[FF CONTEST] See my eyes

See my eyes

Agita nama gadis itu, ia termasuk salah satu mahasiswa beruntung yang dapat mengikuti beasiswa dari kementrian pendidikan untuk menyelesaikan S2 nya di Korea selatan.

Ia berangkat dengan mempersiapkan segalanya sejak 2 tahun terakhir, basic bahasa yang dimilikinya sudah lebih dari cukup untuk dijadikan bekal tinggal dan belajar di Universitas setingkat KAIST University Korea selatan.

Menjelang pukul 10 malam pesawat yang ditumpanginya bersama sekitar 11 orang lainnya  tiba di Incheon airport korea selatan. Suhu dan tekanan udara yang berbeda memaksa Ia dan rekan lainya melakukan adaptasi yang tidak terlalu mudah,mereka  memang bukan tiba pada musim dingin, tapi mendekati dingin, saat itu sedang musim gugur di negeri gingseng itu.

Setelah cukup terbiasa dengan iklim dan juga perbedaan waktu dikorea barulah rombongan diangkut dengan sebuah bus menuju kedutaan besar Indonesia yang ada di ibukota korsel Seoul.

Begitu mereka tiba di kedubes RI, atau lengkapnya tiba di Embassy of the Republic of Indonesia, 55, Youido-dong, Youngdeungpo-ku, Seoul, Republic of Korea. Rombongan lantas disambut gembira oleh bapak  Nicholas Tandi Dammen selaku duta besar Indonesia untuk korsel.

Pengarahan dan juga fasilitas pendukung bagi para peserta disampaikan dengan teliti. Karena ini merupakan salah satu sumbangsih Negara untuk rakyatnya para siswa yang dinyatakan lulus beasiswa ini mendapatkan banyak kemudahan, diantaranya fasilitas tempat tinggal dan uang saku bulanan.

Beberapa kelompok dibuat untuk menentukan lokasi mereka tinggal selama menyelesaikan studi S2 ini di Korea. Namun ada yang ganjil, diantara nama nama yang disebut, Angita dan seorang pemuda lainnya kalau tidak salah ia berasal dari ranah minang tak kunjung dipanggil akhirnya si pemuda memutuskan angkat bicara

“ Permisi pak, maaf tapi nama saya belum disebutkan.” Katanya

“ Oh? Yang bener de,. Coba siapa lagi yang namanya belum disebut.”

Agita mengangkat tangannya. Salah seorang pegawai yang memegang berkas disana terlihat mengangkat alisnya, dan bicara dengan orang orang penting lainnya disana.

“ Siapa nama anda” Tanya si pemegang berkas. Gita dan pemuda dari tanah padang itu menyebutkan nama kami.

“ Di universitas apa beasiswa kalian ajukan?” tanyanya lagi. Pemuda itu sekali lagi menjawab Ia memilih Sogan University di daerah Mapo gu. Semua orang terperangah itu adalah salah satu universitas yag masuk kategori 10 besar universitas paling unggul saat ini di korea selatan.

“ Dan,.. anda nona muda” wanita itu tersenyum pada Gita, menunggu kejutan mungkin karena orang yang baru saja ditanyanya memberi kejutan cukup besar. Sangat malah.

“Sungkyunkwan University di Jongno Gu” kata Angita dan sontak saja orang yang berada disana bertepuk tangan.

“ Bravo,. Hebat sekali kalian bisa masuk kateogri 10 besar universitas terunggul disini”

Setelah lama berdiskusi panitia menyimpulkan bahwa benar benar tidak ada lagi tempat yang bisa diberikan pemerintah Indonesia sebagai tempat tinggal untuk dua mahasiswa bidang Saince and Tehnology tersebut. Dan sebagai kompensasi uang bulanan mereka akan ditambah oleh pemerintah Indonesia “berdo’alah bisa mendapatkan beasiswa agar beban kalian berkurang” kata bapak Nicholas.

Langkah Agita gontai, bagaimana ini bisa menimpanya, mencari kostan dinegeri yang bahkan baru pertama kali di injaknya itu entah kenapa terasa teramat berat. Padahal yang lain sudah mendapat tempat yang cukup layak. Akhirnya selama seminggu ia tinggal di rumah bapak Nicholas sebelum akhirnya ia menemukan sebuah kostan yang sangat jauh dari letak kampusnya berada. Ya tempat itu ada disekitar Ceongdam-dong, Gangnam-gu. Tempat itu sangat jauh. Cukup. Namun, karena daerah itu menjadi pertengahan antara kampusnya dengan gedung KBRI ia memilih tempat itu sebenarnya bisa saja didaerah lain yang lebih dekat. Namun rasa sreg itu langsung muncul begitu saja saat ia melihat langsung daerah dan lokasi kostannya. Banyak sekali kedai dan café disekitar tempat kostnya. Dan menurut beberapa temannya (sudah berkenalan dengan peserta lain) disana terdapat beberapa perusahaan music yang berdiri, diantaranya FNC Ent.

Awal perkuliahannya begitu lancer, meski sesekali ia mendapat masalah akibat jarak yang jauh dan rute yang rumit. Ia kelelahan dengan semua itu sebelum akhirnya terbiasa. Agita berangkat sekolah pukul setengah 5 pagi dan nyaris selalu pulang diatas jam 10 malam.

Tahun berlalu sudah dua tahun lebih ia menjalani hidup seperti itu. Pergi pulang kampus, mengerjakan tugas, laporan dan juga banyak lainnya tanpa istirahat atau sekedar rehat pergi bersama penerima beasiswa lainnya. Hanya jika libur semester saja ia bisa sedikit bernafas lega, membuka keran airnya lebar lebar untuk sekedar menjaga agar otaknya tetap senormal manusia lainnya dan bukannya menjadi robot dari ilmu pengetahuan.

“Gita ah,. Liburan kali ini ayo pergi ke Busan. Pantai disana bagus sekali. Mengingat disini tidak seperti di Indonesia yang bisa dengan mudah kita menemukan ombak bergulung.” Ajak Sun Ha temannya di kelas.

“ Ya,. Atur sajalah,. Aku ingin pergi ke KBRI hari ini, ada telfon masuk yang sepertinya cukup penting.” Kata Gita.

>>

“ Jadi transfer bulananku akan dikurangi?” Tanya gita dengan wajah sedikit cemas

“ Untuk sementara begitu, karena menurut kementrian luar negeri tidak adil jika ada yang mendapat dana lebih dari yang lainnya” jawab wanita berkacamata yang duduk disebrang meja gita

“ Tapi mereka kan sudah dapat tempat tinggal dan saya belum, sampai saat ini saya masih menyewa kamar untuk tinggal dan biayanya juga lumayan, jika tidak ada tambahan akan sulit rasanya,.”

“ Tapi kan kamu bisa coba melamat pekerjaan disini. Lagi pula ini sudah tahun ketiga seharusnya ini sudah mulai mudah bukan.” Gita menggigit bibir bawahnyasementara tangannya bertautan membentuk kekuatan untuk dirinya sendiri.

Gita Pov

Aku meninggalkan KBRI dengan naik kereta menuju kediamanku di Gangnam gu. Sebenarnya sudah lama terbesit pikiran untuk melamar pekerjaan disalah satu perusahaan disini. Tapi jadwal kampusku tak pernah lengang. Terlalu padat. Apa aku coba mencari pekerjaan sedernaha saja ya,. Yang tidak jauh dari rumah dan bisa kukontrol dengan baik jadwalnya.

Minggu-minggu ini, jadwal kuliahku sering bentrok sehingga yang biasanya full day ini menjadi setengah hari. Keluargaku di Indonesia memang selalu memberikan uang setiap bulannya, tapi hei,. ! aku tinggal didistrik paling keren dan juga mahal di Seoul. Gangnam! Setelah menghabiskan 3 hari penuh berfikir aku mengajukan sebuah surat lamaran magang di sebuah kedai masakan jepang. Dan tebak apa yang terjadi. Tentu saja langsung diterima!

Aku bekerja tiap jum’at dan sabtu dari pukul 3 sampai 10 malam. Gajinya ternyata lumayan. Dan dengan bekerja ada lebih banyak interaksi yang kulakukan dengan orang asli korea. Kenapa? Karena kalau di kampus individualnya berasa banget. Walaupun secara keseluruhan menyenangkan, jika kau bisa menikmatinya tentu saja.

Entah ada angin apa sore tadi, tiba-tiba saja kedai ini dibanjiri pengunjung. Bosku tuan Takamura meminta para pegawainya untuk lembur. Ya dan diantara pegawai lainnya aku juga termasuk yang terpaksa lembur. Dimataku orang jepang itu adalah orang- orang yang gila kerja. Selama mereka punya waktu selama itu pula mereka bekerja.

“Onee chan,. Biasanya kalau ramai begini jam berapa kita pulang?” tanyaku pada seorang senior asal jepang disana

“Mungkin sekitar pukul 1 pagi paling larut, nande?”

“ Aniya,. Hanya saja rasanya tubuhku sudah remuk” laki laki bermata sipit itu menepuk pundakku sambil tersenyum. “ Berjuanglah!” katanya.

>>

Malam itu sudah menunjukan pukul setengah 12 malam, pelanggan mulai banyak berkurang. Hiro onee chan sudah selesai dengan tugasnya. Dia melambai padaku saat hendak pulang. Sementara masih ada 2 meja lagi yang jadi tanggunganku. ‘cepatlah pulang hei,.’ Aku mendengus kesal dalam hati. Dan benar saja 5 menit kemudian 2 pasang kekasih dimeja berbeda itu pulang setelah membayar bill. Hanya tinggal membersihkan piring yang ini lalu aku bisa pulang.

Tuan Takamura tersenyum melihat kerjaku sepertinya ia menilai aku seorang yang kompeten dan bertanggung jawab. Ya,. Dia benar hehe,.

“ Gita sudah selesai?” Tanya tuan Takamura. Dia adalah pemilik sekaligus koki di kedai ini. Aku mengangguk mendengar pertanyaannya sambil membersihkan meja yang kotor tiba tiba terdengar suara berdering dipintu. Suara yang kalau bisa lebih baik ‘tak ada lagi’. Karena itu artinya ada pelanggan lagi masuk. Aku melihat tuan Takamura membimbing orang orang itu ketempat terbaik kedai ini. Aku terlalu letih untuk membalik badan dan mencari tau siapa empat orang yang baru saja masuk itu. Sepertinya orang penting.

Aku dengan malas menenteng nampan yang berisi sup rumput laut sisa pengunjung. Okelah bukan malas tapi sudah terlanjur letih. Dan tanpa sengaja saat berjalan didepan pengunjung baru itu, kakiku tersandung hingga membuat tumpah sisa makan malam dua muda-mudi korea tadi.

“ Ya!” saut orang yang bajunya terkena tumpahan.

“ Astaga gommen,. Mianhae,. ”  aku menunduk

“ Jonghyun-ah,. Tenanglah,” kata seorang pria yang secara fisik lebih rendah dari pria yang tertubruk olehku. Sepertinya aku mengenali mereka, sering ada di poster poster iklan pinggir jalan.

“Oi!! Gita san,. Apa yang kau lakukan!” bentak tuan Taka. Sial disaat kupikir dia akan menaikan gajiku, aku malah dapat masalah.

“ Maafkan aku, sungguh tidak sengaja” kataku. Namun tuan taka malah memukul kepalaku. “Baka! Apa aku tau mereka tamu penting! Gommenasai CN BLue” kata pria jepang tua itu sambil membungkuk. “ Pegawaiku akan membayar dengan cara apapun untuk kesalahan ini.” Lanjutnya yang sontak membuat nafasku tercekik “ Apa pun?! Aku? Tanggung jawab. Astaga tempat ini benar benar gila.” Dalam hati aku berdo’a semoga saja orang orang ini mau berbaik hati dan memaafkanku begitu saja. Tapi sepertinya aku salah. Lihat si jangkung yang berdiri di samping pria dengan ukuran mata yang paling sipit, ia tersenyum seperti mendapatkan ide.

“ Seminggu menggantikan pekerjaan maid kami,” katanya

>>

“ Tapi itu tidak sebanding dengan biaya laundry yang hanya beberapa won ajusshi.” Protesku

“ Hoo,. Jadi ini wajah asli orang orang Indonesia? Tidak punya kompeten dan juga tidak mau bertanggung jawab”

“ Mwo?!” sial. Apa pula maksud orang tua ini, baik. Akan kubuktikan padanya kalau orang Indonesia punya kompeten lebih dari apa pun. Menyinggung negaraku berarti menyinggungku. Lihat saja akan kubuktikan dengan pelayanan terbaik.

>>

Pagi ini gita mengutuki dirinya sendiri, seharusnya ia sadar kalau si jepang itu hanya memancingnya. Malam tadi tepatnya pukul satu malam selepas kepergian CN Blue dari kedai Gita mengajukan protes untuk kesepakatan yang mereka buat namun akhirnya ia sendiri yang dengan semangat terakhir mengatakan menyanggupi semuanya.

“Haah,. Ya Tuhan,.. disini aku seorang mahasiswi tapi kenapa malah harus jadi TKI?” keluh gita sambil berjalan menuju apartement milik CN Blue yang untungnya tidak terlalu jauh dari kostannya. Normalnya untuk seorang sarjana S2 gita seharusnya sudah lulus bebrapa bulan yang lalu,. Namun karena tertarik mencoba 2 jurusan akhirnya beasiswanya diperpanjang dan waktunya berada di korea bertambah menjadi 2 tahun lagi. Yang artinya empat tahun ia harus berada di negeri gingseng.

Ia berhenti dibangunan yang terbilang cukup elit dan kelihatannya sewanya sangat mahal. Sebuah poster iklan konser terpampang di seberang jalan. ‘mata yang meyakinkan’ bisik gita pada dirinya sendiri.

>>

Bel berbunyi, Gita masuk didampingi Minhyuk. Mereka sudah berkenalan sebelumnya. Setelah menunjukan apa saja yang harus Gita lakukan, Minhyuk masuk kekamarnya dan membiarkan gita memulai aksinya bersih bersih.

“Yeoja!” panggil Jonghyun

“Ne?”

“ Apa kau bisa memasak?”

“Ya,. Tapi aku tak akan melakukan itu” jawab gita sambil mengepel lantai.

“ Bagaimana jika aku katakana pada bosmu?” gita mendelik melihat orang ini, sikapnya benar benar absurd, seperti telah kehilangan rasa malunya bertahun tahun yang lalu.

“ Setelah aku mendapat gajiku bulan ini, aku tak akan bekerja disana lagi”

Cukup kata kata itu yang perlu gita sampaikan, Jonghyun bungkam dan masuk ke kamarnya lagi.

“Hyun, Shin,,.. kaja! Pali ah,. Manager sudah menunggu!” panggil Yonghwa. Tak lama jungshin dan jonghyun keluar dari kamar mereka masing masing dan bergegas pergi keluar. Sementara Gita masih mengurusi pakaian yang berserakan didekat mesin cuci.

>>

Minyuk pov

Teman-temanku sudah pergi, hari ini hanya aku yang tidak ada kegiatan. Jadi yonghwa hyung bilang untuk mengawasi gadis yang akan membersihkan rumah kami.

“ Agita sshi,. Apa sudah selesai?” tanyaku, karena aku melihatnya duduk manis didapur.

“ Tinggal membuang sampah dan menunggui baju yang sedang dikeringkan” katanya

Aku mengangguk melihat hasil kerjanya yang rapih dan bersih. Untuk pertama kalinya aku merasa senang ada orang baru dalam dorm kami. Entah rasa ini mengartikan apa, namun gadis asal Indonesia ini punya mata besar yang bersinar.

you have fallen for me
the beginning started coincidentally for us.
at first, i’d never knew this would be love even in my dream, but it is.

 

“Pekerjaanku sudah selesai, bisa aku pulang sekarang” pamitnya

“Ne,. apa kau akan kembali ke kedai?” tanyaku iseng saja.

“ Aniya,. Aku akan kekampus”

“ Kau mahasiswi?”

“ Ya,. ” jawabnya ringan, astaga kenapa tidak ada yang bilang dia juga seorang mahasiswi, tentu pekerjaan ini memberatkannya bukan? Haish! Terkutuk kau tukang shushi!

“ Apa? Astaga, kau tidak terlambat?”

“ Sebenarnya pasti akan terlambat”

“ Baiklah kalau begitu biar kuantar dengan mobilku.” Ia mengangkat tangannya menolak dengan lembut, “.. pasti akan menimbulkan masalah” katanya namun aku memaksa, dan akhirnya dia menerima.

>>

your heart keeps going thump thump
you keep smiling at me and starting to love me without even realizing it.
you have fallen for me, fallen for me, melted in my sweet love.
you have fallen for me, fallen for me, mesmerized by my charming gaze.

Gita POV

Ini hari ke 6 aku menjadi maid di apartement CN Blue, hanya jonghyunlah yang sejak awal bertemu terus bersikap menyebalkan padaku, sisanya sangat baik. Terutama Minhyuk, aku kesulitan membaca apa yang dipikirkannya karena matanya terlalu sipit. Tapi entah kenapa setiap hari rasanya semakin dekat dengannya, ia mengirimiku pesan tiap malam, sejak malam pertama. Sepertinya aku mulai menyukai mereka. Charisma seorang bintang yang tetap rendah hati.

Jonghyun pov

Aku memanggilnya yeoja sejak awal dia masuk dan bersikap kasar, menyebalkan padanya. Bukan itu maksudku sebenarnya, aku hanya tak tau bagaimana memulainya. Hatiku berdegup sejak pertama kali melihat matanya. Ya,. Sejak ia tak sengaja menumpahkan kuah sup itu dibajuku. Aku berteriak padanya dan seketika terdiam saat ia mendongak padaku. Aku tak pernah percaya pada ungkapan ‘cinta pada pandangan pertama’ namun sepertinya akulah yang justru terkena karma itu.

love always comes unexpectedly like destiny.
it soaked me like shower i’d never know it was love.
even eyes closed, i occur to you from time to time.

Ini hari keenam dirinya berada disini, hubungan kami memang datar, tapi kulihat dia cukup dekat dengan Minhyuk. Aku ingin coba mendekatinya.

Kulihat Gita sedang berada didapur mencuci piring, “Kudengar nasi goring dinegerimu sangat enak,” ia tersentak melihatku namun kemudian tersenyum membalas senyumku “ya, sangat enak”, jawabnya “ Bisakah sekali saja coba buatkan untukku” pintaku. Dan keajaiban macam apa ini, dia menyetujuinya.

Gita pov

Aku membuatkan nasi goring untuk jonghyun, ku pikir ada baiknya aku berbaikan dengannya disaat saat terakhir, mengingat aku sudah akrab dengan 3 orang lainnya.

“Gita ah,,..!”

Jonghyun memanggilku dengan suara kencang. Membuatku tanpa sengaja mengiris jariku. Astaga kenapa orang korea suka sekali mengageti orang lain dengan teriak teriak sih? Aku mengaduh dan langsung mencuci jariku diair yang mengalir. Jonghyun nampaknya juga terkejut melihat darah di jariku, aku tak pernah mengerti sikap absurdnya karena tiba tiba saja dia menarik tanganku dan memasukan jariku yang masih sedikit berdarah ke mulutnya. ‘kau bukan vampire kan!’

Deg!

whenever you see your face blushing, you fall in love with me without even realizing it.

you have fallen for me,

            Aku benci mengakui ini setiap malamnya, aku tak peduli dengan pesan yang dikirim Minhyuk tiap malam, aku ingin orang ini. Yang ada didepanku, menatapku dengan mata yang membuatku sesak. Apa dia mendengar degub jantungku?!

>>

Ini hari terakhir aku menjadi maid pribadi CNB. Minhyuk menyapaku pagi ini dan mengatakan sangat berterima kasih telah bekerja sama dengan baik. Jungshin dan Yonghwa juga mengatakan hal yang sama, menyenangkan karena pada akhirnya kami bisa berteman. Sebagai hadiah perpisahan mereka mengajakku makan, namun ditengah jalan tiba tiba saja jungshin dan yonghwa membatalkannya karena ada job dadakan yang tidak bisa ditolak. Akhirnya hanya aku dan Minhyuk berdua ditaman dengan ice cream ditangan masing masing.

“ Gita ah,. Apa kau percaya cinta pandangan pertama?” Tanya Minhyuk tiba tiba

“ Eh? Anu,. Aniya,. Buatku,. Cinta itu butuh waktu untuk tumbuh, tidak pada pandangan pertama.”

Minhyuk mendongak kelangit, aku bertanya-tanya apa matanya akan baik baik saja? Matahari kan cukup terik walau ini musim semi. Hehe,

Minhyuk pov

Aku menyiapkan hatiku, akh,. Hanya butuh satu minggu untukku mengerti kalau first sigh ku tidak salah. Aku yakin dengannya, aku yakin bisa memulai suatu hubungan dengannya. Aku menarik nafas lalu menatap lekat kedua mata jelinya

see my eyes you fell for me
see my eyes you have fallen for me

“ Gita ah,. Aku menyukaimu,.. ” kataku dengan mantap. Mata jeli gadis ini mengerjab ngerjab didepanku, dia pasti kaget. Pasti caraku salah. Lihat dia hanya bengong memandangiku. Oh ayolah,. Apa kau tak pernah merasakan hal yang seperti ini. Bunga bunga meletup letup memenuhi hatiku.

“ Oppa,.. mianhae,.”

Hanya itu dan Gita pergi meninggalkanku berlari. Haah,. Jelas dia tidak punya rasa yang sama denganku.

>>

Jonghyun dan Minhyuk sempat tak bicara 3 hari sejak kejadian itu. Cemburu,. Ya mungkin saja. Dan sekarang sudah 3 bulan berlalu, Gita telah menyelesaikan semua studinya. Ia mempercepat segala sesuatunya agar bisa pergi dari negeri gingseng yang membawanya pada cinta buta yang tak bisa diterimannya. Rasanya sangat tidak mungkin bintang idola mengatakan mencintainya hanya dalam waktu 1 minggu. Memang sempat dalam pesan rutinnya minhyuk mengatakan kalau dirinya punya sinar mata yang asing dan wajah yang bersahabat, sehingga membuat siapapun bisa dengan mudah merasa nyaman. Terimakasih untuk itu kata gita saat membalas pesannya.

Keberangkatan pesawat tinggal 5 menit lagi. Dengan perasaan yang masih tertinggal Angita mencoba untuk melupakan jonghyun, yang sikap absurdnya membuat gita rindu, yang matanya membuat gita membeku. Tapi sekarang waktunya untuk pergi. Ya,. Sudah saatnya berangkat. Awal hidup Gita teramat lambat diawal namun hanya butuh 1 minggu yang singkat untuk mendapatkan hati yang sempurna. Dan sekarang harus ditinggalnya pergi.

“Gita!!” suara khas itu memanggil pemilik nama untuk menoleh

“ Oppa? Jonghyun oppa?”

Jonghyun langsung memeluknya tak peduli dengan tatapan orang lain.

“ Kau akan pergi kenapa tak bilang? Jangan pergi seperti ini.”

“ Bukannya kau sudah lupa?”

“Mana bisa aku lupa,. Aku,. Aku mencintaimu!” seru jonghyun. Tak butuh waktu lama hingga keduanya berpelukan lagi “ Nado,. Nado saranghae” balas Gita

Dan rasa itu pun saling membalas,.

i fall in love with you too now i will confess i am in love with you.
i fall in love with you too my heart says i am in love with you.
see your eyes just look at me
see your eyes i love you
(see my eyes) forever and ever even after time passes
(see my eyes) without knowing it you have fallen for me.

 

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s