LIMERENCE

Limerence

 

LIMERENCE

by

Quiterie

Main Cast: SNSD’s Yoona & CN Blue’s Jonghyun || Genre: Fluff & Romance || Length: Ficlet || Rating: Teen || Disclaimer: This story is inspired by a scene of ‘Reply 1997′

 

“Kau sedang batuk?”

Pertanyaan itu dijawab dengan anggukan cepat.

“Biar aku cek. Sekarang katakan ‘A’ dan buka mulutmu yang lebar.”

Jonghyun langsung mendesis kesal dengan hidung mengerut ketika Yoona membuka mulutnya sangat lebar. Terlalu lebar hingga sudut-sudut bibirnya tertarik maksimal ke segala sisi.

Ya! Kau ini perempuan atau bukan?”

Yoona menutup mulutnya dengan kalem kemudian mengibaskan rambut ikal panjangnya dengan gerakan dramatis. “Jadi sebenarnya aku dianggap apa selama ini?”

“Orang gila dengan gender tidak teridentifikasi yang entah bagaimana caranya bisa mendapatkan ijazah dari akademi keperawatan.”

Yoona memutar bola matanya dengan sengit kemudian menghenyakkan tubuhnya di meja kerja Jonghyun, bergabung dengan tumpukan buku-buku tebal, beberapa peralatan medis seperti alat tensi dan termometer juga perangkat alat tulis yang tertata rapi disana.

“Minum ini,” Jonghyun melemparkan plastik obat yang baru saja ia raih dari lemari dibelakangnya ke pangkuan Yoona. “Dan cepat keluar sekarang. Kau harusnya menyambut pasien di depan dan masuk ketika ada perlu saja, bukannya duduk-duduk disini. Kau pikir ruang praktekku adalah kedai kopi?”

Bibir Yoona mengerucut sebelum gadis itu mulai menyenandungkan lagu gubahannya sendiri yang selalu ia nyanyikan dengan suara cempreng dan menyakitkan telinga tiap Jonghyun mulai bersikap menyebalkan padanya. “Lee Uisanim sangatlah galak. Tidak heran kliniknya sepi pasien setiap hari. Semua pasien ketakutan pada Lee uisanim yang jahat dan tidak punya perasaan.”

“Aish,” Jonghyun mengeluarkan sebelah tangannya dari saku jas putih yang ia kenakan kemudian mendorong dahi gadis didepannya. “Cepat keluar sebelum aku membuatmu menelan stetoskop bulat-bulat.”

Yoona mendesah dengan nada yang dibuat terdengar selelah mungkin kemudian melompat dari meja dan berjalan kearah pintu ruang praktek.

“Lee Uisanim?”

Jonghyun yang sudah akan duduk kembali ke kursinya menoleh, menatap Yoona yang menyandarkan sisi tubuhnya ke pintu dan tangan terkait di kenop dengan alis bertaut.

“Satu jam lagi jam praktek selesai,” lanjut Yoona dengan mata mengerjap-ngerjap yang mencurigakan.

“Aku tahu.”

“Ada promo café baru di Hongdae.”

“Lalu?”

“Kurasa sudah saatnya kau mengajak makan malam gadis yang selama ini kau sukai. Lagipula, ini akhir bulan, gadis yang kau sukai pasti sedang mengalami krisis keuangan karena dia biasanya baru mendapat gaji darimu tiap awal bulan.”

Jonghyun membutuhkan beberapa detik yang berbilang banyak sebelum berhasil mencerna apa yang dikatakan Yoona dan menyadari semu merah merambati wajahnya. “Aku . . . tidak paham maksudmu.”

“Aigoo,” Yoona menghela nafas berlebihan. “Aku benar-benar tidak percaya harus mengatakannya duluan. Kau pikir selama berbulan-bulan ini aku tidak tahu kau mulai menyukaiku? Asal kau tahu saja, gelagatmu  ketika menyukai orang benar-benar tidak elegan, orang bodoh juga tahu siapa yang kau sukai hanya dari sekali lihat. Yang membuatku heran, kau tahu betul selama ini aku menyukaimu terang-terangan. Tunggu apa lagi? Pria memang sulit dipahami. Mereka pikir bersikap menyebalkan dan sok jual mahal membuat mereka jadi jauh lebih atraktif. Cih, yang benar saja.”

Jonghyun sama sekali tidak bisa menahan diri untuk tidak melongo mendengar apa yang baru saja dikatakkan Yoona. Ah, dia hampir lupa, Im Yoona memang memiliki kadar kewarasan yang minim. Ia bahkan baru mengatakannya langsung didepan gadis itu beberapa menit yang lalu.

“Jadi, Lee uisanim, apa kita akan berangkat makan, oh baiklah aku harus mengoreksi, apa kita akan berangkat kencan hari ini? Aku benar-benar butuh mendapatkan traktiran.” Yoona memajukan bibirnya, salah satu upaya terbaik dan terakurat yang ia miliki untuk terlihat menggemaskan dan meluluhkan hati orang lain.

Jonghyun berdeham untuk menetralisir warna wajah dan kegugupannya. “Cepat keluar. Kau harus berkemas dan ganti baju kan?”

Well, pastikan aku mendapat banyak makanan enak nanti sebagai hadiah setimpal karena bersikap kooperatif dengan perasaanmu, Lee Jonghyun-ssi,” Yoona mengulum senyum sambil menekan kenop pintu. “Ah, dan satu lagi, persiapkan stamina jantungmu ketika keluar dari ruang praktekmu nanti. Dengan sedikit usaha, aku bisa benar-benar menawan hingga kau lupa bernafas. Sampai jumpa.”

Dan tepat ketika pintu tertutup sempurna dan hanya tersisa ia sendiri di ruang prakteknya, sudut bibir Jonghyun tertarik naik. Terhitung hari ini, ia memang harus menjaga stamina jantungnya untuk menghadapi tingkah-tingkah ajaib seorang Im Yoona jika ia tidak mau terancam mati muda.

Lagipula, siapa yang berencana mati muda jika sedang kasmaran?

 

 

 

 

20 thoughts on “LIMERENCE

  1. awwwwww sweet. blak-blakan abis. ternyata dokter dan asisten saling suka.
    nice ff, baik dari segi cerita maupun segi penulisan. singkat tapi padat ^^

  2. wuah, ini keren banget ini, gila… aku yang bukan deerburning shipper aja suka ^^
    bahkan menurutku length ficlet semakin memperbagus cerita ini.. wkwk. lucu lucu. lanjutkan!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s