Great Love

cover

 

Title: Great Love

Author: @hayputrii

Rating: G

Genre: Romance, Family

Length: Short Story

Main cast:

Jung Yonghwa

Seo Joo Hyun

Lee Jonghyun

Im Yoona

Kang Minhyuk

Jung Krystal

Lee Jungshin

Dasom

Disclaimer: FF ini saya buat dengan perjalanan neuron dan impuls-impuls yang di anugrahkan Tuhan pada saya, dengan para makhluk ciptaan Tuhan sebagai pemainnya.

Note: Every person have a wish. Every person need to wish. Without wish, live doesnt have the meaning. Thank you for reading. Hope you like it? Oh, do you like it? I just love those couples so much. All right I’m waiting to read your comment. ^^

 

Seohyun POV

Aku menarik nafas dalam, ya Tuhan tampaknya aku harus bersabar lebih lama lagi. Ah, rasanya aku ingin menceburkan diri di kolam belakang rumah, kemudian tidak muncul lagi sampai si kunyuk itu pulang. Jung Yonghwa!!! Apa yang kau lakukan jadi lama sekali di Amerika??? Bukannya konser super megah itu sudah sukses besar. Kenapa kau tidak kunjung pulang??? Apa kau tidak lihat kalau calon istrimu ini menjadi bulan-bulanan orang satu negeri.

“Ya oenni! Kalau berita di TV mulai menjengkelkan matikan saja.” Krystal mengambil alih remot di tanganku dan mematikan televisi.

Ia menghempaskan dirinya di sofa, menatap wajahku intens.

“Sudah berapa tahun sih kau jadi idola? Kenapa dapat skandal begini aja jadi terganggu?”

Aku memandang Krystal dengan lembut,”Tidakkah kau baca internet juga? Tidakkah kau dengar apa kata anchor tadi? Aku dan Kyuhyun kembali berpacaran? Sejak kapan aku berpacaran dengannya? Dan untuk apa aku memakai cincin yang sepasang dengan Yonghwa kalau mereka masih bilang aku pacaran dengan Kyuhyun?”

Krystal meringis menatapku, ia mundur sedikit,”Kau tahu oenni, kau tampak mengerikan jika sedang merindukan Yonghwa oppa.”

Aku mendesah sebal dan bangkit dari sofa. Sebaiknya aku melakukan sesuatu untuk menghilangkan rasa jengkel ini. Ya! Seharusnya aku menjahit syal untuk persiapan musim dingin nanti, atau untuk menjerat leher Yonghwa kalau dia pulang nanti.

~

Author POV

“Halo oppa, kapan kau pulang?” Krystal menjepit handphone di lehernya sambil menuang jus jeruk dari kulkas.

“Apa urusanmu?” suara di sana terdengar ketus. Krystal nyaris saja menumpahkan jusnya. Itu suara Kang Minhyuk. Musuh bebuyutannya selama ini.

Krystal menjauhkan handphone dari telinganya dan melihat lagi nama di layar handphonenya, benar saja dia menelpon Yonghwa, kenapa malah Minhyuk yang menyahut.

“Mana Yonghwa  oppa?”

“Sibuk.” Dingin. Dan ketus. Sialan sekali orang ini.

“Dengar ya Kang Minhyuk aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu, jadi serahkan handphonenya ke Yonghwa oppa sekarang.”

Minhyuk menghela nafas,”Apa kau tidak bisa sedikit lembut seperti wanita pada umumnya?”

“Tidak padamu.”

“Begitu… jadi kenapa aku harus diberi sikap yang spesial dan berbeda dari yang lain?”

Karena kau sangat menyebalkan! Batin Krystal sebal. tapi ia hanya menarik nafas dalam dan berkata tajam,“Yonghwa oppa! Sekarang!”

Minhyuk menatap Yonghwa yang berjalan ke arahnya dengan segenggam cola. Ia meyerahkan handphone Yonghwa dan tersenyum puas karena sudah membuat Krystal marah sejujurnya dia sudah nyaris sekarat karena merindukan perempuan itu. tapi harga diri mereka terlalu tinggi untuk mengakui bahwa mereka menyukai satu sama lain.

“Kenapa Krys?” tanya Yonghwa sabar.

“Apa oppa berencana bunuh diri saat pulang nanti? Kau tahu Seohyun oenni sudah menyiapkan banyak senjata untuk membunuhmu?”

Yonghwa terkikik mendengar Krystal yang menyerangnya bertubi-tubi.

“Aku akan segera pulang setelah urusan di sini selesai.”

“Yah, lagian kenapa sih oppa harus tinggal, Jungshin oppa saja sudah berlibur bersama Dasom oenni di bali.”

“Kalau Jungshin sih pasti harus pulang, dia sudah rindu sekali pada istrinya itu.”

“Dan kau tidak merindukan Seohyun oenni?”

Yonghwa terdiam cukup lama sebelum menjawab,”Ada hal yang harus kukerjakan, yang lebih penting daripada sekedar rindu yang nyaris mencekikku sampai mati ini.”

Krystal tidak mengerti kenapa Yonghwa yang begitu mencintai Seohyun bisa sangat menyebalkan seperti ini.

“Oh ya, dan skandal itu, aku sudah menghubungi Kyuhyun, dan dia malah menanyaiku tentang cara melamar pacarnya. Apa kau mengenal Kang Jiyoung?”

Krystal membuka mulutnya,”Jiyoung KARA?”

Yonghwa berdehem,”Aku jarang sekali melihatnya, apa kau tahu bagaimana orangnya. Sulit sekali untuk memberi nasihat jika aku tidak tahu tipe wanita seperti apa yang ingin dilamar Kyuhyun.”

Krystal menepuk jidatnya pelan. Betapa bodohnya ia mengkhawatirkan skandal Seohyun dan Kyuhyun kalau ternyata Kyuhyun berencana melamar Jiyoung. Dan Kang Jiyoung? Sejak kapan dia berpacaran dengan dewi cantik innocent itu? bukankah Kyuhyun selama ini terlalu sibuk nge-mc dan menjahili orang-orang di sekitarnya.

“Jiyoung… ehmm.. aku tidak begitu dekat dengannya. Tapi nanti aku tanya Suli saja. Mereka bersahabat dekat.”

Yonghwa menggoyang colanya pelan,”Ya, terimakasih Krystal ~ah. Dan apa yang kau lakukan pada Minhyuk, kenapa dia jadi senyum-senyum begitu?” Yonghwa terkekeh melihat Minhyuk yang tersenyum kecil padanya.

Krystal mendengus pelan,”Mumpung kau ada di Amerika, di sana banyak psikiater bagus, daftarkan dia ke salah satu program penyembuhan jiwa.”

“Jangan terlalu kasar seperti itu Kryssy, kalau-kalau kau jatuh cinta padanya.”

“Tidak oppa. Aku tahu pada orang seperti apa aku harus jatuh cinta.”

“Dan aku tahu kalau kau berusaha mengatakan tidak padahal hatimu berteriak iya.”

Krystal menahan kekesalannya dan mendesis tajam,”Cepat urusi kepulanganmu saja Mr. Jung atau kau akan pulang dalam keadaan menderita.”

“Baiklah. Take care Ms. Jung Bye.”

Krytsal menutup telponnya. Menenggak jusnya sampai habis. Bertanya-tanya dalam hati apakah masih ada laki-laki yang bisa ia cintai dengan benar di dunia ini. Laki-laki yang tidak menyebalkan dan tidak mengulur waktu seperti Yonghwa dan Minhyuk.

~

Yoona menarik nafas pelan, seharusnya ia tinggal saja di hotel. Kenapa harus memaksa mengiyakan saat Hyeoyon mengajaknya pergi. Sekarang ia malah bingung harus melakukan apa. Sementara Hyeoyon asyik berbincang dengan pacarnya di meja yang ada di sudut sana.

“Hei Lady..” Yoona mendongakkan wajahnya dan memicingkan wajahnya.

Senyuman Jonghyun terpampang lengkap dengan bonus lesung pipitnya. Yoona menundukkan wajahnya dan menghembuskan nafas.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Jonghyun.

Yoona mengarahkan pandangannya pada Hyoyeon dan pacarnya.

Jonghyun tersenyum lagi. Astaga apa orang ini tidak bisa berhenti tersenyum. Lihatlah bagaiamana pipi Yoona sudah berubah menjadi apel matang. Merah sekali.

“Mau sedikit bersenang-senang?” tanya Jonghyun.

Yoona menggeleng, benar saja dia sedang ada di jepang. Tapi bukan berarti paparazi tidak mengikutinya. Dia punya cukup banyak orang yang memburu kehidupan pribadinya. Tapi Jonghyun sudah berdiri di sana dan megulurkan tangannya. Dan entah apa yang membuatnya meraih tangan itu. Meninggalkan Hyeoyon yang menatap mereka berdua dari kursinya.

“Sudah kubilang kan.”

“Apa?” tanya pacarnya.

“Hanya Jonghyun yang bisa membuat Yoona kehilangan akalnya seperti itu.”

~

Saat Yoona bertanya-tanya kemana Jonghyun membawanya mereka sudah tiba di pantai yang memukau. Airnya jernih. Pasirnya putih. Dan langit senjanya sangat jingga. Yoona turun dari mobil dan berlari seperti anak kecil. Jonghyun berjalan dengan sabar di belakangnya dan tersenyum kecil.

Yoona menyentuh air laut dengan jemarinya.

“Mau berenang?” tanya Jonghyun.

Yoona menggeleng,”Tidak bawa baju ganti.”

Jonghyun mengangguk,”Aku punya banyak kaus di mobil. Agak kebesaran memang. Tapi sayangkan kalau laut sebiru ini tidak di nikmati?”

Yoona berpikir sejenak, lalu perlahan berjalan ke arah air.

Namun belum sempat air itu membasahi celananya, Jonghyun menangkapnya,”Kurasa lain kali saja, aku tidak ingin kau kena flu. Ini sudah terlalu sore.”

Yoona mengangguk dan mengikuti Jonghyun yang berjalan ke pesisir pantai. Jonghyun melepaskan coatnya dan menyampirkannya di bahu Yoona.

“Kenapa kau membawaku ke sini?” tanya Yoona.

“Kau suka seafood kan?” Jonghyun malah bertanya.

Yoona mengangguk dan tersenyum lebar,”Suka sekali.”

“Bagus, ayo!” Jonghyun menggenggam tangannya lagi dan menggiringnya ke arah warung tenda dengan panggangan di pinggir pantai.

Yoona menggeram dalam hatinya, kenapa Jonghyun yang sangat terkenal akan sopan santunnya bisa bersikap sangat bodoh dengan menggenggam tangannya secara tiba-tiba seperti ini. Tapi sebenarnya Yoona mulai menyukainya. Sebenarnya ia menyukai cara Jonghyun memperlakukannya. Walaupun ia tidak tahu seberapa banyak ia menyukai laki-laki ini.

Yoona menghabiskan sate seafoodnya yang terakhir dan meminum air mineral yang disodorkan Jonghyun,”Aku benar-benar harus meghasilkan banyak uang untuk menghidupi istriku kelak.”

“Apa katamu?” tanya Yoona yang masih terkesima pada tusukan sate seafood lezat yang baru di habiskannya.

“Tidak papa nona Im. Mau kuantar pulang sekarang?” tanya Jonghyun.

Yoona terdiam sejenak sebelum berkata,”Boleh berjalan di pantai lagi?”

Jonghyun mengangguk dan berkata,”Dengan satu syarat.”

“Apa?”

“Kalau wajahmu mulai memerah karena dingin, kita harus segera pulang.” Jonghyun menatap Yoona dengan matanya yang coklat.

Yoona mengangguk senang dan mereka berjalan ke arah pantai setelah Jonghyun membayar puluhan tusuk sate seafood itu.

“Kau belum menjawabku Jonghyun~ssi, kenapa kau membawaku ke sini?” tanya Yoona lembut.

Jonghyun melemparkan pandangannya ke lautan, tangannya masuk ke kantung celananya,”Aku rindu.”

“Ya?” tanya Yoona. Dadanya mulai menggemuruh.

“Aku rindu pantai ini. Saat CNBlue belum seperti sekarang, kami hidup di jalan dan tidak tahu harus tidur di mana. Kadang kami mendirikan tenda di pantai ini, kadang tidur, lebih sering mencari inspirasi untuk menulis lagu.”

Ada kekecewaan yang berdesir di hati Yoona. Ia kira Jonghyun merindukannya.

“Saat itu pasti sulit sekali bagi kalian.” Bisik Yoona.

“Ya, saat itu kami tidak punya apa-apa selain kepercayaan pada diri kami sendiri, dan tekad, dan perjuangan tanpa henti.”

“Dan sekarang kalian berhasil.” Ucap Yoona,”Tiket konser ludes dalam tiga menit huh?”

Jonghyun tersenyum,”Kau tau Boice luar biasa.”

“Ya, aku juga mencintai Sone sebesar itu.”

“Sebesar apa?”

“Lebih besar dari cintamu pada Boice kurasa.”

Jonghyun berhenti dan menatap Yoona. Yoona menghentikan langkahnya dan menatap Jonghyun.

“Tidak sebesar rasa cintaku padamu Im Yoona.”

Yoona merasakan degup jantungnya menderu dan ia nyaris kehilangan keseimbangan, Jonghyun menangkapnya dan tertawa pelan,”Ayo, kita harus pulang, lihatlah pipimu, kepiting di sini saja malu menampakkan diri karena kalah merah.”

Yoona meraih tangan Jonghyun pelan,”kau salah Jonghyun~ssi, pipiku merah bukan karena dingin, tapi lebih karena ku rasa…”

Jonghyun menatapnya, menunggunya dengan sabar.

“Aku juga menyukaimu.” Bisik Yoona pelan.

Jonghyun tersenyum dan mengelus puncak kepala Yoona,”Bagus kalau begitu, tapi sebelum kita melanjutkan perbincangan ini, kita harus menyelamatkan tubuh rapuhmu ini.”

“Apa?? Kau bilang aku rapuh? Aku wanita yang bertahan di tengah Black ocean!”

Jonghyun tertawa dan menggandeng Yoona ke arah mobil,”Ya, kau bisa saja setegar itu di depan mereka, dan kau memang harus begitu, tapi di depan laki-laki ini,”Jonghyun menunjuk dirinya sendiri,”Kau harus jadi Im Yoona yang penurut dan tidak rewel. Karena aku tidak mau punya calon istri yang penyakitan. Bagaimana nasib anak-anakku kelak?”

Yoona tidak mampu melawan ucapan Jonghyun karena ia benar-benar sangat malu. Malu sekaligus bahagia.  Ia tidak menyangka perjalanannya menenani Hyeoyon yang tadinya membosankan kini malah merubah keseluruhan jalan hidupnya. Menentukan masa depannya. Dengan siapa ia akan hidup dan menghabiskan waktunya.

~

Seohyun sedang memasak bersama Krystal, ia ingin mengajari adik Jessica yang agak sedikit tomboi itu agar bisa lebih feminim. Tapi ternyata Krystal melakukan lebih baik dari dirinya. Seohyun menarik nafas frustasi dan mengalihkan perhatiannya ke televisi. Orang-orang sudah mulai melupakan skandal dirinya dan Kyuhyun, tapi ia masih merasa sedih. Yonghwa tidak melakukan apa-apa saat skandal itu muncul. Bukankah Yonghwa sudah melamarnya. Bukankah Yonghwa adalah calon suaminya? Kenapa ia diam saja?

“Oenni… maaf, manajer oppa menelponku, dan aku harus menemuinya, tidak apa-apakan kalau kau menyelesaikannya sendirian?”

Seohyun mengangguk dan tersenyum,”Ya. Pergilah..”

Krystal meraih jaketnya dan meninggalkan rumah,”Ya! Jung Krystal! Menyetirlah dengan hati-hati.”

“Ya oenni!” Krystal berteriak dari luar.

Seohyun menatap dapurnya yang berantakan dan memutuskan untuk membereskannya. Ia baru selesai mencuci piring dan mengeluarkan kue-kue dari dalam oven ketika ia mendengar suara ledakan dari halaman belakang. Seohyun berlari ke halaman belakang dan menatap kembang api dengan mata terbelalak. Kembang api di halaman rumahnya. Siapa yang berani melakukannya???

“Selamat malam Seo Joo Hyun.” Seohyun menurunkan pandangannya dari langit dan menatap sekumpulan anak-anak dengan balon warna warni yang melindungi seorang pria yang menyapanya.

Anak-anak itu maju ke arahnya satu persatu sambil menyerahkan sekuntum mawar merah. Setelah anak terakhir memberikan bunga yang ke sembilan belas, tampaklah Yonghwa yang berdiri di sana dengan gagahnya.

Yonghwa menghampiri Seohyun dan tersenyum lebar.

Seohyun menatap mawar-mawar dan kembang api di atas sana, tahu bahwa ia tidak bisa marah karena mawar-mawar ini menghangatkannya, dan kehadiran Yonghwa. Ya. Kehadirannya lah yang ia butuhkan.

Yonghwa mengecup keningnya dan memeluknya erat, seraya berbisik pelan,“Maaf membuatmu menunggu lama.”

~

Krystal memarkir mobilnya di pelatar stadiun dan menelpon manejernya. Tapi manejernya tidak mengangkat telponnya. Krystal memutuskan untuk masuk. Ia merapatkan jaketnya karena stadium itu bersuhu rendah. Tidak tampak satu orang pun di sana. Ia duduk di sisi lapangan, mencoba menelpon lagi.

Saat itu satu penari ice skating meluncur ke tengah lapangan dan musik yang entah datang dari mana mengisi gedung itu dengan alunan waltz favoritnya. Awalnya satu penari, kemudian yang lain muncul, saat hitungan ke lima belas Krystal sudah tidak bisa menghitung lagi karena ia terlalu terkesima dengan tarian para ice sakting yang seolah ditunjukkan hanya untuknya itu.

Kemudian saat musik berakhir. Tiba-tiba lampu mati. Krystal mendekap dirinya sendiri karena ia takut gelap. Namun detik berikutnya lampu sorot menyala ke arah panggung di seberang. Dan pukulan drum yang sudah dikenal baik oleh Krystal dimainkan. Krystal menyipitkan matanya dan mendapati Minhyuk tersenyum dari balik drumnya. Para penari mulai menari lagi. Baju mereka menyala dalam gelap, membuat Krystal menahan nafas saking terkesimanya melihat gerakan mereka. Hingga musik berakhir. Hingga Minhyuk memberikan gebukan terakhirnya.

Kemudian lampu kembali mati. Krystal kembali mendekap dirinya.

Beberapa saat kemudian ia membelalakkan matanya karena lilin-lilin cantik memenuhi lapangan ice skating. Lilin itu membentuk namanya. KRYSTAL.

“Hai,” saat ia menoleh, ia mendapati Minhyuk telah berdiri di sisinya.

“Apa ini?” tanya Krystal.

Minhyuk tersenyum jahil,”Aku iseng saja, soalnya kan kau takut gelap.”

Krystal menarik nafasnya dalam dan berkata,”Kalau begitu kau berhasil.” Ucapnya.

“Belum, kita belum bisa bilang begitu.”

“Apa maksudmu?” tanya Krystal.

Minhyuk menjentikkan jarinya, dan dua penari yang berkostum peri melayang di udara dan menari di atas sana. Krystal membuka mulutnya dan menatap Minhyuk.

“Apa lagi ini?”

“Tunggu saja..” bisik Minhyuk pelan.

Mereka menari dengan lembut dan lama kelamaanmenjadi salto-salto segala. Membuat Krystal menahan nafasnya, antara terkesima karena gerakan mereka yang sempurna dan juga perasaan takut kalau-kalau mereka jatuh.

Dan di puncak musik, mereka membentangkan dua kain yang dari tadi mereka pegang.

Dua kata di sana.

“Marry me.”

Krystal menatap Minhyuk dan pemandangan mempesona itu bergantian.

“I do love you Jung Krystal. I suppose you to be my wife. Will you?”

Krystal menggigit bibirnya,”Tapi kau bersikap menyebalkan padaku.”

Minhyuk menggaruk tengkuknya,”Aku terlalu malu untuk mengakui bahwa aku menyukaimu. Apakah kau tidak sadar kalau kau kasar sekali?”

Krystal melotot marah.

“Tapi kau cantik kalau marah, jadi aku suka.”

Krystal menarik nafasnya pelan.

“Jadi bagaimana ini? Apa aku harus mengatakan pada mereka bahwa latihan mereka sia-sia?” tanya Minhyuk sambil menatap puluhan penari yang mengintip mereka dari balik tribun.

“Kau tidak perlu berkata apa-apa pada mereka, mereka hanya perlu melihat ini.”

Dan Krystal berjinjit untuk mengecup Minhyuk lembut.

~

“Jadi kau tinggal lama di Amerika untuk ini?” tanya Seohyun sambil menatap surat-surat yang diperlihatkan Yonghwa.

“Ya, aku kan tidak ingin anak kita tidak punya masa depan yang jelas. Aku harus menyiapkan masa depan mereka dengan baik.”

Seohyun hanya menatap suaminya dengan mata membulat. Di tangannya adalah surat saham senilai jutaan dolar dari perusahaan tekno terkemuka di dunia.

“Ini tidak semua, sebagian sudah di simpan di bank Swiss. Tapi aku akan memberitahumu jumlah pastinya. Aku tidak ingin menyembunyikan apa-apa dari istriku yang pencemburu ini.” Yonghwa mencubit pipi Seohyun gemas.

Seohyun menatapnya dengan berkaca-kaca.

“Maafkan aku oppa. Aku sudah berpikir tidak baik tentangmu.”

Yonghwa menggeleng,”Salahku yang tidak memberitahumu. Aku terlalu sibuk mengurusi banyak hal dan tidak memperhatikanmu.”

“Bagaimana dengan member lain?” tanya Seohyun.

“Ya, aku juga meguruskan punya mereka. Awalnya Jonghyun dan Jungshin ingin membantu. Tapi, aku jahat sekali jika membuat Jungshin terpisah begitu lama dengan Dasom. Dan Jonghyun juga harus bertindak cepat pada Yoona. Sebenarnya aku juga menyuruh Minhyuk pulang, tapi dia bilang tidak masalah karena dia butuh persiapan cukup lama untuk melamar Krystal. Apa kau tahu apa yang dilakukannya?”

Seohyun mengangguk,”Krystal bilang itu menyangkut penyewaan stadium ice skating, penari yang terbang, dan lilin di atas es.”

Yonghwa menggeleng-geleng,”Pantas saja persiapannya lama.”

“Hmm… kurasa mereka akan jadi pasangan paling bahagia. Walaupun sering berkelahi juga.” Seohyun tertawa membayangkan keduanya.

“Eh, tapi surpriseku lebih bagus kan? Aku harus menyogok anak-anak itu dengan es krim dan permen-permen.” Yonghwa tidak mau kalah.

Seohyun mengangguk-angguk,”Iya Oppa, surprisse mu bagus, bagus lagi jika kau tidur sekarang! Besok kita harus berkunjung ke rumah eomma dan appa. Belum lagi persiapan perniakah Jonghyun Yoona. Astagaaa… apa mereka tidak bisa lebih bersabar lagi. Bukankah kita semua masih lelah dengan pesta pernikahan kita berdua.”

Yonghwa tertawa menatap istrinya dan menariknya dalam pelukannya.

Hidup harus dihadapi. Sesulit apapun. Dan kadang hati boleh saja berdusta. Tapi jika saatnya tiba, kejujuran adalah hal yang mutlak agar kita tidak kehilangan jiwa-jiwa kita sayangi.

~

 

 

30 thoughts on “Great Love

  1. lol ceritanya menarik. ada unsur komedinya juga menurutku, walaupun ga tertulis kata-kata lucu. tapi kalimat-kalimatnya menurutku lucu hehe.
    nice ff, suka, walaupun menurutku dalam segi penulisan ada yg kurang. entah itu typo, salah imbuhan, atau tanda baca

  2. ahhhhhh suka suka suka
    ga ada cerita jungshin karna dia udah menikah kali ya, hihi
    paling romantis sih bagian minhyuk melamar krystalihh wwwwaaaw
    dan jonghyun yg blak2kan jg sukaaaa.yoona bahagia deh pasti punya suami kaya gitu.
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa yong mah ga usah cemburu lagi soal2 skandal yg ngomongin seohyun krn dia tau kalo hyun jg cinta bgt ma dia hahahaha…
    aaaaaaaaaaaaa sweet sih ceritanya suka suka suka

    • sebenarnya g ad cerita jungshin karena aku g begitu bs nangkep karakter jungshin. dan belum ada sosok cewek yg bener2 klik buat sy utk bs bikin romance story yg cute bwt dia.
      hhehe suka banget deh nemu couple shiper yang sama.
      makasih ya sdh komen.
      tgu ff sya selanjutnya ya😀

  3. Nice ff😉
    Kenapa setiap baca ff Minhyuk-krystal selalu genrenya berubah jadi humor???
    Nikah sama Yonghwa masa depan terjamin nih…*keliatan banget matrenya.kekeke*

  4. emg sihh typonya berserakan dimana2… tapiii DAEBAKkkk thorrr kerenn… Minhyukkie… so sweet (bayangin aku.krystalnya# PlAKkk ) di tampar author .. hahaa keep wrritiingg thorr

  5. sweet banget ceritanya thor….
    apalagi bagiannya jonghyun-yoona & minhyuk-krystal aihhhh aku ikut2an meleleh hihi…
    jadi pengen jugaaa dilamar kayak gitu *ngayal*
    good job thor😉

  6. my Hyukstal feels :3 .. bener-bener Great Love!
    Melting baca scene Hyukstal😉
    selalu suka gaya Pdkt Minhyuk-Kryss yang unik dan khas.. selalu diawali darii Benci jadii Cinta😄

    lanjutkan Author-nim! Minhyuk-Kryss.nya ditunggu^^

  7. biasanya jungsin di gambarin jd jones, disini jungsin ternyata nikah duluan yak.. wkwkwk

    duh suka banget thor.. apalagi partnya minhyuk sama soojung.. malahan gw fokusnya jd ke mereka.. ><

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s