Love in Cheongdamdong (Part 4)

20140117-143604

 

Title                : Love In Cheongdamdong [Part 4]

Author            : Monie Akakuro

Rating             : Awalnya PG-13, lama2 jadi NC-18 mao ke NC-21 ㅋㅋㅋㅋㅋ

Genre             : Romance

Length            : Chaptered

Main Cast      :

–  Lee Jonghyun CNBLUE

–  Choi Hyurin [OCs]

Other Cast     :

–          Semua member CNBLUE

–          Semua member FT Island

–          Yang punya FNC Entertainment: Han Sung Ho

 

Disclaimer      : ff ini murni dari otak aku. Gara-gara nonton variety show Cheongdamdong 111 jadi ke inspirasi deh pen buat ni ff

Note                : ff ini aku post di facebook aku juga. Selamat baca! Dudududu

 

“15 menit lagi kalian bersiap!!!”

Hyurin bergeser kesamping berdiri dipojok ruangan saat pekerjaannya sudah selasai. Ia menatap ke sekitar. Semua orang masih sibuk mempersiapkan CNBLUE yang 15 menit lagi akan memberikan pertunjukan konser BLUE MOON nya di Tokyo, Jepang.

Dilihat Yonghwa terus memejamkan matanya sambil menarik nafas. Sebagai leader Hyurin tahu pasti Yonghwa sedang merasa gugup sekarang. Bertanggung jawab agar konser ini berjalan dengan sukses.

Jungshin dan Minhyuk melakukan gerakan seperti pemanasan. Mungkin jangan sampai mereka terkena kram saat di panggung nanti.

Dan Jonghyun? Dimana dia? Mata Hyurin tidak menemukan sosok Jonghyun diantara kerumunan orang di ruangan ini.

“Hyurin-ssi bisa kah kau memasangkan mic ini dibelakang bajuku?”

Hyurin terkejut karena mendengar suara Jonghyun ternyata ada disampingnya. Jonghyun menyodorkan mic nya yang belum ia pasang. Sejak kapan Jonghyun ada disampingnya?

Tangan Hyurin mengambil mic itu dari tangan Jonghyun. “Berbaliklah..” Perintah Hyurin dan Jonghyun menurut membalikkan tubuhnya membelakangi Hyurin.

Tubuh Hyurin hanya setinggi leher Jonghyun saat mereka berjajar seperti ini. Tubuh sempurna yang Hyurin lihat di gym centre FNC waktu itu akhirnya ada didepan wajahnya sekarang. Dengan sedikit menahan nafas Hyurin memasangkan mic nya dibalik baju Jonghyun.

Apa Jonghyun sengaja menyuruhnya memasang mic ini ditubuhnya? Pikir Hyurin. Karena pikiran Hyurin semakin tidak bisa konsentrasi saat menarik kabel mic nya ia harus mengangkat sedikit tshirt yang di kenakan Jonghyun. Mata Hyurin melihat otot six pack perut Jonghyun terbentuk sempurna disana. Jarinya sedikit menggesek otot perut itu agar kabel mic nya bisa ia ambil dari dalam baju dan membuat nafas Hyurin benar-benar tertahan.

“Sudah..” Hyurin menyelesaikan tahap terakhir mengaitkan mic kecil itu di belahan tshirt leher Jonghyun.

Secara sembunyi-sembunyi Hyurin menghirup nafasnya agar normal kembali.

“Sudah?” Jonghyun memeriksa kembali mic yang terkait didepan lehernya dan kabel yang ada didalam bajunya. “Terima kasih Hyurin-ssi..”

“5 menit lagi!!!”

Suara staff acara berteriak lagi memberi tahu waktunya sudah mau dimulai.

“Yaa tunggu dulu Jonghyun-ssi” Hyurin menarik tangan Jonghyun yang baru saja mau melangkahkan kakinya ke luar ruangan.

“Waeyo?” Tanya Jonghyun menoleh ke arah Hyurin.

Kabel mic dibelakang leher Jonghyun tersangkut dengan tali gitar nya. “Ini kabel nya terbelit, jangan sampai leher kau yang nanti terbelit oleh kabel ini” Canda Hyurin membetulkan kabel itu dileher Jonghyun.

Jonghyun tertawa mendengarnya. Dan lagi-lagi ia harus menahan dirinya dari sentuhan-sentuhan jari Hyurin yang sejak tadi menyentuh kulitnya.

“Oke, selesai!” Tangan Hyurin menepuk bahu Jonghyun sambil tersenyum.

Baru kali ini Jonghyun merasakan semangat yang luar biasa di konsernya. Diberi senyuman oleh Choi Hyurin seperti ini. “Gomawo!” Tangan Jonghyun menyentuh pipi Hyurin. Dan ia segera pergi keluar menyusul member yang lain.

Hyurin hanya bisa menatap Jonghyun keluar dan menyentuh pipi nya lagi yang tadi disentuh oleh tangan Jonghyun. Ia yakin wajahnya kini sudah memerah.

***

“Chukkae!!!!!!!!”

Semua staff dan CNBLUE merayakan atas keberhasilan konser mereka. Konser BLUE MOON di Jepang hari ini berakhir dengan sukses.

Kepala Jonghyun menelisir ke segala penjuru ruangan. Ia perhatikan wajah semua staff yang ada disini. Tapi tidak ada yang dicarinya. Hyurin tidak ada disini. Kemana dia?

“Dimana Hyurin-ssi?” Tanya Jonghyun menepuk salah satu staff yang berdiri didekatnya.

“Hyurin-ssi? Sepertinya tadi dia keluar sendirian. Dia bilang mau membeli kue”

“Sendiri?”

Staff itu mengangguk.

Jonghyun melihat arlojinya dan kini sudah lewat tengah malam. Hampir jam 1 malam. Apa yang dipikirkan oleh wanita itu membeli kue malam-malam dan sendirian.

“Kau mau kemana?” Yonghwa menoleh saat melihat Jonghyun mengambil jaketnya bergegas mau keluar.

“Aku keluar sebentar Hyung, aku sudah bawa kunci kamar juga” Jonghyun mengacungkan kunci kamarnya memberi tahu jika ia pulang telat nanti Yonghwa tidak usah menunggunya. Dengan cepat Jonghyun keluar dari ruangan after party mereka mencari Hyurin yang sendirian berada diluar.

Tangan Hyurin keduanya membawa kantong plastik yang sangat besar. Akhirnya ia bisa mendapatkan kue tart yang ia cari sejak tadi. Karena di ruangan party Hyurin lihat tidak ada kue sama sekali. Insting dia yang selalu membeli makanan kepada orang lain muncul begitu saja. Ia keluar sendirian di kota Tokyo pada jam tengah malam seperti ini. Dan untung saja ada toko yang masih buka.

“Ah kenapa harus hujan?” Hyurin mendongak saat merasakan ada tetesan air di kepalanya. Tapi baru gerimis Hyurin langsung mempercepat langkahnya kembali ke hotel.

Ketika mau berbelok ke arah jalan besar hotelnya tadi, ia melihat ada segerombolan anak muda Jepang sedang merokok disana.

Bagaimana ini? Hyurin menengok kearah kanan dan kirinya. Tidak ada jalan lagi. Mau tidak mau ia harus melewati anak-anak muda Jepang itu.

Sebelum Hyurin melangkah lagi ia menarik nafasnya dulu memberanikan diri melewati anak-anak itu. Ia tidak boleh takut. Kalau tidak bagaimana ia bisa kembali ke hotel lagi?

“Sumimasen..” Hyurin mengucap permisi saat melewati gerombolan anak-anak muda ini. Hyurin langsung berjalan cepat sesudah melewati mereka.

“Waaa kawaii ne~~”

Hyurin mendengar salah satu pria disana berkata seperti itu. Hyurin tahu pria itu menggodanya. Semakin Hyurin melangkahkan kakinya dengan cepat.

“Chotto matte~ namae wa dare?”

Jantung Hyurin mau copot rasanya melihat pria tadi sudah ada didepannya. Ia sangat kaget ternyata gerombolan anak-anak tadi mengejarnya.

“Namae wa da—re?” Tanya pria itu lagi. Wajahnya tersenyum melihat ke arah Hyurin ingin tahu namanya. Hyurin muak sekali melihat wajah didepannya. Wajah anak itu berandalan sekali. Rambut di cat pirang tidak jelas dan banyak sekali tindikan di wajahnya. Hyurin membuang muka dan mencoba melangkah lagi.

Tapi anak-anak itu terus menahannya dan kini sudah mengepungnya. Gawat. Ini benar-benar sudah gawat.

“Tolong!! Tolong aku!!” Jerit Hyurin meminta tolong. Ia berharap orang-orang didepan jalan sana bisa mendengar jeritannya.

“Tolong!!!” Jerit Hyurin sekali lagi dengan sekuat tenaga. Namun teriakan Hyurin membuat salah satu anak itu marah. Ia menarik tangan Hyurin dan mencoba membekap mulutnya. “Urusee!”

Dengan sekuat tenaga Hyurin melepaskan tangan anak itu dari mulutnya. Namun bekapan anak itu kuat sekali. Hyurin tidak bisa menahan tangisannya lagi. Ia benar-benar sangat takut.

BUK!!

Hyurin membuka matanya mendengar ada suara pukulan. Ia langsung membebaskan mulutnya dari bekapan tangan anak itu karena ia melihat anak itu sudah ambruk disampingnya.

Seseorang langsung menarik tangan Hyurin ke dekatnya. Hyurin baru sadar orang yang menariknya adalah Lee Jonghyun. Jonghyun datang mencarinya. Jonghyun sudah menyelamatkan hidupnya.

Tangan Jonghyun menarik tubuh Hyurin kebelakang tubuhnya. Posisinya kini sudah siap lagi akan menghajar anak-anak berandalan itu.

Satu persatu Jonghyun melayangkan pukulannya ke setiap anak. Hyurin hanya menyaksikan aksinya dari balik tubuh Jonghyun. Namun makin lama jumlah anak-anak itu semakin banyak. Tidak mungkin Jonghyun melawan mereka sendirian.

Hyurin langsung menarik tangan Jonghyun mengajaknya berlari meninggalkan anak-anak berandalan itu. Jonghyun tidak mungkin menang dilihat lawannya yang begitu banyak.

Langkah kaki Hyurin semakin cepat menyusuri trotoar jalan yang sudah sangat sepi karena sudah malam dan hujan. Bajunya juga kini sudah basah kuyup. Hyurin tidak memperdulikan lagi kue-kue nya yang masih ada disana.

Jonghyun menarik tangan Hyurin agar mereka berhenti berlari dan membawanya belok ke arah jalan kecil yang atasnya tertutup. Mereka bisa berteduh dulu disini.

Kedua nafas mereka terengah karena berlari dengan cepat dan cukup jauh.

“Kau tidak apa-apa?” Tangan Jonghyun memeriksa wajah Hyurin yang ada didepannya.

Mendengar suara Jonghyun membuat Hyurin menangis lagi dan langsung memeluk Jonghyun. Akhirnya ada suara yang ia kenal. Sejak tadi ia sangat ketakutan sekali merasa dirinya dalam bahaya dan ia sendirian. Tapi kini Jonghyun ada didekatnya. Jonghyun telah menolongnya.

“Jonghyun-ssi terima kasih kau sudah menyelamatkanku” Pelukan Hyurin di tubuh Jonghyun semakin erat. Membuat naga didalam tubuh Jonghyun semakin mengepakkan sayapnya sambil terus mengeluarkan api yang sangat panas.

Jonghyun mendekap tubuh Hyurin kedalam pelukannya. Membuat Hyurin semakin nyaman berada di tubuh Jonghyun. Ia membiarkan Hyurin terus menangis didadanya. Melepaskan semua ketakutannya agar menjadi lebih tenang.

“Kau baik-baik saja? Apa kau terluka?” Jonghyun bertanya lagi saat ia tidak mendengar isakan Hyurin. Kepala Hyurin menggeleng didadanya. Ia masih terus memeluknya.

Jonghyun melonggarkan pelukannya dan mendorong bahu Hyurin supaya dia bisa melihat wajahnya dengan jelas. Akhirnya tadi ia bisa menemukan Hyurin. Sejak ia keluar dari hotel ia tidak bisa menemukan dimana keberadaan Hyurin. Ia terus menelusuri beberapa toko kue di dekat hotel. Tapi saat ia berjalan ke arah belokan yang menuju ke hotel ia mendengar suara jeritan seorang wanita dari arah jalan kecil disana. Dia sangat mengenal suara itu. Suara Hyurin sedang menjerit. Betapa murkanya Jonghyun tadi saat melihat seorang anak berandalan sedang membekap mulut Hyurin dengan paksa. Dengan segala emosi ia langsung menghajar anak itu. Dan untung saja ia tepat waktu menemukan Hyurin. Sekarang Hyurin sudah aman bersamanya.

“Tidak apa-apa, kau bisa tenang sekarang…”
Kedua ibu jari Jonghyun menghapus sisa-sisa air mata yang masih menempel di pipi Hyurin. Jonghyun tersenyum menatap Hyurin menenangkannya.

Didepannya Hyurin melihat bibir Jonghyun tersenyum ke arahnya. Senyuman Jonghyun membuatnya merasa tenang dan nyaman. Wajah Jonghyun yang terlihat basah karena kehujanan dan rambutnya yang berantakan membuat jantung Hyurin berdegup kencang. Bukan karena berdebar ketakutan seperti tadi melainkan debaran yang berbeda. Ia sangat ingin memeluk wajah itu. Memeluk wajah tampan Jonghyun yang telah menyelamatkannya. Hyurin mengakui dirinya sendiri. Ia sudah jatuh cinta kepada Lee Jonghyun.

Tatapan Hyurin kepada Jonghyun membuat naga didalam tubuhnya ingin terbang bebas. Kedua ibu jarinya terus mengusap pipi halus Hyurin yang kedinginan karena hujan. Dan semakin tergoda ingin turun kebawah menyentuh bibir merah muda Hyurin yang pucat kedinginan. Dorongan di batin Jonghyun sungguh kuat sekali ia tidak dapat menahannya lagi. Disentuhlah bibir merah itu. Dan semakin terus ia ingin menyentuhnya saat pemilik bibir merah itu memejamkan matanya.

Hasrat Jonghyun semakin tidak terbendung lagi. Ia mulai menundukkan kepala mendekati bibirnya ke bibir merah muda yang sedang disentuhnya. Gantian bibirnya kini yang menggantikan ibu jarinya menyapu lembut bibir yang sedang menggigil kedinginan itu.

Hyurin tidak menolak saat bibir Jonghyun menyapu lembut bibirnya. Bibirnya kini tidak menggigil kedinginan lagi. Ciuman Jonghyun membuat bibir Hyurin semakin hangat dan semakin panas saat Hyurin membuka mulutnya agar bibir Jonghyun bisa terus masuk ke mulutnya.

Kini tak ada lagi rasa heran Hyurin terhadap denyutan didadanya sejak kemarin ataupun rasa tertahannya Jonghyun terhadap diri Hyurin selama ini. Sekarang mereka hanya ingin melepaskan rasa hasrat di setiap ciuman mereka tanpa ingin menghentikannya.

Hyurin merasa ciuman Jonghyun semakin lama semakin membuatnya ketagihan. Bibir Jonghyun yang penuh itu terus menekan bibirnya, mengulumnya terus dan menghisapnya tanpa henti. Tanpa sadar kedua tangan Hyurin terangkat mengalungkannya di leher Jonghyun menikmati setiap ciumannya.

***

Hyurin dengan cepat menempelkan kartu pintu kamar hotelnya agar terbuka. Ia merasa beruntung mendapatkan 1 kamar untuk dirinya sendiri. Tanpa menutup pintunya, otomatis pintu hotelnya langsung tertutup dan terkunci sendiri. Jonghyun yang dibelakangnya langsung menarik tangan Hyurin. Mengunci tubuh Hyurin diantara dinding dan tubuhnya. Ia tidak bisa menahan lagi. Jonghyun melanjutkan ciumannya yang terhenti tadi karena mereka harus cepat kembali ke hotel. Melepaskan nafsu mereka disini.

Suara desahan Hyurin langsung terdengar menikmati ciuman Jonghyun yang semakin bernafsu ini. Ia terus melumat bibir Hyurin tanpa henti sambil memainkan lidahnya di dalam mulut Hyurin. Kedua tangan Hyurin menempel didinding diatas kepalanya terpaut oleh tangan Jonghyun yang terus mengunci tubuhnya tanpa bisa bergerak.

Mata Hyurin terpejam menikmati bibir Jonghyun mulai beralih dari bibirnya menyusuri tulang rahang diwajahnya. Mengecup pipinya, hidungnya kemudian kedua mata Hyurin. Setelah menikmati wajah Hyurin Jonghyun kembali mencium bibir Hyurin sebentar. Menghisapnya dan kemudian turun ke lehernya.

Sungguh menyenangkan sekali merasakan bibir Jonghyun mengecupi kulit leher Hyurin. Mengecupnya pelan, menjilati kulit mulus leher Hyurin lalu Jonghyun menghisapnya kencang. Ia melakukannya terus berulang kali.

Tangan Jonghyun tidak mengunci tangan Hyurin lagi. Tangannya sudah turun mulai sibuk membuka kancing kemeja Hyurin didepannya. Jadi tangan Hyurin bisa menyentuh rambut Jonghyun yang masih basah terkena hujan. Ia menjambak pelan rambut Jonghyun digenggamannya setiap Jonghyun menggigit kulit leher Hyurin karena Jonghyun sudah tidak dapat menahan nafsunya.

“Jonghyun aah” Terdengar erangan suara Hyurin yang tertahan. Tangan Jonghyun kini sudah menangkup payudara Hyurin dibalik bra yang menutupi sambil meremasnya. Kemeja dan celana Hyurin sudah jatuh entah kemana. Hanya tinggal bra dan celana dalam yang masih menempel ditubuhnya. Hyurin tidak menyangka dengan kecepatan tangan Jonghyun yang sudah melucuti pakaiannya dengan sangat cepat.

Jonghyun membungkukkan tubuhnya saat mulutnya sudah ada dibelahan dada Hyurin. Mengecup kulit payudara Hyurin yang menyembul dari balik bra. Dikecupnya terus dan dihisapnya. Tangan kanan Jonghyun naik keatas dengan jari telunjuknya menuruni tali bra tersebut merosot ke lengan Hyurin sampai jatuh kedekat sikunya. Dan ia melakukan lagi di tali yang satunya. Sudah tidak ada lagi penyangga, Jonghyun menurunkan bra yang menutupi kedua payudara Hyurin.

“Jonghyun pleaseee aahh” Hyurin mendesah lagi merasakan Jonghyun sudah memasukan sebelah payudara Hyurin kedalam mulutnya. Menghisapnya dengan kencang dan cepat. Hyurin tidak bisa menahannya lagi. Ia mendesah keras dan tubuhnya menggeliat ke dinding merasakan kenikmatan hisapan Jonghyun di payudaranya. Tangan Hyurin meremas rambut Jonghyun dan menekan kepalanya agar terus melakukan seperti ini. Ini luar biasa.

“Ya!” Hidung Hyurin mengernyit menahan lagi gigitan Jonghyun diputingnya. Nafsu pria ini benar-benar sudah sangat membara. Tangannya pun terus meremas payudara Hyurin yang sebelahnya dengan kencang. Membuat Hyurin menggigit bibirnya menahan kesakitan tapi ia tidak ingin menghentikannya.

Setelah lama menikmati dada Hyurin, Jonghyun menegakkan tubuhnya lagi. Meninggalkan bra yang masih menggantung di perut Hyurin.

Hyurin membuka matanya dan menatap mata Jonghyun yang masih dipenuhi oleh tatapan nafsu sambil tersenyum. Tangan Hyurin menangkup wajah Jonghyun mencium bibir merah itu yang sudah basah karena terus menciumi tubuhnya yang sudah berkeringat akibat hawa panas yang tercipta olehnya.

Dengan cepat Jonghyun membuka bajunya yang sudah basah kuyup dan membuangnya kesembarang arah. Tangannya mendekap erat tubuh Hyurin kedalam pelukannya. Hyurin bisa merasakan dadanya menyentuh dada Jonghyun yang sudah telanjang. Basah dan keras. Dan perut Hyurin juga bisa merasakan otot sixpack Jonghyun yang menyentuh kulitnya. Masih menciumi bibir Jonghyun. Tangan Hyurin menelusuri tubuh Jonghyun yang sangat sempurna ini. Meremas otot lengannya yang begitu kuat. Dada Jonghyun yang begitu bidang dan otot perutnya yang terbentuk sempurna. Hyurin ingin tubuh ini menjadi miliknya.

“Aaakkhh~” bibir Hyurin melepaskan ciuman di bibir Jonghyun. Ia mengerang pelan saat merasakan tangan Jonghyun yang berada diantara kedua pahanya. Jarinya mengelus lembut yang ada dibalik bahan celana dalamnya. Bibir Jonghyun terbuka sedikit dan matanya terpejam menikmati gerakan jarinya disana.

Tangan Hyurin mengalungkan dileher Jonghyun. Membuat tubuh Jonghyun semakin menempel ke tubuhnya. Ia menggigit bibir bawah Jonghyun yang terbuka itu agar menahan erangannya yang keluar karena tangan Jonghyun sudah masuk kedalam celana dalamnya.

“Eenggh” Hyurin mengerang diwajah Jonghyun. Ia menggigit bibirnya menahan erangannya agar tidak lebih kencang saat jari Jonghyun bergerak pelan didaerah klirotisnya. Gerakan jari Jonghyun sungguh ahli sekali membuat Hyurin terbuai nikmat. Jonghyun melakukannya terus menerus sampai kaki Hyurin tidak dapat menopang tubuhnya lagi dan mulai bersender kebelakang kerarah dinding. Tapi dengan cepat tubuhnya sudah ditopang oleh tangan Jonghyun yang satunya.

Tangan Hyurin masih berpegangan dileher Jonghyun. Ia bisa mendengar deru nafas Jonghyun yang begitu cepat ditelinganya saat mulut Jonghyun sudah terbenam kembali dileher Hyurin untuk menciuminya lagi. Ia hanya mendongakan kepalanya mendesah nikmat menerima perlakuan Jonghyun terhadapnya. Di atas dan dibawah tubuhnya. Jonghyun sudah memuaskan dirinya.

Ini gila. Jonghyun sudah membuatnya menjadi gila. Hyurin tidak bisa berpikir secara normal lagi. Ia benar-benar sudah gila akan sentuhan-sentuhan Jonghyun ditubuhnya.

“Aaahh~” Tubuh Hyurin dengan cepat merasakan kesensitifannya setelah jari Jonghyun dibawah membuat suatu cairan keluar dari tubuhnya.

Hyurin terengah, Jonghyun mengeluarkan tangannya dari bawah sana. “Kau sudah siap Hyurin?” Tanya Jonghyun dengan lembut.

Hyurin membuka matanya karena disuruh oleh bibir Jonghyun yang sudah menciumi matanya dan wajahnya lagi. Hyurin terkekeh pelan saat dagu Jonghyun menggesek pelan dikulit wajahnya. Janggut Jonghyun yang mulai tumbuh membuat Hyurin terasa geli. Tangan Hyurin langsung mengelus-elus dagu dan rahang Jonghyun yang mulai ditumbuhi janggut itu.

“Ya! Jonghyun!!”
Hyurin teriak kaget saat tubuhnya keatas. Jonghyun telah mengangkat tubuhnya menggendong Hyurin ditubuhnya. Jonghyun hanya tertawa mendengar teriakan kaget Hyurin. Ia berbalik membawa Hyurin menuju ke tempat tidur.

Selagi Jonghyun berjalan menggendongnya ke tempat tidur. Hyurin tidak menyia-nyiakan kesempatan kosong ini. Kepalanya menunduk dan kedua tangannya mendongakan wajah Jonghyun mendekatkan bibirnya menciumi bibir Jonghyun. Dan Hyurin sangat senang karena ciumannya disambut oleh Jonghyun. Ia tidak perduli Jonghyun tidak melihat jalan didepannya. Yang penting bibir Jonghyun sudah ada dalam kuasanya.

Jonghyun menidurkan Hyurin dengan perlahan. Dibukanya bra yang menggangu diperut Hyurin dan kepalanya sudah ditarik oleh tangan Hyurin agar menciumnya kembali. Hyurin sudah sangat ketagihan oleh ciuman Jonghyun.

Tangan Jonghyun mulai membuka sisa pakaian ditubuhnya. Ia membuka ikat pinggang dan menurunkan celana serta boxer nya ke bawah. Jonghyun tidak mengira saat kaki Hyurin membantu mendorong celana Jonghyun terlepas dari tubuhnya. Dan Hyurin juga melepaskan celana dalam yang masih tersisa ditubuhnya. Mereka tertawa disela-sela ciumannya. Tertawa karena ternyata mereka menyadari mempunyai nafsu yang sama.

Setelah selesai, Jonghyun mengambil tubuh Hyurin berbalik ke arah tengah kasur. Kini posisinya berganti. Tangannya memeluk tubuh Hyurin yang sudah ada diatasnya. Dan tetap Hyurin masih mencium mulut Jonghyun tanpa henti.

Saking lamanya Hyurin mencium Jonghyun, ia tidak sadar sekarang tubuhnya sudah menduduki tubuh Jonghyun dibawahnya. Ia melepas ciumannya karena untuk mengambil nafas sebentar. Dan melanjutkan lagi ciumannya tapi beralih ke leher Jonghyun sekarang. Ia menghisap lembut leher Jonghyun. Ternyata ini rasanya kulit putih Jonghyun selama ini. Wangi parfume maskulin di kulit Jonghyun membangkitkan gairah Hyurin ditubuhnya. Ia terus menghisap leher Jonghyun tanpa henti sampai mendengar desahan Jonghyun yang sangat keras. Hyurin tersenyum saat melihat tanda merah di leher Jonghyun yang telah dibuatnya. Mungkin dilehernya sudah banyak tanda seperti ini yang telah dibuat Jonghyun tadi mengingat betapa lamanya Jonghyun menikmati leher Hyurin. Sekarang gilirannya, menikmati leher Jonghyun dimulutnya.

Selama Hyurin menikmati lehernya, tangan Jonghyun mengelus lembut paha Hyurin diatas tubuhnya. Mengelus sampai tangannya mencapai bokong Hyurin dan langsung diremasnya. Gerakan menggeliat tubuh Hyurin diatas tubuhnya yang semakin nafsu karena terus menciumi leher Jonghyun membuat bagian intim Jonghyun semakin menegang dan terangsang. Ia sudah tidak tahan lagi.

Dengan cepat Jonghyun membalikan tubuh Hyurin agar posisi ada dibawah tubuhnya. Ia melihat wajah Hyurin yang sedikit kecewa karena ia telah mengganggunya menikmati leher Jonghyun. Nafas Jonghyun menderu kencang diatas wajah Hyurin. Ia mencium bibir Hyurin sebentar dan menatap tajam matanya.

Hyurin menatap mata Jonghyun diatasnya. Jonghyun tampan sekali dengan tatapannya yang penuh kenafsuan seperti ini. Tangan Hyurin membelai lembut pipi Jonghyun sambil tersenyum kepadanya.

“Hyurin.. Aku sangat mencintaimu” ucap Jonghyun pada mata indah Hyurin. Suara engahannya dan deru nafasnya semakin cepat. Ia sudah dengan posisinya diatas tubuh Hyurin.

Debaran jantung Hyurin terus berdegup kencang mendengar Jonghyun menyatakan cintanya. Nafsu Hyurin juga semakin besar setelah mendengar itu. Ia juga sangat mencintai Jonghyun dan juga sangat menginginkannya. Ia sudah tidak tahan lagi menunggu lama. “Aku juga mencintaimu.. Kumohon cepatlah Jonghyun, aku sangat menginginkanmu” pinta Hyurin dengan sangat memohon kepada mata Jonghyun.

Dengan perlahan Jonghyun membawa Hyurin ke gelombang kenikmatan yang diciptakan olehnya untuk wanita yang sangat dicintainya ini. Akhirnya. Hyurin sudah menjadi milik Jonghyun sepenuhnya.

(Ps: sengaja gak diperdetail lanjutannya.. Yang ada ntar author bikin NC 21+++! Hahaha yang mao versi lengkapnya hubungin author xD)

***

Tangan Jonghyun mengelus punggung telanjang Hyurin yang sedang memeluknya setelah mereka lama bercinta. Ternyata hasratnya yang ditahan selama 4 tahun ini membuat nafsu bercintanya pada Hyurin menjadi besar. Ia mengecup kening Hyurin, pasti dia lelah sekali. Dikecup keningnya lagi dan lagi.

“Apa kau lelah?” Tanya Jonghyun. Ia membenamkan wajahnya diatas rambut Hyurin. Aroma wanginya membuat Jonghyun tidak ingin melepaskan wajahnya dari sana.

Kepala Hyurin menggeleng didada Jonghyun. Ia tidak merasa lelah sama sekali. Ia merasakan kepuasan yang sangat luar biasa. Awalnya ia merasa ketakutan saat diserang oleh anak-anak berandalan, berubah menjadi sebuah kenyamanan karena Jonghyun berada didekatnya dan sekarang menjadi rasa mencintai yang sangat besar kepada pria yang telah menyelamatkan hidupnya.

“Jonghyun terima kasih…” Ucap Hyurin didada Jonghyun semakin memeluknya erat.

“Untuk?” Tanya Jonghyun mencium kepala Hyurin.

Hyurin membangunkan tubuhnya dan duduk sambil menutupi dadanya dengan selimut menatap ke arah Jonghyun yang ada didepannya.
“Pertama terima kasih kau sudah mencintaiku dan kedua terima kasih kau telah menyelamatkan hidupku”

Tak ada pemandangan indah lainnya saat Jonghyun melihat wajah polos Hyurin dengan rambut acak-acakannya menatap dirinya seperti ini. Sehabis bercinta membuat Hyurin semakin cantik dimata Jonghyun. Ia tersenyum memandang wanita yang sangat dicintainya itu. Ya, yang sudah menjadi pacarnya sekarang. Hyurin telah menerima cintanya.

“Kau tidak harus berterima kasih padaku, justru aku yang harus berterima kasih padamu. Kau telah menerima cintaku. Dan juga kau dulu telah menolongku..” Jawab Jonghyun akhirnya dia berterima kasih untuk pertolongan Hyurin 4 tahun lalu.

“Aku menolongmu?” Tanya Hyurin bingung.

Jonghyun mendenguskan tawanya. Ternyata Hyurin memang benar-benar sudah lupa. “Apakah kau masih ingat saat kau pertama kali interview di FNC?”

Kepala Hyurin mengangguk perlahan, sambil sedikit mengingat-ingat. “Iya, lalu?”

“Apakah kau masih ingat juga distasiun kereta kau sangat terburu-buru karena kau sudah telat untuk interview?”

Kepala Hyurin mengangguk lagi.

“Dan apakah kau sudah lupa saat kau terburu-buru mau masuk kereta kau telah menggunting tas seorang pria yang ada disamping mu?”

Kepala Hyurin mengangguk pelan lagi dan ia langsung terkesiap. Matanya menatap mata Jonghyun yang ada didepannya. Ia ingat itu! Ia ingat waktu itu ia menggunting tas seorang pria karena tas nya tersangkut dipapan iklan. Dan juga ia ingat saat di pintu stasiun teman pria itu mengenalkan namanya adalah.. Jung Yonghwa!?

Mata Hyurin melebar melihat wajah Jonghyun. Ya ia ingat semuanya. Ia juga ingat saat keluar dari ruangan interview ia bertemu lagi dengan pria distasiun itu. Dan pria itu juga ada didepan gedung FNC saat menegurnya karena ia menangis kesal tas nya terkena cat pagar. Dan ternyata pria itu adalah…

“Kau? Pria yang kutolong 4 tahun lalu distasiun dan bertemu lagi di gedung FNC adalah kau, Lee Jonghyun??” Hyurin bertanya tidak percaya ke Jonghyun setelah mengingat semuanya.

Gantian Jonghyun yang kali ini menganggukan kepalanya. Mulutnya tidak lepas dari senyuman lebarnya karena Hyurin telah mengingatnya. Ia menarik tangan Hyurin ke genggamannya. “Benar, jika kau dulu tidak menolongku mungkin aku tidak ada disini. Aku tidak ikut audisi. Aku tidak menjadi Lee Jonghyun seperti sekarang. Dan aku tidak akan bertemu lagi denganmu. Kau adalah dewi penyelamat hidupku Hyurin..” Akhirnya Jonghyun mengatakan semuanya yang selama ini ia pendam.

Memang selama 4 tahun Hyurin sudah mengenal Jonghyun. Tapi pandangan perkenalannya berbeda apa yang dilihat oleh Jonghyun.

Tunggu. Sepertinya Hyurin menyadari sesuatu lagi. Selama 4 tahun? Selama 4 tahun memandang Hyurin sebagai dewi penyelamatnya?

“4 tahun?” Mata Hyurin mengerut mengingat-ingat lagi melihat Jonghyun. “Kau pernah bilang ada wanita lain selama 4 tahun…” Hyurin langsung mengingat perkataan Jonghyun di dormnya kemarin.

“Iya itu kau… Wanita yang selama 4 tahun aku cinta itu adalah kau Choi Hyurin”. Jonghyun langsung memotong ucapan Hyurin dan mencium tangan Hyurin yang ada digenggamannya. Mengatakan semua kejujuran perasaannya selama ini.

“Selama itu?”

Jonghyun tersenyum malu. Ya, selama itu Jonghyun memendam perasaannya terhadap Choi Hyurin. “Selama 4 tahun itu aku hanya bisa mengamatimu, memandangmu, dan mencari tahu tentangmu..”

Hyurin mendenguskan tawanya melihat Jonghyun yang masih tiduran di depannya tersenyum malu. Ingin rasanya ia memeluk wajah tampan Jonghyun yang sedang kekanakan seperti itu. Hyurin sangat mencintai wajah itu. Wajah yang telah memendam cinta kepadanya sangat lama.

Hyurin mendekatkan kepalanya ke wajah Jonghyun. “Kupikir hanya para fans saja yang selalu menjadi stalker idolanya, aku tidak menyangka ternyata seorang artis idola juga bisa menjadi stalker wanita idamannya..”

Hembusan tawa Hyurin diwajahnya membuat tangan Jonghyun menarik tubuh Hyurin kedekapannya. Selimut yang menutupi dada Hyurin menjadi merosot dan kini menempel didada Jonghyun. “Aku menjadi seperti itu karena mencintaimu! Aku mencintai Choi Hyurin!” Jonghyun langsung mencium bibir Hyurin yang masih terus saja tertawa. Dan Jonghyun juga tertawa disela-sela ciumannya. Merasa bahagia Hyurin ada disini bersamanya.

***

“Dari mana saja kau? Kau tidur dimana semalam?” Yonghwa langsung bertanya saat Jonghyun membuka pintu kamarnya masuk kedalam.

“Ha?” Ia malah cengo Yonghwa bertanya dan mulutnya masih tidak bisa berhenti menyengir mendapati dirinya bersalah tidak pulang ke kamar yang seharusnya. Nyawa dan perasaan Jonghyun belum sepenuhnya terkumpul kedirinya. Sejak bangun tidur mungkin masih tertinggal dikamar Hyurin.

“Ya! Kenapa kau malah cengar-cengir saja?? Kau dari mana??” Yonghwa berbalik dari cermin setelah merasa kerah kemejanya sudah benar. Kini ia sudah berpakaian rapi dan sudah mandi. Dilihatnya Jonghyun masih berantakan. Wajahnya terlihat seperti bangun tidur tapi masih mengenakan pakaiannya yang semalam.

“Aku dari mana?” Jonghyun malah balik bertanya. Ia menggaruk-garuk lehernya memikirkan jawaban yang harus dia katakan.

“Ya!!” Teriakan Yonghwa membuat Jonghyun terlonjak. Ia melihat Yonghwa semakin berjalan mendekat.

Yonghwa seperti melihat ada sesuatu dileher Jonghyun saat ia menggaruk lehernya secara tidak sadar. Dengan cepat ia mendekati Jonghyun ingin memastikan kecurigaannya.

Benar kan! Kecurigaan Yonghwa ternyata benar saat ia menarik kerah tshirt Jonghyun dilihatnya ada tanda merah disana. “Nah nah kau dari mana hah???!” Lengan Yonghwa langsung memiting leher Jonghyun sambil tertawa agar Jonghyun mengakui apa yang telah dilakukannya.

“Ya Hyung!!!” Ronta Jonghyun karena Yonghwa tiba-tiba memiting lehernya.

“Jawab dari mana dan dengan siapa kau semalam??” Paksa Yonghwa masih memiting leher Jonghyun sampai membungkuk disampingnya.

“Sakit Hyung!” Jonghyun masih belum menjawab tapi ia tidak dapat menahan tawanya lagi. “Hyung lepaskan tanganmu!”

“Tidak sampai kau mengaku padaku!” Cengiran diwajah Yonghwa semakin melebar.

“Aku tidak dengan siapa-siapa Hyung..” Jonghyun mencoba berbohong.

“Kau jangan berbohong padaku~ tawamu itu kau menandakan sedang berbohong! Lalu apa maksud kissmark yang ada dilehermu hah??” Ujar Yonghwa menjitak kepala Jonghyun yang ada diketiaknya. Cengiran Jonghyun semakin lebar. Betapa bodohnya ia baru sadar ia tidak menyembunyikan tanda itu.

“Biar aku tebak” Kata Yonghwa lagi mencoba menebak. “Tadi malam aku tidak melihat mu lagi saat kau pergi keluar. Staff yang kemarin bilang kau bertanya dimana Hyurin-ssi. Dan sejak itu aku tidak melihat kalian berdua lagi. Dan pagi-pagi begini kau baru kembali sambil tersenyum-senyum bahagia. Apa kau bersamanya semalaman??” Lengan Yonghwa dileher Jonghyun semakin mengerat.

Jonghyun tidak menjawab tapi hanya mengangguk tanpa bisa menghilangkan senyuman lebar diwajahnya.

“Ya!!! Benarkah!!?” Yonghwa memukul kepala Jonghyun lagi dan ia tertawa karena tebakannya benar. “Jadi? Selama 4 tahun ini sudah ada hasilnya!?” Tanya Yonghwa lagi. Yonghwa dan member CNBLUE lainnya memang sudah tahu kepada siapa selama ini Jonghyun memendam perasaannya. Terkadang ia juga gemas melihat Jonghyun yang masih diam ditempat tidak mendekati Hyurin sama sekali. Hanya memperhatikan dari jauh Hyurin yang selama ini mondar-mandir di FNC yang terkadang mengatur semua jadwal mereka.

Jonghyun memijit-mijit lehernya setelah dilepas lengan Yonghwa.

“Jadi?” Tanya Yonghwa lagi.

Lagi-lagi Jonghyun tersenyum lebar. “Jadi… Ya… Hyurin menerima cintaku”

Bahu Jonghyun langsung ditinju oleh Yonghwa, ia juga tidak bisa melepaskan cengirannya mendengar Jonghyun telah berhasil mendapatkan Hyurin. “Chukkae chukkae!!!”

“Aku tidak menyangka ternyata Hyurin-ssi juga mencintaimu… Dilihat dari lehermu sepertinya dia sangat sangat menciiiintaimu woaaahh” Yonghwa terpana mengintip lagi kebelahan leher baju Jonghyun sambil tertawa.

“Hyuuuunngg!!!!”

Bersambung…

Mohon komennya ya gimana ff nya? Bagus gak? hehe

 

8 thoughts on “Love in Cheongdamdong (Part 4)

  1. awalnya gak sanggup lanjutin pas part Jonghyun jadi liar begitu >.<
    tapi mau gak mau dibaca juga sampe pikiran melayang kemana-mana #plaaak

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s