[FF Competition] TIME LEFT ME……….

TIME LEFT ME ……….

Genre : Romance – Sad ending

 

I keep thinking times will never change

I keep thinking things will always be the same

But when we leave this year we won’t be coming back

No more hanging out cause we’re on a different track

 

Itu adalah tahun terakhir mereka menjadi siswa SMA. Tahun terakhir dengan label memuakkan sebagai  ‘pelajar’ . Tahun terakhir mengenakan seragam putih abu-abu yang menurut mereka tidak modern sama sekali.

Maka semua menyambut dengan antusias, karena itu artinya,  setelah itu mereka akan diakui sebagai orang dewasa. Mereka akan dengan mudah pergi ke tempat-tempat hiburan, karena mereka sudah dewasa. Atau sesederhana karena mereka tidak harus bangun pagi setiap hari dan berkutat dengan buku-buku setebal ensiklopedia yang – oh ayolah kau tau betapa menjengkelkannya buku-buku itu.

Namun ternyata diantara 320 siswa yang antusias itu, ada 1 siswa yang tidak menyukai gagasan itu. Laki laki bermata sipit dan bertubuh agak kurus itu menyandarkan tubuhnya ke pagar lantai 3 sekolahnya. Mengamati teman-temannya yang tertawa lebar di bawah sana. Juga gadis berpita ungu yang sedang bercanda bersama dua orang lainnya.

Minhyuk mulai menerawang. Tahun terakhir SMA. Itu artinya sudah tiga tahun ia menyukai gadis berpita ungu itu. Tiga tahun ia melihat gadis itu.  Tapi ironisnya mata gadis itu bahkan tidak pernah menyadari ada mata yang selalu melihatnya.

Sebenarnya gadis itu sering melihatnya, karena Soo Hee – nama gadis berpita ungu itu, sering bertanya kepada Minhyuk tentang proses fotosintesis, atau zat-zat kimia yang sulit sekali dihafal. Dan Minhyuk akan dengan senang hati mengajarinya, dan gadis itu juga akan mendengarkan dengan patuh, sesekali melihat ke arah Minhyuk lalu mengangguk seolah mengerti. Terkadang Minhyuk akan tertawa saat Soo Hee terlihat frustasi karena tidak berhasil menghafal unsur-unsur kimia itu.

Gadis itu melihatnya, tertawa bersamanya. Tapi juga dengan teman-temannya yang lain. Dengan cara yang sama.

Dan itulah yang salah, karena Minhyuk menemukan dirinya tidak menyukai kenyataan itu.

Jadilah setelah upacara perpisahan itu ia menarik Soo Hee ke belakang sekolah. Ia harus mengatakan pada Soo Hee kalau ia menyukainya. Tapi kemudian ia berfikir, untuk apa ia mengatakannya. Karena apapun yang terjadi mereka tetap berpisah. Minhyuk akan belajar di luar negeri untuk mencapai cita-cita orang tuanya yang menginginkannya menjadi seorang dokter. Sedangkan Soo Hee pasti akan terus berlatih untuk menjadi penari yang hebat. Bagaimanapun jalan mereka berebeda. Kalaupun ia mengaku pada Soo Hee ia menyukai gadis itu, toh belum tentu juga Soo Hee merasakan hal yang sama. Dan bila itu terjadi, pasti akan membuat mereka canggung di masa depan. Kenyataan bahwa ia tidak bisa merubah apapun, akhirnya Minhyuk hanya mendesah pasrah.

“Ada apa Minhyuk?” Soo Hee bertanya sedikit heran kenapa laki-laki disampingnya itu terlihat begitu frustasi.

Minhyuk menatap Soo  Hee seolah meminta alasan agar ia bisa mengatakannya. Tapi Soo Hee justru membalas dengan tatapan tak mengerti.

“Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit sedih kita tidak bisa bertemu lagi” katanya lemah.

“Hahaha kau ini seperti anak kecil saja” Soo Hee justru tertawa. “ Kita kan masih bisa bertemu. Nah, itu berarti kau harus belajar sangat keras dan cepat-cepat menyelesaikan pendidikan doktermu, agar kau cepat kembali kesini, dan kita bisa bertemu lagi.” Soo Hee melanjutkan.

Minhyuk mengangkat wajahnya ketika menemukan sedikit harapan di kata-kata Soo Hee.

“Jadi kau mau menungguku sampai aku menyelesaikan kuliahku, dan kita bisa bertemu lagi?” Kali ini Minhyuk mendapati dirinya berkata antusias.

Soo Hee sedikit heran dan tidak mengerti maksud pertanyaan Minhyuk, tapi kemudian ia mengangguk juga dan menjawabnya dengan santai, “Tentu saja. Kita akan bertemu lagi nanti. Kita juga harus bertemu dengan yang lain. Aaah pasti seru sekali.” Soo Hee menjawab tak kalah antusias.

Minhyuk mendesah lega. Dia akan bertemu dengan Soo Hee lagi nanti, persetan dengan teman-temannya. Karena yang penting ia bisa bertemu dengan Soo Hee. Dan ia berjanji – pada dirinya sendiri – akan mengatakannya pada Soo Hee saat itu. Saat ia sudah punya alasan untuk mengatakannya. Saat ia sudah punya alasan untuk mempertanggung jawabkan apa yang ia katakan.

 

5 Tahun kemudian (Acara Reuni) ……

 

Aula sekolah sudah ramai. Minhyuk melihat beberapa temannya, menggandeng pasangan mereka masing-masing. Ada juga yang datang dengan menggendong anak kecil. Ada juga yang seperti dirinya, yang memutuskan untuk datang sendiri. Itu tidaklah penting, karena nyatanya mereka hanya membutuhkan pertemuan ini untuk saling bertukar sapa, mengingat masa-masa konyol SMA mereka. Dan bagi Minhyuk untuk menjemput satu lagi masa depannya.

Selama 5 tahun ini Minhyuk belajar sangat keras. Terkadang ia hanya tidur 3 jam untuk menghafal semua teori-teori anatomi. Atau ia akan lupa makan karena terlalu sibuk dengan materi-materi biologi. Tapi dia tidak mengeluh karena ia menyugestikan fikirannya, tubuhnya, hatinya bahwa Soo Hee menunggunya. Bahwa sekarang ia sedang berjuang mencapai salah satu masa depannya untuk menjemput masa depan yang lain – Soo Hee.

Ia mulai gusar, karena jam sudah menunjukkan hampir pukul 8 malam – yang  artinya acara akan segera dimulai – tapi belum ada tanda-tanda gadis itu akan muncul. Ia mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk, ketika mendapati matanya menangkap seseorang yang sangat di kenalnya. Sangat dirindukannya. Gadis itu memakai gaun biru gelap sebatas lutut, rambut panjangnya dibiarkan tergerai. Ia masih cantik seperti lima tahun lalu, fikir Minhyuk.

Kemudian gadis itu sepertinya menyadari Minhyuk ada di sana.

“Minhyuk-a ” Soo Hee setengah berteriak memanggil Minhyuk, lalu berjalan ke arah Minhyuk.

“Hai” sapa Minhyuk tak kalah sumringah.

Ketika Soo Hee sudah ada di hadapannya, yang Minhyuk lakukan hanyalah mengamati gadis itu. Sebenarnya ia ingin menarik gadis itu kepelukannya, tapi sepertinya ini bukan tempat yang tepat, fikir Minhyuk. Jadi dia hanya tersenyum dan mengamati gadis itu. Tidak ada yang berubah. Matanya masih bersinar setiap dia tertawa. Wajahnya masih sama seperti dulu. Indah. Ia juga masih suka memakai pita berwarna ungu itu, Minhyuk melihat  gadis itu memakai bando berpita ungu. Semuanya masih sama. Seperti dirinya. Seperti hatinya. Seperti apa yang selalu ia rasakan.

“Bagaimana kabarmu ? oh apakah kau sudah menyelesaikan pendidikan doktermu?” Soo Hee bertanya, ia terlihat antusias.

“Hmmm begitulah. Makanya aku di sini, karena aku sudah menyelesaikan kuliahku “–  karena aku ingin mengatakan apa yang belum aku katakan lima tahun lalu. Karena aku ingin menunjukkan padamu bahwa aku sudah punya alasan untuk meyukaimu. Minhyuk ingin mengatakan itu, tapi ia menahan dirinya.

“Bagaimana denganmu ? kau sudah menjadi seorang penari hebat bukan?” Minhyuk melanjutkan.

Soo Hee hanya tertawa kecil. “Aku harap begitu. Tapi tidak lagi karena aku tidak akan menari lagi”

Minhyuk mengerutkan dahinya. Tidak mengerti apa maksud Soo Hee. “Kenapa begitu?”

Lalu sudut mata Minhyuk menangkap ada tangan yang melingkar di pinggang ramping gadis itu. Ia ingin menarik tangan itu – yang Minhyuk fikir adalah tangannya,  karena ia fikir pasti Soo Hee akan terkejut jika tiba-tiba ia menyentuhnya seperti itu. Tapi ia justru melihat Soo Hee tersenyum. Seolah ingin menunjukkan bahwa itu adalah hal yang benar. Senyum yang sangat ia harapkan lima tahun lalu. Senyum yang entah kenapa terasa begitu menenangkan, menyenangkan dan melegakan. Senyum saat kau menyukai seseorang. Tapi kemudian ia mendapati kedua tangannya masih menggenggam undangan reuni yang diberikan panitia acara itu seminggu yang lalu. Itu bukan tangan Minhyuk.

“Aku akan menikah dengannya bulan depan” kata Soo Hee menatap pria disampingnya yang kini juga tersenyum  “Dan aku ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik. Jadi aku memutuskan untuk berhenti menjadi penari profesional.” Soo Hee berkata riang, masih menatap si pemunya tangan itu sambil tersenyum malu.

Saat ini Minhyuk tidak tahu apa yang harus dilakukannya, apa yang dirasakannya. Ia hanya merasa tubuhnya mendadak berat dan tidak bisa merasakan apa-apa. Beginikah rasanya saat kau ada diantara hidup dan mati? Kau masih menyadari apa yang terjadi tapi kau tidak bisa melakukan apa-apa.

Bagaimana mungkin dalam lima tahun semuanya sudah berubah. Ia yakin Soo Hee yang ada di depan matanya adalah Soo Hee yang lima tahun lalu dikenalnya. Soo Hee bahkan masih memakai pita warna ungu kesukaannya. Jadi tidak ada yang berubah bukan? Lalu apa yang salah disini ? Minhyuk berusaha mengembalikan kerja otaknya yang kata teman-temannya dulu ‘encer’. Namun ia tidak menemukan apapun. Karena otaknya mendadak kosong. Hatinya mendadak kosong.

Jadi apakah waktu meninggalkannya ? Ia masih meninggalkan hatinya lima tahun lalu, dan sekarang waktu meninggalkannya dan tidak membawa hatinya?

“Aaah begitu.” Minhyuk bahkan tidak percaya mulutnya bisa menjawab kata-kata Soo Hee. Tapi itu bagus, karena Soo Hee pasti akan bertanya-tanya kenapa Minhyuk mendadak diam.

“Sayang sekali” Minhyuk menambahkan, mencoba tersenyum.  Sayang sekali karena aku meninggalkan hatiku lima tahun lalu. Sayang sekali aku tidak mengatakannya lima tahun lalu. Sayang sekali karena aku membiarkan waktu dengan mudah merenggutmu.

Jadi begitulah cara waktu merampas masa depannya.

 

2 thoughts on “[FF Competition] TIME LEFT ME……….

Guest [untuk kamu yang tidak punya acc *cukup masukkan nama & email**email aman*] | [Bisa juga komen melalui acc Twitter & Facebook]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s