[FF Competition] Song For You

Cast: Jung YongHwa
Han In Jeong (OC)
Genre: Romance-sad ending
****
Jeju-do tempat pertama kali aku bertemu dengannya, juga tempat yang membuatku untuk pertama kalinya merasakan bagaimana rasanya kehilangan…

*Musim panas 2014
“Eomma aku ingin berlibur bersama teman-temanku ke jepang bukan ke sini” Gerutu seorang gadis berusia 20 tahun sambil menyeret koper mengikuti ibunya yang berjalan menuju pintu keluar dari bandara di pulau jeju.
“Disini lebih baik In Jeong~ah, selain udaranya segar kita juga bisa sekalian mengunjungi nenekmu kan tahun kemarin kita tidak kemari, nenek pasti sangat merindukan puteri eomma yang cantik ini”
Celotehan In Jeong tidak dihiraukan, ibunya malah menyeretnya masuk kedalam taksi.
Setelah 20 menit perjalanan mereka tiba di rumah nenek, In Jeong masih saja bersungut kesal pada ibunya.. In Jeong menaruh barangnya asal kemudian pergi..
“Yak In Jeong~ah kau mau kemana?” teriak ibunya ketika melihat In Jeong pergi
“Yak Han In Jeong!!! Bahkan kau belum memberi salam pada nenekmu, anak macam apa kau yaaaaaaak Han In Jeong yak!!!”
In Jeong tidak menghiraukan teriakan ibunya yang berteriak memanggil dan mengomelinya, yang dia ingin sekarang pergi menenangkan diri..
In Jeong berdiri di tepi pantai seorang diri sambil menendang-nendangkan kakinya keatas tumpukan kerang yang terbawa ombak. Dentuman piano memecah keheningan ditepi pantai itu
“Suara itu,, dari mana?”
In Jeong mencoba mencari arah suara piano, matanya bertemu dengan sebuah rumah bercat putih dengan model minimalis, sangat cantik untuk sebuah rumah istirahat ditepi pantai. In jeong berjalan menuju rumah itu, dan benar saja suara piano itu berasal dari dalam rumah itu.
neul ttokgateun haneure neul gateun haru
geudaega eomneun geot malgoneun dallajin ge eomneunde
nan utgoman sipeunde da ijeun deusi
amuil aneun deut geureoke useumyeon salgopeunde..
In Jeong mengintip dibalik jendela, memperhatikan seseorang yang sedang bermain piano sambil bernyanyi, seorang pria yang sepertinya usianya tidak jauh berbeda dari In Jeong mengenakan stelan kemeja putih, jeans hitam sepatu putih dan rambut berponi juga wajahnya yang terlihat pucat namun tampan.
“Tampan sekali dia, permainan pianonya sangat baik suaranya juga bagus, apa dia seorang penyanyi?” Gumam In Jeong sambil memperhatikan pria itu dari balik jendela. In jeong memejamkan matanya, menikmati setiap alunan nada dari piano itu.
geuriwo geuriwoseo geudaega geuriwoseo
maeil nan honjaseoman geudaereul bureugo bulleobwayo
bogopa bogopaseo geu….
“Kau siapa?” Tanya pria itu yang tau-tau telah berdiri disamping In Jeong.
“Aaaaah Jeoseonghamnida” In Jeong membungkukkan badan
“Aku bertanya kau siapa, bukan menyuruhmu meminta maaf” Jawab pria itu.
“Ah yah aku itu tadi aku tidak sengaja mendengar permainan piano anda, dan karena aku penasaran aku kemari untuk melihatnya, permainan anda sangat bagus”
“Gomawoyo, tapi kau siapa?” Pria itu kembali mengulangi pertanyaannya
“Ah aku In Jeong, Han In Jeong imnida, aku dari Seoul aku kemari bersama ibuku untuk berlibur dirumah nenek”
“Ah begitu, masuklah” Ajak pria itu sambil kembali kedalam rumah dan kembali duduk di depan piano
“Siapa namamu?” Tanya In Jeong
“ Yong Hwa, Jung Yong Hwa”
Pria bernama Jung Yong Hwa itu kembali memainkan pianonya dan In Jeong berdiri disamping Yong Hwa sambil memandangi pria itu bermain piano. Tanpa sadar In Jeong tersenyum sendiri melihat Yong Hwa.
“Kau kenapa tersenyum begitu, ayo duduk disini”
Dengan canggug In Jeong duduk disamping Yong Hwa
“tapi aku tak bisa bermain piano” lanjut In Jeong
“aku tak memintamu bermain piano, tapi kau bisa membantuku membalik halaman buku lagunya” Jawab Yonghwa sambil kembali memainkan tuts pianonya.
Entah berapa lama, dan berapa banyak lagu yang mereka mainkan hingga tak terasa hari mulai gelap…
“Yonghwa-ssi, sepertinya aku harus pulang sekarang sebelum eomma mengomel karena anak gadisnya yang keluar seharian”
“hahahaha kau lucu sekali, ne pulanglah aku juga tak mau dituduh membawa lari anak gadis orang” seloroh Yonghwa sambil mengusap puncak kepala In Jeong
“tapi,,, besok apa aku boleh dataang kesini lagi?”
“Tentu saja, datanglah kemari kapanpun kau inginkan In Jeong~ah”
****
Hari ke-5 In Jeong dipulau Jeju, tak ada yang berubah dari apa yang dia lakukan selain pergi ketempat dimana dia bisa merasa sangat nyaman bersama seseorang yang selalu dia inginkan untuk bersama..
“Yonghwa-ssi sebenarnya dimana semua keluargamu? Kau hanya sendiri disini?” Tanya In Jeong
Yonghwa menghentikan permainan pianonya sambil meoleh ke arah In Jeong yang duduk disampingnya
“Mereka di busan” jawab Yonghwa singkat sambil tersenyum penuh arti pada In Jeong kemudian meneruskan permainan pianonya, dan In Jeong hanya menganggukkan kepala.
“Yonghwa-ssi, kau terlihat pucat, apa kau sakit” In Jeong kembali bertanya, kali ini Yonghwa tak menjawabnya dia hanya tersenyum, senyuman dingin yang membuat In Jeong semakin penasaran.
“In Jeong~ah aku tau ini terlalu cepat,, tapi aku menyukaimu. Aku telah menyukaimu jauh sebelum ini” tutur Yonghwa, In Jeong tidak menjawab apapun dia hanya menyandarkan kepalanya di bahu Yonghwa sebagai jawabannya.. Mereka hanya tersenyum dalam diam..
****
“In Jeong~ah, selama lima hari ini sebenarnya kau jalan-jalan kemana? Kenapa kau tak pernah mengajak eomma?” Tanya Ibu In Jeong ketika In Jeong kembali kerumah
“Hanya kerumah di tepi pantai itu” Jawab In Jeong singkat
“Apa yang kau lakukan dirumah kosong itu?” Tanya nenek In Jeong
In Jeong terperanjat kaget ketika nenek bilang jika rumah itu kosong
“Apa maksud nenek dengan rumah itu kosong? Disana tidak kosong ada seorang pria yang tinggal disana, dia yang selalu aku temui selama lima hari ini”
“seseorang?” Nenek In Jeong tampak sedikit bingung dengan apa yang In Jeong katakan
“In Jeong~ah rumah itu telah lama kosong, pemiliknya pindah ke busan sekitar satu tahun lalu setelah anak laki-laki mereka meninggal”
In Jeong segera pergi kembali kerumah itu setelah mendengar apa yang neneknya katakan bahwa rumah itu kosong
“Brak” In Jeong membuka pintu rumah itu dengan paksa, nafas In Jeong terengah-engah karena berlari
“Yonghwa-ssi kau dimana? Yonghwa-ssi jawab aku” In Jeong mulai berteriak dirumah itu, tak ada jawaban sama sekali dari orang yang dia panggil. Suasana rumah itupun berbeda 180 derajat dengan ketika tadi siang In Jeong datang, rumah itu sekarang gelap hanya ada satu lampu yang menyala diruang tengah tepat In Jeong berada, berdebu dan tak terawat. Sebuah piano putih terpajang disudut ruangan, In Jeong mendekatinya dan duduk di kursi termpat biasa ia dan Yonghwa memainkan piano tersebut.
“kenapa jadi seperti ini? Kau dimana Yonghwa-ssi” gumam In Jeong sambil membuka buku lagu yang ada diatas piano.. Selembar kertas terjatuh dari dalam buku, In Jeong membuka dan membaca isi dari kertas tersebut.
*Jika kau menemukan ini, pasti kau telah datang kemari tentu saja, meski sebenarnya aku tak yakin tulisan ini akan kau temukan suatu saat nanti, mungkin tulisan ini hanya akan menjadi kenanganku sendiri tanpa ada yang mengetahuinya..
Han In Jeong-ssi, itukah namamu? Aku sering mendengarnya ketika seseorag yang mungkin ibumu memanggilmu jika kau sedang bermain dipantai depan rumahku, setiap libur musim panas 2 tahun terakir kau selalu berlibur kesini bukan? Dan selama kau disini aku selalu mengawasimu, mungkin terdengar menakutkan jika kau tau ada penguntit sepertiku yang selalu mengawasimu dari jauh. Tapi libur musim panas tahun ini kau tak datang? Kenapa? Padahal aku sudah berencana menemuimu secara langsung tidak hanya akan memandangmu dari kejauhan.
In jeong-ssi, kau tau hanya melihatmu saja aku benar-benar merasa bahagia, aku bisa melupakan apa yang terjadi padaku saat ini. Dan aku ingin merasakan kebahagiaan itu lebih lama jika saja Tuhan tidak terlalu cepat menginginkanku untuk disampingnya.
Aku sakit, jantungku tak bekerja seperti seharusnya setidaknya itu yang aku dengar dari orang tuaku dan juga dokter, tak ada yang tau sampai kapan aku bisa bertahan dengan keadaan jantung seperti ini, namun ketika aku melihatmu dua tahun lalu aku seperti kembali menemukan semangat hidupku, senyum ceriamu membuatku ingin berada dilingkaran yang sama dengamu, ingin mengenalmu lebih, tapi aku ragu aku takut kau tak akan menyukaiku ketika kau tau jika aku bukan pria sempurna untukmu, pria yang mungkin hanya akan membuatmu repot saja, dan kau pergi meninggalkanku, aku sungguh takut itu In Jeong~ah..
In Jeong~ah aku menyiapkan lagu untukmu, aku harap aku akan bisa memainkan lagu ini untukmu saat kita bertemu, tapi sepertinya aku tak akan bisa melakukannya, kau tak datang libur musim panas tahun ini dan kondisiku semakin menurun, akhir-akhir ini dadaku sering sekali sakit, dan aku hanya menghabiskan waktu untuk pulang-pergi kerumah sakit, aku selalu berdoa pada Tuhan agar diberi waktu lebih untuk bisa melihatmu untuk yang terakhir kali, memainkan lagu yang aku buatkan untukmu, tapi hari ini keadaanku semakin memburuk oleh karena itu aku menulis ini, tulisan yang bahkan kemungkinan kau membacanya hanya 0,000000001 persen.. Aku takut jika nanti malam aku memejamkan mata, aku tak akan bisa kembali membuka mataku untuk melihat matahari esok pagi.
Han in Jeong~ah maaf jika aku sangat lancang menyukaimu, maaf jika aku diam-diam mengikutimu, mengagumimu, dan bahkan aku mencintaimu dalam diam.. Juga terimakasih telah memberikan sedikit kebahagiaan lewat senyumanmu yang selalu aku lihat ketika libur musim panas dua tahun terakhir dalam kehidupanku yang singkat.
In Jeong~ah di halaman terakhir buku ini ada lagu untukmu, tapi maaf aku belum sempat memainkannya untukmu, aku tak memiliki cukup waktu dan keberanian untuk menunjukkan nya padamu.. Aku harap kau menyukainya.
In Jeong~ah hiduplah dengan bahagia, teruslah tersenyum sperti itu kau tau senyuman mu bisa memberikan kebahagiaan untuk orang lain..
Sekali lagi terimakasih utuk semuanya Han In Jeong.
Jung Yonghwa*
In Jeong menangis sambil memeluk buku itu seolah itu adalah benda paling berharga dalam hidupnya.
“Bodoh, kenapa kau melakukan ini, kau tau aku tak bisa bermain piano bagaimana aku bisa memainkan lagu ini Yonghwa-ssi”
“Aku bisa memainkannya untukmu In Jeong-ssi”
In Jeong menoleh kesumber suara, disana tampak seorang pria bertubuh tinggi berdiri tepat di depan pintu.
“Kau siapa?” Tanya In Jeong
“Aku Yongdae, sepupu Yonghwa, biar ku mainkan laguya untukmu” Yongdae mulai memainkan lagu itu hingga selesai..

Because I miss you

neul ttokgateun haneure neul gateun haru
geudaega eomneun geot malgoneun dallajin ge eomneunde
nan utgoman sipeunde da ijeun deusi
amuil aneun deut geureoke
useumyeon salgopeunde

geuriwo geuriwoseo geudaega geuriwoseo
maeil nan honjaseoman geudaereul bureugo bulleobwayo
bogopa bogopaseo geudaega bogopaseo
ije nan seupgwancheoreom geudae ireumman bureuneyo
oneuldo

nan bonaenjul aratjyo da namgimeobsi
anijyo anijyo nan ajik geudaereul mot bonaetjyo

geuriwo geuriwoseo geudaega geuriwoseo
maeil nan honjaseoman geudaereul bureugo bulleobwayo
bogopa bogopaseo geudaega bogopaseo
ije nan seupgwancheoreom geudae ireumman bureuneyo
oneuldo

haruharuga jugeul geotman gateun eotteoke haeya haeyo

saranghae saranghaeyo geudaereul saranghaeyo
maljocha motagoseo geudaereul geureoke bonaenneyo
mianhae mianhaeyo naemari deullinayo
dwineuseun nae gobaegeul geudaen deureul su isseulkkayo
saranghaeyo.

In Jeong kembali kerumah dengan perasaan campur aduk, dia bahagia mengetahui bahwa selama ini ternyata ada orang yang begitu mencintainya hingga akhir, namun dia juga sedih karena orang itu tak pernah dia temui dalam wujud ‘manusia’ yang beberapa hari ini ia temui mungkin itu hanya sosok makhluk yang ingin memberi taukan keberadaan seseorang yang menganggapnya begitu istimewa.
*The End*

3 thoughts on “[FF Competition] Song For You

  1. Aduh… ngenes bgt…
    knp oppa jd ‘mahkluk‘??
    kasian d ma oppa… sdkt takut sih bcanya… haha…
    Alurnx kcptan d, kyknya… tpi ini drabble kan?
    it cuma mnrt ku sih…
    gomawo buat author’a…

  2. Bagus ceritanya, authornim.
    Hanya sedikit koreksi karena ini ff competition yang memerhatikan segi bahasa, seharusnya penulisan bahasa korea ditulis dengan cetak miring. Tapi selebihnya sudah bagus kok.
    Semoga bisa menang ya, authornim ^^

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s