[FF Competition] My Destiny

Title     : My Destiny

Genre  : Romance – Sad Ending

–***–

Kaylee’s pov

 

Aku memandangi langit sore, sambil meminum hot cappucino yang tadi aku beli di kedai Coffe seberang sana. Pandanganku teralihkan saat aku melihat laki-laki yang sedang duduk sambil memainkan gitarnya, laki-laki berpostur tubuh cukup tinggi, kulitnya putih, dan senyumnya yang manis. Aku masih saja terus memandanginya, rasanya tak ada kata bosan meliat wajah itu.

“ada apa?” tanya laki-laki yang sedari tadi sedang aku perhatikan

“eh? Ah ani” dengan cepat aku menggelengkan kepala dan mengalihkan pandanganku. Aku yakin kini semburat merah telah berada di pipiku.

Itulah saat pertemuan pertama kami, Lee Jong Hyun itu nama laki-laki yang sudah menarik perhatianku saat pertama kali kita bertemu di Sungai Han.

Semakin hari aku semakin dekat dengannya, aku pikir dia adalah orang yang dingin, namun ternyata dia adalah sosok laki-laki yang sangat baik. Ketampanan wajahnya 100% sama seperti hatinya. Dan entahlah rasa nyaman itu kini mulai muncul.

–**–

 

Aku terkejut saat tiba-tiba mataku ditutup oleh tangan yang tidak aku ketahui, dan aku dapat merasakan wangi mint, wangi khas Jonghyun.

“Jonghyun lepas aku tidak bisa melihat” seruku sambil mencoba melepaskan tangan orang yang aku tebak dia adalah Jonghyun

“waah kau sangat hebat kaylee-ssi, kau bahkan tau kalau itu aku” Jonghyun melepaskan, dan ia langsung segera duduk disampingku

“sudah pasti itu kau, dasar Jonghyun pabo!”

“yaa apa yang kau bilang barusan?”

“Jonghyun pabo! Jonghyun pabo!”

“sudah kubilangkan kau harus memanggilku oppa! Aku ini lebih tua 1 tahun darimu”

Jonghyun menarik hidungku, “yaa lepaskan!” teriakku

shireo! Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memanggilku oppa!”

Aku hanya bisa menahan tawaku saat Jonghyun bicara seperti itu, “baiklah, Jonghyun oppa lepaskan aku”

Jonghyun akhirnya melepaskan tangannya, ia tersenyum. Dan sungguh aku sangat menyukai senyum itu, senyum yang selalu membuat hatiku berdebar tidak karuan, senyum yang selalu menenangkan hatiku.

“pakailah, aku tidak mau kau sakit” Jonghyun tiba-tiba saja melepas jaket dan memberikannya padaku

gomawo

Jonghyun kini sibuk mengatur kunci gitarnya, dia mulai memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu kesukaannya My Love.

“Jonghyun oppa, ajarkan aku bermain gitar” ucapku

Ia memberikan gitarnya padaku, dan mengajariku mengenai kunci-kunci gitar. Sangat menyenangkan, jujur saja aku memang sangat ingin bisa bermain gitar. Ini adalah moment yang sangat romantis, bukan?

–***–

Hari ini aku mengajak Jonghyun ke Namsan Tower, tempat yang sangat ingin aku kunjungi bersama orang yang kuncintai. Namun sampai saat ini hubungan kita masih hanya sebatas teman, mungkin dia tidak suka denganku? Entahlah aku berharap ada keajaiban di hari ini.

chuwo” ucapku sambil terus menggosok-gosokan kedua telapak tanganku

aigoo kau ini senang sekali memberi kode” Jonghyun terkekeh

“yaa apa maksudmu? Aku tidak memberimu kode. Aku hanya merasa dingin” akupun mengerucutkan bibirku. Sungguh menyebalkan bisa-bisanya dia bilang kalau itu adalah kode, kalaupun itu kode dia tidak peka kan?tch. batinku

Aku pun memutuskan untuk jalan terlebih dulu, namun tiba-tiba saja Jonghyun memelukku dari belakang.

“apa masih terasa dingin? Sudahlah kalau kau ingin aku peluk, jangan beri kode-kode seperti itu, udah basi” Jonghyun terkekeh “kajja” ia lalu sekarang merangkulku

Lagi-lagi Jonghyun membuat jantungku berdebar hebat, hanya dia yang bisa membuatku seperti ini. Rasanya aku ingin terus tersenyum malam ini. Tiba-tiba saja langkahku terhenti, dadaku terasa sesak, sakit sekali.

“kaylee-ah gwenchana?” Jonghyun tampak khawatir

“hm, gwenchanyo” ucapku yang mencoba sebisa mungkin tersenyum didepan Jonghyun, tanpa aku sadari darah mengalir dari hidungku

Jonghyun dengan terburu-buru mengambil sapu tangan yang berada di dalam kantongnya, “kaylee-ah kau sakit? Kenapa kau tidak bilang padaku? Huh?” Jonghyun langsung menghapus darah yang berada dihidungku

ani, aniyo aku tidak sakit. Oppa kajja, aku ingin ke tempat love lock itu”

“sebaiknya kita pulang saja, aku tidak mau kau kenapa-napa”

kajja” aku masih bersikeras untuk pergi kesana, akupun langsung menggandeng Jonghyun untuk jalan mengikutiku. Namun tiba-tiba kepalaku terasa sangat pusing, tubuhku lemas dan aku merasa terjatuh begitu saja

“kaylee” teriak Jonghyun. Kini aku merasa sedang berada dalam pelukan Jonghyun, ya dia menggendongku sambil terus berlari kearah parkiran. Aku dapat merasakan detakan jantungnya dan deru napasnya yang mengebu-gebu.

“kaylee-ah bertahanlah” ucapnya lagi, dan itu yang terakhir aku dengar

–***–

 

Aku membuka mataku, melihat ke sekeliling ruangan yang asing bagiku. Ini bukan kamarku, melainkan ini adalah kamar rumah sakit. Aku melihat Jonghyun duduk disampingku sambil menggengam erat tanganku.

“kaylee akhirnya kau sadar” Suara Jonghyun memecah keheningan

“Jonghyun oppa kenapa aku berada disini?” tanyaku begitu sadar tangan kiriku kini di infus

Jonghyun menghela napas, “kemarin kau pingsan. Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sakit?”

mianhae, aku hanya merasa sedikit lelah saja”

“dokter tadi memeriksamu nanti siang hasilnya akan keluar. oh, kaylee-ah tadi aku juga menelepon eomma-mu”

“kenapa kau beritahu eomma? Dia pasti akan sangat khawatir”

eomma mu harus tau, dia bilang akan tiba di seoul sekitar jam 10 nanti. Ah iya appaku juga akan datang nanti, aku ingin mengenalkan kau dengannya”

appamu akan datang? Aishh kenapa harus di rumah sakit seperti ini”

Jonghyun hanya terkekeh, aku hanya bisa teridam. Tepat pukul 10.00 KST, eomma datang dengan wajah yang cukup panik, sepertinya ia habis menangis.

eomma” panggilku saat dia baru saja masuk kedalam kamar, ia langusng memelukku “gwenchana, aku hanya kelelahan saja” ucapku mencoba menenangkan eomma yang kini menangis

“Kalyee kau istirahatlah yang cukup, eomma tidak mau kalau kau sampai sakit” Ucapnya

annyeonghaseyo omonim, Lee Jong Hyun imnida” sapa Jonghyun

Eomma tampak terkejut, “Lee.. Lee Jong Hyun?” suaranya sedikit bergetar

“ne”

“Jonghyun..”

eomma wae? Dia teman dekatku, yang sering aku ceritakan itu” ucapku. Aku melihat eomma masih terus memperhatikan wajah Jonghyun lekat-lekat, dan tiba-tiba pintu kamar terbuka. Serentak kami semua melihat kearah orang yang masuk.

appa” Ucap Jonghyun begitu sosok laki-laki paruh baya masuk ke dalam kamarku

“Lee Hae Joon-ssi

“Nana-ssi

Aku bertukar pandang dengan Jonghyun, eommaku dan appanya saling mengenal?

appa, kalian sudah saling kenal?” tanya Jonghyun begitu melihat keganjalan diantara mereka berdua yang sama-sama mengetahui nama masing-masing

“Jonghyun gadis yang kau cintai itu..” appanya berhenti berbicara dan kini melihat ke arahku

Jonghyun mengangguk, “hm, kaylee”

Eomma kini juga menatapku, aku benar-benar merasa sangat bingung. Ada apa sebenarnya? Aku sungguh tidak mengerti

“Hae Joon-ssi, apa dia Lee Jong Hyun?” tanya Eomma dengan suara yang melemah. Aku melihat lelaki paruh baya itu mengangguk, “Jonghyun-a” panggil eomma lirih, membuat aku menjadi semakin bingung dan tidak mengerti

“Jonghyun, dia itu eomma-mu, dan itu Ji Hyun adikmu” ucap lelaki paruh baya itu

“Kaylee, Jonghyun itu oppamu” ucap eomma yang benar-benar serasa menusuk hatiku. Mataku kini sudah mulai berkaca-kaca. Sakit sangat sakit rasanya, orang yang selama ini aku cari kini ada dihadapanku dan ternyata dia adalah Jonghyun orang yang aku cintai.

mwo?” Jonghyun tampak tidak percaya, matanya kini mulai berkaca-kaca, “kaylee, kau Lee Ji Hyun?” tanyanya dengan suara yang bergetar

“o..oppa, kau oppaku?” tanyaku yang sudah tidak sanggup menahan air mataku

“ka..kaylee” Jonghyun menundukan kepalanya, aku melihat dengan sangat jelas dia kini menangis, ia langsung pergi keluar dengan cepat

Orang yang aku cintai adalah oppaku? Ottokhae?

–***–

 

“Ji Hyun kau harus banyak beristirahat” kata dokter Shin yang baru saja memeriksa kondisiku. Aku hanya membalsanya dengan tersenyum dan mengangguk pelan

“kau keluarganya?” tanya doketer Shin ke arah Jonghyun, ya memang hanya ada Jonghyun diruangan ini

“hm, aku oppanya” jawab Jonghyun, entahlah aku merasa agak sedikit canggung mendengar kalau Jonghyun adalah oppaku, karena sejujurnya aku mengharapkan Jonghyun menjadi pendamping hidupku kelak.

Dokter Shin mengajak Jonghyun menjauh dari tempat tidurku, aku menjadi penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan

“Ji Hyun, dia sakit parah” ucap dokter Shin yang terdengar di telingaku “dia terkena leukemia  dan sudah stadium akhir”

mwo? Leukemia?” Jonghyun sangat terkejut, tubuhnya lemas dia benar-benar tidak bisa ngomong apapun sekarang

Leukemia stadium akhir? Hatiku terasa sangat perih mendengarnya, ya aku mendengarnya. Aku yakin penyakitku ini sudah sangat parah dan mungkin hidupku hanya tinggal menghitung hari saja. Dadaku serasa sesak, sulit sekali untuk bernapas rasanya hidupku benar-benar akan hancur sebentar lagi. Aku dengan cepat menghapus air mataku dan pura-pura tidur, aku tidak ingin melihat Jonghyun sedih.

“kaylee-ah kau sudah tidur?” ucap Jonghyun, aku mendengarnya namun aku tetap memejamkan mataku. Jonghyun terdiam cukup lama, aku merasakan kini tangannya menggenggam erat tanganku. “kaylee-ah kenapa kau tidak pernah bilang kalau kau sakit separah ini? Tadi dokter bilang hidupmu hanya sebentar lagi, tolong bilang padaku kalau dokter Shin itu berbohong. Kau pasti akan sembuh, aku yakin kau akan sembuh. Kau masih ingin terus bersamaku kan? Kau akan terus menjadi adikku kan? Kaylee-ah nan saranghaeyo jeongmal” bisik Jonghyun, tanpa sengaja air matanya jatuh begitu saja, ia kini mengecup keningku dengan lembut aku dapat merasakan ketulusannya

–***–

 

Sudah dua hari semenjak aku tau penyakitku yang sesungguhnya. Kini aku merasa tubuhku semakin lemas, rasa nyeri itu sering kali aku rasakan.

oppa pasti aku akan sangat merindukan suaramu yang merdu itu” ucapku yang kini sedang asik mendengarkan Jonghyun bernyanyi dengan gitarnya

“kaylee-ah apa maksudmu? Setiap hari aku akan nyanyikan lagu apapun untukmu” jawab Jonghyun dengan senyumannya. Senyuman yang sudah pasti akan sangat aku rindukan, jika aku sudah tidak lagi berada di sisinya

oppa aku bosan, aku ingin ke sungai Han”

“tapi kau masih sakit, nanti kalau sudah sembuh kita kesana ya”

“aku mau sekarang, oppa jebal

Jonghyun mengangguk, aku langsung tersenyum. Walaupun aku merasa sangat lemas hari ini tapi aku merasa sangat senang karena aku kini berada di sungai Han, dimana ini adalah tempat pertemuan pertamaku dengan orang yang aku cintai, oppaku Lee Jong Hyun.

Jonghyun memakaikan jaket tebalnya ke tubuhku, “aku sangat merindukan tempat ini” lanjutnya

“hm, oppa aku ingin kau cepat punya pacar, biar nanti kau tidak merasa kesepian” ucapku

Jonghyun terkekeh, “apa maksudmu? huh? aku tidak akan pernah merasa kesepian kalau kau ada disampingku”

“tidak selamanya aku akan berada disampingmu. Oppa kau adalah oppaku, aku sungguh tidak percaya mempunyai oppa sepertimu” aku tertawa kecil, “oppa apa aku boleh minta 1 permintaan?”

“apa?”

“tolong jaga eomma dan appa, kalau nanti aku tiba-tiba pergi aku tidak mau kalian sedih dan bilang ke mereka kalau aku sangat mencintainya, aku sangat bahagia mempunyai keluarga yang utuh sekarang, aku sangat bahagia mempunyai oppa yang baik dan sangat tampan sepertimu” ucapku sambil menahan tangisku, aku mencoba untuk tersenyum walaupun itu terasa sangat sulit

“kaylee-ah” jawab Jonghyun lirih. Namun dia tersenyum, aku yakin itu senyum yang dipaksakan

Aku memeluk erat tubuh Jonghyun, entah aku sangat takut kalau ini akan menjadi pelukan terakhirku. Aku sangat tidak ingin melepaskan pelukanku ini, rasanya sangat hangat dan nyaman.

oppa ayo kita pulang” ucapku setelah puas memeluk Jonghyun “aku merasa sangat lelah. Oppa gendong aku sampai ke mobil ya”

Aku merasa sangat bahagia sekarang. Aku kini berada diatas punggung Jonghyun, akupun merangkul Jonghyun dengan sangat erat. “oppa gomawo” ucapku dengan nada berbisik

Kini mobil Jonghyun sudah mulai berjalan menuju rumah sakit, aku benar-benar merasa bahagia sekarang. Kepalaku tiba-tiba saja pusing, dadaku terasa sangat sakit. “oppa aku lelah, sangat lelah”

“kau istirahat saja, nanti aku akan beritahu kalau sudah sampai” Jonghyun yang sedang menyetir kini menatapku dengan wajah khawatir, ia mengelus puncak kepalaku pelan

“hm” aku tersenyum, kini aku memejamkan mataku. Berharap rasa sakitku segera hilang, aku benar-benar tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit ini.

Oppa gomawo, aku sudah benar-benar merasa bahagia. Aku tidak kuat, sungguh. Rasa sakit ini selalu saja muncul. Aku sudah menahannya, namun aku benar-benar tidak kuat sekarang.

–***–

Jonghyun pov

 

“kaylee kita sudah sampai” aku membangunkan Kaylee yang sudah tertidur pulas, namun tidak ada respon. Aku memegang tangannya yang kini sudah sangat dingin, wajahnya sangat pucat “kaylee adikku, aku akan menepati janjiku untuk menjaga eomma dan appa. Tidurlah yang tenang” suaraku kini melemah, “aku mencintaimu” tanpa kusadari sebulir air mata sudah membasahi pipiku. Akupun mengecup keningnya untuk yang terakhir kalinya.

Aku menggendong Kaylee lagi sampai ke ruang perawatan, disana sudah ada eomma dan appa yang sedang menunggu kedatangan kami. Setelah membaringkan Kaylee ditempat tidurnya, aku langsung memeluk erat kedua orangtuaku, “eomma appa, kalian jangan sedih. Aku akan menjaga kalian. Itulah pesan terakhir kaylee” bisikku dengan suara isak tangis yang sudah tidak bisa tertahan lagi.

Mungkin inilah takdir, takdir yang tidak dapat dirubah oleh siapa pun. Kaylee semoga kau tenang disana. Aku sudah mengikhlaskanmu untuk pergi sekarang.

 

–THE END–

5 thoughts on “[FF Competition] My Destiny

  1. Ternyata jonghyun dan kaylee itu saudara, kok mereka gak tau yah kalo mereka saudaraan? Sedih ceritanya kayleenya meninggal

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s