[FF Competition] The Language of Flowers

Judul FF        : The Language of Flowers

Genre             : Romance-Friendship, Happy Ending

 

Klinting

Suara bel yang terpasang diatas pintu masuk toko itu berbunyi menandakan ada seseorang yang berkunjung ke toko bunga tersebut.

“Yonghwa oppa, selamat pagi,” sapa seseorang dari meja kasir yang tepat berhadapan dengan pintu masuk yang dimasuki oleh seorang namja yang berpakaian khas pegawai kantoran tapi tanpa dasi melingkari lehernya dengan jas hitam yang didalamnya kemeja putih yang sengaja dibuka dua kancingnya dan celana panjang yang membalut kakinya. Penampilannya dijamin akan menundukan hati banyak wanita yang melihatnya.

“Pagi Minji-ah,” sapa namja yang dipanggil Yonghwa itu sambil menampilkan senyumnya.

“Biar ku tebak 11 tangkai bunga mawar merah dan putih seperti biasa,” kata Minji sambil tersenyum dan berjalan keluar dari meja kasir untuk mengambil sebuah buket bunga mawar dan putih yang sudah disiapkannya dari pagi untuk pelanggan setianya. Yonghwa sudah menjadi pelanggan setia di toko bunga yang didirikan keluarganya bahkan sejak dia masih duduk di Junior High School.

Yonghwa tersenyum mendengar perkataan Minji, “Hahahaha, tidak. Hari ini aku tidak berniat membeli mawar Minji-ah.”

Yonghwa mengedarkan pandangannya seluruh ruangan yang dihiasi oleh berbagai jenis bunga yang tertata dengan indah di toko tersebut.

“Tumben sekali,” kata Minji sambil mengerutkan keningnya.

Well, sebenarnya aku ingin memberi sesuatu yang berbeda hari ini untuk Hana,”kata Yonghwa mengembalikan pandangannya ke Minji yang masih memasang wajah bingung.

“Hari ini anniversary pernikahan kami yang ke 5 dan aku hmm ingin memberi sesuatu yang special untuknya,” lanjut Yonghwa sambil menggaruk pelan kepalanya yang tidak gatal tapi senyum tidak lepas dari wajahnya.

Jinjjayo(benarkah)?” Tanya Minji agak kaget.

“Iya, Minji-ah.”

“Wah selamat oppa,” kata Minji sambil tersenyum senang dan menyalami Yonghwa.

Gomawo(Terima kasih) Minji-ah, jadi bisa kau bantu aku untuk memilih bunga yang sangat special untuknya?” Tanya Yonghwa melihat Minji.

“Tanpa oppa minta pun aku pasti akan membantu. Aku kan fans setia kalian berdua sejak High School,” bangga Minji.

Yonghwa tertawa pelan mendengar perkataan Minji, “kau bisa saja, kami bukan artis sampai kau menjadi fans kami Minji-ah.”

“Walau kalian bukan artis, tapi aku tetap akan menjadi fans kalian. Aku bahkan masih ingat waktu aku baru masuk ke sekolah yang sama dengan oppa, aku tidak sengaja sering melihat oppa diam-diam memasukan bunga yang oppa beli tiap pagi di sini ke loker Hana eonnie, itu membuatku jadi stalker kalian berdua sejak pemilik loker itu sepupu kesayanganku Hana eonnie, dan jangan kira aku gak tahu seluruh bunga yang oppa dulu beli itu adalah bunga kesukaan Hana eonnie,” kata Minji sambil tersenyum mengingat masa sekolahnya yang menjadi fans namja yang ada di depannya dengan istrinya.

“Aku tidak tahu kalau kalian menyadari hal tersebut, dan aku kaget ketika kau dan beberapa orang lain menghadangku ketika pulang sekolah,” kata Yonghwa teringat masa lalunya.

“Tentu saja, aku dan beberapa teman-temanku yang bergabung di fans club YongNa couple agak gemas melihat kalian. Padahal Hana eonnie sudah terang-terangan menunjukkan kalau di suka oppa, tapi oppa saja yang tidak peka. Bahkan Hana eonnie tahu kalau oppa yang waktu itu memasukan bungan ke lokernya, sehingga kami harus menghadang oppa dan menawarkan oppa bantuan untuk menyatakan cinta oppa kepada Hana eonnie,” jelas Minji.

“Heh? Hana tahu?” Yonghwa memandang Minji bingung.

“Iya, Hana eonnie tahu. Waktu itu Hana eonnie sepertinya sengaja datang pagi-pagi ke sekolah karena penasaran dengan siapa pengirim bunga-bunga mawar putih yang selalu ada dilokernya tanpa surat atau apapun. Kebetulan waktu itu aku juga sudah datang karena hari itu jadwal piket kelasku, waktu aku akan menuruni tangga yang dekat dengan loker aku melihat Hana eonnie memandang oppa yang sedang memasukan setangkai mawar putih ke lokernya. Oppa seharusnya liat bagaimana ekspresi Hana eonnie yang kaget dan menatap tidak percaya kalau oppa adalah orang yang selama ini mengirimnya bunga mawar, tapi aku berani bersumpah oppa waktu itu aku melihat kebahagiaan yang terpancar dimata Hana eonnie saat oppa menutup lokernya dan membalikan badan pergi ke kelas oppa tanpa tahu Hana eonni berdiri bersembunyi di loker paling ujung dengan rona merah dan senyum memngembang di bibirnya. Dan sejak itu aku dan anggota YongNa FC mulai melakukan berbagai cara untuk menyatukan kalian.”

Yonghwa yang mendengar itu tidak bisa menahan tawanya,”Hahaha… Aku ingat sekali tentang itu. Tapi aku tidak tahu kalau Hana sudah tahu bahwa aku secret admire nya. Jujur saja aku bingung dari dulu sebenarnya bagaimana bisa ada fans club kami di sekolah.”

“Kata pendiri club yang pertama, Sunbae lee dulu yang dulu sekelas dengan oppa. Fans club itu berdiri sejak festival olahraga, katanya saat itu Hana eonnie yang mengikuti lomba lari putriterjatuh dan oppa yang saat itu juga sedang ikut lomba lari putra segera berbalik arah dan langsung mengangkatnya bridestyle ke ruang kesehatan. Bahkan oppa berteriak untuk membuka jalan untuk oppa ketika para siswa dan siswi mengelilingi tempat Hana eonnie terjatuh. Sejak saat itu lah lahirlah YongNa fans club,” kata Minji menjelaskan dengan semangat.

Aigo(astaga), hanya karena itu?” Tanya Yonghwa tidak percaya.

“Iya oppa, aigo kenapa kita jadi bercerita begini.” Minji mempoutkan bibirnya karena tanpa sadar telah bercerita banyak.

“Kau masih tetap cerewet, Minji-ah.” Yonghwa tertawa melihat Minji yang sudah dianggapnya sahabat dan keluarga baginya mengingat kalau bukan karena Minji dulu ketika kelulusannya sepertinya dia tidak akan bersatu dengan Hana.

Masih segar di ingatan Yonghwa, Minji menyiapkan 108 tangkai mawar ketika hari kelulusannya. Dan mengumumkan bahwa mawar-mawar tersebut darinya untuk Hana. Yonghwa memang berencana meminta Hana untuk menjadi kekasihnya hari itu tapi dia berencana mengutarakan perasaannya hanya berdua saja dengan Hana. Dan pengumuman yang dibuat Minji membuat Yonghwa menjadi perhatian satu sekolah dan dengan malu-malu dia mengutarakan perasaannya kepada Hana. Dan jawaban Hana adalah Oppa aku tidak bisa menjadi kekasihmu.”

Membuat Yonghwa sedikit terpuruk tapi setidaknya dia lega sudah menyatakan perasaannya kepada yeoja yang telah membuatnya jatuh cinta sejak mereka bertemu pertama kali. Teman-teman yang menonton sedari tadi memberikan beberapa kata semangat agar Yonghwa tidak sedih, tapi sebuah panggilan dari Hana membuatnya mengakatkan kepalanya kembali.

Oppa,”

Bagaimana aku bisa menjadi kekasihmu, bila kau sudah melamarku untuk menjadi istrimu,” dan saat itulah dia baru tahu makna dari 108 tangkai bunga mawar yaitu maukah kamu menikahiku?

oOo

Oppa kenapa senyum-senyum sendiri? Kau membuatku ketakutan,” tanya Minji sambil memegang sebuah buket bunga.

“Hanya mengingat masa lalu,” jawab Yonghwa.

“Aku kira kau sudah mulai gila oppa,” kata Minji tanpa beban.

“Aku masih sehat Minji-ah.Apa itu?” Yonghwa melirik buket bunga yang ada di Minji.

“Bunga special untuk hadiah special bagi wanita special,” kata Minji sambil meletakkan buket bunga yang terdiri dari dua jenis bunga, satu jenis bunga yang menyerupai konde berwarna biru muda dan satu lagi bunga putih berbentu lonceng itu ketangan Yonghwa.

“Arti kedua bunga ini apa?” Yonghwa melihat Minji mencari tahu karena Minji tidak mungkin memberikannya bunga ini tanpa alasan.

“…” Minji membisikan arti kedua bunga tersebut dan Yonghwa langsung tersenyum.

“Seperti biasa kau memang hebat Minji-ah, Thanks,” kata Yonghwa sambil mengeluarkan uang beberapa ribu won dan meninggalkan toko tersebut tanpa mempedulikan Minji yang mau memberikan kembalian kepadanya.

“Dasar, semoga berhasil oppa,” kata Minji sambil melihat keluar dan melanjutkan pekerjaannya.

oOo

Yonghwa berjalan ke sebuah taman yang tidak jauh dari toko bunga Minji dan taman itu dipenuhi anak-anak yang sedang bermain didampingi oleh orang tuanya. Matanya berkeliling mencari seseorang di taman tersebut, dan matanya terfokus kesebuah kursi taman yang berada dibawa pohon oak rindang. Bisa dilihatnya seorang yeoja sedang duduk disana sambil menyuapi seorang batita laki-laki yang sedang berdiri didepannya sambil memegang sebuah bola ditangannya.

Yonghwa melangkahkan kakinya kesana dan sebuah senyum menawan tidak pernah luntur dari bibirnya sehingga membuat yeoja-yeoja memandangnya dengan tatapan memuja bagai melihat malaikat tapi tatapan penuh pemujaan itu tidak dihiraukan oleh Yonghwa. Buket yang diberikan Minji kepadanya tadi disembunyikan dibelakang tubuhnya. Dan akhirnya dia berdiri di depan yeoja yang menjadi fokusnya sedari tadi. Istrinya, Lee Hana atau sekarng bisa dipanggil Jung Hana dan jagoan kecilnya Jung Yongwon.

Hana memandang suaminya kaget,”Yong? Kau tidak ke kantor?”

“Bagaimana aku bisa ke kantor bila hari ini hari yang special untuk kita, Naya.” Yonghwa tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya ke hadapan sang istri.

Hana meletakan tangannya di tangan Yonghwa dan Yonghwa menggenggam pelan tangan Hana menyalurkan rasa hangat ke tangan Hana.

“Aku kira kau lupa, beberapa hari ini kau terlihat sangat sibuk. Jadi aku tidak terlalu berharap kau akan mengingatnya, Yong.” Hana tidak bisa menyembunyikan senyum yang mereka dibibirnya.

“Sesibuk apapun, aku akan mengingat hari dimana aku bisa memilikimu untuk diriku sendiri. Happy Anniversary, Na-ya,” kata Yonghwa sambil menekukan satu kakinya ke tanah seperti posisi seorang pangeran melamar putri impiannya dan mencium punggung tangan Hana dengan lembut.

Hana menatap Yonghwa dengan tatapan penuh cinta dan haru. Setiap orang yang melihat tindakan Yonghwa tersenyum dan para yeoja mulai menatap iri kepada Hana.

“Dan aku punya hadiah special buat wanita yang special untukku,” kata Yonghwa sambil menyerahkan buket bunga yang berwarna biru muda dengan beberapa buanga kecil yang menghiasinya.

Hana menatap haru buket bunga itu, dia tahu kedua bunga itu yang berada di buket itu. Lily of Valley dan Hortensia.

“I-ini kan,” Hana menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Kedua bunga ini mewakili apa yang aku rasakan terhadap kamu. Hortensia yang bermakna terima kasih sudah memahami aku selama ini, Na-ya. Dan Lily of Valley bermakna you’ve made my life complete. Thanks for everything, I love you.” Yonghwa menatap mata Hana hangat.

Hana tidak bisa menahan airmata yang menuruni kedua matanya dan dia langsung memeluk Yonghwa dan menangis dipundak lelaki yang sangat dicintai dan dikasihinya.

“Kau tidak perlu berterima kasih atau apapun, yong. Bagiku cukup kau berada disisiku dan jangkauan mataku. Aku tidak perlu yang lain, hanya kau dan malaikat kecil kita, Yongwon. Hidupku sudah sempurna.” Hana mencium pipi Yonghwa sambil tersenyum manis dan kembali memeluk Yonghwa.

Mama~ Papa~ Yongie thuga mau dipeyuk,” kata Yongwon dan ikut memeluk kedua orang tuanya dan membuat kedua orang tuanya tersenyum.

Thanks God,’ batin Yonghwa dan Hana bersama sambil memeluk malaikat kecil mereka.

THE END

 

2 thoughts on “[FF Competition] The Language of Flowers

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s