Prom Night

PN

Title:                Prom Night

Author:                Flazia

Rating:                PG-15

Genre:                                 Romance, School Life

Length:                One Shoot

Main Cast:       Lee Jong-Hyun CNBLUE || Im Yoon-Ah SNSD

Other Cast:        Kang Min-Hyuk CNBLUE|| Lee Jung-Shin CNBLUE|| Jung Yong-Hwa CNBLUE || Choi Soo-Young SNSD|| Kim Jong-Hyun SHINee || ibunya LJH ^^

Disclaimer:       FF ini murni dari imajinasiku. Dibuat waktu liat adik2 kelasku, anak2 SMA yg baru aja lulus dan ada prom night di sekolah. Selamat yaaa buat yang udah lulus, selamat buat yg uda diterima di universitas, dan selamat buat yg lagi ulang taun *lho?^^’

Note:               sebelumnya, maaf ya kalau ceritaku aneh >_<. Hehehe. Ohya, lagu yg jadi slh satu scene (halah) di sini L.O.V.E Girl sama Have a Good Night yaa

Cerita ini hanya fiktif belaka, hak cipta hanya milik Allah Yang Maha Esa. Makasih ya buat semua orang yang nyempetin waktu buat baca+komen FF ini. Gomawooo. Happy Reading🙂

____________________________________

Lee Jong-Hyun

“Akan kupanggilkan taksi,”ucapku menawarkan.

“Tidak mau. Aku tidak ingin berhutang budi,”jawab gadis itu.

“Berhutang budi katamu? Dengan naik mobilku sekarang saja kau JELAS sudah berhutang budi padaku, Rusa!”

Yoona menatapku tajam. Matanya menyipit dan memandangku sengit. Dia ada di depan pintu mobil bagian kanan dan aku ada di bagian kiri. Jarak kami terpisah oleh badan mobil. Entah nanti jarak ini akan lebih dekat lagi atau tidak, yang pasti akan jadi dekat kalau aku terpaksa harus mengantar Yoona sore ini.

“Setidaknya kalau kau yang mengantar, aku tidak berhutang uang. Sudahlah, Jongie! Banyak yang harus kita lakukan! Ini kan perintah bibi juga. Kita harus pergi ke laundry secepatnya, lalu ke supermarket, lalu kembali lagi ke rumah, lalu kau mengantarku ke salon,”suruh Yoona.

“Astaga, kau pikir aku suamimu? Aku juga punya jadwal sendiri. Hari ini aku harus latihan band sebelum tampil nanti malam di prom night!”

“Sayang, kenapa belum berangkat?”tiba-tiba aku mendengar suara ibu.

Aaaaah, kenapa hari ini aku tidak bisa bebas? Aku tahu mobil keluarga Yoona baru saja rusak dan itu gara-gara Ayah. Ketika akan berangkat kerja kemarin, Ayah terburu-buru dan menabrak mobil keluarga Yoona. Hebatnya, mobil itu rusak, tapi mobil kami tidak. Kalau begini, kami benar-benar harus bertanggung jawab. Aku jadi menyesal kenapa mobil kami terlalu kuat. Jika saja mobil kami rusak, pasti aku tidak harus mengantar Yoona sore ini.

Ck, ini jelas salah. Seharusnya sore ini aku tidak boleh bertemu dengan Im Yoona (meski itu nyaris mustahil mengingat aku dan Yoona bertetangga). Seharusnya aku bertemu dengan gadis ini di sekolah nanti malam, bukan sekarang.

“Ibu, kami tidak punya banyak waktu. Malam ini ada prom night di sekolah. Lagipula Yoona akan pergi ke salon. Kami tidak punya cukup waktu untuk ini semua,”kataku.

Ibu tampak berpikir.

“Begitu? Baiklah, kau antar Yoona ke salon saja, Sayang. Untuk masalah laundry dan supermarket, biar ibu saja yang urus,”kata ibu.

APA? Ibu menghilangkan rencana nomor satu dan dua, tetapi tetap menyisakan yang terakhir? Justru aku lebih suka meninggalkan yang terakhir. Aku pernah pergi ke salon untuk mengantar Noona dan itu benar-benar melelahkan. Sekarang Noona sudah bekerja di Seoul, tapi kenapa aku tetap harus direpotkan untuk mengantar ke salon?

“Maaf merepotkan, Ahjumma. Maaf merepotkanmu, Jongie,”kata Yoona sambil sedikit membungkuk pada ibu dan padaku.

“Tidak apa-apa, Yoona. Sudah sana, nanti kalian bisa terlambat,”kata ibu, tersenyum.

Aku bisa merasakan kemenangan Yoona sekarang. Dengan riang dia segera memasukkan tasnya ke bagian belakang mobil.

“Apa yang ada di dalam tas itu, Yoona?”tanya ibu penasaran.

“Ah, ini gaun untuk prom night nanti, Ahjumma,”jawab Yoona riang.

“Oh ya? Kau pakai gaun warna apa, Sayang?”tanya ibu lagi.

“Ungu, Ahjumma. Kata teman-teman gaun ini paling bagus untukku, jadi aku membelinya kemarin. Warna ungu terlalu mencolok tidak, Ahjumma?”tanya Yoona antusias.

“Tentu saja tidak, Yoona. Warna apa saja selalu cantik untukmu. Ya kan, Jong-Hyunnie?”tanya ibu dan aku tahu sekali ibu sedang berusaha menjodohkanku lagi dengan Yoona, putri bungsu dari sahabatnya. Bukannya tidak suka, setidaknya kalau aku harus menyukai Yoona, itu adalah murni caraku sendiri.

Aku mengedikkan bahu,“Tidak tahu. Ibu kan paling tahu aku tidak peduli tentang hal semacam itu.”

Sebelum masuk ke mobil, diam-diam tanganku mengetik pesan untuk kukirim pada Yong-Hwa hyung, Kang Min-Hyuk, dan Lee Jung-Shin—sahabat-sahabat hebatku.

‘Hei, kalian semua. Ada yang punya setelan jas warna ungu?’

 

 

“Maaf merepotkan, Jongie,”kataku, menirukan ucapan Yoona tadi.

“Aku tulus kok mengatakannya,”katanya sungguh-sungguh.

Aku menatapnya ketika kami berhenti di persimpangan, lampu merah lalu lintas baru saja menyala.

“Baiklah. Aku juga tahu kau tulus merepotkanku,”balasku.

Yoona tidak balas menghina, dia malah tersenyum dan aku segera menatap ke depan lagi. Aduh, kenapa aku tidak bisa menguasai diri begini setiap gadis ini tersenyum?

Kami tidak bicara apa-apa lagi hingga tiba di salon. Di depan salon, aku melihat Choi Soo-Young dan beberapa gadis lainnya sudah menunggu Yoona.

“Mereka ke mari naik taksi?”tanyaku.

Yoona menggeleng,”Soo-Young bawa mobil. Kenapa?”

Aku mengedikkan bahu,”Hanya bertanya. Ngomong-ngomong, apa di salon ada toilet? Aku harus ke sana sekarang juga!”

“Ada. Cepat sana masuk! Aku akan bertemu Soo-Young dulu. Setelah itu kau tunggu di dalam saja, ada televisi lho,”kata Yoona memberitahu.

Aku mengangguk dan segera keluar dari mobil. Begitu masuk ke salon, aku mencium wangi parfum ruangan yang sedikit berlebihan. Tempat ini benar-benar bukan tipeku.

Aku segera pergi ke toilet.

Hh, ada televisi? Lalu kenapa? Ada mesin game boy saja aku tetap bosan berada di tempat ini. Sebenarnya aku sedang tidak ingin ke toilet, aku hanya menghindari Yoona dan segera melarikan diri begitu waktunya memungkinkan. Untuk langkah pertama, aku akan mematikan ponsel dulu. Ini tidak akan berbahaya. Maksudku, Yoona tetap bisa berangkat ke prom night, toh Soo-Young membawa mobil.

 

 

“Jadi, apa yang kalian punya?”tanyaku ketika sudah sampai di rumah Yong-Hwa hyung.

“Aku tidak punya tuksedo warna ungu,”kata Yong-Hwa hyung, membuka lebar-lebar lemarinya.

“Aku tidak punya sepatu, celana, atau apapun warna ungu, Hyung. Tapiiiii…. tadaa!” kata Min-Hyuk lalu mengeluarkan dua botol hitam dari tasnya,”Aku membawa pewarna textile!”

Apa? Jadi, kami akan mencelupkan bajuku ke pewarna ini?

“Mau tunggu sampai kapan menunggu warnanya kering, Hyukie? Pestanya beberapa jam lagi,”ujar Yong-Hwa hyung sambil memperhatikan jam dinding.

“Aku bisa bantu meniupnya kalau tidak ada angin di luar. Hehe,”kata Min-Hyuk, tidak masuk akal.

Yong-Hwa hyung menghela nafas,”Sampai paru-parumu bengkak, bajunya tidak akan kering, Hyukie. Kecuali kau Aang Avatar.”

“Ahh, ngomong-ngomong itu, aku jadi ingin lihat The Last Airbender, Hyung,”kata Min-Hyuk.

“Ahhh, tapi sayangnya yang difilmkan hanya satu buku saja, Hyukie. Yang bagian air saja!”lanjut Yong-Hwa hyung antusias.

“Kemarin aku baru saja mendownload game The Last Airbender lhooo,”kata Jung-Shin, memamerkan ponselnya.

“WOAAAAA! KEREEEEN!”mereka berdua terperangah melihat layar ponsel Jung-Shin.

“Ehem!”aku berdehem untuk mengingatkan mereka tentang masalahku.

“Download di mana, Shin?”tanya Min-Hyuk.

Astaga, mereka benar-benar mengabaikanku!

“Teman-teman, aku pulang sekarang,”kataku lalu beranjak pergi.

Yong-Hwa hyung melihat ke arahku lalu mengangguk,”Baiklah, Jongie. Hati-hati di jal—Eh, kau mau ke mana? Ayo kembali duduk dan kita bahas masalahmu! Shinnie, cepat sembunyikan ponselmu!”

Aku tersenyum. Ahahaha, akhirnya ada yang berniat membantu.

Aku duduk kembali. Jung-Shin menyembunyikan ponselnya. Min-Hyuk mengeluarkan pewarna textile.

“Oke. Jadi mari kita bahas kostumnya Jongie,”Yong-Hwa hyung mengambil jeda sebentar lalu menoleh ke arah Jung-Shin,”Sudah sampai level berapa kau main, Shin?”

“HYUUUUUNG!”seruku dan Min-Hyuk.

Setelah itu kami tertawa. Hahaha. Entahlah, rasanya game memang lebih menyenangkan daripada memperhatikan penampilan untuk pergi ke pesta.

“Jadi, kita akan gunakan pewarna textile?”tanyaku.

Jung-Shin mengambil botol pewarna dan mengamatinya,”Hyukie, kau yakin ini pewarna textile? Kenapa mirip botol tinta printer di rumahku ya?”

“E-Eh? Apa aku salah ambil ya?”balas Min-Hyuk ragu-ragu.

APA?! Astaga, membayangkan setelanku dicelup saja aku sudah tidak tahan. Sekarang pewarnanya malah dipertanyakan sebagai tinta printer atau bukan.

“Hmmm… Sebenarnya, aku punya dasi warna ungu sih. Apa itu cukup?”tanya Jung-Shin.

Kami bertiga menatap Jung-Shin lalu terdiam.

“Wae?”tanyanya heran.

Sedetik kemudian kami segera mengacak-acak rambut panjangnya penuh emosi.

“Kenapa tidak bilang dari tadiiiii?!”teriak kami bertiga.

Astaga, hampir saja setelanku satu-satunya ternoda tinta printer. Baiklah! Sebentar lagi kami harus latihan band untuk penampilan nanti malam. Kalau begitu aku harus ambil setelanku di mobil dulu.

Ketika mengambil setelanku yang baru saja kubawa dari laundry, aku melihat sebuah tas hitam besar di kursi belakang mobil.

Sejenak pandanganku terpaku pada tas itu, aku seperti pernah merasakan de javu. Aku pernah melihat tas itu di suatu tempat. Ah, tentu saja aku pernah melihatnya. Ini kan mobil ayah. Sudah pasti aku sering melihat barang-barang ayah, tapi ada sesuatu yang janggal dari tas itu. Ada yang tidak beres di sini…

Im Yoona

Have a, Have a good time. Have a, Have a good night
I’m ready to start. Baby, it is party time.

 Put your hands up over me. Put your hands up over me. Tonight.
Hey, do not get me wrong. I did not drink alcohol.
Put your hands up over me. Put your hands up over me. Tonight.
I’m ready to start. Baby, it is party time.

Aku mendengar suara Yong-Hwa oppa bernyanyi ketika mobil Soo-Young berhasil parkir. Aduh, CNBLUE sudah tampil! Aku harus bergegas masuk ke dalam sebelum penampilan mereka berakhir.

Tell me Tell me sarangeul malhae jwo
Tell me Tell me ni sarang jeonhae jwo

Lagunya sudah berganti ketika aku dan Soo-Young berhenti di karpet merah untuk berfoto. Tiba-tiba sekolah kami berubah menjadi tempat eksklusif begini. Ada lampu sorot di mana-mana, membuat seakan-akan kami adalah selebritis yang akan mengunjungi acara penghargaan. Ini pesta prom kedua yang diadakan di sekolah kami untuk siswa tingkat akhir. Biasanya tidak ada pesta prom di sekolah-sekolah Seoul, tapi untuk yang kedua kali, kami mencobanya lagi dan sepertinya hasilnya cukup bagus.

Semua orang tampil cantik dan tampan. Aku bahkan tidak mengenali beberapa dari temanku karena mereka begitu berbeda hari ini. Begitu masuk ke area pusat pesta, di sana ada panggung yang besar sekali. Dan ada yang membuat panggung itu lebih berkilau dari biasanya, di atas sana sedang bermain band kebangaan sekolah kami, CNBLUE. Dan ada Lee Jong-Hyun di sana.

Di tempat ini ada beberapa kursi yang mengitari meja-meja bundar, tetapi orang-orang lebih memilih untuk berdiri dan mendekat ke arah panggung. Ada banyak makanan juga. Ada soda, ada es krim, ada—Ya Tuhan, ayo Yoona! Kuasai dirimu. Sekarang aku tidak boleh makan dulu meski aku sangat ingin. Sekarang adalah waktunya untuk menyaksikan penampilan CNBLUE!

I want you oh my love, naman bara bwajwo, neomaneul saranghae
sesang modu byeonhaedo
Oh my love, neoman bomyeon ttwineun gaseum eonje kkajina
neoman damgo isseulge

Aku segera mendekat ke panggung, berusaha ada di bagian paling depan. Aduh, aku harus memperhatikan langkahku kalau tidak mau terjatuh. Berada di keramaian seperti ini, dengan gaun dan high heels, memang agak asing bagiku.

(L.O.V.E GIRL) nae soneul jabgo Fly
(L.O.V.E GIRL) nareul midgo—

Aku mendongak karena tiba-tiba musiknya terdengar berbeda. Saat itulah aku melihat Jong-Hyun. Jong-Hyun juga sedang melihatku. Tatapan kami bertemu.

Entah hanya perasaanku saja yang menghentikan waktu sejenak atau tidak, tapi kulihat Jong-Hyun berhenti bermain gitar di tengah-tengah lagu.

Dia menatapku.

Dia bahkan berhenti bermain gitar.

Yong-Hwa oppa segera menggantikan musik gitar yang menjadi bagian Jong-Hyun dan musiknya tidak terdengar berat sebelah lagi. Jong-Hyun segera tersadar, berhenti menatap ke arahku dan fokus pada permainannya lagi. Jong-Hyun mulai memetik gitar elektriknya dan meinkmati peran besarnya lagi sebagai gitaris di panggung.

Perasaanku saja atau Jong-Hyun benar-benar terpana melihatku tadi?

 

 

Jong-Hyun turun dari panggung dengan tergesa-gesa. Aku bisa melihat dia segera berlari setelah meletakkan gitarnya di dekat properti panggung.

Aku tidak peduli dia akan mencari siapa, tapi aku memang harus bertemu dengan laki-laki itu sekarang juga!

“Yoong, hati-hati! Kau sedang memakai high heels, bukan sepatu bola!”teriak Soo-Young ketika aku berderap melangkah mendekati Jong-Hyun.

Aku berusaha melewati kerumunan temanku yang melompat-lompat menikmati penampilan band rock selanjutnya.

“Yoong!”sapa Jong-Hyun.

Aku berdiri tepat di hadapannya. Kami bertatapan. Rasanya aku akan meleleh kalau Jong-Hyun tersenyum sekarang. Aku tidak mengerti kenapa sejak dulu aku tidak bisa berhenti mengingat laki-laki ini.

“Kau datang,”katanya,”Malam ini… kau cantik—“

PLAK! Aku melihat diriku sendiri menampar Jong-Hyun. Sebelum dia tersenyum dan membuatku meleleh, aku harus menegaskan sesuatu padanya.

Jong-Hyun tersentak. Dia benar-benar terkejut.

Wae?!”protesnya.

“Dasar bodoh! Dasar jahat! Dasar tidak berperasaan! Dasar pembohong! Kau seharusnya menungguku di salon! Seharusnya kau tidak pergi meninggalkanku! Seharusnya kau tidak pergi! Seharusnya kau tidak mematikan ponselmu!”sentakku.

Jong-Hyun mengernyitkan dahinya, mencoba memahami kemarahanku.

“Katakan sesuatu!”suruhku ketika dia justru diam saja.

“Se… suatu?”candanya.

“Iiiiiiih! Cepat jawab aku!”bentakku marah.

“Apa? Aku harus bilang apa, Yoong? Aku minta maaf karena meninggalkanmu. Aku kan sudah bilang aku juga punya kehidupan. Kenapa kau malah memakiku? Pembohong katamu? Kau sendiri… ngg… kau bilang kau akan pakai… gaun ungu?”

Gaun ungu?! Dia malah menanyakan itu?! Tadi dia bilang dia tidak peduli?! Sekarang siapa yang benar-benar pembohong?

“Gaun ungu apa?! Ini salahmu! Kau pergi meninggalkanku di salon dan tasku yang berisi gaun ungu yang baru kubeli masih ada di mobil! Bagaimana bisa aku pakai gaun ungu kalau gaunnya kau curi?!”

“T-Tas hitam di belakang?”ucapnya terbata.

“Ne! NE! Tas hitamku!”bentakku.

Nafasku terengah-engah. Ternyata marah itu melelahkan. Astagaaa, sebenarnya aku tidak ingin marah. Tapi Jong-Hyun harus diberi pelajaran! Seharusnya dia mengerti paling tidak sedikit usaha yang kulakukan ini…

“Kau! Jongie kau jahat! Memangnya untuk siapa aku pergi ke salon? Memangnya untuk siapa aku berdandan dan tampil baik hari ini? Tapi kau malah tidak menghargai usahaku sedikit pun!”

“M-maksudmu?”

YA TUHAN! LAKI-LAKI INI!

“Astaga… aku tidak percaya kau bisa masuk sepuluh besar kelas dengan otak seperti itu,”keluhku.

Jong-Hyun terkekeh.

“Aisssh, aku tidak percaya meski kau jahat seperti ini, aku masih menyukai—“

Aku terdiam. Aaaaaaah! Yoona babo! Kenapa aku justru menyatakan perasaan—ah, tapi bagaimanapun Jong-Hyun sudah terlanjur mendengarnya.

“Kenapa terkejut begitu?”tanyaku, mencoba mengatasi rasa gugupku,”Aku berusaha untuk tampil baik seperti ini… untukmu.”

Aku mulai mereda. Aku tidak tahu Jong-Hyun akan memahami atau tidak, setidaknya aku sudah berusaha.

“Karena itu aku meninggalkanmu, Yoong. Aku harus latihan band. Memangnya untuk siapa aku berusaha tampil baik di panggung tadi? Untuk siapa aku bernyanyi? Dan juga, untuk siapa aku meminjam dasi ungu ini?”tanya Jong-Hyun sambil memegang dasinya.

Pandanganku turun ke dasi yang dia pakai. Spontan aku tidak bisa menahan tawaku lagi. Buahahahaha… Benar-benar… Bagaimana bisa aku tidak menyadari itu? Dia bilang dia tidak peduli pada hal-hal semacam ini. Apa-apaan… Dia justru berencana menyamakan dress code-ku dengan dirinya.

“Tapi kau gagal. Hahahaha. Salah sendiri kau mencuri gaun unguku,”ujarku sambil berusaha menguasai diri lagi.

“Jangan tertawa, Yoong. Kau juga bersalah hari ini. Kau bahkan membuatku lupa aku sedang bermain gitar tadi—“

“Lee Jong-Hyuuuun!”tiba-tiba aku mendengar suara Jjong—yang menjadi MC hari ini—memanggil nama Jong-Hyun.

“Lee Jong-Hyun saudaraku! Ayo cepat naik ke panggung, Kid! Kau raja pesta hari ini!”kata Jjong lagi diiringi tepuk tangan meriah dari teman-teman.

Aah, sudah kuduga Jong-Hyun akan menjadi raja hari ini. Sejak di gerbang sekolah tadi, panitia prom night mengadakan penilaian siapa yang berhak menjadi pemenang gelar pesta hari ini. Katanya penilaian dilakukan berdasarkan penampilan dan kepopuleran.

“Dan ratu pesta malam ini adalaaaaaaah…. Lee Jung-Shiiiin!”teriak Jjong.

Tawa membahana segera memenuhi pesta malam ini. Mana mungkin ratunya seorang pria.

Ya! Mati kau, Hyung!”aku bisa melihat Jung-Shin segera naik ke atas panggung.

Security! Security! Tolong yang tidak berkepentingan dilarang masuk!”canda Jjong.

“Shin! Turun dari panggung! Jangan mempermalukan dirimu!”kata Yong-Hwa oppa sambil menyeret Jung-Shin turun dari panggung.

“Oke baiklah! Kali ini aku akan serius. Ratu pesta yang terpilih hari ini adalaaaaah… Im Yoona!”

Ap-Apa? Aku?

 

 

Entah siapa yang mulai, setelah menerima kado kecil dari panitia, aku dan Jong-Hyun bergandengan tangan. Kami berdua mengucapkan terima kasih lalu membungkuk memberi hormat pada teman-teman.

Kami turun dari panggung dan coba tebak! Kami berdua masih bergandengan tangan! Jong-Hyun masih menggenggam tanganku!

Untuk sesaat aku benar-benar merasa duniaku hanya dihuni oleh diriku sendiri dan Jong-Hyun. Dan baru kali ini aku merasa benar-benar ingin hidup selamanya dalam dunia itu.

“Sampai kapan kau akan menggenggam tanganku?”tanya Jong-Hyun, membuyarkan lamunanku.

Aku melihat tangan kami yang tertaut dan aku sendiri baru saja sadar tanganku masih menggenggam Jong-Hyun dengan erat meski laki-laki itu sudah hendak melepaskan tanganku.

“Iiiih, kau ini!”seruku lalu buru-buru melempar tangannya.

Aku melihat lesung pipi Jong-Hyun, dia tersenyum.

“Aku bercanda, Ratu. Ayo, hari ini adalah milik kita,”kata Jong-Hyun lalu menengedahkan tangannya di hadapanku, seperti pangeran yang mengajar seorang putri untuk berdansa.

Jong-Hyun bahkan memanggilku Ratu! Bukan Rusa lagi!

Sebentar lagi, mungkin setelah prom night ini, kami akan kembali pada kehidupan selanjutnya. Masuk ke perguruan tinggi, mendapat teman baru, atau mungkin Jong-Hyun akan mendapat cinta yang baru.

Andai saja kami berdua sudah sedekat ini sejak pertama kali bertemu.

Andai saja prom night ini diadakan sejak dulu dan aku terpilih menjadi ratu saat Jong-Hyun jadi rajanya.

Andai saja setelah ini aku masih bisa melihat Jong-Hyun setiap hari seperti di sekolah.

Andai saja masa-masa ini berjalan lebih lama lagi…

“Kenapa baru sekarang, Jongie?”tanyaku begitu kami berjalan menuju rumah kaca klub Botani.

“Hmm?”

“Kenapa baru sekarang kita seperti ini? Aku bahkan lebih dulu bilang suka padamu,”jelasku.

“Tidak, Yoong,”jawab Jong-Hyun lalu menatapku,”Semua orang tahu akulah yang pertama kali suka padamu.”

Kami masuk ke dalam rumah kaca, berhenti di sentral ruang dan mendongakkan kepala. Jutaan bintang memenuhi langit malam ini. Melihatnya dari bawah sini serasa melihat bintang di layar kaca.

“Lihat, Yoong,”kata Jong-Hyun sambil menunjuk langit,”Bahkan mungkin mereka semua juga tahu dulu akulah orang yang pertama kali suka padamu…”

Aku mengernyitkan dahi.

“Dulu? Kalau… sekarang?”

Jong-Hyun tersenyum,”Sekarang juga iya. Rasanya masih sama, Yoong. Aku masih menyukaimu.”

 

40 thoughts on “Prom Night

      • he? Mona? oh itu punya temen aku, kalo pny aku Vita..
        Sama-sama, tpi memang ff author layak untuk di sukai🙂

    • oh salah ya?wah jadi malu. halo vitaaa, salam kenal🙂

      aduh,denger kalimat yg selanjutnya jg jd bikin malu *blush*. gomawoo, vita ssi ^^

  1. wawwww, jonghyun punya cara sendiri untuk menyukai yoona, so sweet banget. suka banget kalo cast nya deerburning soalnya aku deerburning shiper, ditunggu ff author yg lain…

    • iyaaa.maaf ya,iq
      ini juga gatau lg ngale-ale bikinnya. maaf ya agak ga puas di ending
      aku usahain yg selanjutnya ga ganjil lagi.hehe

  2. kyaaaaa jongyoon jd raja ratu semalam. haha
    cerita anak2 remaja SMA gitu ya. haha
    yg masi malu2 ngungkapin perasaannya. jonghyun kalo suka dr dulu kenapa ga bilang haha.
    nice story

  3. yeah… end?? haduhh baru swiit2an dah end ajah..keren thor aq mpe senyum2 bacanya. dtunggu ff deerburning lagi thor..hehe

  4. sweett.. aku suka banget couple ini. sering2 bikin ff DeerBurning yaa thoorrr..
    sequel dong thor, ceritain tentang kehidupan percintaan mereka pas di bangku kuliah.

    minhyuk lucu banget masa iya mau pake pewarna tekstil: D
    CNBLue penggemar avatar kekeke
    dan jjong lucu bangeett,
    author bakat deh bikin yg genre nya comedy

    • wiiih,lengkap bgt komennya.hehe
      makasih yaaa
      iya nih, soalnya wktu kecil pengen jadi komedian *PLAK
      hehe.makasih udah baca yaa

  5. ahahaha jonghyun bela belain cari outfit yang sama untuk ngimbangin baju yoona. so sweet ~~
    ditunggu ff deerburning lainnya ya ^^

  6. Bagguus awalnya, cuma kenapa ya.. Rada ga sreg gitu sama akhirnya. Hehe, nope deh.. Hwaiting!
    I love this story and love Jonghyunie(?) lklk

  7. Minhyuk rada oon ya #ditendang
    Ngebayangin jonghyun-jungshin bersanding di pelaminan(?) ; ngakak ;
    nice ff…
    sukaaaaaa…

  8. aw aw aw
    selalu suka sama karya nya flazia.
    berasa nonton potongan adegan drama korea, eh apa film2 musikal.
    aish jonghyun emang ya nakal banget, jaim.
    suka suka suka
    daebak! keep writing ya dear.😀

  9. hoy hoy kakak ini suka bikin cerita yang berantem-jadi-cinta deh kayanya wkwk… jadi keinget novel pdf yg kemaren, phobia hehe….

  10. ya,ampun yoona aq pkir dia buru ngampirin jonghyun maU ngpain t’nyta cma mau ngomLn dia kRn gaun’y kbwa jnghyun…!?

  11. Keren!😄
    Ngakak aja itu mereka kayak gitu. Apalagi waktu Yoong nabok(?) Jonghyun, rasanya kok lawak banget Jonghyun sampe nggak sadar tas Yoona ketinggalan di mobil😄
    Seru banget! Cerita anak SMAnya klop banget lah😄
    Dilanjut bikin FF DeerBurning yang lain ya! Fighting!’-‘)9

  12. huaa cieee..jadian ga nih…ternyata,Jonghyun udah suka Yoona lama..tapi gengsi..maka ny diem2 ngecouple’in baju ny sama kaya puny Yoona…haha..sweet bnget sih,walau ga romantis..keren,suka^^..lucu juga..apa lgi waktu anak2 Cnblue pas lagi ngumpul..wkwkwk,semua ny kocak..good.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s