Retrograde [Part 2]

Retrograde cover

Title : Retrograde
Author : Hanna Moran
Length : *Chaptered
Rating : G
Genre : Romance
Cast :
– Kang Minhyuk (CNBLUE)
– Song Anna (OCs)
– Jung Soojung (Krystal Fx)
Desclaimer : My own story, inspired by On(c)e Novel
Note: Don’t guess anything, I will give a lil surprise at the end of this story *promise!*, so just enjoy the story, beloved readers🙂

Prolog | Part 1

***

Anna menyentuh permukaan halus kain kualitas terbaik dengan wanra putih bersih bagaikan salju dihadapannya. Gaun cantik nan anggun yang kini terpajang disebuah manekin, gaun impiannya sedari ia kecil, gaun pengantin yang seharusnya akan ia kenakan pada upacara pernikahannya dengan Minhyuk empat bulan lagi.
Gaun itu belum sempurna benar, masih ada bagian-bagian yang harus dilengkapi dan dipercantik, walaupun begitu gaun ini sudah terlihat tampak sempurna dari berbagai macam sisi. Anna memang bukan desainer gaun pengantin, ia desainer untuk sebuah labelnya sendiri yang kebanyakan koleksinya a baju-baju kasual, tapi untuk mewujudkan gaun pengantin impiannya, ia membuatnya sendiri. Gaun itu ada diruang kerja Anna, dibutiknya di kawasan sibuk kota Seoul.
Ia memandangi gaun itu dengan tatapan hampa, beban dipundaknya terasa lebih berat.
“Kalau ingatanku tak akan pernah kembali selamanya, bagaimana?”
Pertanyaan Minhyuk kembali menggema di seisi otaknya, membuat dadanya sesak, hampir saja bulir air mata turun ke pipinya tapi segera ia hapus, Ia tak ingin menangis lebih banyak lagi.
Lamunan Anna terhenti saat ponselnya berdering, menunjukan nama sahabatnya dilayar.
“Soojoong-i!!” Pekik Anna terdengar senang.
“Anna-ya…. Aku merindukanmu….” Terdengar suara gemas Soojung diujung telefon.
“Dimana kau sekarang?? Sudah kembali ke Korea kah?”
“Eo… aku baru saja sampai, maaf aku tak mengabarimu. Aku sedang dalam perjalanan menuju apartementku untuk menaruh barang-barangku dan akan langsung ke butikmu”
“Ya! Besok saja kau kemari, aku tahu kau lelah setelah perjalanan jauh dari Paris, atau aku saja yang mampir ke apartementmu?”
“Ide bagus, kalau begitu aku tunggu di apartementku, ne?”
“Ne, aku segera kesana”

***
Anna kini tengah duduk santai di sofa empuk apartement Soojung dengan kaleng cola ditangannya, sedangkan si pemilik apartement tengah sibuk dengan oleh-oleh yang akan ia berikan untuk Anna. Jung Soojung adalah sahabat Anna, mereka saling mengenal sejak sebuah fashion show yang digelar Anna dua tahun lalu, dan Soojung menjadi modelnya. Sejak itu mereka menjadi sahabat yang sangat dekat, satu bulan terakhir Soojung berada di Paris untuk menghadiri beberapa acara fashion show desainer ternama.
“Jadi sekarang Minhyuk tak ingat kalau kau adalah calon istrinya?” Soojung tampak kaget, hingga ia menghentikan aktifitas membongkar muatan koper besarnya, dan menatap Anna.
“Hmm.. yang dia ingat aku ini teman SMAnya”
“Maafkan aku, Anna. Aku tak bisa menemanimu saat kau harus mendengar kabar itu, kau pasti merasa terpukul dan kesepian” Soojung beralih duduk disamping Anna dan memeluk sahabatnya itu, memberi kekuatan.
“Aku tahu kau sudah sibuk dengan pekerjaanmu, aku tak mau menambah bebanmu”
“Aku sungguh kaget saat kau meneleponku pagi-pagi buta waktu Paris dan bilang bahwa Minhyuk kecelakaan, ditambah kau bilang ia kehilangan ingatan. Tapi tenang, sekarang aku sudah ada disini, jadi kau tidak menghadapinya sendirian” Soojung menggengam tangan Anna kuat dan mereka kembali berpelukan.
“Aku ingin menginap disini semalam, aku ingin menceritakan semuanya padamu”
“Tentu saja.. kau harus cerita semuanya, tak ada satupun yang boleh kau rahasiakan!”
“Okay!” Anna mengangguk sambil mengacungkan jempolnya.
“Dan besok maukan kau ikut denganku bertemu Minhyuk, ia tak ingat sama sekali denganmu jadi aku harus mengenalkanmu lagi padanya”
“Ide yang bagus..!” Soojung setuju dan dimulailah sesi curhat dua sahabat itu, Anna menceritakan semuanya pada Soojung, tanpa terkecuali termasuk pertanyaan Minhyuk yang terus menghantuinya.

***
Minhyuk tengah duduk di ruangan kerjanya, ini hari pertamanya kembali bekerja setelah kecelakaan itu terjadi. Ia kehilangan sebagian ingatannya tentang berbisnis, beruntung sepupu laki-lakinya yang juga tangan kanan Minhyuk siap membantunya mempelajari semuanya dari awal dan Minhyuk tidak mengalami banyak kesulitan yang berarti.
Sekarang ia tengah sedikit bersantai, sebentar lagi jam kerjanya berakhir, Minhyuk menyandarkan tubuhnya dan menatap pemandangan kota Seoul yang terlihat dari lantai 15 gedung kantornya. Diluar hujan cukup deras, dan tiba-tiba Minhyuk teringat pada Anna. Minhyuk penasaran dimana Anna sekarang, setelah tadi siang Anna menghubunginya untuk mengajaknya makan siang, tapi Minhyuk berhalangan karena bertepatan dengan adanya rapat, Minhyuk jadi merasa bersalah dan ia menghubungi Anna.
“Anna-ya… dimana kau?”
“Aku sedang dibutik. Ada apa?”
“Maaf tadi siang aku menolak ajakan makan siang dari mu”
“Oh itu, tidak apa-apa. Aku tahu kau sedang sibuk, ini hari pertamamu kembali bekerja dan melewatkan rapat pertama bukan ide yang baik”
“Sebagai gantinya, bagaimana kalau kita makan malam bersama?”
“Jinjja?” Tanya Anna, tersirat nada girang dari suaranya.
“Ya, aku jemput kau sebentar lagi”
“Tunggu, bolehkan aku mengajak seorang teman?”
“Teman? Siapa?”
“Jung soojung, dia sahabatku, ia baru pulang dari Paris. Dulu kalian saling mengenal juga, makanya aku ingin mengajaknya untuk aku kenalkan kembali padamu”
“Oh, tentu boleh saja… kalau begitu sampai nanti”
“Ya… sampai jumpa”
Setelah menghubungi Anna dan memesan sebuah tempat disebuah restoran, Minhyuk bersiap untuk pergi menjemput Anna.

****
Minhyuk tengah memandangi Anna yang kini tengah sibuk dengan ice cream strawberrynya, sedangkan Minhyuk baru saja menyesap kopi hitamnya.
“Kau masih suka sekali dengan ice cream rasa strawberry itu ya?” tanya Minhyuk emlihat Anna begitu menikmati ice cream yang menjadi favoritnya sedari SMA.
“Tentu, kalau bukan rasa strawberry aku tak mau makan”, Minhyuk tersenyum melihat tingkah polos Anna. Sementara Anna kembali sibuk dengan ice creamnya, Minhyuk memandangi pintu café yang tak jauh dari tempatnya duduk.

Anna masuk kedalam café, gadis itu celingukan mencari Minhyuk yang katanya sudah menunggu.
“Anna-ya… disini” Minhyuk melambaikan tangannya, Anna segera menuju tempat Minhyuk duduk. Gadis itu melepaskan coat musim dinginnya.
“Ice cream strawberry satu” Pesan Anna pada pelayan yang menghampiri mereka tanpa perlu membuka buku menu.
“Ice cream? Di luar hujan salju apa kau tidak kedinginan?”
“Anio.. di Amerika aku sering makan ice cream saat sedang turun salju”
“Kau sudah kembali ke Korea, Anna. Bukan lagi di Amerika”
“Kau hanya pesan pasta saja?” Tanya Anna yang melihat seporsi pasta yang belum disentuh dihadapan Minhyuk.
“Hmm.. aku lapar” Kata Minhyuk, Anna mempersilahkan Minhyuk makan terlebih dahulu dan tak lama ice cream pesanan Anna tiba.
“Ya! Song Anna.. makan ice creammu pelan-pelan” Tegur Minhyuk pada teman masa kecilnya yang kini masih terus tampak seperti anak kecil.
“Wae?”
“Itu.. ice creammu menempel disudut bibir” kata Minhyuk sambil menahan tawa melihat wajah Anna yang terkena noda ice cream, Anna mencoba menjilatnya tapi tak dapat juga, gemas melihat usaha Anna yang sia-sia, Minhyuk menjulurkan tangannya, dan membersihkan sudut bibir Anna. Tubuh mereka yang mendekat memberikan aliran aneh pada Minhyuk. Minhyuk menatap mata Anna dari dekat, mata bulat gadis itu juga menatap balik Minhyuk, ada degupan aneh di dada Minhyuk, dan sejak detik itu Minhyuk tahu, ia jatuh cinta pada Anna.
“Minhyuk.. gwenchana?” Tanya Anna yang tiba-tiba melihat Minhyuk memijat pelipisnya, dan wajahnya tampak sedikit lebih pucat.
“Gwenchana…” Jawab Minhyuk, ia tak menceritakan bahwa potongan-potongan masa lalunya baru saja terbayang dipikirannya.
“Mana temanmu?” Tanya Minhyuk mengalihkan pembicaraan.
“Ia bilang akan sedikit terlambat. Mungkin ia sudah hampir sampai”
“Baiklah kalau begitu, kita tunggu saja”
“Hmm… apakah kita sering makan disini sebelumnya?” Tanya Minhyuk
“Lumayan, karena kita suka makanan disini, kau sering mengajakku makan disini. Kenapa? Apa kau ingat sesuatu tentang tempat ini?” Tanya Anna antusias.
“Aku hanya merasa tidak asing dengan tempat ini”
“Kau memang sangat suka tempat ini, kau bisa menghabiskan waktu berjam-jam disini, kau juga sering mengajak klien atau karyawan untuk meeting disini”
“Song Anna” Sebuah suara menginterupsi cerita Anna, Soojung tampak berlari kecil.
“Maaf aku datang terlambat, ada pemotretan yang memakan waktu cukup lama. Maaf membuat kalian menunggu lama” Soojung tampak menyesal.
“Tidak apa-apa.. duduklah, pesan makanan, aku tahu kau lapar”
Sementara Soojung memilih menu yang akan ia pesan, Minhyuk memperhatikan wajah yang asing itu.
“Minhyuk, ini Jung Soojung. Dia ini sahabatku, kami saling mengenal karena ia menjadi salah satu model fashion showku dua tahun lalu. Kalian sudah saling mengenal dengan baik sebelumnya, tapi sekarang kau pasti tak ingat. Jadi aku memperkenalkan dia sekali lagi padamu”
Soojung tersenyum pada Minhyuk dan mengulurkan tangannya.
“Aku Jung Soojung. Maaf aku tak sempat menjengukmu saat kau dirumah sakit. Aku harap ingatanmu kembali pulih, aneh melihat kalian berdua yang biasanya begitu dekat sekarang seperti ada jarak seperti ini” Ucap Soojung panjang lebar, sifat cerewetnya keluar begitu saja, membuat atmosfer yang tadinya terasa tegang mulai terasa santai. Minhyuk menyambut uluran tangan Soojung, lalu mereka bertiga larut dalam obrolan panjang mereka malam itu.
***
Anna tengah disibukan dengan pekerjaannya, ia tengah sibuk menata sebuah baju yang tengah diletakan pada manekin, potongan-potongan kain bertebaran disekitarnya saat Minhyuk masuk ke ruang produksi butik milik Anna.
“Kau sedang sibuk?” Tanya Minhyuk, membuat Anna sedikit terlonjak kaget tetapi sesaat kemudian ia merasa tenang saat tahu Minhyuklah yang datang.
“Aku menganggu?” Tanya Minhyuk sambil duduk disalah satu kursi tak jauh dari tempat Anna bekerja.
“Tidak, kau hanya sedikit menganggetkanku” ucap Anna sambil tersenyum.
“Apa yang membuat Minhyuk datang kemari?” Anna menghentikan pekerjannya dan menatap Minhyuk yang tengah memperhatikan ruangan yang asing baginya.
“Aku mengantarkan makan siang untukmu, kau pasti belum makan siang karena terlalu sibuk”
“Terima kasih, ini perlakuan manismu yang pertama kali padaku setelah.. kecelakaan itu”
Melihat raut wajah sedih Anna yang berusaha Anna samarkan, Minhyuk bangkit dari kursinya dan mendekati Anna, ia memperhatikan wajah Anna, yang tengah diperhatikan tampak sedikit salah tingkah, dalam hati Anna menebak apa yang terjadi pada Minhyuk.
“Aku hanya ingin memperlakukanmu seperti yang seharusnya, sebagai kekasihku” Minhyuk membelai pipi Anna, memperhatikan manik mata Anna yang tengah menatapnya lekat, ada guratan bahagia di matanya.
“Apa ingatanmu sudah kembali?” Bisik Anna
“Belum, tapi aku berusaha untuk mendapatkan ingatanku kembali, seperti kau yang berusaha agar ingatanku kembali”
“Aku tak melakukan apapun, Minhyuk” Anna senang bisa kembali merasakan sentuhan jemari Minhyuk di pipinya.
“Kau selalu ada disampingku bahkan setelah kau tahu aku kehilangan banyak ingatanku tentang mu, kau memilih tetap ada disampingku, dan tidak meninggalkanku. Terima kasih”
“Terima kasih juga kau mau mulai menerimaku sebagai kekasihku, bukan lagi teman masa sekolahmu seperti dulu”
Minhyuk mendekatkan wajahnya dengan wajah Anna, tinggal beberapa senti lagi saat pintu tiba-tiba terbuka.
“Nona Anna, ada telefon untukmu” Seorang karyawan Anna mengagetkan mereka, sontak Minhyuk dan Anna menjauhkan diri masing-masing.
“Tunggu sebentar” Anna tampak kikuk, tahu ia telah merusak momen romantis atasannya, karyawan itu segera pamit pergi.
“Aku jemput kau nanti malam” Kata Minhyuk, Anna mengangguk dan segera keluar dari ruangan dengan wajah yang memanas, Minhyuk tersenyum memperhatikan sikap salah tingkah Anna.

***
Cuaca kurang mendukung, awan hitam mulai menggantung di langit sesuai dengan ramalan cuaca yang Soojung lihat di televisi tadi pagi bahwa kota Seoul akan diguyur hujan deras. Soojung tengah duduk disebuah runagan luas dengan cermin yang mengelilingi seluruh ruangan, selain menjadi model Soojung juga menjadi pengajar untuk kelas modeling di agenci tempatnya bekerja. Lima belas menit lalu kelasnya berakhir dan semua muridnya sudah meninggalkan ruangan. Soojung menekan beberapa nomor pada layar ponselnya dan menempelkannya di telinganya.
“Yoboseo, aku Jung Soojung pemilik mobil hitam yang tadi siang di derek ke bengkel, apa mobilku sudah selesai diperbaiki?” tanya Soojung, yang diseberang sana menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar membuat Soojung merengut tak senang, ia tak tahu banyak tentang istilah automotif yang diterangkan padanya, tapi ia tahu apa yang sedang dijelaskan bukanlah pertanda baik.
“Jadi, mobilku mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga aku baru bisa mengambilnya besok lusa?”, sipenerima telefon mengiyakan.
“Baiklah kalau begitu, perbaiki saja mobilku dengan baik dan kalau semua sudah selesai tolong hubungi segera” Soojung menutup sambungan telefonnya, ia menatap pantulan wajahnya yang terlihat kusut dicermin. Tadi siang secara tiba-tiba mobilnya tak bisa dihidupkan, setelah sekian lama mencoba akhirnya Soojung menghubungi bengkel langganannya dan membiarkan mobilnya diderek, Soojung menggunakna taxi untuk bisa sampai di kantor agencinya, beruntung hari ini tak banyak jadwal yang menuntutnya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain sehingga ia tak perlu kerepotan tanpa mobil kesayangannya. Soojung melirik jam tangannya, ia ingin segera pulang untuk beistirahat.

Dan disinilah sekarang Soojung berdiri, disebuah halte dengan tubuh setengah basah kuyup karena hujan yang turun begitu tiba-tiba saat ia sedang berjalan menuju halte terdekat untuk menunggu taxi, tapi hujan deras begini membuatnya kesulitan menemukan taxi, ditengah rasa kesalnya untuk hari yang ia anggap kurang beruntung ini ia duduk tertunduk di halte, menunggu hujan mereda atau ada taxi kosong yang bisa ia tumpangi.
“Jung Soojung?” Soojung mendongakan kepalanya mendengar namanya disebut, Minhyuk tengah berdiri didekatnya, sebelah tangannya memegang sebuah payung dan tangan lainnya memegang cup berisi kopi panas.
“Minhyuk, sedang apa kau disini?”
“Aku baru saja membeli kopi di coffeshop, kau sendiri apa yang kau lakukan dengan tubuh basah kuyup disini?”
“Mobilku harus diperbaiki dibengkel beberapa hari, jadi aku menunggu taxi untuk pulang”
“Minumlah kopiku, belum aku sentuh sedikitpun” Minhyuk menyodorkan cup kopinya
“Anio, tidak usah”
“Ambil saja, kau bisa semakin kedinginan” Akhirnya Soojung menerima kopi pemberian Minhyuk.
“Katakan di mana rumahmu, biar aku antar”
“Tidak usah, aku menunggu taxi saja”
“Ayo aku antar, aku tidak akan membiarkan teman baruku mati kedinginan di halte bus” tanpa pikir panjang Minhyuk menggandeng pergelangan tangan Soojung dan memayunginya, lalu mereka menuju mobil Minhyuk.
Begitu mesin mobil Minhyuk dinyalakan, Minhyuk segera menyalakan penghangat mobil.
“Apa sudah lebih hangat?” Tanya Minhyuk sambill melirik pada Soojung yang tengah menyesap kopi panasnya.
“Ne, terima kasih”
“Jadi kemana aku harus mengantarmu?”
“Oh, antarkan ku ke daerah Jansil Stadium, gedung apartementku ada didaerah sana” Soojung memberi arahan pada Minhyuk.
Tidak ada yang berbicara diantara mereka, hingga Soojung berinisiatif untuk memulai pembicaraan
“Kau tidak menjemput Anna, Minhyuk?” Tanya Soojung
“Aku menjemputnya nanti malam, Ia sedang mengerjakan banyak sekali desain hingga malam” Soojung mengangguk lalu suasana kembali hening. Agak aneh baginya berdekatan dengan Minhyuk, karena Minhyuk adalah pacar sahabatnya dan selama ini pun Soojung tak pernah benar-benar dekat dengan Minhyuk.
“Soojung, apa aku boleh bertanya?”
“Tentu saja”
“Apa Anna bercerita banyak tentangku setelah kecelakaan itu terjadi?”
“Ya, ia bercerita banyak, ia selalu memberitahuku setiap kali kau mengalami kemajuan sedikit demi sedikit dengan ingatanmu”
“Aku merasa bersalah padanya, aku yakin ia pasti sedih sekali dengan kenyataan ini”
“Itu bukan salahmu Kang Minhyuk, ini adalah sebuah kejadian yang tak terduga. Anna memang sangat terpukul, tapi kau tenang saja, aku selalu ada untuk menghiburnya”
Minhyuk menoleh kea rah Soojung, “Kau gadis yang baik, Soojung”
Dan tanpa Soojung duga, ada desir yang timbul di dadanya, detak jantungnya berdegup tak karuan.
“Tidak Soojung, ini tak benar” Bisik Soojung pada dirinya sendiri. Lalu sekilas Soojung menoleh pada Minhyuk, sadar Soojung tengah melihat kearahnya, Minhyuk tersenyum dan lagi Soojung harus meneriakan kalimat “Tidak Soojung, tidak boleh!!” berkali-kali dikepalanya.
***
Hampir tengah malam, Soojung belum juga bisa tidur. Kalimat singkat dan senyuman Minhyuk melekat dipikirannya. Soojung beringsut keluar dari selimutnya dan mengambil buku diarynya disalah satu rak dan membuka sebuah halaman yang sudah ia hafal betul.
6 Januari 2012
Anna memperkenalkan kekasihnya padaku, namanya Kang Minhyuk. Kami bertiga lalu menikmati cara makan malam yang menyenangkan, tapi satu yang aku sadari dan kemudian aku sesali dalam hitungan detik, Aku menyukai Minhyuk. Aku tahu itu tidak boleh terjadi, Minhyuk adalah kekasih sahabat baruku, mereka sudah ditakdirkan bersama, aku yakin itu. Tapi rasa ini? Tidak, itu bukan hakku, aku tak boleh dan tak bisa mengambil milik orang lain. Minhyuk adalah milik Anna, aku tak bisa memilikinya.

Tatapan kosong Soojung terarah pada tulisan tangannya sendiri yang ia tulis dua tahun lalu. Banyangan senyuman Minhyuk dua tahun lalu saat mereka pertama bertemu dan senyuman yang ia lihat sore tadi masih sama, masih memberikan efek candu dan bahagia untuk Soojung.
“Tidak Soojung, tidak boleh. Kau tak punya hak. Tidak boleh”

 

-To be continued

 

17 thoughts on “Retrograde [Part 2]

  1. Aduuuh soojung kesianan juga sih perasaannya teruntuk kepada orang yang udah jadian, udah mau nikah lagi.
    Seneng minhyuk udah anggep anna sebagai kekasihnya. Lanjut ya thor, penasaran gimana kemajuan minhyuk sama perasaan soojung. 😊

  2. Aduhhh, baca ini bener2 dilema. Dua dua karakter ceweknya sama2 kasian. Atau biar adil author nyelipin namaku aja dh biar jadi ama minhyuk. Gmna thor? Hhha. Tapi ga kuat kalo trakhir minhyuk ga sama si soojung. Aku udh trlalu cinta dan pasrah minhyuk ama soojung. Smoga aja jadi hyukstal ya thor. Updateeee

  3. Minhyuk jadi ngerasa bersalah ya sama Anna?, ternyata soojung suka dr dulu sama minhyuk tapi dia tau kalo itu salah dan sekarang jd dilema😦

  4. Ya ya ya!!! Gimana ini? Makin ribet ajaaaaa. Tapi suka😀 hihihi
    Kesian banget! Udah mendem cinta… Tapi baik banget Krystal… Dia mau dengerin curhatnya Sahabatnya sama Cowo yang dia suka. Uhuy, gatau gimana sakitnya itu😦.
    Kesian… Aduh ngga ngerti deh ini mau kasian ke Anna Ato Krystal, tapi posisinya lebih ke Anna sih, soalnya… Mau Minhyuk suka ato gimana ke Krystal, tapi kalo minhyuk inget lagi pasti balik ke Anna. Aduh! Entahlah… Tapi yang pasti aku pengen banget Hyukstal :3 /udah akut banget shipprnya :v
    Ya gitudeh…

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s