[FF Competition] Beautiful Boy

Judul      : Beautiful Boy

Genre     : Romance – Happy Ending

 

 

Seperti biasa. Kau tahu kampusku terlalu sibuk dengan orang – orang yang sekedar belalu lalang di setiap koridor. Sebagian orang datang kekampus dengan tujuan hanya untuk meluangkan kebosanan mereka dirumah hanya untuk menghabiskan waktu dengan teman – teman mereka dan sebagian orang yang seperti kau tahu orang – orang yang memakai kaca mata tebal berukuran besar dengan julukan kutu buku dan culun hanya berpikir untuk belajar datang kekampus dengan tujuan suatu saat akan sukses atau mencapai cita – citanya.

dan seperti yang kau tahu, aku datang kekampus hanya untuk sebuah keburuntungan. Keberuntungan yang aku dapat berkat seseorang dikampusku. Dia cukup terkenal. Bukan, lebih tepatnya sangat terkenal. Dikampusku orang – orang menyebutnya Beautiful Boy. Beauty? Apakah kau berpikir seorang pria itu cantik? Aku tidak habis pikir kenapa orang – orang dikampusku menyebutkan dia seperti itu. Dan kau pasti berpikir bukankah seharusnya seorang pria itu tampan, tapi setelah kau melihatnya dengan matamu sendiri. Kau akan menemukan jawabanmu itu salah.

Dia benar – benar seorang pria yang cantik.

Postur tubuhnya yang tinggi, cara berpakaiannya yang membuat dia terlihat berkharisma, bulu matanya yang panjang dan lentik dan satu hal yang membuatnya lebih tampak cantik dia memiliki rambut yang sedikit panjang dengan model yang ia buat sendiri dan tentu saja dia juga memiliki kulit yang skinny. Semua gadis – gadis dikampusku memujanya, mengaguminya dan bahkan menggilainya. Oh, diralat bukan semua  tidak termasuk aku.

Saat ini aku sedang berada dikampusku, dikelas dan duduk mengarah kejendela. Aku merasakan angin yang bertiup yang masuk melalui jendela. Aku memejamkan mataku untuk merasakan angin yang menerpa wajahku.

Aku melihat sekeliling didalam kelasku, aku melihat para  gadis – gadis yang membuat suatu kelompok percakapan dengan beberapa lembar photo ditangan mereka. Betapa mereka tampak senang dengan beberapa photo yang aku ambil dan aku bagikan pada mereka. Dan kau pasti bertanya tentang photo yang aku ambil. Aku tersenyum konyol dan kembali menatap kearah luar jendela.

Orang – orang memanggilku Paparazzi. Kenapa? Apakah aku seorang wartawan? Dan jawabannya adalah tidak. Aku hanya seorang mahasiswi disini. Kau juga bisa memanggilku dengan nama asliku Kang Hyun.

Aku mencari keberuntungan dengan sebuah kamera yang aku miliki. Aku memotret secara diam – diam si Beautiful Boy  dan hasilnya aku bagikan kepada gadis – gadis yang menggilainya. Tentu saja itu tidak gratis. Aku meminta imbalan atas foto yang aku berikan pada mereka dan mereka  tidak keberatan.

Apakah aku memanfaatkannya? Atau apakah aku lebih terihat seperti seorang wanita yang menggilai uang?

Terkadang aku berpikir seperti itu. Tapi aku menikmatinya, selain itu aku akan menunjukkan padanya bahwa aku bisa melakukannya tanpa dia.

“Paparazzi”

Aku menoleh dan sedikit mendongakkan kepalaku untuk melihat orang yang memanggilku dengan keadaan posisiku yang duduk dan ia berdiri “Oh?”

“apa kau bisa mengambil gambar yang lebih menarik lagi dari Beautiful Boy?” Tanyanya malu – malu.

“seperti apa?”

“seperti dia sedang berenang atau bermain basket. Aku akan membayarmu 2 kali lipat dari hasil photomu yang sebelumnya”

“aku akan mendapatkannya” jawabku mantap.

‘Ya Tuhan apakah dia sedang menghayal si Beautiful Boy sedang bertelanjang dada dikolam renang atau menghayal dengan keringat yang berjatuhan saat bermain basket’ Gumamku saat melihatnya berjalan pergi dengan sebuah photo yang diletakkan didepan dadanya tersenyum seperti orang bodoh. Apakah menggemari seseorang akan terlihat konyol seperti itu.

Aku kembali dengan  kesibukanku sendiri walaupun hanya mengetuk – ngetuk jariku diatas meja. Aku berhenti dari kegiatanku saat menyadari seseorang telah berdiri disampingku dengan tatapan yang seakan akan ingin membunuhku. Lee Jungshin si Beautiful Boy.

“apa kau yang melakukan ini?” ia mencampakkan beberapa lembar photo keatas meja menunjukkannya padaku. Ia terlihat marah.

“Ani” aku berbohong.

Dia tersenyum miris “kalau bukan kau siapa lagi yang melakukannya?”

“kau tidak punya bukti untuk menuduhku seperti itu” aku mencari alasan.

Dengan sigap ia meraih tas yang ada disampingku. Dia membukanya dan memeriksa isi dalam tasku. Ia menemukan kameraku yang kusimpan didalam tas. Ia mengangkatnya seolah – olah ia menunjukkan barang bukti padaku.

……..

Suara pantulan bola basket yang menggema diseluruh lapangan indoor. Tidak ada orang. Hanya dia sendiri. Keringat yang bercucuran keluar dari dahinya turun dan turun, leher yang basah karena keringat. Tembakan terakhir dan masuk. Ia membungkuk meletakkan kedua tangannya diatas lutut, mengatur nafas yang terngengah – engah kemudian dia menyeka keringatnya dengan satu tangannya.

Oh! Pemandangan yang sangat bagus. Ia akan membuka seragam basketnya, bertelanjang dada, menunjukkan absnya  dan tentu saja aku memotretnya.

Suara blitzz yang keluar dari kameraku menghentikan aksinya untuk membuka seragamnya. ‘sial! Dia melihatku’. Aku segera bangkit dari posisiku mengambil tasku dan pergi secepat mungkin.

“Kang Hyun!!” Teriaknya.

Aku tak menghiraukannya dan tetap berlari. “Ouuwwchh…”

Aku tak melihat ada anak tangga didepanku. Aku jatuh, dan sialnya kakiku terkilir. Aku meremas – remas pergelangan kaki kananku yang terasa sakit. Mencoba berdiri tapi rasa sakit dikakiku membuatku tidak bisa bergerak.

“Kang Hyun? Kwenchana?”

Aku tertangkap. Ia terlihat panik. Apa dia sedang berpura – pura baik?

“kakimu sepertinya terkilir, aku akan membawamu ke UKS” aku menepis tangannya saat ia memegang pergelangan kakiku. Aku berusaha berdiri menahan rasa sakit dikakiku berjalan pincang dengan satu tangan diatas pahaku meninggalkannya dibelakangku.

“apa kau masih membenciku?” tanyanya yang membuat langkahku terhenti.

“jangan mengungkitnya” jawabku dingin tanpa menoleh kearahnya.

Aku melanjutkan langkahku yang tertatih. Aku terkejut saat sepasang tangan yang mengambil tubuhku menggendongku ala bridal style. Aku memberontak tapi ia semakin erat memegangku. Tangannya yang hangat sama seperti dua tahun yang lalu. Tangan hangat dari orang yang aku suka dua tahun lalu, Lee Jungshin.

“jangan membantah” Dia berjalan perlahan tanpa menolehku sedikitpun, tatapannya hanya fokus kedepan.

Aku meliriknya sekilas. Dengan jarak wajah yang sedekat ini aku bisa melihatnya dengan jelas. Dia tidak berubah. Harum parfumnya tetap sama. Dan untuk pertama kalinya hatiku kembali berdetak cepat sama ketika aku jatuh hati untuk pertama kali padanya dua tahun yang lalu.

 

……………………

 

Blitsszz… Blitsszzz…

Hasil yang bagus. Aku akan mendapatkan keuntungan yang berlipat kali ini.

“Yah! Kang Hyun!”

“Oh! Tetap seperti itu” aku menyuruhnya tetap berdiri di tengah kolam renang. Aku mengambil gambarnya yang sedang berkacak pinggang protes karena aku mengambil gambarnya. Dan kali ini aku tidak sembunyi – sembunyi, ini nyata. Dia sedang renang, bertelanjang dada dan ini sangat menguntungkan buatku.

“ini akan menjadi keuntungan yang besar” aku tersenyum ngejek kearahnya. Mengangkat kamera menunjukkan kepadanya.

“berikan padaku” dia keluar dari kolam renang mendekatiku untuk mengambil kamera dariku.

“tidak semudah itu Lee Jungshin” aku tertawa menjulurkan lidah padanya.

Aku ingat waktu lalu, hari berlalu dan minggu berganti. Dia tidak menyerah untuk mecoba dekat denganku lagi.  Mencoba segala hal untuk meminta maaf padaku. Dua tahun yang lalu ia meninggalkanku tanpa kabar. Aku marah dan aku benci padanya. Tapi kemudian dia datang kembali dihadapanku membuatku bingung dengan perasaanku sendiri. Aku benci atas kebingunganku. Tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku masih menyukainya.

Hari demi hari aku luluh atas tindakannya yang tidak menyerah untuk meminta maaf. Aku memaafkannya. Mungkin dengan kesempatan ini kami bisa memperbaiki masalah kami yang terjadi dimasa lalu dan kami setuju untuk memulainya dari awal.

“Yah Lee Jungshin! Berhenti menggelitikiku” aku merasa perutku keram kerena tawaku yang tak henti – henti keluar dari mulutku.

“aku tidak akan berhenti sebelum kau memberikan kameramu”

“Ahrasseo.. Ahrasseo..”

Dia berhenti menggelitiku, ia mengulurkan tangannya meminta kameraku. Aku tidak memberikannya sebagai gantinya aku memotretnya kembali dengan ekspresi cemberutnya. Tawaku seketika pecah melihat hasilnya. Tawaku berhenti saat aku melihat perubahan ekspresi wajahnya.

“Hyunie apa kau sangat senang sekarang?”

Aku mengangguk “kau yang mengajarkanku cara memotret”

“Apa kau menderita saat aku meninggalkanmu?” Tanyanya dengan wajah seriusnya.

Aku diam. Menarik nafas dan menghempaskannya perlahan “Sangat…”

“Mianhe..” katanya lirih sambil menarikku dalam pelukannya. Ia mengelus rambutku lembut. “aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi” dia perlahan melepaskan pelukannya. Ia menatapku dalam dan dalam hitungan detik ia mencium keningku lembut. Ia menatapku kembali, dia tersenyum tulus padaku.

“jangan tersenyum seperti itu, kau membuatku merinding”

“Sejak kapan kau menjadi romantis seperti ini?” tambahku dengan suara mengejek.

“Yah! Pertanyaanmu merusak suasana hatiku sekarang”

“Benarkah?” tanyaku main – main. Ia cemberut.

“Dengan ini kau akan semakin terkenal besok” aku tersenyum mengejek menunjukkan kamera ke hadapannya. Aku melepaskan diriku darinya. Ia tahu apa maksudku. Photo ia sedang berenang akan tersebar besok.

“Yah Kang hyun!! Kau lihat saja aku akan mengambilnya darimu…” Dia mencoba mengejarku.

“Coba saja Beautiful Boy..” Aku menjulurkan lidahku mengejeknya.

 

-FIN-

4 thoughts on “[FF Competition] Beautiful Boy

  1. Aahh sukaaaaa ceritaaanyaaa!!
    Walaupun singkat cmn gw ngerasain romantis itu hub Jungshin – Kang Hyun yg mantanan. Mentang2 Kang Hyun udh kenal ama si beautiful boy jdnya dia dia berani ngambil poto2 nya trus dijualin kkkkkk

    Sukaa thor ini ceritanya!!

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s