Conclusion

Title: Conclusion

 

Author: boice burning

Rating: T

 

Genre: Romance

 

Length: One Shoot

 

Main Cast:

Im Yoona SNSD

 

Lee Jonghyun CNBLUE

 

Other Cast:

Seohyun SNSD

 

Disclaimer : Pengalaman pribadi beberapa waktu lalu *hahaha, entah kenapa tiba-tiba keinget lagi,  tapi aku buat versi tokohnya Jonghyun – Yoona.

Note : Spesialis FF Jonghyun – Yoona, buat yang suka sama pasangan ini happy reading

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan hubungi beberapa saat lagi…

Yoona membanting hapenya kesal. Sejam yang lalu ia sudah mencoba menghubungi Jonghyun, tapi nomornya masih nggak bisa dihubungi.

Yoona mencoba mengirim sms ke Jonghyun

“Kak, kamu dimana sih? Kenapa nggak ada kabar?”

SMS tertunda, tanda nomor Jonghyun masih belum aktif. Yoona menangis.

“Ya Tuhan, kenapa hubungan aku sama Jonghyun sekarang jadi begini, komunikasi jadi makin susah, aku mohon Tuhan bantu aku.” Kata Yoona, ia masih menangis sendiri.

Sudah seminggu Jonghyun nggak ngabarin Yoona. Awalnya Yoona mencoba mengerti pekerjaan Jonghyun. Jonghyun bekerja di cabang PT.Hexaindo di kota terpencil, dan mereka memang sudah berkomitmen di awal masa pacaran.

“Mungkin nggak ada sinyal” Yoona mencoba menghibur diri. Namun tiba-tiba kepalanya berputar, dia pusing.

“Dia pasti selingkuh tuh, “

“Apasih yang kamu harapin dari hubungan jarak jauh gitu Yoona?”

“Kalo komunikasi aja udah susah, gimana hubungan mau jalan terus?”

Pikiran – pikiran buruk kemudian muncul, berputar di kepalanya. Yoona merasakan kepalanya sakit, ia menangis sambil memegang kepalanya. Akhirnya ia tertidur karena capek.

 

Tiga hari kemudian

“Kak?” Yoona mencoba lagi mengirim sms. Pesan terkirim.

Balasan masuk.

“Apa?”

“Kamu darimana, kenapa nggak ada kabarnya?”

“Aku kerja, kamu kan tau.”

“Iya tapi masa sampe semingguan nggak ada kabarnya?”

“Ya kamu tau sendiri, disini susah sinyal. Kamu bisa sabar nggak sih?”

Yoona nggak tahan.

“Kalo gini caranya, lama-lama kita bisa putus, aku juga pengen kaya temen-temen aku, yang dijemput sama pacarnya di kampus, bukan punya pacar yang terus-terusan sibuk sama kerjaannya.”

“Kalo itu mau kamu, sekarang terserah. Aku capek, dari tadi pagi belum ada istirahat, sekarang aku mau tidur.”

Yoona nggak membalas sms terakhir Jonghyun, ia menangis.

Sebulan kemudian

Pulang dari kampus, Yoona pulang bareng Seohyun. Rencananya mereka mau ke toko buku sekalian mampir ke mall. Tiba – tiba hapenya bergetar. Panggilan masuk dari Jonghyun. Sudah lama Jonghyun nggak menghubunginya.

“Halo kak”

“Kamu dimana sayang?”

“Aku lagi sama teman, kenapa?”

“Aku ada dirumah, masih di kampus kah, mau aku jemput?”

“Nggak usah kak, aku mau jalan sama temenku. Nanti dirumah aku sms lagi.”

“Ok.”

Telepon ditutup.

Malamnya Jonghyun menelepon Yoona lagi. Yoona senang sekarang Jonghyun sudah bisa lebih merhatiin dia, kayak waktu awal mereka pacaran.

“Lagi apa sayang?”

“Aku lagi ngerjain tugas kak?”

“Tugas apa?”

“Bahasa Inggris, mau bantu?”

“Iyalah, masa sama pacar sendiri nggak mau bantu.”

Mereka terus mengobrol. Jonghyun begitu manis malam itu. Awal-awalnya komunikasi mereka terus lancar. Yoona bersyukur sekarang hubungannya dengan Jonghyun jadi lebih baik. Tapi, hari-hari setelahnya kejadian itu terulang lagi…

Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi…

Yoona mencoba berkali – kali menghubungi Jonghyun, tapi nggak bisa. Ia coba menghubungi nomor Jonghyun yang lainnya, hasilnya sama.

“Terulang lagi…” Yoona menangis.

“Dia ninggalin aku lagi”

“Dia nggak bener-bener sayang sama aku.”

Yoona terus meracau sambil menangis, tiap hari ia menangis. Hal yang ia takutkan terulang lagi. Sampai tiga minggu berikutnya baru Jonghyun menghubunginya.

“Halo Yoona”

“Darimana kak?” Yoona mulai menangis, suaranya bergetar.

“Aku kerja sayang, kemarin aku dari site tengah laut, mau ngehubungin kamu tapi nggak bisa.”

“Kenapa malam sebelumnya nggak ngabarin dulu?” Yoona mulai menangis.

“Maafin aku, aku janji lain kali bakalan pamit sama kamu. Maafin aku ya.” suara Jonghyun memelas.

Yoona nggak membalas, ia menangis sesengukan. Ia nggak menyangka bisa dengar kabar dari Jonghyun lagi.

“Udah – udah kok nangis sih sayang, kutinggal tidur aja udah kalo nangis terus.”

“Huhuhu… Aku  cuma nggak nyangka bisa denger suaramu lagi. Sekarang udah nggak nangis lagi kok”

“Nah gitu dong, jelek ih kalo nangis.”

“Huhu, janji nggak bakalan ninggalin aku lagi?”

“Iya aku janji sayang, aku bakal ngabarin kamu, ngehubungin kamu, sesering mungkin.”

“Nanti pergi lagi?”

“Nggak sayang, nggak.”

“Janji ? “

“Iya aku janji.”

Sejak saat itu hubungan mereka jauh lebih baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya. Yoona sudah kembali ceria, karena Jonghyun terlihat selalu berusaha mengabari keadaannya. Tapi, kejadian itu terulang untuk ketiga kalinya…

Hari itu, Tanggal 28 Juni

Hari ini anniversary Yoona dan Jonghyun setahun. Yoona sudah mempersiapkan kue buat Jonghyun yang ia beli. Di hari ini, Jonghyun berjanji bakalan ngeluangin waktunya buat Yoona. Selesai persiapan, Yoona segera menghubungi Jonghyun

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan coba beberapa saat lagi

Yoona hampir menangis, kejadian ini terulang lagi.

Tiba – tiba hapenya berbunyi. Panggilan masuk, dari Jonghyun.

“Kamu dimana?” Yoona setengah berteriak.

“Maafin aku sayang, aku nggak bisa pergi bareng kamu sekarang, tadi malam aku dikabari atasanku kalo aku harus berangkat lagi besok, maaf semalam aku lupa ngabarin kamu.”

“Kamu pikir kak, aku ini apamu? Ini hari spesial buat kita, aku cuma minta sehari dari waktu kamu, pernahkah kamu mikir sedikit aja buat ngebahagiain aku.”

“Maafin aku, tapi ini demi masa depan aku, juga bareng kamu nantinya.”

“Aku cuma minta sedikit dari waktu kamu, buat apa punya harta banyak kalo aku nggak bahagia, nggak bisa bareng kamu” Yoona terus terisak.

“Maafin aku, aku bukan nggak mau, aku cuma nggak bisa sayang, ini kerjaanku kamu harusnya bisa ngerti,” pinta Jonghyun.

“Harus berapa lama lagi aku ngertiin kamu kak, sementara kamu nggak pernah ngertiin aku, pernahkan kamu ngerti sedikit aja tentang aku, nggak pernah kan? “ Yoona terus terisak.

“Aku minta maaf, mungkin aku nggak bisa jadi yang terbaik , yang bisa perhatiin kamu tiap saat, mungkin kamu lebih baik cari yang lain.”

“Oke, makasih buat selama ini, makasih udah buat aku nangis, nangisin orang yang nggak pernah mikirin perasaan aku.” Yoona menutup telepon.

Di kamar Yoona menangis, sprei bantalnya basah karena air matanya. Puas menangis, ia melirik kue yang sudah disiapkannya. Ia lalu menyalakan lilinnya dan meniupnya sendiri. Air matanya mengalir

“Happy Anniversary kak Jonghyun, makasih buat semuanya biarpun sekarang endingnya jadi begini.” Bisik Yoona lirih.

Yoona menangis lagi. Bayangan  rencana-rencana indahnya bersama Jonghyun berputar lagi di kepalanya. Rencana – rencana yang nggak bakalan pernah terjadi

“Iya aku janji bakalan nungguin kamu sampe lulus kuliah, trus kita nikah.”

“Nanti kalo aku ada waktu, kita liburan bareng gimana sayang?”

“Ntar kalo aku libur, kita piknik bareng gimana, kita berdua aja, bawa bekal gitu, mau nggak?”

Kepalanya berputar lagi. Yoona menangis sambil memegang kepalanya. Terus menangis sampai tertidur di ranjangnya, air matanya masih mengalir.

~

Sejak saat itu Yoona bertekad melupakan Jonghyun. Ia sudah membuang semua tentang Jonghyun. Ia juga sudah menghapus kontak Jonghyun. Ia berjanji nggak akan menerima Jonghyun lagi seandainya dia kembali. Ia nggak mau terus-terusan nggak dianggap sama Jonghyun. Dua bulan setelah itu, Jonghyun kembali.

“Yoona?”

“Ini siapa?”

“Ini Jonghyun, apa kabar?”

“Baik, ada apa?”

“Kamu sudah punya pacar baru ya?”

“Nggak, kenapa?”

“Nggak papa sih.”

Yoona nggak membalas sms Jonghyun. Sejam kemudian sms Jonghyun pun masuk lagi.

“Yoona”

“Apa lagi perlumu?”

“Aku perlu kamu”

“Buat apa lagi, aku nggak mau dimainin lagi, ditinggalin lagi,”

“Aku janji nggak bakalan ninggalin kamu.”

“Dulu kamu juga bilang begitu, tapi buktinya?”

“Kamu udah nggak sayang sama aku lagi?”

“Gak tau.”

“Tolong kasih jawaban yang pasti, kalo udah nggak aku nggak bakalan ganggu kamu lagi.”

“Buat apa sayang sama orang yang nggak pernah sayang, nggak pernah peduli sama aku.”

“Maksud kamu? Aku nggak ngerti?”

“Kamu pasti tau apa yang aku maksud.”

“Jadi keputusanmu,?”

“Tinggalin aku sekarang, plis. Aku juga pengen bahagia.”

“Oke, kalo itu mau kamu. Maaf kalo aku udah sering bikin kamu nangis.”

Yoona menangis. Mungkin bukan ini ending yang dia harapin dari hubungannya, tapi dia ngerasa dia sudah mengambil keputusan yang tepat. Sekarang dia bahagia, meskipun tanpa Jonghyun.

*End *

Note : Hahaha ini asli pengalaman aku, *jadi malu*. Buat readers, komennya jangan lupa ya, Gomawo sebelumnya😄

3 thoughts on “Conclusion

  1. Wduuhhh sediihh bnget ceritanya author ,, tp kok ngerasa gaa pas yaaa pmilihan ktanya ,, contohnya kak diganti sama oppa soalnya kyaknya aneh orang koreaaa manggilnya kak :p hehehehehe hehehehe itu cuma masukan aku ajjj sih thor

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s