Post it! (Mianhe…)


poster ff

 

Post it! (Mianhe…)

Author  : Upleize

Genre :  AU, Romance

Lenght : Oneshoot

Ratings : G

Cast :

 Lee Jung Shin CNBLUE

Goo Hara (Kara)

Other Cast :

Kang Minhyuk CNBLUE

Lee Jonghyun CNBLUE

Jung Yonghwa CNBLUE

 

Desclaimer : This story was inspired by Author private experience, Madridista as fan club name of Real Madrid, and some random scene from Drama Flower boy next door.

Note : Just Love what you have now, and never try to denied it. Or oneday you can be sorry for it. HAPPY READING ^^

 

10 TAHUN YANG LALU

“hei kenapa kau menangis?” Jungshin mendekati seorang gadis kecil di taman, gadis itu menoleh masih terisak hebat.

“ku… kucing itu.. dia tidak bisa turun dari pohon, aku kasihan padanya!” Jungshin mendongak melihat kucing yang dimaksudkan gadis tadi.

“apa itu kucingmu? ” Tanya Jungshin. Gadis itu menggeleng

“kenapa kau menangis? Itu kan bukan kucingmu?”

“aku menangis karena tidak bisa menolongnya.” gadis itu makin terisak

“baiklah, aku akan naik, tapi janji dulu, jangan menangis lagi ya.” Jungshin segera dengan gesit meraih ranting demi ranting, dan menyelamatkan kucing yang kebingungan tak bisa turun dari pohon.

HUP!

“nah.. ini dia… kucingnya sudah selamat!” Jungshin menyerahkannya pada gadis itu.

“terima kasih ya..”

“sama sama, aku pergi dulu!” Jungshin mengayuh sepedanya dan menjauh. Gadis itu memperhatikan Jungshin hingga menghilang.

***

Jungshin menggemari club bola Real Madrid. Dia semakin mengidolakan club ini saat Christian Ronaldo memutuskan untuk bergabung dengan RM. Kamarnya dipenuhi pernak pernik RM. Dia punya puluhan koleksi Jersey warna warni, bahkan Jungshin rela membeli baju lelangan Christian Ronaldo yang masih ada bau keringatnya. Minhyuk sebagai Manchunian (nama Fans club Manchester United) sering menjadi risih saat Jungshin pamer kehebatan RM. Tak jarang pertengkaran keduanya sering terjadi.

Suatu hari di dorm pasca tur Blue Moon di Thailand, semua anggota CNBLUE  kecuali Jungshin sedang tepar di depan TV.

“Minhyuk, ambilin gue minum gih!” perintah Jonghyun

“skalian kripik di kulkas..” tambah Yonghwa. Minhyuk dengan patuh pergi mengambil permintaan hyungnya.

“Jungshin kemana Jong?” Tanya Yonghwa menyadari ketidakberaan Jungshin

“pacaran kali Hyung..” jawab Jonghyun asal

“pacaran? Sama siape? Kok dia punya pacar duluan? Gue kan belom punyaaa…” Yonghwa kaget versi alay

“dia boleh pacaran duluan, tapi kalo nikah jangan coba coba ngelangkahin gue..” tambah Jonghyun.

“Emang mau nikah sama siapa hyung? Calon udah punya? Siapa? Yoona SNSD?” Sahut Minhyuk dari belakang. Jonghyun terdiam, Yonghwa tersenyum geli. Minhyuk datang dan meletakkan air minum dan keripik.

“Hyung, cari cewek lain aja. Yoona nuna ga bakalan nerima Hyung, apalagi Hyung kan malas mandi!” kata Minhyuk pelan. Walaupun begitu, hati Jonghyun tersayat, pasalnya sudah jadi rahasia umum Jonghyun memendam rasa dengan Yoona SNSD, tapi Yoona belum bergeming juga.

“bener tuh Jong, dengerin kata si sarimin tuh, Setelah apa yang lo lakuin selama ini?” tambah Yonghwa, disertai anggukan Minhyuk. Jonghyun makin memanas, dia mengepalkan tangannya.

“coba deh, hyung pikir, Hyung udah jadi terkenal, gitaris hebat, udah makin ganteng, bahkan Hyung udah masuk geng itu.. apa namanyaaa tuh?” Minhyuk berbicara panjang lebar

“Kyu line!!” sambar Yonghwa

“nah Kyuline!!! Tapi Yoona Nuna? Ga ngelirik Hyung sama sekali kan?” Minhyuk dengan segala kecomelannya mengompori amarah Jonghyun. Yonghwa cekikikan geli.

“bener tuh Jong!” Yonghwa menepuk bahu Jonghyun yang bergetar saking marahnya.

“Minhyuk! Kau kau! “ geram Jonghyun, siap menerkam Minhyuk

“AKU PULAAAANGGGG!” Jungshin Muncul dari pintu membawa sekantung toppoki, membuat Jonghyung menghentikan kemarahannya. Dia langsung pergi ke kamar dan membanting pintu. Yonghwa dan Minhyuk ngakak hingga berguling di lantai. Mereka berhasil mengejek Jonghyun. Jungshin mengerutkan keningnya heran.

“dari mana shin?” Tanya Yonghwa

“gue abis pergi sama Seolhyun” jawab Jungshin singkat. Minhyuk mengambil kantung toppoki dan meletakkannya di piring.

“pacaran lo sama dia?” Tanya Yonghwa panik, dia malu soalnya belum punya pacar pasca WGM

“enggak, dia Madridista juga.. sama kayak gue..” jawab Jungshin bangga

“bisa gak sih, sehari aja, gue ga usah denger kata kata itu?” sahut Minhyuk benci mendengar kata madridista.

“bisa gak sih kalo lo gak mau denger kata itu, lo ga usah makan toppoki yang gue beli?” balas Jungshin ketus. Minhyuk langsung kalah, dia memasang tampang manyun di depan Jungshin. Minhyuk diketahui sebagai penikmat toppoki nomor satu diantara semua member.

“huuuuuhhh!” geram Jungshin pada Minhyuk,

“ayo kita makan!” kata Minhyuk tanpa rasa bersalah, Jungshin meliriknya tajam.

“Jungshin, Jungshin baik deh..” rayu Minhyuk.

“hahahaha… lo berdua kenapa sih nih? Kalo omongin soal bola langsung jadi musuh!” Yonghwa terkekeh melihat keduanya.

“Minhyuk, kenapa lo ga suka Jungshin ngomongin Madrid?” Tanya Yonghwa

“bukannya gak suka Hyung, dia tuh omongin Madrid kayaknya dimana mana gitu, di airport, panggung, dorm AOA, dorm FT, sama fans juga dia omongin” jelas Minhyuk lembut sembari memperhatikan lirikan tajam Jungshin yang ingin melarangnya makan toppoki.

“makanya Hyuk, lo cari masa Juga dong, Manchunian yang lain, biar gak ngiri mulu sama Jungshin..”

“hehehe..”

“Jonghyun Hyung gak ikutan makan?”

“sisain aja buat dia..”

“ada bingkisan tuh.. dari pacar lo, memonya udah gue tempel” Minhyuk menunjuk sesuatu di meja. Jungshin Bahkan tak meliriknya, kejadian ini sudah terjadi berulang kali.

“Oh ya hyuk, gue ketemu member f(x), ada krystal juga..!” kata Jungshin tanpa peduli dengan bingkisan di atas meja.

“oh ya? Dimana shin?”  Tanya Minhyuk penuh antusias. Sama seperti Jonghyun, Minhyuk juga memendam rasa pada gadis SM TOWN Krystal. Mereka kemudian kembali akur setelah beberapa saat menjadi musuh. Yonghwa meninggalkan keduanya sembari tertawa.

***

Jungshin POV

                Seperti biasa, Manager hyung akan menurunkan kami, Aku dan Minhyuk di sekolah, kemudian baru mengantar Jonghyun hyung dan Yonghwa Hyung pergi kuliah. Yep! Saat ini, aku dan Minhyuk masih sekolah kelas 3 SMA.

                “Shin!” teriak gadis itu. Ah! Baiklah, bisakah dia hari ini libur menggangguku? Hidupku sudah sempurna menyenangkan bersama CNBLUE, BOICE, dan Real Madrid. sayangnya hidup tak pernah sempurna, begitupun hidupku, semua karena gadis ini.

                “pacar lo manggil tuh!” goda Jonghyun Hyung. Aku menoleh. Sudah tahu, benar saja. Dia mendekat.

                “hahahaha…” Yonghwa Hyung dan Minhyuk tertawa melihat ekspresiku yang cemberut. Aku harus cepat kabur, sebelum dia semakin dekat. Aku berjalan membelok selagi dia tidak memperhatikanku. Berlari sekencang kencangnya dan bersembunyi hingga pelajaran akan dimulai barulah aku akan kembali ke kelas. Syukurlah kami bukan sekelas.

***

 

Normal POV

                Goo Hara berjalan menyusuri koridor sambil cengengesan. Dia membawa sebuah kotak makan siang berbentuk hati dan memasuki sebuah kelas. Tentu saja, ke kelas Lee Jungshin CNBLUE, pria idamannya.

                “permisi… Jungshin ada?” kata Hara pura pura pada Jinwoon 2AM yg sekelas dengan Jungshin. Padahal dia sudah melihat Jungshin.

                “Jinwoon- ah!” teriak Jungshin, kemudian dia membuat kode kedipan.

                “shiiin!!!” Hara dengan bangga menunjukkan kotak makannya. Jungshin tersenyum sinis, entah kenapa dia begitu terganggu dengan gadis ini.

                “Lee Jungshin lagi gak mau diganggu hari ini, sebagai ketua kelas saya bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan warga kelas saya!” kata Jinwoon menghalangi jalan masuk Hara.

                “Jinwoon ssi? Cepat Minggir!” Hara mendorong Jinwoon dan kemudian masuk dan duduk di hadapan Jungshin.

                “Shin ah, hari ini aku memba-“ Jungshin berdiri meninggalkan Hara tanpa peduli apa yang gadis itu lakukan.

                “Jungshin, ayo makan dulu!” kata gadis itu, dia sudah diperlakukan berkali kali seperti ini. Minhyuk melihatnya merasa iba, tapi apa boleh buat. Gadis ini tampaknya benar menyukai Jungshin, walau Jungshin sudah menolaknya mentah mentah.

                “Hara-ya! Cukup. Biarkan Jungshin pergi” kata Minhyuk mencegah Hara.

                “Minhyuk Ah Noneun mwoya?” tantang Hara, dia berlari cepat menyusul Jungshin.

***

Jungshin POV

semoga pertandingan hari ini Real Madrid menang J’

Itulah isi memo dari Goo Hara, dia mengirimkanku paket sebuah parsel yang isinya Juice dan keripik. Teman nonton bola, Iya, hari ini Real Madrid bakal tanding. Gadis ini sudah berkali kali melakukan ini, bahkan sebagian Jerseyku mungkin adalah pemberiannya. Aku tidak menyukainya, tetapi aku terima hadiah hadiah darinya. Hahaha.. keterlaluan sekali aku ini, tapi siapa suruh dia yang mau ngasih? aku kan ga pernah minta!

“kenapa senyum?” Jonghyun hyung menangkap senyumku saat membaca memo

“enggak…” sangkalku

“dari Hara lagi?” Tanya Jonghyun hyung. Aku mengangguk dan meletakkan parsel tadi di meja dan menempel kertas memonya di dinding. Tak terasa tumpukan post it (kertas memonya pakai post it) itu sudah cukup menebal. Tak jarang aku membaca ulang memo post it darinya, kadang membuatku tertawa, darimana dia belajar gombal? Terlalu menyukaikukah?

“lo suka gak sih sama dia?” Yonghwa hyung mengorek ngorek isi parsel

“enggak lah!” jawabku ketus

“gak suka tapi ngoleksi memo dan hadiah darinya!” cibir Minhyuk

“diem deh lo Min!” kataku pura pura marah. Minhyuk benar, walau tak begitu suka dengannya, aku selalu menyimpan memo dan menggunakan semua hadiah pemberiannya.

Drttt.. drrtt… drrtt.. ponselku bergetar dari dalam saku jeansku. Pasti ini sms darinya. Haaaahh! Gadis tengil ini. Makan apa sih dia?. Benar!

sudah terima hadiah dariku?, mianhe gak bisa nganter langsung”  katanya. Mending deh, jangan dianter langsung. Hari ini moodku begitu baik hingga membalas sms darinya itu. Walau hanya balasan “hm.” Dia pasti akan berlompat ria.

***

                Pertandingan Real Madrid melawan Atletico Madrid memperebutkan piala copa delray sangat sengit. Minhyuk seperti biasa takkan pernah membela Madrid. Dan aku? Madridista sejati! Mulai jam 3 pagi kami sudah sibuk dengan atribut. Tak lupa juice dan keripik dari Hara. Kami menonton dengan serius. Jonghyun hyung dan Yonghwa Hyung tidur sambil berpelukan di depan computer.

                “Jungshin? Bagaimana kalau kita taruhan?” tantang Minhyuk.

                “boleh! Mau taruhan apa Min? hm?” kataku Penuh percaya diri

                “kalo Madrid kalah, lo mesti ngajak kencan si Goo Hara!” aku terkejut dengan perkataan Minhyuk. Sial! Minhyuk menjebakku. Kalau kutolak dia akan mengataiku pengecut.

                “baiklah. Tapi kalau lo yang kalah, lo mesti ngerjain PR gue, nyiapin makan malam, membersihkan rumah, dan cuci baju sendirian!” Minhyuk menyerngit. Aku menanti pembatalan taruhan ini darinya. Tapi dia malah mengangguk mantap. SIAL!!

                “hmm.. baik! Copa del Ray!!! Atleticoooooo!” jerit MiNHYUK

                “HALA MADRID! HALA MADRID” aku tak mau kalah.

                “Go Go Gooooooooooooooolllllllllllllllllll” Minhyuk. TIDAK! Christian Ronaldo malah Kena Kartu Merah! Waaaa.. gawat Nih!!!!

                “Goooooooooooooooooooooll” kini giliran jeritanku. Yeah 1-1

                “wasit curang tuh! Gila! Curang!” protesku menunjuk nunjuk ke TV

                “diem deh.. lo takut kalah kan? Hehe..” Minhyuk tertawa puas menatapku

                “GOLLLLL!!!!!”

                Sial! 2-1.. tidak! Madrid Kalah????. Tenang tenang masih ada waktu. Minhyuk tersenyum mengejek.

                “nanti gue pilihin baju special buat kencan lo.. hahahhaha..” aku tak menjawab pertanyaannya dan focus ke TV. Ayo Madrid! Ayo! Gumamku menyemangati.

                “brisik banget lo berdua!” Yonghwa Hyung baru bangun. Dia mulai berjalan ke kamarnya

                “Hyung ah!” teriakku dan Minhyuk kompak

                “wae?” Yonghwa hyung menoleh

                “saranghae!” kami menyatukan tangan kami berbentuk hati.

                “ya! BABO!”

                “HAHAHAHAH”

***

                “baiklah ini bukan musim kita..” kataku memandang poster Real Madrid yang gagah di kamarku. Aku keluar dengan seragam sekolah lengkap. Taruhan dengan Minhyuk berlaku hari ini. Artinya? Hari ini aku harus kencan dengan bocah itu. Go Hara. Ahhhh sialaaaann!!!!

                “Jungshin annyeong! Haha” Minhyuk mengejekku

                “Minhyuk? Mau mati ya?” kataku kesal.

                “kenapa sih kalian?”

                PLETAK! PLETAK! Dua jitakan sukses mendarat di kepala kami

                “MAKAN TUH!” Jonghyun Hyung kenapa sih? marah marah pagi pagi.

***

                “Shin.. Hara datang tuh ppali!” Minhyuk menyenggolku. Aku bisa melihatnya. Gadis annoying itu. Ahhhh…

                “Hara ya! Ada yang ingin Jungshin katakan..” Minhyuk! Arrgggghhh!

                “oh ya? Apa?” seperti biasa gadis ini sangat ekspresif, aku tidak suka ekspresinya.

                “Shin! Cepat bilang!” minhyuk menodongku

                “err… Goo Hara… ehmm.. Goo Hara…. Hara ya!” aku gugup

                “apa Shin? Apa?” bisa terlihat mata penantian. Minhyuk cekikikan. Aku ingin sekali menamparnya.

                “aku ingin mengajakmu kencan hari ini!” kataku mantap. Kata kataku tertangkap oleh telinga seluruh kelas.

                Hening.

                “ehey! Jungshin.. kau ini, cieeeee….” Semua anak bercie ria. Minhyuk tertawa terpingkal pingkal. Aku malu. Dan Goo Hara? Gadis ini, dia mematung. Aku menariknya buru buru keluar kelas.

“CIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!”

                “kau jangan salah paham, aku mengajakmu kencan karena Minhyuk memintaku!” hanya itu alasanku. Aku benar benar tidak menyukainya.

                “aku tahu.. tapi aku senang!” dia berjinjit dan mencium pipiku. APA? APAAN INI???.

                “ya! Apa kau gila? Siapa suruh menciumku?” kataku marah. Dia malah pergi menjauhiku. Gadis macam apa dia? Ahhhh.. aku rasa aku akan gila!.

***

                “ceileeee.. Jungshin? Rapi bener? Mau kemana nih?” Manager hyung baru datang langsung bergabung di ruang TV

                “mau kencan nih..” jawab Jonghyun Hyung

                “wah! Kayaknya dari kalian berempat Cuma Jungshin yang laku! Hahaha”  hahaha… manager hyung bisa saja, kalo modelnya kayak gini, mending gak laku sekalian, gumamku dalam hati. Hah! Go Hara, pasti gadis itu senang sekali saat ini. Kulirik Minhyuk yang seharian ini terus mengembangkan senyum.

                “apa lo!” kataku galak padanya

                “Hyung!” Minhyuk langsung merengek pada pembelanya, Jonghyun Hyung

                “apaan sih min? manja deh!”

                “bleeee’” sialan! Dia menjulurkan lidah padaku? Minhyuk tunggu sampai aku pulang! Hah! Aku harap malam ini cepat berakhir.

                “Shin ah! Kalau lo suka sama dia.. langsung tembak aja malam ini” kata Yonghwa hyung. Apaan sih hyung nih!

                “bener tuh..” yang lain malah mengangguk setuju

                “jangan sampai nyesel!”

                “YA! Gue udah bilang! Gue gak suka sama Dia!!!!” jeritku

                “gak suka kok malah kencan..” Jonghyun Hyung mencibirku. Yonghwa hyung, Minhyuk dan Manager hyung tertawa terbahak bahak sambil menatapku. Ayolah Lee Jungshin, pikir positif, malam ini takkan seburuk itu.

***

                Aku mengajaknya bertemu di pangkalan Water Taxi di dekat sungai Han. Ini bukan kencan, jadi aku tak perlu menjemputnya seperti di adegan film. Dia terlambat 10 menit. Ahhhh… udaranya juga sangat dingin.

                “Shin ah!” itu dia. Cantik. Malam ini. Aku suka rambutnya yang tak dikuncir, bergelombang dan panjang. Jungshin! Sadar! Ayo sadar!

                “ya! Kenapa terlambat?”

                “ya! Aku dandan dulu, gimana? Cantik? Hm?” katanya. Iya, kau cantik malam ini. jawabku dari dalam hati

                “tidak ada bedanya.” kataku kemudian. Aku mengajaknya menaiki Water Taxi. Kami mengelilingi sungai Han yang luas. Rasanya waktu berjalan begitu lambat.

                “sayang banget ya.. Real Madrid kalah..” katanya, gadis ini! Tak tahu suasana apa?

                “mau mengejekku?” kataku sinis.

                “tidak.” katanya singkat. Angin menerpa wajahnya, tidak peduli dingin atau tidak, gadis ini tampaknya sangat menikmati perjalanan kami berkeliling.

                “kenapa begitu tenang malam ini?” tanyaku

                “memangnya? Selama ini? Aku tidak tenang?” dia balik bertanya dan menatapku tajam.

“er.. iya, selama ini kau? Hehhe”

“ Kau memperhatikanku?” pertanyaan jebakan. Aku harus cepat cepat mencari alasan.

                “mimpi kau!” kataku lagi. Dia tersenyum, senyumannya beda malam ini. Bukan senyuman memuakkan  yang kulihat setiap hari. Dia, sangat berbeda malam ini.

                “turun yuk! Udah sampai nih!” ajakku

                “Shin?”

                “hm?”

                “bisakah kita berputar sekali lagi?”

                “ya! Apa kau tidak kedinginan? Ayo turun! Jangan macam macam deh!” marahku

                “aku mohon!” katanya. Tatapannya membuatku menurutinya. Kami kembali berkeliling dengan Water Taxi. Kali ini dalam diam. Dia  tersenyum padaku berkali kali. Aku? Sukses sangat salah tingkah!

***

                “Kemana lagi kita?” tanyaku. Hara tampak diam, aku tahu, dia kedinginan.

                “sudah kubilang, kau akan kedinginan!” kulepas jaketku dan memakaikan padanya. Kenapa aku lakukan ini? Ah Molla!

                “ayo! Kita makan sesuatu.” Aku mengajaknya ke sebuah restoran ramen di pinggiran kota. Kami CNBLUE sering makan disini karena tidak banyak orang yang akan mengenali kami.

                “hmmm… enak banget” katanya sembari tersenyum

                “cepat habiskan, lalu kita pulang..” kataku tegas

                “pulang?” wajahnya tampak kecewa mendengar kata pulang.

               “iya, pulang, nanti kalau kau sakit bagaimana?” Hara membulatkan matanya begitu mendengar kata kataku barusan. Aku sama terkejut dengannya. Kenapa bisa? Kata lembut itu terlontar dari mulutku untuknya.

                “Shin!” rengeknya pelan. Oh. Baiklah tatapan itu lagi.

                “baiklah.. kau mau kemana? Hm?”

                “kita kembali ke sungai Han!” katanya. Jangan bilang ingin naik Water Taxi lagi? Gadis gila ini.

                “kau mau kembali naik water taxi  ???” tanyaku agak kesal, dia menggeleng dan kemudian melanjutkan makannya. Aku mengangguk.

***

Dan kami sekarang duduk di bangku sambil menikmati air mancur Sungai Han. Kalau diingat ingat, ini pertama kalinya kami berduaan. Dia pasti sangat menanti hal ini.

                “Shin ah…”

                “hm?”

                “Kau ingat pertama kali kita bertemu?” jujur, aku tidak ingat pernah bertemu gadis ini, sebelum dia mengganggu hidupku.

                “iya, aku ingat, itu kan hari Upacara kemerdekaan, lima Tahun yang Lalu…” aku mengenang masa dimana, gadis aneh ini mengatakan perasaannya padaku di depan semua orang di Sekolah, sejak saat itulah dia mulai kuanggap sebagai pengganggu.

                “Ani, 10 Tahun lalu kita bertemu pertama kali” Hara memejamkan matanya, seakan sedang mengenang sesuatu. Aku memperhatikannya dengan agak bingung. 10 tahun yang lalu? Dimana?. Aku bertanya Tanya, jangan jangan dia mulai mengarang lagi. Aku diam saja, menunggu penjelasan lanjut darinya.

                “aku gadis kecil yang menangis karena kucing yang tidak bisa turun dari pohon” katanya kemudian

                “maksudmu?”

                “sejak kau menolong kucing itu untukku, aku mulai mencintaimu shin..” aku pernah menolongnya? Aku benar benar tidak ingat.

                “kau tidak ingat?” dia menoleh padaku. Aku mengangguk pelan.

                “Shin?”

                “wae?”

                “boleh aku memelukmu?”  aku menatapnya dalam. Gadis ini, Permintaannya begitu menusuk.  Aku yakin dia punya kekuatan untuk menyihirku malam ini. Tidak seperti penolakan penolakanku selama bertahun tahun, malam ini aku mengangguk, mencium bibirnya lebih dulu, lalu mendekapnya hangat.

***

                Setelah malam itu, aku tidak akan bertemu dengan Goo Hara selama satu Minggu, jadwal kami sangat padat. Kami menggelar konser meriah di Hongkong dan tinggal disana selama seminggu. Saat pulang nanti aku akan menemui Goo Hara. Memulai dari awal dengannya, membangun hubungan baik, berteman dan mungkin menjadi kekasihnya.

                “Kami pulaaaaangg!!!!” itulah mantra yang selalu terucap saat masuk ke dorm. Ada yang aneh. Omo! Tumpukan memo kertas Post it dari Hara jatuh ke lantai. Mungkin perekatnya sudah tidak kuat menahan beban lagi. Aku menyimpannya di sakuku. Kunyalakan ponselku setelah seminggu kumatikan karena kesibukan konser.

Drrrtttt…

From : Goo Hara

Shin ah Gumawo… I love You..

Aku tersenyum membaca pesan darinya, entah kapan pesan ini harusnya masuk. Mungkin dia mengirimnya saat ponselku mati. Kutekan tombol reply :

To : Goo Hara

Thank you for loving me

                “ayo! Kalian tidur dulu, siang ini akan ada meeting dengan direktur!” kata manager hyung, apa boleh buat. Niatku untuk menemui Hara kutunda besok saja di sekolah.

***

                Seperti biasa, aku akan duduk di kelas dan Goo Hara yang akan membawakanku makan siang. Baru kali ini sensasinya beda, mungkin aku jatuh cinta padanya. Tapi, Hara belum muncul juga. Bahkan hingga 5 menit menjelang bel masuk. Ini pertama kalinya bagiku. Mencari di kelasnya.

                “Suli ah! Kau lihat Hara?” tanyaku pada Suli, kelas mereka yang tadinya gaduh menjadi hening.

                “Shin ah!! Jungshin…” Suli kemudian menangis. Aku tak mengerti. Ada apa ini? Pikiran buruk mulai merasukiku.  Hara! Dimana kau?

                “Hara… dia meninggal Shin..” kata suli sambil terisak

                “apa? Apa maksudmu???? “ aku sangat terkejut. Apa? Hara meninggal? Tidak mungkin.

                “dia meninggal  saat setelah kalian pergi seminggu yang lalu. aku sudah mencoba menghubungimu, tapi ponselmu tidak aktif!” Suli masih terguncang rupanya. Dia menangis sangat keras. Hara mengalami kecelakaan dan mati di tempat, saat hendak menyebrang, malam itu.

Tak terasa, pipiku basah. Hatiku hancur, sangat hancur. Goo Hara pergi untuk selamanya. Segala niatku untuk dekat dengannya harus pupus sampai disini.

                Duniaku berubah, menjadi lebih murung dari siapapun di dunia ini, menangis diam diam di kamar sambil memeluk segala hal yang diberikannya padaku. Membaca ulang memo post it yang diberikannya.  Hara kenapa kau pergi secepat ini?

Kupandangi nisan Hara, kutenggerkan setangkai mawar diatasnya dan tersenyum hangat. Menyimpan baik baik setiap Post It yang di berikan. Setidaknya ini yang bisa kulakukan untuknya. Maafkan aku Hara, Maaf karena selalu menyianyiakanmu.

end

11 thoughts on “Post it! (Mianhe…)

  1. Walaupun agak umum, tapi aku suka ceritanya. Tapi jalan ceritanya menurutku terlalu cepat, dan ada banyak typo (apalagi penggunaan huruf kapital).
    but, nice ^^

  2. bagus..
    baru pertama kali membaca FF yg bahasanya seperti itu.
    biasanya FF itu ditulis dgn bahasa agak sopan
    tapi ini ditulis dgn gaya jakarta (gak tau tuh mereka belajar loe-gue dimana)

    pasti buat ini lama ya?

  3. keren thor, gk nyangka klo bakalan sad ending.aku kira bakalan happy ending.
    terus gk kebayang deh si jungshin bakalan gimana. klo gue jd jungshin gue bakalan nyesel banget krn selama ini udah sia-sia.in orang yang beneran care ama gue.
    asli deh!!!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s