A Gentlemen’s Dignity

AGD

 

Title:                A Gentleman’s Dignity

Author:                Flazia

Rating:                PG-17

Genre:                                 Romance, Family, Friendship

Length:                One Shoot

Cast:                CNBLUE || Im Yoon-Ah SNSD || Seo Joo-Hyun SNSD|| Jung Krystal f(x) || Choi Jun-Hee (JUNIEL)

Disclaimer:       FF ini murni dari imajinasiku. Sesuai judulnya, cerita ini terinspirasi sama Heartstring A Gentleman’s Dignity #itu lho, drama debutnya Jong-Hyun yang sekarang diputer di Indosi*r. Hehe.

Note:               sebelumnya, maaf ya kalau ceritanya aneh >_<. soalnya udah agak lama ga nulis lagi. Hehehe. Cerita ini hanya fiktif belaka, hak cipta hanya milik Allah Yang Maha Esa. Makasih ya buat semua orang yang nyempetin waktu buat baca+komen FF ini. Gomawooo. Happy Reading🙂

_________

Lee Jung-Shin

-Seoul, musim gugur 2017

“Americano coffee,”kata seorang gadis berseragam SMU.

“4000 won.”

Gadis itu membayar dan aku memasukkan uangnya ke mesin kasir.

“Silahkan  ditunggu kopinya,”kataku mempersilahkan.

Aku menghela nafas panjang setelah gadis itu menunggu pesanannya di kursi dekat jendela. Astaga, melayani pesanan 21 pelanggan berturut-turut itu rasanya lelah juga. Tapi setelah melihat wajah gembira dari pelanggan-pelanggan itu, aku merasa lega juga.

Aku memperhatikan setiap penjuru café Bluetory Coffee and Dessert, café yang kudirikan sejak tiga tahun yang lalu. Ada banyak cerita dan uang yang kuhasilkan dari tempat ini.

Selagi satu sahabatku Kang Min-Hyuk menjadi pengacara dan dua sahabatku yang lain—Jung Yong Hwa hyung dan Lee Jong-Hyun hyung—menjadi arsitek, aku memilih untuk membuka sebuah café yang membawa nuansa ceria. Café Bluetory Coffee and Dessert, menyediakan beraneka macam menu kopi dan makanan pencuci mulut—yang mayoritas menggunakan bahan dasar blueberry. Café ini berada di tengah-tengah kota, diapit banyak sekolah sehingga banyak siswa-siswa yang mampir ke sini sepulang sekolah. Ada juga yang bolos. Sebagai pria yang baik, kalau tertangkap olehku, mereka akan kusuruh kembali ke sekolah. Kalau mereka membayar minuman dengan harga enam kali lipat, baru aku melepaskan mereka. Hehehe.

“Oppa, aku pesan Blueberry ripple yogurt ice cream dan Blueberry Cake Whipped Cream ya,”kata seorang gadis.

“Oh! Krys, apa kabar?”tanyaku.

Jung Krystal tersenyum. Dia adalah istri Kang Min-Hyuk. Di sampingnya, ada dua anak kembar berseragam TK. Anak-anak ini tentu saja adalah anak Min-Hyuk dan Krystal.

“Halo, Ahjussi!”sapa Kang Young-Ho, si kembar laki-laki.

“Halo, Ahjumma!”sapa Kang Young-Mi, si kembar perempuan.

“Ahjussi, bukan Ahjumma!”

“Tidak! Yang benar Ahjumma!”

Dahiku berkedut-kedut. Dasar Min-Hyuk junior! Ternyata tidak cuma Ayahnya saja yang mudah menyulut amarah…. Huhuhu. Lain kali aku memang harus memotong rambutku ini.

Krystal meminta maaf dan Young-Mi—atas perintah ibunya—juga ikut minta maaf. Begitu mereka bertiga pergi, Choi Jun-Hee datang.

“Oppa! Kita jadi ke rumahku kan?”tanyanya.

Aku mengangguk. Hari ini aku akan bertemu dengan orangtua Jun-Hee. Umurku sudah 26 tahun. Ketiga sahabatku sudah menikah, hanya aku saja yang belum. Awalnya, Lee Jong-Hyun hyung menjadi kawan seperjuanganku karena dia juga belum menikah. Tapi akhirnya di musim panas tahun ini, dia menikah dan meningalkanku merana sendirian menyandang status lajang. Jadi, kurasa aku harus mencoba untuk serius kali ini. Lagipula aku sudah bosan menjadi playboy sejak dulu, benar-benar tidak ada manfaatnya.

Hmm… Sebenarnya umur 26 tahun itu belum terlalu tua sih, tapi karena ketiga sahabatku sudah menikah semua, rasanya menjadi lajang adalah sebuah dosa. Ini benar-benar menyiksa. Bayangkan saja! Ketika kami berkumpul, hanya aku saja yang datang tanpa membawa wanita. Aku merasa tersingkir seperti sopir yang datang tidak diundang, padahal peranku sebenarnya kan penakluk wanita.

Kata mereka, aku belum menikah juga karena aku ini terlalu konyol. Konyol? Hh, yang benar saja… Aku adalah seorang gentleman. Sama sekali tidak konyol! Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa menilai sendiri sikapku.

Aku dan Jun-Hee mengendarai mobil untuk pergi ke rumah Jun-Hee. Awalnya, aku bertemu Jun-Hee ketika kami kursus musik di suatu studio. Dia bermain gitar dan aku bass. Belakangan aku bertemu lagi dengannya saat dia tampil bernyanyi sambil bermain gitar di café temanku.

“Waah, jadi ini yang sering kau ceritakan, Jun-Hee? Tampan sekali!”kata Ibu Jun-Hee begitu kami sampai.

Aku tersipu. Entahlah, seumur hidupku sudah ribuan orang (atau jutaan ya?) yang bilang aku tampan. Tapi setiap dibilang begitu, aku tersipu seolah baru pertama kali mendengarnya.

“Kau tinggi sekali, Nak,”komentar Ayah Jun-Hee.

“Ah, ne, Ahjussi. Saya bermain bass.”

“Hah?”

Aduh! Aku mengutuki diriku sendiri. Kenapa penyakit ‘salah sambung’-ku dan ‘tidak jelas’-ku ini kambuh di saat seperti ini? Aku adalah seorang gentleman. Aku harus bersikap rasional dan ideologis!

“Aaah, dia hanya berusaha melucu, Appa,”kata Jun-Hee berusaha membantu.

“Oh begitu. Hahahahaha…”

Untunglah pertemuan hari ini cukup menyenangkan. Mereka menerimaku dengan baik. Kalian tunggu saja, teman-teman! Biarkan musim gugur ini jadi saksinya! Aku akan menyusul kalian dan segera menikah! Aku akan mempunyai banyak anak dan mengalahkan kalian! Hahahaha.

“Jun-Hee, bagaimana kalau besok?”tanyaku saat aku akan pulang dan Jun-Hee mengantarku sampai pagar rumah.

“Apa?”tanyanya polos.

“Bertemu dengan orangtuaku. Aku kan sudah bertemu orangtuamu. Sekarang giliranmu.”

Jun-Hee terkejut,”Apa?! Aku belum siap!”

Lho? Lalu kenapa dia antusias sekali menyuruhku bertemu denagn orangtuanya? Bukankah seharusnya dia lebih siap dariku?

“Aku belum siap! Pokoknya aku belum siap!”seru Jun-Hee sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seperti gadis kecil menolak boneka kesayangannya dibakar.

“Tapi—“

“Belum siap!”

“Kau—“

“Belum siap!”

“Aku—“

“Belum siap! Belum siap! Belum siaaaaap!”

AAAAAAAKH! Di saat aku memilih serius untuk menjalani hubungan, kenapa dari pihak wanitanya belum memilih serius?!



Kang Min-Hyuk

-Seoul, musim dingin 2017

Aku bekerja sebagai pengacara. Secara fakta, aku adalah pria paling pintar di antara kami berempat. Entah karena IQ-ku memang tinggi atau ketiga sahabatku ini terlalu gila untuk disebut pintar.

Hari ini kami menonton bola sama-sama. Karena ini musim dingin dan selimut selalu menjadi kebahagiaan tersendiri, Jung-Shin menyeret kasurnya dan memindahkannya ke ruang tengah. Dengan begitu, kami bisa menonton TV di atas kasur sambil berselimut. Heran, kami sudah bukan anak muda lagi tapi masih bersikap seperti anak SMU begini.

“Acaranya sudah mulai?”tanya Jong-Hyun hyung, masuk ke apartemen dengan membawa saewokkang—cemilan berupa keripik udang berbentuk pipa kecil.

“Belum. Kemari, Jongie. Di sini hangat sekali!”kata Yong-Hwa hyung.

“Waaa, kemarikan saewokkang-nya! Aku rindu makanan ini,” Jung-Shin segera menyantap saewokkang bersama Jong-Hyun dan Yong-Hwa hyung.

Remah-remah bercampur di atas kasur dan mereka tidak peduli.

Aku meletakkan tas kerjaku di atas sofa dan menaruh ponsel di atas meja.

“Kenapa? Urusan klien lagi?”tanya Yong-Hwa hyung padaku.

Aku menggeleng,”Baru saja memberi tahu Krystal, aku tidak pulang malam ini.”

“Aaaaaa…~”mereka bertiga bersorak sambil bersiul.

“Apa diizinkan?”tanya Jong-Hyun hyung.

“Awalnya tidak, tapi akhirnya boleh. Untuk semalam saja,”jawabku.

“Aaaaaa…~”mereka bersorak lagi.

Eh, apa sih mereka ini?

“Tentu saja. Hyukkie punya dua anak. Mereka butuh seorang Ayah untuk menemani malam mereka,”kata Yong-Hwa hyung.

“Atau Krystal butuh seorang suami untuk menemani…”Jong-Hyun hyung sengaja menggantungkan kalimat itu.

“Huuuuu!”kami menyoraki Jong-Hyun hyung.

“Waeee?! Memangnya kenapa? Maksudku, Krys butuh Hyukkie untuk menemani jaga rumah. Begitu. Hehehe,”katanya beralasan.

Kami menyoraki Jong-Hyun hyung lagi dan melemparkan beberapa saewokkang ke arahnya.

“Kalian sudah izin belum ke istri kalian?”tanya Jung-Shin—satu-satunya pria yang masih bujangan di antara kami berempat. Bukan karena Jung-Shin tidak bisa memikat wanita, dia justru penakluk wanita. Aku tidak mengerti jalan pikirannya, seharusnya dia berhenti jadi playboy, mencoba setia, lalu menikah. Karena Jung-Shin masih lajang seolah belum ada wanita yang berhasil mencuri hatinya, kadang kami menyebutnya sebagai Untouchable guy. Apartemen si Untouchable guy ini terasa lebih luas karena hanya ditinggali sendiri (dan belum ada penghuni bergelar ‘istri’), karena itu kami lebih sering berkumpul di sini.

“Seo-Hyun masih di rumah sakit hari ini. Setelah selesai dia akan segera pulang dan menjemput Seung-Hwa di rumah Ibu,”lapor Yong-Hwa hyung.

“Yoona sedang ada di rumah. Hari ini Noona mampir, jadi dia tidak sedang sendiri,”lapor Jong-Hyun hyung.

“Bagaimana keadaan Yoona noona?”tanyaku. Istri Jong-Hyun hyung sekarang sedang hamil anak pertama. Dulu saat Krystal hamil si kembar, aku sangat bahagia sekali. Menghitung hari kapan tiba saatnya aku dilantik menjadi seorang ayah. Sekarang hal itu sedang dirasakan oleh Jong-Hyun hyung.

“Baik-baik saja. Sehat,”Jong-Hyun hyung mengunyah saewokkang lagi,”Sekarang porsi makannya banyak.”

“SUDAH SEJAK DULUUUU!”seruku, Jung-Shin, dan Yong-Hwa hyung hampir bersamaan.

Jong-Hyun hyung terkekeh. Pasangan suami-istri ini memang paling jago makan. Tidak hanya waktu hamil saja. Sebelum hamil, porsi makan Yoona noona juga sudah banyak. Sampai-sampai kalau sedang ada pesta di rumahku, Krystal harus memasak lebih banyak makanan karena salah satu tamu undangan kami adalah pasangan keluarga Lee ini.

Aku mengambil satu saewokkang lalu mengunyahnya.

“Kalian tahu tidak?”tanyaku.

“Hmm?”gumam mereka bertiga bersamaan.

“Kalau di rumah, Krystal melarangku makan di tempat tidur. Nanti akan ditiru anak-anak dan jadi kebiasaan buruk untuk mereka,”jelasku.

“Wae?”tanya Jung-Shin.

“Krystal bilang, kalau aku makan di tempat tidur, aku harus tidur di dapur.”

Ketiga sahabatku langsung tertawa terbahak-bahak. Mereka tertawa puas sekali dan berhenti karena Yong-Hwa hyung tersedak saewokkang, jadi Jong-Hyun hyung berlari mengambilkan air.

“Astaga, dulu kami pikir kau adalah satu-satunya Nagging King di dunia. Aku tidak percaya sekarang kau menikah dengan Nagging Queen. Tidak kusangka pepatah jodoh tidak akan ke mana memang benar,”kata Jung-Shin terkekeh.

“Kau sendiri bagaimana? Jodohmu sedang ke mana?”tanya Yong-Hwa hyung.

“Ah lihat! Acara bolanya sudah mulai!”teriak Jung-Shin, mengalihkan pembicaraan.



Lee Jong-Hyun

-Seoul, musim semi 2018

Begitu memarkirkan mobil di depan café Bluetory, aku berjalan menuju SMU Daeyoung—tempat Yoona mengajar sebagai guru bahasa Inggris.

“Itu suami guru! Kyaaaaa…”jerit para siswi begitu aku sampai di sekolah itu untuk menjemput Yoona.

Aku tersenyum dan memberi salam pada para siswi. Sebenarnya Yoona sudah mengambil cuti, tapi ada beberapa berkas penting yang ingin dia ambil di kantor, jadi dia ke mari.

“Kami rindu sekali selama guru cuti,”tambah seorang siswa laki-laki.

“Iya, Guru. Dunia terasa sangat hampa,”tambah yang lain.

YA! Dasar tidak sopan! Bisa-bisanya kalian menggoda istri orang!”seruku.

“Im Yoona adalah guru kami, Ahjussi. Dia milik kami juga,”timpal yang lain,” Guru, tolong lahirkan anak perempuan yang sangaaaaaat cantik. Yang cantik sepertimu. Kalau aku tidak bisa menikahimu, setidaknya aku bisa menikahi putrimu.”

YA! Dasar anak ini!”

Aku sudah akan menghampiri mereka saat Yoona tertawa lalu menahanku.

“Jangan, Guru!”kata para siswi,”Lahirkan saja anak laki-laki yang sangat tampan. Nanti kami akan menjadi fans pertamanya bahkan ketika dia baru saja lahir!”

Yoona tertawa lagi. Dia pasti bahagia sekali mengajar di sekolah ini. Walaupun siswa laki-lakinya kurang ajar, mereka terlihat bukan seperti anak berandal.

Yoona berpamitan lalu menggamit lenganku dan kami mulai berjalan-jalan. Menikmati udara musim semi yang khas dan melihat mekarnya bunga-bunga di sepanjang jalan. Sesekali kuusap-usap perut Yoona yang membesar dan aku berbicara pada bayi kami. Kau baik-baik saja, Nak? Apa kau lapar? Di luar sini udaranya bagus sekali lho, Nak…

“Jongie, kalau setelah melahirkan aku menjadi gemuk, kau masih mencintaiku tidak?”tanya Yoona.

“Masih.”

“Kalau setelah melahirkan wajahku jadi pucat sekali, kau masih mencintaiku tidak?”

“Masih.”

“Kalau setelah melahirkan aku akan lebih merepotkanmu, kau masih mencintaiku tidak?”

“Masih.”

Yoona berhenti berjalan lalu menatapku,”Pernah tidak kau berhenti mencintaiku?”

“Pernah.”

Senyum Yoona luntur seketika. Lho? Kenapa? Aku kan hanya berusaha jujur.

“Kapan? Lalu apa yang kau lakukan? Kenapa dulu berhenti lalu mulai mencintaiku lagi hingga sekarang?”tanyanya.

Aku menggandeng tangan Yoona dan mulai berjalan lagi.

“Aku pernah berhenti mencintaimu, tapi tidak lama. Karena beberapa waktu kemudian aku sadar bahwa mencintaimu adalah hal yang benar. Jadi, aku akan tetap melakukannya seumur hidupku meski kau akan gemuk, wajahmu pucat, atau makin merepotkan,”jawabku.

Yoona mengangguk-angguk dan berterima kasih lalu mengatakan bahwa dia juga cinta padaku.

Kami terus berjalan-jalan dan bercerita banyak hal.

Kami memutuskan untuk tidak menanyakan pada dokter apa jenis kelamin bayi yang dikandung Yoona. Kami berandai-andai. Yoona bilang, kalau anak kami laki-laki, dia akan menyuruhku melatih anak kami judo. Kalau anak kami perempuan, Yoona akan mengajarinya menari.

Kalau anak kami laki-laki, aku akan mengajarinya gitar sejak dia bisa bicara. Kalau anak kami perempuan, aku akan tetap mengajarinya gitar. Hehehe.

Yong-Hwa hyung mempunyai anak laki-laki. Min-Hyuk punya satu anak laki-laki dan satu anak perempuan—dia adalah orang paling beruntung karena selain anaknya kembar, jenis kelaminnya juga berbeda. Bagiku tidak masalah laki-laki atau perempuan, yang penting dia lahir normal dan sehat.

“Waaah, itu Noona!”sapa Min-Hyuk begitu kami memasuki café Bluetory.

Yong-Hwa hyung, Min-Hyuk, dan Jung-Shin segera memberi salam. Yoona tersenyum pada mereka.

“Kalian tidak bekerja?”tanya Yoona.

“Ini masih jam makan siang, Yoong,”kata Yong-Hwa hyung mengingatkan.

“Aah, benar juga. Aku pamit sebentar ya, ingin ke toilet,”kata Yoona.

“Kuantar?”tanyaku.

Yoona tersenyum lalu menggeleng,”Pesankan saja salad untukku, Jongie.”

Aku mengangguk dan kembali bersama teman-teman. Mereka memuji kecantikan Yoona yang bertambah setiap harinya. Tentu saja, kecantikan Yoona berasal dari kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu tentu saja datang dari suaminya. Ketika aku mengatakan itu, mereka malah melempariku dengan tisu dan sedotan.

 

 

Ini sudah 15 menit dan Yoona belum kembali. Aku khawatir sekali. Jadi, aku segera menyusulnya ke toilet.

“Yoong… Kau masih di sana?”tanyaku sambil mengetuk pintu.

Tidak ada jawaban. Aku membuka pintu, tapi pintunya terkunci. Lho? Bagaimana bisa terkunci? Pintu toilet bagian luar kan tidak pernah terkunci. Astaga! Jangan-jangan Yoona terkunci di dalam sejak tadi!

“Yoong! Menjauhlah dari pintu sejauh yang kau bisa!”teriakku lalu segera menendang pintu.

BRAAAK!

Pintu berhasil terbuka dan kulihat Yoona terduduk di lantai sambil merintih kesakitan. Ada cairan yang mengalir dan membasahi kakinya. Air ketuban! Ya Tuhan! Sepertinya istriku akan melahirkan!

“Jongie… Sakit, Jongie…”rintih Yoona, wajahnya pucat sekali.

Aku segera memapahnya dengan hati-hati. Aduh, bagaimana ini… Yoona harus segera dibawa ke rumah sakit.

“HYUNG!”teriakku begitu sampai di ruang depan.

Perhatian pengunjung café Bluetory segera tertuju ke arahku dan Yoona.

“Yoong akan melahirkan?!”seru Yong-Hwa Hyung.

“Aku akan menyiapkan mobil!”kata Min-Hyuk sigap dan segera ke luar café.

Yong-Hwa hyung membantuku untuk memapah Yoona yang sedang kesakitan.

“Aku akan membungkus salad-nya!”seru Jung-Shin.

“SHIIIIIIIN!”teriakku dan Yong-Hwa hyung.

 

 

Yong-Hwa hyung menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Aku berusaha menguatkan Yoona. Dia menggenggam tanganku erat sambil berusaha menahan sakit yang dia rasakan.

“Ini sudah bulan ke berapa sih, Hyung? Bisa-bisanya kau tidak ingat kapan Noona akan melahirkan!”kata Min-Hyuk.

“Kata dokter due date-nya masih tanggal… Eh sekarang tanggal berapa?”

“25!”jawab Min-Hyuk, Jung-Shin, dan Yong-Hwa hyung bersamaan.

“Apa?! Berarti memang sudah dekat waktunya!”pekikku.

Ya Tuhan! Ini memang sudah waktunya! Dokter bilang kemungkinan due date-nya sekitar tanggal 25! Dokter bilang kemungkinan bayinya lahir di minggu ini! Pantas saja sejak tadi Yoona bertanya kalau dia sudah melahirkan, kalau dia menjadi gemuk, dan lain-lain. Ini memang sudah waktunya!

“Bagaimana kau bisa lupa?! Dulu aku saja tidak bisa lupa waktu kelahiran anak-anakku!”kata Min-Hyuk, dia terlihat sama cemasnya denganku. Dulu Krystal memang tidak mengalami hal-hal seperti ini. Saat mendekati waktu melahirkan, Min-Hyuk sudah menunggui Krystal di rumah sakit sehingga tidak ada masalah yang terjadi.

“Tentu saja! Yang bisa diingat Hyung hanyalah jadwal makan!”kata Jung-Shin.

YA! Bisa-bisanya kau ini…”ah tidak ada gunanya aku marah, prioritasku sekarang adalah Yoona.

“Yoong, bertahanlah… Aku ada di sini bersamamu,”kataku sambil membelai rambut Yoona, berusaha membuatnya tenang.

“Jongie… aku akan melahirkan… Aku akan melahirkan…”

“Iya, Sayang. Bertahanlah sebentar lagi,”kataku sambil mengusap keringat yang membasahi dahinya.

Jung-Shin duduk di depan bersama Yong-Hwa hyung yang menyetir. Ketika kami melewati lampu lalu lintas yang menyala merah, Jung-Shin mengeluarkan kepala dari jendela sehingga rambut panjangnya berkibar-kibar.

“BERI JALAN! ADA ORANG AKAN MELAHIRKAN!”teriak Jung-Shin.

Min-Hyuk yang duduk di belakang bersamaku dan Yoona juga segera membuka kaca jendela mobil. Min-Hyuk ikut berteriak,”BERI JALAN! MINGGIR! BERI JALAN! INI AMBULANS! WOI! KAU TIDAK DENGAR YA?! INI AMBULANS!”

“IYA! KAU TIDAK DENGAR?! CEPAT MINGGIR! TEMANKU INI PENGACARA! KAU BISA MASUK PENJARA KALAU TIDAK MAU MINGGIR!”teriak Jung-Shin di sela suara klakson yang dibunyikan Yong-Hwa hyung.

Hebatnya, semua mobil menepi dan memberi jalan untuk kami. Yong-Hwa Hyung segera menambah kecepatan mobil.

“Hyung, gunakan kemampuan drift saja!”kata Jung-Shin—terinspirasi Fast And Furious.

“Dasar bodoh! Aku juga harus tetap hati-hati! Kau mau Yoona melahirkan di sini karena syok?!”kata Yong-Hwa hyung lalu memberikan ponselnya ke Jung-Shin,”Cepat telepon istriku!”

Jung-Shin mengangguk dan mematuhi perintah untuk menelepon Seo-Hyun.

“Dokter Seo! Gawat, Dokter!”seru Jung-Shin,”Gawat sekali! Ini gawat!”

Aduuh, anak ini bisanya hanya mengatakan gawat…

Yong-Hwa hyung menyuruh Jung-Shin memasangkan earphone agar Yong-Hwa hyung bisa berbicara langsung dengan istrinya.

“Hyunnie, Yoong akan melahirkan! Kami sedang dalam perjalanan ke rumah sakit… Ya, tolong kau siap-siap di sana… Hmm… Apa lagi yang harus kulakukan?… Oh? Tarik nafas? Oke… Yoong, cepat tarik nafas!”suruh Yong-Hwa hyung sesuai instruksi Seo-Hyun.

Yoona segera mengikuti perintah Yong-Hwa hyung. Sampai berapa lama?

“Apa? Aku tidak mendengar suaramu, Hyunnie… Oh! Yoong, kata Seo-Hyun jangan lupa buang nafas juga!”kata Yong-Hwa hyung.

Yoona yang sudah tidak tahan segera membuang nafas.

“HYUUUUUNG!”teriak kami bertiga panik.

“Jangan berusaha membunuh istriku, Hyung!”protesku.

“Aaah, mianhae… mianhae, Jongie… Baik. Baik, Hyunnie… Kami hampir sampai,”kata Yong-Hwa hyung lalu menutup telepon.

“OEEK… OEEEEK… OEEEEEK!”

Kami terkejut. Wajahku memucat. Astaga! Tidak mungkin—

“Maaf. Itu suara ringtone ponselku. Hehehe,”kata Jung-Shin lalu terkekeh.

“SHIIIIIIIIIN!”

 

 

Aku lupa sejak kapan aku berdiri di depan ruang persalinan. Aku lupa sejak kapan aku berada di lantai empat rumah sakit ini. Aku terlalu cemas. Aku terlalu khawatir pada keadaan istriku. Sampai sekarang Yoona belum keluar dari sana.

“Hyung! Tidak bisakah aku masuk ke sana? Tidak bisakah istrimu mengizinkan aku masuk?”tanyaku pada Yong-Hwa hyung.

“Tidak bisa. Ini Seoul. Ini sudah peraturannya, Jongie. Kau tidak boleh masuk ke sana…”

Yong-Hwa hyung menyuruhku duduk dan menenangkan diri.

Aku tidak boleh masuk ke sana, tapi aku ingin sekali masuk! Aku ingin berada di sisi Yoona sekarang! Aku harus menyemangatinya… Aku harus menemaninya…

Sekarang Yoona pasti sedang berusaha keras untuk melahirkan bayi kami. Aku membayangkan wajah istriku yang kuat itu. Dia menarik nafas dan membuangnya secara teratur. Dia berusaha sekuat tenaga… Dia sedang berjuang demi bayi kami…

“Aku mencintaimu, Jongie,”aku mendengar ingatan tentang Yoona yang terputar di kepalaku.

“Aku mencintaimu, Yoong…”balasku dalam hati.

Kalau bisa, aku ingin menyerap rasa sakit yang dialami Yoona agar wanita itu tidak merasa kesakitan. Kalau bisa aku ingin menderita untuknya. Tapi aku tahu aku tidak bisa melakukan itu.

Ya Tuhan, tolong selamatkan anakku dan ibunya… Tolong kuatkan mereka berdua… Kumohon pada-Mu…



Jung Yong-Hwa

-Seoul, musim panas 2018

Kami sering mengadakan piknik keluarga di halaman rumah ketika musim panas datang. Kali ini kami mengunjungi rumah dengan halamannya yang terluas, rumah Jong-Hyun.

Selagi para wanita sibuk di dapur untuk memasak, kami berempat bersantai di ruang tengah. Lee Ha-Na kecil tertidur di dekapan ayahnya. Bayi perempuan itu lahir dengan sehat dan normal beberapa bulan yang lalu ketika musim semi datang. Karena itu Yoona dan Jong-Hyun menamai putri mereka Ha-Na. Dalam bahasa jepang hana berarti bunga, karena ketika musim semi bunga-bunga bermekaran. Dalam bahasa Korea, hana berarti satu, karena Ha-Na adalah putri pertama mereka.

Wajah Jong-Hyun berbinar sekali. Di usia yang baru terhitung beberapa bulan ini, kami masih belum terlalu melihat senyuman Ha-Na. Tapi samar-samar, aku melihat senyuman Ha-Na manis sekali. Dia mewarisi senyuman orang tuanya, lesung pipit ayahnya dan keceriaan ibunya.

“Appa! Aku akan keluar sebentar dengan Young-Ho dan Young-Mi. Ingin naik sepeda,”kata jagoan kecilku.

“Hati-hati, Seung-Hwa! Jaga Young-Ho dan Young-Mi juga! Kau adalah hyung mereka lhoo.”

“Siap, Appa!”seru Jung Seung-Hwa.

Anak-anak berhamburan keluar.

Televisi yang kami nyalakan menampilkan banyak iklan. Lalu tiba-tiba muncul iklan sepatu olahraga dan Jung-Shin muncul di sana.

“Wah! Itu benar-benar kau, Shin?”tanya Min-Hyuk.

Jung-Shin tersenyum bangga,”Bagaimana ya, pria menawan sepertiku susah sekali menolak banyaknya tawaran untuk menjadi model.”

Jong-Hyun tertawa,”Tapi tetap saja susah jodoh!”

“Hyung!”seru Jung-Shin,”Tega-teganya kau menghinaku di depan Ha-Na!”

Jung-Shin segera mendekati Jong-Hyun dan bicara pada Ha-Na,”Ahjussi tidak susah jodoh, Ha-Na. Jangan percaya pada ayahmu. Sekarang Ahjussi sudah punya pacar kok.”

“Pacar? Sejak lima dekade yang lalu kau selalu bilang punya pacar, tapi tidak juga menikah hingga sekarang!”kataku. Sejak SMU dulu, Jung-Shin memang paling sering berganti pacar. Tapi sampai sekarang masih belum beristri juga.

“Hyung! Umurku bahkan masih 27 tahun! Belum ada lima dekade!”protes Jung-Shin.

“Waktu terasa lebih lama kalau kau masih lajang, Shin,”sahut Min-Hyuk.

Aku mengangguk,”Segeralah cari istri. Badanmu sampai kurus begitu…”

“Mau punya sepuluh istri pun aku tetap kurus, Hyung…”gerutunya.

Iklan di TV berganti menjadi iklan drama A Gentleman’s Dignity—drama lama tahun 2012 yang diputar lagi.

“Hei, ini drama favoritnya Yoona!”seru Jong-Hyun,”Ha-Na, itu drama favoritnya Omma.”

“Dasar bodoh! Jangan ajari putrimu nonton drama!”kataku.

“Hyung! Tega-teganya mengataiku bodoh di depan Ha-Na!”protes Jong-Hyun.

Kami tergelak. Ah, rasanya menyenangkan sekali kami masih bersama selagi satu malaikat cantik seperti Ha-Na tiba di antara hidup kami.

“Ngomong-ngomong, kalau di AGD, kita jadi apa ya? Mereka ada berempat, kita juga berempat,”kata Min-Hyuk.

“Bagianmu Choi Yoon, Hyukie. Kau kan pengacara,”kata Jung-Shin,”Lagipula panggilanmu dulu Kang Goon. ‘Goon’ dan ‘Yoon’ itu terdengar mirip. Hehe.”

“Berarti aku Kim Do-Jin!”kata Jong-Hyun percaya diri.

“Tidak bisa! Kau lebih mirip Colin, anaknya Do-Jin,”protesku,”Aku adalah Kim Do-Jin.”

Hahahaha. Dari dulu aku selalu suka kalau menganggap diri sendiri sebagai tokoh utama.

“Wae? Jangan-jangan sebelum menikah dengan Seo-Hyun, hyung pernah punya anak dari wanita lain ya?”tanya Jong-Hyun.

“Dari Park Shin-Ye!”seru Min-Hyuk, menyebut nama mantan pacarku sewaktu kuliah.

“Sayaaang! Kalian sedang membicarakan apa?!”aku mendengar suara Seo-Hyun dari dapur.

Aku menelan ludah. Aku gelagapan.

“Ah bukan apa-apa. Hanya membicarakan drama, Sayang! Kau tidak perlu khawatir! Buatkan kami makanan yang enak saja!”teriakku.

“Aku mencintaimu, Sayang!”kataku buru-buru menambahkan.

Jong-Hyun, Min-Hyuk, dan Jung-Shin menahan tawa. Kurang ajar kalian! Sudah tahu Seo-Hyun sangat sensitif kalau sedang disebut-sebut wanita lain di hidupku selain dirinya, mereka malah menyebut nama Shin-Ye dengan lantang.

“Mana mungkin, Bodoh! Aku dan Shin-Ye sudah selesai dan aku bersumpah tidak ada yang pernah terjadi!”desisku.

Mereka mengangguk-angguk memahami dan berusaha berhenti meledekku.

“Tapi Yong-Hwa hyung benar. Dia cocok jadi Do-Jin. Kalian sadar tidak sih kalau diperhatikan lama-lama wajah Kim Ha-Neul yang jadi Seo Yi-Soo wajahnya mirip Seo-Hyun?”bisik Min-Hyuk.

Hahaha. Sekarang kami jadi berbisik-bisik. Benar kata Min-Hyuk, wajah Kim Ha-Neul memang mirip wajah cantik istriku.

“Lalu aku siapa?”tanya Jong-Hyun.

“Jong-Hyun hyung pernah menendang pintu toilet di café-ku. Gaya itu milik Colin. Ngomong-ngomong, kau tidak berniat berhutang uang padaku, Hyung? Biaya renovasinya mahal lho,”kata Jung-Shin.

“Berhutang uang apanya? Kau mau berhutang nyawa padaku? Salah sendiri punya pintu toilet macet. Prioritasku saat itu hanyalah Yoona. Aku harus menyelamatkannya secepat mungkin,”balas Jong-Hyun.

Kuakui, aksi Jong-Hyun menolong Yoona waktu itu memang sangat keren. Kalau terlambat sebentar saja, keadaan Yoona bisa lebih gawat.

“Hmm. Karena di sini hanya kau dan aku yang jadi arsitek, pilihan terakhirnya kau adalah Im Tae-San, Jongie,”kataku akhirnya.

“Mwo? Tapi Yoona kan tidak seliar Hong Se-Ra! Istriku guru, dia lebih cocok dijadikan Seo Yi-Soo!”protes Jong-Hyun.

Aaah, anak ini. Kenapa dia ingin sekali jadi Kim Do-Jin? Kalau begitu putrinya jangan dinamai Lee Ha-Na, namai saja Colin!

“Tapi istrimu kan Im Yoona, Hyung,”kata Min-Hyuk.

Kami terdiam dan menatap Min-Hyuk tidak mengerti. Ya? Lalu?

“Hehehe. Tidak apa-apa sih. Im Tae-San dan Im Yoona sama-sama punya marga Im.”

“Tapi margaku Lee, Hyukkie,”kata Jong-Hyun lagi.

Ha! Kalau berdasarkan marga, aku jelas menjadi Do-Jin karena Seo Yi-Soo memiliki marga Seo, sama seperti istriku yang bermarga Seo.

“Baiklah. Sudah ditetapkan ya. Yong-Hwa Hyung adalah Do-Jin. Jong-Hyun hyung adalah Tae-San. Min-Hyuk adalah Yoon. Lalu aku… Jung-Rok?”tanya Jung-Shin.

Kami tertawa. Lee Jung-Rok adalah pria yang pertama kali menikah di antara mereka berempat dan mempunyai istri yang lebih tua. Sedangkan Jung-Shin? Sampai sekarang dia satu-satunya pria yang masih lajang di antara kami berempat. Paradoksal sekali.

“Eh iya! Itu bisa juga. Jung-Rok mempunyai sebuah café. Jung-Shin juga punya café,”kata Min-Hyuk.

Ah ya. Kalau alasan itu masih bisa diterima.

“Di drama itu mereka berempat bersahabat sampai tua. Menurut kalian, kita juga akan begitu?”tanya Jung-Shin.

“Tentu saja! Wae? Kau tidak mau menjadi bagian dari kami lagi?”tanyaku pura-pura marah.

“Potong saja rambutnya, Hyung!”seru Min-Hyuk memprovokasi.

“Kutuk saja jadi lajang seumur hidup, Hyung!”tambah Jong-Hyun.

“Hyung! Tega-teganya kau mengutukku di depan Ha-Na!”protes Jung-Shin.

Kami tergelak puas lagi. Aku melihat wajah mungil Ha-Na yang masih tertidur.

Ha-Na, sampai kau besar nanti, sampai kau menikah nanti, ahjussi-ahjussi ini dan Appamu akan terus bersahabat. Jadi, cepat tumbuhlah besar agar kau bisa melihat betapa eratnya persahabatan kami. Dan sampai waktu itu tiba, kami berjanji akan menjagamu dengan baik.

*usia menikah uri CNBLUE di FF ini ditentukan sama usia menikah Jong-Hyun dan Yoona yang pernah aku buat di FF-ku sebelumnya [Conscription]. Dan sebenarnya dalam FF ini, persahabatan mereka berempat dimulai sejak SMU (sesuai cerita di AGD), jadi bisa dibilang FF ini kelanjutan dari FF-ku yang lain juga [Prom Night], makanya untuk gambarnya Jong-Hyun sama Yoona di cover aku crop dari cover FF-ku yang dulu. Hehehe *curang*. Jadi, untuk beberapa temen yg minta sequel kedua FF tersebut, anggap aja FF ini udah ngabulin permintaan kalian yaa. Terima kasih banyaaak! ^^

67 thoughts on “A Gentlemen’s Dignity

  1. Hahaha..
    Keren keren ..
    Aku kekeh bacanya thor ..
    buat sequelnya satu satu pasangannya dong thor ,,
    Lebih utamanya ke jungshin ,, kan ceritanyaa agak gantung thor Ɣªήğ bagian jungshin ..

    • hahaha. iya mitha, aku biasanya emg sk nulis cerita komedi :3. mksh yaa udah ketawa, soalnya kadang ceritaku jatuhnya ke jayus. hehe.
      Hmm bisa diatur kalo mau buat sequel lg. tp serius aku bingung kl mau bahas jungshin. sbnrnya dia sm siapa sih? aku cri di forum2 couple kok dptnya mlh poor jungshin gr2 dr dulu dy gapunya pasangan. hahahaha

    • makasih, noona, uda ketawa. ih kayaknya kmrn2 wktu aku nulis km jg baca ya? ga asing sm namamu. hehe. mksh yaaa.
      iya deh, kyknya yong jg ga rela ngelepasin jungshin buat cewek lain, ntar ga ada yg dibuli lh. kkkk~

    • eh nova, aku baru baca ulang FF-ku sendiri. hehe
      “Lee Ha-Na kecil tertidur di dekapan ayahnya. Bayi perempuan itu lahir dengan sehat dan normal beberapa bulan yang lalu ketika musim semi datang. Karena itu Yoona dan Jong-Hyun menamai putri mereka Ha-Na. Dalam bahasa jepang hana berarti bunga, karena ketika musim semi bunga-bunga bermekaran. Dalam bahasa Korea, hana berarti satu, karena Ha-Na adalah putri pertama mereka.”
      nah, di paragraf itu uda jelas kan kl bayinya cewek? ^^

    • waaah, mksh, emotional angel *wah dewi-dewinya yonghwa nih. hehe. Aku seneng kl bikin mood km bagus. hehe
      Iya, gr2 bikinnya abis liat AGD beneran, jdinya kocaknya jg terinspirasi dr drama aslinya.
      oke, km juga keep writing yaaa, km yg nulis Crush kan? ^^

  2. cerita lee jonghyun kocaaaaak sumpah deh
    adegan d mobil yg yoona mau melahirkan ngakak bgt. aaaaaa andai cerita ini jd kenyataan seneng bgt smua couple pairing yg aku sukaaa.
    suka author. keep writing dan ditunggu ceritanya lainnya

    • makasih, shinrin🙂. hahaha. seneng de kl denger org ketawa gr2 bc ceritaku >_<
      wah iya, kbykn org sukanya jg pas bagian ambulans. hehe
      oke. mksh byk support-nyah~

  3. Author-nim! FF ini bener bener Daebak! Keren banget! Ngakak banget baca ini! Lol =)) romance dapet,persahabatan oke,komedi bagus banget,terus pemilihan katanya itu juga pas,ngga ribet hehehe
    Bikin ff romcom lagi ya author-nim,terus berkarya ^^

  4. Keren banget thor-_- dengan cerita yg sederhana tapi bisa berubah wow! /apa

    Daebak deh’-‘b squel dong ha na nya nikah sama anaknya yonghwa atau minhyuk gitu:p

  5. hahaha,.
    ff ini lucu bnget, sumpah ngga boong,
    ngakak abis pas baca’ny,
    tapi jungshin kasian ngga ada pasangan’ny..,
    sini sama aqu ajah, (ups,)

    ff’ny daebak,
    bkin sequel’ny lagi ya,,🙂

  6. daebakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    bagian shin gokil bgt deh,,,,pas dimobil ringtone berbunyi bikin kaget dikira yoona melahirkan dimobil,,,hahahhahahahah
    shin,,,,shin,,,,
    CNBLUE 4_ever deh ^^
    happy family

  7. whahaha,,,,gokil” cerita x

    Karakter jungshin dsini playboy yg berwibawa namun tak kawin-kawin,,,,
    Haaaaaa kasian
    tp pasti mnyenangkan skli klo jd minhyuk, punya anak kembar pengantin.

  8. kereeenn.. suka pas bagian yoona mau melahirkannya wks. trus jungshinnya gmn tuh? masih di tengah jalan xD
    ini sih namanya ff comedy.. romancenya kurang ngecoss hehe /bercanda
    tetap berkarya, eonni! fighting!

  9. Keren, kocak, aduh pelipur capek marathon(?).
    Daebak, thor.
    Jungshin terlalu frustasi apa gimana sih keadaan genting begitu.
    2 Jempol ^_^

  10. Seru ceritanya ,, apalagi pas bagian jonghyun ,, masa dia smpe lupa kpan wktunya yoona mlahirkan , untung yoona gaaa knapa2 .. Tp kasian jung shin dia doang yg blom nikah ,😀

  11. HAHAHAHA sumpah adegan di Ambulans pas YoonA melahirkan itu GOKIL GILAAAKK!!!😀 aku ngakak guling guling bacanya, rasanya pengen banget nendang si Jungshin saking gemes nya! wakakakak

    tapi kecewa nih, gak ada adegan Minhyuk sama Kyrstal nya😦

    however………… DAEBAK! AUTHOR ROCKESSTTT!!!! hahaha

  12. Waaaahhhhh……. Daebakk! Ceritanya unik, cerdas, seru, n kocak gila….! Mdh2an ada sequelnya lagi ya… Terus berkarya menghasilkan cerita2 cerdas seperti ini ya…! Gomawo!

  13. iseng-iseng main ke web ini ternyata ketemu fanfic yang ajib :3
    ceritanya asyik banget!! ngakak bacanya
    gara2 baca ini jadi kangen sama Gentleman’s dignity.. deh
    huaa makasih author atas karyanya yang keren
    karya yang lain ditungguin banget nih
    Fighting!!

  14. Aku ketawa ngakak pas oek oek itu:”D aduh ini ff bagus bgttt feelnya dapet semuaa~ kalo Jungshin mau cari istri, daftar ke aku aja gpp kok:p wkwk ditunggu cerita selanjutnya thoor!=D

  15. suka banget sama cerita ini….apalagi pas bagian yoona mau melahirkan
    pengen prihatin sama kondisi yoona…eh malah jadi kocak gara” cn blue member hihihi
    daebak thor ^o^

  16. ak kudu ketawa ngakak mpe sakit perut pas scenenya Jungshin😀
    1. pas rambutnya berkibar2 pas Yoona mau mlahirkan😀
    2. bayangin muka innocentnya dia pas hpnya bunyi, bnyinya ringtone oek oek segala😀
    wkwkwkwk .. bikin sequel keren😀

  17. sumpah lucu banget…lajang 5 dekade….sama mo punya 10 istripun tetep kurus…..wkwkwkwk….trusss ketika semua bingung bawa yoona ke RS shin mikirin salad…sumpah…lucu banget…sequel dunks….

  18. aah.. suka suka >,< !! suka karakter jong di sini. tapi bayangin jungshin chingoo disini dengan yang ada di WGM, haha.. lucu". sequel lagi boleh nih. hehe

      • Mksh uda suka ceritanya🙂
        Iya, nandya. Biar dapet aja gitu plotnya. Haha. Namanya jg ff, imajinasi tsera author
        Wah kalo skrh mah beuuuuuh, jung shin charmingnya uda ga nahanin :p

  19. Ya ampuuuunnn.. Jungshiiiinn kenapa lucu bgt sih. Aku mau jadi jodohnya Jungshin deh kalo gitu. Hahaa..
    Semoga CNBLUE bisa terus ada sampe tua nanti. Aamiin 😄

  20. Re-read ff ini bener-bener masih bikin ngakak! Sumpah ya yang bagiannya Jonghyun pov sukses bikin ketawa banget! Jungshin rada pabo gimana gitu, suka banget sama ff ini.
    Dari hasil stalk2 blog ini dan akhirnya nemu ff ini lagi ♥
    Nice fanfic :3

  21. Reread ff ini lagi🙂 dan masih bikin ngakak. Ringtone bayinya jungshin juga nggak nahan :v love it
    Udah abis pendadaran kan eon, bikin ff lagi doongg~
    Atau sekuel yg bahasa inggris di aff ditranslate ke bahasa indonesia *wink*
    #readerbanyakminta
    Fighting^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s