Dankie (A Lot Of Happiness)

DANKIE

 

Title: Dankie (a lot of happiness)

Scriptwriter: Hanseora (@burningbuzz)

Cast: Jung Yonghwa and CNBLUE feat Zyen (Children of Burkina Faso – Africa)

Duration: One-shoot

Genre: Real Life! (NO ROMANCE!)

Rating: All ages

Disclaimer: Belong to CNBLUE Project and FNC. Plot is pure mine!

A/N: Hey masih inget saya *kicked* well sebelumnya siapapun kalian yang gak pernah bosen baca FF saya, saya ucapkan terimakasih.. ^^

Ini adalah FF spesial untuk CNBLUE & anak-anak di dunia yang kurang bahagia. Jadi jangan heran kalau gak ada kisah romance, karena ini kisah nyata dari CNBLUE dan dicampur sedikit fiksi oleh saya eheheheh

Ada baiknya kalau kalian nonton ini dulu yukk http://www.youtube.com/watch?v=O_ovL7zVMao

Video ini yang menginspirasi saya.. dan Dankie adalah bahasa afrika yang artinya Terimakasih ^^

GAK SUKA? PERGI AJA!! JANGAN BASH KARENA MUNGKIN CERITANYA GAK MENARIK..

                                                                                                  OKEY?

😀

(All POV is Jung Yong Hwa)

Summary:

You know?

One life every 5 seconds

18.000 lives each day

Our children die of hunger and poverty

***

Children in hunger

and the poverty have the right to study, not to work.

***

Burkina Faso – Africa

Niamadougou, 2011

Angin panas yang berhembus lembut, menerbangkan beberapa helai ujung rambutku. Aku menghirup napas panjang, mengambil oksigen sebanyak yang kubisa. Aku memejamkan mata sejenak, sambil merentangkan kedua tanganku. Membiarkan angin semakin menerpa wajahku lembut. Aku bisa merasakah sinar matahari yang menyoroti wajahku dengan hangatnya.

Mr. Yonghwa!” Sebuah suara memanggilku. Aku langsung menoleh ke arah belakang. Seorang pria dengan kulit hitamnya tengah berlari kecil ke arahku. Aku melambaikan tangan ke arahnya ramah, meski aku belum tahu siapa orang itu.

“Anda sudah datang?” ucapnya dengan bahasa inggris. Aku mengangguk singkat sambil mengulum senyum. Pria itu lalu mengulurkan tangan ke arahku, mengajak berkenalan.

Hello! I’m Shane.” katanya dengan logat bahasa inggris yang sedikit kaku. Aku membalas uluran tangannya. “Hello, Mr. Shane!” sapaku.

Aku tak bisa berhenti tersenyum. Untuk pertama kalinya aku mengunjungi negeri ini. Bukan untuk sebuah liburan, melainkan kunjungan sosial yang kuharap bisa menjadi pelajaran hidup untukku.

Mengunjungi negara lain seperti negara-negara di benua Eropa dan Amerika, bagiku sudah biasa. Semuanya terlihat berjalan dengan baik-baik saja. Hidup yang makmur dan bahagia. Sangat kontras dengan negeri yang sedang kukunjungi saat ini. Burkina Faso, salah satu negeri miskin yang terdapat di benua Afrika. Tepatnya di kota Niamadougou, tempat dimana kakiku berpijak saat ini.

Butuh perjalanan yang tak mudah untuk mengunjungi kota terpencil ini. Setelah mendarat di bandara Afrika selatan, aku melanjutkan perjalanan darat selama berjam-jam dengan sebuah mobil jeep sederhana milik Mr. Kim Jungsoo. Seorang, relawan yang telah banyak melakukan aksi sosial di negeri ini. Negeri safari.

Dan Mr. Shane, adalah tour guide ku kali ini.

***

                Mr. Shane mengajakku berkeliling sebentar ke berbagai tempat yang ada di Niamadougou dengan mobil jeepnya. Kau tak akan menemui gedung-gedung mewah pencakar langit disini. Tak akan ada banyak mobil mewah yang berlalu lalang di jalan raya. Bahkan, jalan beraspal pun tak ada di tempat ini. Setiap tempat hanya dilapisi oleh tanah tandus dengan rerumputan liar diatasnya. Benar-benar kering.

Dan yang membuatku terenyuh adalah, ketika aku melihat keadaan anak-anak Burkino Faso yang sedang bermain di sebuah perkampungan kumuh. Meskipun mereka terlihat sedang tenggelam dalam gelak tawa yang mereka buat, sambil berlari-lari mengejar satu sama lain, di satu sisi aku bisa merasakan, beban kehidupan yang mereka alami.

Kau tahu Mr. Yonghwa? Mereka sangat pintar menutupi rasa kesedihan yang mereka alami. Sudah banyak anak-anak di kota ini yang mati akan kelaparan, kekerasan, hidup dalam kemisikinan, bekerja dan tak bersekolah. Mereka bekerja agar tetap hidup. Tetapi dibalik itu semua, mereka tetap tersenyum, meski hanya bermain kejar-kejaran dengan teman-teman mereka.”

Aku mendengar dalam-dalam setiap perkataan yang dilontarkan oleh Mr. Shane. Aku sangat tersentuh mendengarnya.  Dari dalam mobil, aku tersenyum miris ke arah bocah-bocah kecil itu. Bocah yang malang.

Setelah melihat langsung, aku jadi semakin yakin dengan apa tujuanku ke tempat ini.

                “Apa kau mau turun?” Pria berkulit hitam itu menawarkanku untuk turun dari mobil. Tanpa berpikir panjang, aku langsung mengiyakannya. Hatiku berdesir di dalam setiap langkahku.

Hai anak-anak!!” sapa Mr. Shane kepada anak-anak itu dalam bahasa afrika, meskipun aku tak mengerti apa yang diucapkannya, tetapi aku yakin ia sedang memanggil sekumpulan anak-anak itu. Setelah kedatanganku, sebagian dari mereka ada yang berhenti bermain. Dan ada juga yang masih melanjutkan permainan mereka, menghiraukan kedatangan orang asing sepertiku.

Anak-anak itu lantas mendekati Mr. Shane yang sedang membungkuk untuk menyamakan tinggi tubuhnya dengan tinggi anak-anak itu. Sepertinya mereka sudah mengenal pria itu. Aku masih berdiri di tempatku dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahku. Ada beberapa anak yang menyadari kehadiranku, mereka memandangku aneh. Ya, tentu saja, bagi mereka aku sangat berbeda dengan mereka yang berkulit hitam. Sedangkan aku berkulit putih bersih.

Meskipun mereka terlihat kumuh dan menyedihkan, dimataku mereka tetaplah anak kecil yang lucu dan polos.

Aku tersenyum haru saat tak sengaja, indera pengelihatanku menangkap sosok seorang bocah kecil tanpa sehelai pakaian yang menempel di tubuhnya. Tubuhnya terlihat sangat kurus kering, tetapi tidak dengan perutnya yang terlihat buncit.

Busung lapar. Penyakit yang banyak diderita oleh anak-anak di negeri miskin. Sungguh, itu menyedihkan. Disaat di kota besar, banyak orang yang membuang-buang makanan, di tempat ini justru kekurangan makanan dan kekurangan asupan gizi.

“Setiap 5 tahun sekali, belum tentu mereka bisa memakan makanan yang layak.”

                Aku kembali teringat dengan perkataan Mr.Kim saat ia menjemputku di bandara tadi. Separah itukah kehidupan yang mereka jalani?

Mr.Yonghwa, come here!!” Suara Mr. Shane kembali menyadarkan lamunanku. Aku kembali menatap ke arahnya, ia melambaikan tangannya ke arahku untuk segera menghampirinya.

Hello!” sapaku mencobah ramah kepada anak-anak itu. Tak ada yang membalas sapaanku, mereka masih memandangiku aneh. Seolah aku adalah orang yang jahat. Aku pun membungkukkan badan di samping Mr. Shane. Dan kembali mencoba menyapa mereka lebih ramah.

Anak-anak, dia adalah tuan Yonghwa. Dia jauh-jauh datang dari Korea selatan hanya untuk bertemu dengan kalian. Sambutlah dengan baik, dia bukanlah orang yang jahat. Lelaki ini justru ingin menolong kalian….”

Entah apa yang Mr. Shane bicarakan kepada sekumpulan anak-anak itu. Yang jelas sepertinya, ia membicarakanku.

WELKOM!!” sorak mereka kemudian dengan bahasa afrika, sebagian ada yang mulai tersenyum lebar dan sebagian lagi masih ada yang malu-malu melihatku. Aku sedikit terkejut melihatnya, tak menyangka dengan cepat Mr. Shane membuat anak-anak itu menjadi lebih ramah padaku.

That’s mean, welcome..” ujar Mr.Shane memberi tahu. Aku mengangguk senang.

Anak-anak malang itu kemudian mendekat ke arahku, mengelilingi tubuhku. Aku sangat senang melihat mereka dari jarak yang lebih dekat.

Mooi.. Mooi… Mooi..

Aku hanya bisa tertawa ringan mendengar mereka meneriakkan suatu kata yang tak kumengerti. Kulirik ke arah Mr. Shane yang sedang menunduk menahan tawa. Apa mereka meledekku?

                They said, you are handsome…” kata pria itu kemudian.

Benarkah?

Mooi……”  ucap salah seorang gadis kecil dengan kaos merah mudanya. Rambutnya yang gimbal  tak terurus dikuncir ke belakang, membuatnya terlihat sangat manis. Aku rasa, di antara semuanya, ia terlihat paling tua dari yang lainnya.

Heisweet girl…” sapaku padanya. Semburat merah tipis, mulai merona di wajahnya yang gelap.

She is Zyen…” kata Mr. Shane memberi tahu.

Hi Zyen!!”

Gadis kecil bernama Zyen itu hanya tersenyum lebar ke arahku. Sepertinya ia senang aku memanggil namanya.

Dia anak pertama yang mengetahui tentang kabar baik ini. Sepertinya dia sangat senang bertemu denganmu. Dari dulu, ia ingin sekali bersekolah.”

Aku lagi-lagi tertegun mendengar perkataan Mr. Shane yang terdengar lembut di telingaku. Kutatap wajah gadis kecil itu yang masih berdiri di hadapanku. Tanpa kusadari aku telah mengelus-elus puncak kepalanya lembut.

***

                “HAHAHAHA”

Aku masih melanjutkan ceritaku, sekarang aku tengah berkumpul dengan anak-anak itu di sebuah padang rumput yang cukup luas. Tak peduli dengan teriknya matahari yang menyengat tubuhku siang ini, aku tetap merasakan kesejukan saat melihat tawa dari anak-anak itu. Meskipun mereka tak mengerti apa yang kuucapkan, setidaknya mereka sedikit terhibur dengan gerakan tubuhku yang kubuat sekonyol mungkin dimata mereka agar terkesan lucu.

                Kemudian aku teringat sesuatu, aku bangkit berdiri dari pohon tempatku berteduh bersama anak-anak itu. Aku berlari kecil ke arah mobil Shane. Dan mengambil sesuatu di dalam sana.

Do you want candies? Chocolate or…” sorakku kencang dari dekat mobil ke arah mereka sambil mengangkat ke atas sebungkus plastik berisikan permen dan coklat yang kubawa dari Seoul.

Anak-anak itu masih tertawa mungkin karena tak mengerti apa yang kuucapkan. Tetapi aku tak peduli, yang penting mereka senang.

Setelah kembali ke tempatku, aku langsung membuka bungkusan makanan ringan itu. Makanan ini memang sederhana, tetapi bagi anak-anak itu tentu permen dan coklat adalah sesuatu yang berharga.

Aku membagikan setiap permen dan coklat itu bergantian kepada anak-anak yang berjumlah kurang lebih dua puluhan ini. Aku bernapas lega saat mereka telah mendapatkannya sama rata. Tetapi tiba-tiba Zyen kembali menghampiriku. Aku melirik ke kotak coklat dan permen yang sudah kosong.

Maaf sudah habis Zyen..” kataku padanya sambil menunjukkan isi kotak yang sudah kosong. Sepertinya dia mengerti apa maksudku. Ia mengibas-ngibaskan tangannya ke arahku.

Dankie…” sahutnya pelan dan kembali mengukir senyumnya yang manis khas anak kecil.

Aku sedikit mengangkat alis karena tak mengerti bahasa yang diucapkannya. Bodohnya aku, seharusnya aku belajar sedikit tentang bahas afrika sebelum mengunjungi tempat ini.

Dankie…” Gadis itu mengulangi perkataannya. Aku hanya bisa mengangguk singkat sambil tersenyum ke arahnya. “Dankie..” kataku, mencoba mengatakan hal yang sama.

Dankie

Apa itu artinya terimakasih?

***

Recommended song > CNBLUE – BLUE SKY

Looking for a place to live in,
There’s a long way to go, dreaming of a life.
When the night has seemed to be,
Just fear at the free, it’s intertwined.

Moment of the time is giving, how do we make it when we try.
All the words could say.

Looking at the sky,
Tells the story what you see.
Just I know.
All the people say in case,
‘Cause there s just the one blue.
We might see, maybe, same clouds at the same time.
Even if another day,
We are attached with the hope of who we are.

When the days give time for losing,
Nothing’s ever been so meant to be, all the wrong.
Here is just no strength to be, no streaming what you see, The destiny..?

Everyone to say, it made a way, carry on from day to day,
Finding our part to play.

Reaching for the sky,
In the distance how we’re there.
Done by hope.
Hold your heart then there will be,
‘Cause you’re in, your the story.
We can see something, hidden in the pages say,
We are the ones whose gotta be there.
Don’t let go, the hope is in us who we are.

What if we could tell it’s gonna last somehow, we wind up.
What if we could take out all the wasted time.
Every little thing that we do, all the ways we feel.
Close your eyes just feel it coming,
It’s getting stronger, then you see.

Looking at the sky,
Tells the story what you see.
Just I know.
All the people say in case,
‘Cause there s just the one blue.
We might see, maybe, same clouds at the same time.
Even if another day,
We are attached with the hope of who we are.

                Aku menyanyikan sebuah lagu untuk mereka dengan alunan melodi gitar yang kubawa. Aku sudah biasa memainkan setiap chord lagu ini saat di studio maupun di atas panggung sewaktu konser. Tetapi tak pernah ku bayangkan, aku bisa menyanyikan lagu kesukaanku ini di tengah-tengah anak-anak kurang beruntung di Barkana Faso. Ini sungguh sebuah kesempatan yang berharga dalam hidupku.

Aku menyanyikannya dengan penuh penghayatan, membayangkan kepedihan hidup mereka disini. Dan ini sangat menggetarkan jiwaku. Mungkin aku berlebihan, tetapi inilah yang kurasakan. Dalam waktu yang singkat, meski berbeda bahasa dan ras, aku bisa merasakan kedamaian dan kebersamaan dengan anak-anak ini. Sungguh sebuah kesenangan  batin yang tak pernah kutemui saat berada di Korea.

Aku mengakhiri lagu ini dengan sebuah petikan gitar yang merdu dan indah. Saat aku bernyanyi, mereka terlihat tenang dan diam. Memperhatikanku. Dan sekarang mereka kembali bersorak riang sambil bertepuk tangan.

                “Suaramu indah… Sepertinya mereka sangat menyukaimu.” puji Mr. Shane yang tiba-tiba datang. Ia tersenyum ramah ke arahku.

Semua anak-anak itu pun secara perlahan berangsur pergi meninggalkan tempat ini. Tak terasa sudah berjam-jam aku menghabiskan waktu bersama mereka. Hari sudah menjelang sore, dan ini saatnya mereka untuk kembali ke rumah. Tetapi Zyen masih ada disini bersamaku.

Hei Zyen…” Aku kembali menyapanya.

Dankie…” Lagi-lagi dia mengatakan hal itu.

Aku meraih tubuhnya dan mendekatkannya untuk duduk di sampingku.

T—Th—Thank—Thankyou….

Aku terpaku mendengarnya. Barusan ia mengatakan terimakasih dalam bahasa inggris meski sedikit terbata-bata. “You’re welcome…” Hanya itu yang bisa kukatakan.

Tiba-tiba aku mengepalkan telapak tangan kananku ke arahnya. “Friend?” gumamku setengah bertanya sambil kembali tersenyum. Ia pun mengikuti apa yang kulakukan dengan mengepalkan telapak tangannya ke arahku. Dan telapak tanganku pun bersentuhan dengan telapak tangan kecilnya itu.

Dankie….” ucapku yang dibalas senyuman malu-malunya.

Dankie….”

***

March 2011

Aku sangat senang mendengar kabar bahwa sekolah yang didirikan atas project bantuan dana CNBLUE bersama FNC dan seluruh boice di dunia telah selesai dibangun. Dan sekarang anak-anak itu bisa menikmati pendidikan dengan sedikit layanan free meal agar mereka tak kelaparan.

Aku sangat senang. Kenangan indah tentang perjalanan singkat waktu di Burkina Faso masih melekat di setiap pikiranku. Aku masih bisa merasakan senyuman mereka, tawa dan juga suara Zyen—sahabat kecil baruku.

Sekolah itu dibangun, dengan dana yang sebagian berasal dari setiap hasil penjualan tiket konser, album, dan juga bantuan donasi para penggemar CNBLUE dari berbagai belahan dunia. Aku merasa sangat senang kegiatan amal yang kulakukan bersama CNBLUE bisa berhasil. Meskipun aku dan lainnya tidak bisa kesana setiap waktu, aku harap semoga anak-anak itu bisa kembali hidup normal seperti anak-anak lainnya.

Tak banyak yang bisa kulakukan untuk membahagiakan mereka. Yang kutahu, dari setiap kebahagiaan yang kita raih, di dalamnya terdapat hak-hak orang yang membutuhkan. Dan aku tak akan pernah bosan untuk membantu mereka meski dengan hanya membangun sekolah mungil di sana.

Hidup akan jauh lebih berarti jika kita saling menolong satu sama lain.

Aku harap, selanjutnya, aku bisa kembali membangun sekolah-sekolah lainnya di sana, dan tak bukan hanya Afrika, melainkan di seluruh kota yang membutuhkan.

***

Ada banyak anak yang tidak bisa merasakan pendidikan…

Tetapi mereka yang jauh lebih beruntung justru seolah tak peduli.

Mengeluh hanya karena suatu hal yang kecil…

Ada banyak anak yang kelaparan di luar sana dan bahkan mati karena kelaparan..

Tetapi mereka yang lebih beruntung justru menyia-nyiakannya..

Bisakah kita mengatakan terimakasih

Atas apapun yang telah kita terima?

Sekecil apapun itu.

Dankie..

FIN

T,T Hiksss….

FF Apa ini??? maaf banget kalau gak dapet feelnya. Saya memang masih kurang ahli dalam merangkai kata-kata. Diksi saya memang masih banyak kekurangannya…

Karena foto manis itulah membuat saya tergugah untuk membuat FF ini. saya bosen dengan FF yang romance.. makanya saya tertarik untuk membuat FF ini. yang bertema kehidupan.. semoga readers bisa menerima isi pesan moralnya yah…❤

FF ini juga merupakan sebuah promosi agar banyak yang menyukai CNBLUE, terutama Jung Yonghwa.. huehuehue :b

Silahkan komentarnya juseyo J

 

 

13 thoughts on “Dankie (A Lot Of Happiness)

  1. Di luar semua kekuranganmu dan promosi itu, aku menyukainya. Menarik, menyentuh dan memiliki pesan tentunya. Walau aku bukan boice, tapi senang mendapati ff natural real life seperti ini. Sering-sering ya🙂 ingin menambahkan ide, bagaimana jika kamu ulas tentang kisah banyaknya bayi yg dibuang oleh orang tuanya di korea or other ideas

  2. keren thor..
    dankie for make this story..
    aku jadi sadar, masih banyak orang yang ga beruntung… dan mulai sekarang aku ga akan mengeluh…
    sekali lagi dankie author..😀

  3. hiks hiks terharu… jd ternyata yonghwa emang bener kesana. sayang, kuotaku ga cukup buat nonton videonya.

    CNBLUE sarangheyo. semoga atas bantuan kalian sekolah dsn dapat membantu anak2 dsn lebih ceria dan semoga kegiatan belajar dsn trus berjalan.

  4. kalau nggak dapat feelnya, aku nggak mungkin netesin air mata. ff kamu bagus banget, ada pelajaran yg bisa diambil. nice~

    • halo! xD ini admin ffcnblueindo kan? :3 wah gak nyangka mau bertandang juga ke fic ku🙂 duhh gak nyangka deh sampai menitikkan air mata. :”) padahal aku yang buat aja gak sampai segitunya T.T hehe sekali lagi makasih ya sudah membaca fic ku ^^

  5. waw..keren
    mengharukan cuman kurang panjang deh😀
    oh iya..tau lirik lagunya “cnblue school song”nya gak? lagunya bagus banget,
    minta tolong boleh enggak?tolong cariin liriknya cnblue school song ya?
    gamsahamnida🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s