Choose (I Can’t)

Choose (I can’t)

 

 

Author : Cho Min Young

Tittle : Choose (I Can’t)

Main Cast :

-Lee Jonghyun

-Jung Hyeri (OC)

-Lee Jungshin

Genre : Romance(?), Hurt

Rating : PG

Age : 13+

Length : Chapter

Note :

Saya kembali dengan part 2 nya dari ff sebelumnya ‘Choose (You or.. Her?)’ saya mohon dengan sangat untuk para readers agar memberi comment karena comment dari kalian bisa memberikan motivasi untuk saya. Mungkin yang part 3 nya akan lama publish karena berbagai macam halangan. Oke sekian, happy reading ^^

 

 

 

Previous Part:

“Lee Jonghyun aku ingin melakukan perjanjian denganmu” “Nuguseyo?”“Lee Jungshin dongsaengmu yang tercinta.. hahahaha apa kau masih mengenal suara yeoja ini? Jonghyun Oppa..” “Hyejin? Jung Hyejin?” “Ya itu Hyejin..Jung Hyejin tunanganmu yang menghilang itu”“Apa yang kau lakukan terhadapnya Jungshin-a?”

“Eits.. Tenang dulu Jonghyun-ssi atau Jonghyun hyung? hahahaha.. mari kita buat persetujuan terlebih dahulu hyungku yang tampan” “Apa itu?” “Aku mau yeoja itu..” “Nugu?” “Jung Hyeri yeoja yang sedang bersamamu itu” “A..apa..maksudmu Jungshin-a?”“Aku membutuhkannya hyung.. aku akan mengembalikan Hyejin kepadamu tapi..” “Kau harus memberikan Hyeri kepadaku otte hyung?”

 

***Second Story***

[Lee Jonghyun POV]

Aku menatapnya sendu-Hyeri- aku bingung harus memilih siapa?. Dia berjalan mendekat kearahku saat aku baru saja memutuskan sambungan telepon. “Nugundae?” ujarnya, aku tersenyum miris sambil menggeleng lalu berjalan pergi meninggalkannya.

Kukendarakan mobilku dengan kencang menembus dingin malamnya Seoul, “Brengsek kau Jungshin-ssi..” geramku sambil memukul setirku. Kuberhentikan mobilku ke pinggir jalan, lalu menaruh kepalaku di setir “Kenapa harus seperti ini?” lirihku.

Kuambil mobile phone-ku yang berada di jok sebelahku, kutekan nomor orang yang baru saja meneleponku lalu menekan tombol hijau. Aku sudah memiliki keputusan. “Yeoboseyo nae Hyung.. kau sudah memiliki keputusan? Ternyata mudah sekali kau membuat keputusan yang berat” ejeknya, “Diam kau!! Hah.. baiklah sesuai perkataanmu aku memang sudah memiliki keputusan aku akan memilih….”

 

***

“Hyeri-a.. kajja!!” kataku sambil berjalan kearahnya, dia menatapku bingung tentu saja bingung pagi-pagi seperti ini aku mengajaknya keluar. “Eodi??” “Ikut saja denganku” aku berjalan mendahaluinya dan walaupun dia masih bingung dia tetap berjalan mengikutiku.

Dia berlari kecil lalu menggapai tangan kananku, aku yang melihat tangannya hanya dapat menunjukkan senyuman miris. Aku terus berjalan sampai aku melihat seorang namja sedang bersender di mobilnya.

Hyeri melepas genggaman tangannya. Aku menengok dan kulihat dia menatapku takut sambil menggelengkan kepala “Oppa.. a..pa yang kau lakukan?” lirihnya dengan mata berkaca-kaca sambil mencoba menarik tanganku. Kuperhatikan tanganku yang di pegangnya ‘apa aku bisa merasakan kehangatan tangan ini lagi?’.

Aku menengok kearah namja gila yang berstatus dongsaengku itu. Kulihat dia sedang berdiri dengan seorang yeoja yang selama ini kurindukan aku melihat yeoja itu tersenyum lalu melambai kearahku.

Aku kembali melihat kearah Hyeri kulihat air matanya menetes. Aku melihat kearah tangannya lagi lalu dengan sedikit demi sedikit kulepaskan genggamannya yang berada di tanganku “Oppa.. hajima” lirihnya lagi dengan air mata yang terus berjatuhan membasahi pipi putihnya.

Aku berusaha agar aku tidak mengganti keputusanku, aku mencoba menunjukkan senyuman sinisku. Lalu berjalan pergi meninggalkan dirinya yang mematung, aku meraih pinggang tunanganku-Hyejin-.

Di saat itulah Jungshin tersenyum kemenangan lalu menarik tangan Hyeri kedalam mobilnya dengan paksa. Aku terus berjalan tanpa ingin melihat kebelakang menuju rumahku.

“Oppa hajima!! OPPA!!” teriak Hyeri ‘tes’ dalam seketika air mata menetes membasahi pipiku ‘Mianhae Hyeri-a..’. Aku menengok sedikit kebelakang kulihat Hyeri sedang berusaha lari dari Jungshin, tapi Jungshin memegang tangannya kuat dan dalam seketika juga Jungshin mencium bibir Hyeri.

Aku berhenti berjalan  memperhatikan yeoja yang kucintai sedang di cium oleh dongsaengku sendiri. Sakit. Itulah yang kurasakan sekarang, pasti kalian bingung kenapa aku lebih memilih tunanganku yang sudah tidak terlalu kucintai lagi dari pada Hyeri yeoja yang mulai mengisi kehidupanku dengan senyumannya. ‘aku juga bingung atas keputusanku ini’

***

“Oppa aku lapar!!” rengek Hyejin yang sekarang sedang berdiri di samping meja kerjaku, aku melihat kearahnya tersenyum (terpaksa) “Bisakah kau masak sendiri? Aku sedang ada tugas Jin-a” dia cemberut lalu berjalan pergi meninggalkanku dengan langkah yang di hentakkannya.

Aku menghela nafas berat lalu melirik kearah TV yang sedang dalam keadaan mati lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum miris mengingat hari-hari yang kulalui bersamanya-Hyeri-. “Jika dia ada disini pasti sekarang dia sedang tertawa senang menonton drama favorit-nya” batinku. Sakit. Rasanya sakit di hatiku, kemarin saat aku mengambil keputusan aku merasa inilah keputusan yang terbaik tapi setelah aku mengalaminya rasanya berat sekali tidak ada dirinya di sisiku.

Tapi sampai saat ini aku masih bingung kenapa Jungshin ingin mengambil Hyeri dariku? Bukankah dia sudah senang dengan adanya Hyejin di sisinya? Kenapa dia harus merenggut kesenanganku?.

Kubuka laptop-ku mencari informasi tentang Hyeri. Aku tercengang saat melihat bahwa Hyeri adalah anak bungsu dari pengusaha Jung, dan yang membuatku tambah bingung di tulis di artikel tersebut bahwa Jung Hyeri memiliki saudara kembar yang menghilang sejak Hyeri masih berumur 1 tahun.

Tapi kalau di pikir-pikir muka Hyeri dan Hyejin memiliki kemiripan fisik hanya saja Hyejin memiliki wajah yang dewasa sedangkan Hyeri dia memiliki wajah yang lebih imut layaknya anak kecil

Kubaca terus artikel tersebut sampai menemukan sebuah fakta ‘Jung Hyeri melarikan diri dari pertunangannya dengan keluarga Lee’. “Pertunangan? Keluarga Lee?” batinku, “Lee Jungshin?” batinku lagi, apa eomma dan appa yang memutuskan semua ini? Kenapa dia tidak membicarakan denganku terlebih dahulu?

Aku mengambil mobile phone-ku lalu menekan speed dial. “Yeoboseyo eomma” “O Jonghyun-a.. Wae geurae? Apa ada masalah dengan pekerjaanmu?” tanyanya dari seberang sana terdengar sekali nadanya yang khawatir “Aniyo eomma.. keundae.. ada yang ingin kutanyakan”

“Mwoji?” aku menghela nafas berat lalu menjawab “Apa Jungshin sudah bertunangan?” selama beberapa saat tidak ada jawaban dari ujung sana tapi akhirnya terdengar suara eommaku lagi “Ne.. dia sudah di tunangkan dengan anak dari teman bisnis Appa-mu keluarga Jung” ‘DEG’ dugaanku tepat, dongsaengku memang di tunangkan dengannya.

“Kenapa eomma tidak membicarakannya denganku terlebih dahulu?” ujarku dengan nada suara yang sedikit kesal “Mianhae Jonghyun-a setiap eomma ingin memberitahumu, Jungshin selalu mengatakan kalau kau juga akan tahu sedikit demi sedikit” aku menggertakkan gigiku ‘jadi ini ulahmu Jungshin-ssi?’ .

“Arasseo eomma..besok aku akan datang mengunjungimu, eo?” “Arasseo.. jaga kesehatanmu Jonghyun-a” aku tersenyum yang aku tahu eomma juga pasti tidak akan melihat senyumanku “Ne eomma aku tutup eo?” “Ehm..” kututup sambungan teleponku.

“Oppa kubawakan kimbap untukmu!! Eo.. kau habis menelepon siapa Oppa?” tanya Hyejin sambil berjalan kearahku, kuangkat kepalaku lalu tersenyum “Eomma..ehm..Jin-a” dia menengok kearahku lalu memasang muka bertanya “Nde??”.

“Besok aku akan ke rumah eomma.. bisakah kau di rumah saja menjaga rumah? Karena aku memiliki urusan penting dengan eomma, otte?” dia menghela nafas berat lalu memanyunkan bibirnya “Aku ingin ikut Oppa.. sudah lama aku tidak bertemu dengan eommonim” rengeknya sambil menarik-narik tanganku manja.

“Andwae.. kau harus tetap disini eo? Nanti kapan-kapan akan kuajak kamu menemui eomma lagi.. jebal Jin-a” mohonku, dia hanya cemberut dan akhirnya mengangguk mengerti. “Arasseo, igeo.. makanlah” dia menyodorkan piring  plastik kehadapanku, lalu berlalu pergi menuju taman belakang dengan langkah yang di hentakkannya.

Aku berjalan mengikutinya sambil membawa piring plastik yang berisikan kimbap tersebut. “Makan bersama eo?” aku menyodorkan sepotong kimbap ke depan mulutnya. Dia membuang mukanya sambil cemberut “Shireo!!” aku menghela nafas (lagi), mungkin inilah yang tidak kusukai dari Hyejin. Dia terlalu manja.

“Jin-ah jangan marah, hanya besok saja ehm? Selanjutnya jika aku ingin ke rumah eomma aku akan mengajakmu” dia menengok kearahku dengan tampang cemberutnya “Arasseo.. Yaksok” dia menyodorkan kelingking kirinya.

“Jika kau sedang ada masalah ceritakanlah padaku, eo?”  “Yaksok?” “Yaksok” sekelebat memori tentang Hyeri terulang jelas di otakku. Kupandangi kelingking Hyejin sedih. ‘Kenapa aku harus mengingatnya lagi?’ tak terasa aku membuang mukaku ke kiri agar Hyejin tidak melihat mataku yang mulai berair.

Aku berdiri dari duduk lalu beranjak pergi dari Hyejin. “Oppa!! Jonghyun Oppa” teriak Hyejin yang tidak kuhiraukan. Aku berjalan cepat menuju kamarku lalu menguncinya. ‘Dok..Dok..’ “Oppa wae geurae?” teriak Hyejin sambil memukul pintu kamarku. ‘Mianhae Jin-ah.. aku tidak bisa melupakannya’.

-o0o-

Aku berjalan memasuki rumah yang sangat kurindukan ini. “EOMMA!!” teriakku mencari sosok wanita yang kurindukan. “O Jonghyun-a wasseo” kata eomma sambil berjalan mendekat kearahku, di peluknya tubuhku melepas rindu. “Eomma bogoshipoyo” ucapku manja, eomma menghusap punggungku lembut “Nado..”.

“O Jonghyun hyung sejak kapan kau disini?” tanya seseorang yang suaranya sudah kukenal. Jungshin. Aku melepas pelukanku lalu menatapnya sinis, tatapanku di balasnya dengan senyuman meremehkan. “Kenapa kau tidak bilang denganku kalau kau ingin datang kesini HYUNG?” tanyanya dengan penekanan di kata ‘Hyung’.

Dia berjalan turun menuruni anak tangga setapak demi setapak lalu berjalan mendekat kearahku lalu memeluk tubuhku. “Bogoshipoyo HYUNG” bisiknya di telingaku dengan suara yang menurutku menyeramkan. Aku hanya diam tidak menjawabnya.

“Tenang saja Hyung dia aman bersamaku” lirihnya di telinga kananku kugertakkan gigiku menahan emosi. “Awas saja kau Lee Jungshin sampai kau menyakitinya aku tak segan-segan untuk menghambilnya kembali” ujarku geram di telinganya, dia tertawa evil lalu menjawab “Aku tidak mungkin mau memberikannya padamu Hyung camkan itu”. Dia melepas pelukannya lalu menatapku sinis.

“Jungshin-a.. Jonghyun-a kajja kita makan bersama” ujar eomma menghilangkan kecanggungan antara aku dengan Jungshin. “Arasseo eomma.. kajja Hyung” ujar Jungshin dengan senyum palsu di bibirnya.

“Jungshin-a bukankah hari ini Hyeri akan datang kesini?” tanya eomma, yang sontak membuatku terbatuk “Uhuk..Uhuk..” kuambil air putih yang berada di sebelah piringku lalu meneguknya habis.

“Ne eomma sebentar lagi dia akan datang..” ujarnya sambil menatapku tajam. ‘ting..tong’ bunyi bel menggema di ruangan ini. “Sepertinya itu dia aku akan membukakan pintu” ujar Jungshin sambil berlalu dari hadapanku dan eomma. Aku menatap makanan yang berada di hadapanku tidak nafsu. Entah karena apa setelah aku mendengar bel berbunyi rasanya aku menjadi tidak nafsu makan.

“OMO Hyeri-ya” girang eomma sambil berjalan menuju yeoja yang baru saja keperhatikan, Hyeri tersenyum sekilas lalu tanpa tidak di sengaja tatapannya beradu pandang denganku. Dan dengan segera dia alihkan pandangannya kembali ke eomma “Ne eommonim..” dia tersenyum lagi tapi senyumannya berbeda dengan yang tadi (senyum terpaksa).

“Hyeri-ya kajja kita makan bersama” ajak eomma sambil menggandeng tangan Hyeri menuju meja makan. Dia duduk di hadapanku bersebelahan dengan Jungshin sedangkan aku bersebelahan dengan eomma. Selama acara makan berlangsung aku hanya menundukkan kepala tidak berani melihat kearahnya.

“Hyeri-ya perkenalkan ini Hyung-nya Jungshin, Lee Jonghyun..” ujar eomma memperkenalkanku aku menatap Hyeri lalu membungkukkan badanku sedikit tanda hormat. “Dan Jonghyun inilah calon adik iparmu, otte?” tanya eomma kearahku. Aku yang kaget dengan pertanyaan eomma langsung menatap eomma “Eo..ne..ye..ppo” ujarku tergagap lalu kembali menatap makananku.

Aku rasa Jungshin sedang tertawa terbahak-bahak di hatinya melihatku sengsara, bukankah dia selalu senang kalau aku ‘Hyung’-nya dalam masalah? “Eomma aku akan ke taman belakang terlebih dahulu” ujarku sambil berdiri lalu berjalan meninggalkan mereka.

Aku duduk di pinggir kolam renang menatap air yang berada di hadapanku nanar ‘apa rasanya menyakitkan seperti ini?’ . “Well..well..well, hyungku yang tampan ini ternyata kalah dengan dongsaengnya sendiri hahahaha.. karena memang kau hanyalah namja pecundang” desis Jungshin tajam yang entah kapan dia sudah berada di belakangku

Aku berdiri lalu berjalan mendekat kearahnya “Lee Jungshin kembalikan semua kebahagiaanku” geramku, dia tertawa sebentar lalu menjawab dengan penuh penekanan “Aku senang melihatmu seperti ini Hyung.. rasanya sakit yang dulu kurasakan lenyap seketika jika melihatmu menderita” ujarnya.

“Memangnya apa yang kulakukan terhadapmu, hah?” ujarku kesal dengan suara yang mulai ku keraskan “Hahahaha, kau melupakannya hyung? Selama ini yang bahagia hanyalah kau Hyung…” ucapnya gantung “Setiap aku memilki yeojachingu baru dan saat aku memperkenalkannya padamu mereka semua langsung jatuh cinta denganmu” lanjutnya

“Sakit Hyung.. aku merasa sakit setiap yeoja yang berpacaran denganku hanya ingin mendekatimu saja dan inilah balasannya hyung aku ingin membuatmu sakit seperti yang dulu kurasakan, gimana hyung pasti sakit kan saat melihat semua yeojachingumu kuambil hahahaha.. dan sekarang aku tidak akan pernah melepaskan Hyeri lagi kepadamu karena aku ingin menyiksanya agar kau tambah menderita hyung..” desisnya tajam dan diakhiri dengan tertawa.

Kupegang kerah bajunya “Jangan pernah kau melukainya sedikitpun walaupun hanya goresan saja kau akan langsung bermasalah denganku” geramku, dia tertawa lalu menantangku “Pukul aku hyung jika kau berani.. karena selama aku bersamanya aku akan membuatnya menderita” ‘BUGH’ kutinju wajahnya hingga tubuhnya jatuh tersungkur.

Saat hendak ingin memukulnya lagi ada sebuah tangan yang memegang lengan kananku “Geumanhae Lee Jonghyun-ssi” geram Hyeri dengan mata penuh amarah. “Wae?? Dia berhak mendapatkan ini” jawabku dan ‘Plaak!’ sebuah tamparan mendarat di pipiku “Jangan pernah kau melukai TUNANGAN-ku” ujarnya dengan penekanan di kata ‘tunangan’

Dia berlutut lalu membantu Jungshin berdiri, Hyeri menatapku sengit “Ingat itu Lee Jonghyun” dia hendak berlalu dari hadapanku dengan tangan kananya yang menggandeng Jungshin. Aku mencengkram lengan kirinya “Jangan ikut dengan ba*ingan ini” ujarku sambil menunjuk Jungshin yang sedang menatapku tajam

“Wae? Apa aku harus ikut denganmu lagi? Apa aku harus ikut dengan permainanmu lagi Lee JONGHYUN-ssi?” ujarnya tajam dengan air mata yang menetes. Bungkam. Aku terdiam menatapnya “Mian aku tidak akan tertipu denganmu lagi dan.. ah.. satu lagi”

Dia menatapku dengan matanya yang memerah lalu melanjutkan perkataanya “AKU..SANGAT..SANGAT..MEM..BEN..CI..MU”. ‘DEG’ “Hyeri-ya kau membenciku? Yeoja yang ku cintai membenciku?” batinku, aku terdiam di tempatku sedangkan dia sudah pergi dengan tangannya yang menggandeng Jungshin.

[Lee Jonghyun POV end]

In The Other Side..

[Normal POV]

Setelah Hyeri membantu Jungshin masuk kedalam rumah Hyeri langsung berpamitan ke Jungshin eomma dan ke Jungshinnya sendiri. ‘BUK’ di tutupnya pintu mobilnya keras dan di saat itulah air matanya kembali keluar “Mianhae Hyun Oppa jeongmal mianhae..” diperhatikannya tangan kanannya yang tadi digunakan untuk menampar Jonghyun

“Oppa mian..mian.. aku melakukan ini semua agar kau membenciku” ditaruhnya kepalanya di atas setir mobil “Kenapa bisa sesakit ini?” lirihnya.

*To Be Continued*

 

 

 

3 thoughts on “Choose (I Can’t)

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s