Crush [Part 5]

crush cover

Judul: Crush – part 5

Author: emotionalangel4

Rating: PG-15

Genre: Romance, Angst, AU

Lenght: Chaptered

Main Cast:

Lee Jonghyun CN Blue sebagai Lee Jonghyun

Im Yoona SNSD sebagai Im Yoona

Other Cast:

Tiffany Hwang SNSD sebagai Tiffany

Jessica Jung SNSD sebagai Jessica

Kim Taeyeon SNSD sebagai Kim Taeyeon

Choi Siwon Super Junior sebagai Choi Siwon

Kim Ahjuma (OCs)

Disclaimer: The story is pure from my imagination. FF ini sebelumnya sudah pernah di post di blog pribadiku. Namun versi ini sudah diedit dan diberi sedikit perbaikan.

Prolog –  Part 1Part 2Part 3Part 4

Keesokkan hari @ Amore Cafe

“Yoon-ah, tolong bawakan pesanan ini ke meja nomor 9” teriak Kim Ahjuma dari dalam pantry.

“Neeee…” sahut Yoona penuh semangat.

Lagi-lagi Yoona tersenyum. Entah sudah berapa kali Yoona mengkontraksikan otot-otot wajahnya semenjak pagi tadi. Mungkin jika ada seseorang yang sedari tadi memperhatikannya, pasti sudah mengira Yoona memiliki kelainan psikologis karena tersenyum tanpa alasan. Namun Yoona tidak peduli. Ia juga tidak mencoba untuk menutupi kebahagiaan yang ia rasakan hari ini. Kejadian tadi malam masih sangat berefek padanya sampai detik ini. Kejadian dimana Lee Jonghyun –si lelaki dingin- mengantarkan Yoona pulang dan mengkhawatirkannya. Sederhana memang. Bahkan mungkin bagi sebagian besar orang itu bukanlah moment yang berharga. Namun bagi Yoona, itu merupakan peristiwa penting dan termanis dalam hidupnya.

“Ini pesanan anda, Tuan. Satu porsi Fettucini Alfredo dan satu porsi Lasagna dengan Roasted Eggplant. Selamat dinikmati” ucap Yoona sopan kepada pelanggan.

Setelah menghidangkan pesanan pelanggan, Yoonapun berjalan kembali ke pantry untuk menghidangkan pesanan dari pelanggan yang lain. Yoona dapat melihat Jonghyun yang tengah sibuk dengan pekerjaannya di meja kasir. Melihat wajah Jonghyun yang sedang berkonsentrasi seperti itu, membuat Yoona kembali tersenyum. Ah… Sepertinya makin lama otak Yoona semakin teracuni oleh lelaki itu.

“Ya! Im Yoona!! Kau seperti orang aneh dari tadi pagi”. Suara tinggi Taeyeon membuyarkan lamunan Yoona dari wajah sempurna lelaki di meja kasir itu.

“Tsk! Waeyo? Memangnya ada yang aneh dengan ku?” gerutu Yoona kepada Taeyeon. Sedikit gugup kalau-kalau Taeyeon memergokinya tengah mengamati Jonghyun.

“Igo Moya???” Taeyeon mencubit kedua pipi Yoona sehingga sudut-sudut bibir Yoona terangkat ke atas.

“Appo!!” rengek Yoona sambil menepis kedua tangan Taeyeon dari pipinya kemudian mengusap pipinya pelan.

“Kau tau? Wajah mu dari pagi tadi aneh sekali. Kedua pipimu terus saja terangkat ke atas dan membengkak seperti Spongebob. Apa kau tidak lelah?”

“Ani” ucap Yoona sembari kembali tersenyum.

“Igo Igo Igo. Aih… Cinca” Taeyeon memandang Yoona aneh sambil menunjuk-nunjuk wajah Yoona.

“Eonni, aku sedang bahagia. Jadi jangan rusak suasa hatiku. Oke?” Yoona memberikan kedipan nakal kepada Taeyeon. Taeyeon yang melihatnya segera berbalik dan melangkah menjauh. Sedikit merinding melihat tingkah aneh Yoona.

“Ahjuma, pesanan di meja nomor 2 sudah siap?” tanya Yoona kepada Kim ahjuma sesampainya di pantry.

“3 menit lagi siap. Tunggu sebentar”

“Ne”

Sembari menunggu pesanan matang, Yoona menyibukkan diri dengan melipat serbet makan di meja di dekat pantry. Tiba-tiba Jessica datang mendekati Yoona.

“Yoon-ah… Ada berita besar!!” ucap Jessica dengan gaya hebohnya. Wajahnya terlihat menggebu-gebu seakan ingin segera meledakkan berita yang baru saja ia dapatkan.

“Waeyo, eonni?” gumam Yoona setengah menanggapi sambil terus melipat tumpukan serbet di depannya. Tidak terlalu antusias. Ia tahu Jessica memang agak berlebihan untuk masalah gosip.

“Ah… Aku bingung harus menjelaskannya dari mana. Kau ikut aku sekarang. Ppali…”  Jessica segera menyeret Yoona tanpa memberikan kesempatan kepada Yoona untuk menolaknya.

Jessica melepaskan genggaman tangannya dengan Yoona begitu mereka sampai di pintu belakang cafe yang mengarah ke taman belakang. Dan dalam hitungan detik, pandangan Yoona terpaku pada adegan itu. Di sana, beberapa meter di depannya, berdiri dua sosok manusia yang tengah berpelukkan. Yoona memang tidak mengenal gadis bertubuh ramping yang sempurna itu, namun Yoona mengenal betul sosok manusia yang tengah berdiri tegap membelakanginya. Yoona begitu mengenal punggung itu, rambut itu, dan postur tubuh itu. Lee Jonghyun. Lelaki itu saat ini, di depan mata Yoona, tengah berpelukan -ah, bukan- lebih tepatnya, tengah dipeluk oleh sosok gadis asing yang belum pernah Yoona liat sebelumnya. Yoona mencoba memfokuskan lagi pandangan matanya, jikalau apa yang baru saja dilihatnya itu keliru. Namun tidak. Yoona yakin lelaki itu adalah Lee Jonghyun.

-ooo-

“Nomu Bogosipposho, oppa” ucap gadis yang tegah memeluk Jonghyun saat ini.

Jonghyun dapat merasakan gadis ini mengeratkan pelukan pada pinggangnya dan membenamkan seluruh wajahnya di dada Jonghyun. Wangi shampo dari rambut gadis di depannya ini menyeruak memenuhi indra penciuman Jonghyun. Ia masih menggunakan shampo yang sama seperti waktu itu, shampo beraroma strawberry yang Jonghyun rekomendasikan untuknya dulu. Dan lihat, bahkan ia masih memakai kalung berbandul bintang itu. Kalung yang Jonghyun hadiahkan kepadanya di hari sepesial mereka yang pertama. Bahkan ia masih menggunakan model rambut yang Jonghyun sukai. Model rambut hitam lurus panjang dengan poni di depannya, padahal Jonghyun tahu betul bahwa rambut gadis ini berwarna coklat dan berbentuk ikal bergelombang. Semua ini sukses mengingatkan Jonghyun kembali akan masa-masa dulu.

“Hentikan, Fanny-ah” Jonghyun melepaskan pelukan gadis itu. “Kenapa kau bisa ada disini?” tanya Jonghyun ketika Tiffany –nama gadis itu- telah lepas dari pelukannya.

“Aku mencarimu” Tiffany menatap dalam mata lelaki di hadapannya itu. Rasa rindunya pada lelaki itu begitu besar dan ini sangat menyiksa dirinya. “Ini sudah hampir 4 tahun. Kau ingat?” lanjut Tiffany dengan masih menatap intens mata Jonghyun. Mata yang begitu ia sukai, mata yang menurut Tiffany begitu indah, sampai-sampai ia tidak sanggup untuk melepasnya.

“Kau yang meninggalkanku. Kau ingat?” ucap Jonghyun sarkastik. Balas menatap tajam Tiffany yang sedari tadi tidak lepas memandangnya.

“Aku bisa menjelaskannya, oppa”

Kini cairan bening mulai menyeruak keluar dari sudut mata Tiffany. Gadis itu sungguh menyesal dengan keputusannya 4 tahun yang lalu. Ia ingin menjelaskannya agar Jonghyun mengerti. Saat itu semua sedang kacau dan Tiffany tidak mampu berbuat banyak. Ia tidak tahu bahwa keputusannya saat itu akan berakibat seperti ini pada dirinya, pada perasaannya, dan juga pada masa depannya bersama lelaki ini. “Kau tahu, aku masih mencintaimu” lanjut Tiffany dengan air mata yang makin deras mengalir di kedua pipinya.

Jonghyunpun memalingkan wajahnya. Berusaha sekuat tenaga menahan diri untuk tidak menatap Tiffany yang kini terlihat begitu rapuh. Namun masa lalu adalah masa lalu. Jonghyun sudah bertekad untuk mengakhirnya sejak kejadian itu.

Tanpa berkata-kata lagi, Jonghyunpun berbalik, berjalan menjauh meninggalkan Tiffany yang masih berusaha menahan isak tangisnya. Tiffany hanya bisa terpaku dan mencoba berdiri sekuat tenaga, walau ia tahu separuh jiwanya telah pergi meninggalkannya.

-ooo-

Pukul 11.30 KST @ Ruang istirahat Amore Cafe

Yoona masih termenung menatap kosong sesuatu tak kasatmata di depannya. Pikirannya sedari tadi masih melayang tertinggal di taman belakang cafe sejak beberapa menit yang lalu. Adegan yang ia liat secara langsung tadi masih terus berputar-putar tak henti di memory otaknya. Potongan – potongan adegan itu masih dapat Yoona ingat dengan jelas. Tidak ada sedetikpun yang terlewat oleh Yoona. Ia memang tidak dapat mendengar pembicaraan kedua orang itu, namun ia yakin bahwa ada sesuatu di sana. Gadis tadi jelas bukan orang biasa bagi Jonghyun. Keduanya pasti memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman. Memikirkannya saja sudah membuat dada Yoona terasa sakit seperti tersayat-sayat.

“Ah! Aku ingat sekarang!!” suara Jessica seketika membuyarkan lamunan Yoona.

“Waeyo?” tanya Taeyeon penasaran.

“Wanita yang bersama Jonghyun tadi. Aku baru ingat sekarang!!” seru Jessica senang.

Mendengar nama Jonghyun disebut, refleks Yoona menatap Jessica dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari Jessica dengan hati yang tak menentu.

“Wanita tadi, dia Tiffany Hwang!!! Aku yakin dia Tiffany Hwang!” Jessica tersenyum lebar karena berhasil mengingat nama gadis itu.

“Tiffany Hwang?” ulang Taeyeon yang masih belum mengerti maksud Jessica.

“Tsk! Tiffany Hwang!! Dia seorang model keturunan Korea-Amerika yang memulai karirnya di Paris. Dia bahkan pernah ikut dalam Pagelaran Fashion Design Musim Semi Karl Lagerfeld di Paris. Wah… Aku tidak menyangka dapat bertemu dengannya di sini” terang Jessica panjang lebar. Sama halnya dengan Yoona, Jessica juga sangat menyukai dunia Fashion dan memiliki pengetahuan yang lebih tentang bidang itu.

“Cincayo???”  tanya Taeyeon yang kaget begitu mendengarkan penjelasan dari Jessica.

Tiffany Hwang. Seingat Yoona, ia belum pernah mendengar nama itu. Atau mungkin sudah? Entahlah. Yoona tidak peduli akan hal itu saat ini. Yang ada dipikirannya sekarang, kenapa seorang Tiffany Hwang datang ke sini menemui Lee Jonghyun? Apa hubungan mereka? Kenapa selama ini Yoona tidak pernah mengetahui hal itu? Rasanya ingin sekali ia meminta penjelasan kepada Jonghyun, tapi Yoona sadar ia bukan siapa-siapa. Sangat tidak pantas jika ia menanyakan hal itu kepada Jonghyun. Terlebih lagi, Jonghyun bukanlah orang yang suka jika masalah pribadinya diketahui orang lain.

“Yoon… Yooon… Yoonieee~~”

Panggilan Taeyeon membuyarkan lamunan Yoona. Yoonapun menoleh ke arah Taeyeon.

“Waeyo eonni?”

“Tsk! Dari tadi kamu tidak mendengarkan ya?” gerutu Taeyeon. “Kau mau ikut atau tidak?”

“Ikut? Kemana?”

“Minta tanda tangan Tiffany Hwang!!” Jessica berteriak antusias. “Ppali!!!”

“Aniyo, eonni. Kalian saja” jawab Yoona lemah. Sejujurnya, ia merasa energinya secara misterius telah terserap ke lubang hitam sejak beberapa menit yang lalu.

“Baiklah. Kami ke depan dulu” pamit Jessica sambil menarik tangan Taeyeon untuk menemui Tiffany.

Yoona menghela napas panjang. Tadi pagi ia masih berbahagia merayakan moment terindah dalam hidupnya, tapi sekarang keadaan berbalik seratus delapan puluh derajat. Istana harapan yang baru saja ia bangun dalam dunia khayalnya tiba-tiba runtuh tak berbentuk. Semuanya luluh lantak dalam hitungan detik. Hancur dan tak menyisakan apapun.

Yoona bangkit dari duduknya dan berjalan gontai ke arah lokernya yang terletak di baris kedua dari ujung kanan. Yoona mengambil sesuatu dari dalam sana. Itu adalah jaket Jonghyun yang tadi malam lupa ia kembalikan. Tadinya ia berniat mengembalikannya langsung kepada Jonghyun hari ini. Namun dengan keadaan moodnya yang sangat buruk, ia mengurungkan niatnya. Yoonapun meletakkan jaket Jonghyun ke dalam loker lelaki itu dan tidak lupa meninggalkan selembar memo kecil di dalamnya. Memo singkat bertuliskan “Terimakasih”.

-ooo-

Pukul 19.00 KST @ Kediaman keluarga Im

“Tok – tok – tok”

Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamar Yoona. Yoona yang baru saja tiba di kamarnya 5 menit yang lalu berjalan malas ke arah sumber suara untuk membukakan pintu kamarnya sambil berdecak kesal.

“Apa??” sembur Yoona sesaat setelah ia membuka pintu kamarnya.

Dilihatnya dua orang pegawai wanita di rumahnya yang Yoona bahkan tidak tahu namanya berdiri di ambang pintu kamar Yoona dengan wajah ketakutan.

“Nona Im, kami diminta Tuan besar untuk membantumu mengenakan ini” jelas salah seorang pelayan yang terlihat sudah berusia pertengahan 30 tahun sambil menunjukkan sebuah gaun di tangannya.

Yoona mengerutkan keningnya tidak mengerti. “Untuk apa?”

“Kami juga tidak mengerti, Nona. Kami hanya diperintah Tuan besar” ucap seorang pelayan lain yang bertubuh kurus dan bermata sipit.

“Shiro!!” Yoona menjawabnya dengan ketus sambil menutup pintu kamarnya. Namun tiba-tiba pintu kamar Yoona ditahan dari arah luar.

“Maaf Nona muda, namun ini perintah dari Tuan Im. Kami tidak dapat menolaknya” ucap kepala pelayan Choi yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu kamar Yoona.

-ooo-

Pukul 22.00 KST @ Ballroom Lotte Seoul Hotel

Yoona melangkahkan kakinya memasuki Ballroom Lotte Seoul Hotel. Hotel berbintang lima yang berlokasi di Myeong-dong, yang merupakan salah satu distrik belanja terbesar di kota Seoul. Di samping kanannya tengah berjalan dengan anggun istri dari ayahnya, Im Gyuri dengan mengenakan gaun karya perancang terkenal Frida Giannini. Yakni gaun one-shoulder warna merah maroon dari bahan sutra gorget dengan detail bordiran klasik berhiaskan kristal merah tua pada pagian pinggul dan pundaknya. Yoona sendiri mengenakan dress silk Georgette Pleated Gown keluaran terbaru dari Gucci dengan kerah berbentuk V neck dan detail rampel pada bahu yang terbalut pas pada tubuh rampingnya.

Malam ini Yoona dan istri ayahnya menghadiri acara pesta pembukaan pusat belanja terbesar di daerah Myeong-dong yang baru didirikan oleh Lotte Coorp. Pendiri Lotte Coorp, Tuan Choi Minsoo merupakan rekan bisnis ayah Yoona dan juga merupakan satu dari 3 orang pengusaha yang paling berpengaruh di Korea Selatan. Lotte Coorp sendiri sudah memiliki banyak anak perusahaan. Mereka telah banyak mendirikan hotel, resort dan mal-mal besar di Korea Selatan.

Ayah Yoona memintanya hadir ke acara eksklusif ini untuk menggantikan dirinya. Ayah Yoona saat ini tengah sibuk mengurus MoU dengan perusahaan Hyundai Coorp untuk jasa ekport barang ke beberapa negara di Asia dan Eropa. Sedangkan oppanya, Im Yonghwa yang seharusnya hadir menggantikan ayahnya, saat ini tengah berada di Jepang untuk mengawasi dan memeriksa laporan keuangan beberapa anak perusahaan Heaven Coorp di Jepang.

Yoona memandang sekeliling. Ia dapat melihat beberapa pengusaha dan para pejabat yang datang hari ini. Ada beberapa wajah yang Yoona kenal karena merupakan rekan bisnis ayahnya. Yoona juga dapat melihat beberapa wartawan yang hadir untuk meliput acara super mewah yang dihadiri oleh para kaum elit politik negeri ini.

“Yoon-ah sayang” panggilan sok manis ibu tiri Yoona mengalihkan perhatian Yoona dari observasi kecilnya mengenai para tamu di acara ini. “Kemari sayang” lanjut ibu tirinya dengan senyum paling menjijikkan yang pernah Yoona lihat.

Yoonapun berjalan menghampiri ibu tirinya yang saat ini tengah berbincang dengan dua orang yang tidak Yoona kenal.

“Yoon-ah, ini kenalkan Choi Siwon. Putra tunggal keluarga Choi yang juga merupakan Presiden Direktur dari Lotte Coorp”

Lelaki yang bernama Choi Siwon itupun berjalan mendekati Yoona dan mengulurkan tangannya ke hadapan Yoona. “Choi Siwon-imnida” ucapnya ramah.

“Im Yoona-imnida” balas Yoona sambil menyambut uluran tangan lelaki itu.

“Siwon-ah, kau temani Yoona berkeliling ya” ucap wanita setengah baya berparas cantik yang berdiri di samping ibu tiri Yoona.

“Baik, eomma” jawab Siwon yang terlihat tidak keberatan akan permintaan wanita yang baru saja dipanggilnya dengan sebutan ‘eomma’ itu.

“Ayo, Yoona-sii. Kupekenalkan kau dengan tamu-tamu di sini” ajak Siwon sambil menggenggam tangan kanan Yoona.

-ooo-

Yoona masih berjalan berkeliling Ballroom hotel megah ini ditemani oleh Choi Siwon yang terus menggenggam tangannya sedari tadi tanpa sedetikpun melepaskannya. Yoona beberapa kali mencoba untuk melepaskan genggaman tangan lelaki yang baru saja dikenalnya ini, namun selalu gagal. Yoona benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Seorang lelaki yang baru saja dikenalnya beberapa menit yang lalu dengan seenaknya membawanya berkeliling sambil terus menggenggam tangannya. Bahkan Siwon terkadang tidak segan-segan memeluk pinggang ramping Yoona ketika ia sedang berbincang dengan beberapa kolega bisnisnya. Dan yang paling membuat Yoona kesal ialah mendapati kenyataan bahwa ia tidak bisa memberontak dari situasi ini. Yoona mengerti betul jika ia bertindak sembarangan di tempat ini, maka harga diri keluarga dan masa depan perusahaannya yang akan dipertaruhkan.

“Siapa wanita ini, Siwon-sii?” tanya salah seorang rekan bisnis Siwon sambil menatap intens ke arah Yoona.

Siwonpun tersenyum dan kembali melingkarkan tangan kirinya pada pinggang ramping gadis di sampingnya itu. “Dia Im Yoona. Calon istriku” ucap Siwon mantap di depan beberapa kolega bisnisnya yang spontan terkejut akan ucapan Siwon.

Yoona hampir saja memuntahkan seluruh isi perutnya begitu mendengar perkataan Siwon. Selama beberapa detik, ia mencoba mencerna kembali kata-kata Siwon tadi. Yoonapun menatap tajam Siwon. Meminta penjelasan mengenai apa yang baru saja lelaki itu ucapkan melalui tatapan matanya. Karena tidak juga mendapat respon, Yoona menarik paksa Siwon untuk menjauhi acara pesta tersebut.

“Ya!! Apa kau gila???”  ledak Yoona ketika mereka berdua telah berada di taman belakang jauh dari kerumunan orang di pesta.

Yoona masih melayangkan tatapan tajamnya ke arah Siwon. Rahangnya mengatup keras dan jari-jarinya mengepal begitu kuat. Ingin sekali ia memukul dan menendang lelaki di hadapannya ini. Baru kali ini Yoona bertemu lelaki tidak sopan yang seenaknya saja memberikan statement kontroversial seperti itu.

“Waeyo?” jawab Siwon santai. “Apa ada yang salah dengan perkataanku? Kita memang akan dijodohkan. Coba kau tanyakan saja kepada keluargamu” lanjutnya sambil menunjukkan smirk andalannya kepada Yoona.

Mendengar jawaban Siwon yang begitu santai dan tidak terlihat bersalah, dada Yoona terasa begitu sesak. Ia dapat merasakan mukanya yang mulai memanas dan mungkin memerah akibat menahan emosi yang begitu kuat.

“Kau!!” ucap Yoona tertahan sambil melayangkan tangan kanannya hendak memukul lelaki ini tepat di wajah tampannya.

Namun Yoona kalah cepat, Siwon berhasil mematikan gerakan tangan kanan Yoona dengan tangan kirinya. Dan yang lebih mengejutkan, dalam hitungan sepersekian detik Siwon berhasil menempelkan bibirnya tepat di bibir Yoona. Yoona yang kaget, mencoba melepaskan cengkraman tangan Siwon. Namun sekali lagi, Yoona kalah. Kekuatan Yoona tidak sebanding dengan lelaki ini. Yoonapun mencoba memukul Siwon dengan tangan kirinya yang masih bebas. Namun Siwon justru makin mengunci gerakan Yoona dengan mencengkram leher belakang Yoona yang menyebabkan tubuh Yoona semakin erat menempel pada tubuh Siwon dan semakin mempermudah akses Siwon untuk menciumnya lebih dalam.

Yoona yang tidak habis akal, mencoba cara terakhirnya. Yoonapun menginjak kuat kaki siwon dengan sepatu high heels sepuluh sentinya dan ternyata aksi Yoona tersebut sukses melepaskan Yoona dari pelukan Siwon. Di saat lelaki itu masih meringis kesakitan karena kakinya, Yoona segera melayangkan tamparannya tepat di pipi kiri lelaki kurang ajar tersebut.

“Im Yoona!!” teriak Ibu tirinya dari kejauhan. Iapun menghampiri Yoona dengan tatapan mengerikan yang baru pertama kali Yoona lihat di balik topeng palsunya selama ini.

Plaaaakk!!

Sebuah tamparan sukses mendarat di pipi kiri Yoona. Ibu tirinya menampar Yoona begitu ia tiba di hadapan Yoona.

“Apa yang kau lakukan pada Tuan Muda Choi hah??” bentak ibu tirinya kalut. Wanita ini jelas terlihat begitu marah dengan aksi yang baru saja Yoona lakukan kepada Siwon.

Tanpa menunggu penjelasan dari Yoona, ibu tirinya segera menarik Yoona menjauhi Siwon yang masih meringis kesakitan atas tindakan Yoona tadi.

-ooo-

Pukul 00.15 KST @ Kediaman keluarga Im

Plaaaaakk!!

Yoona meringis pelan dan memegang pipi kirinya. Lagi-lagi tamparan mendarat tepat di pipi kirinya. Kali ini tamparan berasal dari ayah Yoona, Im Seolong. Beliau terlihat begitu murka ketika mendengar cerita dari istrinya mengenai kejadian antara Yoona dan Siwon di pesta tadi. Ibu tirinya hanya menceritakan kejadian yang ia lihat saat itu yakni ketika Yoona menampar Siwon. Yoona bahkan tidak diberi kesempatan untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Baik ayahnya maupun ibu tirinya tidak ada yang berniat mendengarkan penjelasannya.

“Kau benar-benar menbuatku malu, Im Yoona!!” bentak ayahnya kalut. “Bagaimana aku menjelaskannya pada Tuan Choi mengenai peristiwa ini? Apa kau tidak pernah berpikir jauh ke depan? Apa yang kau lakukan saat ini akan berdampak buruk bagi perusahaan kita!!” lanjut Im Seolong dengan nada tinggi.

“Aku tidak salah, appa! Tolong dengar penjelasanku!!” Yoona mencoba membela diri untuk kesekian kalinya. Merasa frustasi karena tidak ada seorangpun yang mau mendengarkannya.

“Kau sudah keterlaluan, Yoona!! Kau benar-benar membuat ibu malu tadi” kali ini ibu tirinya  menimpali. Membuat kekesal Yoona menjadi berlipat ganda.

“Diam!! Sudah berapa kali ku bilang, kau bukan ibuku!!! Kau wanita jalang perusak kebahagiaan rumah tangga orang!!! Jadi berhenti ikut campur dalam urusan keluargaku!!!” Teriak Yoona frustasi. Seandainya saja yang berdiri di hadapannya saat ini adalah ibunya, pasti ia akan mencoba mendengarkan Yoona, mencoba menenangkan kemarahan ayahnya, bersikap netral dan tidak menyudutkan Yoona seperti saat ini.

Plaaaaakkk!!!

Kali ini pipi kanan Yoona. Yoonapun berhenti berteriak dan menatap tajam ayahnya –orang yang kembali menamparnya-.

“Sudah berapa kali ku bilang, jaga sikapmu pada ibumu!!” suara berat Im Seolong memenuhi seluruh sudut ruang keluarga.

Yoona memegang pipi kanannya. Kali ini ia benar-benar kecewa dengan tindakan ayahnya. Ayahnya jelas lebih memilih mendengarkan ucapan istrinya ketimbangan Yoona. Ia bahkan tidak lagi segan menampar Yoona demi untuk membela harga diri istrinya di depan Yoona. Yoona menatap nanar ayahnya, kemudian segera berbalik dan berjalan menjauh meninggalkan ayah dan ibu tirinya tanpa mempedulikan teriakkan Im Seolong yang semakin murka di belakangnya.

-ooo-

Jonghyun kembali mengeratkan jaketnya ketika dirasakannya angin malam yang semakin kuat berhembus. Hari sudah lewat tengah malam dan Jonghyun belum sedetikpun juga berhasil menutup mata. Imsomnianya kembali kambuh dua hari ini. Ia mempercepat langkahnya agar dapat segera tiba di rumah. Jonghyun baru saja kembali dari toko swalayan 24 jam untuk membeli beberapa kaleng bir dan beberapa bungkus ramen untuk menemaninya malam ini.

Beberapa menit kemudian, Jonghyun tiba di lantai enam tempat rumahnya berada. Ketika ia menginjakkan kakinya pada lantai paling atas bagunan tua ini, Jonghyun melihat sosok orang yang sedang duduk di gazebo beberapa meter dari rumahnya. Jonghyunpun berjalan mendekati sosok itu dengan kewaspadaan tingat tinggi jikalau orang itu berniat jahat di sini. Ketika matanya mampu menangkap sosok itu dengan jelas dari jarak dekat, Jonghyun terpaku di tempatnya. Tidak menyangka bahwa sosok itulah yang ternyata duduk di gazebo depan rumahnya tengah malam ini.

“Kau…” ucap Jonghyun tertahan.

“Oh! Jonghyun-sii. Annyeong Haseyo” sapa Yoona sembari membungkukkan sedikit badannya kepada Jonghyun.

Jonghyun dapat melihat beberapa kaleng minuman berserakan di sekitar Yoona. Sepertinya gadis ini telah mabuk berat. Terlihat dari caranya berbicara tadi ditambah penampilannya yang sangat aneh.

Penampilan Yoona saat ini memang sangat kacau. Rambut Yoona yang biasanya tergerai panjang dan rapi kini terlihat acak-acakan dan tidak beraturan. Yoona juga belum sempat mengganti bajunya semenjak pulang dari pesta tadi. Baju pesta Yoona yang merupakkan gaun dari perancang terkenal itu kini terlihat kotor dan kumuh akibat tumpahan bir.

Jonghyun menatap Yoona dari atas sampai bawah. Bingung dengan apa yang baru saja dilihatnya. Jonghyun hanya dapat menggeleng-geleng tidak mengerti. Ia masih belum bisa menemukan kolerasi antara pakaian Yoona, bir dan… luka di sudut bibir Yoona. Jonghyun terkesiap ketika melihat luka robek pada kedua sudut bibir dan lebam pada pipi Yoona. Apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis ini?

-ooo-

Jonghyun membaringkan Yoona di atas kasur lipatnya. Yoona tumbang beberapa menit yang lalu setelah meminum 6 botol bir. Jonghyun yang tidak tega melihat Yoona tidur di luar, akhirnya memapah Yoona sekuat tenaga ke dalam rumahnya. Hal tersebut cukup membuatnya kelelahan mengingat Jonghyun hanya bisa menggunakan satu tangannya untuk memapah Yoona.

Setelah merapihkan kasur untuk Yoona dan setelah memastikan Yoona telah tertidur, Jonghyunpun beranjak pergi. Ia berniat untuk duduk di luar sambil menunggu pagi mengingat Jonghyun memang tidak bisa tidur beberapa hari ini. Namun ketika ia baru saja ingin beranjak, Yoona terlihat gelisah dalam tidurnya. Beberapa kali gadis itu menggumamkan sesuatu yang Jonghyun sendiri tidak dapat mendengarnya dengan jelas. Beberapa detik kemudian, setetes cairan bening meluncur keluar dari sudut mata gadis itu.

-ooo-

Hallo readers… Apa kabar? Maaf baru bisa update part 5 ini. Semoga suka dengan ceritanya ya?

Oh iya, ada yang nonton Bluemoon Jakarta ga nih? Sampai jumpa tanggal 19 Oktober nanti ya… Semoga acaranya berlangsung dengan lancar. Amieeen…

P.S: Aku nonton di moonzone. Ada yang di moonzone juga? J

20 thoughts on “Crush [Part 5]

  1. setelah lama menanti,,,akhir’aaaaaaaa ^^
    pokok’a lanjut trussssss,,,,,, ditunggu sweet moment’a yoona n abang hyun ya ^^
    wahhhhh,,,kemaren aq jga nntn konser n moonzone pula

  2. aaaa, keren banget detail baju yg dipake tokoh. bnr2 ada ilmunya. hehe. Tempatnya juga, ada detail letaknya di Seoul.
    Makin penasaran nih. aaaa, kenapa tiffany harus muncul?
    lanjut terus ya thor, satukan deer burning, meski Yoona uda pacaran sm SeungGi. hehehe
    keep writing :3

  3. Yaa ampuuun kasian bgt sihh yoona.. Jdii tiff itu org yg di cintai jonghyun dlu..
    Iisshh makin penasaran ajahh..
    Knpa sii tiap kali yoona di tampar ayahnya pasti gag ada yonghwa..

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s