[FF Competition] Only You, Forever

Only You, Forever

Genre : Romance-Family-Happy Ending

=0o0=

 

Aiko tersenyum melihat foto ke empat pria yang kini bertebaran di media sosial. Mulai dari keberangkatan mereka ke LA sampai mereka kembali pulang ke Korea. Semuanya terlalu mempesona bagi gadis itu, terutama pria bertubuh tinggi dengan wajah tirusnya.  Entah kenapa setiap melihat pria itu Aiko tidak pernah berhenti untuk tidak hanyut dalam pesona yang dimilikinya. Oh ayolah. Ini bukan karena pria itu adalah suaminya. Bukan! Walaupun hal itu tentu saja merupakan salah satu alasannya. Baginya pria tinggi itu bahkan sudah sangat mempesona di matanya sejak mereka belum menikah. Pria itu sangat mempesona sejak mereka kecil. Bahkan gadis itu dengan polosnya ingin pria itu menjadi suaminya setelah ia tumbuh menjadi dewasa suatu saat nanti.

Wajah gadis itu kembali memperlihatkan senyumnya ketika melihat baju yang dikenakan suaminya saat pria itu berangkat ke LA. Baju dengan gambar Heart Broken yang menurutnya sangat lucu, tapi tidak dengan pria itu. Jung Shin tidak menyukainya, karena baginya hatinya tidak seperti itu. Itu membuatnya harus mati-matian memaksa pria itu memakainya, dan pada akhirnya ia berhasil. Jung Shin mau memakai baju pilihannya walaupun dengan wajah terpaksa.

Ingatan gadis itu kembali melayang saat mereka masih sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar. Kenangan yang tidak akan mungkin dilupakannya karena itu adalah satu-satunya cita-cita yang terus dikejarnya dengan penuh semangat.

Flashback

Hamparan padang rumput terlihat masih menghijau. Kupu-kupu dan beberapa capung terbang ke sana-kemari menghampiri bunga berwarna-warni yang terlihat mulai mekar. Saat itu memang musim semi. Musim semi terindah bagi seorang gadis yang kini tengah terbaring di atas padang rumput tepat di sebelah pria bertubuh terlalu tinggi untuk anak kecil seumurannya.

Gadis itu tersenyum ketika melihat pria yang tengah berbaring di sebelahnya tengah memejamkan matanya. Merasakan hembusan angin musim semi yang sangat sejuk.

“Giraffe!” panggil gadis itu pelan. Ia tahu pria itu pasti mendengar sepelan apapun ia memanggilnya.

“Hm… waeyo Duck?”

“Yya! Kenapa kau selalu memanggilku Duck eoh? Aku bukan bebek Lee Jung Shin!” gadis itu berteriak kesal ketika pria itu lagi-lagi memangggilnya Duck. Yang benar saja!! Apa wajahnya seperti bebek sampai ia harus menerima panggilan seperti itu?   

Jung Shin segera menarik tangan gadis itu untuk kembali berbaring di sebelahnya. “Memangnya kenapa? Apa memanggilmu seperti itu harus ada alasannya?” tanyanya dengan mata yang terfokus pada satu titik, yakni wajah gadis kecil di sampingnya.

“Tentu saja. Sama halnya dengan aku memanggilmu Giraffe. Aku punya alasan kenapa aku memanggilmu seperti itu. Itu karena tubuhmu yang menjulang tinggi ke atas seperti Giraffe. Tapi apa-apaan kau memanggilku Duck? Itu tidak beralasan Lee Jung Shin.”

Jung Shin tersenyum mendengar ocehan panjang lebar dari gadis di sampingnya itu. Ia segera memiringkan tubuhnya melihat gadis yang saat ini juga tengah menatapnya. Ia menyukai mata itu. Mata gadis yang kini tengah menatapnya demgan wajah tulus anak kecilnya.

“Kau ingin tahu alasanku kenapa aku memanggilmu Duck?” gadis itu mengangguk dengan wajah polosnya. “Karena bibirmu seperti bebek saat kau cemberut Aiko. Kau seperti Desy Duck, apa kau tidak tahu itu?” ujarnya sambil tertawa keras.

Ia bahagia karena berhasil membuat aiko, sahabatnya itu kesal. Hal yang selalu menjadi kesukaannya sejak mereka menjadi tetangga beberapa tahun yang lalu. Ia masih ingat saat gadis kecil itu datang ke rumahnya bersama kedua orang tuanya untuk memperkenalkan diri sebagai tetangga barunya. Gadis itu terlihat sangat cantik di matanya. Seperti putri-putri dari negeri dongeng. Gadis itu mengenakan dress berwarna putih dengan bando yang juga berwana sama di atas kepalanya. Sejak saat itu ia bertekad akan menjadikan gadis itu miliknya. Sebuah tekad yang terlalu berlebihan untuk anak kecil seumurannya. Anak kecil yang bahkan belum menginjak remaja dan belum mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya.

“Kalau aku Desy Duck, berarti kau Donald Duck. Pasangan Desy kan Donal jadi kau harus mau aku panggil Donald Duck arraseo!” balas Aiko cepat.

“Kenapa aku harus mau? Bukankah kita bukan pasangan?”

“Ye?” wajah gadis kecil itu langsung memerah mendengar apa yang dikatakan Jung Shin. Bagaimana mungkin ia mengatakan hal bodoh seperti itu saat mereka bahkan bukan pasangan? Tapi memangnya harus pasangan saja yang memiliki julukan yang sama? Mereka juga kan pasangan, karena selalu kemana-mana bersama.

Jung Shin kembali membaringkan tubuhnya, mendongak menatap langit senja yang berwarna orange. Tangannya terangkat mencoba meraih gumpalan awan putih yang perlahan bergerak beriringan terkena hembusan angin. Pria itu kembali menoleh, menatap gadis di sampingnya yang juga tengah menatap langit senja.

“Aiko-ya,” panggil pria itu pelan.

“Ye?”

“Apa yang akan kau lakukan saat dewasa nanti? Maksudku apa cita-citamu?” ujarnya cepat.

Gadis itu menghela napas, tersenyum beberapa saat mengingat apa yang akan dilakukannya saat ia besar nanti. Dulu…. ada banyak hal yang ingin dilakukannya saat ia dewasa. Tapi entah sejak  kapan keinginan itu perlahan menghilang, tergantikan oleh keinginan lainnya. Keinginan untuk selalu berada di samping Jung Shin. Berbaring dan berbicara dengannya sama seperti saat ini.

“Kenapa kau diam? Apa kau tidak memiliki keinginan yang akan kau lakukan saat dewasa nanti?”

“Ani,” gadis itu menggeleng pelan, berpikir sesaat sebelum melanjutkan ucapannya. “Aku ingin jadi pemain basket,” jawabnya pelan. Wajah gadis itu sontak memerah karena apa yang baru saja diucapkannya. Ia punya alasan kenapa melakukan hal itu. Ia ingin selalu bersama Jung Shin karena itu ia ingin menjadi pemain basket. Pria itu memang menyukai basket dan bercita-cita menjadi pemain basket karena itu Aiko ingin menjdi pemain basket juga, sama seperti Jung Shin.

“Bagaimana mungkin kau bisa menjadi pemain basket kalau dengan bola saja kau takut?” bantah Jung Shin.

“Hhmm… kalau begitu aku ingin menjadi pemain musik saja. Bukankah kau suka musik? Aku ingin mnjadi pemain musik juga. Masuk label rekamanan dan menjadi artis. Dengan begitu kita bisa terus bersama, bukankah itu menyenangkan?”

“Kau bahkan tidak bisa bermain musik bagaimana kau bisa jadi artis?” sanggah Jung Shin.

“Aku bisa belajar.”

“Aku tidak yakin kau akan bertahan. Kau itu bukan gadis yang akan bertahan melakukan sesuatu yang tidak kau sukai.”

“Tapi aku menyukainya selama kau ada disana… aku menyukainya,” ucapnya lirih. Gadis itu menelan ludahnya setelah mengatakan kalimat memalukan seperti itu. Apa itu artinya ia sudah mengatakan perasaanya pada Jung Shin? Tapi bagaimana kalau pria itu hanya menganggapnya sebagai gadis kecil? Iya… walaupun hal itu memang benar. Ia hanya gadis kecil yang terlalu dini merasakan jatuh cinta. “Lalu apa cita-citamu?” tanya Aiko saat pria itu hanya diam tidak merespon ucapannya.

Jung Shin menghela napas panjang, kemudian membuka mulutnya mengeluarkan suaranya. “Aku ingin menjadi pria dewasa, pekerja keras, dan menjadi suami yang akan membahagiakan istrinya sama seperti yang appa lakukan pada eomma dan menjadi ayah yang baik seperti appa. Aku ingin seperti itu. Menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarganya”

“Apa itu artinya kau akan menikah suatu saat nanti?”

Jung Shin tersenyum melihat raut wajah sedih yang saat ini tersirat dari wajah cantik gadis di sampingnya. “Tentu saja. Setiap orang pasti akan menikah. Dan saat aku dewasa nanti aku akan menikah dan mempunyai keluarga sama seperti appa dan eomma. Memangnya kau tidak ingin menikah?”

“Entahlah aku tidak tahu,” lirih Aiko pelan. Sejujurnya ia kecewa mendengar cita-cita Jung Shin. Menikah katanya? Apakah itu berarti pria itu akan menikah dengan gadis lain? Ah… kenapa ia ingin menangis sekarang? Dasar bodoh.

“Jadi kau belum tahu apa yang ingin kau lakukan saat dewasa nanti?”

“Ne,” gadis itu mengangguk pelan. Ia memang tidak tahu apa yang ingin dilakukannya. Yang ada dipikirannya hanya bagaimana caranya bisa terus bersama Jung Shin selamanya.

 “Aku tidak bisa melakukan apapun dengan benar. Aku tidak bisa olahraga, bermain musik dan apa yang biasa dilakukan gadis-gadis lainnya. Jadi aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan saat dewasa nanti,” gadis mendesah pelan. Setidaknya itulah dirasakannya selama ini. Ia memang tidak pandai dalam segala hal karena itu ia ingin selalu bersama Jung Shin, tapi sepertinya itu tidak mungkin. Jung Shin adalah pria yang bisa melakukan segalanya dan pria itu tidak mungkin selalu menemaninya nanti seperti sekarang.

“Kalau begitu persiapkan dirimu menjadi istriku.” jawab Jung Shin cepat.

“Ye?” Aiko bangun dari tidurnya, menatap Jung Shin yang tengah tersenyum padanya. “Kau bilang apa tadi?” tanyanya memastikan.

Jung Shin bangun dari tidurnya, memegang kedua bahu Aiko lembut. “Aku bilang persiapkan dirimu menjadi istriku… Lee Aiko. Mulai sekarang biasakan dirimu dengan nama itu karena suatu saat nanti kau akan menyandang marga itu di depan namamu dan sebelum waktu itu tiba persiapkan dirimu menjadi istriku. Menjadi istri seorang Lee Jung Shin.”

Flashback end

Gadis itu tersenyum, mengigit bibirnya ketika mengingat kenangannya bersama Jung Shin. Pria itu memang selalu saja membuatnya tidak bisa jauh darinya. Sama seperti hari ini. Sejak pria itu pergi ke LA ia selalu saja merindukannya.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

“Omoo!!!” gadis itu terlonjak kaget, terjatuh dari kursinya ketika mendengar sebuah suara terdengar di belakangnya. “Appo!!” sungutnya sambil mengelus bokongnya yang mendarat mulus di lantai.

“Gwenchana?” tanyanya khawatir, tangannya terulur membantu Aiko bangun dari lantai. “Apa yang kau lakukan sampai tidak menyadari kedatanganku eoh?”

“Kapan kau pulang? Bukankah kau bilang akan makan bersama dengan yang lain dulu?”

“Aku hanya ingin memberikanmu kejutan. Jadi sekarang katakan padaku apa yang kau lakukan sampai seperti itu?” tanya Jung Shin.

“Aniyo hanya sedang melihat-lihat foto saja,” elak Aiko. Ia tidak mau kalau Jung Shin tahu apa yang sedang dipikirkannya barusan. “Apa kau sudah makan?” Jung Shin mengangguk. “Kalau begitu kau mandi dulu ne. Setelah itu istirahat.”

“Baiklah ku mandi dulu ne.” Jung Shin mengecup bibir Aiko sekilas dan berjalan ke kamar mandi.

=0o0=

Jung Shin melangkah menuju ranjangnya, mendapati Aiko sudah duduk menunggunya. Pria itu menyibakkan selimut, merangkak naik ke atas ranjang dan membaringkan kepalanya di paha istrinya.

“Wae? Kenapa kau memandangku seperti itu?” tanya Aiko saat mata tajam Jung Shin terarah padanya.

“Aku ingin merekam wajahmu, memenuhi memori otakku yang hampir kosong karena kehilangan wajahmu selama dua hari ini. Aku merindukanmu Aiko-ya.”

“Nado,” balas Aiko. Saat ini ia memang merindukan pria itu, sangat. Tangannya perlahan membelai rambut Jung Shin, membuat pria itu kini perlahan memejamkan matanya. Ia tahu Jung Shin menyukainya karena itu ia selalu menyempatkan diri untuk membelai kepala pria itu setiap kali mereka bersama, seperti saat ini. “Bagaimana perjalananmu? Apa konsernya lancar?”

“Semuanya lancar. Dan itu tidak lepas dari doamu. Gumawo ne,” Jung Shin meraih tengan Aiko, mengecup tangan gadis itu dengan bibirnya. “Aiko-ya,” panggilnya lirih.

“Hhmm,” tangan gadis itu kembali mengelus kepala Jung Shin dengan lembut, membuat Jung Shin memejamkan matanya, begitu menikmati.

“Terima kasih.”

“Untuk apa?”

“Karena telah bersedia menjadi istriku,” jawabnya pelan. Pria itu mengangkat tangannya, meraba pipi Aiko yang selalu terasa hangat saat rona merah itu keluar setiap kali ia menyentuhnya. Itu salah satu yang disukainya dari gadis itu. Gadis itu selalu merona setiap kali ia menyentuhnya. Hanya ia yang membuat Aiko seperti itu, bukan pria lain.

“Kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu?”

“Kau ingat saat aku mengatakan akan meninggalkanmu kalau kau yang memintanya?” Aiko mengangguk. “Ternyata aku tidak bisa Aiko. Aku tidak bisa kau pergi dari sisiku walaupun kau memintaku meninggalkanmu. Tidak bertemu denganmu saja membuatku tidak bisa melakukan apapun dengan benar. Bagaimana kalau kau tidak di sampingku? Aku pasti akan gila. Gila karena tidak melihatmu berada di sisiku seperti ini.”

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau memintamu meninggalkanku. Aku sudah pernah bilang bukan, bagiku kau itu seperti oksigen yang akan selalu kubutuhkan. Dan kau tahu seperti apa kalau manusia tanpa oksigen? Mereka akan mati secara perlahan. Begitu juga denganku. Mungkin aku akan mati kalau kau meninggalkanku.”

Jung Shin mengangkat kepalanya, menatap Aiko yang saat ini terlihat akan menangis. Iya Tuhan. Apa ia menyakiti gadisnya? Kenapa ia begitu jahat sampai membuat gadis itu menangis? “Uljima,” pria itu meriah tubuh mungil Aiko ke dalam pelukannya, mencium puncak kepala gadis itu berkali-kali. “Mianhae karena membuatmu menangis. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu. Saranghae Aiko-ya.” ucap Jung Shin.

“Aku tahu. Aku tahu kau mencintaiku, tapi setiap kali membayangkan kau akan meninggalkanku membuatku merasa sangat sedih. Aku—”

“Sstt… “ Jung Shin menutup bibir Aiko dengan tangannya. “Percayalah padaku aku tidak akan meninggalkanmu. Bagiku kau adalah masa depan, takdir dan tujuan hidupku Lee Aiko. Jadi jangan menangis lagi karena hati ini terasa sangat sakit saat melihatmu seperti ini. Aku mencintaimu Aiko. Tetaplah menjadi istriku dan mendampingku selamanya.”

“Aku akan mendampingmu dan akan selalu bersamamu seperti janji kita di depan Tuhan saat itu.”

“Akan selalu bersama dalam suka maupun duka sampai maut memisahkan.” ucap keduanya bersamaan. Jung Shin kembali merengkuh tubuh mungil Aiko ke dalam pelukannya. Memeluk tubuh mungil istrinya dengan penuh haru. Baginya, Aiko adalah segalanya dan dia tidak mau kehilangan gadis itu, tidak saat gadis itu adalah sumber kebahagiaannya.

END

 

40 thoughts on “[FF Competition] Only You, Forever

  1. Oh so sweet…. ^_^
    Jung shin dan aiko saling melengakapi dan saling membutuhkan satu sama lain^^ Pemilihan katanya sangat indah Author. Fighting!! :’)

  2. untuk ukuran ff oneshot, cerita dan alur cukup jelas dan rapi. Other cast tdk byk sehingga menjadikan cerita fokus pada main castnya. Pemilihan kata2nya jg gampang dimengerti

  3. Jungko couple selalu bikin aq envy,,kalian sweeeeeett bnget..
    Aiko emng yeoja yg beruntung karena memiki namja seperti Lee Jungshin🙂
    Keren eonn ff nya,aq suka
    D tunggu karya lainnya
    Semoga menang eonn,,fighting
    Saranghae♥

  4. Semoga menang, di pertandingan ff……amiiinnn……dan kurasa kalian berdua…memang tak bisa dipisahkan didunia ff….klu nyata…..Tuhan yg menentukan..hehehe…author sekali lagi semoga menang..dan jaya….terimakasih author….

  5. ya ampun eonni ini sumph so sweet.bgt bgt bgt gak tau apa alasnnya tpi kyany aku mkin suka sm jungko couple tpi mungkin krna ke so sweetan couple ini dh pokony ku suk daebk neomul neomul neomul debk (y)
    gomawo buat ffnya….

  6. Ahhh maniss banget sih jung shin sama aiko, romantis plus mampu menerima kekurangan & kelebihan pasangannya, ih jadi ngenvy deh ^^
    Cerita sederhana dari sahabat jadi cinta tapi punya banyak makna ({})
    Kata”nya bikin lumerr hati ku eon😀 jadi berasa ikut dalam ceritanya
    Ditunggu karya” menakjubkan lainnya, fighting!!😉

  7. ff yg romantis sungguh jd makin berandai andai kata2 yg dpakai sangat bagus dan mudah dpahami….os nya dsni simple dan gak ribet…castnya jg tidak terlalu banyak jd fokus sm main cast nya

  8. aduh rmntsnya crtnya,smple jdi bkin hti pngen ikutn jg ada dlm crtnya hehe krn tuch crtnya bner2 ada bnyk yg nglamin jga mga mnang ya bwt aiko smngat

  9. Omo! knp seorang lee jung shin bisa se-romance itu eoh.?
    aku mau… aku mau sm lee jung shin dong.. huaaa~
    iri iri iri sm aiko’y disana dia pasti suangaaatttttt bahagia suka suka suka :

  10. Nice story thor ..ƍäª >:/ ad ada konflik ƍäª >:/ banyak karakter jadi kita fokus pada dua tokoh utama ҋӯά..
    Jungko couple always romantic .
    Waiting for another ff..

  11. ikhh so sweet bnget sih😀
    aku jdi iri😀 pngen dpat yg kyak jungshin jga ah.. hehee

    ceritax aku suka, romantis, lucu, pkokx daebak dech😉

  12. Ff nya keren
    Jungshin Aiko adalah pasangan yg romantis,,,,saling melengkapi satu sama lain
    Moga ff ini bisa menang

  13. Annyeong.. Sebenernya aku jd malu sendiri baca ff ini.. Inget 1st love aku.. Dr sahabat jd cinta, walopun akhirnya aku mau nikahnya sama orang lain. Hahahaha

    Balik ke komen buat ffnya.. Menurut aku sekalipun susah bikin os 2000 words, tp ff ini udah pas.. Karna fokus di 1 couple.. Romancenya jg tetep kerasa.. Aku suka deh pokonya.. Isi ceritanya ga abal2 soalnya..

    Semoga menang ya lombanya…

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s