[FF Competition] My Family

Judul : [FF Contest] My Family
Genre : Romance-Family

~My Family~

“Come on dear.. jangan sampai kalian terlambat datang” yeoja itu dengan senyuman indahnya masih sabar untuk terus memperingati kedua anaknya yang tiap hari selalu memakan sarapannya dengan perlahan, seakan-akan mengatakan ‘aku malas sekolah’
“Lee Hyun Jae cepat habiskan makananmu” yeoja itu atau biasa lebih akrab di panggil Kim Jae In terus memperingati anaknya tanpa lelah. Layaknya ibu-ibu yang suka bergosip. Hyun Jae, anak pertama dari pasangan Kim Jae In dan Lee Jong Hyun menghempaskan sendoknya begitu saja, menghasilkan bunyi dentingan yang keras ia merasa benar-benar malas sekolah. Anak bungsunya, Lee Jin Ah yang masih balita terkaget dalam tidurnya atas perlakuan Oppa-nya lalu seperti kebiasaan balita lainnya Jin Ah menangis keras
“Omo..” Jae In berlari cepat menghampiri ranjang anak bungsunya, lalu mengangkat tubuh mungil Jin Ah menaruhnya dalam dekapan hangat sang ibu. Jae In terus menyanyikan lagu-lagu yang menurutnya mempan(?) untuk membuat anak bungsunya tertidur. Sebaliknya di ruang makan Lee Min Hyun yang notebane-nya kembaran dari Lee Hyun Jae menatap saudara kembarnya kesal.
“Bisakah kau tidak menganggu tidur Jin Ah? Tangisannya sungguh menggangguku” Hyun Jae menatap saudari kembarnya sengit, “Panggil aku Oppa!” Min Hyun membalas tatapan saudara kembarnya tak kalah tajam “Selisih umur kita hanya 3 menit! Untuk apa aku memanggilmu Oppa?”
Jae In yang merasa ada aura aneh dari ruang makan berjalan cepat mendekati anak kembarnya, raut lelah yang kini terpantri jelas di wajah ibu-nya membuat kedua anak kembar itu berhenti beragumentasi.
“Wae geurae?” tanya Jae In lembut
“Eomma dia tidak mau memanggilku Oppa!” ucap Hyun Jae kesal, Min Hyun yang mendapat serangan seperti itu tidak terima “Untuk apa? Bukankah umur kita hanya selisih 3 menit? Otte Eomma?”
Jae In tersenyum lalu membelai rambut keduanya lembut, “Lee Min Hyun.. panggil Hyun Jae dengan sebutan Oppa, arasseo?”
Min Hyun hanya mengangguk pasrah, sedangkan Hyun Jae tersenyum kemenangan.
‘TIN’
“Ayo bersiap-siap jemputan kalian sudah datang”
“NDE!!”
Jin Ah yang sepertinya tidak ingin tidur kembali setelah melihat kelakukan eonni dan oppa-nya, tertawa senang dalam gendongan Jae In. “Omo! Jin Ah senang, eo?” Jae In mencubit pelan pipi chubby anaknya
Min Hyun yang melihat adiknya tertawa senang, ikut tertawa. Min Hyun mendekati adiknya yang membuat Jae In berlutut karena memang tinggi Min Hyun yang masih sepinggangnya “Poppo Eonni!” ucap Min Hyun menyodorkan pipinya. Namun malah di pukul oleh adiknya, walaupun seperti itu Min Hyun tetap tersenyum senang lalu mencium kedua pipi chubby adiknya. Begitu juga dengan Hyun Jae, namun Hyun Jae menciumnya bukan hanya di kedua pipi Jin Ah namun sekaligus dahi, hidung dan bibirnya.
Jin Ah yang menadapat ciuman dari kedua kakaknya tertawa senang, Jae In berjalan mengantar kedua anaknya menuju bus jemputannya (bus sekolah). “Jangan nakal, eo?”
“Ne eomma!”
Jae In berlutut lalu menyodorkan pipinya yang disambut oleh ciuman hangat keduanya, Jae In lalu mencium pipi dan bibir anak kembarnya. “Nanti eomma akan menjemput kalian”
Kedua anak kembarnya mengangguk lalu berjalan masuk kedalam bus, Jae In melambaikan tangannya sebelum akhirnya bus itu menghilang dari pandangannya. “Jin Ah ayo kita mandi!”
Jae In berlari kecil yang membuat Jin Ah tertawa. Jae In menaruh tubuh anaknya di atas kasur yang biasanya di tempatinya dengan Jong Hyun, namun karena Jong Hyun yang sibuk dengan pekerjaannya yang berada di Jepang selama 1 bulan ini ia tidur bersama kedua anak kembarnya, sedangkan si bungsu tidur di ranjang khususnya.
Jae In membuka lemari kecil anaknya lalu mengambil beberapa pasang baju, menaruhnya di atas kasur.
“Jin Ah mau yang mana?” Jin Ah menepuk salah satu baju yang berwarna biru muda, “Igeo?” Jae In mengangkat baju berwarna biru muda tadi yang dijawab dengan anggukan anaknya. Jae In menaruh baju biru muda itu di belakang tubuhnya.
“Bagaimana jika yang ini?” Jae In menunjuk baju yang berwarna pink yang langsung di buang oleh anaknya. “Lee Jin Ah..!” Jin Ah yang merasa di marahi ibunya langsung menangis histeris. “UWAA!!!”
“Arasseo.. arasseo..” Jae In memberikan baju biru muda yang tadi di taruh di belakang tubuhnya, tangis Jin Ah berhenti lalu mulai memainkan kancing baju biru muda itu. Jae In menggendongnya dan membawanya kedalam kamar mandi.
Jae In mulai membasuh tubuh anak bungsunya, Jin Ah menggerakkan kakinya senang membuat cipratan air itu mengenai tubuh Jae In. Jae In hanya tersenyum lalu mulai membilas tubuh anaknya yang penuh dengan busa
Jae In mengangkat tubuh anaknya yang dalam balutan handuk, ia menaruh tubuh Jin Ah di atas kasur lalu mulai mengeringkan tubuh mungil Jin Ah. Saat sedang sibuknya mendadani anaknya, ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk
“Yeoboseyo?”
“Yeobo!” ucap seseorang disana membuat Jae In yakin bahwa ini suara suami-nya, “Euhmm..”
“YA!! Mengapa kau malah menjawabnya dengan ‘Euhmm’?”
“Lalu aku harus berkata apa?”
“Apa saja yang membuatku senang, sudahlah lupakan saja itu. Apa Jin Ah ada disana?”
“Ne.. Jin Ah ini appa-mu”
Jin Ah yang mendengar sebutan Appa keluar dari bibir eommanya, membuat dia bergerak kesana kemari berusaha untuk duduk. Jae In mengangkat tubuhnya lalu menaruhnya diatas pahanya. Jae In me-loudspeaker supaya Jin Ah lebih mudah berkomunikasi dengan Appa-nya.
“LEE JIN AH!!” teriak Jonghyun yang di jawab dengan tawa senang ala Jin Ah, “Appapapapapapa” ucap Jin Ah yang berusaha menyebut Appa
“Eo! Anak appa pintar.. Jin Ah bogoshipeo anya?”
“Appa bogoshipeo!!” jawab Jae In dengan suara yang seimut mungkin layaknya anak kecil, “Eo.. Jin Ah eomma merindukanku ternyata”
“Maka cepatlah kembali Lee Jong Hyun-ssi.. ketiga anakmu terus saja merepotkanku!” Jong Hyun terkekeh pelan. “Aku akan segera kembali yeobo.. gidaryeo!” seperti mengerti perkataan appa-nya Jin Ah kembali berteriak “Apapapapapapapapa” Jae In hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya saat itu juga sambungan terputus.
Setelah berjam-jam menghabiskan waktunya bersama anak bungsunya, kini saatnya untuk menjeput si kembar. Jae In menaruh tubuh anaknya di kursi khusus untuknya yang berada di dalam mobil.
Jae In mulai mengeluarkan mobilnya dari garasi, menutup pagar rumahnya sebelum akhirnya mobil berjalan meninggalkan komplek perumahan itu. Jae In mulai menyalakan lagu, lagu anak-anak tentunya atau tidak Jin Ah akan menangis keras atau melempar mainan ke radio mobilnya.
Saat sudah memasuki komplek sekolah dasar si kembar, Jae In memakirkan mobilnya di tempat biasa ia menunggu. Sampai akhirnya kedua anak kembarnya berjalan mendekati mobil tentunya dengan anak-anak yang berada di belakang anak kembarnya. Jae In merasa pesona yang dimiliki suaminya menurun ke kedua anak kembarnya, karena pasti setiap kali ia menjemput kedua anak kembarnya pasti ada saja yang mengikuti di belakangnya.
Jae In keluar dari mobilnya mendekati anak kembarnya, “Eo.. Eomma!” ucap keduanya berbarengan. Jae In tersenyum lalu membelai rambut anak kembarnya, “Biar eomma bawa tas kalian” Hyun Jae menyerahkan tasnya pada Jae In begitu juga dengan Min Hyun
Hyun Jae dan Min Hyun yang berjalan duluan menuju mobil sedangkan Jae In menengok kearah para anak-anak yang mengikuti kedua anak kembarnya. “Pasti kalian teman-teman dari Hyun Jae dan Min Hyun?” ucap Jae In ramah. Anak-anak itu mengangguk, mata mereka tidak lepas dari wajah Jae In yang sedang tersenyum “Ahjumma neomu yeppo!” ucap salah satu anak kecil. Jae In hanya tersenyum lalu berpamitan pada anak-anak kecil itu.Jae In masuk kedalam mobil dan mulai memasang seatbelt-nya. Min Hyun yang duduk di sebelah eommanya ikut memasang seatbelt.
“Anak pintar” Jae In membelai rambut anaknya lembut, sedangkan di belakang Hyun Jae sedang sibuk bermain dengan Ipad-nya, Jin Ah yang merasa di abaikan mulai memukul Ipad yang berada di tangan Hyun Jae. “Omo Jin Ah-a kau membuatku kalah” ucap Hyun Jae frustasi setelah menunggu saatnya tiba, ia malah kalah karena kelakuan adiknya.
“UWAAAA!!” Jin Ah kembali menangis, Jae In hanya terkekeh sambil melihatnya melalui kaca spion. Hyun Jae mulai kelabakan bingung, Hyun Jae membuka koleksi game-nya lalu menyodorkannya pada Jin Ah. Jin Ah mulai memainkan game-nya dengan serius, Hyun Jae mendesah lega lalu bersandar pada duduknya memperhatikan aktifitas Seoul pada siang hari.
“Eomma kapan Appa pulang?” ucap Min Hyun, Jae In menoleh pada anaknya lalu tersenyum lembut “Mungkin beberapa minggu lagi dear” Min Hyun tertunduk lesu. Sedangkan Hyun Jae yang berada di belakang memanyunkan bibirnya, “Tidak bisa sekarang saja eomma?” ucap Hyun Jae sedih. Jae In hanya tersenyum sedih, “Kita harus memaklumkan pekerjaannya”
Saat sudah memasuki pekarangan rumah ia merasa ada yang janggal. Jae In turun dari mobilnya sebelum akhirnya mengikuti anak kembarnya yang sudah berjalan duluan.
“Eo! Tidak di kunci?” ucap Min Hyun bingung, ia menoleh pada ibunya yang kaget. “Tadi eomma menguncinya” Hyun Jae berjalan terlebih dahulu masuk kedalam rumah, dengan perasaan mendebarkan ia berjalan dengan kaki bergetar.
Saat itu juga matanya menangkap sosok yang sedang duduk di sofa dengan topi yang bertengger di kepalanya, Hyun Jae menoleh menatap Jae In. Hyun Jae berjalan mendekati sosok itu dan
“SERAAAAAANGG!!!!”
Hyun Jae dan Min Hyun berlari mendekati sosok itu lalu memukulnya dengan tas yang berada di tangan. Mereka memukul orang itu bertubi-tubi, “Akkh!” suara ini. Jae In merasa mengenal suara ini. Jae In berjalan mendekati kedua anak kembarnya yang sedang memukul secara bertubi-tubi pada sosok itu.
“Hyun Jae! Min Hyun-a! lepaskan dia!” teriak Jae In, Hyun Jae yang tidak peduli terus memukulnnya begitu juga dengan Min Hyun.
Jae In tidak salah lagi, itu adalah suaminya. Orang yang sedang di pukuli anaknya adalah suaminya. Ia mengenal betul postur tubuh itu.
“Dia appamu!” teriak Jae In lagi, yang mampu membuat kedua anaknya terdiam membeku. “Appa?” tanya Hyun Jae mendekati sosok yang sedang kesakitan itu.
Orang itu mendongak dan membuat orang-orang disitu membeku. Lee Jong Hyun. Jong Hyun mendekati kedua anak kembarnya lalu menjitak keduanya “YAK! Aku ini appamu!!”
Hyun Jae dan Min Hyun memegang kepala mereka yang sedang berdenyut namun setelah itu kedua anak kembarnya langsung memeluk tubuh Jong Hyun erat. “APPA!! Bogoshipeo!” Jong Hyun memeluk tubuh keduanya erat.
“APPAPAPAPAPAPA!” teriak Jin Ah senang, kaki dan tangannya bergerak kesana kemari minta di gendong. Jong Hyun berjalan mendekati Jae In lalu menggendong tubuh Jin Ah. Mencium seluruh wajah Jin Ah, yang membuatnya tertawa keras.
Jong Hyun beralih mendekati tubuh istrinya, “Lee Jae In! Yeobeo!” Jong Hyun mencium kilat bibir istrinya lalu memeluk tubuh Jae In erat. “Bogoshipeo!” ucap Jae In lirih, Jong Hyun hanya terkekeh. Sedangkan Jin Ah yang masih berada di gendongan Jong Hyun ikut masuk kedalam pelukan hangat keduanya.
Hyun Jae dan Min Hyun ikut mendekati orang tuanya lalu ikut terlarut dalam pelukan.
Jong Hyun melepas pelukannya lalu berbisik “Jin Ah eomma.. bagaiman jika kita membuat adik untuk Jin Ah?” Jae In menatap suaminya sangar lalu berjalan menjauh dari suaminya, sedangkan Jong Hyun mulai membisikkan kata-kata setan di telinga kedua anak kembarnya.
“Eomma buat adik lagi!!! Kami mau adik lagi!”

END

One thought on “[FF Competition] My Family

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s