I Think, I Love You [Part 2]

Tittle : I think, I love you too (part 2)
Author : yong Piio eMotional angel
Rating : G
Genre : Romance
Length : Chaptered
Main cast :
Kang Min Hyuk (CNBLUE)
Park Ji Na (OCs)
Jung Yong Hwa (CNBLUE)
Disclaimer : Yong Hwa dan Min Hyuk adalah milik orang tua nya dan Boice semua. Plotnya asli punya kuu. Kesamaan nama dan karakter harap maklum.
Note : hehhe. Anyeong readers semuaaa.. ini ff pertamaku, asalnya Cuma iseng iseng aja. Hehhe.. mian klau jelek dan gaje. Maklumlah.. pemulaa. Hehhe.. Kutunggu coment dan kritiknya yaa. Supaya aku bisa jadi penulis yang lebih baik lagii.. Ini part 2 nya. Aku harap readers semua suka yaaa…
* * *
>> Min Hyuk POV <<
“ahhh… silahkan, bicaralah duluan.” Kataku.
“ok. Minhyuk, aku mau bicara dua hal.. yang pertama, besok aku akan pindah ke New York..”
“hah?!! Kenapa begitu mendadak??”
“aku sudah tau sejak sebulan yang lalu. Mian, kalau aku baru bicara sekarang.. oh ya,, dan kedua.. harus kuakui Minhyuk, aku mencintai Yong-oppa.”
Ddddeeeeggg!!! rasanya jantungku mau berhenti!!
Kenapa disaat aku mau menyatakan perasaanku padanya dia malah bicara begitu?! Dia juga bilang kalau dia akan pindah ke New York. Apa semua itu benar? Atau itu semua cuma mimpi? Kenapa dia mencintai hyungku?
“ya Hyuk, aku sangat sangat mencintai hyung mu.. aku takut kalau nanti aku tidak bisa bertemu dengannya lagi, makanya aku bilang ini pada mu. Mianhe Hyuk, besok aku harus pergi.. Semoga kita bisa bertemu lagi ya.”
Aku memeluknya, rasanya aku ingin menangis. ‘aku takut kalau nanti aku tidak bisa bertemu dengannya lagi’ .. aarrgghhh.. kenapa dia hanya bilang ‘dengannya’?? apa dia tidak peduli walau dia tidak akan bertemu denganku lagi?
           “Ya! Minhyuk, aku tidak bisa bernafas..!! lepaskan aku!”
“mianhe Ji Na, tapi kenapa harus jadi seperti ini?”
“seperti ini apa maksudmu?”
“ahh.. tidak.. ya sudah, kau hati-hati yaa.. jangan pernah lupakan aku.”
“pasti Hyuk.. oh ya, jangan lupa titip salam untuk hyungmu yaa.. aku pasti akan sangat sangat merindukannya”
“hmm. Pasti.”
Dia meninggalkanku sendiri di taman ini. Aku benar benar terluka. Hatiku sangat sakit. Rasanya lebih baik aku mati saja.!
* * *
“hey, Hyukkie!! Kau sudah pulang.. bagaimana? Apa berjalan lancar??”
“ya hyung” jawabku lemas.
“kenapa kau? Kau ditolak dia?”
“tidak hyung”
“lalu? Kenapa mukamu lemas sekali?”
“sudahlah hyung, aku mau kekamar sekarang”
Saat ini, aku benar benar tidak ingin melihat hyung ku itu. Aku tidak tau, tapi rasanya orang yang paling aku benci sekarang adalah hyungku sendiri.
Aku mencatat semua kata kata Ji Na tadi dalam ponsel. Aku tak tau kenapa aku menulisnya, tapi rasanya aku sangat ingin menyimpan kata kata menyakitkan itu.
Aku merasa hampir gila. Aku ingin mati! Aku ingin mati!
* * *
>> Author POV <<
Pagi ini mendung sekali, sepertinya hujan deras akan segera turun. Minhyuk keluar dari kamarnya. Kelihatannya dia akan pergi keluar rumah.
“kau mau kemana?” Tanya Yong Hwa ketika Minhyuk berada di depan pintu. Minhyuk tak menjawab.
“rasanya akhir akhir ini kau berubah. Ada apa sebenarnya??”
Minhyuk pun segera keluar tanpa menghiraukan perkataan hyungnya itu.
Dia sekarang pergi ke taman. Dia berjalan pelan sambil memikirkan yeoja yang dicintainya itu. Dia menulis di ponselnya, ‘jika aku mati, jangan beritahukan pada Ji Na.’. sepertinya dia berfikir untuk bunuh diri.
Dia berjalan menyebrangi jalan. Dia tertuduk sambil berjalan pelan. Tiba tiba ada sebuah mobil yang melintas, daaannnn…
Minhyuk terpental sampai 5 meter. Dia tidak sadarkan diri. Walau tak sadarkan diri, ponselnya itu tetap terlihat dipegang dengan erat. Semua orang berkumpul dan akhirnya Minhyuk telah tiba di rumah sakit.
* * *
>> Min Hyuk POV <<
Semua gelap, cahaya matahari berubah menjadi hitam. Aku tak tau apa yang terjadi. Tapi yang pasti aku tau kalau ponselku masih kugenggam erat. Ak harap ada yang membaca semua tulisan yang kubuat disana. Terutama hyungku.
Apa sekarang aku sudah mati? Tapi kenapa aku masih bisa merasakan rasa sakit ini? Semua masih gelap saat ini. Namun cahaya terang oerlahan lahan dating.
Aku melihat diriku sendiri yang sedang berbaring di kasur pasien. Apa aku mati? Tapi kenapa ada selang selang oksigen dan infus?
“hyukkie, kenapa kamu bisa seperti ini? Kamu tidak boleh koma terlalu lama yaa. Appa menyuruhku pindah ke New York. Tapi, kalau kamu seperti ini bagaimana aku bisa pergi dengan tenang hyuk? Tolong bangunlah.”
Koma? Jadi sekarang aku dalam keadaan koma? Dan hyung, dia bilang mau ke New York? Kenapa dua orang yang aku saying pindah ke New York?
Kau tau hyung? Saat ini aku sangat membencimu, tapi aku juga sangat ingin memelukmu. Mau bagaimana pun kau tetap hyungku satu satunya. Hyung, aku merindukanmu..
* * *
>> Yong Hwa POV <<
Kenapa semuanya jadi begini? Akhir akhir ini Minhyuk berubah total. Semenjak dia bilang kalau dia akan menyatakan perasaannya pada Ji Na.
Ya, Ji Na.. mungkin yeoja itu yang membuat Minhyuk jadi seperti ini. Aku mencoba meneleponnya, tapi nomornya tidak aktif. Aku yakin pasti sudah terjadi sesuatu waktu itu.
“maaf, apa kau saudara korban?” seorang yeoja bertanya padaku.
“ya, memang ada apa? Dan kau siapa?”
“aku Gyu Na, aku adalah orang yang menabrak korban. Mianheyo. Aku benar benar sangat menyesal.”
“jadi kau yang membuat dongsaengku seperti ini? Jadi sekarang, apa yang akan kau lakukan hah?! Menggantikan dia koma? Jika bisa, aku ingin kau seperti itu!!” aku tak tau kenapa aku jadi marah seperti ini. Baru aku sadari kalau dari tadi aku membentak yeoja itu.
“aku akan bertanggung jawab, penjarakan aku jika kau mau.”
“mian, aku agak kasar. Tidak, aku tidak akan membawa mu ke penjara. Ini bukan salahmu sepenuhnya.”
“khamsamida sunbae. Aku sangat sangat berterima kasih padamu..” dia membungkukkan badannya. Dia terlihat manis sekali pada saat itu.
“oh ya, aku mau bicara sesuatu tentang adikmu itu..”
“ne, bicaralah..”
“pada saat aku menabraknya, aku langsung keluar dari mobil. Pada saat itu, dia sudah tak sadarkan diri. Tapi aku melihat dia memegang ini.”
Yeoja itu pun memberikan ponsel Minhyuk.
“ini yang dia pegang. Genggamannya sangat erat. Aku berfikir kalau ada suatu pesan di ponsel ini. Jadi kau periksalah. Aku tak tau lagi bagaimana caranya berterima kasih padamu, tapi hanya itu yang bisa aku lakukan, dan aku harap itu bisa membantu.”
  “justru aku yang harus berterima kasih. Gumawo ne, Gyu Na.”
“cheonmaneyo, sunbae..”
Gyu Na pergi. Tinggal aku sendirian disini yang menunggu Minhyuk. Aku mulai membuka ponselnya. Memeriksanya satu persatu. Aku melihat banyak foto foto Minhyuk dengan Ji Na.
Aku sangat terkejut melihat note yang Minhyuk buat. Dia bercerita bahwa sebenarnya orang yang dicintai Ji Na adalah aku, dia juga berkata kalau Ji Na sekarang tinggal di New York.
Dan di note terakhir, aku baca. ‘tolong jangan beri tau Ji Na jika aku mati nanti’. Kenapa dia seperti ini? Apa dia sengaja mencoba bunuh diri? Aku tau, semua itu pasti menyakitkan, bahkan sangat sangat menyakitkan.
Ji Na mencintaiku? Aku benar benar tidak percaya ini semua. Kenapa semuanya berakhir begini? Aaarrrggghhh!! Ini semua salahku! Kenapa waktu itu aku dekat dengan Ji Na? kenapa aku begitu tega menyakiti hati adikku sendiri?
Sepertinya aku memang sudah gila.
* * *
>> Min Hyuk POV <<
Jadi sekarang kau sudah tau semuanya hyung? Mianhe hyung, aku jadi membuatmu merasa bersalah. Hyung, aku ingin bersamamu sekarang, cerita denganmu, nonton tv bersamamu.. tapi sepertinya aku tidak bisa. Besok hyung mau berangkat ke New York kan? Semoga kau bahagia disana hyung.
* * *
>> 1 year later <<
>> Ji Na POV <<
Ahhh. Begitu lelahnya 1 tahun terakhir ini. Aku sangat sibuk dengan sekolahku. Aku merebahkan diri di atas kasur. Aku menyalakan I-phone ku, dan kuputar lagu lagu yang sering aku nyanyikan bersama Yong-oppa.
Yah, aku masih mencintainya, bahkan setiap hari rasa cinta itu semakin bertambah. Bagaimana keadaan dia sekarang ya? Aahhh.. aku lupa. Bagaimana dengan Minhyuk? Apa dia bahagia sekarang. Aku harap begitu.
Tokk tokk tokk..!
“ya??”
“ini appa Ji Na. appa ingin bicara sesuatu yang penting, jadi ayo kita bicara di ruang makan.”
“ne appa, aku akan segera kesana.”
Appa mengganggu istirahatku saja. Tapi sepertinya appa akan membicarakan hal yang sangat penting. Terlihat dari wajahnya.
“ada apa appa??”
“Ji Na, appa akan menjodohkanmu dengan seseorang.”
“hah?! Dijodohkan? Appa, tapi kenapa??”
“karna appa sudah banyak hutang. Katanya, semua hutang akan lunas jika appa mengizinkan untuk menikahkan mu dengan anaknya.”
“tapi appa…”
“sudah, kau liat saja orangnya besok. Appa yakin kau pasti suka.”
Huufftt! Kenapa harus begini. Dijodohkan! Bahkan aku tidak tau seperti apa namja yang akan dijodohkan denganku nanti. Lagipula, aku kan masih mencintai Yong-oppa.
* * *
>> Yong Hwa POV <<
Satu tahun berlalu, tapi belum ada kabar dari Korea kalau Minhyuk sudah bangun dari komanya. Aku begitu merindukannya. Tapi mau bagaimana lagi. Untuk pulang ke Korea pun rasanya sangat sulit. Appa selalu melarangku.
Appa memang seperti itu. Menyuruh seseorang untuk melakukan semua keinginannya. Bahkan, besok katanya aku akan dijodohkan dengan seorang yeoja. Aahhh. Itu hanya buang buang waktu saja. Lagipula siapa yeoja itu? Seorang gadis New York? Aku sama sekali tidak tertarik.
Aku menatap langit dari taman rumahku. Begitu mendung. Bahkan bintang pun tidak terlihat banyak.
Minhyuk, kenapa kau tidak juga bangun? Aku ingin bersamamu.. Tertawa, makan, dan jalan jalan.. Semuanya ingin aku lakukan bersamamu adikku. Aku tau, kau pasti membenciku karena Ji Na malah mencintaiku. Ya kan? Tapi tolong maafkan aku dan bangunlah hyuk. Aku merindukanmu…
* * *
>> Author POV <<
“presdir Jung, kenalkan ini dia anakku Park Ji Na. aku harap kau tak menyesal menjodohkan anakmu dengan anakku” appa Ji Na memulai pembicaraan.
Mereka sedang makan di sebuah restoran italia. Ji Na hanya bisa diam dan mendengarkan percakapan dua bapak itu.
“ngomong ngomong, anakmu datang lama sekali ya sunbae? Apa dia sedang sibuk?”
“pasti tidak, sebentar lagi dia datang. Oh itu anakku.”
Presedir Kim menunjuk kearah seorang namja memakai jas hitam. Dia tampan dan sangat putih.
“oppa?”.. “kau??”
* * *
>> Ji Na POV <<
“oppa?”.. “kau??”
Aku sangat terkejut, saat aku tau ternyata namja yang akan dijohkan denganku adalah Yong-oppa. Seperti mimpi, tapi aku yakin ini bukan mimpi.
“jadi kalian sudah saling kenal?”
“ya appa, kita sahabat dekat di Korea. Dia teman satu kelas Minhyuk.”
Kami mengobrol dan mengobrol. Sampai akhirnya kami semua akan pergi. Tapi saat itu, Yong-oppa menarik tanganku.
“ada yang mau aku bicarakan denganmu. Penting!”
Yong-oppa menarikku ke sebuah taman kecil di sebelah restoran.
“apa yang akan kau bicarakan oppa?”
“aku tidak mau dijodohkan denganmu.”
“maksud oppa?”
“aku tak mau jadi suamimu nanti. Aku bahkan sama sekali tidak mencintaimu.”
“tapi oppa…”
“kau tau keadaan Minhyuk sekarang? Dia sedang koma, dan sudah satu tahun.”
“Hah?! Minhyuk koma? Apa yang terjadi oppa?”
“dia tertabrak mobil, dan itu semua karena kau.”
“aku, tapi kenapa aku. Bukankah aku sudah di New York waktu itu?”
“aku tau semuanya, kau mencintaiku kan?”
Hah?! Bagaimana Yong-oppa bisa tau? Pasti Minhyuk yang memberitahunya.
“kau tau? Kenapa Minhyuk bisa tertabrak mobil saat itu? Itu karna dia ingin mati. Dan dia seperti itu gara gara kau. Minhyuk sangat mencintaimu, bahkan sangat sangat mencintaimu. Kau tau, betapa sakitnya dia sewaktu kau bilang padanya kalau kau mencintaiku. Dia hidup seperti mayat setelah itu. Dan beberapa hari kemudian, dia tertabrak mobil. Kau lihat ini, dia menyimpan semua kenangannya bersamamu di ponsel ini.”
Aku melihat ponsel itu. Kulihat satu persatu dari mulai foto, video, dan yang terakhir notenya.
Ternyata benar, dia mencintaiku. Aku benar benar hanya bisa merasa bersalah padanya. Kau benar benar jahat Ji Na!
“ayo kita ke Korea!” Yong-oppa mengajakku.
“tapi oppa, appa kita pasti tidak mengizinkan.”
“bicara saja kita mau pergi berlibur, agar kita bisa mengenal satu sama lain lebih jauh lagi. Pasti mereka akan mengizinkan.”
  * * *
Besoknya benar saja, appa ku mengizinkan aku pergi ke Korea dengan Yong-oppa. Setibanya di rumah Yong-oppa dan Minhyuk, aku segera masuk. Minhyuk memang dirawat di rumah karena di rumah sakit, ruangannya tidak terlalu nyaman.
Aku melihat Minhyuk dan melihat matanya yang masih menutup. Saat ini, aku teringat sesuatu. Namja yang ada di mimpiku setahun lalu, yang aku kira itu adalah Yong-oppa, ternyata aku salah.! Aku melihat Minhyuk saat ini benar benar mirip dengan namja di mimpiku itu. Walau terdapat banyak selang selang menutupi wajahnya, tapi dia benar benar tampan. Dan jadi selama ini aku salah. Orang di mimpi itu adalah Minhyuk.
“aku akan meninggalkanmu disini. Jagalah Minhyuk untuk seminggu ini. Aku harap dia akan bangun jika kau bersamanya.”
“baik oppa.”
* * *
Hari ini hari ketiga aku menjaga Minhyuk. Tapi tetap saja dia tidak juga membuka matanya.
“Minhyuk, aku merindukanmu. Ayo bangunlah.. maaf jika aku sudah membuat mu seperti ini. Aku sangat menyesal. Tidak apa apa jika kau tidak mau memaafkanku. Tapi aku hanya ingin kau bangun Minhyuk. Dan aku juga ingin bilang kalau aku mencintaimu. Aku benar benar mencintaimu Minhyuk. Sejak oppa bilang kalau kau mencintaiku. I think, I love you too..”
* * *
>> Author POV <<
Tutttttttt… Tuuttttttt…
Dokter berlari masuk ke kamar Minhyuk.
Detak jantung Minhyuk berhenti. Dokter berusaha untuk menyelamatkan Minhyuk. Tappiiii….
“maaf, saya tidak bisa berbuat apa lagi” kata dokter ketika keluar kamar Minhyuk.
“jadi Minhyuk??! Hikkss hikkss.”
“aku tau perasaanmu, dan aku juga merasakannya. Jadi tenanglah.”
Yonghwa pun memeluk Ji Na. Ji Na terus menangis dalam pelukan Yonghwa.
* * *
>> Min Hyuk POV <<
Selamat tinggal Ji Na, selamat tinggal hyung.. Aku pasti akan sangat merindukan kalian. Sampaikan salamku pada appa ya hyung. Maaf jika aku belum bisa jadi yang terbaik untuknya.
Ji Na, kau harus bahagia. Mendengar pengakuanmu tadi, aku jadi sangat bahagia. Walau aku tau aku tidak akan bisa bertemu denganmu, tapi setidaknya aku tau kalau kau mencintaiku juga. Gumawo Ji Na.. Aku tidak akan pernah melupakanmu.
Dan untukmu hyung, aku mau kau menjaga Ji Na untukku. Jangan pernah sakiti dia ya hyung. Aku percaya padamu. Goodbye..
…. The end ….

5 thoughts on “I Think, I Love You [Part 2]

  1. Howa😥 Knp minhyuk harus meninggal? *peluk minhyuk* ceritanya bagus thor, cuma harus perbaikan letak paragraf aja biar lebih menarik.. Ditunggu ya thor ff selanjutnya🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s