[FF Competition] The Meaning Of Love

Judul: The Meaning Of Love

Genre: Romance – sad ending

***

 

“Apa itu cinta?”

“Dalam kamus, cinta adalah [a] (1) suka sekali; sayang sekali (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan) (3) ingin sekali; berharap sekali; rindu (4) kl susah hati (khawatir); risau.”

***

Dulu dia bahagia,

Dulu dia pernah jatuh cinta.

Tapi sekarang, bahkan definisi cinta pun harus dicarinya dalam kamus. Bukan karena dia tidak tau, dia hanya tidak percaya cinta, saat ini..

***

“Kau tidak mengerti maksudku?”

“apa?”

“Berpisah! Kita berpisah saja! Aku sudah tidak tahan dengan kelakuanmu!” namja itu pun pergi.

Perlu beberapa saat sampai Gyu Na tersenyum tipis pada punggung namja tersebut.

Dia tidak menangis, dia bahkan tidak bisa sedih. Dia hanya mengangguk pelan dan pergi.

“Apa yang dikatakannya?”

“Dia bilang, kita berpisah saja”

“Apa kau tidak sakit hati? Kenapa kau tidak menangis?”

“Untuk apa? Apa dengan menangis dia akan kembali?”

***

Gyu Na menangis dalam kamarnya. Suara-suara itu membuatnya takut. Dia pun menutup kepalanya dengan bantal, dan dia terus menangis.

“Apa cinta membuat segalanya jadi lebih buruk?!”

Itulah pertanyaan yang selalu ada di pikirannya.

Semua ini berlangsung, sampai air mata itu terhenti.

“Pergilah!! Aku sudah muak melihat wajahmu!”

Begitulah suara yang didengarnya pagi itu. 1 jam kemudian, suara ambulans terasa dekat sekali. Perlahan dia pun memberanikan diri untuk keluar kamar.

Terlihat seorang wanita tua terkujur kaku di ruang tengahnya. Gyu Na menangis, menangis sekeras-kerasnya. Wanita itu eommanya.

Tapi seseorang bertubuh besar menghampiri dan menamparnya. Pria itu pun berkata,

“Apa dengan menangis dia akan kembali?”

***

Bau alkohol selalu masuk ke dalam kamarnya tiap malam. Tidak tahan, memang. Tapi dia sudah terbiasa.

Namja itu menelepon lagi malam ini,

“Apa kau baik-baik saja?”

“Aku baik”

“Pindahlah ke rumahku”

“Akan kupikirkan”

“Ya sudah, tidurlah”

“Ya”

Dia pun tertidur.

Esoknya, dia memutuskan untuk pergi. Namja itu pun menunggunya.

“Kau sudah sampai”

Namja itu pun memeluknya.

“Aku akan membuat kau bahagia”

Gyu Na mengangguk pelan. Wajahnya pucat saat itu. Untuk pertama kalinya setelah 3 tahun terakhir, air mata itu kembali mengalir.

Namja itu menghapusnya.

“Tenanglah, kau aman bersamaku”

Gyu Na harap dia bisa mempercayai namja itu.

“Terima kasih, Yong Hwa”

***

“apa kau benar-benar akan pergi kali ini?”

“Hanya setahun, setelah itu, aku janji akan kembali menjagamu”

Gyu Na mengangguk pelan dan tersenyum.

“Baiklah, aku akan menunggumu di sini?”

Yong Hwa pun mengecupnya lembut, dan dia pun pergi.

***

Satu tahun berlalu. Tidak, satu tahun dua bulan, dia benar-benar menghitungnya. Sudah lima bulan terakhir, Yong Hwa tidak memberinya kabar.

Malam itu, sebuah kiriman datang. Entah dari siapa, dia pun membukanya. Dua foto berukuran besar itu pun dilihatnya. Yong Hwa dan seorang yeoja, entah siapa. Mereka berdua tidur bersama.

Hatinya hancur, pasti. Ingin sekali menangis. Tapi saat ini, air matanya tidak keluar.

Dia merasa malam ini adalah malam terdingin dalam hidupnya.

***

“Itu tidak benar, itu salah paham, aku bisa jelaskan”

“Tidak perlu”

“Oke, terserah padamu. Kita sudahi saja”

“…”

“Kau tidak mengerti maksudku?”

“Apa?”

“Berpisah! Kita berpisah saja! Aku sudah tidak tahan dengan kelakuanmu!” namja itu pun pergi.

Perlu beberapa saat sampai Gyu Na tersenyum tipis pada punggung namja tersebut.

Dia tidak menangis, dia bahkan tidak bisa sedih. Dia hanya mengangguk pelan dan pergi.

“Apa yang dikatakannya?”

“Dia bilang, kita berpisah saja”

“Apa kau tidak sakit hati? Kenapa kau tidak menangis?”

“Untuk apa? Apa dengan menangis dia akan kembali?”

***

Dia memikirkan semuanya. Masa lalu itu, dan masa depannya. Kemungkinan-kemungkinan yang akan datang jika dia menerima tawaran namja itu. Namja yang sangat dicintainya.

Tapi karena masa lalu orangtuanya itu, dia tidak bisa percaya pada siapa pun lagi, terutama pada cinta. Dia hanya berfikir,

“Cinta membuat semuanya menjadi lebih buruk”

Sejak itu, dia hanya diam. Menerima telepon dari namja itu tiap malam yang bertanya,

“Apa kau baik-baik saja?”

Dan namja itu pula akan meminta hal yang sama,

“Pindahlah ke rumahku”

Tapi, Gyu Na hanya akan menjawab, “Akan kupikirkan”

***

“Apa itu cinta?” tanya Yong Hwa.

“Dalam kamus, cinta adalah [a] (1) suka sekali; sayang sekali (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan) (3) ingin sekali; berharap sekali; rindu (4) kl susah hati (khawatir); risau”

“Apa kau percaya cinta?”

“Tidak, tidak sama sekali”

“Apa keinginanmu di masa depan?”

“Tersenyum saat mati”

“Terakhir, apa kau merasa bahagia saat ini?”

Gyu Na tersenyum dan berkata,

“Aku merasa bahagia, saat ini, kemarin, dan di masa depan. Tidak ada alasan untuk sedih dan menangis. Apa dengan menangis dia akan kembali?”

~Dia, hanyalah gadis biasa yang memikirkan dan memperhitungkan semuanya~

10 thoughts on “[FF Competition] The Meaning Of Love

    • Bingung ya? Mian😦 ceritanya berurut kok sebenernya. Ini tu ceritanya Gyu Na keluarganya broken home gitu, trus Yong Hwa ngajakin buat tinggal di rumah Yong Hwa aja. Terus ceritanya kan berlanjut tuh, terakhirnya kan dikasih tau kalau dari pindah ke rumah Yong Hwa nya itu cuma bayang2 Gyu Na nya aja. Gyu Na tu mikirin masa depannya gituu. . Yang penting gumawo ne, udah baca ff ku. . .🙂

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s