Lagu Itu Berjudul My Love [Part 4-End]

 

Author: Lee Orinjoo

Rating: G

Genre: AU, Romance, Family

Length: Short Story

Main Cast:

Lee Jong Hyun

Hwang Mi Young

Other Cast:

Jung Yong Hwa

Kang Min Hyuk

Lee Jung Shin

Hwang Min Jeong (OC)

Disclaimer: Semua cast belongs to Allah SWT sebagai Sang pencipta dan tentunya CNBLUE sendiri plus Tiffany (kecuali Hwang Min Jeong karena hanya cast fiksi). Oia ff ini terinspirasi dari lagu My Love  yang belong to my LJH. *sebenarnya bukan terinspirasi dari makna lagunya tapi lebih ke cara jong hyun nyanyiin lagunya yang ngebuat lagu ini jadi manis banget.

Note:

Akhirnya selesai juga (walau telat banget dikirimnya)… Terimakasih buat yang udah baca dan yang udah komen. Semoga semua terhibur J. Buat admin ffcnblueindo.wordpress.com makasih udah bersedia mempublish ff pertama saya ini dan memberikan wadah buat saya belajar nulis, hehe…

Maaf kalo cerita, alur, dan gaya bahasanya tidak cukup bagus, maklum masih belajar. Semoga kedepannya makin baik… Last saying, happy reading J

Kamsahamnida chingudeul keurigo saranghae CNBLUE boys, spesial buat Mr John Collin Black J, this ff inspired by you LJH… (berasa kayak martabak pake spesial hehhe). *Di ff ini, RM itu membernya ada 8 orang termasuk JoongKi (sesuai format awal), karena buat saya joongki tetap bagian dari RM. Mumpung ini fiksi jadi bisa maksa…

 

Apgujeong, Gangnamgu, Seoul

Hwang Mi Young POV.

Akhirnya aku sampai juga di rumah. Ah, hari ini benar-benar melelahkan. Untuk pertama kalinya aku pulang dari kampus menggunakan subway dan malah  harus berdiri sepanjang perjalanan. Ditambah kondisi di dalam subway yang berdesak-desakan membuat kelelahan ini terasa dua kali lipat. Ah, seandainya saja tadi eomma tidak memintaku untuk pulang lebih cepat, tentu aku bisa menonton syuting Running Man di kampus bersama teman-temanku. Lumayan untuk menghilangkan kejengkelanku pada Min Jeong. Si bocah tengil yang selalu saja bertingkah. Dan selalu saja aku yang dijadikan objek kenakalannya itu. Setelah 2 minggu lalu ia berhasil membuatku berdiri selama 4,5 jam di konser CNBLUE (walaupun aku juga bersyukur berada di konser itu karena aku bisa bertemu dengan Lee Jong Hyun), sekarang ia membuatku harus menggunakan kendaraan umum untuk pergi kemanapun selama kurang lebih 7 hari alias seminggu. Hal ini dikarenakan kenekatan Min Jeong mencoba untuk mengendarai mobilku dan berhasil menabrakkannya ke pagar. Untung saja pagar yang ditabrak adalah pagar rumahku sendiri. Tak terbayangkan bila pagar yang ditabrak itu adalah pagar rumah Halmeoni sebelah yang cerewetnya minta ampun atau pagar rumah Ahjumma Kwon yang terkenal perhitungan, tentu bisa tamat riwayat anak itu. Tak hanya dia tentunya, orangtuakupun akan mendapat masalah baru.

 

Sebagai hukumannya, ia tak boleh pergi kemanapun sepulang sekolah selama 2 minggu. Ini adalah hukuman yang cukup mematikan bagi Min Jeong. Karena selama ini, ia dan teman-temannya suka bepergian sepulang sekolah sekedar untuk nonton atau tak jarang mengikuti schedule member CNBLUE, terutama Lee Jong Hyun. Bahkan beberapa bulan yang lalu, ia sampai nekat pulang malam karena mengunjungi lokasi syuting A Gentleman’s Dignity, drama yang dibintangi oleh Lee Jong Hyun. Untuk menemani Jong Hyun oppa syuting adalah alasan yang digunakannya ketika dimarahi oleh eommaku.

 

“Eonni, sudah pulang ?” lagi-lagi anak ini membuyarkan lamunanku.

 

“Menurutmu?” balasku acuh tak acuh.

 

“Eonni tak tahu kalo hari ini RM sedang syuting di kampus eonni?” balasnya seolah tak peduli dengan sikap acuh tak acuhku.

 

“Aro” balasku pendek.

 

“Trus kenapa sudah pulang?”

 

“Ah eonni, pabo aniya? Eonni benar-benar sudah membuang satu kesempatan emas. Ah, seandainya aku menjadi eonni, aku tak akan rela pulang cepat. Aku pasti sekarang sedang menonton syuting RM di Seouldae. Kalo perlu aku akan membuat tenda di sana. Ah, apalagi ada oppa di sana” rentetnya mendramatisir. Ekspresinya benar-benar seperti di drama saja.

 

“Oppa, siapa?” balasku ingin tahu.

 

“Siapa lagi eonniiiii, ya tentu saja oppa burningku” balasnya sambil memperlihatkan mimik muka ‘menurut lo siapa lagi’ padaku.

 

“Burning? Ah, Lee Jong Hyun maksudmu?” ucapku dengan tetap berusaha memperlihatkan wajah yang tidak peduli. Selama 2 minggu setelah konser di Busan kemarin, Min Jeong tak tahu bahwa aku juga sudah mulai menyukai Lee Jong Hyun bahkan lagu yang dinyanyikannya secara solo waktu itu telah menjadi lagu wajib pengantar tidurku. Ya, lagu yang berjudul My Love itu.

 

“Iya” jawabnya.

 

“Selain dia ada oppa Min Hyuk juga. Ah, seandainya hukuman ini tidak ada, dari tadi aku pasti sudah ada di Seouldae” ucapnya sedih seakan meratapi nasibnya yang sial.

 

“Seandainya saja, kemarin kau tidak menabrakkan mobilku, maka hal ini tidak akan terjadi. Kau tahu apa akibat dari ulahmu kemarin? Selama seminggu, aku harus menggunakan subway. Dan hari ini puncaknya, aku tak bisa menonton syuting RM secara langsung karena aku harus menjagamu, bocak tengik. Kalo kau berpikir nasibmu sangat sial, lalu bagaimana denganku? Bukankah seharusnya nasibku jauh lebih sial darimu? Mobilku rusak dan aku tak bisa menonton langsung syuting variety show favoritku. Aku tidak bisa menonton Lee Kwang Soo dan Song Joong Ki dari dekat. Ah, aku tak tahu kapan lagi kesempatan menonton syuting RM itu datang lagi padaku” ucapku berapi-api pada Min Jeong.

 

“Eum, bagaimana kalo kita berdua pergi ke Seouldae sekarang? Aku rasa kita tidak akan ketinggalan syutingnya. Tadi aku sudah tanya pada Soo Jung, dan dia bilang mereka belum mulai” balas Min Jeong benar-benar tidak peduli kalau aku sedang marah.

 

“Aku benar-benar sudah gila karena menanggapimu bicara” ucapku sambil meloyor pergi menuju ke kamar.

 

“OOOOHH, oppa. Maafkan aku karena aku tidak bisa datang ke tempat oppa sekarang. Eonniku ini benar-benar tidak bisa diajak kompromi. Oppa, hwaiting!!! Semoga tim oppa yang menang walaupun aku tidak ada” kudengar rengekan Min Jeong di bawah. Dasar bocah, betapa naifnya dia. Apakah dia berpikir dengan dia datang, tim Jong Hyun akan menang ? Aku rasa Jong Hyun juga tidak mengenalnya. Karena pasti sangat banyak fans yang bertingkah seperti Min Jeong, sehingga tidak mungkin dia tahu satu persatu fansnya itu. Argh, Min Jeong gara-gara kau aku tidak bisa melihat Lee Jong Hyun dari dekat lagi.

 

Hmmm, ya sudahlah tidak perlu dipikirkan lagi. Toh, nanti aku bisa nonton di SBS. Hmmm, tapi pasti akan berbeda nonton di TV dengan melihat secara langsung. Ah, aku jadi tidak rela. Aku ingin nonton secara langsung. Hmmm, ya sudahlah tidak perlu dipikirkan lagi. Dengan terus memikirkannya akan membuatku semakin marah saja. Mind control, mind control, mind control

——————————

 

May, 10th 2013

Apgujeong, Gangnamgu, Seoul

Hwang Mi Young POV

“Yeoboseyo”

“Ah, Soo Jung-ah, eodiga?”

 

“Ah, jinjja?”

 

Ah, bocah itu. Ada apa lagi dengannya kini ? Jika dia sudah berurusan dengan Soo Jung, maka itu pasti ada hubungannya dengan CNBLUE, terutama Jong Hyun. Min Jeong dan Soo Jung itu adalah dong gab tapi mereka beda sekolah. Mereka pertama kali bertemu sekitar 2 tahun lalu. Pada saat itu, Min Jeong yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai BOICE, ikut untuk pertama kalinya acara pertemuan rutin sesama BIOCE untuk daerah Seoul. Dan di sanalah ia bertemu dengan Soo Jung. Karena mereka seusia dan sama-sama merupakan Burning Soul (fans khusus untuk Jong Hyun) maka mereka menjadi dekat hingga sekarang. Tak jarang Soo Jung main ke rumah kami, sehingga akupun jadi mengenalnya.

 

“Ne, hukumanku berakhir hari ini. Ah, akhirnya aku bebas juga. Mwo?”

 

“Eo, tentu saja aku ikut. Aku sudah mengirimkan donasiku untuk program CNBLUE School itu, mwo?”

 

“Aniya, eommaku tidak marah. Bahkan aku juga meminta eomma dan eonniku untuk ikut donasi. Hahahaha”.

 

“Ah, keureom. Ah, keunde, Kau sudah beli kado untuk oppa?”

 

“Keurae? Kalo begitu, kita beli sama-sama. Naeil eotte?”

 

“Ah, arasso. Anyeong”.

 

Sudah hampir sebulanan ini, Min Jeong heboh soal CNBLUE School. Ini semacam program social campaign yang dilakukan oleh CNBLUE yang juga dibantu oleh donasi dari para fans. Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan makanan gratis bagi anak-anak kurang beruntung. CNBLUE School pertama telah dibangun di negara Burkina Paso dan telah menampung 100 orang. Dan sekarang mereka ingin melakukan hal yang sama di daerah Afrika lainnya.  Maka dari itu, CNBLUE sedang gencar-gencarnya mengumpulkan donasi untuk mewujudkan niat mulia itu. Bertepatan dengan ulang tahun Jong Hyun yang jatuh pada tanggal 15 bulan ini, BOICE di seluruh dunia sedang melakukan pengumpulan dana untuk program tersebut sebagai cara untuk merayakan hari lahir sang gitaris. Begitu juga dengan Min Jeong, seperti layaknya seorang sales, ia mempromosikan program itu pada semua orang termasuk juga pada Ahjumma Im yang membantu di rumah kami. Dasar bocah. Tapi melihatnya begitu membuatku jadi tersentuh. Ia masih sangat muda tapi peduli dengan kondisi orang lain. Mungkin tidak semua BOICE seperti dia. Dia benar-benar total sebagai seorang fans. Walaupun terkadang dia sangat jahil dan kekanakan, tapi dia manis juga. Tiba-tiba …

 

“Eonni, besok temani aku dan Soo Jung pergi ya. Kami mau membeli hadiah untuk oppa. Mobil eonnikan sudah sehat lagi” ucapnya lagi dan lagi membuyarkan lamunanku. Baru saja aku memujinya dengan mengatakan bahwa ia manis, tiba-tiba sudah mau merepotkanku lagi.

 

“Sehat? Kau pikir mobil itu adalah manusia. Kata sehat bukan kata yang tepat. Kau ini. Aku tak mengerti kenapa kau bisa mendapatkan nilai yang bagus di sekolah. Apa orang seperti ini bisa disebut pintar ?” balasku sambil mengarahkan jari telunjukku ke arahnya.

 

“Besok kita ke Myeongdong ya. Aku lagi malas naik subway, apalagi naik bus. Nanti sewaktu aku dan Soo Jung sedang membeli kado untuk oppa, eonni bisa pergi ke toko buku. Bagaimana, dealkan?“ ucapnya sama sekali tak memedulikan apa yang baru saja aku katakan.

 

“Ya!!!! Kalau aku bicara itu harus didengar. Kau itu harus baik-baik denganku, agar aku mau mengantarkan mu, mengerti tidak?” balasku sengit.

 

“Ah, mian. Aku dengar kok. Lagipula eonni itu bukan mengantarkanku tapi kita jalan-jalan bersama. Itu beda eonni. Jangan disamakan”.

 

“Kau ini selalu saja ngeles. Ya sudah, biar kita sama-sama diuntungkan, apa yang akan kau lakukan untukku?” balasku.

 

“Kenapa eonni jadi perhitungan begitu? Seperti Ahjumma Kwon saja”

 

“Eumm, baiklah nanti aku traktir makan, bagaimana?”

 

“Jinjja?” balasku tak percaya. Selama ini selalu saja aku yang diminta menraktir dia. Min Jeong selalu saja membawa-bawa umur kalo sudah berurusan dengan traktir-menraktir. Jadi tentu saja aku tak percaya.

 

“Eo. Ya sudahlah kali ini aku mau. Demi oppa. Tapi eonni ini benar-benar keterlaluan. Aku kan masih SMP dan uang jajanku juga lebih sedikit dari eonni. Tapi kenapa aku yang malah menraktir eonni?” balasnya tidak rela.

 

Deal or no deal?” ucapku tanpa bisa diajak kompromi.

 

Deal” balas Min Jeong sambil balik menyalamiku, menunjukkan kesepakatannya.

——————————

Five days later, 00.30  KST

Cheongdamdong, Gangnamgu, Seoul

Lee Jong Hyun POV

“Saengil chukkae hyung” teriak Min Hyuk.

 

“Jonghyuie, saengil chukahanda” tambah Yong Hwa hyung.

 

Happy birthday to you” ucap mereka bertiga serempak termasuk Jung shin.

 

“Ah, gomapta” balasku terharu.

 

“Keunde, nae sonmul?” ucapku menuntut. Kan sudah seharusnya mereka memberikan kado pada orang yang sedang berulang tahun. Aku  tidak bersikap keterlaluan. Itu adalah common sense.

 

“Ei, hyung. Seharusnya hyung tidak boleh meminta. Tapi menunggu kami memberikannya pada hyung. Tapi yah, berhubung hyung sudah memintanya, tunggu sebentar aku ambil di kamar dulu” balas Jung Shin sambil berlari menuju kamarnya. Lalu diikuti oleh Min Hyuk dan Yong Hwa hyung.

 

Tak lama kemudian, mereka bertiga muncul bersamaan di kamarku. Lalu kubuka satu persatu kado dari mereka, dan ternyata

 

“Igo mwoya? Phaenthi? Ya, Lee Jung Shin!!! Kenapa malah celana dalam? Tidak ada yang lebih bagus atau lebih mahal dari ini?” protesku kepadanya. Kami memang terkenal sebagai kucing dan tikusnya CNBLUE. Tapi, dia benar-benar. Kenapa celana dalam lagi? Tahun lalu dia juga menghadiahi celana dalam untuk ulang tahun Yong Hwa hyung.

 

“Hyung, kan itu hadiah jadi tidak boleh menolak. Cuma aku kan hyung yang memberikan hadiah seperti itu? Lagipula hyung, alasan kenapa aku memberikan celana dalam adalah karena aku berpikir hyung itu kekurangan celana dalam. Sama seperti Yong Hwa hyung. Kan kalian dulu sering sharing celana dalam. Ini adalah hadiah yang mahal hyung. Karena aku memberikanmu 1 lusin celana dalam paling mahal dan paling berkualitas. Hyung harusnya senang” jelasnya panjang lebar. Begitulah seterusnya berlanjut dengan hadiah dari Min Hyuk dan Yong Hwa hyung. Hingga tak terasa hampir 2 jam kami berkumpul di kamarku. Hanya 3 hadiah yang diberikan padaku malam ini tapi memakan waktu cukup lama. Beginilah kami, saling mengejek, saling protes juga tertawa bersama. Seperti keluarga.

——————————

May, 15th 2013 16.00 KST

Han River Park, Yeouidong-ro, Junggu, Seoul

Hwang Mi Young POV

Saengil chukkae, Lee Jong Hyun. Happy 24th. Apa kabarmu ? Pasti kau senang sekali hari ini. Berapa banyak kado yang kau terima ? Pasti banyak sekali, salah satunya adalah dari adikku. Ah jam, aku jadi teringat dengan syal wol berwarna biru yang telah selesai aku rajut kemarin. Akupun mengeluarkannya dari dalam tas. Syal ini aku buat sebagai hadiah ulang tahunmu. Aku tidak bisa merajut, tapi khusus untuk hadiah ini aku sengaja mempelajarinya dari temanku, Joo Hyun, yang memang sangat ahli. Bentuknya mungkin masih sedikit kurang rapi, tapi aku benar-benar berusaha sebaik mungkin dalam membuatnya. Saking hati-hati, aku membutuhkan waktu selama sepuluh hari untuk menyelesaikannya. Syal ini hanya ada satu-satunya di dunia, dan itu khusus untukmu. Karena aku telah mengukir namamu di bagian tengah syal itu dan inisial namaku di bagian bawah dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari namamu.

 

Aku benar-benar berharap, syal ini bisa sampai ke tanganmu dan bisa kau gunakan. Hingga nanti suatu saat, ketika aku melihatmu menggunakannya aku pasti sangat bangga. Seorang Lee Jong Hyun mau menggunakan syal jelek dariku. Ah, benar-benar menyenangkan hanya dengan memikirkannya saja. Tiba-tiba bahuku seperti ada yang mencolek dan terdengarlah suara seseorang

 

“Jeogiyo”

 

Akupun menoleh ke arah sumber suara. “Ne, jeoyo?” tanyaku ragu-ragu.

 

“Ne, majayo.” balasnya.

 

“Mwoyo? “ tanyaku lagi. Bermaksud agar dia mengulangi lagi apa yang diucapkannya barusan. Aku tak bisa mendengar ucapannya dengan jelas karena dia berbicara dengan mulut yang tertutup masker.

 

“Ne, majayo. Dang sin-ieyo” ulangnya lagi.

 

“Musun? Ah, keunde, nuguseyo?” ucapku sedikit terbata-bata. Penampilannya yang mencurigakan, membuatku ketakutan. Ia menggunakan masker sehingga menutupi sebagian wajahnya, ditambah dengan sunglass, topi, jaket kulit berwarna hitam, dan celana jeans yang juga berwarna hitam. Benar-benar tampak seperti seorang psikopat di film-film.

 

Menangkap wajah ketakutanku, ia buru-buru berkata, “Keokjeong hajimayo, jeon nappeun sarami anieyo”.

 

“Jeoneun Lee Jong Hyun imnida” tambahnya.

 

“Ne? Lee Jong Hyunieyo?” tanyaku lagi.

——————————

 

May, 15th 2013 16.00 KST

Han River Park, Yeouidong-ro, Junggu, Seoul

Lee Jong Hyun POV

“Apa nama Lee Jong Hyun itu cukup pasaran? Kenapa dia juga bernama Lee Jong Hyun. Tidak mungkinkan kalo dia ini si burning?” ucapnya sangat pelan, bermaksud agar aku tak mendengarnya. Tapi karena pendengaranku ini cukup tajam, jadi tetap saja terdengar walau sangat lirih.

 

Aku tersenyum di balik masker melihatnya seperti itu. Ah, berarti dia mengenal CNBLUE kan ? Dan dia juga mengenalku ? Ya, tentu saja dia mengenalku. Buktinya dia sampai rela datang ke Busan untuk menonton konser kami sebulan yang lalu. Walaupun sampai sekarang masih tak kumengerti mengapa waktu itu dia terlihat sangat kesal. Dan seingatku dia juga tidak berpenampilan sama seperti fans yang lainnya. Dia sama sekali tidak membawa satu itempun yang berhubungan dengan CNBLUE. Tampilannya benar-benar polos. Aku masih ingat ketika itu dia menggunakan kemeja berwarna merah muda. Ah jam, kemeja merah muda? Bukankah baju yang sekarang ini adalah baju yang juga digunakannya pada saat konser ? Ah, aku yakin sekali. Ini adalah baju yang sama. Ah, sepertinya aku dan dia benar-benar berjodoh.

 

F-L-A-S-H B-A-C-K

Ah, akhirnya aku bisa menikmati udara bebas. Setelah sebelumnya terkungkung oleh padatnya jadwal CNBLUE yang membuatku hampir tidak memiliki waktu luang bahkan untuk sekedar bersantai. Beruntungnya, hari ini jadwal kami tidak terlalu padat. Setelah selesai dengan morning schedule serta sedikit pesta perayaan bersama CNBLUE dan beberapa BOICE, kami semua mendapatkan free time hingga nanti malam.

 

Awalnya aku dan ketiga member lainnya berencana untuk pergi makan bersama di sebuah restoran daging langganan kami di daerah Yeongdeungpo-gu. Namun dikarenakan sebuah urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan sehingga Yong Hwa hyungpun harus pergi dan menyisakan kami bertiga. Karena tidak tega meninggalkan Yong Hwa hyung,  akhirnya rencana makan-makan itupun menjadi batal. Dan di sinilah aku sekarang. Menikmati me timeku di tengah puluhan manusia lainnya yang sedang berlalu lalang di Han River Park ini. Ada yang bersepeda, ada yang sedang berjalan bergerombol sambil berbincang, dan ada juga yang hanya sekedar duduk-duduk di kursi yang tersedia. Tanpa sengaja mataku menangkap sesosok perempuan. Jantungku berdesir. Entah mengapa tiba-tiba dada ini menjadi bergemuruh. Mungkinkah itu adalah dia ?

——————————

Dan ternyata, itu memang benar dia. Aku kembali bertemu dengannya, gadis sang pemilik senyum dan eye smile terindah yang pernah kulihat. Ini adalah kesempatan ketiga aku bertemu dengannya setelah konser Blue Moon di Busan bulan kemarin serta ketika aku dan Min Hyuk syuting Running Man di Seouldae dua minggu yang lalu. Kali ini bahkan lebih dekat. Dari jarak ini, aku bisa melihatnya dengan jelas tanpa terhalang oleh lampu panggung maupun kaca mobil yang berwarna gelap.

 

Aku melihatnya mengeluarkan sesuatu dari dalam tas. Sesuatu benda berwarna biru yang cukup besar dan diikat oleh pita merah muda yang membuat benda itu terlihat lebih manis. Entah apa yang membuatku memberanikan diri untuk menyapa gadis itu. Hanya saja begitu melihatnya, akal sehatku justru dikuasai oleh perasaan teramat senang bertemu dan ingin berkenalan dengannya.

—————————

Author POV

Akhirnya Lee Jong Hyunpun membuka masker dan kaca mata hitam yang sedari tadi ia gunakan untuk menutupi wajahnya. Karena takut akan dikenali oleh para fans di sekitar Han River Park, ia terpaksa harus berpenampilan aneh. Ia hanya ingin menikmati kesendiriannya tanpa terganggu oleh ulah dari fans.

“Ahh” ucap Mi Young tak percaya sambil menutup mulut dengan kedua tangannya menunjukkan keterkejutan.

 

“Jinjja Lee Jong Hyun ssi ? CNBLUE Lee Jong Hyun ssi-eyo ?” lanjutnya.

 

“Ne, majayo. Joneun Lee Jong Hyun imnida. CNBLUE Lee Jong Hyun” balas Jong Hyun sambil tersenyum ramah dan memunculkan dimple di pipi kanan dan kirinya.

 

“Ini bukan mimpikan ? Apa karna dari tadi memikirkannya membuatku berhalusinasi ? Ini benar-benar nyata ?” ucap Mi Young lebih ke diri sendiri tak mempercayai apa yang dilihatnya. Ia kini sibuk mencubit tangannya sendiri.  “Ah, appha. Jinjja Jong Hyun mannageoya ?” masih takjub akan situasi yang sedang dihadapinya. Buru-buru iapun memperkenalkan diri

 

“Annyong haseyo. Hwang Mi Young imnida”.

 

“Ah, Mi Young ssi-akuna. Bangabseumnida”.

 

“Ne, bangabseumnida”.

 

“Sangat senang bertemu dengan Mi Young ssi disini. Bertemu dari jarak yang cukup dekat dan dapat melihat wajah Mi Young ssi lebih jelas. Tidak seperti dua pertemuan sebelumnya”.

 

“Dua pertemuan ? Bukankah kita baru bertemu pada saat konser Blue Moon di Busan bulan lalu?” tanya Mi Young meminta konfirmasi.

 

“Iya, itu adalah pertemuan kita yang pertama. Pertemuan yang kedua terjadi sewaktu saya* syuting RM di Seouldae. Ketika mobil memasuki gerbang Seouldae, saya melihat Mi Young ssi berjalan keluar mengarah ke gerbang. Saya melihat dari dalam mobil”.

 

“Ah, keureohkuna” ucap Mi Young.

 

“Ne, keureohkuna” balas Jong Hyun bermaksud untuk bercanda.

 

Mereka berduapun lantas tertawa. Tiba-tiba Mi Young memberikan syal wol yang ia pegang sedari tadi kepada Jong hyun sambil berkata

 

“Igeo. Jong Hyun ssi sonmul. Chukaeyo.. saengil” ucapnya malu-malu.

 

“Ini buat saya? Wah hadiahnya bagus sekali. Dan ah, ada nama saya di sini. Berarti syal ini hanya ada satu-satunya di dunia. Tunggu, jangan-jangan syal ini ?”

 

“Benar, saya yang membuatnya sendiri. Walaupun tidak cukup bagus”. Ucap Mi Young mempertegas maksud pertanyaan Jong Hyun.

 

Seperti layaknya orang yang telah lama saling mengenal, Jong Hyun dan Mi Young saling mengobrol satu sama lain. Tak memedulikan orang-orang di sekililing mereka juga acuh terhadap perubahan waktu yang mengarah senja. Keindahan matahari kemerahan diabaikan oleh sepasang manusia yang tengah “berbunga” ini. Entah apakah cinta pada senyuman pertama atau cinta pada suara pertama yang tengah mereka alami, yang mereka tahu hanyalah mereka sedang berbahagia, bahagia karena cinta. Cinta bisa datang pada siapapun tak pandang bulu dan derajat, baik artis, orang biasa, bahkan pada orang yang semula dianggap musuh sekalipun. Selamat datang cinta ….

 

If we live under the same sky, probably we’ll meet someday -Lee Jong Hyun-

*menggunakan kata saya bukan aku untuk menunjukkan sesuatu yang formal (Karena perbincangan dalam bahasa Korea. Menggunakan Jeo bukan na).

The End …….

 

4 thoughts on “Lagu Itu Berjudul My Love [Part 4-End]

  1. aigoo..,
    akhir’ny ending,
    tpi sayang, menurut aku ending’ny kurang romantis sbgai namja-yeoja,
    klo ntu kesan’ny mereka cuma jdi tmen doang dong..

    trepas dari itu, aku suka alur cerita’ny.,🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s