Seoul Night Life [Part 3]

Seoul night life

Author: Hanna Moran

Rating: PG17

Genre: romance, family, Friendship

Length: chaptered

Cast:

– Kang Minhyuk CNBLUE

-CL/Chaerin 2NE1

Other cast:

– Junhyung Beast

Desclaimer: Inspired by some western movie

Note: [Part1] [Part 2]

Maaf kalau ada kalimat-kalimat atau jalan cerita yang dianggap vulgar, semata-mata hanya untuk menguatkan karakter dalam cerita. Tapi, tetap aman untuk dibaca kok😀

*****

 

Minhyuk menuangkan vodka terbaik yang ia punya kedalam gelas yang dipegang Chaerin, setelah setengahnya terisi, Minhyuk mengisi gelasnya sendiri. Minhyuk meletakan botol vodkanya dan menyandarkan tubuhnya di sofa empuk apartementnya dan mereka berdua menyesap minuman mereka masing-masing sambil menatap lampu-lampu kota di bawah sana.

“Kenapa kau tidak bekerja hari ini?” Tanya Minhyuk.

“Pihak bar memberiku libur, sebagai kompensasi kejadian kemarin” Jawab Chaerin dengan enteng dan menegak minumannya lagi, kali ini sampai habis dan ia mengisi gelasnya lagi.

“Apa tidak sepi tinggal di apartement seluas ini seorang diri?” Chaerin melayangkan pandangannya keseluruh sisi ruang apartement Minhyuk.

“Tentu saja sepi, makanya aku butuh teman” Kata Minhyuk sambil melirik jahil pada Chaerin

“Oh! Dan kau sering membawa gadis –gadis penghibur. Hidupmu ramai sekali Minhyuk” Chaerin mencibir.

“Pindahlah kemari”

“Aku?”

“Siapa lagi? Pasti sangat tidak nyaman tinggal di apartementmu itu, kumuh dan sempit. Disini jauh lebih luas, ada satu kamar kosong yang bisa kau pakai” Minhyuk mengarahkan sorot matanya pada sebuah pintu di dekat mereka

“Dan aku akan mengganggu jika kau sedang berduaan dengan wanita-wanitamu , aku tidak mau”

“Aku bisa membawa mereka ke hotel”

“Tidak usah repot-repot. Kau pernah bilang kau lebih suka membawa mereka kemari dari pada ke hotel”

“Terserah kau saja” Kata Minhyuk akhirnya, melihat botol pertama mereka yang sudah kosong, Minhyuk mengambil dua botol vodka lainnya dan mereka kembali menikmatinya. Hingga jam-jam berlalu, botol kosong berserakan di atas meja, wajah Chaerin sudah memerah karena mabuk, beberapa kali Chaerin mengerang karena kepalanya seakan berputar dan pandangannya kabur akibat terlalu banyak alcohol yang ia minum, ia sudah duduk lemas disofa. Sedangkan Minhyuk, sebagai peminum andal, pengaruh alcohol itu belum terlalu ia rasakan.

“Jam berapaaaa…. Sekarang?” Dengan sempoyongan Chaerin mengobrak-abrik tasnya mencari ponselnya untuk melihat waktu.

“Jam 2 pagi” Jawab  Minhyuk singkat.

“Ommo! Aku harus pulang sekarang” Chaerin segera berdiri dan hendak berjalan keluar saat kakinya terlalu lemas untuk menopang tubuhnya yang sempoyongan, ditambah kesadarannya yang tidak sampai 50%. Chaerin terjatuh kelantai dan sulit untuk bangkit lagi.

“Malam ini kau tidur disini saja” Kata Minhyuk membantu Chaerin berdiri dan menggendongnya dan mengantarkan Chaerin ke sebuah kamar kosong.

Minhyuk merebahkan tubuh Chaerin diatas ranjang dan hendak menutupi tubuh Chaerin dengan selimut tebal saat tangan Chaerin tiba-tiba menariknya, dengan tiba-tiba Chaerin mencium bibir Minhyuk, ciuman yang intens dan agresif. Chaerin melingkarkan tangannya dileher Minhyuk, ciuman mereka kembali memanas, kali ini Minhyuk membalasnya dan melumat bibir Chaerin. Minhyuk merasakan tangan Chaerin berpindah ke dada bidang Minhyuk, dan perlahan tangan Chaerin membuka kancing kemeja Minhyuk.

“Hei apa yang kau lakukan?” Tanya Minhyuk sambil menatap wajah Chaerin yang tengah menggodanya.

“Bukankah kau sudah biasa melakukannya dengan wanita lain? Ayo kita tidur bersama malam ini” ucap Chaerin dengan tidak jelas, aroma alcohol menguar dari mulutnya.

“Tapi aku temanmu” Kata Minhyuk, jujur sebenarnya Minhyuk juga ingin merespon godaan yang diberikan Chaerin, tapi Minhyuk agak ragu karena Chaerin adalah sahabatnya, ia tidak pernah membayangkan akan “berhubungan” dengan Chaerin.

“Persetan dengan itu semua!! Aku ingin tidur denganmu malam ini,Kang Minhyuk” Chaerin kini memindahkan tangannya mengangkat bajunya sendiri dan melepaskannya, hanya menyisakan pakaian dalamnya.

“ Kalau itu maumu, aku tidak akan menolak” Minhyuk menunjukan senyum evilnya. Kali ini Minhyuk menarik Chaerin mendekat dan menciumnya dalam, bermain dengan lidah Chaerin hingga Chaerin mulai mengerang. Dan Malam itu, Minhyuk dan Chaerin tidur bersama, bukan sebagai sahabat tetapi sebagai pria dan wanita yang dipenuhi nafsu.

 

****

“Aggrh….” Chaerin mengerang dari balik selimut tebal yang melilit tubuhnya. Sinar matahari yang masuk dari jendela disampingnya memaksanya membuka mata, dan rasa sakit dikepalanya mulai ia rasakan. Chaerin memegangi kepalanya sambil berguling kesisi tempat tidur yang lain. Setelah sakit dikepalanya berkurang, ia mendudukan tubuhnya dan melirik ke nakas disampingnya, segelas air putih ,dua potong sandwich dan segelas susu diletakan disana. Chaerin hendak menggapai gelas berisi air putih saat ia menyadari sesuatu. Dengan perlahan Chaerin mengintip tubuhnya dibalik selimut.

“Astaga!!” Chaerin menjerit saat mendapati tubuhnya hanya terbalut selimut tebal, tanpa kain lain yang membungkusnya, Chaerin kembali memperhatikan sekitar walaupun rasa panik memenuhi pikirannya. Ia mengingat terakhir kali ia sedang minum-minum dengan Minhyuk hingga tengah malam dan mulai merasa mabuk, tapi yang ia ingat ia berniat pulang, tapi hanya sampai disitu ingatannya, selebihnya ia tak ingat apa yang membuat ia berakhir dikamar ini.

Sekali lagi ia memastikan, bajunya terlihat berserakan di lantai, Chaerin mengambilnya dengan cepat, ia tersentak dan mengernyit ngeri saat melihat bercak darah diujung sprei, Ia tidak bisa mebayangkan apa yang ia lakukan semalam. Dengan segera ia mengenakan pakaiannya lagi.

Dengan takut-takut Chaerin berjalan mendekati pintu, melongokan kepalanya perlahan. Ia melihat punggung Minhyuk yang sedang membuat sesuatu di pantry. Tiba-tiba Minhyuk berbalik dengan membawa secangkir kopi.

“Sudah bangun?” Tanya Minhyuk tiba-tiba membuat Chaerin berdiri kaku ditempatnya.

“Apa kau baik-baik saja? Apa kau tidak kelelahan?” Tanya Minhyk dengan smirk khas playboy yang dia punya.

“Apa yang ….. Semalam.. apa yang kita lakukan?” Tanya Chaerin, ini pertama kalinya Chaerin tidur dengan laki-laki. Membiarkan seseorang menyentuhnya.

“Kau pikir apa yang kita lakukan? Kita tidur bersama Chaerin” Minhyuk duduk di salah satu kursi makan dengan santai, seolah tidak ada yang terjadi malam sebelumnya.

“Aku dan kau… Kita berdua tidur bersama? Bagaimana bisa?” Tanya Chaerin

“Kau mabuk, dan aku membawamu ke kamar, hanya membiarkanmu tidur dan meninggalkanmu tidur tapi kau menahanku dan mengajakku tidur bersama”

“Dan kau tidak menolak?” Tanya Chaerin, lagi Minhyuk hanya tersenyum.

“Kau begitu sexy tadi malam Chaerin, bagaimana aku bisa menolak?”

Ntah kenapa Chaerin merasa kesal, kesal pada dirinya sendiri yang membiarkan dirinya mabuk dan akhirnya ia yang memohon pada Minhyuk untuk menyentuhnya. Tanpa pikir panjang Chaerin menyambar tasnya yang masih tergeletak disofa, dengan terburu-buru Chaerin meninggalkan apartement Minhyuk, ia mengacuhkan Minhyuk yang terus memanggilnya.

****

 

Chaerin terduduk dimeja riasnya, ia hanya menggenakan kaos kebesaran dan celana pendek. Ia memperhatikan pantulan dirinya dicermin. Pikirannya melayang pada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi tadi malam. Apa benar ia menggoda Minhyuk, hingga akhirnya ia dan Minhyuk tidur bersama? Ia mabuk berat hingga ia tak ingat dan tak merasakan apapun, tapi Minhyuk tidak mabuk, laki-laki itu pasti ingat dengan jelas apa saja yang mereka lakukan semalaman hingga tubuh Chaerin masih terasa pegal-pegal, padahal ia sudah membasuh tubuhnya yang lengket dengan air hangat. Chaerin mengacak-ngacak rambut panjangnya, ia menopang kepalanya dengan tangannya. Tak pernah ia bayangkan ia akan melakukannya dengan Minhyuk, sahabat sekaligus cinta pertamanya.

Ia tahu, untuk Minhyuk tidur dengan wanita bukan hal baru tapi Chaerin penasaran apa yang MInhyuk pikirkan setelah tahu bahwa Chaerinlah yang semalam tidur dengannya. Chaerin meraih ponselnya yang tergeletak dimeja, belasan missed call dari nomor Minhyuk dan beberapa pesan masuk juga dari Minhyuk, tak ada satupun yang Chaerin jawab atau balas.Chaerin tidak tahu harus berbicara apa pada Minhyuk, suasana diantara mereka seketika menjadi canggung, apalagi Chaerin meninggalkan apartement Minhyuk begitu saja, tanpa mengatakan apa-apa pada Minhyuk, Minhyuk pasti mengkhawatirkannya.

Chaerin menekan beberapa nomor di layar ponselnya

“Yoboseo.. Boss, bolehkah hari ini aku izin tidak menjadi DJ di Kings?”

“…..”

“Aku kurang sehat hari ini”

“…..”

“Ne, Terima kasih. Aku akan segera bekerja, mungkin besok aku akan bekerja lagi”

Chaerin melemparkan ponselnya asal ke atas ranjang, disusul tubuhnya yang juga ia hempaskan ke atas ranjang. Ia memejamkan mata, untuk sesaat ia tidak ingin bertemu Minhyuk. Ia masih belum bisa menentukan sikap jika nanti ia harus bertemu Minhyuk.

 

****

Sudah seharian Chaerin hanya bergelung di apartement sederhanannya, akhirnya ia memutuskan untuk kembali bekerja menjadi DJ malam ini, persediaan uangnya sudah menipis maka ia harus bekerja untuk melanjutkan hidup.

Chaerin sedang merias wajahnya, mempertebal dandanan matanya dengan eye liner hitam, dan merapihkan rambt panjangnya. Ia bersiap meninggalkan apartementnya sata sebuah ide melintas di otaknya.

Ia akan mampir ke apartement Minhyuk, walaupun ia belum bisa melupakan kejadian beberapa hari lalu yang membuatnya dan Minhyuk menjadi berjarak, tapi ia akan menemui Minhyuk seolah tidak ada yang terjadi diantara mereka dan meminta Minhyuk juga untuk melupakan apa yang terjadi diantara mereka, dengan begitu hubungan pertemanan mereka bisa kembali seperti semula, dan ia juga harus mengingatkan Minhyuk agar masalah itu tidak perlu diketahui Junghyung.

 

Chaerin menekan tombol di dinding Lift yang langsung mengantarkannya menuju apartement Minhyuk.

Ting! Pintu lift terbuka dan Chaerin berjalan menuju pintu apartement Minhyuk, tapi baru Chaerin melangkah beberapa langkah, ia segera merapat kesalah satu dinding dan bersembunyi di balik pilar. Ia mengintip dari tempatnya bersembunyi, dari arah lain Minhyuk tengah berjalan dengan menggandeng seorang wanita sexy dan cantik, rambut panjangnya terurai dan bergerak-gerak saat gadis itu berjalan hingga akhirnya mereka sampai dipintu apertement Minhyuk. Minhyuk tengah menekan kode keamanan pintu apartementnya saat gadis yang bersama dengan Minhyuk tiba-tiba memeluk Minhyuk dan mencium bibir Minhyuk. Minhyukpun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, Minhyuk malah mendorong pelan tubuh gadis itu hingga punggung gadis itu menyentuh dinding, tangan Minhyuk diletakan di sisi tubuh gadis itu, perlahan wajah mereka mendekat dan Minhyuk mencium gadis itu dibibirnya, begitu dalam.

Chaerin terbelalak melihat pemandangan panas didepan matanya, rencananya untuk menemui Minhyuk menguap dan berubah menjadi amarah, ia kesal karena kebodohannya, tentu saja Minhyuk akan melupakan kejadian yang ia alami bersama Chaerin dengan mudah. Minhyuk yang playboy pasti sudah terbiasa dengan wanita-wanita yang datang dan pergi dalam hidupnya. Termasuk setelah dengan Chaerin, Minhyuk bisa menemukan wanita lainnya dengan mudah.

Akhirnya Minhyuk melepaskan ciumannya dari wanita dihadapannya, ia membuka pintu apartementnya dan membawa gadis itu masuk. Tepat setelah pintu apartement Minhyuk tertutup, Chaerin keluar dari persembunyiannya, dengan langkah cepat ia meninggalkan gedung apartment Minhyuk.

Dengan emosi , Chaerin menghabiskan malamnya di sebuah bar dipinggir kota. Bukan sebagai DJ CL, tetapi sebagai Chaerin si penikmat pesta, karena Chaerin tak akan pernah menangis untuk hal-hal semacam ini jadilah gadis itu berpesta gila-gilaan hingga pagi demi membunuh rasa sakit hatinya.

 

****

 

Minhyuk memasuki Kings club, sebelum beranjak ke ruang VIP, ia melirik ke DJ spot, seperti yang ia duga ia tak menemukan Chaerin, Minhyuk melanjutkan langkahnya menuju ruang VIP dimana ia sudah ditunggu oleh Junhyung dan teman-temannya yang lain.

Minhyuk membuka pintu sebuah lounge dan menemukan teman-temannya tengah bersulang, Minhyuk langsung bergabung dengan mereka. Dentuman music techno keras dari dance floor menambah semarak suasana malam itu.

“Sudah seminggu aku tak melihat Chaerin” Kata Junghyung sambil melayangkan pandangannya pada DJ spot tempat biasanya mereka bisa menemukan Chaerin disana. Minhyuk tertawa pelan.

“Aku menghubunginya tapi tak ada jawaban” Sambung Junhyung tanpa menyadari perubahan wajah Minhyuk yang tengah menikmati minumannya di sampingnya.

“Saat Drift kemarin juga aku tak menemukannya, apa ia pulang ke rumah bibinya untuk menemui adiknya? Tak ada kabar sama sekali darinya, setiap aku ke apartmentnya ia selalu tidak ada disana. Aku mencarinya ke toko bunga tempat ia bekerja siang hari, katanya ia sudah mengundurkan diri dan entah pindah kerja kemana”

“Kau tenang saja, Chaerin akan baik-baik saja, kau tahukan dia sekarang menjadi gadis kuat”

“Kenapa dia menghilang tiba-tiba seperti ini?” Tanya Junghyung lagi, kali ini ia menunggu jawaban Minhyuk, karena Junhyung yakin Minhyuk mengetahui alasan dari menghilangnya Chaerin.

“Dia hanya tidak ingin bertemu denganku” Jawab Minhyuk, dugaannya Junhyung benar.

“Kau pasti tahu sesuatu Minhyuk, apa yang terjadi?” Tanya Junhyung mendesak, lama Minhyuk tak menjawab, MInhyuk hanya menatap gelas nya yang tinggal terisi sedikit, Minhyuk mengambil botol minuman lalu menuangkannya lagi kegelasnya, membuat Junhyung tak sabaran. Minhyuk menghela nafas panjang sebelum menegak lagi minumannya.

“Aku dan Chaerin tidur bersama” Kata MInhyuk. Junhyung tercengang.

“Kau gila, Minhyuk!” Junhyung terlihat kaget.

“Bagaimana bisa?”

“Aku mengajak Chaerin ke apartmentku untuk minum dan mengobrol, aku tak menyangka ia mabuk, jadi aku menyuruhnya untuk menginap saja di kamar kosong di apartmentku, tiba-tiba dia menggodaku dan menciumku, dan malam itu Chaerin terlihat sangat cantik, dan ia terus menggodaku, kau tahu kelanjutannya”

“Kadar ke-playboy-an mu sudah mulai melebihi batas”

“Jadi Chaerin menghindar darimu karena ia merasa malu atau tidak enak hati karena sudah tidur denganmu?”

“Ia marah padaku, beberapa setelah kejadian itu aku membawa gadis lain ke apartmentku, kami bermesraah didepan pintu apartmentku tapi kami tidak melakukan apapun di dalam apartmentku, dan aku dengar Chaerin datang mencariku dan ia melihat semua itu. Aku yakin ia merasa marah, Ia pasti berfikir aku menyamakannya dengan gadis-gadis lain yang sering aku kencani. Chaerin pasti kecewa padaku dan akhirnya ia menghilang, ia tidak mau melihatku”

Junhyung menghela nafas panjang, ia tahu betul dibalik citra kuat seorang Chaerin, gadis itu punya hati yang halus dan sensitive. Junhyung bangkit dari duduknya dan menepuk punggung Minhyuk.

“Kau harus bertanggung jawab untuk mencarinya. Temukan dia, dan minta maaf padanya” Junhyung meninggalkan Minhyuk, membiarkan Minhyuk sendiri dengan perasaan bersalah yang semakin menumpuk dihatinya.

 

***

“Bagaimana? Kau sudah menemukan Chaerin? Terakhir aku dengar ia bahkan pindah apartment” Junhyung menyandarkan tubuhnya di sisi mobil mewahnya, ia dan Minhyuk baru saja menyelesaikan balapan liar mereka.

“Aku sudah menyuruh anak buahku mencarinya”

“Hasilnya?”

“Chaerin pindah ke pinggir kota, siang hari ia bekerja disebuah mini market, dan malam harinya ia menjadi DJ di sebuah bar murahan di dekat apartmentnya”

“Bar murahan? Disana pasti banyak laki-laki hidung belang yang mengganggunya”

“Aku sudah mengirimkan anak buahku untuk mengawasinya disana. Kalau-kalau ia diganggu laki-laki hidung belang seperti yang kau khawatirkan terjadi” Junhyung mengangguk.

“Lalu kapan kau akan menemuinya?”

“Aku akan kesana sebentar lagi” Kata Minhyuk

“Bawa dia kembali, dan aku jangan lakukan kesalahan yang sama lagi seperti yang kau lakukan padanya”

“Hmm… aku mengerti” Minhyuk mengangguk. Ia segera masuk ke mobilnya, dan membawanya membelah jalanan sepi kota Seoul menuju pinggiran kota untuk menemui Chaerin.

 

***

Minhyuk melirik layar ponselnya yang menyala, lagi-lagi asisten ayah tirinya menghubunginya. Dengan malas Minhyuk memasag headsetnya.

“Apa kau tidak bisa menunggu besok pagi untuk menghubungiku?” Cecar Minhyuk

“Maaf, tapi ini sesuatu yang mendesak tuan”

“Apa? Katakan”

“Tuan Kim meminta anda datang ke rumahnya sekarang juga”

“Aku sedang ada urusan yang penting. Besok pagi aku akan kesana”

“Tapi Tuan, keadaan Tuan Kim sedang menurun. Ia meminta anda segera kemari, ada hal penting yang ingin beliau sampaikan”

“Ia kurang sehat? Baiklah, 30 menit lagi aku sampai” Minhyuk langsung memutar arah, menginjak pedal gas sedalam yang ia bisa. Ia memang memiliki hubungan yang kurang nyaman dengan Kim Song Il, tapi bagaimanapun hanya Kim Song Il yang ia miliki sekarang, mendengar keadaan Kim Song Il yang memburuk membuat Minhyuk cemas.

 

***

“Aboji” Minhyuk menengokan kepalanya dari balik pintu kamar Kim Song Il.

“Kau datang?” Kim Song Il menegakan duduknya, Minhyuk masuk dan duduk disampingnya, sebuah selang infuse mengalirkan cairan infuse kesalah satu lengan Kim Song Il, Minhyuk juga melihat beberapa botol obat di atas nakas.

“Kata dokter, Aboji sedang banyak pikiran hingga jatuh sakit” Kata Minhyuk dingin, ayah tirinya hanya mengangguk dan sedikit tersenyum.

“Aku tahu sebenarnya kau tidak ingin datang kerumah ini, tapi terima kasih kau sudah mau datang dan menjengukku” Minhyuk tak mengatakan apapun, ia hanya diam memandangi lantai.

Lalu Kim Song Il mengeluakan sesuatu dari balik selimutnya, sebuah kotak kayu kecil.

“Ada yang ingin aku bicarakan, sesuatu yang penting, sesuatu yang menyita pikiranku hingga aku jatuh sakit” Minhyuk menatap kotak itu, baru kali ini ia melihat kotak itu.

“Aku bingung bagaimana mengatakannya padamu, pertama-tama aku harus yakin kau sudah siap dengan ini semua” Minhyuk semakin penasaran.

“Aku menemukan kotak ini diruangan melukis almarhum ibumu, ini untukmu” Song Il menyerahkan kotak itu pada Minhyuk. Minhyuk mengambilnya, ia hendak membukanya.  Minhyuk membukanya, ia menemukan beberapa surat didalamnya dengan amplop yang mulai menguning dimakan waktu. Sebuah amplop paling atas bertuliskan nama Minhyuk, Minhyuk membukanya dan membacanya, Kim Song Il memperhatikan raut wajah Minhyuk yang berubah, Song Il sudah tahu hal seperti ini akan terjadi.

Minhyuk menatap Song Il dengan tatapan yang lebih dingin, tatapan yang mengartikan sebuah kemarahan yang Minhyuk pendam.

“Kenapa aboji baru memberitahuku sekarang?” Minhyuk menahan emosinya mati-matian, Ia merema skertas dalam gengamannya.

“Aku menunggu saat yang tepat, aku tak ingin kau terluka walaupun sepertinya sekarang kau terluka”

“Kenapa aboji tidak pernah memberitahuku kalau ibuku masih mencintai ayah kandungku? Kenapa aboji tidak pernah memberitahuku kalau ibuku berusaha mencari ayah kandungku tapi tidak pernah menemukannya hingga Ibuku meninggal? Kenapa kau merahasiakannya seorang diri?” Geram Minhyuk. Song Il hanya balik memandang Minhyuk, ia tahu apapun yang ia katakana tak akan meredam kemarahan Minhyuk. Tidak mendapat respon dari Song Il, Minhyuk meninggalkan ruangan kamar Song Il, belum Minhyuk melangkah pergi, seorang anak buah Song Il masuk , menundukan kepalanya pada Minhyuk dan menyerahkan sebuah kertas. Minhyuk mengambilnya dengan kasar dan membacanya.

Minhyuk setengah berlari menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah Song Il. Minhyuk masuk kedalam mobilnya. Minhyuk menggengam kemudi mobil dengan kencang, tatapannya ia layangkan pada rumah megah Song Il.

“Ini untukmu, omma…. Aku akan melakukan ini untukmu, Omma” Minhyuk menghidupkan mesin mobilnya dan mobilnya melesat cepat meninggalkan kota Seoul.

-tbc-

 

See you on comment space below, good readers😀

.

 

9 thoughts on “Seoul Night Life [Part 3]

  1. Aigo.. Minhyuk bikin.. errr saya berubah pikiran kalo dia cute.. walaupun ini cuma fiksi, saya jadi takut sama minhyuk *plakk ditunggu ya part 4 nya😀

  2. aku udah baca ff ini dari part 1, dan terus nunggu next part-nya.
    ceritanya bagus eonn, suka sama konsepnya eonni.
    entah ini kritik atau apa, tp di part ini *menurutku* konfliknya kurang greget eon, pdhl part 1-2 konfliknya ckup nguras emosi loh🙂
    oke eonni, di tunggu nexr part-nya ya, semoga semakin seru. fighting!!

  3. terimakasih bacaannya chingu😉
    suka sama permainan karakter minhyuk nya ^^ beda dari biasanya… >,< awwwww *evil smile minhyuk pasti memabukan tuh

    semangat untuk Seoul Night Life part 4 chingu, fighting ^^
    -aku akan setia menunggu- :* {}

  4. MinHyuk unyu” gitu bisa kayak gitu juga yaaaa ke ke ke
    Baby Drummer jadi Playboy berat x_x
    Fiksinya bagus eon, lanjutin part 4nya!!!
    Ditunggu kelanjutan MinHyuk sama Chaerin plus eomma appanya ^-^ hehehe
    Jjang!!!

  5. kakaaaaaa itu part awalnya aja udah kaya gitu *can’t handle this @_@ hahaha
    mingie ternyata “nakal” juga ya hihihihi
    ketemu di part – part selanjutnya😉
    Semangattt😀

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s