Aka-Midori [Chapter 2]

Title : Aka-Midori (Chapter 2)

Author : Upleize

Genre : Romance, Family, Friendship

Length : Chaptered

Ratings : PG

Cast : Im Yoona, Lee Jonghyun, Kim Pil Suk (OCs), Kang Uisanim (OCs), Lee Boyoung (Jonghyun’s Omma), Lee Sangwoo (Jonghyun’s Appa), Ok Taecyeon.

Desclaimer : Original Story, by Author and All Casts are Belong to them self.

Note : Warning Typo! Hehehe.. Happy Reading ^^ Thank You.

Aka-Midori

“Sa….sa…saya dimana?” Jonghyun menggosok kepalanya yang agak meriang setelah beberapa hari tertidur. Dia memandang sekeliling, memperhatikan jejeran orang asing yang mengelilinganya. Dan berhenti pada seorang wanita paru baya yang duduk dihadapannya itu.

“Anak anak, kalian keluar dulu, biar Omoni bicara dengannya” Perintah Ny. Kim pada semua anak anak. Mereka dengan patuh berjalan keluar ruangan itu.

“Nak, kau tidak apa apa?” Ny. Kim memegang kepala Jonghyun. Sementara Jonghyun sibuk mengurut kepalanya.

“Kepalaku sakit..” kata Jonghyun pelan.

“Coba Aku lihat!” Ny Kim kemudian mencari cari kelainan di kepala Jonghyun. Walau tak menemukan luka, tetapi ada memar disana.

“Apakah ini yang sakit?” Ny. Kim mencoba menekannya

“Ah! Iya! Sakit!” Jonghyun menyingkirkan tangan Ny. Kim.

“Tunggu, akan Ibu Kompres” Ny. Kim meninggalkan Ruangan itu dan kembali beberapa saat dengan sebuah mangkok penuh air panas. Kepala Jonghyun dikompres hingga dia menangis kesakitan.

Setelah mendapat Kompres, Jonghyun menjadi lebih tenang.

“Siapa namamu Nak?”

“Namaku Lee Jonghyun”

“Baiklah, Jonghyun Rumahmu dimana?”

“Rumahku? Rumahku? Aku, Aku”

“Iya, Dimana Rumahmu Nak?”

“Er… er… er..” Jonghyun kebingunan dengan pertanyaan ini. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Kenapa semua ini serba mendadak. Akhirnya Jonghyun terdiam.

“Baiklah, Jonghyun. Apa kau ingat kejadian sebelum kau tertidur?” Ny. Kim kembali bertanya lagi. Jonghyun mengerutkan kening. Pria kecil ini tidak mengingat apapun kecuali namanya.

Setelah berkali kali mencoba bertanya tentang pertanyaan identitas, Ny. Kim menyerah. Ny. Kim langsung berlari ke kantornya. Beliau mencerna sesuatu dari pembicaraan dengan Jonghyun tadi.

“Yoboseo?”

“Oh  Yoboseo, Pil Suk ah Wae?”

“Kang Uisanim, besok Aku akan ke Kota menemui Anda.”

“Ada apa?” Ny. Kim kemudian menjelaskan keadaan Jonghyun pada Dokter Kang.

*

                “Taecyeon, hari ini Omoni akan ke Kota bersama Jonghyun, Omoni minta tolong awasi adik-adikmu ya, mungkin kami akan pulang dengan Bis terakhir.”

“Baik Omoni” Taecyeon mengangguk pelan. Dia adalah anak tertua di Panti Asuhan ini. Tak jarang, Ny. Kim memberikan tanggung Jawab untuk mengawasi anak anak saat beliau tidak di tempat.

 

Sementara itu di Ruang makan.

“Hei, siapa namamu?” Tanya Jonghoon penasaran. Jonghyun menoleh dan masih mengunyah nasinya.

“Aku Lee Jonghyun” Jawab Jonghyun ramah

“Ahhhh… Lee Jonghyun!!!!” Seru semua anak serempak

“Aku, Jonghoon” Jonghoon menyalami tangan Jonghyun, kemudian diikuti semua anak.

“Aku Hongki”

“Hei, Aku Gikwang!”

“Aku Junho.”

“Aku Taekyung”

“Aku Shinwoo.” Dan seterusnya seperti itu. Im Yoona sedari tadi diam memperhatikan Jonghyun yang ada di sampingnya tanpa berkedip. Setelah semua anak bersalaman. Jonghyun kembali menatap mangkoknya yang terbengkalai sejak tadi. Dia kemudian sadar, ada seseorang yang belum dia salami. Jonghyun menoleh ke Yoona.

“Ireum?” Katanya.  Suasana begitu berisik hingga Yoona tak mendengar dengan jelas apa yang Jonghyun ucapkan

“Ireumi Mwoya?” Jonghyun menarik Tangan Yoona dan menyalaminya. Yoona langsung paham.

“Im Yoona Imnida”

“Ahhh Im Yoona! Yeppo!” Jonghyun kecil mengacak acak rambut Yoona.

“Ya! Kenapa rambutku diacak acak?” Yoona kecil protes. Jonghyun malah cekikikan tidak jelas.

“Aku Jonghyun!”

Jonghyun melupakan semua kenangan yang dimilikinya. Inilah sebab kenapa dia dan  Ny. Kim pergi ke kota. Mereka akan memeriksa keadaan Jonghyun di rumah sakit yang lebih besar. Ny. Kim menyukai Jonghyun kecil, yang ramah dan tidak rewel.

*

 

“Suster Lee, Tolong temani Jonghyun sebentar” Perintah dokter pada seorang asistennya. Jonghyun sedang berbaring di tempat tidur rawat yang ada dibalik tirai. Sekarang tinggal Ny. Kim dan Dokter Kang.

“Jadi bagaimana keadaan anak ini?”

“Jonghyun mengalami Amnesia Retrogard.” Dokter langsung menyalakan lampu radiologi dan memasang hasil CT SCAN kepala Jonghyun. Ny. Kim memperhatikan gambar gambar itu.

“Suster Kim, anda bisa lihat? Ada Massa di sekitar sini, inilah yang membuat Jonghyun kehilangan ingatannya”

“Kelihatannya dia terbentur benda keras di kepalanya, inilah yang menyebabkan terjadi pembekuan hingga ke dalam.” Ny. Kim paham betul kasus ini. Dia seorang Perawat.

“Tapi Kau tak perlu khawatir, Ingatannya akan pulih dengan sendirinya. Semua tergantung Jonghyun, Sekarang yang perlu kita lakukan adalah menghilangkan Massa pembekuan ini”

“Apa dia pernah memperlihatkan gejala Peningkatan Tekanan Intrakranial?”

“Tidak Uisanim”

“Syukurlah Kalau begitu, memang Hematom ini masih kecil, tapi yang Ku khawatirkan, Massanya akan meluas jika dipicu gerakan”

“Jadi? Apa anak itu perlu dioperasi?” Wajah Ny. Kim tampak cemas

“Untuk sementara ini, Dia tidak perlu dioperasi, Kita lihat dulu perkembangan Jonghyun, Aku akan memberikan resep agar proses penyerapannya menjadi cepat. Asal, tolong kau jaga agar dia tidak boleh banyak bergerak dulu selama 2 minggu.” Jelas Dokter lagi. Ny. Kim mengangguk mengerti.

“Setelah 2 minggu, tolong kembali untuk Kontrol ya.”

“Baik dokter, Terima Kasih” Ny. Kim hendak berdiri setelah menjabat tangan dokter.

“Kalian pulang naik Bus?” Tanya dokter

“Hehe, Iya dokter”

“Biar aku antar kalian ke desa!” Dokter menawarkan diri mengantar Ny. Kim dan Jonghyun

“Tidak usah dokter, merepotkan” Ny. Kim menolak

“Pilsuk? Aku mohon jangan tolak permintaanku kali ini. Tidak merepotkan, Kita kan Teman. Lagipula, Anak itu tidak boleh banyak bergerak” Dokter itu tetap keukeuh ingin mengantar mereka. Iya, mereka teman. Mendiang Suami Ny. Kim adalah seorang dokter juga.

“Baiklah, biar aku tebus obat ini dulu” Ny. Kim menyetujuinya. Merasa alasan dokter itu masuk akal. Yang terpenting adalah kesembuhan dan kepulihan ingatan Jonghyun. Mungkin saja keluarga Jonghyun sedang khawatir mencarinya.

*

                “Tuan Lee, ada Telpon dari Ny. Boyoung” Sekertaris itu menyerahkan Telponnya pada sang Boss. Sesaat ragu, Pria bernama Lee Sangwoo itu akhirnya menerima Telpon dari mantan Isterinya.

“Yoboseo?”

“Sangwoo ssi” Terdengar suara parau dari seberang

“Boyoung ? “ Lee Sang Woo terlihat khawatir. Dia tahu, pasti ada suatu masalah hingga mantan isterinya ini menelpon.

“Jonghyun… Jonghyun hilang. ” Air mata Boyoung tak terbendung lagi. Terdengar dari suaranya yang terisak.

“Mworago? Apa maksudmu?” Sangwoo terkejut bukan main. Seketika itu muncul penyesalan-penyesalan masa lalu. Harusnya Dia membawa Jonghyun bersamanya. Bukan meninggalkan Jonghyun bersama Boyoung yang akan terlampau sibuk dengan pekerjaan.

“Dia diculik beberapa orang. Dan Mobil mereka Jatuh ke Jurang, Jonghyun.. Anak kita.. Dia.. Dia.. Mianheyo.” Suara Boyoung terdengar lemah. Tangisnya semakin hebat. Campuran antara rasa sedih dan bersalah.

Tanpa berpikir lagi Lee Sangwoo langsung bergegas meninggalkan Jepang dan kembali ke Korea. Semenjak  bercerai 3 Tahun terakhir, Dia tinggal di Jepang. Beberapa bulan lalu, Jonghyun datang mengunjunginya. Tapi kini dia harus menerima kenyataan bahwa anak satu-satunya telah hilang.

*

                Sudah seminggu ini Jonghyun tinggal di Panti Asuhan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena dia hilang ingatan, Dia pikir Panti Asuhan ini adalah rumahnya. Ny. Kim memutuskan untuk sementara menjaganya sambil mencari tahu Identitas Jonghyun yang sebenarnya. Seperti anjuran dokter, Jonghyun tidak boleh banyak bergerak dulu. Sehari hari dia hanya boleh berbaring di tempat tidurnya. Beberapa anak laki laki ditambah Yoona masuk ke kamarnya.

“Jonghyun! Ayo ikutan main!” Ujar Jonghoon dan Hongki mendekati Jonghyun

“Heh? Jangan ajak dia bermain, Omoni bilang dia gak boleh banyak bergerak!” erang Changmin.

“Benar Hyung, Kalian main saja. Nanti Aku nonton kalian!” Jonghyun mengacungkan jempolnya. Dia ingin sekali bermain dengan yang lain. Dalam dirinya ada semacam kerinduan untuk bermain seperti ini.

“Ya! Im Yoona Babo! Kau ikut Main saja!” ujar Jonghoon menyenggol Yoona.

“Ya! Aku akan lapor pada Omoni, kau mengataiku Babo!” Yoona tiba tiba menangis dan berlari.

“Matilah Kau Jonghoon!” ejek Hongki, sudah tahu, Yoona akan mengadu pada Ny. Kim. Jonghyun ikut tertawa melihat ekspresi Jonghoon.

“Kenapa dia seperti itu? Biasanya dia akan memukul badanku, bukan malah menangis!” Jonghoon kebingungan dengan sikap Yoona yang sangat sok manis menurutnya.

“Hei, kenapa kau mengatainya bodoh?” Jonghyun masih terkekeh

*

“Ah Oppa! Aku Capek, Ayo Kita Istirahat sebentar” Gerutu Yoona pada Taecyeon.

“Hei, gadis tengil! Kau bahkan belum menghabiskan satu kalimatpun” Taecyeon menyentil kepala Yoona. Mereka sedang belajar membaca, Yoona memang kesulitan membaca.

“Ah Appo!” Yoona kembali melanjutkan bacaannya.

“Lancarkan… Lancarkan..” Taecyeon memperingati.

“Iya iya! Oppa” Yoona memasang tampang memelas

“Kenapa kau bisa kalah dengan tiga Dongsaengmu? Minhyuk, Jungshin, Minhwan? Mereka bahkan sudah mampu membaca tulisan di Koran!” Taecyeon terkekeh melihat perubahan ekspresi Yoona yang marah karena selalu dibanding bandingkan dengan yang lain.

“Oppa!”

“Dilarang Protes! Cepat Lanjutkan Bacaanmu!”

“Arrasseooo! Ma-ma-ma-man-mand-MANDI !” Eja Yoona

“Hmm, Ppali!”

*

                Seusai pelajaran membaca yang membosankan, Yoona berjalan sendirian menyusuri koridor yang sepi. Semua anak laki laki mungkin sedang bermain di Sungai. Yoona mengintip kamar Jonghyun. Seperti biasa, Jonghyun sedang membaca buku, buku apapun asal dia tidak mati bosan. Merasa dilihat oleh seseorang, Jonghyun langsung menoleh ke arah Pintu. Seketika itu, Yoona kecil akan bersembunyi dengan cepat.

“Im Yoona Yeppo, Kaukah itu?” Tebak Jonghyun. Kejadian ini sudah berulang beberapa kali. Yoona tidak bergeming dengan pertanyaan Jonghyun. Dia tetap diam, merasa bahagia dan percaya diri, Jonghyun menyebutnya Yeppo.

“Yoona? Itu Kau?” Tanya Jonghyun lagi. Dia sudah menduganya.

“Iya, ini Aku!” Yoona muncul dari persembunyiannya

“Masuklah” panggil Jonghyun ramah, dengan ragu Yoona melangkah maju. Didapatinya senyuman Jonghyun kecil yang lengkap dengan dimple-nya. Yoona duduk di sebuah kursi belajar yang ada di sana. Dia bisa melihat tumpukan buku di atas meja. Tampaknya Jonghyun sudah selesai membaca semua buku-buku itu.

“Kau membaca semua ini?” Tanya Yoona takjub. Jonghyun mengangguk sambil tersenyum manis.

“Wah! Daebak!”

“Aku suka membaca” Ujar Jonghyun singkat.

“Hmmm..”

“Kau darimana?” Tanya Jonghyun

“Aku habis belajar membaca bersama Taecyeon Oppa, Kau tahu kan, aku ini tidak pandai” wajah Yoona cemberut tiba tiba.

“Semangat nona Im!” Jonghyun mengepalkan kedua tangannya dan bersorak untuk Yoona. Bagi Yoona, sifat Jonghyun inilah yang membedakan dirinya dari anak laki laki lain di tempat itu. Mereka alih alih menyemangatinya, malah sering mengejeknya karena dia Bodoh.

“Hehehehehe…” Mereka cengar cengir berdua.

“ Hujannya sudah reda” Yoona menoleh ke Jendela.

“Hmmm” Gumam Jonghyun menyetujui. Dia juga ikut melihat ke Jendela.

“Jonghyun! Lihat! Pelangi!” Seru Yoona penuh semangat. Pelangi itu melengkung sempurna membentuk bujur sangkar. Jonghyun tersenyum. Dia menyukai Pelangi.

“Nidji” Gumamnya

“Nidji?”

“Iya, Nidji itu bahasa Jepang, artinya Pelangi” Jelas Jonghyun. Yoona yang tak paham hanya manggut manggut setuju. Jonghyun sendiri tidak tahu bagaimana bisa dia mengetahuinya. Mungkin dulu dia pernah tinggal di Jepang? Entahlah.

“Yoona, warna apa yang paling kau sukai dari pelangi?”

“Eh?“ Yoona menoleh sebelum menjawab.” Aku Suka semua warnanya, tapi yang paling kusuka Hijau. Kau?”

“Aku suka warna merah!” Seru Jonghyun.

“Ooooohhh” Yoona memajukan mulutnya meng-o-kan.

“Aka?” Jonghyun menunjuk dirinya sendiri.

“Midori” Kemudian dia menunjuk Yoona.

“Aka? Midori?” Yoona mengulang gerakan Jonghyun tak mengerti.

“Itu Bahasa Jepang, Aka artinya merah. Midori artinya Hijau. Mulai sekarang aku akan memanggilmu Midori dan Kau memanggilku Aka. Itu panggilan yang bagus antar teman” Kata Jonghyun panjang lebar.

“Eh? Kau mau jadi temanku?”

“Ya! Tentu saja Midori” Jonghyun tersenyum manis.

“Baiklah, Aka ssi”

“Hahahahahah”

“Kalian sedang apa?” Ny. Kim tiba tiba muncul. Jonghyun dan Yoona menghentikan tawa mereka.

“Omoni?” Yoona menoleh.

“Oh, Annyeonghasseyo Omoni!” Jonghyun langsung menunduk member salam.

“Apa kabar Jonghyun?”

“Sedikit Bosan Omoni!” Keluh Jonghyun

“Tenanglah, Kau harus Istirahat dulu. Minggu depan kita ke dokter lagi.” Ny. Kim mengelus-elus tangan Jonghyun. Yoona tertawa kecil.

“Jonghyun ah! Kenapa kulitmu lebih putih darinya?” Ny. Kim menunjuk Yoona.

“Omoni!” seru Yoona cemberut, tak terima diejek.

“Hahahahahah”

*

 

                Dokter Kang mengirim supirnya untuk menjemput Ny. Kim dan Jonghyun untuk ke Rumah sakit kota. Hari ini jadwal Jonghyun untuk Check-up.

“Jonghyun, Kau masuk mobil duluan nak” Perintah Ibu Panti. Jonghyun dengan patuh masuk ke dalam mobil.

“Taecyeon, Jaga adik adikmu ya, Anak-anak, Jangan nakal ya!” Ny. Kim berpesan pada Taecyeon dan pamit pada anak-anak.

“Omoni, boleh aku ikut ke Kota?” Ujar Yoona penuh tampang memelas.

“Kau mau ikut?” Yoona mengangguk bersemangat.

“Kau kan hari ini ada pelajaran berhitung!” Celetuk Taecyeon

“Oppa… Omoni, Jebal!”

“Baiklah, ayo masuk mobil!” Yoona langsung bergegas menyusul Jonghyun ke Mobil.

“Aka ssi?”

“Midori? Kau Ikut juga?” Jonghyun terkejut dengan kehadiran Yoona sudah ada di sampingnya. Panggilan Midori-Aka sudah sangat akrab untuk keduanya.

*

                “Pilsuk? Kau membawa seseorang?” Dokter Kang melihat Yoona

“Ah, ini Yoona, gadis yang selalu kuceritakan padamu” Jelas Ny. Kim

“Annyeonghasseyo! Im Yoona Imnida” Sapa Yoona

“Aigooo, Cantik! Eh? Jonghyun juga tampan!” Dokter Kang baru sadar dengan kehadiran Jonghyun. Padahal sasaran utama mereka datang kesini karena Jonghyun.

“Jonghyun apa kabar?”

“Baik Uisanim.”

“Jonghyun bosan Uisanim.” Sela Ny. Kim

“Benarkah? Pasti karena kau tidak boleh bermain, ya kan?” Jonghyun mengangguk pelan

“Sabar ya, hari ini kita lihat perkembanganmu” Dokter Kang langsung berdiri.”Suster Lee, tolong ajak Yoona jalan jalan sebentar” Suster Lee datang dan memegang tangan Yoona. Hendak mengajaknya keluar.

“Aka ssi? Fighting!” Kata Yoona pada Jonghyun

“Trims Mido!”

*

                Lee Sangwoo memarkir mobilnya dan buru buru masuk ke Lobby Rumah Sakit. Menurut Informasi, Mobil penculik anaknya sudah ditemukan dan semua orang di dalamnya telah mati. Tapi belum ada tanda tanda ditemukan mayat seusia anaknya, baik di dalam mobil ataupun di daerah sekitar mobil.

“Sangwoo ssi” Lee Boyoung berdiri saat melihat mantan suaminya mendekat.

“Kenapa dia bisa Hilang? Ini semua gara gara Kau tak becus menjaga anak kita!” Sangwoo langsung marah. Dia sudah sangat terpukul dengan Jonghyun yang tidak tahu keberadaannya. Lee Boyoung terdiam, ini memang kesalahannya Jonghyun bisa hilang. Sangwoo memijat puncak kepalanya frustasi. Persetan dengan semua Perusahaan yang dikendalikannya jika Jonghyun hilang begini. Boyoung menangis menatap miris mantan suaminya itu, kedua orang tua itu menangis diam-diam.

Sangwoo berjalan mencari mesin minuman yang akhirnya dia temukan di sudut Lobby. Dia memasukkan beberapa koin dan mengambil sekaleng kopi. Tanpa sengaja Pria itu menangkap mata seseorang yang memperhatikannya sedari tadi.

“Kau mau Juice? Biar paman belikan” Tawarnya. Yoona menggeleng sambil mendongak ke wajah Sangwoo. Sangwoo kembali memasukkan beberapa koin ke mesin itu lagi, mengambil dua Kaleng Juice.

“Nih!” Yoona tampak bingung saat dirinya diberi sekaleng Juice oleh orang asing. Sangwoo mengelus kepala Yoona sebelum beranjak dari sana. Yoona memperhatikan Sangwoo yang berjalan menjauh. Sangwoo kembali duduk di samping mantan isterinya. Dia memberikan Juice pada Boyoung.

“Paman  itu mirip sekali dengan Jonghyun.” Gumam Yoona pelan. Dia terdiam sesaat,

“Yoona sedang apa Kau? Maaf ya Onnie ke Toiletnya lama.” Suster Lee baru saja datang

“Eh? Onnie.. Gwenchana.”

“Ayo kita temui Jonghyun, Pemeriksannya sudah selesai!”

*

                Yoona dan Suster Lee langsung menemani Jonghyun.

“Bagaimana Uisanim?” Ny. Kim penasaran dengan keadaan Jonghyun. Mungkin lebih tepatnya khawatir.

“Syukurlah Pilsuk, Kau lihat ini” Dokter Kang menunjuk ke lampu radiologi gambar gambar CT SCAN Jonghyun. Ny. Kim ikut memperhatikan gambar gambar itu sambil menunggu penjelasan Dokter Kang. ”Massa di kepalanya hampir menghilang sempurna. Obatnya bekerja dengan baik. Jonghyun beruntung” lanjut Dokter Kang. Gurat wajah bahagia terlihat pada Ny. Kim, apapun itu, Beliau sudah terlanjut menyayanginya seperti Anak-anak lain di Panti.

“Terima Kasih Tuhan.. Syukurlah Uisanim. Terima Kasih banyak!” Ny. Kim memegang erat tangan dokter.

“Sama-sama Pilsuk!”

“Oh ya, bagaimana dengan ingatan Anak itu?”

“Kita tunggu dan berdoa saja, semoga memorinya kembali terpanggil”

“Aku khawatir, Keluarganya akan mencari”

“Sudahlah, jalani semua apa adanya, Aku doakan, semoga ingatan Jonghyun cepat pulih!” kedua orang ini tersenyum satu sama lain.

“Iya Uisanim, Aku sebetulnya berencana untuk lapor polisi, tapi kasihan Jonghyun jika keadaannya seperti itu.”

*

                “Seorang paman membelikanku Juice!” Yoona memamerkan kaleng Juice-nya

“Oh ya?” Suster Lee ikut menikmati celoteh dari Yoona.

“Dan kau tahu, Paman itu mirip denganmu!” Timpal Yoona lagi.

“Siapa yang mirip dengan Jonghyun, Yoona?” Ny. Kim dan Dokter Kang masuk ke Ruangan Jonghyun.

“Paman yang membelikanku Juice ini Uisanim” Jelas Yoona

“Wah ! Paman itu baik sekali yah!”

“Jonghyun? Bagaimana perasaanmu nak?”

“Aku baik baik saja Uisanim, Terima Kasih” Dokter Kang mengusap kepala Jonghyun dan Yoona dengan kedua tangannya.

*

                Seperti biasa, Dokter Kang akan menawarkan tumpangan, lebih tepatnya menawarkan bantuan untuk mengantar ke Desa. Ny. Kim sempat menolak, namun akhirnya luluh juga. Mereka berempat berjalan beriringan keluar dari ruangan.

“Jonghyun, Yoona.. hati hati di Jalan!” Suster Lee mengusap kepala keduanya.

“Terima Kasih Onnie!”

“Terima kasih Nuna!”

“Suster Lee, Kami Pamit pulang dulu,”

“Iya, Sunbaenim, hati hati di Jalan”

Keempatnya berjalan melintasi Lobby. Yoona memandang sekeliling jalan yang dilewatinya. Merekam segala aktifitas yang semua orang kerjakan, setiap benda yang dilihatnya atau gambar gambar yang tertata di dinding koridor. Suatu saat dia ingin bekerja seperti mereka.

“Uisanim..”

“Hm?”

“Bisakah Aku jadi dokter seperti Anda?”

“Tentu saja”

“Mido? Memangnya Kau mau jadi Dokter?” Tanya Jonghyun agak ragu.

“Tentu saja.” Yoona menirukan gaya bicara Dokter Kang

“Hahahahaha”

“Eh? Itu Paman yang membelikanku Juice!” Yoona menunjuk kearah Sangwoo. Baik Jonghyun, Ny. Kim dan Dokter Kang ikut menoleh.

“Paman itu mirip sekali dengan Jonghyun!” tukas Yoona lagi. Jonghyun tak melepas pandangannya pada kedua orang yang duduk di seberang. Dia terpaku, menanti panggilan memorinya. Ny. Kim dan Dokter Kang sudah tidak melihat mereka lagi dan hendak kembali melanjutkan langkah mereka, begitupun Yoona. Tapi tidak dengan Jonghyun. Keningnya mengerut. Memeras pikirannya, butir butir keringat bermunculan saking terlalu keras dia berpikir.

“Jonghyun-ah Wae?” Dokter Kang memperhatikan Jonghyun khawatir. Ny. Kim ikut mendekat meraba jidatnya. Mereka ingin menuntun langkah Jonghyun, tapi tubuhnya tak bergerak.

“Omma… Appa…”

To  be continued…

Aka-Midori

 

27 thoughts on “Aka-Midori [Chapter 2]

  1. woaaaaa jonghyun udh bs ingat appa dan eommanya. huaaaa abis ini bisa2 jonghyun langsung dibawa appanya ke jepang nih huhu
    kebersamaan yoona ma jonghyun kecil gmn nih?
    yoona harus jd dokter ayooo semangat yoona kecil hihi

    ditunggu part 3-nya🙂

  2. Wuahhhh….. akhrnya ingt jg!! bnern bkal dtgal nih. apa ntar mreka br2 bkaln jdi dokter?
    Eumm. . . pnasaran dh. next chap thor!!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s