She’s Come Back (Part 2)

She's comeback downloaded (3)

 

She’s Come Back (Part 2)

Author : Mona

Genre  : Mystery, AU

Length : Chaptered

Rating  : PG 13

Cast     :

♬   Kang Minhyuk

♬   Park Ririn (OCs)

♬   Park Hae Ri (OCs)

♬   Jung Sekyung (OCs)

♬   Lee Jonghyun

♬   Jung Yong Hwa

Disclaimer: Cerita ini adalah milik saya seutuhnya, kecuali tokoh-tokohnya

Note         : Kembali di post di wp saya juga di http://4mewith1maginew02ld.wordpress.com/ dan disini, mian atas segala typo yang saya lakukan and happy reading ^^

~~~~~

                 Pagi itu cuaca tidak terlalu mendung, dihari yang masih cukup pagi, suara motor terdengar dari sebuah rumah. Rumah hangat yang dimiliki namja itu. Dia menggunakan helm nya sambil tersenyum ke arah jalan yang akan segera dilaluinya pagi itu. Sudah 2 tahun dia tak menggunakan motor itu, untung saja tiap hari sabtu malam Jungshin akan meminjam motornya untuk berkencan, kalau tidak mungkin motor miliknya akan menjadi barang rongsokkan.

Setelah melaju beberapa meter, dia berhenti di sebuah rumah dan melihat ke arah jendela rumah itu sambil tersenyum, tersenyum ke arah yeoa yang ada di sana sambil melambaikan tangannya.

“Hai Minhyuk!” sapa Ririn sambil memakai helm yang diberikan Minhyuk

“Hai!” jawab Minhyuk lagi sambil menunjukkan eyes-smilenya

“Ayo cepat naik!” suruh Minhyuk

Ririn pun dengan cepat duduk di belakang lalu melingkarkan tangannya di pinggang Minhyuk. Minhyuk sudah terbiasa dengan hal ini, sudah 2 minggu lamanya dia dan Ririn seperti ini, Minhyuk selalu mengantar-jemput Ririn setiap harinya, Ririn pun sangat berterima kasih dengan semua itu.

Tak butuh waktu lama, hanya sekitar 10 menit mereka pun sampai di SMA mereka. Minhyuk segera memarkirkan motornya di bawah pohon.

“Minhyuk, aku duluan ya?”

“Ah, iya..”

Ririn pun berlari dengan cepat menuju kelasnya. Tapi, BRUKK!! Dia menabrak seseorang. Ririn meringis sakit, sakit dibahu kanannya.

“Aish, sakit.. Hey apa kau….” kemarahannya berhenti seketika, setelah melihat orang yang menabraknya.

Namja tinggi, dan gayanya yang sedikit seperti berandal. Rasanya Ririn tahu siapa namja ini. Sama seperti Ririn yang terpaku melihat namja di depannya, begitu juga dengan namja yang tertabrak itu, melihat Ririn dengan seksama. Mereka seperti terhipnotis dengan tatapan mata lawannya. Tapi sebuah suara mengganggu mereka.

“Rin, gwenchana?” tanya Minhyuk sambil membantu Rin berdiri.

Ririn pun berdiri walaupun tatapan matanya masih mengarah ke arah namja itu. Rin mulai takut saat melihat namja itu, maka dari itu sedari tadi dia tak berbicara sepatah kata pun apalagi untuk berdiri, dia takut melakukannya. Minhyuk pun menarik tangan Ririn, untuk segera pergi dari tempat itu.

“Jeongmal Mianhae” kata Rin pada namja yang di tabraknya lalu berjalan pergi bersama Minhyuk

~~~~~

                 Suasana di lorong ke arah perpustakaan itu tak terlalu ramai, jarang sekali para murid datang atau melewati tempat itu, mereka menganggap tempat ini seperti neraka. Sama seperti Minhyuk yang tak suka membaca seperti Jungshin, tapi sialnya hari ini Minhyuk harus membantu Jungshin, karena Mrs Jung menyuruhnya.

“Hey Jungshin berjalanlah lebih cepat! Kaki mu kan panjang”

“Aish, mana bisa kau tak lihat buku yang ku bawa? Banyak sekali,” kata Jungshin

Minhyuk pun sedikit membenarkan posisi buku-bukunya. Dia tak bisa melihat ke arah depan, buku-buku yang dibawanya telah menghalangi penglihatan dan BRUK!! Minhyuk menabrak seorang namja. Namja itu kembali meringis kesakitan di bahu kanan nya. Setidaknya dia baru tertabrak dua kali hari ini. Suasana hati Minhyuk hari ini sedang tidak baik, dia sangat kesal hari ini, apalagi namja yang ada di depannya sekarang adalah namja yang tadi pagi menabrak Rin.

“Apa kau tak punya mata?” tanya Minhyuk.

Tapi kata-kata Minhyuk membuat namja di depannya kesal, belum pernah ada yang berani berkata seperti itu ke arahnya.

“Cih, siapa kau?” tanya namja itu sambil membesarkan kedua matanya.

“KANG MINHYUK” jawab Minhyuk sambil memberi penekanan.

Jungshin berusaha menenangkan Minhyuk, menarik tangan Minhyuk untuk segera pergi dari tempat itu, atau mereka akan dikeluarkan dari sekolah ini. Tapi dari kejauhan seorang yeoja berjalan cepat, dan segera merapikan barang-barang yang dibawa Minhyuk, Minyuk dan namja itu melihat ke arah Rin yang sedang merapikan buku. Jonghyun tersenyum melihat Ririn lalu memabantu Rin merapikan buku Minhyuk.

“Mianhae” kata namja itu ke arah Minhyuk tapi matanya tetap ter-arah kepada Ririn.

“Ne, maaf juga yang tadi pagi” kata Rin ramah.

Lalu Minhyuk, Ririn dan Jungshin pun melangkah pergi meninggalkan namja itu. Minhyuk menatap Rin dengan seksama, dalam hatinya dia berkata ‘Mungkin aku harus menjaga Rin dari lirikan namja-namja di sekolah ini’, tapi pikirannya buyar seketika setelah Jungshin mengeluarkan suaranya.

“Minhyuk, kau tahu kan siapa orang tadi?”

“Ne, orang yang memiliki sekolah ini”

“Harusnya kau minta maaf saja” lanjut Jungshin.

“Cih.. Minta maaf? Harusnya dia!” jawab Minhyuk.

Amarah Minhyuk mulai muncul kembali setelah Jungshin mengingatkan akan cerita tadi. Untungnya Rin segera melerai mereka.

“Sudahlah, yang penting sudah bereskan” kata Rin sambil tersenyum simpul ke arah Minhyuk.

Hati Minhyuk pun kembali luluh dengan senyum hangat Rin, bahkan tanpa titah dari otaknya dia akan tersenyum begitu melihat malaikat nya ini tersenyum ke arahnya.

~~~~~

                 Siang ini, Rin dan Minhyuk akan pergi ke mall, karena mereka akan membeli sebuah buku. Tapi sebuah kejadian mengingatkan Minhyuk akan masa lalunya dan akan menjadi awal di mana Minhyuk akan mengingat kembali masa lalunya. C.M.CLUB atau bisa diperpanjang menjadi Cute Minhyuk Club, club ini sangat ramai, banyak yeoja yang mengikuti club ini, tapi ada 3 anggota pokok yang terdiri dari yeoja  yang cukup populer di sekolah. Ketiga yeoja ini selalu memberikah hadiah setip minggunya untuk Minhyuk, dan hari ini adalah hari keberuntungan mereka, mereka bisa bertemu dengan Minhyuk di tempat ini, di mall. Tapi ketiga yeoja itu membulatkan mata mereka begitu melihat seorang yeoja bersama Minhyuk. Mereka pun segera menghampiri Minhyuk.

“Hey, siapa yeoja yang bersama mu oppa?” tanya yeoja yang memiliki perawakan putih, tinggi, dan memiliki rambut hitam lurus

“Oh, teman ku”

Lalu ketiga yeoja itu menatap ke arah Rin dengan tatapan tajam. Sementara Rin tersenyum menantang ke arah mereka. Dan semua kejadian ini membuat Minhyuk teringat semua itu.

 

FLASHBACK ON

Pagi itu, Minhyuk melangkahkan kakinya bersama Hae Ri, melewati koridor sekolah sambil menyanyikan lagu-lagu dengan riangnya. Tapi Minhyuk menangkap sebuah sosok yang sangatlah di sukainya. Jung Sekyung, yeoja yang lebih tua darinya, berwajah manis dan berambut ikal cokelat. Minhyuk terpana melihat semua itu. Dia langsung menyapa noona nya itu.

“Hai Sekyung noona!”

“Hai Minhyuk!” jawab Sekyung sambil tersenyum ke arah Minhyuk.

Lalu Sekyung melihat ke arah yeoja di samping Minhyuk, menatap yeoja itu sedetil mungkin, dengan tatapan tak suka.

“Kau tahu Hyukkie? Yeoja itu tak pantas berjalan denganmu, bagaimana kalau ku antar ke kelas?” kata Sekyung sambil menarik tangan Minhyuk.

Minhyuk yang terbuai saat itu, hanya mengikuti tarikan tangan Sekyung, melangkah pergi, menjauh, meninggalkan Hae Ri sendirian di lorong itu. Tampak kekecewaan dari wajah Hae Ri, tapi dia menepis pikiran yang sekarang ada di otaknya. Pikiran tentang Minhyuk yang tidak setia kawan padanya. Lalu dia mengukir senyum di wajahnya.

FLASHBACK OFF

 

Tiba-tiba sebuah suara memanggilnya, membuat dia tersadar dari lamunannya.

“Minhyuk” panggil Ririn

“Ah? Ne.. Ne.. Wae?” tanya Minhyuk sedikit panik.

“Anio, kajja nanti keburu sore” kata Ririn lalu melangkah mendahului Minhyuk.

Ketiga yeoja tadi hanya melihat Rin dengan pandang kesal sambil mendengus. Lalu mendekat ke arah Minhyuk dan merayunya.

“Oppa, kau tidak lihat? Yeoja tadi sangat jahat pada kami, lebih baik oppa bersama kami saja” kata yeoja yang berambut ikal blonde terurai.

Minhyuk hanya melirik ke arah mereka saja, tapi mengabaikan semua yang dikatakan ketiga yeoja itu. Lalu berteriak ke arah Rin.

“Rin, tunggu aku!” teriak Minhyuk lalu berlari ke arah Rin

Ketiga yeoja itu naik darah. Rasanya mereka bertiga ingin memukul yeoja yang bernama Rin itu. ‘Lagi pula apa bagusnya sih Ririn itu? Harusnya Minhyuk lebih memilih kami dari pada yeoja itu’, pikir ke tiga yeoja itu lalu mereka bergegas pergi dari tempat itu.

“Minhyuk, ayo kita ke kasir” ajak Rin

Tapi Minhyuk hanya melihat ke arah Rin sekilas lalu kembali melihat buku yang di pegangnya. Sebuah novel. Novel itu berjudul ‘Friend’. Dan rangkuman isi buku itu di belakangnya hampir sama dengan masa lalunya. Rasanya Minhyuk seperti akan melihat masa depannya di buku ini. Sementara dari kejauhan seorang namja sedang memperhatikan Minhyuk dan Rin. Ah tidak mungkin bukan Minhyuk dan Ririn mungkin hanya Rin seorang yang di perhatikan namja itu.

“Kajja Jonghyun kita pulang” ajak seorang namja di samping nya.

“Sebentar” jawab Jonghyun tanpa memalingkan tatapannya dari Rin

Yonghwa –namja yang sedang bersama Jonghyun- mengikuti arah mata Jonghyun. Dan TADA!! Dia menemukan sesosok yeoja yang sedang diperhatikan Jonghyun. Yonghwa menepuk bahu Jonghyun.

“Kau akan mendapatkan dengan mudah Jonghyun” kata Yonghwa dengan entengnya.

“Kurasa tidak semudah itu, kau lihat namja yang bersamanya?”

“Ah, ne.. Aku tahu dia Kang Min Hyuk.. Namja yang cukup banyak memiliki fans ne?”

“Ne, dan ku rasa dia juga menyukai yeoja itu.. Dan ku lihat dia akan melakukan apa pun demi yeoja itu”

Yonghwa menepuk bahu Jonghyun sekali lagi sambil mengedipkan sebelah matanya. Kedipan itu memberi isyarat ‘tenanglah dia akan segera menjadi milik mu’.

~~~~~

                 Malam ini Rin kembali duduk di mejanya, sambil melihat foto-foto yang ada di sana. Foto-foto Minhyuk dari kecil sampai sekarang. Bahkan dia membaca sebuah buku, seperti sebuah buku diary. Dia telah membaca halaman ke 15. Lalu dia tersenyum kecut. Tiba-tiba seseorang masuk ke kamarnya.

“Nona”

“Ne, wae?” tanya Rin tanpa menengok ke arah suara itu

“Kata eomma nona, Dia akan dipindahkan ke rumah sakit Korea”

“MWO?!” teriak Rin tatapan matanya nanar setelah mendengar perkataan itu

“Memang kenapa dengan rumah sakit di Amerika? Bukankah di sana lebih bagus?” lanjut Rin dengan tenang

“Ne, memang bagus tapi eomma nona memaksa, katanya rumah sakit Korea tak kalah bagus”

Rin hanya terdiam sambil memijit kepalanya yang mulai terasa sakit. Otaknya sudah terlalu banyak bekerja tanpa istirahat sedikitpun.

“Ku rasa kau tahu apa yang harus dilakukan Mr.Kim” jawab Rin kembali

“Tapi kalau di lakukan semua itu akan berbahaya, nyawanya bisa tak terselamatkan”

“Now or Never” jawab Rin

Lalu Mr. Kim pun keluar dari kamar Ririn. Ririn menghela napas panjang. Ini akan menjadi jalan yang panjang dengan banyak rintangan yang menghadang. Dia terdiam di kesunyian malam sambil memejamkan matanya. Dia menggigit bibir bawahnya, tandanya dia sedang berpikir. 5 menit kemudian Rin berjalan ke arah tempat tidur King Size nya lalu mengambil benda berwarna pink menyala. Dan menekan layar touchscreennya. Mengirim pesan kepada seseorang di seberang sana.

~~~~~

                 Pagi ini Minhyuk kembali mengeluarkan motornya, dia akan segera berangkat ke sekolah. Minhyuk meng-gas motornya perlahan, dia sedang memanaskan motornya. Setelah motornya sudah panas, Minhyuk pun mulai melaju dengan kecepatan seperti biasanya. Dia melewati rumah Rin hari ini, tidak berhenti di rumah itu sambil melambaikan tangan ke arah jendela. Semalam Rin mengirimkan sebuah pesan, kalau dia ingin berangkat sendiri karena ada sebuah urusan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Sementara di sekolah seorang yeoja sedang duduk di kelas sambil menggoyang-goyangkan kepalanya, ada sebuah benda yang menutupi telinganya. Dia sedang mendengarkan musik. Tak lama, seorang namja datang ke tempat itu. Dia berhenti sejenak di pintu kelasnya. Dan tersenyum begitu melihat seorang yeoja ada di dalam sana. Namja itu berjalan masuk dan menghampiri meja yang diduduki seorang yeoja. Namja itu berjalan dengan kedua tangan di sakunya. Ini merupakan sebuah ciri khas namja ini. Aura yang dibawanya selalu membuat para yeoja di sana terpana. Dia berhenti di meja barisan terakhir kelas itu. Yeoja itu menyadari bahwa ada sesorang yang datang. Dia pun melihat ke arah sesosok namja yang baru saja di temuinya kemarin.

“Ah, mianhae sunbae.. Aku akan segera keluar” kata yeoja itu mulai berdiri dan melangkah keluar

Tapi sebuah tangan besar mencegahnya. Serasa ada sengatan listrik yang menjalar ketubuhnya. Sebuah rasa hangat yang membuat jantungnya berdebar.

“Siapa nama mu?” tanya namja itu

“Ririn, Park Ri Rin” jawab yeoja itu sedikit gugup

Bagaimana tidak? Namja yang ada di depannya adalah pemilik sekolah ini, sekaligus anak yang paling di hormati semua anak di sekolah ini. Bahkan tak ada satu pun guru yang berani melawannya.

“Oh, nama yang bagus..” kata namja itu

“Kau sudah tahu kan nama ku?” lanjutnya bertanya

“Ne.. Jonghyun sunbae”

Lalu Jonghyun mendekatkan wajahnya ke arah Rin. Rin hanya melihat kedua mata Jonghyun. Dan tak lama terlihatlah sebuah senyuman dari bibir Jonghyun.

“Ehem..” dehem seorang namja di depan pintu kelas

Jonghyun pun menjauh dari Rin dan Rin mulai melangkah pergi keluar dari kelas Jonghyun. Tak lupa dia membungkuk hormat ke arah sunbae yang baru datang.

“Hey, belum waktunya Jonghyun-ah”

“Csk, dasar kau Jung Yong Hwa! Mengganggu saja!” jawab Jonghyun sambil duduk di kursinya

“Hahaha..” tawa Yonghwa mulai terdengar setelah mengganggu temannya yang satu ini

“Jonghyun, kau tahu tiga yeoja C.M.CLUB pagi ini baru saja mendapat musibah” kata Yonghwa dengan ekspresi yang membuat Jonghyun makin penasaran

“Jinjja? Musibah apa?”

“Kau lihat saja, sebentar lagi mereka akan lewat”

“Csk, dasar!

Jonghyun mulai kesal dengan kelakuan temannya yang satu ini. Selalu membuat orang lain penasaran.

Minhyuk sedang berjalan di koridor menuju kelas. Tapi dia melihat tiga sosok yeoja yang seperti dikenalnya. Yeoja C.M.CLUB. Mereka datang dengan basah kuyub pagi ini, bahkan Minhyuk sampai menutup hidungnya saat mereka lewat. Minhyuk pun melanjutkan langkah kakinya menuju kelas. XII-C.

Sesampainya Minhyuk di kelas, dia melihat Ririn sedang tertawa girang sambil menutup mulutnya dengan sebuah handuk besar. Wajah Rin sudah bersemu merah, mungkin sudah terlalu lama tertawa.

“Kau kenapa?” tanya Minhyuk bingung

“Anio..” jawab Rin sambil menahan tawanya

Minhyuk pun segera menaruh tasnya, dan duduk sambil menyangga kepalanya dengan sebelah tangan. Matanya terus memperhatikan Ririn yang sedari tadi masih tertawa terbahak-bahak. Minhyuk bingung melihat wanita yang ada di sebelahnya. Entah karena apa dia terus tertawa tanpa henti-hentinya, ‘apa tadi pagi dia salah minum obat?’, pikir Minhyuk.

“Hey, Minhyuk! Tadi kau tak lihat? Tiga yeoja yang selalu mengejarmu, basah kuyup, seperti kucing yang masuk ke selokan, hahahaha…” kata Rin sambil tertawa lagi

Minhyuk seperti ingat akan sesuatu. Wajahnya berubah, yang tadinya datar, menjadi bingung. ‘Kucing yang masuk ke selokan’, sepertinya itulah yang membuat Minhyuk kaget.

 

FLASHBACK

Hari ini Minhyuk datang lebih awal ke sekolahnya. Satu sebab yang membuat ia datang sepagi ini. Karena Sekyung, gadis itu memintanya untuk datang lebih pagi hari ini.

“Minhyuk, bisakah kau menaruh ember ini di atas pintu?”

“Untuk apa?” tanya Minhyuk bingung dengan ember yang ada ditangannya sekarang

Ember itu berisi cairan yang hitam, dan baunya sangat menyengat. Minhyuk sedikit membuang wajahnya saat sebuah aroma yang tidak enak menyelusup masuk ke rongga dadanya. Minhyuk yang tak mau menghirup aroma itu lebih lama, langsung naik ke atas lemari, dan menaruh ember itu di atas pintu. Selang beberapa detik, pintu itu terbuka, dan ember itu terjatuh dan mengguyur seseorang di bawah sana. Sekyung tertawa melihat semua itu, sementara Minhyuk yang masih berada di atas lemari sontak kaget dengan yang baru saja terjadi. Dia pun segera turun, dan mengambil ember yang tersangkut di kepala orang itu. Dan dilihatnya seorang wanita berkacamata dengan rambut yang terkepang dua basah kuyup.

“Haeri?!” panggil Minhyuk setelah melihat wanita itu adalah Hae Ri

Hae Ri hanya menunduk. Minhyuk dapat melihat bibir bawah Hae Ri yang bergetar. Minhyuk hendak mengulurkan tangannya untuk mengelus bahu temannya. Tapi Hae Ri memutar tubuhnya, dan berlari. Minhyuk hanya dapat berdiri menatap Hae Ri yang telah hilang di balik pintu. Minhyuk merasa sangat bersalah, sangat bersalah padanya.

“Lihat lah Hyukie.. Dia seperti kucing yang baru saja masuk ke selokan.. Hahahaha” kata Hae Ri sambil tertawa dan menepuk punggung Minhyuk

Minhyuk hanya dapat membisu, merasa bersalah akan semuanya, semua yang telah dilakukannya, harusnya dia tak melakukan semua itu dari awal.

FLASHBACK OFF

 

“Minhyuk, Kang Minhyuk?!” panggil Ririn sambil melambaikan tangannya di depan wajah Minhyuk

Minhyuk yang sedari tadi melamun, akhirnya tersadar. Lalu menatap Ririn dan senyum kecil terukir di bibirnya.

Di sebuah kelas, dua orang laki-laki sedang berdiri sambil bersandar di dekat pintu kelas mereka. Tak lama tiga orang wanita melewati kelas mereka, Yong Hwa dan Jonghyun menutup hidungnya, sambil tertawa melihat mereka.

Ketiga orang wanita itu tidak terima kedua laki-laki itu menertawai mereka. Mereka pun berteriak kesal pada ke dua laki-laki itu.

“Hey, memang ada yang lucu?!” bentak mereka bertiga bersamaan

“Ne, kalian lucu sekali! Hahahaha…” jawab Jonghyun

Suara tawa Jonghyun masih terus terdengar. Ketiga wanita itu semakin kesal dengan Jonghyun. Bahkan, Yonghwa telah menyenggol lengan Jonghyun, sebagai isyarat untuk segera berhenti tertawa. Tapi, tetap saja dia tertawa. Dan PLAKK!!! Karena level kemarahan ketiga wanita itu telah mencapai puncak, mereka bertiga pun menampar Jonghyun berurutan dan berlalu menjauh dari Jonghyun.

Sekarang bukan Jonghyun yang tertawa terpingkal-pingkal, tapi Yonghwa, dia tertawa dengan keras melihat temannya yang di tampar ke tiga wanita itu. Wajah Jonghyun mulai memerah padam, tanda dia marah.

~~~~~

                 Siang itu kegaduhan terjadi disaat semua murid berhamburan keluar dari kelas. Bel pulang memang sudah berbunyi, tapi mereka taka berlari keluar. Justru berlari ke arah papan didekat taman kecil. Minhyuk dan Ririn yang baru saja keluar dari kelas, langsung mengikuti langkah teman-temannya menuju mading sekolah. Dan setelah menyelip beberapa orang didepannya, mereka dapat melihat poster bernuansa colorful tertempel disana, dengan tema ‘Sogeting’. Tentu saja semua murid langsung melihat poster ini. Semua siswa ingin berkencan dengan pria pujaannya. Apalagi, jika mereka bisa berkencan dengan Lee Jonghyun, atau Kang Minhyuk, itu adalah kencan yang sangatlah mereka harapkan.

“Kau mau ikut?,” tanya Minhyuk pada yeoja disebelahnya.

“Tentu,” jawab Rin tanpa memalingkan wajahnya.

Minhyuk menghela napas, lalu melihat poster itu kembali. Mungkin dengan mengikuti acara ini dia bisa lebih dekat dengan Ririn, atau bisa menyatakan perasaan yang terpendan di dalam hatinya.

 

TBC

~~~~~

Notes: Hi chingu! ^^ Adakah yang menunggu ff ini? Mungkin ga ada kali yak.. hahaha.. Mianhae.. sebab saya ada ulangan dan jadwal les sana-sini. Jadi memakan waktu yang lama, apalagi saya mau UKK, chingu yang baca notes ini, bisa doakan saya? Doa’in ya.. Gomawo chingu.. Dan comment sangat ditunggu.. ^_^

6 thoughts on “She’s Come Back (Part 2)

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s