Goodbye Dream [Sequel of Goodbye Holiday]

Goodbye Dream

 

Title : Goodbye Dream [Sequel of Goodbye Holiday]

Author : Minhyuk’s Anae

Length : Ficlet

Rating : PG-15

Genre : Romance, AU, Fluff

Cast :

–          Kang Minhyuk

–          Jung Krystal

–          Other Cast

Disclaimer : My own inspiration

Note : Sequel ini aku buat special untuk para readers yang sudah baik hati meninggalkan komentarnya di Goodbye Holiday. Semoga cerita kali ini bisa menjawab penasaran kalian dan semoga tidak mengecewakan ^^ Still leave a comment, ok? Kkk~

—————————————————****————————————————————

Suara bising bandara mengganggu telingaku. Aku baru saja duduk di bangku pesawat dan menunggu kapan pesawat yang kunaiki ini berangkat. Ku lihat wanita yang duduk di sebelah kananku yang tampak berantakan. Dan aku sedikit sama sepertinya. Ku ambil ipod-ku dengan segera dan memasang dua kabel headset ke telingaku.

Kakakku, yang duduk di sebelah kananku, beberapa kali menggoyang-goyangkan bahuku. Aku melirik sedikit ke arahnya, “ Kenapa?”

“ Aku ingin menangis lagi.” Jawabnya yang langsung disusul dengan deraian air mata yang tak kunjung berhenti. Kalau sudah seperti ini aku bingung dengan peranku sebagai adik yang lebih mirip seperti seorang kakak. Aku berusaha menenangkannya dan tak lama setelah itu ia sudah tertidur di bahuku.

Aku menghela nafasku berat mengingat apa yang baru saja terjadi di keluarga kami. Pertengkaran Mommy dan Appa membuatku dan kakakku, Jessica Jung, harus pulang Korea dan melanjutkan studi kami di sana. Aku sendiri tidak mengerti mengapa karena semuanya berawal dari hari dimana aku baru saja pulang liburan dari Korea. Jessica bahkan menutup rapat mulutnya dan tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padaku. Dia hanya bisa menangis dan memelukku setiap aku menanyakan apa yang terjadi pada keluarga kami.

Mataku yang perlahan mulai lelah akhirnya menutup dan memilih untuk tidur mengingat masih butuh beberapa jam lagi kami baru akan sampai di Seoul. Tiba-tiba sebuah nama mengusik pikiranku tentang Korea. Sebuah mimpi yang harusnya sudah kutinggalkan setahun yang lalu.

-***-

Minhyuk’s POV

Nafasku terengah begitu aku baru saja sampai kamar hotel. Ku tendang tasku dengan kesal. Sialan, umpatku. Teman-temanku mengerjaiku, mereka bilang kami harus manggung di Ilsan hari ini dan aku langsung buru-buru ke bandara dan membeli tiket. Dan tebak apa yang terjadi? Mereka membohongiku dengan alasan bahwa hari ini adalah hari jadi band kami dan tentu saja satu jam kemudian aku langsung kembali ke hotel dan tidak jadi pergi.

Ku ambil ponselku dan berharap ada seseorang yang pantas untuk ku hubungi. Pikiranku langsung menuju pada gadis yang ku kenal tiga hari yang lalu itu. Ah, ya, aku bahkan baru ingat bahwa aku tidak memiliki nomor ponselnya. Dengan segera aku bangkit dan pergi menuju kamarnya.

Ku tatap heran Jung Noona yang sedang membereskan kamar nomor 145 itu. Gadis itu sudah pergi?

“ Pemilik kamar ini sudah check out?” Tanyaku sambil berdiri di ujung pintu pada Jung Noona. “ Sudah, Tuan. Satu jam yang lalu.” Jawabnya.

“ Aish, sudah kubilang berapa kali kalau aku tidak suka dipanggil Tuan? Aku itu masih muda.” Gerutuku. “ Ah, yasudah kalau begitu.” Lanjutku berat. Gadis itu bahkan tidak mengucapkan apa-apa kemarin dan kini dia sudah pergi.

“ Apa kau mengenalnya, Minhyuk-ssi?” Tanya Jung Noona saat aku berbalik meninggalkan kamar. Aku berjalan mundur dan menjawabnya, “ Kenapa memangnya?”

“ Dia menitipkan ini. Untukmu katanya.” Jawabnya dengan menyerahkan sebuah kertas berwarna putih. Aku mengerutkan keningku sebelum mengucapkan terima kasih kepada Jung Noona.

Setelah kembali ke kamarku, aku membukanya.

Dear Kang Minhyuk,

Waktu berjalan begitu cepat, ya? Hingga tidak terasa waktu liburanku sudah habis. Pagi ini aku mencarimu di tempat biasa. Tapi aku tidak menemukanmu xoxo

Terima kasih atas waktu yang kau luangkan untukku selama beberapa hari ini. Kau membuat liburanku menjadi tidak datar ^^ Terima kasih sekali lagi.

Aku pergi dulu. Semoga kita bisa bertemu di lain waktu.

Krystal Jung

Ah, jadi dia mencariku? Sudah ku bilang Hyung-Hyung-ku itu sialan dan aku meninggalkan kesempatan terakhirku dengannya. Ku baca ulang baris terakhir suratnya.

Semoga kita bisa bertemu di lain waktu.

Tentu saja kita harus bertemu lagi, Nona Jung.

-***-

Krystal’s POV

Ku rebahkan tubuhku yang lelah di atas kasur kamar baruku. Ku pandangi dinding langit kamarku. Tentu saja kamar ini sudah di desain semirip mungkin dengan kamarku yang di Los Angeles tapi tetap saja rasanya berbeda.

“ Makan dulu, Krissie.” Panggil Jessica dari pintu kamarku. Aku memandangnya malas namun tetap bangkit ke ruang tengah apartement kami.

“ Sica, kau harus mengatakan mengapa kita di kirim ke sini.” Ucapku di sela makan malam kami. “ Kenapa? Kau tidak suka di Korea? Bukannya kau merengek ke Appa untuk kuliah di Universitas Seoul? Hmm?” Ucapnya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi seolah dia tidak suka dengan ucapanku.

“ Bukan seperti itu. Aku hanya takut dengan Appa dan Mommy.” Ujarku. Jessica menaruh sendoknya dan memandangku teduh, berbeda dengan sikapnya yang dingin. “ Mereka bertengkar biasa. Pertengkaran orang dewasa.”

Aku hanya menghela nafasku dan memutar mataku sejenak. Baiklah, kalau Sica sudah berbicara seperti itu yang harus ku lakukan hanyalah diam dan menuruti kata-katanya. Padahal umurku sudah 18 tahun dan aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui masalah mereka. Tapi sekali tidak tetap tidak—itu rumus kehidupan Jessica.

Setelah makan, aku menatap Seoul malam dari jendela apartementku. Angin yang terlalu dingin membuatku menyerah untuk tetap ada di balkon. Ku lirik jam dinding di kamarku yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan sepertinya aku harus tidur sekarang mengingat besok aku sudah masuk kuliah. Tentu saja di kampus baruku, kampus yang menjadi impianku selama ini. Universitas Seoul.

Juga tempatnya berada. Dia, yang sempat menjadi mimpiku.

-***-

Aku menatap gedung berwarna putih yang ada di hadapanku. Fakultas Kedokteran Universitas Seoul. Sebuah senyum mengembang begitu saja di wajahku, tentu saja aku bahagia sekarang. Langkahku kian pasti meski aku merasa asing di sini karena tak ada satu orang pun yang ku kenal.

Setelah mengurusi seluruh administrasiku, aku duduk di pinggir taman kampus. Mengingat jam kuliahku masih dua jam lagi. Aku kira mengurus administrasi itu akan lama hingga berjam-jam sehingga aku datang pagi-pagi. Nyatanya tidak genap tiga puluh menit semuanya sudah beres.

Aku memutar pandanganku dan menemukan sebuah papan arah ke Fakultas Manajemen. Ingatanku tentangnya kembali lagi. Ini aneh tapi nyata, kalau aku bilang rasa ini cinta sepertinya terlalu buru-buru tapi buktinya sudah setahun aku masih memikirkannya. Kurasa dia bukan mimpi biasa untukku.

Aku hampir berbalik pulang sebelum ujung mataku menangkap seseorang dengan postur tubuh sekitar 180 cm yang berdiri tak jauh dari tempatku. Dia membelakangiku tapi aku bisa mengenalinya. Sepertinya aku harus memulai mimpiku lagi sekarang.

Dia baru saja berbalik tapi aku buru-buru pergi menghindar. Setelah jarak pandanganku sudah tidak bisa menemukannya tiba-tiba aku merasa menjadi orang yang begitu bodoh. Mimpiku sudah ada di depan mata tapi aku justru menghindar dan membiarkannya menghilang lagi. Ku telusuri lingkungan kampus dan mencarinya. Sesekali ku lirik jam tanganku mengingat aku akan masuk kelasku sekitar pukul 10 siang. Namun setelah hampir setengah jam memutari kampus aku tetap tidak menemukannya. Ku hela nafasku lelah dan duduk di bangku pinggir taman.

Sepertinya aku kehilangan mimpiku lagi, pikirku menyerah.

So, you are going to be a new student in this collage, Miss Jung?” Sahut seseorang yang baru saja duduk di sebelahku.

Aku menoleh dan hampir menjerit senang begitu menyadari siapa yang bertanya padaku. Dia masih mengingatku. Dia melihatku. Mimpiku…

“ Kau terlihat begitu terkejut melihatku. Mengapa? Apa karena kau begitu merindukanku?” Ucapnya menginterupsi pemikiranku.

“ Baru masuk hari ini?” Tanyanya lagi menanggapi aku yang kebingungan menjawab ucapannya. Aku mengangguk.

“ Kau sedang tidak ada kelas?” Tanyaku. Dia melirik jam di tangannya, “ 15 menit lagi.” Jawabnya.

“ Kau tinggal dimana sekarang?”

“ Di sebuah apartement di Cheongdamdong.” Jawabku. “ Cheongdamdong? Aku juga tinggal di situ.” Ucap Minhyuk bersemangat. “ Benarkah?”

Minhyuk mengangguk lalu berkata, “ Kelasku akan berakhir pukul 12. Kau mau pulang bersamaku?” Aku meliriknya sebentar lalu berpikir. “ Hmm, ayolah, Krystal. Setidaknya aku akan mengantarmu dengan selamat sampai tujuan. Kau harus tahu Korea itu berbahaya dan aku akan sangat khawatir kalau kau pulang sendirian.” Tambah Minhyuk yang kurasa kata-katanya itu begitu mengada-ada.

“ Hahaha, Minhyuk-ah, aku bahkan pergi ke Jeju sendirian dari Amerika.” Tawaku. Wajah Minhyuk terlihat memerah malu, “ Pada intinya, kau harus pulang bersamaku, ne?” Ucapnya paksa dan terlihat seperti menutupi rasa malunya sambil pergi dengan sedikit berlari membuatku terkekeh dengan sendirinya.

Aku melirik jam tanganku dan pergi menyusuri kampus dan memulai kelas pertamaku hari ini.

-***-

Minhyuk sudah berdiri tepat di depan papan besar bertuliskan Fakultas Kedokteran Universitas Seoul saat kelasku bubar. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya kepadaku.

“ Ayo kita pulang bersama!” Ajaknya lalu menarik tanganku paksa saat jarakku sudah dekat dengannya. Astaga, sepertinya aku mulai sadar bahwa lelaki ini suka memaksa -_-v.

“ Kau lapar? Mau makan?” Tanya Minhyuk sambil menaiki motor skuternya dan menyerahkan salah satu helmnya kepadaku. “ Sebenarnya aku belum terlalu lapar.” Jawabku.

“ Tapi kalau kau mau mengajakku makan, aku tidak menolak.” Lanjutku membuat senyuman manis merekah di wajahnya.

Minhyuk mengajakku ke kedai ramyun dan memilihkan menu untukku. Meski bertahun-tahun di Amerika, lidahku tidak terlalu asing untuk mencoba masakan-masakan Korea.

“ Enak?” Aku mengangguk.

“ Mengapa kuliah di Korea?” Tanya Minhyuk lagi.

“ Karena aku ingin mengejar mimpiku.” Jawabku.

“ Mimpi? Apa emang mimpimu?” Tanyanya lagi. Aku memandangnya sebentar. Mengingat setahun terakhir yang ada di pikiranku hanyalah bagaimana aku bisa kembali ke Korea dan bertemu dengannya lagi.

“ Tentu saja masuk Universitas Seoul.” Jawabku sembari tersenyum. “ Itu saja?”

“ Sepertinya hanya itu.” Tambahku.

“ Tidak berminat bertemu denganku lagi di Korea?” Tanyanya membuat aku tersedak dan buru-buru mengambil minum. Aku tidak mengerti dengannya. Benar-benar tidak mengerti. Minhyuk itu bisa membaca pikiran atau dia mempunyai tingkat percaya diri yang terlalu tinggi? Astaga, aku bingung harus jawab apa!

“ Hei, kau sampai tersedak seperti itu berarti jawabannya iya, bukan?” Lanjutnya lagi. Setelah aku menstabilkan nafasku, aku menjawab, “ Kau begitu kepedean!”

Dia tertawa.

“ Maaf, hanya saja setahun belakangan ini aku selalu berdoa kita bisa bertemu lagi.” Ujarnya. “ Surat yang kau tinggalkan hari itu, membuatku menyesal telah meninggalkanmu begitu saja. Harusnya ada kesan terakhir yang menyenangkan tentangku saat kita bertemu tapi aku justru meninggalkanmu begitu saja. Maaf.” Ucap Minhyuk dengan wajahnya yang biasanya datar menjadi begitu serius.

“ Tidak apa-apa.” Jawabku. “ Aku bisa mengenalmu saja itu sudah menjadi kesan yang menyenangkan untukku.” Lanjutku.

“ Ah ya, satu lagi, Krystal. Aku minta maaf.”

“ Maaf untuk apa lagi?”

“ Maaf karena setelah kau pergi aku baru sadar bahwa aku mencintaimu.”

The time goes by.

The memory still here.

The dream stuck in my mind.

I don’t know how to reach it.

I pray and pray till we meet again.

Suddenly, I don’t know how, we meet again.

I don’t know how, but my dream now being come true.

I don’t know how, but you aren’t my dream anymore.

Goodbye dream.

Goodbye dream.

Because now I know how, you are become my reality.

-***-

36 thoughts on “Goodbye Dream [Sequel of Goodbye Holiday]

  1. AAAAAAAA
    RASANYA MASIH KURANG (?)
    MAU SEQUEL LAGI DAN LAGI /slap/
    Ih beneran kepo ~╮(╯_╰”)╭
    Endingnya gitu amat thor….
    Tapi bagus
    Eh tapi masih kurang /slap again/
    Btw nice sequel! Tapi tetep kurang /plak/

  2. aisshh jinja!!
    badai bnget kata2 terakhirnya tuh..,
    sweet bngettt, sumpahh..

    ini ff top bnget,
    ngga kalah sama goodbye holiday..
    aduh, bingung mau komen apa..,
    yng jelas aku suka bnget sama pasangan ini,
    terlebih Minhyuk oppa, aigoo..,
    ga bisa nolak pesonanya…,

    poko’ny ni ff daebak bngetttt….

    dtunggu ya sequel’ny..

  3. Minyuk paling bisa dah bwt klee slah tingkah. .hahahhaa
    Tp pnasaran jg itu ortu nya kenapa. .
    Aigoo nikah aja dah langsung. .
    Hahahaha

  4. y tuhan nyatain cintanya bikin greget deh minhyukieeee…
    kayaknya g afdol deh thor kalo g dilanjutin… itu si krystal belum jawab…
    ayo dilanjutin,,, nanggung bgd thor… bikin penasaran qt para reader…

  5. ini kayaknya butuh sequel lagi deh thor soalnya kan ga tau krystal jwb apa…trus aq juga suka ff ini, thor plis jgn buat ending yg malah bikin penasaran ,, soalnya kalo endingnya bikin penasaran ,, pasti itu membutuhkan sewuel kekekekekekekekek #modusPengensequel #maafsayaterlalucerewet hhhehee

  6. Omoo!! Aku awalnya baca di IFK dan nyasar ke blog ini, tiba tiba ada sequelnya.. Kkk ^^

    AKU GEEREEEGEEETTTT!!! Kenapa mereka itu cocok banget!?? LANJUT LANJUT LANJUTT!! Yay ^^

    Jujur aku baca bisa guling gulingan ini!! Bisa remes ipad sambil meluk tembok.. Aaaa!! Pokoknya keren!

  7. Thorrr itu kata kata yg dibawah bagus sekaliiii;;)
    Ngomng ngmng itu kurang panjanggggg jadi nanggungg minta squel lagi dongg hehehe

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s