My First and Last Love [Part 2]

part II

Tittle : MY FIRST AND LAST LOVE (Part II)
Genre : Romance, Comedy, Friendship
Author : Chery
Ass. Author: Mrs. KimMey
RG : 15+
Cast : Kang Minhyuk
Park Hyeni
Cho Kyuhyun
Kim Kibum
Choi Min Youn
Cho Hyerin

Lenght : Chapter

Hyeni pov

-in campus-

“Key sebentar aku ingin bertanya sesuatu pada kamu” Aku memanggil Key yang sedang berjalan.

Key menghentikan langkahnya. Aku pun menghampiri Key.

“Kita duduk saja disana” Key menunujuk sebuah kursi yang berada tidak jauh dari tempatku dan Key berdiri sekarang.

“Apa kamu melihat Minhyuk? Aku sudah tidak melihatnya beberapa hari ini.” Tanyaku pada Key.

“Minhyuk? Ani-ya aku juga tidak tahu. Kelihatannya dia sedang marah. Sudah tiga hari dia tidak masuk.” Papar Key.

“Kamu tahu alasannya Key?” tanyaku.

“Aku tidak tahu. Biasanya dia suka meminta aku untuk menghiburnya, tapi sekarang malah tidak memberi kabar kepadaku.” Jawab key.

”Ooh…” gumamku.

“ eh, ngomong-ngomong kenapa Noona menanyakan Minhyuk, bukannya noona benci dia?” Tanya key heran.

“Key apaan sih, aku hanya heran saja tidak mendengar orang yang ribut diruang seni. Biasanya kan dia paling rajin mainin drumnya. Dan satu lagi Kim Kibum, kau jangan memanggilku noona”

“Kenapa? Noona kan calon kekasih Minhyuk, jadi tentu aku harus memanggil noona”

“calon kekasih? Nugu? Aisshhh amit-amit jangan sampe tuhaan aku berjodoh dengan dia”

“apa noona gak tau, klo dilihat-lihat kalian memang memiliki banyak kesamaan.. mau tau apa noona? KESOMBONGAN NYA”

“Terserah kau saja. Capek ngomong sama anak kecil kayak kamu. Aku pergi dulu” aku meninggalkan Key sendiri.

-Di ruang seni-

Aku memainkan biolaku dengan leluasa tanpa ada yang mengganggu. Padahal biasanya selalu ada yang menggangguku dengan drumnya.

“apa kau melamun?” Tanya Kyuhyun seraya memberikan satu kaleng cola.

“ani, apa oppa tidak lihat aku sedang memainkan biola?”

“aku hanya mendengar suara aneh dari benda itu” jawab kyuhyun sambil nunjuk biola yang aku pegang

“ wae? Tadi aku memainkannya oppa” jawabku tegas

“haaahh.. sekolah ini sepi tanpa anak itu? Apa kamu tidak merasakannya?” Tanya kyuhyun.

Aku hanya diam tidak memberikan ekspresi apapun.

“mungkin dia benar-benar menyukaimu, makanya sekarang dia marah seperti ini.”

“mwo? Itu tidak mungkin oppa. Orang seperti itu mana mungkin jatuh cinta.” Jawabku aneh.

Kelihatannya Kyuhyun Oppa sangat menyesal karena kejadian kemarin

“oppa mian, gara-gara aku oppa jadi musuhan dengan Minhyuk.” Aku menunuduk karena menyesal telah membuat dua orang sahabat menjadi bermusuhan.

“ani-ya, ini salah oppa sudah meminta bantuanmu untuk menyelesaikan masalah oppa.” Jawab Kyuhyun Oppa.

-Hyeni pov and-

-Minhyuk pov-

“apa kamu punya masalah besar?” Tanya pemilik kafe yang sudah seperti kakakku sendiri.

“kenapa kau bisa tau?”

“tidak biasanya kau minum sebanyak ini Minhyuk, aku takut terjadi apa-apa denganmu.”

“gwaenchana hyung aku akan baik-baik saja.”

“dia cantik”

“siapa?” jawabku aneh.

“Hyeni gadis yang kamu cium kemarin , dia sangat cantik & berbakat.” Jelas hyung.

“kenapa hyung bisa tahu namanya?” tanyaku heran.

“apa kamu lupa kalau dia kerja disini”

“hyung, bukannya kamu tidak mengenal karyawan disini? Kenapa dengannya kamu kenal?” tanyaku heran.

“dulu sebelum kerja disini dia sering datang dengan kyuhyun sahabatmu.” Jelasnya.

“Mwo, jadi mereka benar-benar pacaran? Hyung apa yang mengajak dia kerja disini juga kyuhyun?” Tanya ku.

“iya, dia yang mengenalkanku dengan Hyeni.”

Aku sungguh kesal mendengar penjelasan dari Hyung. Kemarahanku sudah sampai diubun-ubun.

-Di Kampus-

“Chukkae!”kata Minhyuk .

“Mwo? Selamat untuk apa?” Kyuhyun menunjukan ekpresi muka heran mendengar ucapan selamat dariku.

“gadis itu, kau sudah pacaran dengannya kan?” Tanyaku

“oh.. Hyeni kau menyukainnya juga kan?” Kyuhyun balik bertanya kepadaku.

“Mwo? Kenapa kau menanyakan itu padaku? Jangan berbicara omong kosong seperti itu dihadapanku” Aku mencoba mengalihkan arah pembicaran Kyuhyun.

“Aku tidak bicara omong kosong. Semua itu pasti benar, aku bisa melihat semua itu dari sorot matamu. Kalau kamu benar-benar menyukainya kamu ambil saja. Aku sudah tidak membutuhkannya lagi”

“dug.. dug.. dug.. “Tiga tonjokan dariku melayang kearah perut,mulut, dan pelipis Kyuhyun. Aku melihat darah keluar dari sudut bibirnya. Aku sudah tak bisa menahannya lagi karena sikap dia sekarang tidak seperti yang aku kenal. Dia seperti menganggap Hyeni sebagai barang yang bisa dipindahtangankan sesuka hati pemiliknya.

-kang MinHyuk PoV End-

Hyeni PoV

-Di Cafe-

Hanya malam minggu aku kerja di cafe ini , tapi malam ini tiba-tiba aku jadi malas untuk bekerja. Aku selalu ingat kejadian kemarin dan itu membuat aku tidak semangat.

“Hyeni minggu kemarin kamu kemana?” tanya Na Ra sahabatku yang kerja pula di cafe ini.

“aku punya beberapa masalah, jadi tidak bisa bekerja”

“Masalah? Tapi karena kamu kemarin tidak masuk menyebabkan masalah yang sangat besar” ujar Na Ra

“Masalah apa?” tanyaku kaget

“Kang Minhyuk, orang yang menciummu kemarin dia datang untuk meminta maaf pada kamu Hyeni. Tapi kenapa kamu tidak datang? Dia menunggu semalaman disini”

“Mwo? Jadi malem itu? Sekarang aku mengerti kenapa dia bisa semarah ini.”

-Hyeni PoV End-

-MinHyuk PoV-

Malam ini aku pergi bersama dengan sahabatku Minho,Baro, dan Key tapi tanpa Kyuhyun. Tidak tahu kenapa aku sekarang membencinya. Padahal sebelumanya Kyuhyun adalah sahabat yang paling dekat denganku.

“Minhyuk!”

“Siapa kau? Bukankah kau Hyerin?”

“Ne, ini aku. Bagaimana kabar kamu?”

“Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

“aku juga baik-baik saja. Aku senang bisa bertemu denganmu lagi”

“Aku juga. Hyerin kapan kamu pulang ke Seoul? Apa sudah bertemu dengan Kyuhyun?”

“Sudah, aku tidak menyangka dia bisa secepat ini mendapatkan penggantiku”

“Mwo? Kapan kamu bertemu dengan Kyuhyun?”

“malam minggu kemarin, aku mengajaknya bertemu di cafe dan dia membawa pacarnya”

“Apa? Di cafe?”

“Iya, Hyuk. Kenapa kamu begitu heran? Apa kamu juga baru tahu dia punya pacar?”

-Minhyuk PoV End-

-Hyeni PoV-

–Di Kampus–

Di Telpon

Hyeni: Yeoboseyo?

Kyu: bisakah kamu keruang seni sekarang?

Hyeni: Iya oppa

Hyeni sampai di ruang seni

Hyeni : oppa, apa kau ada disitu? *terdengar ada orang yang tidur dibelakang piano Kyuhyun

Hyuk : Huahhhh*menguap sambil meregangkan tangannya* ya kenapa orang sepertimu terus saja menggangguku?

Hyeni : Kang Min Hyuk? Kenapa kamu disitu? *tanya dengan tatapan heran

Hyuk : apa kamu berharap kalau yang ada disini adalah Kyuhyun?

Tanpa mendengar apapun aku langsung saja pergi dan “Mwo? kenapa pintu ini tidak bisa dibuka?” aku berusaha mendorongnya.

“minngir biar aku yang buka pintunya!”

“Wae? Apa tidak bisa dibuka?”kataku kesal

“Percuma kita berusaha membukannya, ini ada yang mengunci”jawab minhyuk

Sudah satu jam aku dam Minhyuk terkunci didalam tapi tidak ada yang membukanya.

“Mianhe Hyuk, malam itu aku tidak datang” kataku menyesal

“apa cukup dengan meminta maaf? Kamu tahu kan berapa kerugian yan harus aku tanggung?”

“mwo? Jadi kamu merasa rugi kehilangan uangmu?” teriaku kesal

“tentu” dengan eyes smile.

“wae? Dasar gila tiba-tiba tersenyum-senyum sendiri” ledek aku.

“iya memang gila, kamu yang telah membuat aku menjadi gila seperti ini” goda minhyuk

“Ikh.. jinjaa.”

tiba-tiba terdengar suara seseorang dari arah pintu masuk

“Hyeni gwenchana? Tanya sahabatku Min Young.

“Ne gwenchaneyo” jawabku

“Kyyaaaa.. siapa yang suruh kamu buka pintu? Bentak Hyuk

“aku yang menyuruh dia membukakan pintu”

“ Mianhe oppa! Jawab Min Young menyesal.

Diperjalanan

Saat pulang sekolah ada sebuah mobil yang berhenti. “hey kalian siapa?” Tiba-tiba 2 orang ajudan menarikku kedalam mobil.

“Annyeong cantik!” Sapa seseorang yang ada didalam mobil

“Kang Min Hyuk? Kyaa.. kenapa kau menculikku seperti ini?” tanyaku kesal

“ Mwo? Menculik? Aku tidak menculik kamu” elak Minhyuk

“terus ini apa? Bukankah sekarang kau sedang menculikku?”

“diam saja! Aku kan membawamu kesuatu tempat” jawab Minhyuk

setelah 2 jam perjalanan, aku sampai ketempat yang dituju.

“ini dimana?” tanyaku.

“ikuti saja aku” sambil menarik tanganku.

“indah sekali, kenapa aku baru tau ada tempat yang seindah ini?” kataku lega.

“Eomma…Appa.. apa kau senang ada disana?” Teriak Minhyuk.

“Mwo? Kamu bilang apa barusan?” tanyaku aneh

“ini adalah tempat terakhir kedua orang tuaku. Aku menyebar abu mereka disini”. Ujar minhyuk

“ Aku tidak mengerti, jadi yang kemarin siapa?” tanyaku heran.

“mereka orangtua angkatku” jawab Minhyuk sedih.

“ternyata orang seperti dia juga bisa merasa sedih seperti ini” bisikku dalam hati.

“Eomma.. appa..sekarang aku tidak sendiri lagi kesini. Aku membawa seseorang yang bisa membuat aku jatuh cinta lagi” Ucap minhyuk dengan teriakannya.

“ kenapa kamu bilang seperti itu?” tanyaku.

“karena aku sudah berjanji pada mereka, setelah aku menemukan seseorang yang aku cintai, maka akan membawanya kesini” ucap Minhyuk serius.

“Kenapa ini? Kepalaku tiba-tiba sakit Minhyuk” Aku meringuk kesakitan. Kepalaku sakit tidak tertahan lagi, dan setelah itu aku tidak sadar lagi.

“dimana ini?” tanyaku sambil memegang kepal yang kesakitan.

“Kau sudah bangun?” tanya seorang namja.

“apa kamu Minhyuk? Kenapa aku ada disini?” tanyaku sambil bangun dari tempat tidur.

“jangan bangun dulu, kamu belum sembuh, sebaiknya kamu tidur lagi! Sekarang aku kan membuatkan sarapan”

“Kenapa orang itu? Tapi kenapa aku belum bisa meningat apapun?”

“omoo.. besar sekali rumah ini” bisikku dalam hati sambil mengamati seisi rumah.

“Sedang apa kau? Bukankah aku menyuruhmu untuk tidur!” bentak minhyuk

“aku bosan, aku mau pulang. Mana pintu keluarnya?” tanya Hyeni

Tanpa aba-aba Minhyuk menggendongku ke kamar
“kajja…. makan dulu buburnya sebelum dingin” suruh Minhyuk sambil menyodorkan satu sendok bubur ke mulutku.

“ Kenapa kamu melakukan ini? Tanyaku heran.

“ Apa IQ mu kurang dari 100? Kenapa kamu begitu bodoh. Seharusnya kamu tahu kalau seorang namja bersikap seperti ini, berarti dia menyukaimu.” Jawab dia kesal

“Jadi kamu menyukaiku?” tanyaku polos

Suasana pun mulai hening dan sepi setelah aku bertanya seperti itu. Tiba-tiba Minhyuk mendekatkan wajahnya tepat ke wajahku, aku pun tidak tahu harus melakukan apa, jantung ini serasa balapan dengan jam dinding. Ketika akhirnya, wajah Minhyuk tinggal beberapa senti lagi dari wajahku, dan kurasakan hempusan nafasnya yang hangat, aku pun menutup mata, dan kurasakan bibirnya menyatu dengan bibirku, dan kurasakan kehangatan dalam sentuhannya. Aku tidak dapat melakukan apa-apa lagi, seluruh tubuhku terasa lemas.

TBC

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s