Don’t Wanna Lose You

Author: mmmpeb

Length: ficlet

Rating: PG

Genre: family, romance

Cast: CNBLUE Lee Jonghyun & SNSD Im Yoona

Note: cerita ini aku ambil dari kehidupan sekitar yang ternyata bukan hanya ada di televisi. Cerita ini pastinya udah banyak yang ngangkat gahahaha, tapi biarlah untuk menyenangkan saya di sela-sela kehidupan yang membuat saya stres wkwk~

————————-

 

Yoona membolak-balikkan buku sketsa tebal yang ia ingat buku itu adalah hadiah pemberiannya sebagai hadiah ulang tahun yang kelima pada dua tahun yang lalu untuk anak semata wayangnya, Lee Yoonji. Sudah banyak gurat-guratan crayon di buku itu. Yoona tidak tahu jika anaknya sudah menggambar sejauh ini. Dunia bisnisnya yang semakin menanjak menenggelamkan dirinya sehingga ia sering lupa jika ia masih mempunyai anak.

Awalnya, saat Yoona membuka halaman pertama, senyuman manis tersungging di bibirnya. Sebuah kandang yang tergambar asal dengan gambar seekor monyet –tertulis monkey di bawah kandang- di dalamnya. Pikirannya melayang ke masa lalu. Saat di mana keluarga bahagia itu menghabiskan hari libur mereka di kebun binatang. Andai saja waktu bisa terulang, Yoona ingin sekali kembali ke masa bahagia itu. Tertawa lepas bersama Jonghyun dan Yoonji.

Perempuan itu kembali membuka lembar demi lembar buku sketsa itu. Senyuman itu semakin hilang seiring lembaran-lembaran yang Yoona buka.

Ia sampai pada halaman terakhir. Sebuah gambar yang nyaris membuat tangisannya pecah. Gambar yang sangat kontras berbeda dengan gambar di halaman pertama. Yoona tidak mengerti kenapa Yoonji menggambar garis pembatas antara dirinya, Jonghyun, dan Yoonji. Apakah gambar itu merupakan realisasi dari kehidupan mereka yang sebenarnya?

Perempuan itu tidak menyadari jika ia tidak sendirian di ruangan itu. Yoona terkejut saat ia merasakan dua lengan cukup kekar memeluk pinggangnya. Ia sadar siapa pemilik lengan tersebut. Namun, ia enggan berbalik.

“Aku tahu bagaimana perasaan Yoonji karena aku sendiri mengalaminya.”

Yoona menutup buku itu, lalu meletakkannya di atas nakas. Ia ingin beranjak dari kamar Yoonji, tapi Jonghyun menahannya.

“Aku janji akan pulang paling lambat jam 7 malam. Aku janji tidak akan sering lembur. Aku janji tidak akan membatalkan makan malam kita. Aku janji akan sering mengajak kalian jalan-jalan.”

Kalau boleh, Yoona ingin sekali memeluk lengan prianya tersebut. Hanya saja, gengsinya terlalu besar.

“Yoona, maafkan aku saat aku berkata iya saat kau mengajakku bercerai. Aku tidak mau berpisah darimu. Aku sudah berjanji pada orang tuamu yang berada di surga sana untuk selalu menjaga putri tercantik mereka selama-lamanya.”

Perempuan itu tidak bisa membendung air matanya lagi. Tepat saat air matanya menetes mengenai lengan Jonghyun, pria itu makin mengeratkan pelukannya.

“Kita punya Yoonji, Yoona. Aku sadar, kau yang workaholic adalah hasil dari keegoisanku. Aku ingin merubahnya. Bisakah kau merubah pikiranmu sama sepertiku?”

Jonghyun semakin gelisah karena Yoona masih tidak bergeming. Ia masih mencintainya. Ia tidak mau berpisah. Ia tidak mau kehilangan Yoona.

Jonghyun membalikkan tubuh Yoona sehingga istrinya itu kini berdiri menghadap dirinya. Ia menatap Yoona lekat-lekat.

“Tatap aku, yeobo!”

Yoona tidak menatapnya.

“Tatap aku!”

Jonghyun mengangkat dagu Yoona. Mata mereka saling mengunci. Hati Yoona tersayat melihat wajah Jonghyun yang sembab, ditambah warna matanya yang sedikit memerah. Terakhir Yoona melihat Jonghyun semengenaskan itu saat Yoona sedang berjuang melawan kanker payudaranya. Jelas Yoona tahu jika Jonghyun tidak ingin kehilangan dirinya.

“Pagi ini aku dikirimi surat perceraian kita. Kau tahu apa yang paling sakit?”

Jonghyun menarik tangan Yoona, lalu meletakkan telapak tangan kurus itu ke dada kirinya.

“Hatiku yang paling sakit.”

Tangisan Yoona pecah begitu mendengar suara Jonghyun yang begitu tercekat. Tangannya lantas memeluk Jonghyun dengan erat. Menciptakan sebuah senyuman yang terlukis di bibir Jonghyun.

“Aku tidak akan menandatangani surat itu sampai aku mendengar sendiri kalau kau tidak mencintaiku lagi,” lirih Jonghyun sembari membalas pelukan itu.

“Aku mencintaimu, Jonghyun! Selalu!”

Bunga-bunga yang sempat layu diperkebunan hati Jonghyun kini sudah kembali mekar dengan indah. Rasa bahagia yang tiada tara kembali menyelimuti hati mereka. Rasa yang sesungguhnya mereka inginkan.

“Jonghyun-ah, aku sudah memikirkan ini jauh-jauh sebelum aku meminta bercerai. Aku akan berhenti bekerja. Demi kau dan Yoonji.”

Jonghyun mengusap kepala istrinya dengan lembut.

“Tidak perlu jika kau tidak ingin.”

“Tapi aku ingin, Jonghyun-ah! Jika bekerja, aku akan menjadi serakah. Aku akan lupa pada duniaku sebagai seorang istri dan ibu. Lagi pula, aku sudah mengundurkan diri kemarin.”

Jonghyun merasa lega mendengar ucapan Yoona.

“Jadi, mau menjemput Yoonji sekarang? Ibuku tidak akan membiarkanku menjemputnya tanpa dirimu,” kata Jonghyun seraya menghapus sisa-sisa air mata kebahagiaan di pipi istrinya yang cantik. Dan pertanyaan Jonghyun dijawab dengan sebuah anggukan yang tegas dari Yoona.

Mereka bergandengan tangan sembari merenung dan menyesali perbuatan mereka, dengan harapan mereka masih bisa memperbaiki segalanya. Karena tidak pernah ada kata terlambat untuk merubah sesuatu, termasuk merubah diri masing-masing.

 

25 thoughts on “Don’t Wanna Lose You

  1. aaaaaaaaaaaaa keegoisan akhirnya terkalahkan disaat cinta itu masi ada eaaaa. jongyoon jgn pernah pisah ya🙂
    hidup bahagia lagi yeahhhhh

    • maaf, di awal tulisan udah tertulis jelas “ficlet”, jadi kalo misalnya kamu pengen baca yang panjang, silahkan baca keterangannya baik-baik sebelum membaca^^ dan jujur aku bikin ini ga gampang walaupun ff ini emang terkesan pendek dan basi atau mungkin anggapan lain “ah apaan sih, ff beginian doang”. tapi saat dapat komentar “kurang panjang”, ga tau aku bisa sebut itu sebuah komentar atau ga. karena yang aku tulis ficlet, bukan oneshot. kecuali aku tulis oneshot tapi ceritaku pendek, aku masih bisa maklum.

      dan terasa waktu luang yg aku curahkan buat ff ini terasa sia-sia.

      maaf kalau komentarku mungkin bagi kamu dan yang lain agak sarkastik. jujur, aku lebih baik dapat komentar “ff kamu basi” dari pada “ff kamu kurang panjang” karena dari kalimat ff kurang basi itu, dia menilai ceritaku, dan itu yang diharapkan oleh seorang pengarang, apalagi pengarang amatir kayak aku.

      sekali lagi aku minta maaf🙂

  2. cieeeh ah yang lagi suka sama deer burning wkwkwk
    good story!! realita banget dan emang banyak di sekitaran kita kenyataan yang kaya begini.
    simple, bagus, ngena, realistis, couplenya juga bagus… walaupun sering nemu ff dengan jalan cerita serupa tapi yang ini dikemas jadi lebih menarik🙂

  3. alurnya terlalu cepat, yg baca jd susah mencerna soalnya “ini belum” kok cerai, terus loh kok sudah balikan lagi”
    seperti itu :p
    bikin ketawa sih waktu bagian “kedua lengan cukup kekar” hihi

    • saya cuma langsung ke inti, ga basa-basi muter-muter dulu cerita kisah sebelumnya ^^ karena cerita ini jenis ficlet, saya harus bisa merangkum inti cerita hanya dalam beberapa kata.

      Inti cerita ini sepasang suami-istri yang terlalu mendalami dalam kehidupan workaholic sehingga mereka lupa sama yg namanya keluarga. Namanya manusia ga luput dari kesalahan, dan mereka berdua sadar. akhirnya berusaha untuk merubah diri masing-masing.

  4. Feb .. Suka deh .. Ini ficlet nyentuh banget .. Aku bisa ngerasain posisi keduanya .. Haru banget .. Untung aja masih bisa diperbaiki .. Love your story ..
    Di tunggu loo Craving For The Hurting nyaa ..

  5. wah menyentuh bnget nih finclet,walau pun aku ga tau detail permasalahan mereka dimana..tapi yg aku tangkep keegoisan mereka akhir ny terkalah kan sama cinta mereka..aaa cia cia,..sukses deh..

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s