Choose (You or..Her) [Part 1]

Choose (You or.. Her?)

 

Author : Cho Min Young

Tittle : Say You Love Me

Main Cast :

-Lee Jonghyun

-Jung Hyeri (OC)

-Lee Jungshin

Genre : Romance(?), Hurt

Rating : PG

Age : 13+

Length : Chapter

Note :

Karena ini ff pertama author, Leave a comment guys.. don’t be plagiat

 

Insipared by Davichi – Don’t Say Goodbye

“Nona Jung tunggu!! Jangan terus berlari” teriak orang-orang berjas hitam di belakangku yang terus mengejarku yang sekarang sedang  berlari mencoba kabur dari para boudygard-ku sejak tadi tidak pernah lelah sedangkan aku yang di kejarnya saja sudah mulai merasa pusing, rasanya aku ingin pingsan karena memang dari pagi aku belum memegang makananku sendiri dengan sebab ingin segera kabur dari rumah nan mewah itu. Aku terus berlari sampai tubuhku bertabrakkan dengan seseorang dan di saat itulah dunia menjadi gelap semua.

 

***First Story***

Kubuka kedua mataku yang saat ini sedang berat sekali untuk terbuka. Kuperhatikan sekeliling ruangan ini ‘ini dimana? Apa ini tempat persembunyian para boudygard yang menyebalkan itu?’ kuedarkan pandanganku melihat semua yang berada di ruangan ini di langit-langit ruangan ini terdapat gambar 3D luar angkasa yang menurutku sangat menakjubkan. “O.. kau sudah bangun?” kutolehkan kepalaku menuju asal suara, kulihat seorang namja menatapku sambil tersenyum. Kududukkan tubuhku lalu menatapnya lagi

“Eodi?” dia tersenyum, berdiri dari duduknya membereskan kertas-kertas yang berada di atas meja kerjanya “Rumahku.. Tadi kau pingsan saat tidak sengaja bertabrakkan denganku dan ya kau tahu aku langsung membawamu kesini, geurigo..” dia mengalihkan tatapannya dari tumpukan kertas itu lalu kembali menatapku dan menunjukkan senyumannya lagi sedangkan aku hanya menatapnya bingung

“Geurigo?” dia berjalan menuju dapur, lalu kembali dengan membawa nampan berisikan piring dan gelas. “Kau pingsan karena lapar kan?” ejeknya yang membuat pipiku memerah seketika “YA jangan di ungkit-ungkit” aku mengibaskan-ngibaskan tanganku di depan mukanya agar dia tidak melihat semburat merahku

“Hahahahaha.. arasseo arasseo , ini makanlah terlebih dahulu aku akan keluar sebentar” aku mengangguk lalu setelah itu dia berjalan keluar dari rumah ini. Kulahap makanan yang berada di hadapanku dengan sangat lahap dan tidak sampai 5 menit piring dan gelas itu sudah kosong bersih mungkin ini efek dari belum makan dari pagi.

Aku berdiri lalu berjalan mengitari rumah kecil namun memiliki desain yang sungguh mewah, aku berjalan menuju pintu kaca yang menjadi penghalang antara aku dengan padang rumput yang luas. Kuperhatikan rumput-rumput yang hijau itu menari di tiup angin

“Neomu Yeoppo”. Kugeserkan pintu kaca itu lalu maju 2 langkah “Namja itu keren sekali memiliki tanah seluas ini” decakku kagum sambil memperhatikan padang rumput yang sangat hijau tersebut. Kupejamkan mataku lalu kuhirup dalam-dalam oksigen yang membuat masalah di otakku terbang di bawa angin sejuk ini. “Hah..” kuhela nafas, aku tersenyum rasanya beban-beban yang berada di pundakku sekarang setidaknya berkurang.

“Sampai kapan kau akan terus tersenyum seperti itu?” aku menoleh kaget kearah asal suara ‘kapan dia berada di situ?’ dia tersenyum lalu pandangannya kembali menatap langit sore “Aku sudah membelikan pakaian untukmu gantilah pakaian yang sudah kotor itu” dia menengok sambil menunjuk kearah  bajuku yang warnanya sudah tidak jelas lagi “Arasseo.. gomawoyo, keundae.. neo nuguya?” “Lee Jonghyun.. naneun Lee Jonghyun, panggil saja Jonghyun” dia menjulurkan tangannya yang kubalas juga dan akhirnya kita berjabat tangan

“Naneun Jung Hyeri.. terimakasih atas segala bantuanmu” dia tersenyum lalu mengacak-acak rambutku yang membuatku mematung seketika setelah itu dia berlalu di hadapanku. Aku memegang kepalaku lalu tersenyum ‘aku akan berada disini untuk sementara’ kataku dalam hati.

 

2 Weeks later..

 

Sudah 2 minggu aku berada disini hari demi hari hubunganku dengan Jonghyun semakin baik dalam seketika-pun aku bisa melupakan semua masalah yang menimpaku dan sudah 2 minggu juga aku sudah mulai mencintainya.

“Hyeri-a palliwa..” teriak Jonghyun di tengah padang rumput yang sedang membereskan barang-barang yang akan kami gunakan untuk BBQ. Aku yang masih di dalam tidak menghiraukannya sibuk mencari makanan-makanan yang akan kami panggang.

Kubawa kantung plastik yang berisikan makanan menuju tengah padang rumput. Kulihat dia sibuk mendirikan teleskop kesayangannya, kutaruh plastik itu di meja lipat yang sudah disiapkannya. Aku berjalan menuju Jonghyun lalu menepuk bahunya “OMO kabjagi” kagetnya yang membuatku tertawa senang “Hahahaha ekspresimu lucu sekali Jonghyun Oppa” dia menatapku kesal lalu menjitak kepalaku keras “Aish yeoja ini suka sekali membuat orang sengsara” dengusnya yang kujawab dengan kekehan. Aku berjalan ke tengah padang rumput ini lalu membentangkan tangan menikmati angin sore yang menerpaku.

[Lee Jonghyun POV]

Kubereskan semua barang-barang untuk kami BBQ, kuedarkan pandanganku mencari Hyeri memberitahu bahwa semua barang sudah siap. Kulihat dia sedang membentangkan tangannya lalu setelah itu berlari-lari senang, angin sore membuat rambutnya yang panjang berterbangan ‘dia bagaikan bidadari’  tanpa kuketahui bibirku melengkung membentuk senyuman. “Jung Hyeri semuanya sudah siap” teriakku, dia berhenti berlari, memandangku lalu tersenyum.

Dia duduk di salah satu kursi yang baru saja tadi kusiapkan “Lelahnya..” aku tersenyum, lalu duduk di hadapannya memberikan minuman kaleng kehadapannya “Igeo.. minumlah” dia tersenyum bagai anak kecil lalu mengambilnya.

Hyeri meminum minumannya sambil memperhatikan langit yang sudah mulai berubah warna, sedangkan aku berjalan menuju teleskopku lalu melihat langit biru dengan benda tersebut. Langit mulai berubah menjadi biru kehitaman yang berarti malam sudah datang. Kulihat bintang-bintang terlihat besar dari teleskop abu-abu milikku ini. “Hyeri-a.. kesinilah” ajakku agar dia berdiri di sampingku. Dia berdiri lalu berjalan mendekat kearahku

“Mwo?” aku mengarahkan tanganku keatas menunjuk ke salah satu bintang yang bersinar di atas sana “Kamu lihat bintang yang paling terang itu.. jika kamu lihat melalui teleskopku pasti akan terlihat lebih menakjubkan” kataku menjelaskan, dia yang masih mendongak lalu tersenyum dengan mata berbinar “Jinjayo? Aku ingin melihatnya” dia berjalan menuju teleskopku lalu mengambil alih teleskopku. Di gerakkannya teleskop itu agar bisa melihat bintang yang paling terang itu “Oppa kenapa aku tidak menemukannya?” aku menatapnya bingung lalu mengambil alih kembali teleskopku

“Hyeri-a coba kau tunjuk dengan tanganmu bintang yang kau maksud”. Dia menunjuk ke langit, kulihat arah tangannya “Arasseo cahakaman” kugeser teleskopku hingga aku menemukannya. “Hyeri-a chajata” “Jinjja?” dia mendekat lalu mendorongku agar menjauh ‘aish orang ini yeoja atau namja kenapa kuat sekali’ dengusku dalam hati “Oppa jinjja neomu yeppeuda” dia tersenyum senang, aku berjalan menuju kursi lipat tadi lalu memperhatikannya yang sejak tadi masih tersenyum.

“Hyeri-a aku lapar” kataku dengan nada memelas, dia berbalik menatapku kesal “Aish kenapa kau lapar di saat aku seperti ini hah? Cih..” dia berjalan kearahku dengan kesal lalu memanggang makanan yang tadi dia bawa sambil duduk di kursi lipatnya yang baru saja ku pindahkan ke sebelahku. “Ini makanlah” ujarnya kesal, aku menatapnya cemberut lalu sebuah akal melintas di otakku “Suapin” kataku manja dia menengok kearahku kaget “MWO? Apa katamu? Suapin? SHIREO!!!” teriaknya yang malah membuatku kesal kupukul kepalanya “YA jangan teriak-teriak..” dia menghusap kepalanya sambil meringis “Arasseo.. igeo” dia menyodorkan sepotong daging kehadapanku kubuka mulutku lalu di masukkannya daging itu ke mulutku “Otte?” tanyanya, aku menatapnya lalu tersenyum “Mashita” “Jinjja?” dia berbinar lalu dengan semangat dia langsung menyuapiku lagi.

“Hyeri-a makanlah.. kenapa aku terus yang memakannya?” “Hehehehehe arasseo” ia mengambil sepotong lalu memasukkannya kedalam mulutnya “Hyeri-a ada yang ingin kukatakan kepadamu” dia menengok kearahku bingung dengan mulut yang masih penuh dengan daging

“Saranghaeyo..” dia melotot kaget “Uhuk! Uhuk!” ia memegang tenggorokkannya, aku langsung menyodorkan minuman kaleng kehadapannya. Dengan segera diminumnya air yang berada di dalam kaleng tersebut, setelah itu dia kembali menatapku “Apa yang kamu katakan?” aku menghela napas lalu berkata “Saranghaeyo..” dia menunduk menatap rerumputan “Jadi?” tanyaku lagi, dia mendongak lalu tersenyum

“Nado saranghae” aku berteriak girang lalu memeluk tubuhnya. “YA aku sesak napas babo” katanya sambil memukul lengan kananku, aku melepas pelukanku  lalu menghusap tengkuk-ku yang tidak gatal.

Aku mendongak menatapnya yang sekarang juga menatapku dengan senyuman menghiasi bibirnya. Kudekatkan kepalaku dan.. CHU~ kucium bibirnya sekilas, lalu melepaskannya lagi dari pada aku kelepasan. Kami bertatapan lagi lalu tertawa bersama.

Aku berhenti tertawa saat kulihat wajah Hyeri berubah menjadi yeoja yang menjadi cinta pertamaku. ‘Kenapa mukamu mirip sekali dengannya Hyeri-a?’.

[Lee Jonghyun POV end]

[Normal POV]

Seorang namja menatap foto-foto yang berserakkan di mejanya, seringai muncul dari bibirnya “Jung Hyeri kamu tidak akan bisa kabur dariku” ujar namja tersebut dengan matanya yang terus memperhatikan foto-foto tersebut. Foto Hyeri.

“Ternyata kau lari ke rumah namja aneh itu, bodoh sekali kau Jung Hyeri” dia memegang foto berisikan seorang namja dan yeoja yang sedang tertawa bersama. Jonghyun dan Hyeri.

Namja tersebut memutar matanya melihat kearah yeoja yang sedang tertidur pulas di kasurnya dan setelah itu senyuman licik terlihat di bibirnya “Aku akan mendapatkanmu kembali Jung Hyeri”.

[Normal POV end]

[Jung Hyeri POV]

Kumatikan televisi yang berada di hadapanku ini, rasanya seluruh badanku sakit sekali setelah berdiam diri di depan TV selama 4 jam. Kualihkan pandanganku kearah namja yang sedang tertidur dengan kepalanya yang berada di meja kerjanya. Aku tersenyum, lalu berjalan mendekat kearahnya kuselimuti tubuhnya dengan selimut yang kugunakan menjadi bantal saat menonton TV tadi.

Saat hendak kembali ke ruang tamu kulihat sebuah album foto yang warna sampulnya sudah kusam. Kubuka album tersebut, tercengang melihat dirinya sedang bermesraan dengan seorang yeoja.

Kuperhatikan wajah yeoja itu dengan seksama, kenapa ada kemiripan antara aku dengan dirinya? Mukaku dengan yeoja yang berada di album foto ini mirip sekali bahkan sangat mirip. ‘Siapa yeoja ini?’

 

***

Aku melihat Jonghyun sedang duduk merenung di halaman belakang, kulangkahkan kakiku mendekat kearahnya lalu duduk persis di sebelahnya. Dia menengok sebentar kearahku lalu kembali menatap matahari yang mulai terbenam. Sunset.

“Apa yang sedang kau pikirkan Hyun Oppa?” lirihku dia menengok, tersenyum lalu menghusap kepalaku lembut “Eobseo.. hanya saja aku sedang merasa bosan berada di dalam” aku menengok kearahnya lalu membalas senyumannya.

“Jinjja?” kataku dengan menaruh kepalaku di pundak kanannya, dia kembali menatap langit lalu tersenyum “Jinjjayo..”. “Oppa..” “Ehmm?” dia melirik sedikit kearahku, “Jika kau sedang ada masalah ceritakanlah padaku, eo?” dia tersenyum (lagi) lalu mengangguk. “Yaksok?” kataku dengan menjulurkan kelingking kananku “Yaksok” ia menautkan jari kelingking kirinya dengan jari kelingkingku.

[Jung Hyeri POV end]

[Lee Jonghyun POV]

Kubereskan meja kerjaku yang berantakan dengan segala kertas yang menumpuk. Kulirik sebentar kearah Hyeri yang sedang tertawa menonton drama kesukaannya dengan sesekali memasukkan cemilan ke dalam mulutnya aku hanya tersenyum melihatnya seperti itu.

‘drrrt..drrrt’ mobile phone-ku berdering menandakan tanda panggilan masuk kulihat nomor yang tertera disana “Nomor tidak di kenal” lirihku. Kutekan salah satu warna yang berada di sana, warna hijau. “Yeoboseyo..” ujarku “….” Tidak ada jawaban disana.

“Yeoboseyo..” ulangku dengan suara yang sedikit ku keraskan sehingga Hyeri menatapku bingung  “Lee Jonghyun aku ingin melakukan perjanjian denganmu” ujar orang di seberang sana aku tercengang ‘perjanjian?’ “Nuguseyo?” kataku dengan suara kesal

“Lee Jungshin dongsaengmu yang tercinta..hahahahaha” mataku membelalak saat mendengar suara namja yang sangat kukenal. Dongsaeng yang berani merebut kebahagiaanku. “Nae Hyung apa kau masih mengingat suara ini? Jonghyun Oppa..” tiba-tiba suara dongsaengku  tergantikan dengan suara yang sangat kurindukan “Hyejin? Jung Hyejin?” kataku lagi mataku mulai memanas ‘apa yang terjadi disini?’

“Ya itu Hyejin..Jung Hyejin tunanganmu yang menghilang itu” ujar Jungshin “Apa yang kau lakukan terhadapnya Jungshin-a?” tanyaku dengan suara yang mulai mengeras karena kesal

“Eits.. Tenang dulu Jonghyun-ssi atau Jonghyun hyung? hahahaha.. mari kita buat persetujuan terlebih dahulu hyungku yang tampan” ‘sebenarnya apa mau namja ini?’ “Apa itu?” dia tertawa aku mengerutkan dahiku bingung  “Aku mau yeoja itu..” dahiku bertambah berkerut ‘yeoja?’ siapa maksudnya? “Nugu?”

“Jung Hyeri yeoja yang sedang bersamamu itu” aku membelalak kaget “A..apa..maksudmu Jungshin-a?” ujarku dengan mataku yang langsung menoleh kearah Hyeri yeoja yang mulai kucintai, dia menatapku bingung.

“Aku membutuhkannya hyung.. aku akan mengembalikan Hyejin kepadamu tapi..” ujarnya gantung “Kau harus memberikan Hyeri kepadaku otte hyung?” ujarnya lagi dengan nada yang menantang.

Aku memperhatikan yeojaku baik-baik yang saat ini kembali sibuk tertawa menonton drama favoritnya. Aku bingung, tentu saja siapa yang tidak bingung bila kalian yang menjadi aku pasti kalian juga akan bingung harus memilih yang mana.

Hyeri yang merasa kuperhatikan menoleh kearahku lalu tersenyum manis. ‘apa aku harus melupakan senyuman itu?’

 

*To Be Continued*

3 thoughts on “Choose (You or..Her) [Part 1]

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s