[FF Competition] Yellow Dress

Judul: Yellow Dress
Genre: Romance-Horror

Aku mendapat jatah liburan akhir tahun selama empat hari. Empat hari ini aku gunakan untuk pulang ke Busan. Jungshin pun mengambil libur untuk pulang ke Ilsan selama tiga hari, sedangkan Yonghwa hyung dan Minhyuk sedang ada project untuk drama terbaru mereka.
Aku selalu menghabiskan liburanku dengan bersantai, istirahat dan berkeliling untuk sekedar jalan-jalan. Jarang-jarang aku bisa sebebas ini, karena ini kampung halamanku jadi aku lebih dihargai dengan diberikan privasi sebagai diriku sendiri. Bukan untuk dikejar-kejar sebagai seorang idola Korea selatan.
Seperti pagi ini yang aku lakukan hanya bersantai dibalkon kamarku sambil menghadap ke taman depan rumahku yang asri. Disana, aku melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang menyirami bunga-bunga yang tak kalah cantik. Tubuhnya mungil dan ramping, ia sangat manis dengan pipi gembil yang memerah karena dingin. Bibirnya mungil dan merah, matanya besar bulat dengan iris coklat yang bening. Rambutnya sebahu dan lurus. Dia.. sangat cantik!
Aku sungguh memujinya. Tentu saja, ia seperti sebuah bunga teratai ditengah danau. Sulit untuk dijangkau. Tapi.. aku sungguh beruntung memilikinya. Ya, memilikinya.
Ia adalah istriku yang aku nikahi empat bulan lalu secara tersembunyi, namaya Oh Hyuri. tepatnya lima bulan yang lalu kami bertemu disini, ia tinggal tidak jauh dari rumah orang tuaku. Saat pertama aku melihatnya aku memang sungguh terpesona, namun.. entahlah. Aku merasa setelah aku menikahinya dan meninggalkannya untuk ke Seoul, tatapannya padaku sangat aneh.
Aku bersumpah tatapannya sangat aneh. Jauh berbeda saat kami pertama berjumpa, ia seakan marah dan tak ingin aku pergi. Sejujurnya, akupun tak ingin meninggalkannya. Tapi pekerjaanku sebagai seorang idola tidak bisa kutinggalkan. Dua bulan lalu saat aku pulang ke Busan, aku menemukan tingkahnya yang berubah dan tatapannya yang penuh obsessi dan posessif.
Semalam aku melihatnya sedang berdiri ditaman depan dan menghadap balkon kamar kami. Udara akhir tahun yang begitu dingin, ia berdiri diluar hanya dengan memakai dress berwarna kuning selutut dibalut bolero tipis. Ia terus menatap kamar kami dengan tajam, bukankah itu aneh? Aku terus memperhatikannya dibalik tirai jendela kamarku. Tatapannya kosong dan dalam. Entah kenapa aku melihat tatapannya memang dalam.
Ketika aku hendak berbalik dan beranjak dari jendela kamarku, aku dikagetkan dengan melihat dua buah mata yang mengintip lewat celah jendela disamping jendela tempatku berdiri.
“Astaga!!…” aku berjengit kaget saat hendak berbalik dan melihat kedua mata itu memerah sempurna.
Demi tuhan!! mata itu sangatlah merah, seperti.. darah? entahlah yang pasti memerah total hingga bola hitamnya tertutupi. Namun, itu hanya dua mata yang mengintip tanpa aku tahu siapa yang telah mengintipku. Dengan kalap aku langsung menggebrak jendela sebelah. Namun hanya kekosongan yang aku dapatkan. Dan saat aku lihat, istriku sudah tidak berdiri disana lagi. Aku meyakinkan diriku sendiri, bahwa aku berhalusinasi. Ya! Itu hanya halusinasi ku saja.
Aku terus menggelengkan kepalaku untuk mengusir bayangan mata yang merah itu. Entah kenapa aku merasa aku mengenal tatapan dan mata bulat memerah itu. Seperti mata seseorang. Tapi siapa? Apa benar mata orang normal semerah itu? Atau itu.. mata dari makhluk lain? Oh astaga! Aku pasti sudah gila!
Okeh, Lee Jonghyun itu hanya halusinasimu saja.
Setelah berkelut dengan pikiranku, aku beranjak dari kasur menuju kamar mandi. Sepertinya mandi bisa mengatasi pikiranku yang kacau. Memang benar itu hanya halusinasi ku saja karena memang semalam aku kelelahan setelah perjalanan Seoul-Busan. Ditambah lagi dengan tingkah aneh istriku yang seolah orang asing untukku. Entahlah.
Aku mengambil handuk dan menggantungkan nya dipintu kamar mandi. Aku berdiri didepan wastafel, menghadap kaca besar yang memantulkan diriku.
Wajahku terlihat sangat lelah, dan mataku memiliki kantung mata yang lumayan terlihat. Menjadi seorang idola di Korea bahkan sampai mendunia memang harus mengorbankan apapun. Termasuk mengorbankan waktu istirahat, juga waktu kebersamaan dengan keluargaku terutama dengan istriku.
Aku mengambil sikat gigi dan pasta gigi. Setelah selesai menyikat gigi, aku menyalakan keran dan membasuh wajahku. Dingin! itulah kata pertama saat air dari keran menyentuh wajahku. Aku terus membasuh wajahku tanpa berniat untuk menyudahinya. Dinginnya air dan kesegaranlah yang membuatku ingin terus membasuh wajahku sambil menutup mata meresapi kesegaran. Hingga..
Aku merasakan sesuatu yang aneh. Aku mengernyitkan dahiku dengan dalam, hidungku mencium bau yang sangat aneh dan menyengat. Aku terus mengenduskan hidungku untuk mencium baunya tanpa membuka mata. Hingga bau itu semakin menyengat. baunya.. seperti bau kulit dengan luka lama dan sedikit anyir juga sangat menjijikan. Aku berusaha menahan mual yang mendera perutku dengan hebat. Sungguh! Baunya sangat aneh dan menjijikan. Tiba hingga aku membuka kedua mataku.
“Hoekk..hoekk..”

Mual itu sudah tidak dapat aku bendung lagi. Rasa mual yang hebat terus mendera diriku. Aku langsung membuka kloset untuk muntah. Bau itu semakin menyengat dan membuatku terus-terusan mengeluarkan isi perutku yang memang masih kosong. Namun aku masih heran, darimana bau itu berasal. Dengan menahan rasa mual yang hebat, aku beranjak dari kloset menghampiri kembali kaca wastafel.
“Aarrrggghhh…” aku berteriak keras saat melihat keran air yang mengeluarkan cairan kekuningan yang kental dengan bau busuk dan menjijikan. Aku kembali didera rasa mual yang hebat, namun..

“Aaaarrrgggghhh…” aku kembali berteriak histeris bercampur kaget. Wajahku.. wajahku dipenuhi dengan cairan kekuningan dan kental itu yang sangat menjijikan. Jadi, aku cuci muka dengan cairan menjijikan itu?
Cairan itu.. nanah!
Oh astaga!! Ya Tuhan! Ya Tuhan!
Ada apa ini?? kenapa aku.. aku.. oh astaga! Ini sungguh luar biasa aneh dan menjijikan. Napasku terasa tercekat hingga aku nyaris tersedak. Jantungku berpacu seperti pacuan kuda, dengan detak jantung yang menggila. Hingga rasanya jantungku nyaris loncat dari tempatnya.
Oh Tuhan! ini mengerikan. Namun saat aku berbalik..

“Aaaaarrrggghhh…” aku kembali berteriak. Kali ini.. aku rasanya ingin mati.

Tepat dihadapanku berdiri satu sosok yang sangat menyeramkan! Ia berdiri dengan gaun berwarna kuning selutut, wajahnya sedikit hancur dengan darah segar yang terus mengucur dari kepalanya. Rambutnya acak-acakan, dan mata kirinya sudah copot. Ya Tuhan! ampuni aku.
Ia melotot ke arahaku dengan sebelah mata yang masih nempel dan berwarna merah darah. bibirnya menyeringai seram. Dan satu bola matanya sedang diapit oleh mulutnya. Hingga..
Crass..
Darah segar muncrat dari mulutnya mengenai wajahku karena ia menggigit bola matanya dan mengunyahnya. Darah terus merembes dari mulutnya turun ke lantai.
Ak-aku.. aku rasanya ingin berteriak sekuatnya. Namun mulutku kelu. Aku bersumpah! Mulutku kelu dan tubuhku tidak bisa digerakan.
Kaki bodoh! Ayo bergerak. Umpatku dalam hati.
Sosok dihadapanku ini terus menyeringai seram. Ia berhenti dari kunyahannya dan menatapku dalam seperti.. tatapan tadi malam. Benar! Itu tatapan tadi malam yang mengintipku disela jendela kamarku. Tatapan dalam yang sama, kosong dan penuh dendam.
“Aku.. menginginkanmu.. Lee Jonghyun!” bisiknya pelan dengan suara desisan bagai ular, dan bagiku seperti desisan malaikat kematian.
“a..” sungguh! Aku tidak bisa bergerak bahkan untuk berteriak. “Aaaarrrrgghhh..” dan akhirnya aku berteriak histeris hingga aku merasa pita suaraku nyaris pecah.
Braaakkk..
“Jonghyn-ah, ada apa??” aku terus berteriak tanpa henti meskipun aku tahu eomma datang mendobrak pintu kamar mandiku. Ia terus mengguncangkan tubuhku untuk menyadarakanku.
“Haa–!!” aku terkesiap seakan tertarik kembali kedunia sadarku. Aku merasa tenggorokanku nyaris putus saking kuatnya aku berteriak.
“Hyuri-ah cepat ambilkan air minum” titah eomma pada istriku, Hyuri. Ia mengangguk patuh dan beranjak dari kamar mandi. Eomma memapahku keluar kamar mandi. Seluruh tubuhku rasanya sangat lemas dan persendianku terasa mau copot semua. Perutku sudah tak mual lagi namun kepalaku terasa berkunang dan berat. Hingga kegelapan merenggut kesadaranku.
Bruukk..
“uugghh..” aku mengerang memegangi kepalaku yang pening dan berat. Aku berusaha membuka mata dan bangun dengan perlahan. Aku mengedarkan pandanganku, dan melihat keluar jendela. Ternyata hari sudah sore dan aku tebak, aku pasti pingsan seharian.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar bunyi pintu yang diketuk dari luar, apa itu eomma? Tapi eomma akan langsung masuk setelah mengetuk pintu. Pintu terus diketuk dari luar, aku yakin itu pasti Oh Hyuri, tapi.. Hyuri tidak akan mengetuk pintu dulu setiap akan masuk. Ini juga kamarnya, kamar kami tepatnya.
“Masuk!” aku berseru dari dalam, karena aku sedang malas membuka pintu. Kepalaku masih sangat berat.
Cklek!
Pintu dibuka dari luar, hingga menampakan siluet seorang gadis dengan balutan dress kuning.
Tunggu! Dress kuning? Persis seperti dress yang dipakai Hyuri tadi malam, dan juga.. Ya Tuhan! dress yang sama dengan sosok dikamar mandi tadi pagi. Aku mengernyitkan dahiku, keringat mulai bercucuran dari dahiku. Aku.. aku merasa takut sekarang. Apa mungkin.. istriku?..
“Sayang..?” Hyuri menyentak ku dari lamunanku. Aku menghela napas berat mencoba untuk kuat dan berpikir positif. Entah aku merasa ada sesuatu yang aneh.
“Ini..” kata Hyuri sambil menyodorkan sebuah nampan padaku yang atasnya ditutupi dengan penutup makanan. Aku mengernyit bingung, kenapa dia memberiku sebuah nampan? Apa itu makanan?
“apa ini?” tanyaku heran, aku merasa sedikit was-was sekarang, tapi aku tidak mungkin berburuk sangka pada istriku sendiri.
“Buka saja” jawabnya dengan senyuman yang amat cantik diwajah cantiknya. Untuk beberapa detik aku terpesona dengan keindahan dan kecantikan wajahnya. Namun aku segera sadar, dengan perasaan cemas dan was-was aku mencoba memegang penutupnya. Dengan perlahan dan sambil mengernyitkan dahi aku berhasil membukanya.
“Aaaaarrrggghhhh…” aku berteriak lantang hingga kembali aku merasa tenggorokanku nyaris putus. Bahkan kali ini aku rasanya benar-benar ingin mati!
Tepat dihadapanku, Hyuri memegang nampan yang diatasnya terdapat kepala eomma yang penuh darah dengan mata yang melotot dan lidah yang terjulur. Juga pisau yang masih menancap dikepalanya.
“Aaaarrrgghhhh…” aku terus berteriak sambil mencengkram rambutku dan mencakari wajahku. Aku bisa gila!
Ya Tuhan! eomma!! Astaga!! Demi tuhan ada apa ini?!
Gadis ini ternyata iblis!! Ya Tuhan!! istriku seorang iblis? Atau istriku kerasukan. Demi tuhan! dia bukan istriku yang aku kenal. Dia iblis.
“HAHAHAHA..” suara tawa menggema dikamar ini, tawa seorang iblis yang sangat seram yang meluncur dari bibir mungil istriku, Oh Hyuri. Ya Tuhan! istriku kerasukan iblis!
“Lee Jonghyun. aku menginginkanmu! Dan kau hanya miliku!” desis nya dengan nada final tanpa bantahan.
“Aaarrrggghh.. KAU BUKAN ISTRIKU!!” tanpa peduli apapun, aku bisa gila! Dan aku ingin mati saja.
END

5 thoughts on “[FF Competition] Yellow Dress

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s