Seoul Night Life [Part 1]

Seoul night life

Author: Hanna Moran

Rating: PG17

Genre: romance, family, Friendship

Length: chaptered

Cast:

– Kang Minhyuk CNBLUE

-CL/Chaerin 2NE1

Other cast:

– Junhyung Beast

Desclaimer: Inspired by some western movie

Note: Aman dibaca saat bulan puasa.

***

Jam menunjukan pukul 11.54 malam tapi suasana semakin ‘panas’. Dentuman suara kencang dari DJ spot semakin menggema memenuhi ruangan dengan suasana yang sengaja dibuat remang-remang. Puluhan orang berbaur menjadi satu, bergerak dan menari sesuka mereke mengikuti ketukan lagu-lagu techno dan dupstep yang dimainkan oleh seorang DJ.

‘Kings’, club dan bar yang diperuntukan untuk kalangan kelas atas, dengan Jutaan hingga ratusan juta won yang mengalir setiap harinya direkening orang-orang yang sanggup duduk berlama-lama di club ini. Botol-botol minuman tidak pernah habis diclub ini, puluhan wanita cantik dan sexy berkeliaran bebas bahkan dibeberapa sudut asap rokok mengepul memenuhi ruangan. Entah apa yang dicari orang-orang itu ditempat berisik ini, mungkin hanya untuk membuang-buang uang yang sudah terlalu banyak memenuhi kantong mereka.

Tidak terkecuali Kang Minhyuk, laki-laki yang baru saja turun dari Ferrari putihnya itu kini tengah menuruni tangga masuk utama menuju Kings club dan bar. Ia menunjukan kartu anggota khusus yang hanya dimiliki oleh tamu VVIP bar dan club ini. Penjaga yang berdiri dengan badan besar dan wajah sangar mempersilahkan minhyuk masuk dengan hormat.

Baru beberapa langkah masuk, dua orang wanita dengan pakaian minim mendekati Minhyuk, seorang wanita mencoba memeluk minhyuk dan seorang lagi berusaha menarik tangan Minhyuk mendekat kearahnya, tapi Minhyuk hanya memberikan smirk nya yang seketika membuat kedua wanita itu terpesona.

“Mau kutemani tuan?” Bisik seorang wanita tepat ditelinga minhyuk dengan suara yang dibuat sedikit mendesah. Minhyuk mendorong kedua gadis itu hingga membentur dinding dibelakang mereka.

“Tidak sekarang, ladies” Kata Minhyuk sambil berlalu dari depan kedua wanita yang masih menatap Minhyuk dengan terpesona. Hari ini Minhyuk sedang tidak membutuhkan wanita.

Minhyuk terus berjalan menerobos beberapa orang yang menghalangi jalannya, beberapa kali ia membuat wanita-wanita menoleh kearahnya. Wajah tampan, merk-merk nomor satu dunia yang melekat dibadannya yang bidang, tatapan mata kecilnya yang tajam, senyumnya yang sempurna menjadi alasan kuat untuk membuat banyak wanita menatap terpesona pada Minhyuk. Sesekali Minhyuk membalas tatapan wanita-wanita itu dengan senyumannya.

Kakinya menapaki tangga yang menghantarkannya menuju lounge VVIP.

“Kang Minhyuk!! Akhirnya kau datang!!” Seorang laki-laki seumuran minhyuk dengan penampilan yang tak kalah ‘mahal’ menyambut minhyuk dengan senang, setelah itu beberapa orang lain menyambut kedatangan Minhyuk. Minhyuk duduk diantara mereka.

“Long time no see, Brother!” Junhyun, laki-laki yang duduk disebelah Minhyuk tampak senang teman lamanya sudah kembali.

“Jadi, bagaimana dengan Amerika?” Tanya teman Minhyuk yang lain.

“Kenapa kau masih bertanya? Padahal baru kemarin kau dan pacarmu berlibur kesana. Oh maaf, aku dengar kalian sudah putus begitu pulang dari Amerika” Minhyuk terkekeh, sambil menuangkan vodka kedalam gelasnya lalu meminumnya.

“Ya… aku kesana untuk berlibur, dan kau menetap disana untuk waktu yang lama. Itu akan berbeda rasanya”

“Sama saja” Kata Minhyuk, kini meneguk gelas vodka keduanya.

“Bagaimana dengan wanita disana? Mereka sexy seperti Megan Fox atau Scarlet Johansson ??”

“Beberapa kali aku berkencan dengan wanita-wanita yang kau bilang mirip dengan Megan Fox tapi hanya fisik mereka yang bagus, sisanya? Sampah” Kata Minhyuk sambil terkekeh.

“Berapa wanita yang sudah kau kencani, Tuan Playboy?”

“Kau tidak akan bisa menebaknya” Kata Minhyuk

“Sangat banyak?”

“Terlalu banyak” Minhyuk dan teman-temannya yang lain bersulang merayakan kembalinya Minhyuk ke Korea. Tepat setelah acara bersulang itu selesai seorang wanita datang mendekat kearah mereka.

“Kang Minhyuk!!” Gadis itu memekik begitu mendapati Minhyuk tengah duduk diantara teman-temannya.

“Chaerin-a” Minhyuk berdiri dan begitu gadis itu sampai didekatnya ia memeluk gadis itu.

“Mulai sekarang panggil aku DJ CL”

“Kau sudah jadi DJ sekarang?”

“Ya”

“Kau semakin tampan” Kata Chaerin lagi sambil mengamati penampilan Minhyuk dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Kau terpesona denganku? Atau kau jadi jatuh cinta padaku, sekarang?” Goda Minhyuk sambil mendekatkan wajahnya seolah ingin mencium Chaerin, tapi Chaerin segera mengelak dan mencubit pinggang Minhyuk hingga laki-laki itu sedikit mengaduh.

“Kau masih saja menjadi playboy!”

“Tapi kau suka, iyakan?” Tanya Minhyuk dengan senyum nakalnya, membuat Chaerin tertawa

“Shut up, boy!” Chaerin mendorong tubuh Minhyuk menjauh dan bergabung dengan teman-temannya yang lain yang juga adalah teman-teman Minhyuk. Minhyuk juga kembali bergabung.

“Karena Chaerin sudah ada disini, ayo kita bersulang sekali lagi” Kata seorang teman Minhyuk

Akhirnya mereka bersulang untuk entah gelas keberapa yang mereka minum, total mereka sudah menghabiskan 10 botol vodka bersama-sama.

“Aku harus main sekarang” Kata Chaerin sambil melihat kearah dance floor dilantai bawah,seorang DJ yang sedang memainkan lagu memberi kode pada Chaerin kalau sekarang saatnya Chaerin yang bertugas menjadi DJ.

“DJ CL akan beraksi” Junhyung berseru, ia sudah mulai mabuk.

“Kau mabuk Junhyung!! Cepat pulang, cuci kaki dan sikat gigi lalu pergilah tidur” Ledek Chaerin sebelum meninggalkan teman-temannya.

***

Minhyuk memperhatikan Chaerin atau kalau sedang dibalik meja DJ ia dikenal dengan CL dari kejauhan. Banyak hal yang ia lewatkan ternyata, selama 4 tahun Minhyuk meninggalkan Korea dan menetap ke Amerika setelah kematian Ibunya. Ia memilih Amerika untuk menenangkan dirinya. Yang dimaksud menenangkan diri oleh Minhyuk adalah hidup jauh dari ayah tirinya yang selama ini hanya menganggap Minhyuk sebagai alat untuk menjalankan bisnisnya, nyatanya Minhyuk hanya duduk manis diruangan super mewah disalah satu gedung pencakar langit di Seoul tanpa harus mengerjakan apapun karena semua hal sudah dikerjakan tangan kanan ayah tirinya. Minhyuk yang perlu menjadi mascot dan berlagak seolah ia adalah anak laki-laki kebanggaan ayah tirinya.

Sedangkan kehidupan Minhyuk di Amerika tak berbeda jauh dengan kehidupannya di Korea, pesta sepanjang malam, mengencani beberapa wanita lalu meninggalkan mereka pergi, dan mencari wanita lain lagi untuk dikencani, balapan liar dengan mobil-mobil sport mahal keluaran terbaru miliknya dan teman-temannya, kalau ia menang balapan ataupun menang taruhan uang yang ia dapat ia habiskan di bar super mahal dan begitu seterusnya. Kadang Las Vegas menjadi tempat yang cukup sering Minhyuk datangi.

Kembali lagi pada Chaerin yang masih Minhyuk perhatikan. Minhyuk tak pernah membayangkan hidup Chaerin akan berubah 180 derajat hanya dalam 4 tahun. Minhyuk dan Chaerin juga Junghyun sudah berteman sejak mereka dibangku sekolah menengah pertama. Mereka bertiga anak-anak dari keluarga kaya, yang bersekolah disekolah yang hampir semua muridnya datang dari keluarga berada. Mereka menjadi dekat , tapi seingat Minhyuk dulu Chaerin sangat sulit untuk diajak datang ke club, kalaupun ia datang itu hanya untuk menghadiri undangan ulang tahun teman dan hanya meminum minuman soda ringan, setelahnya ia akan merajuk pada Minhyuk atau Junhyung untuk mengantarkannya pulang sebelum tengah malam. Tapi kini Chaerin berkerja sebagai DJ yang mengharuskan dirinya hampir setiap malam ada di club dari club ini buka hingga club ini tutup dipagi buta. Minhyuk menyayangkan semua yang menimpa Chaerin, hidup memang tak bisa ditebak, begitupun hidup Minhyuk yang sama-sama sulitnya untuk ditebak.

“Kau belum percaya apa yang menimpa Chaerin?” Junhyung berdiri disamping Minhyuk sama-sama memperhatikan Chaerin yang sedang asik memainkan lagu-lagu techno dibawah sana.

“Hmm.., masih agak sulit dipercaya”

“Tapi dia gadis yang kuat. Aku sering kali menawarkannya bantuan,tapi ia selalu menolaknya. Ia selalu bilang ia ingin berusaha sendiri dulu, kalau tenaganya sudah habis dan ia sudah lelah ia pasti meminta bantuan tapi sampai detik ini tidak ada satu bantuanpun yang ia minta. Ia sungguh kuat” Mata Junghyun menerawang pada Chaerin.

“Kita ini temannya yang paling tidak berguna” Kata Minhyuk, Junhyung mengangguk setuju.

“Saat ia menjadi Chaerin dan saat ia menjadi CL sungguh berbeda. Kita seperti tidak bisa menjangkaunya bila ia sedang menjadi CL”

“Junhyung” Panggil Minhyuk

“Ya?”

“Kau mungkin harus merasakan sakit yang aku dan Chaerin alami supaya kau tahu kenapa orang-orang bisa berubah” Kata Minhyuk, lalu ia mengambil sebotol vodka dan menegaknya.

“Minhyuk-a, walaupun aku tak pernah mengalami apa yang kau dan Chaerin alami, tapi aku tahu bagaimana rasanya. Ingat, aku selalu ada bersama kalian disaat-saat terburuk kalian” Minhyuk mengangguk.

“Omong-omong, besok ada drift. Kau harus ikut”

“Boleh juga, ini drift pertamaku setelah aku kembali ke Korea”

“Ku tunggu kau besok” Kata Junhyung dan berlalu meninggalkan Minhyuk yang masih menikmati botol demi botol minumannya.

****

Minhyuk sedang menunggu teman-temannya yang lain disebuah jalanan yang mulai ramai oleh orang-orang yang akan menonton drift, beberapa mobil mewah sudah terparkir disana. Ia duduk menyandar di cap mobil Ferrari putihnya, dan seorang gadis sexy sedang memeluk Minhyuk. Wajah mereka sangat dekat, Minhyuk berbisik ditelinga gadis itu

“Kau cantik” , mendengar bisikan itu gadis dalam pelukan Minhyuk tersenyum malu-malu, lalu tangannya mengusap pipi Minhyuk.

“Kau juga sangat tampan” Balas gadis yang bahkan Minhyuk tidak tahu namanya itu. Minhyuk merasa tak perlu menanyakan namanya karena sehabis malam ini Minhyuk tak akan ingat lagi bahkan pada wajah gadis itu. Gadis itu merangkul Minhyuk lebih kuat, Minhyuk tersenyum menggoda membuat gadis itu tidak bisa berkutik saat Minhyuk menciumnya didepan umum. Walaupun orang-orang yang berkeliaran disekitar mereka tak asing dengan adegan mesra itu tapi itu cukup menyita perhatian. Minhyuk masih melumat bibir gadis itu dalam, Minhyuk merupakan seorang pencium yang hebat, ia tidak akan melepaskan ‘tangkapannya’ sebelum tangkapannya itu memohon minta dilepaskan. Tak Minhyuk sangka gadis dalam ciumannya itu ternyata cukup kuat, mereka saling bertukar ciuman cukup lama. Hingga sebuah lampu mobil menyorot mereka dan menyilaukan mereka. Mobil Ferrari merah berhenti beberapa meter dari tempat Minhyuk dan gadis tak dikenal itu bercumbu.

Minhyuk menjauh dari wajah gadis yang diciumnya untuk melihat siapa orang yang berani mengganggu kesenangannya. Ternyata itu Junhyung dan Chaerin yang mengekor disampingnya.

“Aku baru terlambat sedikit tapi kau sudah dapat mangsa, Singa playboy yang lapar?”

“Kau mau, cari saja sendiri” Kata Minhyuk sambil melingkarkan tangannya di pinggang gadis yang sekarang ini sedang menyandarkan kepalanya di bahu Minhyuk.

“Aku ingin, tapi nona Chaerin akan menghabisi aku sesudahnya” Junghyung melirik Chaerin yang tengah melipat tangannya sambil melirik tajam pada Junghyun.

“Cukup Minhyuk saja yang menjadi playboy kelas mafia. Kau tak usah ikut-ikutan” Kata Chaerin. Minhyuk hanya tertawa melihat pertengkaran kecil kedua sahabatnya ini.

“Drift akan segera dimulai, kau mau ikut atau hanya menonton saja?” Tanya Junghyung pada Minhyuk.

“Tentu aku ikut, my baby can’t wait to hit the road” Kata Minhyuk sambil menepuk pelan mobilnya.

“Kau tunggu disini ya sayang” Bisik Minhyuk pada gadis disampingnya. Lalu Minhyuk masuk kedalam mobilnya begitupun Junhyung. Chaerin hanya berdiri bersama-sama orang-orang lain yang menonton balapan liar itu. Enam mobil sport sudah berjajar di garis start. Dua mobil diantaranya milik Minhyuk dan Junhyung.

***

Sebuah tembakan angin keudara mengema. Para pengemudi dibalik keenam mobil sport itu dengan segera menekan pedal gas mobil mereka dalam-dalam menghasilkan deru mesin mobil yang menyerupai suara auman singa lapar sebelum mobil-mobil itu melesat cepat meninggalkan kepulan asap dari pasir-pasir jalanan.

Minhyuk tak mau kalah, ia menekan pedal gas mobilnya dalam-dalam hingga mobilnya melesat ringan nyaris terasa terbang. Tangannya mencengkeran kemudi mobil berusaha mengendalikannya agar ia tetap pada jalurnya.

Awalnya keenam mobil memperebutkan posisi pertama dengan susah payah, saling mendahului satu sama lain, berusaha menghalangi mobil lawan menyalip jalur mereka. Deru mobil semakin keras terdengar, mengusik ketenangan malam.

Mobil Minhyuk mulai melesat meninggalkan beberapa mobil lain dibelakangnya, 4 mobil berhasil Minhyuk lewati dengan mudah, kini ia berusaha mengejar mobil didepannya yang Minhyuk hafal benar itu Mobil Hyunjung. Temannya satu ini memang agak sulit untuk ditandingi, tapi MInhyuk tak mau menyerah begitu saja, beberapa kali Minhyuk mengalahkan Junhyung kali ini Minhyuk juga akan memenangkannya. Minhyuk menginjak pedal gas semakin dalam, ia membuntuti Mobil Junhyung  dengan sangat dekat. Hingga di tikungan terakhir sebelum garis finish mobil Minhyuk berhasil menyusul mobil Junhyung, mobil Minhyuk terus melesat meninggalkan mobil Junhyung hingga garis finish.

Suara sorakan dan teriakan menyambut kemenangan Minhyuk. Minhyuk keluar dari mobilnya dengan senyuman senang. Teriakan semakin menjadi, sorakan menyambut kembalinya Seoul Drift King. Kebanyakan teriakan berasala dari wanita-wanita yang tersihir pesona Minhyuk.

“Agh! Sialan! Kau belum terkalahkan ternyata!!” Junhyung menepuk keras punggung Minhyuk,sedikit kesal Minhyuk bisa mengalahkannya, tapi Junhyung bermain sportif dan emenrima kekalahannya.

“Ya!! Kau kembali Minhyuk” Minhyuk disambut oleh beberapa teman-temannya yang lain.

“Lama tak dikorea ternyata kemampuan driftmu masih sangat bagus Minhyuk”

“Tentu saja, ini hal mudah bagiku” Kata Minhyuk, Lalu mata Minhyuk menangkap sosok Chaerin yang tengah sibuk dengan ponselnya agak jauh dari kerumunan orang-orang. Minhyuk mendekat kearah Chaerin tepat saat gadis itu baru saja mengakhiri perbincangannya di ponsel.

“Aku menang” Kata Minhyuk. Chaerin hanya menunjukan jempolnya pada Minhyuk, itu bukan hal yang mengagetkan bagi Chaerin.

“Pasti kau habis menelepon Haerin ya?” Tanya Minhyuk, Chaerin mengangguk.

“Aku tak terlalu khawatir kalau kau dan Junhyung suka berpesta hampir setiap hari, atau bermain wanita dan sebagainya, tapi aku khawatir kalau kalian berdua sudah melakukan drift gila-gilaan seperti ini. Kau tahukan nyawa taruhannya” Chaerin dan Minhyuk menyandarkan tubuhnya di dinding yang penuh dengan graffiti.

“Aku akan baik-baik saja” Kata Minhyuk santai, Minhyuk memasukan kedua tangannya kedalam saku celanannya.

“Hei, Minhyuk. Apa Nona Chaerin sedang menasihatimu untuk berhenti balapan?” Tanya Junhyung mendekat lalu menyodorkan minuman beralkohol dalam kaleng pada Minhyuk. Minhyuk mengambilnya lalu membuka dan meneguknya.

“Aku sampai bosan mendengar ia yang terus menyuruhku berhenti balapan. Kau tidak tahu ini memacu adrenalin sebagai laki-laki” Kata Junhyung, Minhyuk mengangguk setuju.

“Kau tidak tahu rasanya kalau mobilmu sudah terbalik beberapa kali dijalanan, lalu tangan atau lehermu patah dan mobilmu meledak” Kata Chaerin lagi.

“Seseorang akan membawa kami ke rumah sakit, dan kami akan mendapatkan perawatan terbaik sampai kami pulih” Kata Minhyuk, kali ini Junhyung yang mengangguk. Chaerin hanya menghela nafas

“Kalau kalian mati, jangan ajak aku ke neraka bersama kalian” Kata Chaerin dengan santai lalu meninggalkan Junghyung dan Minhyuk.

“Malam ini biar aku yang antar Chaerin pulang” Kata Minhyuk.

“Kau tidak mau menghabiskan malam dengan gadis yang bermesraan denganmu tadi? Dia sexy. Siapa namanya?”

“Sejak kapan aku peduli siapa nama gadis yang datang menggodaku”

“Ya!! Ajari aku bagaimana memikat wanita hanya dengan senyuman”

“Itu gampang, kau hanya perlu menjadi tampan” Kata Minhyuk santai lalu berjalan meninggalkan Junghyun.

“Minhyuk! Maksudmu aku ini jelek? Ya!! Mau kemana kau?”  Yang diteriaki tidak menoleh malah terus berjalan mendekati kerumunan wanita yang sedari tadi sudah mengoda Minhyuk dengan tatapan dan tubuh mereka.

***

Hampir jam 3 dini hari saat mobil Minhyuk berhenti didepan sebuah apartement tua yang sederhana yang letaknya nyaris dipinggir kota Seoul. Mobil mewah Minhyuk terlihat sangat mencolok diantara suasana yang begitu sederhana dan agak kumuh.

“Kau pasti kaget ya tahu dimana aku tinggal sekarang?” Tanya Chaerin yang duduk dibangku penumpang. Minhyuk menoleh dan hanya memberi senyum simpati.

“Junghyung sudah cerita?” Tanya Chaerin lagi

“Sudah, tapi hanya sedikit”

“Perusahaan real estate ayah mengalami krisis dan ayah berusaha keras mencari pinjaman uang dan bantuan. Sulit mendapatkannya, tapi seorang teman ayah di Busan menawarkan bantuannya. Lalu Ayah dan Ibuku pergi ke Busan untuk mengurus pinjaman uang untuk perusahaan, tapi ditengah jalan turun salju lebat, ayah terus memaksa mengemudi menembus salju hingga mereka masuk kedaerah pegunungan yang penuh kabut, mobil ayah tergelincir di jalan penuh salju, mereka masuk kedalam jurang. Ayah meninggal seketika, Ibuku sempat koma selama seminggu, tapi akhirnya ia menyerah karena luka ditubuhnya begitu parah”

“Itu sebabnya kau sellau menyuruhku dan Junhyung berhenti balapan liar? Kau takut hal yang menimpa orang tuamu terjadi pada kami?”

“Ya, kau tahu rasanya ditinggal tiba-tiba karena sebuah kecelakaan maut?” Minhyuk hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan Chaerin.

“ Sesudahnya aku tak tahu apa yang harus aku lakukan pada perusahaan itu, aku meminta bantuan sekertaris ayahku untuk membantuku menjalankan perusahaan tapi ia malah menipuku dan membawa lari uang dan aset penting perusahaan, jadilah aku berakhir ditempat seperti ini” Chaerin menundukan kepalanya, rambut panjangnya menutupi setengah wajahnya. Minhyuk menepuk punggung Chaerin, menghibur temannya itu.

“Lalu, Haerin dimana dia?” Minhyuk menanyaksn keberadaan adik perempuan Chaerin

“Ia tinggal didesa bersama bibiku, ia masih harus melanjutkan sekolahnya, tapi aku tak mau dia melihat kesusahanku disini. Akhirnya aku menitipkannya pada bibiku. Beberapa kali aku dengar kalau ia sering mendapat perlakuakn sedikit kasar dari bibi dan sepupuku yang tak nyaman dengan kehadiran Haerin, kau sendiri tahukan adikku itu manja sekali. Pasti sulit baginya menerima keadaan yang berubah secara mendadak seperti ini, ia pasti banyak merepotkan bibiku, tapi mau bagaimana lagi? Ini satu-satunya jalan”

Minhyuk menyodorkan sebuah amplop kehadapan Chaerin, Chaerin tahu benar apa isi amplop itu, uang hasil kemenangan Minhyuk di balapan liar tadi. Chaerin menggelengkan kepala.

“Ambillah, kau lihat sendirikan bagaimana perjuanganku memenangkan drift tadi? Aku mempertaruhkan nyawaku, ini hasil kerja kerasku, bukan uang dari tabunganku.Masih tega menolaknya?”

“Minhyuk, aku bisa mandapatkan uangku sendiri. Aku tak butuh uang itu”

“Kau menjadi DJ hanya karena terpaksakan? Kau bukan orang yang suka berlama-lama didalam club” Minhyuk menyodorkan uang itu lebih dekat, Chaerin belum mau mengambilnya.

“Aiish.. aku ini kenapa harus  gengsi padaku sih? Kalau begitu anggap saja aku memberikan ini untuk Haerin, untuk membayar sekolahnya ” Minhyuk menggenggam tangan Chaerin dan memaksa Chaerin menerima amplop itu.

“Terima Kasih” Chaerin semakin menundukan kepalanya, tiba-tiba bahunya bergetar.

“Kenapa kau menangis?” Tanya Minhyuk, Minhyuk berusaha memeluk Chaerin

“Aku malu Minhyuk, aku malu padamu dan Junhyung. Aku sungguh malu dengan keadaan ku sekarang. Aku berusaha terlihat seperti Chaerin yang dulu, Chaerin yang punya segalanya, Chaerin yang bisa mendapatkan apapun yang aku mau. Kau lihat aku sekarangkan? Bahkan penampilanku sekarang masih sangat meyakinkan kalau aku adalah Chaerin yang kuat, Chaerin yang mempesona orang-orang dibalik meja DJnya. Tapi kau dan Junhyung tahu siapa aku yang sebenarnya” Chaerin semakin terisak dipelukan Minhyuk. Minhyuk mengelus punggung Chaerin, ini pertama kalinya Minhyuk melihat Chaerin sehisteris ini.

“Tenang, ada aku disini. Aku tetap temanmu apapun keadaanmu, begitupun Junhyung kita tetap berteman. Kau tidak usah malu. Apapun yang kau butuhkan, minta padaku ya. Jangan menangis lagi” Minhyuk melepaskan pelukannya untuk melihat keadaan Chaerin, sangat kacau. Sekitar matanya menghitam karena  eyelinernya yang luntur karena air mata, rambut blonde gadis itu yang berantakan dan matanya yang sembab.

“Hapus air matamu, orang bisa mengira aku melakukan hal yang tidak-tidak denganmu. Kau tahukan aku sangat mendukung untuk dituduh berbuat macam-macam pada wanita” Canda Minhyuk berhasil membuat Chaerin sedikit tersenyum, Ia membersihkan airmatanya dan Minhyuk mengantar Chaerin sampai kedepan apartementnya.

***

Minhyuk baru akan menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan daerah apartement Chaerin saat ponselnya berdering. Suasana hati minhyuk seketika menjadi buruk saat membaca dilayar ponsel siapa yang menghubunginya.

“Tuan Minhyuk?” Tanya seseorang saat Minhyuk sudah mengangkat ponselnya.

“Ada apa? Kau tak tahu ini jam berapa?” Tanya Minhyuk kesal

“Maaf, Tuan. Saya hanya ingin menyampaikan saat ini Tuan Kim ada diapartement anda, ia menunggu anda”

“Oh, dia selalu melakukan apapun sesukanya. Katakan padanya aku akan pulang sebentar lagi” Minhyuk memutuskan hubungan telepon, melempar ponselnya ke bangku penumpang.

“Kim Song Il, kali ini apalagi maumu?” Minhyuk geram. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dijalanan sepi kota Seoul.

-TBC-

9 thoughts on “Seoul Night Life [Part 1]

  1. Aish.. sumpah jadi jealous bgt sama minhyuk yg playboy kayak gitu >_< cepetan ya author ga tahan sama part selanjtnya..😀

  2. apa Minhyuk akan sadar hingga nggak jd playboy lg???
    Salam kenal,aq baru kali ini berkunjung ke blog ini,soalx baru tau sih…hehehe
    fanficnya bnyak,jd bingung mau baca yg mana duluan.. >,<

  3. waaa bener mingie nya bad boy hehehe
    karakter minginya sih bisa bayangin kak,dapet bangetttt tp CL nya belum ,, mungkin karena baru chap 1 kali ya🙂
    again, selalu suka sama gaya bahasanyaa🙂🙂
    aaaaaaa ga sabar nunggu part selanjutnyaaaaa tapi plis kak jangan dibikin mingienya mati kecelakaan😥 *soktau hehehe
    SE-MA-NGAT (ง`▽´)ง (ง`▽´)ง

  4. Biasanya bad boy itu “image”nya jonghyun banget. Tapi ini Min Hyuk, tapi oke kok. Note nya juga oke, berasa lagi nonton CF gt.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s