[FF Competition] I Miss You

Judul FF: I Miss You

Genre    : Romance – sad ending

 

Seorang namja sedang melamun dibalkon rumahnya, ia merenung sendiri dengan ditemani angin malam yang dingin. Matanya memandang gelapnya malam tanpa bintang satupun, ia mengepalkan tangannya menahan rasa dingin yang dideranya.

Kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya telah menghilangkan sebagian jiwanya, seakan tak ada semangat lagi untuk menikmati hidup. Namja itu, jung yonghwa. Ia telah kehilangan orang yang sangat dicintainya, yang selalu menatapnya dengan mata berbinarnya, yonghwa berusaha tetap kuat saat kekasihnya pergi meninggalkannya untuk selamanya.

“Bagaimana kabarmu neul..” ucapnya pelan seperti berbisik

Ia tersenyum datar dan mengeratkan syal yang terpasang dilehernya, syal pemberian dari kim hye neul kekasihnya.

“yonghwa ….” seorang wanita paruh baya mendekati yonghwa yang sedang duduk, ia ibu yonghwa.

Tak ada sautan dari yonghwa, ia masih tetap memandang langit malam. Ibunya mendekatinya dan duduk dikursi sebelahnya.

“kau tak kedinginan? Ini sudah malam, alangkah baiknya jika kita masuk ?” bujuknya lembut pada putra semata wayangnya.

Putranya yang kini telah kehilangan sebagian jiwanya, sebagai seorang ibu ia merasa sangat sedih melihat anaknya seperti ini. Selama hidupnya yonghwa tak pernah menjadi anak yang pemurung dan jarang tersenyum bahkan setiap malam ia tak pernah lagi bernyanyi dengan petikan gitarnya.

Dipeluknya anaknya dengan penuh sayang, ia benar benar tak kuasa menahan air mata yang mendesak keluar. Yonghwa tetap menatap langit malam yang gelap tanpa menanggapi semua perkataan ibunya.

Seperti biasa, ibunya selalu menemaninya hanya sebatas melihat langit malam. Ia bahkan rela menemani yonghwa hingga tertidur, dan karena yonghwa juga tak ingin melihat ibunya terlalu lama terkena angin malam, ia memilih menggendong ibunya dan memindahkannya kekamar ibunya saat ibunya tertidur.

Setelah itu ia kembali kekamarnya sendiri dan mencoba memejamkan matanya.

Ia berusaha menutup matanya sebisa mungkin, imsomnia yang dideranya setelah kehilangan hye neul sangat membuat dirinya menderita selama ini. Dan hingga tak terasa ia tertidur dan bermimpi tentang kejadian saat ia kehilangan hye neul kekasihnya. Mimpi yang selalu mengganggu tidurnya.

Saat itu ketika yonghwa akan bertanding basket bersama dengan timnya, hye neul yang sedang mencarinya tak menyadari kehadirannya tepat dibelakangnya.

“oh oppa” ujar hye neul kaget saat melihat yonghwa mengagetkannya

“kkkk, kau kaget hye neul? Haha mian” tawa yonghwa renyah saat menyadari hye neul kaget karenanya.

“ya!” sebuah pukulan mendarat diatas kepalanya, membuatnya meringis kesakitan

“ouch, jongmal. Kau sudah mulai berani memukulku neul, Appo” ujar yonghwa sambil meringis kesakitan.

“hahah, mian oppa. Kau juga mengagetkanku, oh ya aku jadi hampir lupa, aku membawakan minuman untukmu” ia menyodorkan minuman tepat dihadapan yonghwa dan tersenyum sangat manis, senyum yang selalu menggetarkan hatinya.

“ok, gomawo chagi” balas yonghwa mengambil minuman ditangan seohyun dan mengelus rambut kekasihnya itu.

Kim hye neul merona, wajahnya bersemu merah. Ia bahkan tak tau bahwa dirinya akan menjadi kekasih yonghwa, yang pastinya dia sudah bersaing dengan gadis gadis yang tak kalah cantik dikampus mereka untuk mendapatkan yonghwa yang terkenal dengan pria terkeren dikampus mereka. Ia tak menyangka yonghwa telah memilih dirinya untuk menjadi kekasihnya.

“ya kalian, jangan bermesraan didepanku oh !” tatap jungki dengan wajah nanarnya, sedangkan yonghwa dan hye neul hanya tertawa.

Jungki adalah sahabat yonghwa, ia sudah bersahabat sejak lama saat ia SD hingga sekarang. Ia satu satunya teman yang selalu diandalkan, ia yang mengenalkan dirinya pada hye neul hingga akhirnya yonghwa benar benar menyukaihye neul. Jungki mengenal seohyun karena mereka juga sebelumnya berteman, teman masa kecil jungki dulu.

“kalian lupa yah, bukankah aku yang mempertemukan kalian oh ! jadi jangan membuatku iri” protes jonghyun pada yonghwa dan hyeneul.

“araseo, araseo, gomawo jongiiya karna kau hye neul telah menjadi miikku sekarang” tawa yonghwa lebar pada jungki

“baiklah oppa, kalian semangat ya, aku akan mendukung kalian dibangku penonton dengan temanku” ujar hye neul pada yonghwa dan jungki.

“ok, aku duluan yong, kau cepatlah” balas jungki tersenyum pada mereka berdua dan pergi meninggalkan mereka

Sesampainya jungki pergi segera yonghwa menyusulnya, tapi hye neul sedikit menahannya.

Dan karena itu yonghwa menyesalinya, mengapa ia tak peka waktu itu, mengapa ia tak sadar bahwa itu adalah akhir pertemuan mereka. Sungguh yonghwa benar benar menyesalinya.

“em oppa, chakkammanyo” cegah hye neul memegang lengan yonghwa, yonghwa menengok padanya

“em, aku akan menontonmu dibangku penonton. Jangan lupa sekali kali mencuri pandang untuk melihatku dibangku penonton hehehe, karena aku akan sangat merindukanmu jika kau sama sekali tidak melihat kearahku” racaunya pada yonghwa

Yonghwa tersenyum dan mengacak acak rambut hye neul.

“oh ya, aku mencintaimu oppa, bila aku atau kau telah berada didunia yang berbeda, tapi sadarlah aku akan tetap mencintaimu oppa” hye neul tersenyum saat mengucapkan kata itu, ia menatap wajah yonghwa lekat lekat dengan matanya yang berbinar.

Yonghwa terkekeh kecil lalu menyentil pelan kening hye neul  “araseo, aku juga mencintaimu bodoh”

“ya! Jangan panggil kekasihmu dengan sebutan bodoh!” rajuknya dengan memajukan bibirnya dan sukses membuat yonghwa gemas untuk mencubit pipi seohyun pelan, lalu ia memeluk hye neul, tapi sayang karena semua pemain sudah siap dilapangan ia buru buru melepaskan pelukan hye neul.

“baiklah, sampai disini dulu. Aku harus kelapangan neul” ujar yonghwa tersenyum pada hye neul dan berlalu pergi

“ne, araseo oppa. Selamat tinggal” ujar hye neul sangat pelan tetapi masih dapat didengar oleh yonghwa, ada sesuatu yang mengganjal hatinya, kata kata hye neul membuatnya seperti akan berpisah jauh dengannya, segera ia tepis pikiran itu dan berjalan ke area pertandingan.

Suara sorak sorai menyebut nyebut nama tim yonghwa, para penonton sangat antusias dengan pertandingan basket itu.

Sesekali yonghwa mencari cari sosok kekasihnya dibarisan penonton dan ia mendapati kekasihnya menatap kearahnya dengan senyum menghiasi wajah cantiknya. Yonghwa menjadi semangat dalam bertanding, ia berkali kali berusaha mendribble bola dan memasukkannya kering lawan dan dibantu oleh jungki dan timnya akhirnya tim mereka berhasil mencetak poin yang jauh diatas lawan. Mereka gembira dan penontonpun tak kalah gembira, saat break yonghwa menatap kembai kekasihnya tapi ada yang berbeda dengan hye neul. Ia tak terlalu bersemangat dan wajahnya tampak pucat. Ia menduga duga apa hye neul sakit? Dan benar saja saat pertandingan berakhir hye neul pingsan saat menghampirinya dan segera dibawa kerumah sakit.

Sesampainya dirumah sakit betapa terkejutnya yonghwa saat kedua orang tua hye neul menangis dan dokter yang telah menangani hye neul pun menjelaskan bahwa hye neul tak bisa diselamatkan karena penyakit kanker otaknya yang sudah stadium akhir telah merenggut nyawanya, ia lebih kaget lagi karena selama ini hye neul tak pernah menceritakan penyakit yang dideritanya hampir 2 tahun lebih, ia menyesalinya kenapa tuhan tak memberikan waktu lebih untuk bersama denganhye neul? apakah takdir tak memihak kepadanya?

“hhhhh” yonghwa terbangun, ia kembali bermimpi tentang kejadian tersebut. Ia mengambil air putih disebelah tempat tidurnya

Ia sudah terlalu sering bermimpi buruk, selama 5 bulan ia selalu mimpi buruk tentanghye neul.

Ia terisak menyesali akan kejadian yang menimpa seohyun, ia menangis tersedu. Meskipun ia seorang lelaki yang terkenal gentle oleh sebagian orang dikampusnya tapi ia juga dapat menangis, ia bisa bersedih.

“neuliiya…., bogoshipo” ujar yonghwa, ia menangis tersedu dan keluar ke balkon rumahnya

Ini baru jam 3 malam, tapi setiap hari ia hanya tidur seperti ini. Tidur jam 1 malam dan bangun dijam 3 malam, badannya kini semakin kurus. Ia menatap langit dengan nanar

“hye neulya .. apa kau tak merindukanku? Kau sedang apa disana?” ujar yonghwa menatap gelapnya langit, bergumam berharap seohyun akan menjawab beribu pertanyaan yang selalu ia utarakan hampir setiap hari, saat ini ia benar benar merindukan kekasihnya.

“hye neulya, nan bogoshiposo” ujar yonghwa pelan dan tanpa terasa air matanya kembali mengaliri pipinya yang tirus.

“aku mencintaimu neuliiya, aku sangat merindukanmu, chagiah aku sangat sangat merindukanmu …”

Ujar yonghwa lagi dan kembali menatap langit malam. Wajahnya sendu, matanya sembab, ia tak tau apa yang harus ia lakukan untuk sekarang.

“i miss you …”

Kehilangan orang yang sangat dicintainya, telah merubah segala hidupnya, rasa kerinduan yang teramat dalam tak pernah bisa dipungkirinya, senyum menawannya yang biasa diberikan kepada semua orang, kini hanyalah senyuman hampanya. Ia menjadi orang munafik yang tak mengerti tujuan hidupnya sendiri, menutupi perasaannya yang hancur dengan mengandalkan senyum saja, padahal dirinya sama sekali tak ingin menjadi begini, tapi siapa sangka ia sangat menyesali semuanya, ia berharap waktu bisa diulang kembali dan ia berjanji akan menjaga orang orang yang dicintanya dengan sangat baik.

“I miss you kim hye neul”

 

 

_END_

 

One thought on “[FF Competition] I Miss You

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s