I Think, I Love You Too [Part 1]

Tittle : I think, I love you too (part 1)
Author : yong Piio eMotional angel
Rating : G
Genre : Romance
Length : Chaptered
Main cast :
Kang Min Hyuk (CNBLUE)
Park Ji Na (OCs)
Jung Yong Hwa (CNBLUE)
Disclaimer : Yong Hwa dan Min Hyuk adalah milik orang tua nya dan Boice semua. Plotnya asli punya kuu.
Note : hehhe. Anyeong readers semuaaa.. ini ff pertamaku, asalnya Cuma iseng iseng aja. Hehhe.. mian klau jelek dan gaje. Maklumlah.. pemulaa. Hehhe.. Kutunggu coment dan kritiknya yaa. Supaya aku bisa jadi penulis yang lebih baik lagii.. ini baru part satunya, jgn lupa baca part duanya juga yaa.
* * *
>> Ji Na POV <<
Ahh.. namja itu.. selalu ada di sampingku..
Kali ini aku sedang berkencan dengannya, dan sekarang kami sedang berada di taman yang indah.
Begitu tampannya dia, kulitnya putih, badannya tinggi..
Dan sekarang, dia sedang menggenggam tanganku erat.
“Ji Na.. Park Ji Na.. ayo bangun sayang..”
Tak tau kenapa, rasanya aku mendengar suara eomma. Lalu kubuka mataku.
Ahh.. ternyata hanya mimpi lagi..
“hey, ayo bangun sayang.. nanti kau terlambat pergi ke sekolah..” eomma membangunkanku dari depan kamarku dengan suaranya yang lembut.
“iya eomma, aku sudah bangun..”
Yaa.. perkenalkan Park Ji Na imnida. Beginilah keseharianku, setiap pagi aku dibangunkan eomma. Apalagi sejak aku sering bermimpi tentana namja itu. Dia putih, tinggi, pokoknya tipe idaman para yeoja di dunia. Tapisayangnya, aku tidak kenal namja itu, karena rasanya aku belum pernah bertemu dengan namja sesempurna itu.
Ya! Tapi itu kan Cuma mimpi..
Oh ya! Aku bersekolah di Seoul High School. Disana banyak sekali namja tampan. Tapi belum ada yang mau berkenalan denganku, bicara saja tidak mau apalagi berkenalan. Pasti kalian berfikir kalau aku adalah yeoja yang jelek, gemuk, dan yah sebagainya.
Tapi bukan seperti itu. Aku cantik, yah! Hampir semua bilang begitu. Kulitku  putih, badanku langsing, rambutku panjang *kuntilanak kali ya!*
Mungkin karena sifatku yang sedikit emotional, bukan sedikit! Tapi SANGAT, sangat emotional. Makanya dari dulu aku belum pernah punya namjacingu.
Tapi aku punya seorang sahabat namja. Namanya Min Hyuk. Dia sahabat sekaligus kakak buatku. Kami berkenalan saat SMP dan sekarang kami sudah dekat sekali.
“Ji Na-ssi.. ayo cepat, nanti kita terlambat!!”
Itu dia Min Hyuk. Dia memang selalu menungguku di gerbang sekolah.
“ayo cepat!! Kamu kemana saja?! Kenapa lama sekali??”
Min Hyuk menarik tanganku. Kami berdua berlari masuk ke kelas.
* * *
Ting Tong Ting Tong!!!
Bel sekolah berbunyi. Setelah memberi salam, Kim songsaenim meninggalkan kelas, diikuti murid-muridnya.
“eh, Ji Na-ahh, hari ini antar aku yaa..”
“kemana??”
“aku mau menjemput hyung ku di bandara, dia baru pulang dari Jepang.”
“ahh, aku malas.. kau sendiri saja yaa..”
“Ayolaaahhh..!! nanti aku traktir makan.” Minhyuk mengeluarkan puppy eyesnya. Ahhh, jika Minhyuk seperti itu, aku jadi tidak tega menolak ajakannya.
“ya sudah.. ayo, tapi jangan lupa mentraktirku makan ya.”
“asiiiikkk..!! iya iya Park Ji Na yang galakk, hehhehe.. baik maksudnya.. Kajja..!!!”
Minhyuk menarik tanganku. Dia selalu seperti itu, menarik tanganku. Genggamannya erat sekali. Tapi, aku senang. Karena hanya dia yang bisa mengerti aku sepenuhnya.
 * * *
>> Min Hyuk POV <<
“ya sudah.. ayo, tapi jangan lupa mentraktirku makan ya.”
“asiiiikkk..!! iya iya Park Ji Na yang galakk, hehhehe.. baik maksudnya.. Kajja..!!!”
Aku menarik tangannya. Genggamanku kali ini lebih erat dari biasanya. Ya! Aku menyukainya, menyukai yeoja yang sangat galak itu. Bukan, aku bukan hanya menyukainya. Aku bahkan mencintainya. Aku tau, aku tak mungkin jadi kekasihnya. Karena aku tau, dia hanya mengangapku sahabat sekaligus kakaknya. Tapi setidaknya, jadi kakaknya pun aku bisa menggenggam tangannya setiap hari. Dan aku sangat merasa beruntung. Banyak namja yang ingin dekat dengannya, tapi karena sifatnya seperti itu, tak ada satu pun namja yang berani mendekatinya. Memang dia yeoja yang galak. Tapi jika sudah dekat dengannya, kalian akan tau betapa baik dan manisnya dia.
* * *
>> Author POV <<
Terlihat seorang namja diantara banyaknya orang di bandara. Dia memakai kemeja putih dengan kulit yang putih pula.
“Yong Hwa-hyung..!!” teriak Minhyuk. Namja tadi pun menengok kearah Minhyuk.
“Hyukkie.. kau menjemputku..”
“yaaa.. oh ya hyung. Kenalkan, dia sahabatku, Park Ji Na. dan Ji Na, kenalkan ini Yonghwa-hyung,”
“jadi, dia yang selalu kau ceritakan padaku. Ahh, dia manis. “
“hahha, hyung bisa saja. Dia itu yeoja galak, hati-hati dengannya hyung,”
“apa kalian sepasang kekasih??”
“HAAAHH??!! Ani Ani.!!” Jawab kedua anak muda itu berbarengan.
* * *
>> Ji Na POV <<
Rasanya aku pernah bertemu Yonghwa-oppa. Tapi dimana ya??
Aahhhh,, aku ingat. Dia ada di mimpiku. Mimpi yang akhir-akhir ini menemani tidurku. Namja yang selalu bersamaku.
Tapi apa benar dia? Mukanya mirip, tapi tubuhnya tidak terlalu tinggi seperti di mimpi. Aku berfikir.. berfikir dan berfikir..
“Ji Na-ahh, kau kenapa dari tadi melamun saja? Ayo katanya mau ku traktir makan.. hmm. Tapi karna sudah ada hyung disini, seharusnya hyung yang mentraktir kita.. hehhehhe”
“Ya! Kau ini, hyung mu pulang, kau malah langsung minta traktir.. aku sedang tidak punya uang sekarang..!!”
“hyung,, ayolah. ! aku lapar sekali sekarangg..!!”
Ahhh, kau ini Minhyuk. Tidak pada aku saja ternyata, ke orang lain pun kamu sama manjanya.
“ya sudah lah, aku mengalah,, tapi lain kali, kau jangan mengeluarkan puppy eyesmu lagi.. aku jadi tidak enak melihatnya.”
“hahhahha, hyung. Itu kan senjata andalanku..”
* * *
Setelah sampai rumah, aku langsung masuk ke kamar. Aku masih memikirkan hal tadi. Kenapa Yong-oppa benar-benar mirip dengan namja yang ada di mimpiku? Apa memang kami sudah dijodohkan? Tapi kenapa dengan hyungnya Minhyuk?
Aarrgghhh,, semalaman aku memikirkan hal ini..
“Ji Na, apa boleh eomma masukk??” eomma mengetuk pintu kamarku.
“ya eomma, masuklahh..”
“Ji Na, ada sesuatu yang eomma ingin bicarakan denganmu,”
“bicaralah eomma,,”
Eomma menghela nafasnya sejenak. Sepertinya, eomma ingin membicarakan hal yang serius.
“Ji Na, bulan depan, appamu pulang. Katanya, dia akan menyekolahkan mu di New York..”
“apaa??!! Kenapa begitu mendadak eomma?”
“eomma tidak tau. Tapi kau tau kan, kalau appamu memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa mencegahnya.”
“eomma, tapi aku sudah betah di Seoul..”
“eomma tau.. tapi tolong turuti appamu.. eomma tidak mau ada ribut-ribut lagi di keluarga ini.”
“tapi eomma..”
Eomma segera keluar dari kamarku. Sepertinya dia sedang tidak mau berdebat. Yaahhh, mau tidak mau, aku harus menuruti perintah appaku itu.
Padahal, hari ini aku baru saja bertemu pangeranku. Tapi ya sudahlah..
* * *
“Ji Na.. hari ini kita jalan-jalan dengan hyungku yukk.!!”
Minhyuk yang dari tadi berjalan di sampingku akhirnya bicara juga.
  “memangnya mau jalan-jalan kemana? Kau tau kan, aku adalah yeoja yang saaanggaaatt sibuk.. hehhehhe..”
“ahhh.. sibuk memarahi orang. Ya kan??”
“Ya! Kau mengejekku?? Awas kau yaaa..”
Mendengar Minhyuk mengajakku jalan-jalan dengan Yong-oppa, rasanya aku senang sekali.
Minhyuk, gumawo.. mungkin ini kesempatanku untuk mulai dekat dengan Yong-oppa.
“Ji Na, apa hobimu?” yong-oppa bertanya padaku saat kita sedang makan.
“memarahi orang hyung..” ahhh,, Minhyuk, kenapa kau selalu meledekku? Rasanya, walaupun hari ini aku sangat berterima kasih padamu, tapi aku juga sangat ingin menjitak kepalamu.
“bukan oppa, tentu bukan itu hobiku.. hobiku bernyanyi oppa.”
“bernyanyi? Wow.. kau tau? Aku hobi bermain gitar, gitar adalah hidupku. Mungkin sesekali kita bisa kolaborasi.”
“wah, aku akan sangat senang bisa duet denganmu oppa..”
Rasanya senang.. sangat senang. Aku tak menyangka, aku dan Yong-oppa punya hobi dibidang yang sama.
* * *
>> Min Hyuk POV <<
“bernyanyi? Wow.. kau tau? Aku hobi bermain gitar, gitar adalah hidupku. Mungkin sesekali kita bisa kolaborasi.”
“wah, aku akan sangat senang bisa duet denganmu oppa..”
Rasanya sedikit aneh, belum pernah aku melihat Ji Na bahagia seperti ini. -Kelihatannya dia senang sekali. Senyumannya berbeda, lebih ceria daripada senyuman yang dia berikan padaku.
* * *
Beberapa hari ini, aku melihat Ji Na sering bernyanyi dengan iringan gitar hyung. Aku hanya bisa melihat mereka di belakang jendela. Rasanya mereka seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan. Bahkan sepertinya aku pun tak terlihat oleh mereka.
Mereka berdua menghampiriku, apa mereka bisa mendengar apa yang aku pikirkan?
“hyukkie, ayo kita makan siang.!”
“hmm.. ahh. Ayo hyung, kebetulan aku sudah sangat lapar.”
“kau ini, memang hobimu makan kan? Jadi belum apa-apa sudah lapar lagi.” Aku mengeryitkan dahi mendengar kata-kata Ji Na. Dia manis, tapi sangat menyebalkan. Walaupun begitu, aku sangat mencintainya.
* * *
>> Ji Na POV <<
Beberapa hari ini aku sangat senang, karna aku bisa dekat dengan Yong-oppa. Tapi aku agak sedikit merasa bersalah dengan Minhyuk. Akhir-akhir ini dia selalu terlihat menyendiri.
Walaupun begitu, dia terlihat baik-baik saja. Jadi aku tidak perlu terlalu khawatir.
Aku berfikir, kalau saat ini aku bukan hanya menyukai Yong-oppa. Tapi aku juga mencintainya. Ya Tuhan, kenapa jadi begini? Kalau begini aku jadi tidak ingin pindah ke New York.
* * *
Besok lusa aku akan pergi, tapi aku benar-benar tidak mau pergi. Apa aku harus menyatakan perasaanku? Ahh, tidak tidak! Aku tidak punya keberanian seperti itu. Atau aku cerita saja pada Minhyuk? Minhyuk, ya aku akan bicara padanya. Oh ya, dia kan belum tau kalau aku akan pindah ke New York. Besok aku bilang saja ke dia, sekalian pamitan sama Minhyuk.
Dddrrrttt… Drrrttttttt…
Ponsel ku bergetar. Minhyuk? Kebetulan sekali dia meneleponku.
>> Min Hyuk POV <<
Aku memasang headset di telinga ku. Kupandangi langit-langit kamarku dengan tatapan kosong. Aku bimbang. Aku begitu mencintainya. Dan rasanya aku tak bisa kalau terus-terusan memendam perasaan ini.
Tapi jika aku menyatakan perasaanku, apa dia akan terima? Apa dia mau jadi kekasihku? Dan.. apa persahabatan ini akan berakhir?
Sebenarnya aku tidak mau sampai persahabatan ini retak. Makanya aku sangat bimbang sekarang. Dan kedekatan Ji Na dengan hyung. Apa mereka saling mencintai? Ahh, pasti tidak.! Kalau pun iya, Ji Na pasti akan cerita padaku.
“Hyukkie, kau sedang apa? Kau melamun ya? Hayo hayo.. apa karena Ji Na?”
“ahhh.. hyung ada-ada saja.. dia sahabatku hyung..”
“tapi menurutku tidak.. aku tau, kau mencintainya kan? Terlihat sekali itu Hyukkie.. kau tidak bisa membohongi hyungmu ini..”
Aku terdiam sejenak. Yong-hyung menatapku dengan tatapan penasaran.
“Hyung, kuakui memang iya. Tapi aku tidak mau persahabatan ku dengannya retak. Jadi dari dulu kusimpan sendiri perasaan ini..”
“katakankanlah padanya, dia pasti akan mengerti.. aku tau tipe yeoja seperti dia..”
“Hmmm.. baiklah hyung, besok aku akan bicara padanya..”
“hahhahha,, baguss. Tapi ngomong-ngomong. Berarti ini pertama kalinya kau jatuh cinta pada seorang yeoja ya? Biasanya kau kan hanya sibuk berkencan dengan I-phone dan Headset mu ituu.”
“Ya! Hyung.. kenapa kau selalu meledekku??”
Aku meneleponnya, aku akan bilang kalau besok aku akan bicara sesuatu padanya.
* * *
>> Author POV <<
Dddddrrrtttt… Drrrttttttt…
Ponsel Ji Na bergetar tanda ada panggilan masuk.
“halo, Minhyuk, ada apa??”
“hmm.. apa besok kau ada waktu?? Aku ingin bicara sesuatu.”
“ahhh.. ya Minhyuk.. aku juga ingin bicara denganmu.”
“baiklah,! Aku tunggu di taman yaaaaa.. bye Ji Na galaakk.. hehhehhe”
“Ya! Hyukkk…!!”
Tuuuuttttt tuuuutttt… Minhyuk memutuskan sambungan teleponnya. Malam itu, mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing.
* * *
Minhyuk tarlihat gelisah. Sekarang dia sudah ada di taman. Sudah hamper satu jam dia menunggu.
“hey, kau pasti sudah lama menunggu ya?? Miann, aku ada sedikit urusan. Hehhhehhe,,..”
“kau pasti memarahi orang lagi kan?”
“hey!! Memangnya segalak itukah aku??”
“memang seperti itu kan?”
“aiisshh! Kau ini.!”
Suasana taman hari ini sangat tenang. Hanya ada beberapa pasang kekasih saat ini.
“Minhyuk,!” ….. “Ji Na,!”
“ahhh… silahkan, bicaralah duluan.” Kata Minhyuk.
“ok. Minhyuk, aku mau bicara dua hal.. yang pertama, besok aku akan pindah ke New York..”
“hah?!! Kenapa begitu mendadak??”
“aku sudah tau sejak sebulan yang lalu. Mian, kalau aku baru bicara sekarang.. oh ya,, dan kedua.. harus kuakui Minhyuk, aku mencintai Yong-oppa.”
‘Ddddeeeeggg!!!’ ‘rasanya jantungku mau berhenti!!’
* * *
To be continue…

2 thoughts on “I Think, I Love You Too [Part 1]

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s