Retrograde [Part 1]

Retrograde

Title : Retrograde

Author : Hanna Moran

Length : Chaptered

Rating : PG

Genre : Romance

Cast :

–          Kang Minhyuk

–          Song Anna (Ocs)

–          Jung Soojung (Krystal Fx)

Disclaimer : My own imagination, Inspired by On(c)e Novel

Notes: Happy reading 🙂

 “Kang Minhyuk menderita retrograde amnesia, akibat benturan keras yang terjadi pada kepalanya saat kecelakaan membuat kerusakan pada memori dan ingatannya. Ia tidak kehilangan seluruh ingatannya, ia hanya kehilangan memori selama tujuh tahun kebelakang terhitung sejak hari terjadinya kecelakaan”

  Anna membekap mulutnya yang terngaga kaget mendengarkan penjelasan dokter, disampingnya Nyonya dan Tuan Kang tak kalah kagetnya.

  “Apa ingatannya bisa kembali ,dok?” Nyonya Kang bertanya dengan cemas. Dokter tampak berfikir,

  “Dalam beberapa kasus yang pernah kami tangani, beberapa pasien berhasil mendapatkan kembali potongan ingatannya yang hilang, walaupun tidak seratus persen kembali seperti semula tetapi dibutuhkan waktu karena jika dipaksakan akan muncul efek samping lain pada kesehatan pasien”

  Mendengar masih ada harapan untuk Minhyuk, Anna bisa sedikit bernafas lega.

  “Kami saat ini menyarankan untuk fokus pada penyembuhan fisik pasien terlebih dahulu, lalu tim dokter juga membutuhkan dukungan keluarga untuk menjelaskan pada pasien perihal Retrograde amnesia yang kini diderita pasien”

  “Ya, kami mohon lakukan yang terbaik untuk kesembuhan Minhyuk, dok” Kali ini Tuan Kang yang berbicara, ia tampak lebih optimis dibandingkan dengan dua wanita yang ada disebelahnya, terlebih Anna, tangannya meremas ujung bajunya, wajahnya tampak pucat dan lelah, jutaan pikiran kini berkelebat di benaknya.

  ***

  Anna menatap pemandangan sore dari jendela besar di apartemennya, pikirannya melayang pada kondisi Minhyuk, Minhyuk kehilangan ingatannya selama tujuh tahun kebelakang, itu artinya saat Anna baru saja memulai kuliahnya di Amerika, saat status mereka masih sekedar teman. Anna memegang pelipisnya yang terasa berdenyut, ia menyesap teh hijau hangat dalam cangkir couple yang ia beli bersama Minhyuk.

  Kalau kecelakaan itu tidak mengambil tujuh tahun terakhir ingatan Minhyuk, harusnya empat bulan lagi ia dan Minhyuk melangsungkan pernikahan mereka yang sudah dipersiapkan sejak tahun lalu, tapi semua diluar rencana, Anna tak bisa melakukan apapun, ia hanya pasrah dan berharap keadaan Minhyuk cepat membaik.

  Dering ponselnya terdengar dipenjuru ruangan kamarnya yang sepi, Nyonya Kang, calon Ibu mertuanya yang menghubungi.

  “Ya, ahjumma”

  “Bisakah kau kerumah sakit? Minhyuk menanyakanmu, ada yang ingin ia tanyakan padamu”

  “Ne, aku segera ke rumah sakit, ahjuma” Anna segera bergegas, ia tahu apa yang Nyonya Kang maksudkan, Anna harus menjelaskan apa yang sedang terjadi pada Minhyuk.

***

  Maka disinilah Anna, duduk di hadapan Minhyuk. Kondisi Minhyuk sudah jauh lebih baik, ia kini sudah bisa turun dari tempat tidur tetapi belum terlalu kuat untuk berjalan jauh, tangan kanannya masih dibalut perban, begitupun kepalanya.

  Anna duduk canggung karena lelaki yang dihadapannya bukanlah Minhyuk yang ia kenal, bukan Minhyuk calon suaminya, tetapi Minhyuk teman semasa SMAnya.

  “Ehhem…” Minhyuk berdeham, memecah keheningan.

  “Bagaimana keadaanmu?” Anna bertanya basa-basi, sedikit geli dengan sikapnya yang terlihat kaku, padahal ia selalu spontan dihadapan Minhyuk.

  “Baik, masih sedikit sakit dibeberapa bagian tubuh tapi bukan masalah besar” Minhyuk tersenyum, Anna pun ikut tersenyum, lalu ruangan kembali hening.

  “Omma sudah cerita tentang apa yang terjadi padaku kini, tentang retrograde amnesia yang aku alami” Minhyuk terlihat menerawang.

  “Jujur, aku juga bingung dengan semua ini, tapi aku berusaha mengerti tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan, tentang rencana pernikahan kita… Omma bilang, kita akan melangsungkan pernikahan beberapa bulan lagi?” Tanya Minhyuk, Anna sudah mengira pasti pertanyaan ini yang akan Minhyuk ajukan.

  “Ya, kita sudah berpacaran selama tiga tahun, tahun lalu kau melamarku dan kita merencanakan pernikahan kita, aku tahu kau bingung saat ini karena yang kau tahu aku sedang ada di Amerika dan kita hanya teman. Tujuh tahun lalu, selepas lulus SMA, aku melanjutkan kuliahku di Amerika, kita masih teman biasa, setiap enam bulan sekali aku pulang ke Korea menghabiskan liburanku disini bersamamu, kau selalu mengajakku jalan-jalan dan bersenang-senang, setiap kali aku harus kembali ke Amerika kau akan mengantarkanku kebandara dengan wajah sedih. Sampai satu saat, aku merasakan kau bukan hanya seorang teman bagiku, kau lebih dari sekedar teman bahkan sahabat ataupun kakak laki-laki untukku, aku menyukaimu. Tidak, aku tidak menyukaimu, aku mencintaimu sangat. Tapi aku tidak pernah mengungkapkannya karena aku pikir kau hanya menganggapku teman atau mungkin adik perempuanmu.

  Lalu tiga tahun lalu, saat upacara kelulusanku di Amerika secara mengejutkan kau datang membawakanku karangan bunga yang besar dan kau menyatakan cintamu di aula kampusku tepat saat upacara kelulusan baru saja berakhir, kau membuat kehebohan dan hari itu kita resmi menjadi sepasang kekasih hingga hari ini” Anna tampak menerawang, senyum tipis tersungging saat ia mengingat kembali peristiwa-peristiwa manis yang ia pernah lewati bersama Minhyuk.

  “Aku tidak ingat sama sekali, maaf” Minhyuk tampak menyesal.

  “Tidak apa-apa, aku mengerti. Tidak usah memaksakan untuk mengingatnya, cepat atau lambat kau akan mendapatkan kembali ingatanmu”

  “Jujur, aku tidak kaget kalau kau bilang aku menyukaimu, kau cantik dan baik Anna. Tapi, saat ini perasaanku padamu kembali pada perasaan seorang teman, maaf aku terlalu jujur tapi sungguh keadaan ini membuatku bingung”

  “Aku bisa mengerti, Minhyuk. Sekarang kau jangan pikirkan aku berlebihan, kau harus cepat sembuh dan kau bisa pulang kerumah, dan nanti kau akan menjalani terapi untuk mengembalikan ingatanmu” Anna merasa optimis.

  “Anna, aku sungguh tak enak hati”

  “Sudah.. jangan terlalu dipikirkan, sekarang yang harus kau pikirkan adalah kondisi kesehatanmu, kau harus cepat pulih supaya kau bisa segera pulang kerumah” Anna membantu Minhyuk berjalan menuju ranjang dan menyelimuti tubuh Minhyuk.

  “Aku harus pergi sekarang, seorang klien ingin bertemu denganku sebentar lagi”

  “Baiklah, hati-hati di jalan” Minhyuk dan Anna berpandangan beberapa saat, Anna menemukan diri teman masa kecilnya pada sorot mata Minhyuk yang justru membuat Anna sedih.

  “Sampai jumpa” Anna menutup pintu ruang perawatan Minhyuk pelan, setelah yakin pintu tertutup rapat, Anna berjalan menuju deretan kursi yang terdapat di lorong rumah sakit yang sepi, ia menangis, menangisi keadaan yang kini tengah menimpa Minhyuk, dan menangisi dirinya sendiri.

  Laki-laki yang sangat ia cintai bahkan kini tak pernah merasakan cintanya. Anna menelungkupkan telapak tangannya pada wajahnya, tubuhnya seperti di tusuk ratusan jarum, tubuhnya lelah, pikirannya jauh lebih lelah. Di lorong rumah sakit yang sepi dan hanya diterangi lampu-lampu disepanjang langit-langitnya Song Anna berusaha meredam isak tangisnya sendirian.

****

  Minhyuk sudah kembali kerumahnya, kini ia tengah mengamati bangunan yang dirasa asing olehnya. Dua tahun lalu rumahnya mengalami renovasi besar-besaraan hingga hanya sedikit bagian yang tersisa dari bangunan lama, tentu Minhyuk tak ingat.

  “Kamarmu ada dilantai dua, sebelah kiri lorong” nyonya Kang memberi tahu Minhyuk.

  “Rumah ini tampak lebuh besar dari yang aku ingat terakhir kali”

  “Kau akan segera familiar dengan rumah ini, istirahatlah sebentar setelah makan siang kau bisa berkeliling rumah” . Minhyuk menuruti kata ibunya, ia segera menuju kamarnya yang kembali ia rasakan asing tapi ia merasa nyaman ada dikamarnya.

  Minhyuk duduk di sisi ranjanganya, memperhatikan ruangan yang di desain minimalis dengan nuansa abu-abu muda, dengan sebuah rak buku besar dan tinggi disalah satu sisinya penuh dengan buku-buku kesukaan Minhyuk.

  Minhyuk mengambil sebuah buku yang tampak masih baru, tapi matanya menangkap sesuatu disamping buku yang akan ia baca, benda itu lebih menarik perhatian Minhyuk, sebuah album foto. Dibukanya halaman pertama, fotonya bersama Anna menunjukan kedekatan mereka, halaman-halaman selanjutnya pun dipenuhi oleh fotonya bersama Anna, sebuah foto yang diambil dipinggir pantai Busan menarik perhatian Minhyuk, hingga e halaman berikutnya sebuah foto dimana Minhyuk dan Anna tengah duduk bersebelahan, dan mereka berdua merapatkan kedua telapak tangan mereka memamerkan cincin yang mereka kenakan pada kamera, dan potongan –potongan ingatan Minhyuk setahun berkelebat dipikirannya.

  Hujan salju baru saja berhenti, tepat pukul empat sore saat mobil Minhyuk berhenti di pelataran parkir sebuah butik, Minhyuk menunggu dalam mobil sambil memainkan ponselnya mengirim pesan pada seorang temannya, setelah itu Minhyuk mengetuk-ketukan ujung ponselnya pelan pada kemudi mobilnya. Hari ini ia akan memberikan sebuah kejutan pada wanita yang begitu ia cintai, ia akan melamarnya dan memintanya untuk menikah dengan Minhyuk, mereka akan hidup bersama saling mencitai untuk selamanya.

  Lima belas menit menunggu akhirnya gadis itu keluar, melihat mobil Minhyuk sudah menunggu ia segera menghampiri, Minhyuk segera keluar dari mobilnya dan berjalan kesisi mobilnya yang lain membukakan pintu untuk kekasihnya, Song Anna. Sebelum masuk kedalam mobil, Anna memperhatikan Minhyuk dengan wajah heran.

  “Wae?” Tanya Minhyuk

  “Kenapa kau membukakan pintu mobil untukku?” Tanya Anna

  “Memangnya tidak boleh aku membukakan pintu untuk Ibu desainer  Song Anna?” tanya Minhyuk balik dengan senyum jahil diwajahnya.

  “Tumben sekali, biasanya kau tidak seperti ini” Anna mencibir

   “Sudah masuklah dan aku akan membawamu kesuatu tempat”, Minhyuk memegang kedua pundak Anna dan membantunya masuk kedalam mobil, Minhyuk kembali pada kemudi dan mobil pun beranjak ketempat yang sudah Minhyuk persiapkan.

  “Bagaimana pekerjaanmu hari ini?”

  “Biasa saja, tidak ada yang special, hanya rapat dan mengurus beberaapa dokumen dan sepertinya aka nada cabang baru yang di buka di Daegu, dalam waktu dekat aku harus ke Daegu beberapa hari untuk survey lokasi dan memastikan semuanya sesuai yang sudah direncanakan” cerita Minhyuk panjang lebar mengenai pekerjaannya hari ini.

  “Perusahaanmu berkembang dengan sangat cepat, kau bekerja giat sekali Tuan Kang” Minhyuk sedikit melirik Anna dan tertawa mendengar candaan Anna.

  “Kau sendiri? bagaimana hari ini?”

  “Biasa saja, beberapa klien datang hari ini untuk mencoba pakaiannya dan ada beberapa pelanggan baru juga. Aku mulai sibuk untuk pagelaran busana musim depan, tapi asistenku banyak sekali membantu dan cekatan, jadi aku tak terlalu kerepotan”

  Dan obrolan mereka terus mengalir hingga tanpa sadar mobil Minhyuk sudah memasuki dataran tinggi, dimana sepanjang kanan dan kiri jalan terhampar pemandan bukit-bukit cantik.

  “Dimana kita? Kau tidak mengantarku pulang?” Tanya Anna

  “Kita akan makan malam dulu”

  “Makan malam dimana? Ini daerah perbukitan Minhyuk, mana ada restoran atau kedai makanan disekitar sini. Jangan macam-macam Kang Minhyuk” Anna pura-pura menaruh curiga pada Minhyuk, tapi raut wajah Anna yang tampak menyelidiki membuat Minhyuk tertawa dan mengusap kepala Anna dengan sebelah tangannya.

  “Tenang saja, aku tak akan macam-macam. Kau akan aman denganku, tapi kau harus menyiapkan hatimu untuk yang akan terjadi setelah ini”

  “Apa yang akan terjadi setelah ini?” Anna tampak penasaran.

  “Kalau kau ingin tahu, lebih baik kau duduk tenang, sebentar lagi kita akan sampai dan kau akan tahu nanti” Minhyuk mengedipkan sebelah matanya dengan jahil, Anna menampakan wajah mengaga heran dengan sikap Minhyuk hari ini, Minhyuk disampingnya hanya terkekeh.

  Hingga akhirnya mereka tiba di puncak bukit, dari jauh terlihat pendar-pendar cahaya dari sebuah rumah yang ternyata adalah restoran yang Minhyuk maksud, restoran itu berdiri disebuah tebing dimana dari sana terlihat pemandangan malam kota Seoul yang indah dengan kelap-kelip lampu kota dibawahnya.

  Anna terkesima hingga ia tak mampu berkata apapun sampai tangan Minhyuk mengenggamnya, membawanya memasuki restoran, tak ada siapapun direstoran itu, hanya deretan lilin-lilin cantik dan seorang pemain biola yang adalah teman Minhyuk. Melihat kedua sejoli itu datang, violist itu mulai menggesekan alat musiknya, sebuah gubahan classic nan romantis menggema di seluruh ruangan. Belum hilang rasa terpesona Anna, ia masih mengaggumi semua yang ada disekelilingnya saat Minhyuk berlutut dihadapannya, menyodorkan sebuah kotak dengan cincin berlian didalamnya.

  “Song Anna, aku Kang Minhyuk ,mencintaimu, aku mencintai semua yang ada padamu tanpa terkecuali. Aku tahu ini terlihat aneh dimatamu, tapi aku jujur. Aku ingin kau menikah denganku, aku ingin memberikan seluruh hidupku untukmu, menemanimu dalam sakitmu, dalam sehatmu. Aku mohon jangan tolak aku” Anna membekap mulutnya, jantungnya bergemuruh, alunan biola yang masih mengalun cantik membuat semua yang Minhyuk lakukan tampak sempurna. Minhyuk mengeluarkan cincin berlian dari kotaknya, meraih jemari Anna dan menyelipkan cincin yang begitu pas dijari manisnya.

  “Kenapa kau menangis?” Tanya Minhyuk, khawatir ia melakukan sesuatu yang salah hingga Anna menolaknya. Minhyuk bangkit dan Anna memeluknya dengan erat.

  “Terima kasih… terima kasih Kang Minhyuk”

  “Kau mau menikah denganku?” Tanya Minhyuk, Anna mengangguk dengan yakin.

  “Terima kasih kau mau memberikan hidupmu untukku, sungguh aku juga mencintaimu”

  Minhyuk dan Anna terlalu bahagia hingga tak ada kata yang bisa mereka ucapkan selain senyuman dan pelukan yang semakin erat.

  Minhyuk memegangi kepalanya, tiba-tiba potongan-potongan kejadian yang berkelebatan di otaknya menghilang digantikan dengan rasa sakit yang luar biasa, semua terasa berputar, sakitnya sungguh luar biasa. Minhyuk memegangi kepalanya, kini matanya mulai berkunang-kunang. Minhyuk berusaha bangkit untuk mengambil obat dan segelas air putih di nakas tak jauh dari tempatnya duduk, tapi sebelum ia benar-benar meraih gelas airputihnya rasa skait itu makin menjadi, membuat Minhyuk kehilangan kesadaran diri.

 ***

  Anna berlari menuju pintu rumah Minhyuk, ia panik saat mendapat kabar Minhyuk jatuh pingsan dirumahnya dans egera menuju rumah Minhyuk.

  “Ahjumma” Anna melihat nyonya Kang tengah duduk di ruang keluarga dengan wajah lelah.

  “Anna”

  “Bagaimana keadaan Minhyuk?”

  “Ia sudah sadar dan sekarang sedang istirahat setelah dokter memeriksanya. Dokter bilang ia terserang sakit kepala hebat karena memaksakan ingatannya untuk mengingat masa lalunya yang hilang. Tapi ia sudah baik-baik saja sekarang” Anna sedikit merasa lega.

  “Apa aku boleh menemuinya?”

  “Tentu saja, masuklah kekamarnya”

  Anna mengetuk pintu kamar Minhyuk dan melongokan kepalanya, terlihat Minhyuk tengah tertidur. Anna masuk dengan perlahan dan mendekati Minhyuk, Anna sungguh khawatir pada Minhyuk. Ia mengusap puncak kepala Minhyuk pelan. Tiba-tiba matanya menangkap album fotonya bersama Minhyuk ada di meja disamping tempat tidur Minhyuk. Anna menduga album itu yang membuta Minhyuk berusaha mengingat masa lalunya yang hilang hingga ia jatuh pingsan.

  Anna meraih album itu dan membukanya, ia pun mengenang masa-masa yang ia lewati dengan Minhyuk hingga seulas senyum terbentuk diwajahnya.

  “Kau datang?” Tanya Minhyuk membuat Anna sedikit tersentak kaget.

  “Kau sudah bangun? Apakah kepalamu masih sakit?”

  “Tidak, obat dari dokter ampuh membuat sakit kepalaku hilang” Minhyuk tersenyum

  “Kau pasti kemari dengan buru-buru ya mendengar aku pingsan?”

  “Tentu, aku bahkan meninggalkan pekerjaanku”

  “Aku merepotkanmu, Anna”

  “Tentu tidak, kau calon suamiku jadi kau sakit pasti akan membuat aku cemas setengah mati”

  Raut wajah Minhyuk terlihat berubah tidak nyaman mendengar Anna menggunakan istilah calon suami, istilah itu masih asing ditelinga Minhyuk. Anna menjadi salah tingkah.

  “Hmm… apa album foto itu yang membuatmu pingsan?” Anna berusaha mengalihkan pembicaraan

  “Hmm.. aku hanya iseng melihatnya, ternyata otak yang setengah rusak ini bekerja terlalu keras” Canda Minhyuk.

  “Sudahku bilang, jangan berusaha terlalu keras. Aku tak mau kau sakit lagi”. Lalu suasana menjadi hening, mereka berdua sibuk dengen pikiran masing-masing.

  “Sudah waktunya makan siang, biar aku ambilkan makan siang mu dulu”

  “Anna” Minhyuk memanggilnya saat Anna akan beranjank dari kamarnya.

  “Apa dulu kita saling mencintai?” Tanya Minhyuk membuat Anna menghentikan langkahnya.

  “Tentu, kita saling mencintai. Sangat mencintai satu sama lain, aku tak bisa hidup tanpamu”

  “Kalau ingatanku tak akan pernah kembali selamanya, bagaimana?” Tanya Minhyuk.

  Anna hanya terdiam di tempatnya, pertanyaan itu membuat tubuhnya kaku, pertanyaan Minhyuk adalah hal paling di takutkan Anna akan terjadi, Anna tak pernah membayangkannya, Anna masih diam mematung, tatapannya tertuju pada Minhyuk, Anna tak tahu harus menjawab apa, ia sungguh takut.

–To be continued

*Yang penasaran kapan Jung Soo Jung muncul? Tunggu yang sabar ya 🙂

13 thoughts on “Retrograde [Part 1]

  1. Aduh minhyuk pertanyaannya bikin nyesek ㅠㅠ
    Jangan jangan ntar minhyuk jadi suka ama krystal nih huaaa andwaaae.
    Walaupun aku suka minstal, kayaknya aku lebih suka minhyuk sama anna aja di ff ini. Huhuuu
    next part ditunggu ^^ hwaitiiiing!

  2. A baguussss bangett
    Kesan baca ff ini tentu saja aku sangat menikmati jalan cerita.a, dari segi penulisan.a aku suka❤ author

    Jung Soo Jung nya manaaaaaa aaaa dia jadi siapa, jahat apa nggk penasaran

  3. thor akhirnya minhyuk sama soojung aja, jeballlllll:( atau terserah deh tapi jangan jadiin soojung jadi pemeran jahat ya thor-_-v

  4. ., jadii deg_deg-an nihh…!!

    Kalo emang Minhyuk gak bisa nginget smwx gimna. ???
    Oohh.. Noo. ! ! !

    d’tnggu klnjutanx yaa, Thor .!!!

  5. Aduh kasian anna… Tapi lebih kasian kalo Minhyuk ngga sama Krystal /plakkk hihihi.
    Kalo ngga bisa nginget lagi yaudin lupain aja… Terus bunuh diri, THE END /ngarang.
    Tapi kalo udah inget, jangan sampe bareng lagi hehehe /jahat
    Ngga mau Krystal jadi jahat disini thor jangan jangan jangan!

  6. Ga kebayang klo jadi anna… udah mau nikah tp takdirnya seperti ini…. apa nanti akhirnya minhyuk ama soojung ya ?

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s