I Will Follow You

I-wIll-Follow-You

Author: Hanna Moran

Rating: G

Genre: Romance, Friendship

Length:Oneshot

Cast:

Kang Minhyuk

Song Haebi (OCs)

Disclaimer: Terinspirasi dari novel Montase dan lagu I wanna go – Yuna, dengan perubahan jalan cerita milik author.

Note: Happy reading🙂

***

“Kau akan menungguku kan? Kau akan percaya padaku kan dan menungguku?”

Gadis menatap laki-laki itu dengan mata bulatnya

“Kau harus menungguku, percaya padaku dan aku akan kembali, aku janji”

Gadis itu mengangguk paham dengan sedikit ragu-ragu. Sesaat laki-laki itu berbalik dan hendak melangkah saat gadis itu menarik dan menggenggam kelingking laki-laki itu.

“Kemana kau akan pergi? Aku ingin ikut denganmu” Kata gadis itu mantap, matanya memancarkan cahaya yang dipantulkan dari matahari senja. Sesaat laki-laki itu terpukau dengan mata indah gadis dihadapannya, lalu tangannya mengenggam tangan gadis itu, dan membawa gadis itu pergi bersamanya.

****

Song Haebi sedang duduk dibawah sebuah pohon besar dengan bunga-bunga yang bermekaran di ranting-rantingnya, dibangku itu ia duduk seorang diri sambil bersenandung pelan mengikuti alunan lagu yang sedang ia dengarkan melalui headset dikedua telinganya. Angin musim panas berhembus membuat ujung rok merah mudanya bergoyang-goyang ditiup angin. Tangannya memeluk buku dengan sampul bergambar kartun-kartun dan tokoh imaginasi yang selama ini hidup dalam pikiran dan tangannya.

Rambut sebahunya ia biarkan tergerai, menari kala angin berhembus, Ia menutup matanya lalu menghirup udara dalam-dalam, aroma musim panas dan wangi bunga-bunga disekitarnya menyeruak masuk kedalam penciumannya menciptakan senyum tipis dibibir mungilnya.

Angin yang lebih besar bertiup membuat bunga-bungan diatas pohon terbang berjatuhan dan menciptakan hujan bunga, Haebi bukannya menghindar, ia malah menengadahkan tangannya dan merasakan kelopak-kelopak bunga itu jatuh ketelapak tangannya. Senyum di bibirnya semakin mengembang.

Tanpa Haebi sadari seseorang sedang mengintipnya dari balik sebuah lensa, tak jauh dari tempatnya sedang berpesta dengan kelopak-kelopak bunga.

***

Kang Minhyuk tengah berjalan menelusuri lorong kampusnya yang mulai sepi, jam sudah menunjukan pukul 5 sore, dan ia bergegas pulang untuk mengerjakan salah satu tugasnya membuat film pendek. Wajah Minhyuk tampak kesal karena sampai detik ini ia belum menemukan ide untuk film pendeknya padahal tugas itu harus ia selesaikan paling lambat lusa. Minhyuk terus menelusuri lorong itu saat matanya melihat sesosok gadis tengah duduk dibawah pohon dengan tenang, tiba-tiba angin kencang berhembus, Minhyuk terpukau saat bunga-bunga yang berwarna merah muda itu mulai beterbangan dan berjatuhan, pemandangan yang sangat indah, tapi yang membuat Minhyuk lebih terpukau adalah saat kedua tangan gadis itu terangkat dan menengadah, seolah gadis itu menyambut setiap kelopak bunga yang beterbangan, sesaat Minhyuk tersadar dari keterpukauannya ia mengeluarkan kameranya dan mulai merekam sosok gadis itu yang masih asik dengan bunga-bunganya. Selama beberapa menit gadis itu tidak menyadari kalau Minhyuk tengah asik merekamnya.  Merasa sudah mendapatkan gambar yang ia inginkan, Minhyukpun mematikan kameranya dan memasukannya kedalam tasnya, Minhyuk hendak mendekati gadis itu untuk memberitahnya kalau ia baru saja merekam gadis itu dan meminta izin untuk menjadikannya tugas kuliah, tapi saat Minhyuk mendekat gadis itu juga bangkit dari duduknya dan melangkah menjauh.

“Nona, nona..” Panggil Minhyuk, tapi gadis itu tidak mendengarnya,  gadis itu terus berjalan dan menghilang dibalik sebuah pilar besar. Minhyuk akhirnya hanya berdiri ditempatnya. Lalu mata Minhyuk menangkap sesuatu tergeletak dibangku yang tadi diduduki gadis itu, sebuah buku dengan banyak gambar kartun dan tokoh animasi disampulnya, Minhyuk mengambilnya dan berniat mencari gadis itu untuk mengembalikannya.

****

1 Minggu sudah minhyuk terus mengitari kampusnya yang luas untuk menemukan gadis pemilik buku yang kini sedang ia pegang itu. Minhyuk menebak kalau gadis itu adalah anak dari fakultas desain sehingga Minhyuk mulai mengitari gedung fakultas desain, tapi Minhyuk belum juga menemukan gadis itu. Lama berkeliling ponsel Minhyukpun berdering, tanda sebuah pesan masuk, Minho, teman Minhyuk menunggunya dikantin kampus bersama teman-temannya yang lain, Minhyuk hendak menuruni tangga menuju lantai dasar saat ia melihat seorang gadis yang sedang duduk disebuah kelas kosong, gadis itu tengah menunduk dan tangannya menari-nari bersama sebuah pinsil digenggamannya.

“Permisi” Minhyuk melongokan kepalanya kedalam ruangan itu, gadis itu tampak kaget dengan kedatangan Minhyuk tapi lalu ia tersenyum.

“Silahkan masuk, apa ada yang bisa dibantu?” Tanya gadis itu sopan, Minhyuk melangkah masuk dan berjalan mendekati gadis itu.

“Maaf, beberapa hari lalu aku menemukan ini di bangku taman fakultas perfilman, aku rasa ini punyamu” Minhyuk menyodorkan buku yang sedaritadi ia genggam, gadis itu menerimanya dengan wajah senang dan lega.

“Syukurlah buku ini ditemukan, aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu. Terima kasih banyak”  Gadis itu tersenyum lagi, kali ini senyuman itu membuat Minhyuk mematung, senyuman manis gadis itu ditambah sinar matahari yang masuk melalui jendela kelas dibelakang gadis itu membuat senyum gadis itu tampak cantik.

“Boleh aku tahu namamu?” Tanya gadis itu membuat Minhyuk kembali kealam sadarnya

“Oh.. aku Minhyuk , Kang Minhyuk dari fakultas perfilman”

“Oh, Kang Minhyuk-ssi, aku Song Haebi”

“Song Haebi? Matahari?” Tanya Minhyuk, gadis itu tertawa pelan

“Kau tahu kalau namaku artinya matahari?” Tanya gadis itu

“Aku pernah membaca beberapa buku dan dari situ aku tahu kalau matahari sering juga disebut Haebi”

“Oh begitu, sekali lagi terima kasih sudah mau repot-repot mencariku dan mengembalikan buku ini padaku padahal fakultas desain dan perfilman kan lumayan jauh”

“Kau sendiri, kenapa bisa ada difakultas perfilman seminggu lalu?” Tanya Minhyuk penasaran

“Oh itu, aku sedang mengerjakan tugas desain visualku, aku butuh tempat yang tenang jadi aku berjalan-jalan hingga menemukan tempat yang nyaman dan aku menemukannya di gedung fakultasmu, dan matahari terbenam disana sungguh cantik” Kata Haebi bersemangat. Saat Haebi sedang bercerita ponsel Minhyuk berdering lagi, Minho dan teman-temannya sudah tak sabaran menunggu Minhyuk.

“Maaf, aku buru-buru. Lain kali kita bertemu lagi ya” Kata Minhyuk pamit lalu ia meninggalkan Haebi lagi seorang diri didalam kelas, Haebi membuka buku yang baru saja dikembalikan Minhyuk, buku itu sangat penting untuk Haebi karena beberapa tugas menggambarnya ada disana, tiba-tiba sesuatu jatuh dari salah satu selipan halaman buku, sebuah cakram pemutar video (CD) dengan catatan kecil di atasnya.

‘Terima kasih ya, berkatmu aku mendapat nilai terbaik di kelas pembuatan film pendek – Kang Minhyuk- ‘

Haebi penasaran apa isi cakram pemutar video itu, akhirnya ia membereskan buku dan tasnya lalu segera meninggalkan kampus karena penasaran dengan isi dari pemutar video itu.

****

Haebi melihat dirinya yang sedang duduk dibangku taman, tangannya sedang menengadah menyambut jatuhnya kelopak-kelopak bunga, rambutnya tertiup angin dan matanya menatap takjub setiap bunga yang beterbangan, sinar matahari sore membuat tampilan video itu terlihat lebih dramatis. Seketika Haebi merasa malu saat menyadari kalau Minhyuk yang tadi siang menemuinya sudah merekamnya secara diam-diam dan menjadikannya objek untuk tugas kuliahnya. Tapi disisi lain Haebi senang, baru kali ini seseorang menjadikannya objek dan hasilnya sangat memuaskan.

Selesai menonton dirinya sendiri, Haebi beranjak menuju meja belajarnya, mengambil secarik kertas dan pinsil, ia memejamkan matanya dan membayangkan sosok Minhyuk yang baru tadi siang ia temui beberapa menit. Setelah ia mengingat rupa dan wajah Minhyuk, tangan Haebi mulai menari-nari lagi diatas lembaran kertas menciptakan potret gambar Minhyuk yang kalau dilihat dari sisi manapun begitu mirip dengan Minhyuk, tampak nyata.

***

“Haebi?” Minhyuk heran melihat Haebi yang muncul didepan kelasnya sesaat setelah Minhyuk menyelesaikan salah satu kelasnya, Haebi tersenyum.

“Siapa itu Minhyuk?” Dua orang laki-laki yang adalah teman sekelas Minhyuk muncul dibelakang Minhyuk.

“Siapa yang mencari, hyuk?” Tanya salah satu diantara mereka, tatapan mata keduanya memperhatikan Haebi, Haebi sedikit membungkuk dan tersenyum.

“Sepertinya aku pernah melihatmu sebelumnya… Oh!! Kau gadis yang ada di tugas film pendek buatan Minhyuk, ya gadis dibawah pohon sakura itukan?”

“Ah ne” Haebi tersenyum lagi

“Dia pacarmu Minhyuk? Kenapa kau tidak cerita pada kami?”

“Anio, kami hanya teman.. Baru berkenalan kemarin” Kata MInhyuk lagi.

“Oh, kau sedang dalam tahap pendekatan? Perlu bantuan kami?”

“Kalian bicara apa sih? Haebi-ya, kita ke bawah saja yuk supaya teman-temanku tidak menjahilimu begini” Ajak Minhyuk, tanpa Minhyuk sadar tangannya menggenggam tangan Haebi dan menuntunnya mengikutinya turun kebawah, mereka duduk di bangku bawah pohon tempat Haebi menghabiskna sorenya waktu itu.

“Ini” Haebi menyodorkan sebuah amplop coklat pada Minhyuk.

“Apa ini?” Tanya Minhyuk, Haebi menyodorkannya semakin dekat, Minhyuk menerimanya dan membukanya mengeluarkan isinya, sebuah sketsa wajah Minhyuk yang sedang tersenyum, gambarnya begitu bagus dan terlihat nyata.

“Wow… kau yang menggambarnya? Sangat bagus” Minhyuk terlihat senang

“Ya, aku sudah melihat film pendek yang kau selipkan dibukuku, aku tidak menyangka kau menjadikanku objek filmmu, aku suka filmnya, bukan karena aku objeknya tapi memang film itu sangat bagus jadi sebagai rasa terima kasih aku menggambar wajahmu” Kata Haebi dengan senyum ceria dan mata berbinar.

“Terima kasih, kau sangat berbakat” Puji Minhyuk. Minhyuk memperhatikan tiap goresan tangan Haebi diatas kertas, disampingnya Haebi memperhatikan garis wajah Minhyuk, matahari sore yang menyusup dari sela-sela dedaunan menampilkan wajah Minhyuk dengan begitu baik. Lalu Haebi mengeluarkan buku sketsanya dan pinsil kesayangannya, ia mulai membuat gambar baru, Minhyuk menjadi objek hidupnya lagi.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Minhyuk

“Jangan bergerak, aku sedang menggambarmu” Kata Haebi, ia melirik Minhyuk lalu menggambarnya lagi, Haebi sedang membentuk alis tebal Minhyuk, Minhyuk tak punya pilihan selain pasrah dan menjadi model Haebi.

“Kenapa kau memilih jurusan desain? Selain karena kau pintar menggambar?”

“Aku ingin menjadi penulis buku cerita anak-anak” Kata Heabi menjawab pertanyaan Minhyuk sambil terus menggambar

“Oh iya, maaf kalau aku lancang, tapi saat buku gambarmu ada padaku aku sempat membuka-bukanya dan melihat karakter cerita anak-anak yang kau ciptakan. Aku mengambil beberapa gambarnya dengan kamera , tidak apa-apakan?”

“Hmm.. karena kau teman baruku aku mengizinkannya tanpa meminta royalty darimu” Mendengar itu Minhyuk tertawa agak keras.

“Jangan bergerak” Heabi mengingatkan, Minhyukpun kembali pada posisi semula.

“Siapa karakter cerita anak-anak kesukaanmu?”

“Peterpan” Kata Haebi, Minhyuk mengangguk, ia memang menemukan banyak gambar peterpan di buku gambar Haebi.

“Karena Peterpan tidak pernah tua, dan tidak pernah bertumbuh. Aku ingin seperti dia, tidak pernah bertambah tua”

“Kau pasti memiliki masa kecil yang menyenangkan hingga kau tidak mau melepaskannya” Kata MInhyuk, tapi  Haebi tidak langsung menjawab, gadis itu tampak termenung sesaat.

“Masa kecilku aku habiskan dipanti asuhan bersama teman-temanku yang lain, aku yatim piatu. Aku tidak tahu siapa orang tuaku hingga saat ini. Tapi masa kecilku cukup menyenangkan”

“Maaf” Minhyuk merasa bersalah, karena kalau dilihat dari wajah Haebi gadis itu terlihat sedikit sedih.

“Tidak apa-apa, tinggal dipanti asuhan bukan sesuatu yang memalukan kok. Sejak lulus SMA aku keluar dari panti asuhan, aku tinggal di sebuah apartement kecil dan bekerja paruh waktu, dan ada sebuah keluarga yang menjaminku, mereka tidak mengadopsiku tapi mereka menjadi oran tua asuhku, mereka membantuku membiayai hidupku selama aku kuliah, mereka baik hati” Minhyuk memperhatikan Haebi yang tengah bercerita, Minhyuk ikut tersenyum ketika gadis itu tersenyum, Minhyuk merasakan ketulusan gadis itu.

“Kau pasti gadis yang sangat kuat ya”

“Tidak juga, aku gadis biasa saja, aku hanya terbiasa dengan cara kerja dunia yang kadang sulit ditebak. Kau sendiri kenapa memilih perfilman?”

“Ayahku seorang sutradara, ibuku seorang penulis scenario dan sedari kecil aku sudah melihat dunia kerja kedua orang tuaku dan aku sangat tertarik sehingga aku juga ingin seperti mereka, tapi aku ingin berkeliling dunia untuk membuat sebuah film yang berbeda dari film-film yang sudah ada, aku ingin membuat film yang bisa merubah cara pandang orang melihat kehidupan ini. Ya aku ingin berkeliling dunia dengan kameraku dan membuat film yang brilian”

“Mimpimu sangat bagus, kejarlah mimpimu, kau harus bisa keliling dunia dan membuat film yang bagus dengan kameramu, aku akan menontonnya nanti, akan sangat menyenangkan pasti”

“Tentu aku harus menontonnya, jadi aku mau kan menungguku? Percaya padaku kalau aku akan membawa film terbaikku padamu dan nanti kita menontonnya bersama”

“Ya, aku mau. Pasti aku mau” Haebi tersenyum,matanya yang memancarkan cahaya cantik juga ikut tersenyum dan membuta Minhyuk jatuh cinta.

****

Hampir satu tahun Minhyuk dan Haebi menjadi dekat satu sama lain, mereka menjadi sahabat dekat dengan perasaan lain di hati maisng-masing yang belum berani mereka ungkapkan. Mereka bertahan dalam batas sahabat menunggu waktu yang tepat untuk saling mengetahui perasaan yang mereka sembunyikan.

“Dimana kau? Masih ada kelas atau tidak” Pesan masuk di ponsel Minhyuk.

“Baru selesai, tadi aku dipanggil ke ruang direktorat, kau menyusul ya”

“Kau membuat masalah apa?, baikalh aku kesana”

Minhyuk memegang sebuah amplop ditangannya, isinya surat pemberitahuan bahwa ia mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan kuliah perfilmannya diperancis hingga ia lulus karena prestasinya yang sangat membanggakan,ia sangat senang pasti ayah dan ibunya akan bangga padanya, bulan depan Minhyuk akan berangkat meninggalkan Korea untuk waktu yang lama.

“Kenapa melamun?” Haebi datang dari lalu menepuk punggung Minhyuk,mengagetkan Minhyuk yang daritadi hanay berdiri diam dan dengan pikiran yang entah memikirkan apa.

“Oh kau sudah datang? Cepat sekali” Kata Minhyuk, melihat Haebi didepannya seperti ini membuat Minhyuk sadar apa yang menggangu pikirannya, ia belum mau meninggalkan Haebi.

“Aku kebetulan ada disekitar sini, oh kenapa kau dipanggil ke direktorat? Ada masalah dengan nilai kuliahmu?”

“Anio, ini…” Minhyuk menyerahkan amplop ditangannya, Haebi mengambilnya dan membacanya.

“Ommo.. Perancis?” Mata Haebi terbelalak kaget sekaligus senang.

“Lalu, kenapa kau terlihat tidak senang?” Haebi memperhatikan wajah Minhyuk yang sedaritadi terlihat agak gelisah.

“Ikut aku” Minhyuk mengenggam tangan Heabi , dan dengan agak terburu-buru Minhyuk membawa Haebi pergi mengikutinya.

***

Mereka terduduk disebuah bangku tua dibawah pohon besar, padang rumput terhampar didepan mereka, ilalang-ilalang tinggi bergerak-gerak tertiup angin. Sejauh mata memandang tak ada orang lain selain mereka.

“Apa kau tidak menginginkannya? Kalau aku jadi kau, aku pasti akan gembira bukan main saat menerima beasiswa itu” Haebi memulai pembicaraan karena Minhyuk tak mengucapkan apapun sejak 10 menit yang lalu, saat mereka sampai ditempat itu.

“Aku ingat, dulu kau pernah bilang ingin berkeliling dunia dan membuat film yang sangat bagus lalu aku akan menunjukannya padaku, sekarang impianmu sudah datang, ini langkah yang sangat berharga dan jangan disia-siakan” Kata Haebi lagi, gadis itu menepuk punggung Minhyuk.

“Aku senang Haebi, sangat senang akhirnya salah satu impianku hampir terwujud, tapi ada hal lain yang membuat aku sulit meninggalkan korea.

“Siapa?”

“Kau” Minhyuk menatap Heabi begitu dalam dimatanya, raut wajah gadis itu berubah termenung, ia menatap balik mata Minhyuk, tangan Minhyuk bergerak menyentuh pipi Haebi, Haebi membiarkannya.

“Maukah kau menungguku? Menungguku hingga impianku tercapai, lalu aku kembali padamu dan menunjukan hasil karya terbaikku untuk kita tonton bersama?” Tanya Minhyuk, Heabi mengangguk.

“Kau akan kembali?”

“Ya, aku pasti kembali dan kau harus percaya padaku. Aku mohon percaya padaku, ya?” Haebi kembali mengangguk.

“Ya, aku percaya padamu, aku akan menunggumu”

“Terima kasih” Minhyuk melepaskan tangannya dari wajah Haebi, mata Haebi mulai berkaca-kaca saat perasaannya begitu bercampur antara bahagia karena Minhyuk memperoleh kesempatan untuk meraih cita-citanya dan sedih kerena ia harus berpisah dengan Minhyuk.

“Aku harus pulang, aku harus memberitahu orang tuaku” Kata Minhyuk, dan ia hendak meninggalkan Haebi, Minhyuk berdiri dan membalikan tubuhnya. Air mata Haebi mulai menetes saat ia sadar ia harus melakukan sesuatu, bukan untuk membuat Minhyuk tetap tinggal disisinya tapi untuk membuat ia bisa selalu bersama dengan Minhyuk. Haebi bergerak cepat, tangannya berusaha menggapai tangan Minhyuk dan menggenggamnya membuat langkah Minhyuk terhenti dan kembali berbalik pada Haebi.

“Aku ikut….Aku ingin ikut denganmu kemanapun kau pergi, aku ikut denganmu. Aku ingin ada disisimu bahkan kalau aku harus berkeliling dunia denganmu, kemanapun aku ikut” Kata Haebi, ia menatap Minhyuk dengan yakin, membuat Minhyuk percaya ia sungguh-sungguh.

“Aku ingin ikut kemanapun aku pergi” Bisik Haebi, Minhyuk tersenyum, tangannya mengenggam tangan Haebi dengan erat dan membawa gadis itu pergi bersamanya.

-END-

4 thoughts on “I Will Follow You

  1. huaaaaaaa bagus kak ….
    mmmm awalnya aku ga ngerti yg di paragraf pertama .. tp begitu selesai baca jadi paham maksudnyaaa🙂🙂
    “aku gadis biasa saja, aku hanya terbiasa dengan cara kerja dunia yang kadang sulit ditebak” ( favorite wordsssss ♥♥ ♥♥ )
    tetep semangat nulisnya yaa😀 😀

  2. Wah.. romantis.. pasti scene yg bagus saat ada wanita di bawah pohon sakura.. *mulai membayangkan* kyaa.. pokoknya keren😀

  3. bingung deh mau komen kayak gimana. intinya ff kakak selalu bagus dan enak dibaca.
    dan di ff ini kutemukan kutipan ‘yang-aku-banget’

    “Karena Peterpan tidak pernah tua, dan tidak pernah bertumbuh. Aku ingin seperti dia, tidak pernah bertambah tua”

    “Kau pasti memiliki masa kecil yang menyenangkan hingga kau tidak mau melepaskannya”

    anyway, bener tuh kata ebi di atas. ada kata yang ketuker hehe.

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s