengan wajah prustasi

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Di tengah siang yang terik itu, Lee Jonghyun sedang mengendaai mobil sport hitamnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dan berhentilah dia di depan sebuah sekolah. Dia sengaja datang ke sana, karena kabarnya akan ada tawuran di situ, Jonghyun ingin memastikan kedua anknya itu datang atau tidak ke tempat itu.

30 menit berlalu, Jonghyun keluar dari mobil sport hitamnya begitu melihat sekelompok orang berkumpul di tempat itu. Dan Jonghyun menangkap dua sosok orang di matanya, orang yang sangat dia kenal, Dong Ju dan Dong Woon. Jonghyun menghela napas kasar, dia sudah tahu pasti kedua ank itu akan tawuran lagi. Dia kembali bersandar, sambil menikmati pemandangan di depannya, dua sekolah yang akan bertemu dan mengadakan perang. Di lihatnya kedua anaknya akan memimpin tawuran itu.

Tapi sebuah hal yang mengejutkan terjadi, kejadian itu sangatlah menyentuh hati Jonghyun. Dia melihat kedua anknya mengulurkan tangan ke arah lawannya. Dan dapat di dengarnya dri kejauhan suara anak nya yang berteriak.

“Lebih baik kita bersahabat, bukankah bersahabat itu lebih indah?” tanya Dong Ju

“Cih.. besahabat dengan kalian? Jangan mimpi!” jawab salah satu anggota lawan tawuran

“Bagaimana hyung apa tetap harus tawuran?”

“Ya, mau bagaimana lagi” jawab Dong Woon sambil melipat lengan bajunya dan bersiap-siap

Tak lama datanglah seorang namja sambil tersenyum ramah. Dong Ju dan Dong Woon pun kaget dan berteriak bersama.

“APPA?!”

“Ne, appa di sini.. Boleh ikut?”

Dong Woon dan ong Ju saling bertatapan dan tersenyum. lalu kembali menatap appanya sambil menganggukkan kepala mereka.

“Baiklah, SERANG!!!!” teriak Jonghyun

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Malam ini rumah Jonghyun terlihat sepi seperti biasanya, bahkan sangat sepi. Tak ada teriakan-teriakan ank kecil di dalam sana. Ji Hee dan Ji Won yang sedang di kamar, mereka sedang melipat baju sambil meneriska baju-baju itu. Sementara Dong Ju dan Dong Woon sudah terlelap dalam mimpi indah mereka. Yong Wook sedang belajar di kamarnya dia membaca sebuah buku tentang bagaimana menjadi sesorang yang ramah. Dan Si kembar Mitsu dan Yori Shin sedang tertidur lelap.

Sementara seorang yeoja sedang terbaring di ranjangnya, menggunakan selimut tebalnya, sambil tersenyum. Entahlah, tak ada yang tahu apa yang di pikirkannya. Tak lama pintu kamar itu terbuka.

“Hyun, Kau sudah pulang?”

“Ne, kenapa belum tidur?” tanya Jonghyun pada Rin

“Ne, aku menunggu mu pulang”

Jonghyun pun duduk di samping ranjang istrinya

“Tidurlah, aku sudah pulang kan?”

“Ne, bisakah kau besok pulang cepat?”

“Umm, baiklah aku usaha kan” jawab Jonghyun lalu merapikan selimut

~~~~~~~~~~~~~~

NEXT DAY

Hari ini tak seperti kemarin, ke-enam bersaudara tidak terlambat. Justru mereka berangkat lebih awal hari ini.

“Hey, kalian akan beri kado apa untuk appa?” tanya Dong Woon terlebih dahulu

“Bagaiman kalau kita beli gitar untuk app hyung? Bukankah kita punya tabungan?” jawab Dong Ju cepat

“Ah, benar baiklah pulang sekolah kita beli gitar” jawab Dong Ju lagi

“Ji Woon, bagaiman kalau kita belikan appa baju?”

“Ah kau benar jadi sehabis pulang sekolah kita beli baju dan beli kue tart” jawab Ji Hee sambil tersenyum

Sementara Yong Wook hanya diam membisu, tak ada kata-kata yang di keluarkan dari bibirnya.

“Kau mau memberi apa Yong Wook?” tanya Ji Hee pada adiknya

“Entahlah aku masih memikirkannya”

“Bagaiman kalau kau yang membeli kue tart nya, nanti kita berangkat bersama”

“Ah baiklah, mungkin aku akan menemukan sebuah kado untuk appa”

Dan si kembar Mitsu dan Yori Shin, sibuk mendiskusikan sendiri hadiah mereka. Hyung dan noonanya pun tak mau ikut campur urusan mereka.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

AT NIGHT

Malam itu suasana rumah Lee sangatlah sunyi senyap. Hanya ada beberapa lilin yang menyala. *yang jelas ga mati lampu ya* Mereka tengah sibukmenentukan siapa yang membawa kado, kue tart dan topi ulang tahun. Tapi kedatangan eomma mereka membuat mereka melihat kearh yeoja itu.

“Loh? Kok eomma keluar? Kan eomma lagi sakit, tidur aja eomma.. tenang kuenya bakal di tinggalin kok” kat Mitsu dengan polosnya

“Aish, eomma tak ingin kuenya kok” kata Ririn berpura-pura tak melihat kue tart itu, padahal rasanya dia ingin melahap langsung kue tersebut

Tak lama suara sebuah mobil terdengar. Mereka pun bersembunyi di balik tembok. Jonghyun melangkahkan kakinya sedikit ragu karena baru saja pukul 7 malam, tapi rumah itu sudah gelap dan sepi.

“Appa pulang” teriak Jonghyun lalu menutup pintu rumahnya

Dan munculan seberkas cahaya dari 2 arah dan terdengar suara-suara seperti nyanyian.

saengil chukha hamnida saengil chukha hamnida, saranghaneun  uri appa saengil chukha hamnida” nyanyi mereka bersama-sama

                Jonghyun hanya tersenyum haru kepada mereka. Lalu Dong Ju dan Dong Woon maju bersama sambil membawa gitar mereka.

“Appa, happy birthday appa” kata mereka berdua

                Jonghyun membukan tangannya seperti ingin memeluk kedua anaknya, Dong Ju dan Dong Woon pun menjatuhkan diri mereka ke pelukan appnya. Tapi mereka malah jatuh ke lantai karena Jonghyun malah mengambil gitar pemberian mereka dan memeluk gitar itu.

“Wah gitar…” kata Jonghyun sambil memeluk gitar itu seperti anak kecil yang baru mendapat boneka

“APPA!” terik mereka semua serempak

                Jonghyun pun tersenyum ke arah mereka. Lalu kembali mmeluk Dong Ju dan Dong Woon

“Wah, terimakasih kadonya” kata Jonghyun

“ne, kami juga berterimakasih pada appa yang sudah membanu kami tawuran waktu itu”

“MWO?!” teriak ke-empat anak bersama eommanya

“Ne, aku membantu mereka, karena mereka itu bijaksana, mereka telah membujuk lawannya untuk bersahabat tapi mereka ngotot jadi aku membantu mereka”

                Lalu mereka semua berpelukan seperti teletubies, sayangnya mereka ada 9 orang sedangkan teletubies ada 4 orang yaitu, lala, tingkiwingky, dibsie, pooh *jadi promosi teletubies –“* back to topic. Lalu satu persatu dari mereka memberi kaado masing-masing. Dan tibalah giliran Ririn.

“Jonghyun, it’s for you” kata Ririn sambil memberikah sebuah kotak kecil sperti tempat kacamata

“Apa ini? Apa kau memberiku kacamata?”

“Anio, lihat saja”

                Jonghyun pun melihat kado itu dan tertawa girang lalu memeluk istrinya. Memeluk istrinya erat.

“Jadi karena ini kau sakit huh?”

“Ne”

                Kado yang tadi sempat Jonghyun pegang pun di lemparkannya ke belakang. Dan Dong Ju menangkapnya lalu ke-enam akan itu berkumpul dan melihat kado appnya itu.

“MWO?! ADIK LAGI!” teriak mereka bersama

END

~~~~~~~~~~~~

Gimana? Pada bingung? Mian garing.. Dan pada tau kan kadonya itu apa? Yaitu alat tes kehamilan, jadi mereka akan punya ank kedelapan sama kesembilan mungkin ..

Tolong commentnya ya, dan udah pernah di post di wp saya di http://4mewith1maginew02ld.wordpress.com/

 

17 thoughts on “We’re Family

  1. Aigoo~Jonghyunnie~Cnblue mau punya anak berapa??????kau mau bikin Kesebelasan ya??????????konyol pakai bgt

    • Aish.. segitu aja kayak’a cukup deh.. hehehe mianhae bikin ke konyolan yang gak mungkin, dan gomawo dah baca.. ^^

  2. busyet dah umur baru 25 anaknya udh segitu banyaknya. sampai susah nginget nama2nya. KB dong rin. 2 anak cukup.

    tg kocak jg punya kluarga bsar kyak gt.

  3. Hwa hahaha….. sngat sangat menarik dan menghibur😀 JongHyunnnnnnn kamu hebat bgt, mpe pny 7 ank, dn bentar lg bakal nambh jd 8/9 ank,,hahahaha…. bagus bgt idenya ,,** aku jg mau bikin ank yg byk ah sm My lovely MinHyuk,,,WKkkkkkk

    • Hahaha.. aku seneng bisa menghibur yg baca.. Wkwkwkwk.. ditunggu ya anaknya sama Minhyuk..😀 Gomawo dah baca ^^

  4. kocak! wkwk bapak yg aneh –a anaknya mw meluk mlh ngambl gitas ckck. bagus thor, cma aku bingung aja itu jonghyun niat bgt punya anak ya –a baru 25 taun udh bejibun anakny –a
    lucu thor n unik!

  5. Ff’a gokil abisssss,
    N happy b.day abang hyun
    semoga ntar udah punya keluarga, menjadi keluarga yg rame jg ya

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s