[FF Competition] LOVE

 

Judul                : LOVE

Genre              : Romance – Happy ending

 
 

Karena semua cinta , selalu berawal dari pertemuan.

 

 

Lee ji kyung mengendikkan dagunya pelan, memberi isyarat kearah Soojin yang berdiri dibelakang jonghyun. Soojin menoleh kebelakang, senyum smirknya muncul diwajah tampannya. Dia kemudian menatap ji kyung dan mengangguk pelan. Jonghyun masih saja berkutat dengan buku ditangannya.

“Kyunggie, kau ingat ini, kita harus megumpulkan tugas-tugas ini minggu depan, kau sudah membuatnya?” Jonghyun bicara dan mendongak menatap Ji kyung yang tidak menggubrisnya.

“It’s show time.” Ucap ji kyung pelan. Jonghyun mengernyit bingung.

“Berbaliklah jjong.” Pinta ji kyung sambil menepuk bahu sahabatnya itu. Jonghyun menurut penuh tanya dan berbalik.

“Eh jangan!!?” ucap jonghyun seketika.
BRUUK

Jonghyun dengan cepat berjongkok dan menolong yeoja yang sudah terduduk dilantai.

“Kau tidak apa-apa? Kubantu.”

“Hish..” Yoeja itu bergumam kecil, kemudian bangkit dan berdiri, merapikan rok terusannya yang sedikit kotor karena debu. Dia tidak menggubris jonghyun yang mengulurkan tangannya dan berbalik melihat kearah ji kyung.

“Lee ji kyung, apa yang kau lakukan hah???” pekiknya lantang. Ji kyung sedikit menutup telinganya.

“Kakiku keseleo, mian.” Jawabnya ji kyung cuek.

“Sekarang ambil bukuku!” Perintah yeoja itu.

“Tidak mau. “ jawabnya santai.

“Apa? Kau yang membuatnya jatuh. Cepat ambil!”

“Hanya satu buku, bisakan ambil sendiri nona kecil.”

“Jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu lee Ji kyung! Cepat ambilkan bukuku!Sekarang!?” Yeoja itu memekik penuh penekanan dibelakang.

“Igo, ini bukumu, kalian jangan bertengkar. Maafkan temanku ji.” Jonghyun menyodorkan buku itu kearah yeoja dihadapannya. Lee jihyun, ya, yeoja itu menoleh kearah jonghyun.

“Hish.. Walaupun bukan kau yang kuinginkan untuk mengambilnya, tapi terima kasih.” Ucap jihyun. Jihyun kemudian melenggang pergi tanpa melihat sedikitpun kearah mereka bertiga. Soojin sedari tadi hanya menahan tawanya dibelakang jonghyun.

“Satu… dua… tiga…” Ji kyung dan soojin bergumam secara bersamaan.

“Ah ya, siapapun namamu? lee … leee.. ah molla, jangan pernah membantunya lagi. Arrasoe!?” Jihyun menatap jonghyun dan mengacung-acungkan tangannya, kemudian berbalik dan menghilang dibalik tembok.

Jonghyun mengusap tengkuknya dan tersenyum kecil saat jihyun memarahinya tadi. Tawa ji kyung dan soojin keluar begitu saja. Soojin menepuk-nepuk pundak jonghyun pelan.

“Ck.. Kalian ini, jangan menganggunya lagi kyounggie, jinnie! Kau tidak lihat? Tadi dia bahkan terjatuh.”

“Sengaja.” Ucap ji kyung santai.

“Kau mau membuatnya terluka? Bagaimana kalau kakinya terkilir atau apapun itu hah?” Terlihat jonghyun menahan marah.

“Sudah-sudah, tapi dengan begini kau bisa berbicara dengannya kan jjong.” Ucap ji kyung sambil merangkul sahabatnya itu.

“Tapi tidak dengan cara seperti itu.”

“Sudah-sudah, ayo kekelas, dan kita bisa mengerjainya lagi.” Ajak soojin sembari berlari kecil.

“Yak! Soojin!?” Teriak jonghyun sambil memukul kepala soojin.

Jonghyun hanya geleng-geleng kepala saat melihat ji kyung dan soojin berlari meninggalkannya menuju kelas. Bel masuk memang sudah berbunyi 5 menit yang lalu.
—-

“Sam, jonghyun terlambat, suruh dia duduk didepan!?” Teriak soojin yang sudah duduk tenang dibangku deretan belakang, dosen mata pelajaran sudah datang saat jonghyun memasuki ruang kuliahnya. Jonghyun menoleh cepat dan menatap soojin dengan tajam. “Apa maksudmu kim  soojin?”  soojin mengendik dan tersenyum manis, dia tidak menggubris arti tatapan hyukjae tadi.

“Ah baiklah, karena kau terlambat, duduk disebelah jihyun.”

“Eh? Tapi…” Jonghyun memandang jihyun yang juga menatapnya. Jihyun kemudian mengendikkan bahunya tanda tak perduli.

“Baik sam.” Jawab jonghyun kemudian duduk disebelah jihyun. Jonghyun melirik jihyun yang menatap serius kearah papan tulis, kemudian kembali mencatat beberapa hal yang penting dibukunya. Dia begitu menikmati posisi terdekatnya dengan jihyun saat ini. Bisa melihatnya dengan jarak pandang sedekat inipun tidak ada dibayangan jonghyun. Jonghyun lebih memilih berdiam disudut kelas sambil menatapnya dari jauh. Itu cukup menurutnya. Dan ini pertama kalinya dia duduk didekat jihyun.

“Kau tidak mencatat?” Tanya jihyun yang seketika menoleh menatap jonghyun, jonghyun sedikit gelagapan dan akhirnya membuka bukunya. Jihyun masih menatap bingung kearah jonghyun, terlihat jonghyun sedikit canggung disamping jihyun. Dia mengalihkan perhatiannya dengan mencari pena yang selalu dipakainya. Dia sedikit kebingungan karena pena kesayangannya itu tidak ada ditasnya.

“Ini, pakai punyaku.” Ucap jihyun, jonghyun menoleh, memperhatikan pena yang ada ditangan jihyun.

“Yah.. walaupun tidak sebagus milikmu, tapi daripada kau tidak punya.” Jawab jihyun sambil menggoyang-goyangkan penanya itu. Dengan perlahan, jonghyun mengambil pena ditangan jihyun.

“Gomawo ji.” Gumamnya pelan tanpa melihat kearah jihyun. Jihyun tersenyum kecil.

“Terima kasih kembali lee.” Jihyun kemudian berkutat dengan tulisan dipapan tulisnya. Disudut bibir jonghyun, tanpa sepengetahuan jihyun, terukir indah, cukup manis, senyuman senang milik jonghyun.

 

—-

“Woho.. kau harus mentraktir kami.” Pinta ji kyung sambil merangkul jonghyun.

“Kenapa? Aku tidak ulangtahun kan.”

“Hish.. tentu saja karena hari ini kau bisa berbicara dan duduk dekat lee jihyun.”

“Tidak, kalian menggunakan cara licik.”

“Hya.. kami kan membantumu, daripada kau, selalu diam dan diam. Nanti kalau dia dekat dengan namja lain, pasti uring-uringan. “

“Ck.. terserah aku?” jawab jonghyun malas.

“Kami punya rencana untukmu.” Ucap ji kyung yang berjalan disisi lain jonghyun.

“Mwo?” jawab jonghyun malas.

“Nanti setelah kuliah selesai, kau tunggu dihalaman belakang kampus.” Jawab ji kyung santai.

“Halaman belakang kampus? Untuk ?” Tanya jonghyun bingung.

“Kau akan tahu nanti.” Ucap soojin menimpali dan  menepuk pundak jonghyun pelan.

“Kau disini rupanya.”

Jonghyun sedang mendengarkan mp3nya sambil menutup matanya. Suasana sepi dihalaman belakang kampus membuatnya nyaman. Tepukan kecil dipundak jonghyun membuat namja itu menoleh.

“Eh? Kau..” jonghyun melepas heatset ditelinganya dan bangkit dari bangku kayu dihalaman belakang itu.

“Akhirnya aku menemukanmu, mereka bilang kau mencariku lee.”

“ Mereka? Siapa? Aku tidak mencari…” Ucapan jonghyun mengambang.

“Hish.. dasar mereka, jadi ini rencananya.” Ucapnya pelan.

“Kenapa?”

“Ah tidak-tidak, tidak apa-apa.”

“Ada apa?” Tanya jihyun masih menatap jonghyun. Jonghyun sendiri bingung, dia menggaruk pipinya pelan.

“Em.. itu.. sebenarnya..” Jonghyun kebingungan harus berkata apa, dia tidak mempersiapkan apapun sekarang. Jihyun terlihat menghembuskan nafas pelan, mengerti akan situasi yang sedang terjadi sekarang. Manik mata jonghyun mengikuti jihyun yang akhirnya duduk dibangku kayu dimana jonghyun tadi duduk.

“Kenapa berdiri? Sini duduk.” Ajak jihyun sambil menepuk ruang kosong disebelahnya. Jonghyun mengangguk dan masih mengusap tengkuknya.

“Hentikan melakukan hal seperti itu lee.” Ucap jihyun.

“Jonghyun, panggil aku jonghyun saja.”

Jihyun menoleh, kemudian mengangguk dan tersenyum kecil.

“Ah. . tempat ini tenang ya.” Ucap jihyun sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Jonghyun hanya mengangguk, mereka berdua menatap kedepan, walaupun disana tidak ada apa-apa tapi ketenangan membuat mereka nyaman.

“Ji.. “

Jihyun menoleh, menatap jonghyun yang menatapnya juga.

“Kenapa kau suka sekali memanggilku seperti itu?” Jonghyun mengernyit, sedikit bingung dengan pertanyaan jihyun.

“Tidak boleh ya?” tanyanya ragu. Jihyun tertawa.

“Tidak.. tidak apa-apa, hanya orang-orang terdekatku yang memanggilku seperti itu.”

“Jinjjayo?” Tanya jonghyun, jihyun mengangguk mantab.

“Kalau begitu… “ ucapan jonghyun terlihat ragu, dia menghentikan ucapannya dan melihat kejihyun. Jihyun mengernyit.

“Kenapa?” tanyanya.

“Aku boleh tidak dekat denganmu?” Jihyun merubah raut wajahnya, bingung dan aneh, dahinya terlihat berkerut karena berpikir.

“Ah maksudku, dekat denganmu artinya begini, teman, maksudku sahabat.”

“Arrasoe jonghyunnie.” Potong jihyun sambil tersenyum. Jonghyun terdiam. “Jonghyunnie” dia suka dipanggil seperti itu dengan orang terdekatnya juga.

“Gomawo.” Ucap jonghyun akhirnya. Jihyun mengangguk mantab.

“Ayo pulang.” Ajak jihyun.

“Eh? Sekarang?”

“Tentu saja. Mau megantarku?” Jonghyun terlihat kaget. Begitu terkejut dengan permintaan jihyun.

“Ayo kajja. “ ucap jihyun sambil menggeret tangan jonghyun. Jonghyun mengikuti jihyun, tangannya masih ditarik paksa oleh jihyun. Detik berikutnya , senyumannya terukir jelas, dia melihat tangannya, dan tangan jihyun terpaut.

 

Disalah sudut halaman belakang, dua orang namja saling memandang dan tersenyum simpul.

“Rencana kita berhasil.” Ucap salah satu namja, dan namja lainnya mengangguk mantab.

 

—END—

 

3 thoughts on “[FF Competition] LOVE

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s