She’s come back [Part 3]

She's comeback downloaded

 

 

Author                  : Mona

Genre                   : Mystery, AU

Length                  : Chaptered

Rating                   : PG 13

Cast                       :

–          Kang Minhyuk

–          Park Ririn (OCs)

–          Park Hae Ri (OCs)

–          Lee Jonghyun

Disclaimer           : Nama author udh ke isi yak… ^^

Note                    : Annyeong! ^^ Saya kembali.. Setelah selesai UKK, saya langsung balik ke laptop.   Happy reading chingu.. ^^ Oh ya mau saya ingatkan untuk reader sekalian, kalo Ririn dan Haeri bukan saudara kembar ya.. Jadi jangan berpikiran kalo mereka itu kembar apalagi orang yang sama.

~~~~~

Sebuah restoran di sebuah sudut kota terlihat sepi, hanya ada seorang pria yang duduk sendiri sambil mengetukan jari-jarinya ke atas meja. Dan sebelah tangannya lagi menopang dagunya. Dia terlalu bosan, sudah tiga puluh menit lamanya dia menunggu di tempat itu. Tak lama, seorang wanita dengan dress selutut berwarna cokelat brownies, berjalan menuju pintu masuk restoran itu. Pria itu dapat melihat wanita yang berjalan anggun dengan highheels yang dikenakannya.

Begitu sampai dimeja tempat pria itu berada, wanita itu langsung duduk dan mengarahkan pandangannya ke arah yang berlawanan dengan pria itu. Dan seorang pelayan wanita datang sambil membawakan buku menu makanan. Keduanya sibuk melihat setiap kata dalam buku itu.

“Aku tak pesan,” ucap wanita itu sambil mengembalikan buku menu kepada pelayan.

Pria itu ikut mengembalikan buku menu kepada pelayan yang masih berdiri disamping meja mereka. “Kembali 20 menit lagi,” ucap pria itu tanpa menatap pelayan wanita yang masih berdiri. Begitu pelayan itu berjalan menjauh dari meja, pria itu memulai percakapannya.

“Apa alasan mu ikut sogeting, Ririn-ah?,” tanya pria itu sambil bersandar pada bangku kayu.

Ririn hanya menghela napas tak memperdulikan perkataan pria itu.

“Aku tahu siapa kau,” ucap pria itu sekali lagi, berusaha menggali kebenaran wanita didepannya.

“Ya. Aku Park Ririn. Kau sudah kenal bukan, Jonghyun sunbae?,” jawab Rin polos.

Jonghyun hanya tersenyum mendengar jawaban wanita itu. Jonghyun kembali menggerakkan bibirnya.

“Kau yang asli, dan maksudmu kemari,” kata Jonghyun sekali lagi.

“Apa teman mu yang merencanakan semua ini?,” tanya Rin yang mulai tahu arah pembicaraan pria ini.

“Ya. Yonghwa yang merencanakan semuanya,” jawab Jonghyun tenang.

Dan tak ada satupun suara yang terdengar kembali. Semua terdiam.

“Aku tahu siapa kau.. Dari umm.. Mr Kim,” pikir Jonghyun sebelum berbicara.

“Murahan. Ternyata rumah dan mobil tidak cukup untuk menutup mulutnya,” kata Ririn sambil tersenyum sinis.

“Kau benar. Dan kau harus melindungi rahasiamu sekarang Ririn-ah,” ucap Jonghyun sambil tersenyum penuh arti  ke arah Ririn.

Jonghyun telah mempunyai kartu AS untuk memiliki wanita yang satu ini. Tak sulit untuknya, dia hanya membutuhkan satu, dua, atau tiga trik untuk mendapatkan semua itu.

“Kau mau apa?,” tanya Rin langsung ke inti pembicaraan.

“Jadi pacarku, Ririn-ah,” ucap Jonghyun sambil mengangkat dagu Ririn dengan telunjuknya. Tangan Rin mulai mendorong tangan Jonghyun. Sementara bola mata Jonghyun mengikuti arah gerak tangannya yang baru saja disepak oleh tangan Rin. Jonghyun suka gaya wanita ini.

“Itu tak seimbang!”

“Baiklah, akan ku bantu semua urusan mu di tempat ini,” jawab Jonghyun sambil tersenyum. Dia sudah tahu dengan keadaan sekarang ini. Dia telah memperkirakannya, dan dia tahu apa tawaran yang pas untuk wanita ini.

~~~~~

Tak seperti biasa, siang kali ini, sekolah kembali digemparkan dengan pengumuman seorang anak pemilik sekolah. Semua murid diharuskan berkumpul di lapangan sekolah untuk mendengar sebuah pengumuman. Diantara kerumunan siswa dan siswi, Minhyuk dan Ririn ada di dalam sana. Berdiri di bawah pohon besar yang rindang untuk menahan panasnya matahari yang menyorot.

Ririn langsung memalingkan wajahnya, begitu Lee Jonghyun berdiri di panggung dengan beberapa pengikutnya. Dan salah satunya Jung Yonghwa.

“Maaf mengumpulkan kalian di hari yang panas ini. Tapi ada satu yang ingin ku umumkan. Apa aku harus memanggil mu? Atau kau yang datang ke sini?,” pertanyaan itu ditujukan untuk Rin. Dan Rin menyadarinya.

Rin mulai melangkah melewati tiap manusia yang berada di depannya. Sementara Minhyuk masih berdiri bingung dengan semua yang terjadi. Tapi, Minhyuk tak menemukan jawaban untuk semua pertanyaannya, sampai Rin sampai di samping Jonghyun. Tangan besar Jonghyun menarik tubuh Rin mendekat ke arahnya, Minhyuk menggenggam tangannya kencang, seperti meremas tangannya sendiri. Sementara Jonghyun tersenyum penuh kemenangan ke arah Minhyuk. Setidaknya, Jonghyun sudah mendapatkan Rin, dan Minhyuk tak mungkin lagi merebut wanita disampingnya ini.

“Mulai sekarang, jangan ada yang berani mendekati wanita ini. Dia milik ku!,” ucap Jonghyun sambil memberi penekanan dikata ‘Dia milik ku’. Lalu, dia tersenyum sambil menatap mata Rin yang menatapnya tajam, walaupun terukir senyum manis dibibir Rin, Jonghyun bisa menerima kalau ini hanyalah keterpaksaan untuknya. Jonghyun melonggarkan jaraknya, lalu memeluk erat Rin sambil tersenyum.

“Kau, jangan macam-macam,” ancam Rin sambil berbisik dengan senyum keterpaksaan yang masih ada dibibirnya.

“Tenang saja,” jawab Jonghyun yang masih senang.

Sementara para siswa dan siswi berteriak, tanda ikut berbahagia atas hubungan mereka. Kecuali Minhyuk, dia menatap kedua pasangan itu tajam. Entah kenapa dihari yang cerah itu, air mulai turun dari langit. Bukan gerimis, tapi butiran yang mampu membuat manusia langung basah kuyup. Para siswa pun berlari keluar, sambil membuka payung yang mereka bawa. Dan Minhyuk masih berdiri disana, masih menatap pasangan itu. Dia tak peduli dengan air yang mulai membasahi tubuhnya.

Lima menit lamanya Minhyuk menunggu kedua pasangan itu melepaskan pelukan mereka. Dan Rin, berjalan menuju arah Minhyuk, menariknya menuju ruang belakang. Sementara Jonghyun dan kawan-kawannya masih berdiri disana.

“Ganti baju mu!,” kata Rin sambil memberikan jaketnya kepada Minhyuk.

Jaket itu memang kebesaran, jadi bisa digunakan oleh Minhyuk. Tanpa banyak bicara, Minhyuk berjalan menuju ruang ganti. Sementara Rin bersandar pada dinding cream yang dingin itu. Sekali lagi, dia menghela napas panjang. “Semuanya berantakan,” ucap Rin sambil mengepal tangannya, lalu memukul tembok dibelakangnya. Tak sengaja Minhyuk yang masih berdiri di ambang pintu ruang ganti mendengarnya. Dia menghentikan langkahnya, ‘Berantakan?,’ Minhyuk bertanya dalam hatinya, apa maksud perkataan Rin. Tapi Minhyuk melupakan apa yang baru saja didengarnya, dan berjalan keluar menghampiri Rin.

“Ayo pulang!,” ajak Minhyuk sambil menarik tangan Rin. Rin hanya mengikuti langkah Minhyuk yang membawanya pergi.

“Jangan seperti ini lagi,” ucap Rin pelan, terdengar kecewa.

“Kenapa?,” tanya Minhyuk tanpa menoleh ke arah Rin.

“Aku sudah punya pacar, dan kau tahu itu,” ucap Rin sambil berusaha tersenyum walaupun Minhyuk tak melihatnya.

Minhyuk menghentikan langkahnya. Memutar badannya menghadap Rin. Tangannya yang tadi menggenggam baju basahnya, justru melepaskan pakaiannya, dan memeluk tubuh Rin.

“Bagaimana kalau aku menyukai mu?,” tanya Minhyuk penuh harap. Harapan agar Rin bisa memutuskan hubungannya dengan Jonghyun detik itu juga.

“Tapi aku tak menyukai-mu,” ucap Rin pelan dengan sedikit keraguan.

Rasanya, seperti ada ribuan jarum yang menghantam hati Minhyuk. Sangat sakit.

“Tapi aku menyayangi-mu,” ucap Rin sekali lagi.

Walaupun masih sakit, setidaknya dengan kata ‘Aku menyayangi-mu’, bisa membuat hati Minhyuk lebih baik.

“Maka dari itu, jangan terlalu dekat seperti ini. Aku takut kau pergi,” kata Rin sambil mengeratkan pelukannya. Minhyuk semakin tak tega dengan Rin yang berstatus pacar Jonghyun. Jika ini sebuah keterpaksaan, Minhyuk akan mengumumkannya disekolah, keluar dari sekolah itu bersama Rin. Ditengah kehangatan mereka, sebuah tangan besar menarik keras tubuh Rin.

“Jangan macam-macam!,” ucap Jonghyun yang sekarang ada di depan Minhyuk sambil mendorong kasar tubuh Minhyuk. Emosi Minhyuk mulai naik, dia mendekatkan tubuhnya ke arah Jonghyun. Menantang. Sorotan pertempuran mulai terlihat dari kedua mata mereka. Namun, sorot mata itu padam seketika, begitu Ririn memeluk lengan Jonghyun mesra. “Aku lapar. Ayo pulang,” kata Rin sambil tersenyum manis.

Jonghyun pun menatap Rin, lalu tersenyum. Setelah melihat wajah manis itu, Jonghyun kembali menatap Minhyuk tajam. Minhyuk dapat mengartikan sorotan mata itu, ‘kita belum selesai!,’ itulah yang dapat Minhyuk artikan dari sorot mata itu.

Melihat keadaan itu, Rin kembali menarik lengan Jonghyun untuk pulang. Jonghyun pun mengikuti langkah Rin yang menarik tangannya. Sementara Minhyuk menggaruk kepalanya prustasi, seperti baru saja mendapatkan soal matematika dengan jawaban yang rumit. Sama seperti cinta yang tak cukup dengan satu jawaban.

Minhyuk masih menatap punggung yang mulai menjauh dilorong itu. Dan Rin memutar sedikit kepalanya, menatap Minhyuk untuk melihat keadaannya. Sebelah tangannya membentuk gesture ‘telepon aku’. Minhyuk hanya menganggukan kepalanya lemah.

~~~~~

Begitu sampai dirumah, Minhyuk telah dikejutkan dengan keberadaan bunga basil di kamarnya. Minhyuk mengambil bunga itu. Membuka sebuah surat kecil yang diletakkan agak dalam.

Basil…
kurasa kau tahu apa artinya, Basil mempunyai 3 arti..
Cinta, salah satunya..
Tahukah kau bahwa aku mencintai mu?
Kurasa kau tak tahu, dan aku memendam perasaan ini sampai saat ini…
Tapi kau menyakitiku!
Dan arti kedua dari basil adalah kebencian..
Ya. Aku membenci-mu Kang Minhyuk!
Dan ketiga Best Wishes..
Semoga kau beruntung sampai pembalasan dendam ini berakhir..

Park Hae Ri

 

Tangan Minhyuk gemetar setelah melihat bunga itu. Bagaimana mungkin? Bagimana mungkin Hae Ri kembali ke sini? Bukankah Hae Ri…

~~~~~

BLAM!! Terdengar bantingan pintu dari lantai dua. Cukup keras. Sehingga Mr. Kim menyadari kalau majikannya telah pulang. Mr.Kim pun memutuskan untuk bertanya tentang keseharian majikannya hari ini.

“Bagaimana hari nona?,” tanya Mr.Kim yang membuat Rin melompat kaget.

“Bagaimana? Maksudmu apa Mr.Kim? Bukankah kau pikir semuanya akan baik-baik saja setelah kau membongkar rahasiaku?,” tanya Rin kecewa.

Dia sangat kecewa dengan asistennya yang satu ini. Telah tujuh tahun mereka lalui bersama, tapi Mr.Kim dengan teganya membongkar rahasianya.

“Mana mungkin nona?,” tanya Mr.Kim bingung.

“Apa rumah dan mobil tak cukup? Kau mau apa lagi? ,” tanya Rin semakin kecewa.

“Tidak nona, semua itu telah cukup untuk ku. Tolong jelaskan maksud nona. Saya tak mengerti,” ucap Mr.Kim semain bingung.

“Lee Jonghyun, dia mengetahui semua rahasia ku,” ucap Rin lalu membanting tubuhnya ke sofa. Tangannya menutup wajahnya, lalu mengusapnya kasar.

“Lee Jonghyun?,” tanya Mr.Kim

“Ya. Kau pasti kenal dia,” jawab Rin dengan suara berat. Wanita itu berusaha tegar. Menahan air mata yang telah terbendung di pelupuk matanya.

“Ne, aku pernah melihat nama itu diseragam sekolah seorang pria. Dia mengembalikan flashdisk. Jadi dia membuka semua folder dalam flashdisk itu?,” jelas Mr.Kim. Mr.Kim pun memukul kepalanya cukup keras. Dia sama sekali tak menduga kalau pria itu merencanakannya.

~~~~~

Sore ini, Minhyuk memutuskan untuk berkunjung ke rumah Rin. Apalagi, Minhyuk tahu kalau Mr.Kim sedang pergi meninggalkannya. Dengan tenang dan santai Minhyuk berjalan keluar dari rumahnya. Dan sekali lagi dia menemukan setangkai bunga carnation berwarna merah. Minhyuk mengambil bunga itu, lalu mengambil surat yang terletak dibawah bunga itu.

Carnation merah..
Aku mulai menyukai bunga ini sejak aku mengenalmu,
Artinya kekaguman. Aku memang mengagumi-mu Minhyuk, tapi tidak untuk sekarang ‘kebencian untuk Anda’, adalah arti yang tepat untuk saya berikan kepada Anda dibawah langit senja hari ini..

Park Hae Ri

Sekali lagi, dia mendapat kiriman bunga dari orang yang tak dikenalnya. Sudah dua kiriman bunga yang datang ke tempat ini. Ke rumahnya. Dan semua pengirimnya tertulis, Park Hae Ri. Minhyuk semakin merasa bersalah. Tapi, dia tetap berjalan menuju rumah Rin. Kejadian ini tak membuat Minhyuk mundur pergi kerumah Rin.

~~~~~

TOK!! TOK!! TOK!!

Terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah Rin. Dengan cepat, Rin membuka pintu rumahnya. Dia dapat melihat Minhyuk yang berdiri di depan pintu rumahnya. Sinar matahari senja menyinari wajah Minhyuk saat itu. Seperti dewa yang turun dari khayangan. Dan Ririn terpana melihatnya.

Satu, dua, tiga detik. Debaran jantung Rin semakin berdebar. Apakah dia harus melupakan maksud kedatangannya? Tapi disaat Rin yang terpana dengan Minhyuk, justru Minhyuk menyadari  ada sebuah bau gosong dari dalam rumah Rin. Dengan sigap Minhyuk menerobos masuk ke rumah Rin, dan mencari bau gosong itu. Sementara Ririn baru tersadar dari lamunannya sedari tadi, nyawanya masih belum terkumpul setelah melihat dewa dari langit.

Dan saat tersadar, Rin dapat merasakan guncangan kencang ditubuhnya. Minhyuk mengguncang-guncangkan bahunya. “Rin! Ririn-ah?!,” panggil Minhyuk berusaha menyadarkan lamunan Rin. “Ne?,” tanya Rin yang baru saja tersadar. Minhyuk bernapas lega setelah Rin tersadar.

“Kau masak telur-kan?,” tanya Minhyuk mengingatkan.

“Ah, ne! Aku lupa!,” teriak Rin yang mulai melangkahkan kakinya ke dapur.

Tapi tangan Minhyuk menarik tangan mulus Rin, membuat Rin masuk ke pelukan hangat Minhyuk, dan merasakan debaran jantung itu sekali lagi.

“Sudah ku matikan,” jawab Minhyuk mengingatkan lagi sambil tersenyum.

Sementara Rin menjadi serba salah dengan perasaan yang sekarang menerpanya. Dia tak boleh menyukai Minhyuk. Atau sama saja dia mengkhianati Hae Ri. Tapi, Rin suka tiap debaran itu, dan aliran darah hangat yang mengalir cepat didalam tubuhnya. Semua ini terlalu sulit. Sulit untuk menentukan dua pilihan yang ada di hadapannya sekarang.

~~~~~

TIN!! TIN!!

Terdengar sebuah klakson motor di depan rumah Rin, dan dia tahu siapa yang telah datang sepagi itu untuk menjemputnya. Rin langsung berlari keluar dari rumahnya, dan menghampiri Minhyuk yang telah duduk menunggunya diatas motor. Rin tersenyum senang begitu melihat Minhyuk telah kembali ceria.

Namun, dia datang. Seseorang yang sama sekali tak diharapkan kehadirannya, Lee jonghyun. Pria itu turun dari mobil hitamnya, dan menghampiri Ririn. Menarik tangannya untuk ikut bersamanya. Tapi tangan Minhyuk menarik sebelah tangan Rin, memaksa Jonghyun melepas tangan Rin.

“Dia akan berangkat dengan ku,” terang Jonghyun pada Minhyuk.

“Kau mau berangkat dengan siapa?,” tanya Minhyuk pada Rin.

“Mianhae Hyukkie.. Aku berangkat dengan Jonghyun saja. Hati-hati dijalan,” ucap Rin sambil melepaskan tangan Minhyuk dari lengannya. Lalu berjalan bersama Jonghyun. Minhyuk hanya dapat tersenyum penuh kekecewaan. ‘Apakah wanita akan selalu mengikuti keinginan pria dengan kehidupan yang mewah?’, pikir Minhyuk dalam hatinya.

Dan mobil hitam Jonghyun mulai melaju kencang di depan Minhyuk. Membuat genangan air terciprat ke celana Minhyuk. Minhyuk meremas tangannya. Rasanya ia ingin menhajar pria itu dengan tangannya.

~~~~~

Ditengah perjalanan menuju sekolah, Minhyuk hanya bisa memikirkan Rin yang berangkat dengan Jonghyun. Dia mengkhawatirkan keadaan wanita itu. Sangat mengkhawatirkannya. Bahkan dia sempat menghentikan motornya beberapa kali dipinggi jalan, dia tidak bisa konsentrasi dengan jalan yang ada didepannya. Sampai seseorang dengan mobil merah, melempat bungkusan hitam ke arahnya. Minhyuk mengambil bungkusan hitam itu, dan dia menemukan sebuah surat yang agak kusam.

‘SEMUANYA BARU DIMULAI MINHYUK’, itulah tulisan yang berada dikertas tua itu, dengan warna merah darah didalamnya.

Minhyuk meremas kertas itu, lalu membuangnya kesembarang tempat. “Sial!,” umpatnya sambil menendang roda motor.

~~~~~

Tepat disaat motornya sampai dihalaman sekolah, dia melihat seorang gadis dengan wajah yang tertutup oleh tangannya. Dan dia kenal wanita itu. Minhyuk menghampiri wanita itu, hanya untuk melihat keadaannya.

“Kau kenapa?,” tanya Minhyuk sambil duduk disebelahnya.

Suasana sekolah masih sangat sepi, tak ada satupun orang yang lewat disana. Sangat sepi, bahkan tak ada satupun jawaban yang terdengar dari wanita itu. Hanya sebuah gelengan lemah yang terlihat. Minhyuk mendekatkan tangannya ke arah wajah wanita itu, ingin menjauhkan tangan yang sedari tadi menutupi wajah wanita itu. Dan sebuah warna merah terukir di pipi wanita itu.

“Ririn-ah! Kau kenapa?,” pekik Minhyuk kaget. Jemarinya mengelus pipi Rin lembut.

“Gwenchana,” ucap Rin pelan sambil menundukkan kepalanya.

“Siapa? Dia? Lee Jonghyun yang melakukannya?,” tanya Minhyuk sekli lagi.

Tapi, tak ada jawaban yang terdengar. Minhyuk memeluk tubuh Rin. Mengalirkan kehangatan ke tubuh wanita itu. Harusnya, Minhyuk tak membiarkan Rin pergi dengan pria itu. Namun sebuah tngan menarik bahu Minhyuk keras. Membuat Minhyuk jatuh ke tanah. Dan saat Minhyuk membuka matanya, dia menemukan sesosok pria disana. Lee Jonghyun, pria itu datang disaat yang tak tepat. Jonghyun mulai berdiri diatas Minhyuk, mengepalkan tangannya. Dan dengan sekali pukulan, sudut bibir Minhyuk telah mengeluarkan darah segar.

“Bukankah sudah ku katakan untuk tak mendekatinya?,” tanya Jonghyun kesal, sambil menyiapkan tangannya untuk memukul Minhyuk kembali.

Tapi tangan Rin menahan pria itu. “Hentikan! itu sudah cukup,” ucap Rin dengan suara yang masih serak. Jonghyun mulai menjauh dari Minhyuk, dan membiarkan Rin membantu pria itu. Tangan Rin mulai membersihkan baju Minhyuk yang terkena tanah. Sementara jempol Minhyuk mengelap darah segar yang ada disudut bibirnya.

“Mulai sekarang, jangan lemah,” ucap Rin lalu mulai berdiri untuk pergi. Tangan Minhyuk menahan wanita itu, meminta penjelasan dari arti kata yang baru saja diucapnya.

“Apa maksudmu?”

“Kau masih belum menyadarinya?,” tanya Minhyuk sabil menghempaskan tangan Minhyuk.

“Aku.. kembali,” ucap Rin sambil tersenyum sinis. Lalu pergi meninggalkan Minhyuk yang masih tersungkur di tanah.

“Itu tak mungkin!,” teriak Minhyuk.

“Itu kenyataannya,” jawab Jonghyun. Lalu merangkul bahu Rin untuk meninggalkan tempat itu.

Minhyuk hanya menatap kepergian Rin dan Jonghyun dengan tatapan tak percaya. Jadi.. Selama ini Rin adalah Hae Ri? Tapi itu tak mungkin. Hae Ri pasti tak akan selamat dari kejadian saat itu. Kalaupun dia selamat, dia pasti hanya dapat membuka matanya, tak dapat berbicara atau pun berjalan.

 

TBC

~~~~~

Dan sekali lagi to be cuntinue.. oke.. tenang aja reader, fanfic ini hanya akan sampai pada part 5+epilog nanti, jadi reader ga akan bosan dengan fanfic saya.. hohoho.. baiklah commentnya ditunggu ya reader.. ^^

 

 

2 thoughts on “She’s come back [Part 3]

    • Hehehe.. kamu msh inget ya sama janji aku,,😀 tadi’a mau aku hapus.. oke nanti di part 5 aku ceritakan.. gomawo udh baca ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s