[Vignette] Curiosity

gimpo-airport-84

 

Curiosity

 

 

By

Quiterie

 

Cast : [CNBLUE] Jonghyun & [SNSD] Yoona || Sub-cast : || Genre : college-life & fluff  || Length : vignette || Rating : Teen|| Disclaimer : the plot is mine

 

 note :

kisah ini adalah remake dari tugas Bahasa Indonesia terkonyol sepanjang masa -menulis cerita berdasarkan teman sekelas. Dan karena teman sekelasku tidak ada yang cukup seru untuk diceritakan (ups) dan tugas ini diberikan ketika sedang minggu sibuk, aku memberimu peringatan kecil bahwa cerita ini sebenarnya tidak layak baca.

Jonghyun menyimpan rahasia kecil sejak tiga bulan terakhir.

Bukan tipikal rahasia yang bisa membuat kehebohan ketika orang lain tahu, hanya saja, Jonghyun merasa ia tidak akan tahan dengan reaksi orang-orang –terutama teman-teman dekatnya –jika mereka sampai tahu soal ini.

Rahasia ini berkaitan dengan Yoona, salah seorang gadis yang merupakan teman sefakultasnya.

Perlu ditegaskan disini, Jonghyun tidak jatuh cinta atau menaksir gadis ini. Jonghyun sudah belasan kali punya pengalaman yang berkaitan dengan taksir-menaksir dan Jonghyun yakin yang ia rasakan pada gadis ini bukan jatuh cinta atau semacamnya. Jonghyun tidak merasakan jantungnya terpental-pental dengan frekuensi kurang ajar ketika Yoona melintas dihadapannya, Jonghyun juga tidak pernah merasa gugup setengah mati jika berinteraksi dengan Yoona –malahan Jonghyun belum pernah benar-benar berinteraksi dengan gadis ini.

Jonghyun hanya selalu merasa penasaran dengan Yoona. Rasa penasaran yang saking akutnya membuat Jonghyun yakin ia pasti akan dikatai penguntit atau mungkin psikopat oleh teman-temannya jika mereka sampai tahu.

Rasa penasarannya akan Yoona tumbuh ketika hari pertama mereka memulai kegiatan perkuliahan sebagai mahasiswa baru tiga bulan lalu. Yoona terlihat mencolok diantara gadis-gadis lain yang menjadi teman sekelas Jonghyun. Bukan karena Yoona mengenakan busana semarak atau dandanannya menor, Yoona malah terkesan sangat biasa dalam berpakaian, hanya saja Yoona seakan memancarkan aura yang misterius sekaligus intimidatif dalam waktu bersamaan, membuat banyak orang segan untuk bertegur sapa dengannya sekaligus membuat Jonghyun yang urat ingin tahunya mudah digelitik mulai penasaran tentangnya.

Sejak saat itulah, Jonghyun memasang matanya untuk mengamati Yoona hingga lambat laun ia hafal diluar kepala detil-detil kecil tentang Yoona.

Mereka punya kelas yang sama empat kali dalam sepekan yaitu senin, selasa, kamis, dan  sabtu. Jonghyun hafal tas yang selalu dikenakan Yoona, yaitu tas ransel bewarna hijau pudar yang entah memang warnanya seperti itu atau warnanya sudah luntur saking tuanya tas tersebut. Jonghyun bahkan hafal pakaian yang biasanya dikenakan Yoona –kemeja over size bewarna navy di hari senin, blus merah jambu di hari selasa, kardigan cokelat susu di hari kamis, dan rok kuning telur di hari jumat.

Jonghyun tahu dimana Yoona tinggal. Gadis itu menyewa kamar yang berada di lantai atas kios fotokopi tempat Jonghyun biasa datang untuk memfotokopi materi atau menjilid tugas. Kondisi tempat tinggal Yoona yang sederhana menjelaskan mengapa gadis itu megenakan busana yang itu-itu saja setiap kuliah.

Jika hasil kuis atau ujian keluar, setelah miliknya sendiri, hasil yang paling ingin ia ketahui diantara puluhan temannya adalah milik Yoona. Sejauh ini, ia bisa menyimpulkan Yoona pintar karena nilainya selalu memuaskan.

Ketika dosen yang super membosankan memberikan kuliah, Jonghyun secara otomatis akan menolehkan kepalanya kearah Yoona. Jika sedang rajin, Yoona bisa jadi satu-satunya mahasiswa yang fokus memperhatikan sepanjang kuliah. Jika sedang malas, Yoona akan menggigiti ujung penanya dengan tatapan kosong. Yoona selalu duduk beberapa bangku didepan Jonghyun, menyebabkan Jonghyun hanya bisa mengamati profil sampingnya saja, tapi Jonghyun berani bertaruh jika Yoona kelihatan menggemaskan ketika sedang menggigiti penanya.

Jonghyun paling menyukai ketika Yoona menggelung rambut ikalnya, gelungan rambutnya terlihat memantul-mantul ketika gadis itu berjalan meninggalkan kelas seusai kuliah. Yoona hampir tidak pernah bicara, karenanya Jonghyun selalu menajamkan telinga jika Yoona mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan dosen. Suaranya tidak nyaring, tapi Jonghyun menyukai cara Yoona memberi tekanan pada tiap kalimat yang ia ucapkan, memberi kesan bahwa dia amat sangat yakin dengan jawabannya.

Jonghyun tahu ini terkesan sedikit menakutkan mengingat bahwa ia bahkan tidak pernah berinteraksi langsung dengan Yoona tapi ia tahu semua detil kecil tentang gadis itu.

Banyak, rinci, dan harus diakui akurat.

Meski begitu, sekali lagi dengan sepenuh hati Jonghyun menegaskan ia tidak jatuh cinta pada Yoona atau menyukai Yoona atau  menaksir Yoona atau apapun istilah yang digunakan untuk menjelaskan ketertarikan dalam konteks asmara.

Jonghyun hanya pemuda dengan rasa ingin tahu besar dan kebetulan penasaran dengan teman sekelasnya yang super pendiam. Ya, sebatas itu. Tidak lebih, dan Jonghyun yakin lambat laun akan berkurang.

Tapi tampaknya Jonghyun harus merevisi pernyataannya sendiri tentang kelakuan semi-psikopat-semi-sintingnya pada Yoona hari itu, hari dimana Tuhan seakan memaksa Jonghyun untuk mengkaji ulang isi hatinya dengan cara membuat Yoona telat datang kuliah.

Perkuliahan sudah berlangsung lima belas menit ketika pintu diketuk dan seluruh kepala yang ada didalam ruangan secara bersamaan menoleh kearah pintu.

Jonghyun, yang asyik melamun sambil mengamati punggung Jungshin yang sedang duduk dibangku yang biasanya diduduki Yoona, kontan ikut menoleh dan secara otomatis kepalanya mencetuskan satu nama tentang seseorang yang sekarang sedang berdiri dibalik pintu.

Yoona.

Ketika kenop pintu ditekan dan daun pintu mengayun terbuka, Jonghyun tidak bisa menahan senyumnya saat kepala dengan rambut tergelung yang sangat familiar menyembul dari balik pintu.

Yoona muncul di ambang pintu lalu dengan kikuk melangkah kearah dosen yang berbaik hati langsung mengijinkan Yoona bergabung.

Saat Yoona pada akhirnya berbalik lalu berjalan ke deretan bangku dengan mata yang mengedar untuk mencari bangku yang masih kosong, jari-jari Jonghyun mulai mengetuk-ngetuk permukaan meja dengan gelisah.

Tempat disampingnya kosong.

Jonghyun tidak bisa menjelaskan mengapa, tapi setengah hatinya berharap bahwa Yoona mempertimbangkan duduk disampingnya.

Ketika mata Yoona terarah kebangku disampingnya, Jonghyun merasakan dorongan untuk menggaruk tengkuknya yang tidak gagal.

Tidak, Jonghyun tidak gugup.

Oke, mungkin sedikit.

Lagipula bisa dibilang wajar mengingat ia bahkan tidak pernah bertegur sapa dengan Yoona.

Pada akhirnya Yoona menghenyakkan diri di bangku disampingnya kemudian mulai menumpukkan dagu diatas lipatan tangannya sambil mendengarkan kuliah.

Ini kali pertama Jonghyun melihat Yoona dalam jarak sedekat ini, dan Jonghyun rasa ia perlu menambah beberapa poin tambahan dalam daftar seribu-satu-detil-kecil-yang-Jonghyun-tahu-tentang-Yoona yang secara tidak sadar tersusun rapi di otaknya.

Pertama, dalam jarak sedekat ini, rambut Yoona terlihat bewarna kemerahan, jenis warna rambut yang timbul karena sering terpapar matahari.

Kedua, ketika tadi mereka bertemu pandang secara tidak sengaja, Jonghyun baru sadar Yoona memiliki mata yang bulat dengan warna bola mata kecoklatan yang mengingatkannya pada karakter utama Puss in Boots.

Ketiga, Yoona memiliki dahi yang bagus, dan bahkan makin bagus jika ia menjepit poninya ke arah belakang. Bukan tipikal dahi favorit orang kebanyakan, tapi menurut Jonghyun bentuknya cantik.

Oke, ini mulai tidak benar.

Dalam kurun delapan belas tahun hidupnya bahkan gadis yang ia sebut cantik tak lebih dari hitungan jari tangan dan kini serta merta Jonghyun menyebut dahi seorang gadis cantik.

HANYA SEPETAK DAHI DAN JONGHYUN BERMURAH HATI MENYEBUTNYA CANTIK.

Ini keterlaluan.

Ini tidak benar.

Jonghyun pasti baru saja mengalami distorsi hingga otaknya mengalami disfungsi seperti ini.

“Maaf,” Yoona menoleh dengan tatapan  tajam, membuat Jonghyun secara otomatis menahan napas. “Tidakkah kau tahu bahwa menatap orang selama bermenit-menit bisa dikategorikan tindakan tidak sopan?”

skak

Jonghyun tidak berlebihan jika mendeskripsikan rasanya seperti disiram air es ketika Yoona menegurnya seperti itu.

Yoona menghela napas kesal kemudian memalingkan muka dengan congkak, kembali memfokuskan perhatiannya pada papan tulis yang kini dipenuhi tulisan dari dosennya.

Jonghyun bisa merasakan wajahnya kini memanas, untuk alasan yang bahkan tidak ia ketahui pasti.

Entah karena ia tertangkap basah memelototi seseorang dengan ekspresi yang Jonghyun yakin sama sekali tidak ada keren-kerennya.

Entah karena ia merasa harga dirinya sedikit tersentil karena ia bahkan tidak bisa mendebat teguran seorang gadis.

Atau mungkin . . .

Jonghyun mau tidak mau harus berhenti menyangkal perasaannya sendiri Yoona mengklarifikasi banyak hal.

Satu, Yoona cantik. Bukan hanya dahinya saja, tapi semuanya.

Dua, meski sedikit memalukan, Jonghyun menyukai cara Yoona memperingatkannya. Tidak ada yang lebih keren dari gadis yang bisa terlihat begitu intimidatif hanya dengan satu kalimat.

Tiga, tampaknya Jonghyun harus menaikkan status perasaannya. Dari sekedar rasa-penasaran-stadium-lanjut ke jenis perasaan bertitel,

Jatuh cinta.

 

fin

 

Quiterie’s podium :

Oke, jika kalian membaca The Peck yang bahkan baru kupublish kemarin, aku sudah menyatakan disana bahwa aku akan hiatus. Tapi, ya, aku datang kembali untuk memposting ini. Semoga cerita ini bisa kalian nikmati meski sederhana sekali. Oh ya, seperti yang kubilang diatas, cerita ini berdasarkan dua orang teman sekelasku yang merupakan teman satu kelompok musik tahun ajaran lalu. promosi dikit, kami membuat sebuah lagu beberapa bulan lalu. Silakan download disini, lagunya cukup asik lho untuk didengarkan ;;

Sekian out of topic-nya, mind to review?

15 thoughts on “[Vignette] Curiosity

  1. “Jonghyun tidak merasakan jantungnya terpental-pental dengan frekuensi kurang ajar ketika Yoona melintas dihadapannya”
    “Entah karena ia tertangkap basah memelototi seseorang dengan ekspresi yang Jonghyun yakin sama sekali tidak ada keren-kerennya.”

    Ngakak baca kalimat ini, udah nahan pipi sampai menggelembung kayak balon, tapi akhirnya senyum dan ketawa juga.. Jonghyun koplak nih ah, bikin malu aja didepan cewek *plakk
    Keren thor >_<😀

  2. Annyeong athornim… Salam kenal, sebenernya udah baca karnyamu dari lama, tp karena di hp tiap mo komen hp lgsg ngehang. makanya maafkan bru komen sekarang… Semoga sukses ma dunia nyatanya#krn menurutku kl udah imajinasi bikin ff itu brati kita sdg di negeri dongeng… Aku harap besok2 lebih banyak bikin ff lagi… Gomawo buat ffnya yg seru2 n kece2 authornim…

  3. wah sebelum ny saya mau ngucapin terima kasih buat Author karna sudah bikin karya semanis ini..apa lagi dngan cast DeerBurning..
    Jalan cerita dan penggunaan bahasa ny aku suka bnget,ringan..dan bikin senyum2 terus..
    Aku jadi ngefans sama kamu Chingu..karya mu selalu bagus-bagus,sayang ny saya baru masuk Blog ini baru2,jadi ff yg dulu belum saya baca,😛 dan hanya yang cast ny DeerBurning saja yg saya baca.. Di Read Fanfiction juga tuh haha.,
    Oh..koment saya mulai melantur.,hm inti ny saya suka Vignette ny.. Tetap berkarya..Keep Writing and Fighting!! ^^

  4. Woooowww… Ini keren bgt lho chingu…
    As usual, aku selalu suka penggunaan tata bahasa km yg bnr2 keren itu
    Ceritanya ringan tp manis bgt *sepertinya saya butuh suntik insulin
    Penggambaran tokoh jonghyun juga menarik dan lucu.
    I love your story. Ditunggu karyamu yg lain dear… :))

  5. wahhh,,,,cerita x kok hmpir mirip dg yg gue alami’n ya ??? Kekekeke
    iya thor
    Dulu wkt gue sekolah, selain nilai sendiri, nilai yg paling ingin gue ketahui ya nilai x cewe yg gue taksir,,,,sampai2 klo dia ngga bs masuk sekolah rasa x ngga semangat gitu !!!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s