First Kiss

Raindropmemory

KiTitle:                        First Kiss

Author:                Flazia

Rating:                PG-17

Genre:                                 Romance

Length:                One Shot

Main Cast:       Lee Jong-Hyun CNBLUE || Im Yoon-Ah SNSD

Other Cast:      Lee Jung-Shin CNBLUE|| Kwon Yuri SNSD || Jung Jessica SNSD || Jung Krystal f(x) || Lee-Teuk SuJu || Eun-Hyuk Su-Ju

Disclaimer:       FF ini murni dari imajinasiku. Terinspirasi sama artikel ini: http://cnbluestorm.com/2010/07/01/jonghyun-and-jungshin-confess-their-love-preference-at-kbs-cool-fm-sukira-06-22-2010/ dan foto ini: http://cnbstorm.files.wordpress.com/2010/06/jhsukira.jpg?w=500&h=250&crop=1

Note:               sebelumnya, lagi-lagi maaf ya kalau ceritanya aneh >_<. Walaupun skrg Yoona unni uda pacaran sm yg lain (hiks), sbg deer burning shipper aku masih pengen bikin cerita ttg Yoona unni sm JH oppa. Cerita ini hanya fiktif belaka, hak cipta hanya milik Allah Yang Maha Esa. Makasih ya buat semua orang yang nyempetin waktu buat baca+komen FF ini. Gomawooo. Happy Reading🙂

_________

Lee Jong-Hyun

Sebelum orang-orang mengetahui keberadaanku, aku segera membuka salah satu pintu darurat di bandara Incheon dan turun melalui tangga. Aku tertawa dalam hati. Di luar sana memang ada banyak wartawan dan fans menunggu antusias. Aku berpura-pura kalau mereka sedang menunggu kedatanganku.

 Memang benar kalau suatu hari nanti aku bermimpi untuk menjadi gitaris terkenal. Sayangnya itu bukan sekarang. Saat ini aku masih berjuang dalam band CNBLUE. Kami masih berada di Jepang, berkeliling kota untuk bermusik, dan tinggal di apartemen kecil di sana. Ya, seharusnya kami sedang berada di Jepang, tapi aku meminta izin untuk pulang hari ini. Ayah mengirim surat (karena aku tidak punya ponsel dan tidak ada salah satu dari kami berempat yang memilikinya) dan memberitahu bahwa Ibu masuk rumah sakit. Jadi, aku memutuskan pergi ke Busan untuk satu hari saja.

Lalu siapa orang-orang di luar sana?

Mereka meneriakkan nama-nama ketigabelas personil Super Junior. Hari ini sepertinya mereka pulang dari suatu tempat dan kembali ke Seoul. Kau tahu sendiri lah seperti apa situasi bandara Incheon di saat-saat seperti ini. Sekarang ini kondisi badanku tidak terlalu baik, jadi begitu melihat keramaian yang tadi sempat kutemui, kepalaku terasa berat dan nyeri. Karena itu, aku memilih lewat tangga darurat. Aku hanya ingin menyelamatkan diri sebelum sakit kepalaku ini bertambah parah.

BLAM!

Aku mendengar suara pintu darurat terbuka lalu tertutup.

Aku berhenti di tengah-tengah tangga dan berbalik.

Entah aku bermimpi atau tidak, tapi aku ingat Jung-Shin sering membicarakan seorang wanita padaku. Wanita itu bukan pacar Jung-Shin ataupun incaran Jung-Shin, dia adalah idola Jung-Shin. Dan secara kebetulan, sekarang dia ada di hadapanku.

 Kenapa kau ada di sini, Im Yoona?

“Annyeonghaseo.”

Lamunanku tersentak. Aku berusaha kembali fokus pada apa yang terjadi sekarang, walaupun kurang lebih itu sama. Maksudku, sekarang posisiku juga sedang ada di tangga darurat bandara. Hanya saja sekarang rambutku tidak panjang lagi, aku memakai masker dan kacamata hitam. Sama seperti penampilan gadis yang ada di atasku, berjarak beberapa anak tangga dariku.

Kenapa kau ada di sini (lagi), Im Yoona?

“A-Annyeong,”balasku terbata.

Waktu sudah cepat berjalan. Dulu kami bertemu di sini di tahun 2009 dan sekarang kami bertemu lagi di tempat yang sama di tahun 2010.

“Mm… apa kabar… Jong-Hyun ssi?”tanyanya hati-hati sambil melepas kacamata hitamnya.

Aku tersenyum sengit. Dia baru saja menyebut namaku? Apa aku tidak salah dengar?

“Kau mengenalku?”tanyaku dingin.

Senyum Yoona segera meluntur.

“Ki-Kita pernah bertemu di sini tahun lalu… Dan aku.. maaf aku melakukan sesuatu yang mengejutkan,”katanya,”Aku… Aku tahu mungkin kau marah karena itu.”

Aku kembali naik tangga dan berencana keluar dari sini. Lebih baik aku lewat jalan biasa saja, tidak perlu lewat tangga dan akhirnya bersama gadis ini.

“Kau ingat? Aku terkesan kau ingat,”kataku sambil berhenti tepat di sampingnya kemudian membuka pintu darurat, meninggalkan Yoona terpaku di tempatnya berdiri.



Im Yoona

Aku terkesan kau ingat?

“AAAAAAKH!”pekikku sambil berjingkrak-jingkrak kesal.

Huh! Memangnya siapa dia? Aku tahu kalau dia juga seorang entertainer sepertiku, tapi dia tidak perlu sejahat itu padaku! Lagipula SNSD lebih populer dari CNBLUE, seharusnya dia lebih menghormatiku! Dan juga, aku sudah berusaha minta maaf, kenapa dia sama sekali tidak memberi lampu hijau untukku sih?!

Entah aku harus menyesalinya atau tidak, semua ini berawal dari kejadian tahun lalu. Saat itu aku sedang sibuk main di drama Cinderella Man sebagai Seo You-Jin. Dan di hari itu, skenarionya aku dan Kwon Sang-Woo oppa akan berciuman. Jujur saja, aku belum pernah berciuman dan aku merasa ada yang aneh kalau momen ‘first kiss’-ku jatuh pada seseorang yang sedang membawakan peran di drama. Aku ingin mendapatkan momen itu sebagai momen penting yang akan kuingat selamanya.

Mungkin itu terdengar aneh, tapi waktu itu aku berpikir aku harus berciuman dengan orang yang menurutku istimewa dulu sebelum melakukan adegan itu di drama.

Sama seperti sekarang, waktu itu pun aku sedang tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Satu-satunya pria yang paling dekat denganku hanyalah Lee Dong-Hae oppa. Hari itu kebetulan Super Junior pulang ke Seoul, karena itu aku bergegas ke bandara untuk menjemput Dong-Hae oppa.

Setelah sampai di bandara, aku baru sadar kalau aku ini orang bodoh.

Bagaimana bisa aku berniat menjemput Dong-Hae oppa? Bagaimana kalau media melihat kami? Bagaimana kalau puluhan pasang mata ELF yang ada di bandara melihat kami berdua? Bagaimana bisa aku menemui Dong-Hae oppa dan berkata ‘oppa, cepat cium aku!’? Astaga, memangnya siapa aku? Wanita gila?

Jadi, sebelum orang-orang mengenaliku, aku segera membuka pintu darurat. Aku butuh tempat sendiri. Aku butuh waktu. Aku harus menyusun rencana.

Dan ketika aku mengangkat kepalaku, di bawah sana, berjarak beberapa anak tangga dariku, aku melihat seorang pria. Aku tidak tahu siapa dia, tapi aku ingat tatapannya nyaris membuatku lupa siapa diriku sebenarnya. Aku ingat sekali betapa kerasnya debaran jantungku waktu itu.

Tidak boleh! Aku harus fokus! Aku harus segera menyusun rencana sebelum kembali ke lokasi drama!

Aku segera menuruni tangga, tapi sebelum menghabiskan beberapa anak tangga, aku tersandung tali sepatu sneaker-ku. Aku berteriak dan suaraku menggema di tangga darurat. Nyaris saja aku terguling dan mengalami patah tulang sehingga SNSD harus tampil tanpa satu personil kalau saja tidak ada tangan kokoh yang menahan tubuhku waktu itu. Tangan kokoh itu milik pria itu.

“Kau baik-baik saja?”tanyanya khawatir.

Aku berusaha menguasai diri dan berdiri di anak tangga di atas anak tangga yang dipijak pria itu. Jarak kami benar-benar dekat sehingga aku bisa melihat detail wajah pria itu. Kulitnya yang putih, rambutnya yang panjang, matanya yang tajam, dan oh! Ada lesung pipi dalam senyumnya!

Entah makhluk apa yang merasukiku saat itu, aku segera mencium bibir pria itu sekilas dan segera berbalik untuk pergi.

Pria itu terkejut. Jangankan dia, aku sendiri juga terkejut!

YA! Hei kau!”serunya ketika aku kabur melarikan diri.

Aku berlari sekencang yang aku bisa. Astagaaaa, apa yang kulakukan? Kenapa aku mencium orang yang tidak kukenal? Kenapa aku langsung lari tanpa meminta maaf?

Lupakan rencanaku sebelumnya tentang Dong-Hae oppa! Pada akhirnya aku ini memang wanita gila!

Walaupun itu sangat tiba-tiba dan sebentar, aku tidak bisa melupakan momen first kiss-ku itu. Bodohnya, aku melakukannya pada orang asing! Aduuuh, bagaimana ini? Aku tidak tahu harus berdoa agar dipertemukan lagi dengan pria itu atau tidak. Dan Tuhan memberiku berita besar yang membuatku terkejut.

Beberapa bulan kemudian, ada sebuah band yang namanya mulai terkenal di Seoul, kabarnya mereka justru lebih dulu debut di Jepang, namanya CNBLUE. Aku sangat terkejut ketika menyadari pria yang aku cium waktu itu adalah gitaris CNBLUE, Lee Jong-Hyun! Aduuuh, mau ditaruh mana wajah ini? Cepat atau lambat aku pasti bertemu dengannya!

Seperti… Seperti yang baru saja terjadi…

Aku terkesan kau ingat.

Ucapan Jong-Hyun terngiang lagi di telingaku. Aaaah! Seharusnya aku tadi pura-pura tidak ingat dia saja!

 

 

Jessica unni membesarkan volume radionya begitu nama adiknya disebutkan. Hari ini Jung Krystal menjadi bintang tamu di radio Sukira. Jadi, unni sangat antusias menyimak siaran radio hari ini.

“Sicaaaa! jangan keras-keras dong! Aku sedang sakit kepala, jangan membuatku semakin menderita!”seru Yuri unni, memegangi kepalanya untuk menahan nyeri.

“Halo juga, Jong-Hyun ssi, Jung-Shin ssi,”kata Lee Teuk oppa di radio.

Aku tersedak jus jeruk yang baru saja kuminum.

Unni! Selain Krystal, siapa bintang tamu hari ini?!”pekikku tidak sabar.

“Ah, Krystal bilang dia akan siaran bersama anggota band CNBLUE. Band Wethoriya itu lhoo.”

CNBLUE?!

Aku segera memasukkan gelas yang berisi seperempat jus jeruk ke dalam kulkas dan menghampiri radio unni.

“Yoong, kenapa kau membesarkan volumenya lagi?!”desis Jessica unni.

“YOOOOONG! Kecilkan volume radioonya!”Yuri unni semakin murka.

Yuri unni mendesah kesal dan segera mengambil penutup telinga berbulu musim dinginnya di lemari. Kemudian Unni masuk ke kamar, meninggalkan aku dan Sica unni berdua di ruang tengah.

Kami tertawa lalu ber-hi-five. Maaf, Yuri Unni. Untuk kali ini aku benar-benar ingin mendengarkan radio. Aku ingin lebih mengenal Lee Jong-Hyun.

“Apa yang kau ingat pertama kali begitu memikirkan cinta pertamamu?”tanya Lee-Teuk oppa.

“Son Ye-Jin. Dia mirip Son Ye-Jin, sangat cantik,”jawab Jong-Hyun.

Aku beralih pada Sica unni,”Dia bilang siapa, Unni? Seo You-Jin?”

Sica unni tertawa,”Son Ye-Jin! Kenapa? Kau pikir dia menyebut peranmu di Cinderella Man dulu? Dasar norak!”

Ah, kupikir Jong-Hyun menyebut nama peranku, kupikir dia melihat dramaku…

“Momen yang tidak terlupakan seperti ciuman pertama?”

Ketika pertanyaan itu diluncurkan, jantungku berdebar-debar. Aku ingin sekali mendengarnya! Aku ingin sekali! Tapi dasar Jong-Hyun menyebalkan! 15 menit sudah berlalu dan dia sama sekali belum menjawab pertanyaan itu, padahal itu kan topik utama.

“Kapan ciuman pertamamu?”

Hahaha. Aku senang sekali pertanyaan itu diulang lagi.

“Baiklah, aku akan berterus terang. Ciuman pertamaku adalah ketika aku masih kelas dua SMP, di tangga sekolah,”jawab Jong-Hyun.

“Kalian berpacaran?”

“Sebenarnya belum. Waktu itu aku sedang berusaha membuatnya menjadi pacarku.”

“Berapa usianya?”tanya Lee-Teuk oppa lagi.

“Sama denganku.”

Astaga… Astaga… Astaga! Ya Tuhan! Aku lah yang salah! Mau bagaimanapun juga sikap dingin yang diberikan Jong-Hyun padaku memang pantas. Aku menciumnya di tengah tangga, sama seperti ciuman pertama Jong-Hyun sewaktu dia masih SMP. Dan kami juga tidak berpacaran meski aku menciumnya! Dan usiaku sama dengan Jong-Hyun! Astaga, walaupun sekarang dia tidak sedang berusaha membuatku untuk menjadi pacarnya (mengingat dia begitu marah padaku), mungkin saat itu aku membangkitkan kenangan masa lalunya dengan gadis pertama.

Apa… Apa aku telah mencuri sesuatu yang berharga?



Lee Jong-Hyun

Setelah siaran radio selesai, aku melihat Jung-Shin bicara sendiri. Walaupun kalau didengar-dengar, lebih ditujukan padaku sih.

“Bagaimana dengan pembagian tempat duduknya? Jong-Hyun duduk di sebelah Krystal,”kata Jung-Shin meniru ucapan Lee-Teuk hyung.

“Itu yang dia mau, jadi bagiku tidak apa-apa,”lanjut Jung-Shin, mengulang jawabannya sendiri.

“Untuk apa kau mengulangnya, Beo?”tanyaku.

“Hei, Jong-Hyun, Jung-Shin! Ayo berfoto dulu!”ajak Eun-Hyuk hyung.

Jadi sebelum pulang, aku dan Jung-Shin menyempatkan diri tersenyum dulu di depan kamera.

Oppa, ada ide untuk gaya?”tanya Krystal padaku sebelum berfoto.

“Seperti ini?” Aku mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahku, membentuk huruf V. Habisnya, ini yang sering dilakukan oleh Yong-Hwa hyung. Lama-kelamaan gaya berfotoku juga terpengaruh gayanya.

Krsytal tersenyum lalu meniru gayaku. Dia berdiri di sampingku sedangkan Jung-Shin berdiri di belakang kami berdua. Hahaha. Kasihan Jung-Shin…

Begitu berjalan menuju mobil untuk pulang, siluman burung beo yang merasuki Jung-Shin kembali bicara.

Oppa, ada ide untuk gaya?”Jung-Shin meniru logat Krystal. Hahahaha. Kalau dia meniru suara perempuan, jadinya malah seperti suara banci.

“Seperti ini?”Jung-Shin mengulang ucapanku, tapi justru lebih genit dari logat saat dia menirukan Krystal.

Hahahaha. Aku menendangnya agar dia berhenti bersikap menjijikan seperti itu.

“Aku tidak menyukai Krystal kalau tadinya kau mengira begitu, Shin,”jelasku pada Jung-Shin.

“Bohong. Diam-diam aku melihatmu memandangi Krystal,”jawab Jung-Shin.

“Diam-diam aku juga memandangimu,”godaku lalu mengedipkan satu mata.

“Sialan! Hueeeeek,”Jung-Shin pura-pura muntah. Hahahaha.

“Karena itu, Shin, bukan berarti aku menyukai Krystal. Kalau dilihat-lihat sih, Krystal lebih tepat untuk Min-Hyuk. Dia lebih cenderung ke tipe idealnya Hyukkie,”sahutku.

“Kenapa kau tidak bilang Krystal lebih bagus untukku saja, Hyung?! Tipeku dan Hyukkie kan hampir sama!”protes Jung-Shin.

“Tidak. Kau lebih bagus kalau sendirian saja. Hehehe. Lagipula Krystal tidak suka pada siluman burung beo sepertimu. Atau siluman jerapah—“

“TIDAK DENGAR! POKOKNYA AKU TIDAK DENGAR!”teriak Jung-Shin mengabaikanku.

Aku tertawa,”Hei, Shin, ingin dengar alasanku tidak? Alasan lain kenapa aku memandangi Krystal diam-diam?”

 

 

Aku melihat Yoona berada di ujung koridor gedung KBS, atau singkatnya, dia ada di depanku. Begitu melihatku, dia segera berlari menghampiriku.

“Aku minta maaf karena sudah menciummu tiba-tiba waktu itu,”kata Yoona menyesal.

“Tidak apa-apa. Lagipula itu hanya kecupan biasa di bibir,”jawabku tidak peduli.

Ya. Jujur saja, itu hanya kecupan biasa. Lagipula sebelumnya aku sudah pernah berciuman sehingga itu bukan masalah bagiku. Meski Yoona benar-benar mengingatkanku pada gadis yang kucium saat SMP, itu tetap tidak berarti apa-apa bagiku.

Tapi tiba-tiba Yoona segera mendekati wajahku.

“Apa yang kau lakukan?”tanyaku sambil menjauhkan wajahku dari wajah Yoona.

Gadis itu semakin maju mendekatiku dan aku semakin mundur untuk menghindarinya.

“Kecupan biasa katamu?! Itu tidak berarti apapun untukmu?!”tanyanya kesal.

“Kau berharap itu ada artinya untukku?”balasku.

Ah! Apa aku adalah ciuman pertama Yoona? Apa dia merasa waktu itu adalah momen tak terlupakan baginya? Kalau tidak, kenapa dia bisa semarah ini?

“Kau bilang itu tidak ada artinya untukmu? Lalu kenapa kau menghindariku? Kau takut?”

Aku terpojok di dinding, aku tidak bisa lebih mundur lagi. Aku tidak bisa menghindarinya lagi. Bukannya takut, aku hanya tidak ingin dia melakukan hal bodoh lagi. Meskipun dia adalah seorang Yoona, memangnya aku mau dia menciumku seenak yang dia mau? Memangnya ini permainan? Kalau aku mau, aku bahkan mampu mempermainkannya lebih kejam lagi!

“Orang-orang bisa melihat kita!”kataku memperingatkan.

“Aku tidak peduli. Lagipula ini kan hanya kecupan biasa. Kau sendiri yang bilang.”

Dia sama sekali tidak mundur semili meter pun. Aku tersenyum simpul. Yang benar saja! Dia masih mengungkit kata-kataku tentang ‘kecupan biasa’. Kalau begitu, aku memang ciuman pertamanya? Dia pikir itu bukan kecupan biasa?



Im Yoona

AAAAAAKH! Kedua tanganku tidak bisa bergerak! Tubuhku juga tidak bisa bergerak ke mana-mana! Dan daguku menancap di pundak Jong-Hyun! Dagu Jong-Hyun juga menancap di pundakku! Tiba-tiba saja pria itu mendekapku sehingga aku tidak bisa bergerak.

“Kau marah?”tanyanya. Suaranya sangat jelas terdengar di telingaku.

Dia masih bertanya? Tentu saja aku marah! Tentu saja aku kesal!

Aku sudah minta maaf, tapi dia tidak juga memaafkanku! Dia sangat berarti untukku! Maksudku, dia adalah ciuman pertamaku! Tapi kenapa dia sama sekali tidak bisa menghargai itu?! Dia pikir aku senang kalau ini adalah cinta bertepuk sebelah tangan?!

Aku berusaha berontak, tapi Jong-Hyun terlalu kuat. Dia mendekapku kuat sekali.

“Baiklah. Ayo berdamai! Aku sudah memaafkanmu. Aku juga minta maaf aku sudah membuatmu lebih marah,”kata Jong-Hyun menyerah.

Bagus, dia sadar kalau aku lebih marah padanya. Dasar menyebalkan!

“Lepaskan aku! Tunjukkan wajahmu, Jong-Hyun!”jeritku.

“Tidak bilang ‘Berikan bibirmu, Jong-Hyun’?”godanya.

“Aaaaah! Cepat lepaskan aku! Tunjukkan wajahmu!”jeritku lagi.

“Kenapa? Kau akan menciumku lagi?”tanyanya. Ada nada senyuman dalam suaranya.

“Tidak! Aku akan meninju wajahmu!”seruku kasar.

Jong-Hyun melepaskan aku. Dia tersenyum memperlihatkan lesung pipinya lalu memajukan wajahnya ke arahku, mempersilahkan aku untuk meninjunya.

“Kau menyukaiku?”tanya Jong-Hyun.

M-Menyukai? Kenapa dia bertanya? Andai dia tahu dia adalah ciuman pertamaku, tentu dia akan sadar kalau aku sudah menyukainya sejak pandangan pertama.

PLAK!

Hahahaha. Rasanya puas sekali melihat Jong-Hyun melongo setelah kutampar wajahnya dengan sekuat tenaga.

“Sekarang aku setuju. Ayo kita berdamai!”kataku sambil menjulurkan tanganku untuk bersalaman.

Jong-Hyun tersenyum. Dia menyalamiku lalu menarik tanganku cepat sekali sehingga tubuhku terhuyung ke dadanya.

“Ap-Apa yang kau lakukan?!”pekikku panik. Wajahku segera memerah. Ya Tuhaan, dia dekat sekali! Kenapa sekarang malah aku yang jadi gugup begini?!

“Hanya ingin bertanya sekali lagi. Apa kau menyukaiku?”tanyanya.

Aku melempar tangannya yang menggenggam tanganku dan segera menjauh darinya sebelum dia membuatku tidak bisa bergerak seperti tadi.

“Tentu saja! Kau adalah ciuman pert—Aisssh!”

AAAAAKH! Kenapa aku malah mengaku?! Kenapa aku malah terlihat antusias?!

“Aaaa… Benarkah? Kau bilang di talkshow, ciuman pertamamu ada di drama Cinderella Man?”

E-Eh? Inikah yang membuat Jong-Hyun bersikap dingin padaku sebelumnya? Apa dia marah? Apa dia kesal karena aku tidak mengatakan pada media bahwa ciuman pertamaku yang sebenarnya ada di bibir Jong-Hyun? Tapi bagaimana bisa dia menyadarinya? Apa selama ini dia memperhatikanku?

“Itu… Mmm… Bagaimana bisa aku bilang pada media? Aku bahkan tidak tahu namamu siapa.”

“Kalau kau tahu namaku, apa kau akan berkata jujur pada media?”tanyanya lagi.

Kalau kau kutanya apa kau juga menyukaiku, apa kau akan berkata jujur padaku?

Jong-Hyun tertawa menghina melihatku terdiam lama.

“Dasar serakah… Jadi dalam satu hari waktu itu kau berhasil mencium dua pria? Aku dan Kwon Sang-Woo hyung?

BUG! DZIIIG! DAAAK!



Lee Jong-Hyun

Aku sudah ada di pesawat. Sebentar lagi pulang ke Seoul

Benarkah? Baiklah, aku akan menjemputmu. Aku baru saja naik bus

Tunggu saja di tangga darurat, Yoong. Aku akan menemuimu di sana

Siap, Jongie! :*

Aku tersenyum. Dasar gadis ini… Bahkan di SMS pun dia masih menggunakan kekuatan bibir penyerangnya. Kalau sudah begini, bagaimana bisa aku lupa pada gadis seperti dia?

Aku mengirim satu SMS lagi untuknya sebelum kumatikan ponselku, demi terjaganya keamanan perjalanan di udara. Hmm.. Aku jadi teringat sewaktu aku dan Jung-Shin selesai siaran di radio Sukira.

”Hei, Shin, ingin dengar alasanku tidak? Alasan lain kenapa aku memandangi Krystal diam-diam?”

“Kenapa?”

“Karena kupikir wajah Krystal mirip sekali dengan seseorang yang sedang kurindukan,”jawabku.

“Siapa?”

“Idolamu, Im Yoona.”



Im Yoona

:*

Jantungku berdetak kencang. Kubaca SMS dari Jongie sekali lagi. Sekali lagi. Dan sekali lagi. Dan sekali lagi. Dan sekali lagi. Dan sekali lagi!

Aku tidak bermimpi! Jong-Hyun membalas emoticon-ku! Yeaaaaah, Jong-Hyun menciumkuuuu!

Aaaaaaa, aku bahagia sekali!

Para penumpang bus menatapku heran karena aku berteriak. Eh? Hehehe.

Joseong hamnida,”kataku lirih dan kembali bersikap anggun. Aku sampai lupa sekarang aku ada di bus umum.



23 thoughts on “First Kiss

  1. Keren ceritanyanya thor… ak juga deerburning… selain emang suka ama Yoona unnie tentunya. ga masalah thor walau Yoona unnie udah punya pasangan pokoke ceritanya oke punya dech…

    • makasih udah baca, relly. iya. hehe. aku jg ga peduli sih yoona uda ada yg punya apa blum. krn udah terlanjur jd deer burning shipper, jadinya pengen bikin cerita ttg mereka terus🙂

  2. halo author!🙂 ff nya lucu, ternyata masih banyak yg suka deerburning aaa senang sekali😀 btw aku juga Sakura thor /deerburning shipper/ aku tunggu ff deerburning selanjutnya thor! annyeong~🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s