Find Me, Love

find me love copy

 

Title: Find Me, Love

Author:  Rachma Lestari

Rating: G

Genre: Romance

Length: Ficlet

Main Cast:

Lee Jonghyun CNBLUE

YOU!

Other Cast:

Jung Yonghwa CNBLUE

 

Disclaimer: Cerita ini murni imajinasi, hanya meminjam nama jonghyunie & yonghwa oppa sebagai pelengkap imajinasi. Sengaja untuk tidak menyebutkan nama cast perempuannya, agar siapapun bisa membayangkan berada di posisi perempuan tersebut (salah seorang teman pernah melakukannya).❤

 

Note: Cerita ini ditulis di tengah-tengah skripsi, jadi harap maklum jika terlalu singkat. Hihi. Juga diposting di blog pribadi: http://heyyoujonghyunie.blogspot.com/ (akan segera bermigrasi ke wordpress :p) Saran dan kritik sangat sangat membantu.

 

Find Me, Love

                Satu…

                Dua…

                Tiga…

                …

                Seratus sepuluh…

                Seratus sebelas…

                Seratus duabelas…

                …

                Tigaratus duapuluhlima…

                Tigaratus duapuluhenam…

                Hitunganku berhenti. Mata kami bertemu, tapi kemudian dia kembali fokus pada buku di hadapannya. Dibenarkannya kacamata yang bertengger di hidungnya yang mancung, mengerutkan dahinya, mengerucutkan bibirnya, dan akhirnya jemarinya kembali menulis sesuatu di bukunya. Sepertinya tugas kuliah. Well, ini perpustakaan. Memangnya aku mengharapkan dia demo masak di sini?

                Jonghyun-ah.”

                Yonghwa-hyung baru saja tiba dan mengambil tempat di sampingku.

“Kau sudah mengerjakan tugasnya sampai mana?”

Yonghwa-hyung melirik lembaran-lembaran kertas di hadapanku. Kosong.

“Ya! Dari tadi kamu ngapain aja? Aish…”

Yonghwa-hyung akhirnya mengambil beberapa kertas di hadapanku.

“Aku kerjakan lima nomor awal, kamu lima nomor akhir,” perintahnya.

“Ah, hyung. Mana bisa aku mengerjakan nomor-nomor terakhir? Biasanya justru ‘kan itu yang paling susah.”

Yonghwa-hyung tersenyum lebar.

That’s the point.”

Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku melihat sikap Yonghwa-hyung yang mengintimidasiku. Apa boleh buat, dia hyung kesayanganku.

Kulirik lagi perempuan yang hanya berjarak tiga meja dari tempatku duduk. Dia masih serius dengan pekerjaannya. Ah, Lee Jonghyun. Apa yang kau harapkan memangnya? Dia tersenyum padamu? Mengajakmu belajar bersama? Namanya saja kau tak tahu. Ah, dia pun juga tak tahu namamu.

 

***

 

Satu…

                Dua…

                Tiga…

                Empat…

                Seratus tigapuluhtujuh…

                Seratus tigapuluhdelapan…

                Hitunganku berhenti. Dia melihatku untuk yang kedua kalinya. Tapi, lagi-lagi dia seolah tak melihatku yang kini hanya duduk berselisihkan dua meja darinya. Difokuskannya kembali matanya pada buku tulis di hadapannya.

“Jadi dia yang membuatmu mengusulkan untuk bertemu di perpustakaan lagi?

Suara Yonghwa-hyung tiba-tiba terdengar dari balik punggungku. Kutoleh dia yang sedang asik tersenyum nakal ke arahku.

“Ah, hyung. Sejak kapan kau datang?”

“Tidak usah mengalihkan pembicaraan. Siapa dia? Kau kenal?” tanya Yonghwa-hyung sambil meletakkan tas punggungnya ke atas meja dan duduk di sampingku.

Aku menggeleng.

“Aku tidak tahu. Aku baru melihatnya kemarin.”

“Lee Jonghyun. Dengan ketampananmu dan tubuhmu yang proposional, belum lagi auramu yang melebihi auraku, kamu dapat dengan mudah berkenalan dengannya.”

“Dia beda, hyung. Aku bisa merasakannya,” sangkalku.

Yonghwa-hyung kali ini ikut mengamati perempuan itu.

Well, aku tidak bisa merasakannya. Tapi aku bisa merasakan kemarahan Dosen Han jika kita tidak menyelesaikan tugas ini,” ucap Yonghwa-hyung seraya menyerahkan beberapa lembar revision tugas kami kemarin.

Sempat kulihat lagi perempuan itu, berharap dia akan memperhatikanku lebih dari sedetik. Dua detik pun aku akan bersyukur jika dia melakukannya. Tapi…

Bug.

                Pukulan pelan Yonghwa-hyung mendarat di kepalaku.

 

***

 

Satu…

                Dua…

                Tiga…

                Lima…

                Duapuluhenam…

                Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Kini aku hanya berselisihkan satu meja dengannya. Dia kembali fokus pada buku di hadapannya. Kali ini dia tidak memegang pulpen atau pensil seperti sebelumnya. Dia hanya membaca sebuah buku yang tebalnya hampir setinggi wedges milik ibuku. Dia melihat lagi ke arahku. Kami tersenyum. Aku bahagia. Dan semoga dia juga bahagia.

 

***

 

Satu…

                Dua…

                “LJH?”

Sebuah suara yang belum pernah kudengar sebelumnya mengucapkan inisialku. Kami berdua tersenyum.

“Lee Jonghyun,” ucapku memperkenalkan diri, dan jemari kami bersalaman seraya dia menyebutkan namanya.

 

***

 

Hai, perempuan berkacamata yang selalu serius menatap buku tulisnya.

                326 tangkai bunga mawar ini untukmu.

                326 detik untuk kau menyadari bahwa aku ada di dunia ini.

 

                Hai, perempuan berkacamata yang masih serius menuliskan rangkaian kata di buku tulisnya.

                138 tangkai bunga mawar ini untukmu.

138 detik untuk kamu menyadari bahwa aku masih ada di dunia ini, di sekitar bayang-bayangmu.

                Carilah aku. Temukan aku. Aku tak jauh-jauh darimu.

 

                Hai, perempuan berkacamata yang tenggelam di balik buku tebalnya.

                26 tangkai bunga mawar ini untukmu.

26 detik untuk kamu menyadari bahwa akulah si pria yang selalu dan masih tetap memperhatikanmu.

                Jangan ragu untuk tersenyum lagi besok.

                Iya, itu aku.

 

***

 

“Ini untukmu,” ucapku seraya menyerahkan dua tangkai mawar kepadanya.

“Dua detik? Untuk?” tanyanya sambil tersenyum.

“Dua detik untuk akhirnya kamu benar-benar menemukanku.”

-END-

18 thoughts on “Find Me, Love

    • Hehe itu terinspirasi diri sendiri aja sih .-. kadang kalo bengong gak jelas suka berhitung sendiri dalam hati. :’/

    • Aku klo baca ulang juga geer hehe :p
      Mampir blogku chingu, ada crita2 yg blm sempet kushare di sini. Slm kenal :*♥

  1. good story.. fate bgt couple ini >,< singkat tapi ngena
    dan puisi *??* jonghyun yang
    "Hai, perempuan berkacamata yang selalu serius menatap buku tulisnya.

    326 tangkai bunga mawar ini untukmu.

    326 detik untuk kau menyadari bahwa aku ada di dunia ini….." dst sampai selesai aku suka bgt!!

    cara berceritanya juga ringat dan sweet bgt sweeet sampe diabetes ^^v . once again, sweet sroty🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s