Aka-Midori [Chapter 4]

poster akamidori(2)

Title : Aka-Midori (Chapter 4)

Author : Upleize

Genre : Romance, Family, Friendship

Length : Chaptered

Ratings : PG

Cast : Im Yoona, Lee Jonghyun, Jung Yonghwa, Kim Yuna

(You also can find them by your self)

Desclaimer : Original Story, by Author and All Casts are Belong to them self.

Note : Maaf untuk kesalahan penulisan nama cas Kim Yunha pada prev. Chapter. Harusnya Kim Yuna. Warning typo and Happy Reading!

Aka-Midori

 

Marah bercampur sedih menyeruak di dada saat mendengar Ayahnya harus kembali ke Jepang meninggalkan mereka. Saat awal sadar  dari pingsan, Jonghyun sudah sangat bahagia mendapati diri bersama kedua Orang tuanya. Mengira mereka akan terus bersama. Tapi kenyataan pahit yang harus dia terima adalah kedua orang tuanya memang tetap sudah bercerai. Jonghyun sering menangis diam- diam, tertekan dengan keadaan ini. Perasaannya pasca hilang menjadi lebih sensitif dan peka. Terlebih lagi, dia selalu membandingkan suasana hatinya saat di Panti Asuhan bersama Midori dengan perasaan saat kembali ke rumah yang jauh berbeda. Kalau disuruh memilih, lebih baik kembali saja ke Panti Asuhan daripada kembali pulang namun semuanya tidak kembali.

            “Tuan muda, Ayo makan dulu” Jonghyun menggeleng menolak, dan bahkan bisa berlari membanting pintu.

            “Gwenchana” Hanya kata itu yang menguatkan. Kata yang selalu terucap oleh pengasuhnya. Jonghyun memeluk pengasuhnya erat dan kemudian menangis.

            “Aku ingin menemui Yoona, bisakah antar aku kesana?” kata Jonghyun dalam tangisnya.

            “Maafkan Aku, Orang tuamu tidak mengijinkanmu pergi” Semua ini berulang beberapa bulan setelah pulang ke Rumah. Jonghyun tak henti hentinya merengek minta diantar ke Panti Asuhan. Namun usahanya nihil. Dia tidak pernah diijinkan untuk pergi, sampai akhirnya dia melupakan segenap keinginannya itu seiring berjalannya waktu.

*

            “Aka-ssi?” Yoona menatap tajam Jonghyun.

“Im Yoona?” Ucap Jonghyun. Matanya terasa kabur, berkaca.

“Midori” Yoona kemudian menunjuk dirinya sendiri. Persis saat pertama kali nama itu disebutkan keduanya 15 tahun yang lalu.

“Kau ingat aku?”

Jonghyun merentangkan tangan mempermudah Yoona mengakses pelukannya. Yonghwa agak sedikit terkejut. Bagaimana bisa Yoona mengenali pria ini.

“Jonghyun-ah, bogoshippo!”

Yoona bisa merasakan tubuhnya yang kurus ada di dalam dekapan Jonghyun versi dewasa, berbeda jauh dari Jonghyun versi kecil yang dia selamatkan dulu.

“Im Yoona” Jonghyun membelai rambut Yoona di sela sela pelukannya.

“Maaf tadi aku tidak mengenalimu” ucapnya lagi.

“Wae? Apa aku terlalu cantik?”

“Tentu saja, Midori-ku memang selalu cantik”

*

            Jonghyun kembali tersadar, dia begitu merindukan gadis ini. Walau persahabatan mereka sangat singkat, namun Im Yoona meninggalkan kesan kebahagiaan itu selama bertahun-tahun. Harus dia akui, gadis ini selalu membayangi hidupnya beberapa lama, dan semangat untuk bertemu kembali memang selalu ada. Sampai akhirnya semua terkubur sejak Jonghyun bertemu gadis lain, Kim Yuna.

Jonghyun menekan beberapa tombol ponselnya.

“Halo? Yun, Kau dimana?”

“Aku masih di Kelas, nih baru mau keluar!”

“Oh, tunggu Aku disana, hari ini kita makan siang bareng”

“Baiklah, jangan lama lama ya, aku sudah lapar!”

“Sip Lovely…” Klik! Jonghyun kembali tersenyum pada Yoona yang ada di hadapannya. Yonghwa yang duduk di samping Yoona ikut tersenyum.

*

 

Yoona dan Yonghwa duduk di meja restoran, menunggu Jonghyun dan seseorang yang sedang dijemputnya.

“Bisakah ceritakan padaku bagaimana kau mengenalnya?” Yonghwa menjadi penasaran

“Ih, kepo banget sih” Cibir Yoona ketus.

“Sialan Kau!” umpat Yonghwa kesal

“Begitu saja marah!”

“Aku dan dia itu sahabat kecil, sudah 15 tahun kami tidak bertemu”

“Dokter Lee Jonghyun, salah satu orang terbaik yang Korea miliki, tapi sayang dia lebih banyak mengabdi di Jepang”

“Syukurlah, akhirnya kau bisa juga mengakui kehebatan orang lain” Yonghwa menggertakkan giginya saat beradu argument dengan Yoona. Mereka berdua kemudian terdiam, terbenam dalam pikiran masing masing.

“Kalian belum memesan? “ Jonghyun muncul dan langsung duduk di samping Yoona.

“Mana orang yang katanya kau jemput?” Yoona dan Yonghwa tidak melihat seseorang yang Jonghyun jemput.

“Dia lagi ke toilet” Jonghyun menunjuk kea rah toilet

“Oh !” Yoona dan Yonghwa kompak. Jonghyun tertawa melihat keduanya. Yoona dan Yonghwa malah saling melirik sangsi.

“Jadi? Dokter Jung, sudah berapa lama anda mengenali sahabatku yang cantik ini? Apa  kalian, pacaran?” Jonghyun menatap keduanya.

“Tidak!” Jawab keduanya kompak.

“Baguslah, berarti aku ada kesempatan” Jonghyun menggenggam tangan Yoona, dan Yoona? Wajahnya malah memerah. Yonghwa sendiri diam-diam mengamati keduanya.

“Dia bekerja di Rumah sakit yang aku kepalai, sejak setelah lulus” Yonghwa memperjelas hubungannya.

“Wah, anda hebat sekali yah, masih muda sudah jadi direktur!” Puji Jonghyun, Yoona malah mencibir.

“Bukan apa apa kok” Yonghwa bangga

“Choding!” Bisik Yoona

“Apa Kau bilang?”

“Ania…” Yoona menggeleng kemudian tersenyum pada Jonghyun.

“Kalian sepertinya cukup akrab!” Yonghwa mulai tersneyum licik mendengar pernyataan Jonghyun.

“Tentu saja, dia ini kan menyukaiku” Sambar Yonghwa, wajah Yoona langsung memerah.

“Ya! Benarkah? Im Yoona, wae? Kenapa kau menyukainya?” Jonghyun langsung heboh, pura-pura memasang tampang kecewa.

“Tidak mungkin Aku menyukai orang seperti dia.. Jung Yonghwa Kau ini!” Marah Yoona, dia melupakan bahwa Yonghwa adalah Boss-nya.

“Aku kan cuma mengetes, kenapa kau begitu meledak?” Yonghwa menirukan gaya Yoona saat menyebutkan kata itu.

“Hahahahahaha” Jonghyun ikut tertawa menyaksikan tingkah keduanya.

*

            Yuna berjalan mendekati meja Jonghyun. Dia tersenyum melihat Jonghyun tertawa lepas bersama dua orang yang lain.

“Wah! Rame banget nih!” Seru Yuna, ketiga orang langsung menoleh.

“Oh? Kau sudah datang?” Sambut Jonghyun. Mata Yuna menangkap Yonghwa.

“Yonghwa Oppa?” Yonghwa mematung melihat Yuna. Suasana tiba tiba hening. Yuna dan Yonghwa bertatapan begitu lama. Yoona juga ikut melihat Yuna, merasa seperti mengenali gadis itu.

“Kim Yuna?”

“Kalian saling kenal?” Jonghyun tersenyum gembira. Yuna langsung duduk di samping Yonghwa, pasalnya cuma kursi itu yang kosong

“Yuna, ini Midori-ku, nama kalian mirip!”

“Midori? Sainganku?” Yuna kemudian heboh saat melihat Yoona tersenyum di samping Jonghyun.

“Eh? Saingan?” Yoona menjadi heran.

“Aku rasa, aku cemburu padamu. Jonghyun begitu mencintaimu nona Midori” Yuna melirik Jonghyun sinis.

“Eh?” Yoona mulai serius menanggapi perkataan Yuna.

“Jangan dengarkan gadis gila ini, Midori? Perkenalkan ini Kim Yuna. Kekasihku” Jonghyun tersenyum lebar.

“Eh, aku permisi ke Toilet sebentar” Yonghwa berdiri sambil mengancing kancing Jas-nya.

“Oh? Baiklah dokter Jung!”

*

            Yonghwa akhirnya bertemu kembali dengan Kim Yuna, gadis yang selalu dia cintai. Gadis yang membuatnya tidak akan melirik Im Yoona sama sekali. Kenyataan pahit yang harus diterimanya adalah, Yuna sudah menjadi milik orang lain, Lee Jonghyun.

Begitu pulang ke Hotel, Yoona menyadari kediam-an Yonghwa sejak mereka pulang makan siang bersama Jonghyun dan pacarnya. Kim Yuna adalah gadis yang fotonya di ponsel Yonghwa waktu itu. Gadis yang Yonghwa cintai. Gadis yang membuat Yonghwa tak akan menyukai dirinya.

“Hmmmm” Desah Yoona pelan, menengok ke balkon sebelah kamarnya. Yonghwa mungkin di dalam kamar, dan sedang galau. Kasihan juga pikir Yoona.

Yoona jadi ingat, saat masih kecil dulu, dia begitu menyukai Jonghyun sampai sampai berniat menikah. Ternyata Jonghyun sudah punya gadis lain, dan kelihatannya mereka saling mencintai. Yang terpenting dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana keadaan Yonghwa setelah mengetahui hal ini. Apa dia begitu sedih? Oh Baiklah, Im Yoona ternyata masih peduli dengan Jung Yonghwa.

*

            “Midori-mu cantik ya?” Yuna menuang segelas juice kemudian duduk di samping Jonghyun

“Iya, Dia memang cantik sejak kecil” Jonghyun sedang berkutat dengan laptopnya.

“Bagaimana denganku? Apa dia lebih cantik dariku?”

“Tentu saja dia lebih cantik darimu bodoh!” Jonghyun mendorong kepala Yuna

“Kau mulai menyukainya ya?” Umpat Yuna kesal.

“Hahahaha!” Jonghyun tertawa.

“Ah! Kau kenal Jung Yonghwa?” Pertanyaan Jonghyun membuat Yuna merubah ekspresinya menjadi tegang. Yuna tidak menjawab, matanya malah terus di laptop Jonghyun.

“Ya? “ Jonghyun menyikut pinggang Yuna. Yuna kemudian menyandarkan kepalanya di bahu kekar Jonghyun.

“Yonghwa Oppa pria yang kusukai sejak dulu” Jonghyun membulatkan matanya. Kekasihnya ini terlalu jujur. Bagaimana bisa menyebut menyukai pria lain di hadapan kekasih sendiri?

“Ya! Kau tidak merasa malu denganku? Menyebut hal itu?” Jonghyun membuat nada marah. Yuna menatap Jonghyun dari bawah. Yuna duduk tegak dan menghadap Jonghyun, menatapnya dalam dan mengecup pipinya cepat.

“Sekarang aku mencintaimu lah!” Kata Yuna mantap. Jonghyun tersenyum puas mendengar jawaban Yuna. Gadis ini selalu dan selalu bisa membuatnya senang. Yuna sendiri begitu kaget dengan kejadian hari ini. Harusnya dia sudah mengubur Jung Yonghwa sedalam mungkin. Harusnya dia sudah melupakan Jung Yonghwa. Dan hanya memikirkan Lee Jonghyun yang ada di hadapannya.

“Bagaimana denganmu? Kau bahkan menyebut Im Yoona lebih cantik dariku” Protes Yuna.

“Hmm, sudah malam, ayo aku antar kau pulang!” Jonghyun kemudian berdiri mengambil Kunci mobil dan mantel Yuna.

*

 

“Kapan Kau kembali ke Korea?” Jonghyun merangkul Yoona, mereka berjalan beriringan dengan Yonghwa yang tiba tiba menjadi pendiam. Hari ini, Yoona dan Yonghwa harus kembali ke Korea.

“Entahlah, mungkin belum”

“Ah, akhirnya kita bisa bertemu lagi Jonghyun, aku belum percaya ini” Jonghyun menyeringai kecil pada Yoona.

“Jaga dirimu baik-baik”

“Harusnya aku yang bilang begitu, kau ingat dulu? Siapa yang menyelamatkanmu dari sungai?”

“Baiklah, yang menyelamatkanku adalah Im Yoona babo!” Jonghyun tertawa teringat julukan Yoona.

“Kau tidak bisa lihat? Aku jadi dokter sekarang” Yoona membetulkan kerah bajunya.

“Iya, Im Yoona yeppo!”

“Kau ini, selalu berbohong, pacarmu lebih cantik!” Yoona menunjuk Yuna yang berjalan mendekati mereka.

“Jonghyun!” Yuna baru saja datang.

“Oh? Kau datang?” Jonghyun melepaskan rangkulannya.

“Hei, apa apaan kalian? bagaimana kalau aku cemburu?” Gerutu Yuna.

“Hahahaha.. Cemburu? Babo!” Jonghyun mendaratkan Jitakannya pada Yuna. Yoona tertawa.

“Eh? Yonghwa Oppa mana?” Yuna kemudian bertanya tentang Yonghwa, mencari cari sekeliling.

“Ehem” Jonghyun berdehem cemburu. Yuna meliriknya tajam, kemudian menjulurkan lidah.

“Oppa!” Yuna menghampiri Yonghwa yang tampak tenang. Dia duduk meninggalkan Jonghyun dan Yoona yang berdiri.

“Kau benar benar mencintainya ya?” Tanya Yoona. Keduanya memperhatikan Yuna yang aktif berbicara dengan Yonghwa.

“Hehehe,seperti yang Kau lihat? Dia sangat berharga untukku!” Kata Jonghyun pelan. Kemudian keduanya tersenyum. Jonghyun merentangkan tangannya, ingin sekali lagi memeluk Midori-nya.

“Aku akan merindukanmu”

*

            “Dia kelihatannya sangat menyayangimu” Yonghwa dan Yuna duduk berdampingan memperhatikan Yoona dan Jonghyun yang berpelukan.

“Hmmm.. Jonghyun pria yang baik” Yuna mengangguk setuju.

“Er… apa kabarmu?”

“Aku baik, Oppa?”

“Semakin buruk saat tahu, kau sudah bersamanya” wajah Yonghwa terlihat sendu. Yuna sendiri tidak tega menatap Yonghwa.

Keduanya terdiam beberapa saat, terbenam dalam pikiran masing masing. Yonghwa sangat bertahan untuk tidak membendung airmatanya.

“Kuatlah Oppa, lupakan aku!” Yoona berdiri menghadap Yonghwa

“Bagaimana denganmu? Apa kau?”

“Bagaimana denganku? Oppa bisa lihat, aku mencintai Jonghyun, aku bahagia sekarang!” Kata Yuna mantap tanpa keraguan. Rasanya Yonghwa ingin sekali lompat ke Jurang dan mati sia sia. Tak ada yang bisa dilakukannya lagi untuk mempertahankan cintanya yang  sudah bertahun tahun.

“Aku cuma akan membuat hubungan kalian menjadi buruk” Maksud Yuna adalah orang tua Yonghwa. Sejak dulu, kedua orang tua Yonghwa tidak menyukai Yuna karena dia hanya seorang penari kelas bawah. Yonghwa terdiam tidak peduli dengan keadaan sekitar, dia terlalu terluka untuk menanggapi perkataan Yuna.

“Boss, ayo kita pergi, pesawatnya sudah mau berangkat!”

*

            Musim dingin akhirnya berakhir, bunga bunga di taman mulai ramai. Di minggu pagi yang cerah ini enaknya menikmati secangkir kopi dan tiramisu dengan krim yang banyak. Yonghwa menyeruput pelan kopinya sambil membaca Koran. Setidaknya awal musim semi ini bisa dijadikan lembaran barunya. Perlahan dia harus melepas Kim Yuna dari benak dan perasaannya. Memang sulit tapi harus.

“Uisanim….” Yonghwa menoleh, lalu kemudian memasang tampang pura-pura ketus.

“Ngapain kau kemari?” Yonghwa menyerngit, memperhatikan Yoona mendekat lengkap dengan atribut Joggingnya.

“Aku kebetulan sedang lari pagi, jadi mampir sebentar ingin minum jeruk hangat!” Jelas Yoona tanpa ragu dan mengambil daftar menu.

“Kenapa kau duduk denganku?”

“Supaya kau bisa membayar minumanku, Ok?” Gadis itu mengedipkan matanya jahil.

“Yaaaaaa!” Hardik Yonghwa

“Kenapa? Dasar pelit” Yoona malah menantangnya

“Hahahahaha” keduanya tertawa lepas

“Apa yang kau lakukan? Berhenti galau lah!”

“Siapa yang galau?”  Yonghwa pura pura berekspresi

“Kau kan?”

“Hahaha, bagaimana kalau kita ke taman hiburan nanti siang?” ajak Yonghwa, Yoona mengerutkan keningnya

“Tumben mengajakku, kau yang traktir?”

“Memangnya selama ini kau yang mentraktirku? Babo!” Yonghwa menyentil kepalanya.

*

           Alunan musik klasik memenuhi seluruh ruangan latihan tari. Seorang gadis menggeliat senada dengan musiknya. Membuat gerakan gerakan indah dengan hanya berjinjit dengan kakinya. Kadang menggantungkan diri pada tiang tiang kayu dan pegangannya. Bergerak bebas, melompat. Intinya semua gerakan begitu sempurna.

“Aduh!” Yuna menjerit, kakinya terkilir saat jatuh.

“Aigoooo” Jonghyun yang sedaritadi hadir memperhatikannya langsung buru buru membantu.

“Ya? Kau datang? Sejak kapan?” Yuna kaget dirinya sudah ada dalam rangkulan Jonghyun

“Sejak tadi tentu saja, Kau tidak apa apa?”

“Kakiku terlalu sakit”

“Tunggu sebentar, aku ambilkan kompres” Jonghyun segera berlari mencari apa saja yang bisa dia raih asal kaki Yuna terasa lebih baik. Yuna memandangi punggung kekasihnya yang keluar menjauh, Pria itu begitu menyayanginya.

“Mianhe Jonghyun” Gumam Yuna pelan.

Drrttt.. drrrtt… Ponselnya bergetar. Sesaat Yuna memperhatikan layar ponselnya, itu nomor Ibu Jonghyun.

“Yoboseo? Omoni?”

“Yuna-yah!”

Seperti biasa, Ibu Jonghyun akan bertanya tentang kabar anaknya. Asal tahu saja Jonghyun sudah tidak berhubungan dengan orang tuanya sejak dia memutuskan untuk tinggal di Jepang. Bukan dengan Ayahnya melainkan Jonghyun tinggal dengan nenek dan kakeknya. Jonghyun merasa marah pada orang tuanya. Ibunya Boyoung bahkan tak berani menghubunginya, untunglah Yuna selalu menjadi jembatan mereka.

Kali ini Ibu Jonghyun meminta mereka untuk kembali ke Korea, Yuna berjanji kali ini dia akan membujuk Jonghyun sampai berhasil. Setidaknya sebagai kekasih Jonghyun dia harus bisa membuat hubungan antara anak dan orang tua kembali baik.

“Kim Yuna!” Lamunan Yuna buyar saat Jonghyun mulai menyemprotkan pendingin di kakiknya yang terkilir.

“Lebih baik?” Yuna mengangguk.

“Jonghyun? Ada yang ingin aku bicarakan.”

“Apa?”

*

            “Dulu, kami sering kemari berdua” Kata Yonghwa. Yoona menghabiskan gulalinya dalam satu kunyahan

“Siapa?”

“Kim Yuna dan Aku” Yoona berhenti makan sejenak, tak bisa dipungkiri dia masih menyukai pria di sampingnya.

“Lalu? Kau mengajakku kemari untuk mengenang hal itu?” Tanya Yoona agak enggan

“Tidak, bukan begitu!”

“Sudahlah, kalaupun Iya, yasudah!”

“Maafkan aku”

“Untuk apa? Lebih baik kita naik Halilintar saja” Yoona menarik tangan Yonghwa tanpa peduli perkataannya. Hari ini dia harus membuat Yonghwa hilang dari kemurungannya.

*

            “Kau tadi mau bicara apa?” Jonghyun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.

“Ayo kita kembali ke Korea”

“Apa ibuku menelponmu?” Jonghyun langsung tahu.

“Bukan karena ibumu, Aku hanya ingin mengunjungi makam orang tuaku” Yuna terpaksa menggunakan alasan ini. Dia memang seorang yatim piatu. Jonghyun terdiam, berpikir keras. Tidak mungkin dia meninggalkan Kim Yuna pergi ke Korea sendirian.

*

“Im Yoona Uisanim?” Yoona dan beberapa suster yang berjalan dengannya menoleh serempak dan mendapati wajah yang menurut Yoona dibuat-buat Cool Direktur Jung Yonghwa. Mereka kemudian menunduk memberi salam.

“Uisanim, kami duluan ya” perawat-perawat itu berpamitan dan kemudian berbisik. Mungkin membicarakan mereka. Yoona langsung mendekati Yonghwa.

“Wae?”

“Aku antar kau pulang.” Yonghwa langsung menarik tangan Yoona, tanpa pduli dengan pandangan penghuni rumah sakit.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Bisik Yoona panik.

“Diamlah”

Yonghwa mengantar Yoona pulang ke rumahnya. Saat baru sampai, Jungshin baru saja pulang dari membeli minuman.

“Nuna!”

“Eh Jungshin?” Yoona baru turun dari mobil Yonghwa.

“Kau dari mana?” Jungshin memperhatikan Yonghwa, kemudian menunduk.

“Aku beli ini.” Jungshin menunjukkan kantong berisi susu kotak.

“Sudah cuci baju belum?” Yonghwa tertawa mendengar pertanyaan ini. Dia belum beranjak dari sana.

“Sudah, Minhyuk membereskan semuanya.”

“Baguslah, Masuk sana” Perintah Yoona. Jungshin langsung masuk setelah membungkuk ke Yonghwa. Yoona menghadap Yonghwa.

“Adikmu?” Yoona mengangguk.

“Terima kasih Uisanim”

“Baiklah, Aku pergi dulu” Yoona melambai, menunggu hingga mobil Yonghwa menjauh. Tidak bisa dipungkiri. Dia menyukai semua ini. Menyukai keadaan dimana dia dan Yonghwa sudah mulai akrab.

*

            Jonghyun dan Yuna akhirnya berangkat ke Korea juga. Setelah berpikir keras, Jonghyun akhirnya melunak dan kembali ke Korea, sekalian mengambil liburan.

“Jonghyun!” Lee Boyoung menyambut anaknya yang sudah lama tidak dilihatnya. Rasa rindu yang tak tertahankan tumpah begitu saja. Airmatanya tak mampu dibendung lagi. Jonghyun hanya diam membiarkan tubuhnya dipeluk sang ibu. Sebetulnya dia sangat kangen dengan beliau.

“Annyeonghasseyo!” Yuna memberi salam

“Kau pasti Yuna?” Boyoung dengan ramah menyambut mereka.

*

            “Jadi? Ini kamarmu?” Yuna mengintip dan kemudian malangkah masuk ke kamar Jonghyun. Mereka berdiri di balkon kamar Jonghyun memperhatikan hamparan padang rumput yang sering dijadikan tempat bermain golf pribadi Boyoung.

“Kau benar benar anak orang kaya Jonghyun.” Yuna menggandeng tangan Jonghyun.

“Kapan kita ke makam orang tuamu?”

“Kau ingin kembali secepat ini?”

“Kapan kita ke makam mereka?”Jonghyun mengulang pertanyaannya.

“Arasseo, Besok kau antar aku kesana” Yuna hendak berjalan meninggalkan Jonghyun namun tangannya ditahan.

“Kau marah?”

“Tidak. Tentu saja..”

*

            Yonghwa semakin merasa nyaman dengan pertemanannya dengan Yoona, tak ada satu sore yang dia lewatkan untuk tidak pulang bersama.  Tidak peduli seberapa jauh gossip beredar, Yonghwa hanya ingin memperbaiki perasaannya. Setidaknya Im Yoona memang bisa menghiburnya dan membuat semuanya tidak sepi lagi.

“Hari ini kita kemana?”

“Kita naik water taxi? Aku ingin sekali naik water taxi dengan pacarku!” Kata Yoona polos

“Ya? Memangnya aku pacarmu?” Yonghwa mengerutkan keningnya.

“Semua orang bilang begitu!” balas Yoona. Yonghwa hanya tersenyum tipis. Mereka akan ke water taxi di sungai Hanta.

*

            “Malam-malam begini mau kemana?” Boyoung melihat Jonghyun dan Yuna hendak keluar rumah.

“Omoni, kami mau jalan jalan sebentar!” Jelas Yuna pelan.

“Baiklah, Ibu akan minta supir mengantar kalian”

“Tidak perlu, kami bisa pergi sendiri” Jonghyun sangat ketus. Malam ini dia dan Yuna akan berkeliling kota Seoul.

“Hyun, kenapa begitu kasar pada Omoni? “ Jonghyun hanya diam. Moodnya benar benar jelek jika kembali ke rumah.

“Baiklah, Kita kemana? Ke water taxi aja.. dulu aku ingin sekali kesana tapi tak punya uang! Hehehe”

“Oke, kita pergi kesana.”

Jonghyun dan Yuna duduk menikmati Indah sungai Han. Jonghyun merangkul Yuna melindunginya dari terpaan angin malam. Jonghyun melepas jaketnya memakaikan pada Yuna.

“Tunggulah disini, aku akan beli kopi dulu baru kita naik water taxi!” Yuna mengangguk. Jonghyun segera pergi membeli kopi.

*

            “Jung Yonghwa, Aku mau ke toilet dulu” Yoona berlari meninggalkan Yonghwa begitu turun dari water taxi.

“Jangan lama lama kau!” Yoona membentuk jarinya berbentuk ‘Ok’ Yonghwa malah berjalan terus menyusuri setapak sambil memandangi sungai. Langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang duduk disana. Seseorang yang mungkin dia kenali.

“Kim Yuna?” Tegur Yonghwa memastikan. Perasaan seperti tersengat setrum tiba tiba melanda saat gadis yang ditegurnya itu menoleh. Ternyata benar itu Kim Yuna.

“Oppa!” Yuna sama terkejutnya dengan Yonghwa. Pandangan mereka bertemu. Yuna spontan berdiri.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku… Aku… Jonghyun…”

Yonghwa paham dan mengangguk, masih terdiam di tempat. Baiklah dia merindukan pria ini sebesar pria ini merindukannya. Sungguh Yuna tak tahan lagi, sudah cukup sabar dia menahan rasa rindunya saat mereka bertemu di Jepang.  Yuna memeluk Yonghwa erat, dia terisak hebat.

Yonghwa  tidak menolak pelukan Yuna malah membalas pelukan,  sambil mengusap kepalanya.

“Oppa mianhe”

“Tidak, aku yang minta maaf padamu”

“Maafkan aku!” Keduanya terisak hebat.

“Ini semua karena aku hidupmu jadi sulit”

*

            Jonghyun berjalan dengan hati hati, dia membeli sekantung toppokki dan 2 gelas kopi. Pasti akan menyenangkan jika menikmati kopi sambil di water taxi pikirnya. Jonghyun berjalan sambil tersenyum, menanti wajah Yuna kekasihnya.

BRAK!

Kantung toppokki dan gelas kopi jatuh. Tangan Jonghyun rasanya tak mampu lagi menahan beban apapun. Merasa sesak di dada. Antara percaya atau tidak kekasihnya Kim Yuna berpelukan dengan seseorang. Seseorang yang baru Jonghyun kenali beberapa minggu lalu. Direktur Rumah Sakit Jung Yonghwa. Matanya kabur pipinya basah, kakinya kaku tak mampu bergerak, tangannya mengepal begitu kuat. Kim Yuna apa yang kau lakukan? Inikah alasanmu ingin kembali ke Korea? Pikiran Jonghyun mulai kacau, marah, sedih , kecewa, bercampur menjadi satu.

*

            Im Yoona menyaksikan hal yang sama dengan Jonghyun. Dia juga sama terkejutnya, agak kecewa dengan Yonghwa, namun apa boleh buat? Yoona bukan siapa siapa. Dia lebih fokus ke sahabatnya Jonghyun. Dengan sigap dia menarik tangan Jonghyun pergi dari tempat itu.

 

To be continued.

 

Thank you ^^

 

*

 

25 thoughts on “Aka-Midori [Chapter 4]

  1. Huaaaaa…kasihan Jonghyun dan Yoona
    Semoga Yuna dan Yonghwa saling menyadari kl mereka masih cinta dan kembali bersatu biar JH dan Yoona ga tersakiti
    Semoga happy ending for all
    Yuna-Yonghwa dan deerburning couple
    Tq

  2. Trnyata yuna msh suka sama yonghwa , dan mreka pisah karna ortunya yonghwa gaa suka sama yuna ,, kasian jonghyun sama yoona , apa jonghyun bkalan mutusin yuna ? , trus sama yoona deh ,🙂

  3. Akhirnyaaaa…
    publish jg,lumutan thor nunggu’y..over all crta’y keren trs biarkn sj yonghwa sm yuna biar deerburning bs bersatu😄

  4. huaaaaaaaaaaaaaaa………………… kasian JongHyun…..
    cup cup jgan sedih Jjong!!!
    daebak thor, teruskan!!!!!!!!😀
    ditunggu next chapter’y🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s